Blog ini menceritakan tentang Kehidupan yang aku jalani. Keseharian yang ada dalam hidupku. Tentang cinta, tentang perjuangan dan pengorbanan, tentang rasa sakit dan tentang orang-orang yang ada di dalam kehidupanku. Tentang Desa Kecil dan gadis kecil yang mengabdikan hidupnya untuk masyarakat sekitar.

Thursday, February 21, 2019

MACAM-MACAM DIALOG TAG

Source: Pixabay.com, edit by me

Hai teman-teman, kali ini aku mau bagiin beberapa macam dialog tag yang bisa kamu gunakan untuk menulis cerita supaya beragam tidak terkesan membosankan. Yuk, cek dialog tag yang asyik kamu gunakan dalam menulis cerita!

1. Netral

- ujar
- salam
- celetuk
- ucap
- desak
- kata
- pamit
- harap
- pesan
- cetus
- tutur
- papar
- ungkap
- tandas
- tanya
- tegur
- sapa
- ajak
- panggil
- pungkas
- tegas
- ajak
- pinta
- tunjuk
- beber
- seloroh
- cakap
- lontar
- akunya

2. Netral sebagai respon

- sahut
- lanjut
- jawab
- tawar
- tolak
- sambut
- sanggah
- imbuh
- terang
- balas
- tangkas
- tambah
- sambung
- jelas
- sela
- sosor
- tukas
- potong
- kilah
- usul
- putus
- protes
- urai
- saran
- berondong
- timpal
- kekeh
- kelit
- deham

3. Ada Emosi

- sindir
- hina
- gerutu
- sungut
- rengek
- tekad
- resah
- cemooh
- ejek
- kelakar
- canda
- cela
- ledek
- gerundel
- puji
- keluh
- adu
- perintah
- cibir
- tuntut
- decit
- cicit



4. Emosi Bernada Rendah

- bisik
- gumam
- decak
- desah
- rintih
- desis
- sesal
- ulang
- lirih
- racau
- batin
- ringis
- hembus
- goda
- rajuk

5. Emosi Bernada Tinggi

- jerit
- geram
- usir
- bentak
- berang
- hardik
- teriak
- tuduh
- tampik
- tantang
- pekik
- tekan
- sembur
- seru
- erang
- serang
- cecar
- raung
- sergah
- murka
- dengus
- ketus
- marah


Sumber referensi :
Materi Kepenulisan Andros Luvena by Rosi Simamora

Contoh Penggunaan Dialog Tag :
Dialog Tag dalam Penulisan Naskah Fiksi 

Baca juga :
37 Kosa-Kata Yang Mendeskripsikan Mimik Wajah (Mata Tokoh) Dalam Cerita 
Lokasi: Indonesia

34 comments:

  1. Terima kasih banyak! Sangat bermanfaat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama-sama. Terima kasih sudah berkenan mampir ke home aku...

      Delete
  2. Mau tanya dong. Kalau dialog tag untuk kalimat 'dalam pikiran' apa aja contohnya? Saya selama ini masih pakai 'pikirnya' dan 'gumamnya dalam hati'. Kalau sudah ada postingannya, boleh minta linknya kak? Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. dialog tag yang kamu pakai sudah tepat, bisa pakai kata "batin", "ucapnya dalam hati", "bisiknya dalam hati". Paling efektif pake kata batin saja.

      Tulisan-tulisan saya bisa baca di aplikasi Novelme, search karya RinMuna

      Delete
  3. Makasih ya kak materinya bermanfaat banget, ijin share ke temen² ya kak

    ReplyDelete
  4. Catat ahhh, informasi yang sangat penting sekali nih. Jarang-jarang ada penulis yang mau berbagi ilmu.

    ReplyDelete
  5. Berarti ini kata yang sering dipakai setelah tanda kutip itu biasanya. Yang menandakan seperti ucapan langsung. Sering ada juga di berita-berita media onlinekan. Uang serinf itu pakai kata "katanya"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups,,, Dialog tag bukan bagian dari narasi cerita...

      Delete
  6. Saya suka banget belajar tentang bahasa dan seluruh seluk beluknya nih k. Izin saya catat linknya ya, dan suka banget sama blogger yang suka kasih ilmu-ilmu kaya gini. Makasih k muna

    ReplyDelete
  7. Hai Mbak Rin..salam kenal ya..wah baca artikelnya saya jadi dingatkan tentang macam-macam dialog tag dalam menulis cerita. Terima kasih sudah berbagi ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sma2 mba Dian, salam kenal juga. Semoga bermanfaat ...

      Delete
  8. Ini maksudnya buat apa ya mbak?
    Hihi... maaf saya nggak ngerti, nggak ada contoh penggunaannya juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dialog tag digunakan untuk menulis cerita, cerpen atau novel.
      Contoh penggunaannya bisa baca di link ini mbak :

      https://www.rinmuna.com/2019/02/dialog-tag-dalam-penulisan-naskah-fiksi.html

      Delete
  9. saya save ya, banyak yang belum saya gunakan ternyata saat menulis.

    ReplyDelete
  10. bagus... ijin save ya. yg hobi nulis fiksi harus menguasai ini

    ReplyDelete
  11. Wah langsung sy save kak buat nulis dialog di cerpen. Emang kadang sy yg nulis suka bosen jg kalo kata2 yg ditulis itu2 aja.Padahal sinonimnya banyak ya...

    ReplyDelete
  12. Makasih banget bermanfaat sekali ini untuk saya yang suka buntu kalau lagi memikirkan sinonim kata-kata tadi.

    ReplyDelete
  13. Wah suka banget deh dapat referensi baru, tfs ya mbak infonya. Next Dewi coba pakai beberapa kata di atas saat menulis dialog:)

    ReplyDelete
  14. Kak Rin muna, ini membantu banget supaya dialog yang kita gak bosenin ya..
    Kadang newbie penulis cerpen atau novel suka nulis semacam aja.. misalnya "katanya". Akhirnya itu terus diulang sampe bosen .. hehe

    ReplyDelete
  15. selain katanya ternyata banyak ya, pas banget aku lagi nulis naskah, tak bintangin ya mbak

    ReplyDelete
  16. Yeay ternyata referensi kata ada banyak ya.. Ijin save ya kak.

    ReplyDelete
  17. banyak ya macam-macam dialog tag itu. apalagi kalo bikin cerpen ya harus ada dong dialog tag kalo gak ada bosenin banget baca narasi doang hihi, makasih infonya

    ReplyDelete
  18. noted nih, buat nambah referensi agar tulisan tidak terkesan monoton, apalagi dalam blog juga suka tersematkan dialog tag baik di awal tengah maupun di akhir

    ReplyDelete
  19. Sip..sering pakai kata yang itu2 saja ..sekarang jadi lebih tahu dan ada padanan lainnya

    ReplyDelete
  20. Saya biasanya cuma pakai: ujar, ungkap, kata, terang, dan beberapa yang umum, ternyata dialog tag yang bisa dipakai itu sebanyak ini ya. Terima kasih sudah berbagi Mbak, kangen nulis fiksi lagi saya jadinya

    ReplyDelete
  21. Noted deh...iya biasanya rada bingung mau nambahin apa lg y. Mksh y mba infonya keren dan bermnfaat.

    ReplyDelete
  22. Izin nambahin yaa Mba Muna... utk yang bernada emosi (riang gembira) bisa dimasukkan celoteh dan repet (ngomel2 terus) (KBBI, ricau). Repet diadaptasi dari aksen bahasa Medan cuma sudah daapt ditemukan di Kamus Besar Bahasa Indonesia

    ReplyDelete

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas