Showing posts with label Daily. Show all posts
Showing posts with label Daily. Show all posts

Thursday, June 4, 2026

Penjadwalan Pramusrenbang Desa Beringin Agung Tahun Anggaran 2027




Dalam rangka mempersiapkan penyusunan rencana pembangunan desa yang partisipatif dan berbasis kebutuhan masyarakat, Pemerintah Desa Beringin Agung bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menggelar rapat koordinasi penjadwalan Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Pramusrenbang) pada Kamis, 4 Juni 2026, bertempat di Ruang BPU Desa Beringin Agung.

Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Ketua BPD Desa Beringin Agung, Kuat Sholeh, bersama Kepala Desa Kusnadi dan Pendamping Desa, Sukardin. Rapat dihadiri oleh para Ketua RT, perwakilan lembaga desa, serta unsur masyarakat yang akan terlibat dalam tahapan perencanaan pembangunan desa tahun anggaran 2027.

Dalam arahannya, Ketua BPD, Kuat Sholeh, menegaskan pentingnya Pramusrenbang sebagai wadah penjaringan aspirasi masyarakat di tingkat RT sebelum dibahas lebih lanjut dalam Musrenbang Desa. Melalui forum ini, setiap RT diharapkan dapat mengidentifikasi kebutuhan dan usulan prioritas pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warganya.

Sementara itu, Kepala Desa Kusnadi mengajak seluruh peserta untuk aktif berpartisipasi dan memastikan setiap usulan yang diajukan memiliki manfaat yang luas bagi masyarakat. Menurutnya, pembangunan desa yang baik harus diawali dengan proses perencanaan yang matang, terbuka, dan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Pada kesempatan tersebut disepakati bahwa pelaksanaan Pramusrenbang akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh wilayah RT, mulai dari RT 1 hingga RT 11, setelah rangkaian kegiatan Tasyakuran Hari Ulang Tahun Desa Beringin Agung yang akan dilaksanakan pada 6 Juni 2026. 
Penjadwalan ini dilakukan agar seluruh tahapan dapat berjalan dengan tertib serta memberikan kesempatan yang cukup bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan usulan pembangunan.
Melalui pelaksanaan Pramusrenbang ini, diharapkan seluruh usulan prioritas masyarakat dapat terakomodasi secara optimal sebagai bahan penyusunan program pembangunan Desa Beringin Agung Tahun Anggaran 2027, sehingga pembangunan desa ke depan semakin tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga.


#PramusrenbangDesa 
#DesaBeringinAgung 
#MusrenbangDesa 
#PerencanaanPembangunan 
#PartisipasiMasyarakat 
#BPDDesa 
#PembangunanDesa2027



Monday, May 4, 2026

Sosialisai Perizinan dan Pendataan UMKM Deliniasi IKN Sektor Hotel, Restoran dan Pariwisata

 


Samboja, 04 Mei 2025


Hai, guys ...!

Seperti biasa, aku bakal share tentang kegiatan dan pengalaman aku sehari-hari. Supaya bisa jadi catatan sejarah untuk diriku sendiri, juga menjadi sumber informasi untuk kalian yang membutuhkan. Kalau nggak butuh, langsung skip aja, deh! Karena aku malas berdebat dengan orang yang nggak sejalan.


Jadi, hari ini aku diundang untuk mengikuti sosialisasi Perizinan dan Pendataan Usaha di Deliniasi IKN untuk sektor hotel, restoran dan pariwisata. Sebenarnya, aku masih belum ngeh banget kenapa aku diundang ke acara ini. Karena usaha kafeku "Teman Diskusi Coffee" adalah usaha yang baru mulai dan sering banget libur jualan, hehehe. 

Maklum, jualan di pelosok nggak seramai jualan di wilayah perkotaan. Kadang rame, tapi lebih sering sepi.

Karena udah masuk pendataan dan mendapatkan undangan dari Otorita IKN, kita ikuti saja apa yang sudah difasilitasi oleh pemerintah. Aku pikir, pasti ada ilmu yang bisa aku ambil meski aku sendiri tidak tahu bisa menerapkannya atau tidak. Sebab, usahaku bukanlah usaha besar yang pantas bersanding dengan usaha-usaha lain. Asli, aku nggak pede banget kalau disuruh ngumpul sama orang-orang hebat. Tapi ... semoga nanti Allah juga bisa menghebatkan aku seperti mereka.


Acara ini dibuka langsung oleh Bapak Muhsin Palinrungi selaku Direktur Parekraf Otorita IKN. 

Acara selanjutnya diisi oleh Bapak Mirwansyah Prawiranegara (Direktur Bidang Perencanaan Mikro) yang membawakan materi tentang Perizinan dan tata ruang di wilayah OIKN.





Narasumber selanjutnya ialah Bapak Agung Syahputra selaku Direktur Pengendalian Penyelenggaraan Pemerintahan dan Perizinan Pembangunan.








Setelah menyimak zoom ini sampai selesai, akhirnya aku bisa mengetahui  kalau semua izin usaha harus melalui otorita IKN. Sebab, kami semua sudah masuk ke wilayah Ibukota Nusantara. 

Aku sendiri, tidak ada yang perlu diubah karena aku sudah memiliki izin usaha dan terdaftar di OSS (https://oss.go.id).

Yang membuat banyak warga Samboja resah adalah kawasan hutan lindung yang tidak diperbolehkan melakukan usaha apa pun. Sebab, sebagian besar Samboja dan Samboja Barat berada di kawasan hutan lindung Tahura (Taman Hutan Raya) Bukit Soeharto. 

Untuk mengecek apakah lokasi usaha kita berada di dalam kawasan hutan lindung atau tidak, bisa diakses melalui website https://gistaru.atrbpn.go.id/ 

Pastikan lokasi usaha kita aman  dan tidak berada di dalam kawasan hutan lindung supaya tidak kena gusur oleh pihak pemerinta Otorita IKN.

Semoga, usaha kita tetap lancar dan semakin sukses, yak!



Sampai di sini dulu tulisanku kali ini. Nanti, aku share lagi pengalaman dan kegiatanku untuk jadi bahan informasi dan inspirasi buat kalian semua.



Much Love,


@rin.muna

Tuesday, January 27, 2026

Ruang Jahit Hampa



Waktu sudah menunjukkan pukul 00.08 WITA dan aku masih terjaga. 
Entah apa yang membuat mataku sulit untuk terpejam. 
Ada banyak hal yang harus dipikirkan sebelum tidur dan terkadang membuatku resag. 
Misalnya, memikirkan menu apa yang akan aku masak besok pagi? Bahan dapur yang habis dan harus aku beli apa saja? 
Hal kecil seperti ini harus kupikirkan dalam waktu yang cukup lama. Sehingga membuatku justru enggan memejamkan mata. 
Ditambah lagi dengan rencana-rencana kegiatan yang akan aku lakukan esok. Belum lagi jika ada masalah hari ini yang belum bisa aku selesaikan. 
Entahlah. 
Kenapa pikiranku sepenuh ini? 
Aku seringkali mengajak pikiranku untuk berhenti sejenak karena aku lelah. Tapi aku justru terlalu banyak berpikir. Sepertinya, pikiranku sendiri sudah enggan 'aku beri perintah'. 

Padahal, hari-hariku selalu ramai dan sibuk. Aku punya taman baca kecil yang selalu ramai dengan anak-anak. Aku punya kafe buku mungil yang selalu jadi tempat yang nyaman untuk bersantai. Aku punya ruang jahit yang selalu menjadi ruang ide dan ekspresiku dalam berkarya. Aku punya deretan naskah novel yang kejar tayang setiap hari. 
Seharusnya, semua hal itu membuatku sibuk dan tidak perlu memikirkan hal-hal lain yang belum aku lakukan. 

Namun, ketika malam hari menjelang... 
Ketika semua orang sudah terlelap. 
Ketika semua aktivitas manusia sudah berhenti dan suara jangkrik jadi irama malam. 
Saat itulah pikiranku mulai berkelana. 
Sambil memandangi langit-langit kamar yang sunyi.
Sesekali aku melangkah ke ruang jahitku. Menatap deretan benang yang biasa mewarnai hari-hariku.

Sendiri dan sepi memang mengajarkan banyak hal. Mengajarkan kita untuk lebih mawas diri. Membuat kita selalu memikirkan apa kesalahan yang kita buat hari ini dan bagaimana cara memperbaikinya esok hari.

Malam yang hampa membuatku seketika terpikir tentang sosok Nabi Adam AS., manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Nabi Adam tinggal di surga, memiliki semua hal yang dia inginkan. Tapi Nabi Adam tidak bahagia karena sendirian. Itulah kenapa Allah ciptakan Hawa untuk menemani Nabi Adam.

Ternyata, perasaan kesepiaan adalah naluri alami manusia. Manusia selalu membutuhkan manusia lain. Itulah mengapa manusia disebut sebagai makhluk sosial. Sebab, kita hanya manusia biasa yang hidup di dunia, bukan hidup di surga. Kita tidak bisa memiliki segalanya hanya dengan meminta pada Allah. Kita masih harus berusaha untuk mendapatkannya.
Sedang, kemampuan manusia sangat terbatas. Manusia tidak bisa memenuhi semua kebutuhannya sekaligus. Tidak ada manusia yang bisa beternak, berkebun, menjahit, memasak, mengurus rumah, mengurus anak, bersekolah dan sebagainya sekaligus. 

Aku yang memiliki takdir sebagai seorang penjahit, bisa menyediakan pakaian untuk orang lain. Tetapi aku tidak bisa menyiapkan bahan makanan untuk diriku sendiri, sehingga aku membutuhkan orang lain, juga dibutuhkan oleh orang lain.

Hiruk-pikuk dunia siang memang mampu mengalahkan segalanya.
Tetapi ketika sunyi malam datang, selimut kesepian itu juga datang.
Mungkinkah semua orang merasakan apa yang aku rasakan?
Atau hanya karena kegelisahanku sendiri karena aku punya insomina?

Aku sangat bahagia ketika aku bisa tidur lebih awal. Karena aku tidak perlu mengetahui hening dan pekatnya malam yang begitu sepi. Pikiranku tak perlu berkelana ke segala arah. Aku selalu menolak memikirkan hal-hal yang belum tentu terjadi atau yang telah terlewati. Aku ingin punya pikiran yang sehat dan bisa tidur dengan nyenyak. Karena untukku, hari esok sangatlah berharga untuk dijalani kembali.

Kehampaan yang hadir dalam ruang penuh hiruk-pikuk, membuatku senantiasa belajar. Belajar untuk bersyukur atas semua hal yang telah Allah berikan untukku. Bersyukur dikelilingi oleh orang-orang yang baik dalam hidupku, bersyukur karena malaikat Allah selalu bekerja dengan begitu indah untuk menyelesaikan semua permasalahan hidupku.

Jika ada ruang dan waktu hampa di kediamanku, aku tidak akan menyia-nyiakannya begitu saja. Akan aku isi dengan doa-doa agar setiap rasa sepi yang menghampiriku menjadi ruang untuk terus mencintai Allah SWT.








Monday, October 6, 2025

Secangkir Wedang Jahe Jadi Penjaga Kehangatan Kita







Seharian ini hujan seperti enggan pergi dari langit. Ia turun tanpa henti sejak pagi, membasahi halaman, menepuk-nepuk genting rumah dengan manja, seolah ingin mengingatkan bahwa hari tak selalu harus ramai. Kadang, cukup diam saja sambil menikmati bunyi rintiknya yang menenangkan.

Menjelang malam, udara mulai terasa menusuk. Dingin menyelinap lewat celah jendela, membuat ruang tamu kami seperti memanggil kehangatan.
Sembari duduk bersandar di teras belakang rumah, suamiku bersuara pelan, “Buatkan wedang jahe, Buk!"
Permintaan sederhana, tapi selalu mengandung makna. Wedang jahe adalah minuman favoritnya yang selalu jadi penutup hari ketika hujan datang.

Aku memanaskan air di atas kompor, menumbuk jahe, dan menambahkan gula merah ke dalamnya. Setelah mendidih selama lima belas menit, aku memindahkannya ke cangkir khas milik kami. Satu cangkir adalah souvenir novelku sendiri dan satu lagi cangkir souvenir dari Diskominfo. Cangkir ini adalah bukti bahwa aku pernah berkarya bersama Diskominfo Kukar, meski itu bukan karya yang besar. 

Uap panas mengepul dari cangkir, membawa aroma khas yang pedas sekaligus menenangkan. Di saat seperti ini, aku sering berpikir ... mungkin begitulah cinta rumah tangga, kadang hangat, kadang menyengat, tapi selalu bisa menenangkan ketika dinikmati dengan hati.

Saat wedang jahe itu tersaji, suamiku tersenyum seperti biasa. "Terima kasih banyak, Sayangku ...," ucapnya. Kalimat sederhana, tapi kalimat itu selalu keluar dari bibirnya setiap kali aku menyuguhkan makanan atau minuman yang dia inginkan. 

Kami duduk berdampingan, mendengar hujan yang sedang melukis puisi di kaca jendela.

Di malam yang basah ini, aku kembali sadar, bahwa kebahagiaan tak selalu tentang hal besar. Kadang, cukup secangkir wedang jahe, percakapan yang sederhana, dan kehadiran seseorang yang selalu pulang ke rumah yang sama.

Wedang jahe bukan sekadar minuman. Ia adalah penjaga kehangatan, pengikat cerita cinta kami yang tumbuh di antara hujan dan waktu. Semoga, hubungan kami tetap hangat. Jika ia dingin, aku akan selalu berusaha menghangatkannya. Aku tidak ingin gagal lagi dalam menciptakan kehangatan keluarga.

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas