Showing posts with label Daily. Show all posts
Showing posts with label Daily. Show all posts

Friday, September 16, 2022

Bingungnya Jadi Janda



Hai ... Hai ...!

SELAMAT DATANG DI SESI CURHAT‼️

Seperti biasa, kali ini aku mu curhat tentang kehidupan aku.
Tulisan ini nggak terlalu penting dan receh banget. Tapi aku harap, ada secuil hikmah yang bisa kalian ambil dari pengalaman hidupku.

Ya, sesuai judul tulisanku kali ini ... aku lagi bingung banget saat aku tiba-tiba jadi janda.
Eh, nggak tiba-tiba juga, sih. Karena sebenarnya aku udah mendapat gelar sebagai janda sudah 10 bulan lalu.
10 bulan itu waktu yang sebentar atau lama, sih? 
Sebentar lah ya ... masih lama 10 tahun. Hehehe

Apa sih yang always aku bingungin saat ini?
Ya statusku inilah... Karena aku harus survive dan struggle sebagai ibu dari dua orang anak dan juga tulang punggung keluarga.
Sebenarnya, aku udah biasa jadi tulang punggung keluarga yang juga harus berbagi waktu buat ngurus rumah dan anak-anakku. Aku nggak pernah keberatan dan fine-fine aja gitu.

Tapi akhir-akhir ini ...
Aku agak bingung karena aku mulai keteteran buat cover kerjaan rumah dan cari nafkah sekaligus. Apalagi kerjaanku serabutan banget. Mengandalkan uang dari menjahit untuk kehidupan sehari-hari, masih jauh dari cukup karena yang datang jahitkan pakaian juga nggak banyak dan nggak setiap hari ada.
So, aku always cari sampingan lain. Artinya, aku memang punya second income dan third income supaya aku bisa bertahan hidup dan mempertahankan hidup anak-anakku.

Capek? Banget.
Dan yang bikin aku lebih capek lagi adalah dengerin keluhan dari orang yang paling Deket sama aku. Yaitu nenekku.
Maybe, karena suaminya udah meninggal setahun lalu dan ngerasa kesepian, dia jadi lebih bawel dari sebelumnya. Maunya dia tuh, aku pegang kerjaan rumah terus. Harus nyuci baju, nyuci piring dan beres-beres tepat waktu. Sementara, aku sering keteteran sama kerjaan yang tiba-tiba. Yah, namanya kerja serabutan, waktunya nggak bisa ditentukan dari jam 7 pagi sampai jam 5 sore kayak orang kerja kantoran.
Alhasil, aku malah makin nggak konsen sama kerjaanku sendiri. Karena yang menurut aku prioritas (nyari nafkah buat keluarga) malah jadi sampingan. Karena aku harus mendahulukan ngurus rumah yang nggak menghasilkan apa-apa dan bikin aku kehilangan banyak job.

Aku udah berusaha keras buat beresin rumah. Meski nggak rapi-rapi banget karena aku emang nggak berbakat rapi-rapi rumah. Setidaknya, aku kelihatan kerja di depan nenekku biar dia nggak mengomel terus. Karena kalau aku lagi nulis novel di handphone, dia anggap aku cuma mainan doang. Alhasil, dia bakal ganggu aku dengan berbagai cara, hahaha.

Kalau menurut kalian, aku harus gimana ya?
Kalau pakai jasa ART, jelas aku belum mampu melakukannya karena income aku nggak nentu. Apalagi kalau yang baca tulisanku sepi. Makin sulitlah hidupku ini.

Jadi, buat kalian rumah berantakan itu wajar atau nggak sih buat aku yang harus hidup survive dan struggle buat anak-anakku?


Kasih pendapat kalian, dong!
Biar aku bisa lebih semangat menjalani hidup karena aku masih punya kalian yang nggak pernah lelah menemani aku bercerita tentang banyak hal di sekitarku. 
Entah itu aku kemas dalam bentuk fiksi maupun non-fiksi...


Much Love,
@rin.muna


Monday, September 12, 2022

Menjahit Bendera Merah Putih untuk HUT Ke-77 RI Desa Beringin Agung





Sebuah kebanggaan tersendiri buatku karena dipercaya untuk menjahit bendera Merah Putih yang digunakan untuk upara HUT Ke-77 RI di Desa Beringin Agung. 
Aku juga nggak nyangka kalau akan dapet kepercayaan ini.
Because, aku adalah penjahit yang jarang jahit. Karena lebih banyak nulis novel dan curhat di blog, hahaha.

Kali ini, aku hanya ingin berbagi pengalaman dan mengabadikan sebuah momen yang mungkin tidak akan terulang dua kali dalam hidupku. Aku merasa istimewa dan mendapatkan sesuatu yang begitu indah. Terlebih ketika melihat bendera Merah Putih ini bisa terbang dengan gagahnya di atas sana bersama pasukan pengibar bendera yang seragamnya juga hasil jahitan tanganku dan timku di rumah jahit "Lovella Mode".

Aku tahu, karir menjahitku tidak sebagus orang-orang lain. Bisa dibilang, aku cuma dapet orderan setahun sekali, hahaha. Gitu aja bangga, ya? Gimana kalo dapet orderan setiap hari? Hahaha.
Udahlah, udah cukup menertawakan diri sendiri untuk segala kepayahan yang aku miliki.
Mau sepayah apa pun itu, buatku tetap istimewa. Karena perjuanganku nggak mudah dan effort besar itulah yang membuatku merasa bangga pada diriku sendiri. Di sela-sela mengurus dua anak yang masih kecil, di sela-sela kesibukanku menulis buku, ternyata aku masih bisa menghasilkan sebuah karya, meski karya itu sangat sederhana.

Buat kalian, aku ini lebay atau nggak, sih?
Lebay ya? Cuma kayak gini aja udah pamer-pamer.
Eits, sebenarnya bukan lebay dan pengen pamer, sih.
Tujuanku menuliskan semua hal di blog ini adalah untuk kenang-kenangan supaya suatu saat nanti aku masih diingat dalam sejarah anak-cucuku. Setidaknya aku bisa membaca ulang kisah-kisahku sendiri jika suatu hari aku terserang alzheimer.

Kamu yang udah baca tulisan ini, jangan lupa berbagi dan menginspirasi. Semoga apa yang kamu beri bisa jadi jalan rezeki untuk dirimu sendiri dan orang-orang yang kamu cintai.



Much Love,

Rin Muna


 


Thursday, July 14, 2022

Alhamdulillah ...! Nurul Jadid Jadi Juara 3 Hadrah Putri

 




Alhamdulillah, setelah berlelah-lelah selama berbulan-bulan, akhirnya terbayarkan juga ketika Hadrah Nurul Jadid berhasil menjadi juara 3 untuk lomba hadrah dalam acara MTQ ke-43 Desa Bukit Raya.


Nurul Jadid adalah group hadrah yang didirikan oleh LPTQ Desa  Beringin Agung pada tahun 2015.

Group hadrah dan rebana ini sudah sering mengisi acara-acara pengajian, pernikahan atau khitanan. 

Group hadrah Nurul Jadid juga selalu ikut meramaikan perhelatan MTQ setiap tahunnya.


Semoga, dengan menjadi juara tahun ini membuat anggota semakin bersemangat untuk berkarya dan mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi.








Thursday, July 7, 2022

Calligrapher Team Desa Beringin Agung Tahun 2022

 




Alhamdulillah, setiap tahunnya aku masih diberi kepercayaan untuk mengirimkan kafilah dari Desa Beringin Agung untuk ikut berpartisipasi dalam lomba MTQ (Mushabaqah Tilawatil Qur'an)


Setiap tahunnya pula, kafilah dari desa selalu berubah-ubah. Terkadang, sulit untuk menemukan bakat-bakat baru yang memiliki jiwa berkompetisi. Ada banyak orang yang cerdas, pandai dan memiliki keterampilan, tapi tidak banyak dari mereka yang memiliki keberanian untuk berkompetisi di dunia luar.

Terlebih, pandemi selama dua tahun ini membuat anak-anak remaja lebih asyik dengan dunia digital dan gadget yang setiap hari di tangan. Mereka lebih banyak berdiam diri di dalam sebuah ruang dan tidak banyak bergerak. Membuat mereka kurang berinteraksi dan bersosialisasi dengan sesamanya dan membuat mereka tidak memiliki kepercayaan diri saat berada di luar ruangan.

Oleh karena itu, Rulika menjadi salah satu tempat ekslusive yang hanya diminati oleh kalangan tertentu. Karena tidak semua anak mau dan berani untuk ikut berkompetisi. Bagiku, mereka tidak perlu memiliki bakat yang tinggi. Asalkan mereka berani untuk maju dalam kompetisi, maka mereka adalah pemenang yang sesungguhnya atas rasa takut dalam diri mereka sendiri.






Aku bahagia karena masih memiliki kesempatan untuk mendampingi mereka dalam proses pengembangan diri. Tidak ada yang instan di dunia ini, kecuali mie instan. Mie instan pun masih harus melalui proses pemasakan untuk bisa dikonsumsi dengan baik dan memiliki cita rasa yang enak.

Begitu juga dengan proses seni kaligrafi ini. Semuanya butuh proses dan anak-anak remaja adalah target yang paling baik sebagai proses untuk pengembangan diri dan belajar.

Karena semua yang ada di sini adalah hasil pembelajaran otodidak. Tidak ada guru khusus yang mengajari anak-anak kaligrafi. Aku sendiri hanya berusaha menyediakan fasilitas semampuku dengan bantuan dari desa untuk pengadaan peralatan kaligrafi. Semua keterbatasan ini, membuat kami tidak bisa berkembang cepat seperti peserta-peserta dari daerah lain. Tapi semua anak-anak tetap bersemangat untuk belajar menjadi lebih baik lagi.

Semoga, tahun-tahun berikutnya semakin banyak anak-anak remaja yang mau bergabung dengan Rulika untuk sama-sama belajar menjadi remaja yang jauh lebih baik untuk masa depan mereka.
Rulika terbuka untuk siapa saja yang mau belajar dan berkarya. 
Aku bukan pembimbing atau guru bagi mereka. Aku hanya seorang pendamping yang akan mendengarkan apa pun yang mereka butuhkan dan aku akan berusaha membantu sesuai dengan kemampuanku. 
Aku hanya manusia biasa, kemampuanku sangat terbatas.
Hebatnya mereka adalah karena mereka sendiri, bukan karena aku.
Jatuhnya mereka adalah kesalahanku yang tidak mampu memberikan dukungan terbaik untuk mereka.
Semoga ke depannya, akan ada orang yang lebih peduli pada pengembangan bakat anak-anak remaja, selain aku.

Terima kasih untuk cerita yang begitu membanggakan ...!
Aku akan perkenalkan anak-anak yang selalu aktif belajar dan berkarya di Rumah Literasi Kreatif.

Salam kenal semuanya ...!














Mohon doa dan dukungannya supaya mereka tetap aktif berkarya!



Much Love,


@rin.muna

Tuesday, July 5, 2022

WARNING !!! Waspada Penipuan Mengatasnamakan PT. Alam Jaya Persada dan Darwin Indigo

 






Karena aku pernah bekerja di PT. Alam Jaya Persada dan menjadi PIC selama 7 tahun di sana, nomer ponselku masih terpampang nyata dan menjadi sasaran banyak orang untuk melakukan konfirmasi terkait kontrak kerja, supply barang dan lain-lain.
Tapi akhir-akhir ini, aku disibukkan dengan banyaknya orang yang mengkonfirmasi bahwa mereka ditawari kerjasama untuk pembelian pulsa karyawan PT. Alam Jaya Persada oleh Bapak Darwin Indigo.
Alhasil, aku udah kayak CS PT. Alam Jaya Persada yang harus menjelaskan panjang lebar bahwa tidak ada tunjangan pulsa untuk karyawan PT. Alam Jaya Persada.
Karena aku udah capek melayani belasan orang yang tertipu, maka dari itu aku tulis semuanya di blog ini supaya orang yang menjadi korban atau target selanjutnya bisa membaca tulisan ini terlebih dahulu. Aku nggak mau setiap hari buang-buang waktu untuk menjelaskan sesuatu yang seharusnya bukan aku yang menjelaskannya. Walau bagaimana pun, aku resign dari PT. Alam Jaya Persada secara baik-baik dan aku tetap ingin menjaga nama baiknya.

Oleh karena itu, buat kalian semua yang punya bisnis jualan pulsa atau punya kenalan yang bisnis pulsa, kalian wajib share tulisan aku ini supaya kalian nggak jadi korban selanjutnya!
Ini semua demi kebaikan bersama supaya tidak ada lagi korban yang tertipu. Karena sudah banyak yang konfirmasi kalau mereka ada yang tertipu sampai puluhan juta.






Aku adalah eks. admin PT. Alam Jaya Persada (Samboja, Kalimantan Timur). Nomor ponselku memang dipakai untuk PIC karena di perkebunan memang tidak ada nomor khusus kantor. Karena bekerja cukup lama, mau tidak mau aku memang harus merelakan nomorku digunakan sebagai nomor PIC yang melayani semua transaksi di perusahaan baik internal maupun eksternal. 
Karena sudah resign 5 tahun lalu, tentunya aku tidak nyaman jika harus diusik untuk urusan perusahaan yang bukan lagi menjadi ranahku atau bagian hidupku. So, aku harap tulisan ini bisa membuat kalian semua tahu bahwa kalian tidak perlu mengkonfirmasi ke nomorku lagi karena jelas-jelas semua itu adalah penipuan.

Sebagai informasi, Bapak Darwin Indigo adalah putera dari Maratua Sitorus dan merupakan orang yang masuk ke dalam daftar rich people di Indonesia. Profile beliau terekspose sejak kasus minyak goreng mahal menjadi polemik di Indonesia. 
Itulah salah satu sebab mengapa profile beliau digunakan untuk penipuan. Saat ini, banyak sekali sindikat penipuan mengatasnamakan orang-orang besar untuk melancarkan aksinya dan mendapatkan kepercayaan dari korban. Kalian semua harus lebih berhati-hati lagi!

Sebagai karyawan yang pernah bekerja di salah satu anak perusahaan milik Pak Darwin dan keluarga, saya mengetahui jika Top Management atau executive yang level direktur ke atas, tidak akan semudah itu dihubungi dan memiliki nomor yang tersebar ke mana-mana. Karena di perusahaan besar sudah ada Humas atau Public Relation yang sudah mengurus semuanya. Mustahil jika orang dengan nama besar itu begitu mudah menghubungi orang luar dengan nomor pribadi. Karena saat aku bekerja di sana, semua transaksi perusahaan dilakukan secara private melalui sistem perusahaan terintegrasi. Tidak semudah itu bisa mendapatkan nomor ponsel Pak Darwin Indigo.

Pak Darwin Indigo juga tidak pernah menangani PT. Alam Jaya Persada secara langsung karena PT. AJP adalah anak perusahaan kecil di bawah naungan Group Perusahaan besar yang ia miliki. Semua urusan perusahaan sudah ditangani oleh belasan direktur yang ada di bawahnya. Yang menjadi penanggung jawab di site hanya sampai ke level manager saja. Orang besar seperti beliau tidak akan mengurus langsung perusahaan kecil selevel PT. Alam Jaya Persada.








Jadi, saya mohon dengan sangat kepada kalian semua untuk tidak menghubungi nomor kontak saya lagi. Saya harap, ini cukup untuk menjadi sebuah penjelasan bahwa orang yang meminta kerjasama untuk pengisian pulsa karyawan bukanlah Bapak Darwin Indigo dan tidak ada hubungannya dengan PT. Alam Jaya Persada. Sebab, tunjangan pulsa hanya diberikan pada level asisten manager ke atas dan diberikan secara langsung kepada staff atau melalui proses reimbursment.

Demikian penjelasan singkat dari saya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan meminimalisir korban penipuan yang telah terjadi.

Jika kalian peduli dengan keluarga dan teman-teman sekitar, kalian bisa bagikan postingan ini supaya mereka semua lebih waspada dan tidak mudah percaya dengan oknum yang mengatasnamakan Pak Darwin Indigo.




Salam santun,


@rin.muna

Sunday, June 19, 2022

Sajadah Usang dan Hebatnya Kekuatan Sedekah

 



 

Saking miskinnya, aku punya sajadah nggak pernah ganti. Bahkan sudah sobek di sisi-sisinya pun masih aku pakai.

Yah, mau gimana lagi. Mau beli sajadah baru, tapi kalah sama kebutuhan hidup. Lagipula, ini sajadah masih bisa terpakai dan sangat layak meski aku memilikinya sejak aku duduk di bangku SMP.

 

Sajadah kecil ini punya sejarah besar dalam hidupku. Menemani setiap hari-hariku sejak masih remaja hingga kini. Bisa dikatakan, barang ini adalah barang yang tidak hilang dan rusak selama belasan tahun.

Sejadah ini bukan aku beli dengan uangku sendiri. Aku mendapatkannya sekitar tahun 2007 dari seorang donatur saat aku tinggal di panti asuhan. Tidak tahu siapa donatur yang sudah memberikan sajadah hari itu, siapa pun dia, amalannya tentu akan terus mengalir hingga kini.

 

Kenapa? Karena sajadah pemberian donatur ini masih aku pakai sampai sekarang. Dari aku SMP, sampai aku sudah punya dua anak, aku masih menggunakannya setiap hari. Tentunya, amalanku itu juga akan mengalir kepadanya setiap aku beribadah.

Sehebat itu kekuatan sedekah, meski nilainya tidak seberapa, manfaatnya bertahan begitu lama dan menjadi amalan jariyah.

 

Hal kecil ini mengajarkan aku tentang sedekah. Sedekah tidak harus berbentuk uang. Sedekah juga bisa berbentuk barang seperti sajadah ini. Bahkan, bisa bermanfaat hingga bertahun-tahun.

 

Sampai saat ini, aku belum memiliki keinginan untuk mengganti sajadahku. Selain nggak punya uang, sejadah ini juga masih bagus dan aku sayang banget sama barang ini. Buatku, dia punya nilai yang sangat tinggi karena sudah menjadi kawan suka-duka selama bertahun-tahun. Menjadi tempatku bersujud saat aku sedang berada di titik terendah dalam hidupku. Terkadang bisa menjadi selimut yang menghangatkan saat malamku begitu sepi dan kedinginan.

 

Kalau kamu gimana? Punya barang sederhana yang pernah kamu sedekahkan ke orang lain dan orang itu masih menggunakannya sampai sekarang?

 

 

 

 


Saturday, June 18, 2022

My Whises

 



Setiap manusia memiliki harapan dan mimpi yang ingin menjadi kenyataan. Begitu juga denganku. Aku ingin sekali semua harapan-harapanku bisa menjadi sebuah kenyataan.

Jika ditanya harapanku apa, jawabannya sangat banyak. Tapi kali ini aku ingin bercerita tentang dua harapan besar yang ingin sekali menjadi sebuah kenyataan. Harapan yang pertama, aku ingin sekali menjadi penulis novel yang terkenal, bukuku dibaca oleh banyak orang di dunia. Yang kedua, aku ingin sekali menginjakkan kaki ke kota Mekkah dan kota-kota lain di seluruh dunia untuk belajar banyak hal. Menjadi penulis yang mendunia dan berkeliling dunia adalah harapan terbesarku.

Dua harapan ini terdengar sangat konyol dan tidak mungkin. Tapi aku akan tetap berusaha untuk mengejar dan mewujudkan mimpi-mimpi itu hingga menjadi sebuah kenyataan. Andai harapan-harapan itu tidak menjadi nyata, aku sudah menghidupkannya di dalam dunia mimpi dan pikiranku. Membayangkannya saja aku sudah merasa sangat bahagia, apalagi impian itu bisa terwujud.

Jika harapan-harapanku itu terwujud. Aku ingin bercerita pada anak-anakku dan seluruh dunia bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin jika kita mau berusaha keras untuk mewujudkannya.




____________________________________________________________________



Every human being has whises  and dreams that want to be come true. So am I. I wish all my whises could come true.

When asked what I hope for, the answer is very much. But this time I want to tell you about two big hopes that really want to be come true. The first hope, I really want to be a famous novelist, my book is reading in the world of many people. Second, I really want to going to the city of Mecca and other cities around the world to learn many things. Becoming a worldwide writer and traveling in the world is my greatest whises.

These two whises hear ridiculous and impossible. But I will keep trying to pursue and make my dreams come true. If my whises never come true, I have brought them to life in the world of my dreams and my mind. Just imagining it makes me feel very happy, moreover that dream could be  true.

If my wishes come true. I want to tell with my children and the whole world that nothing is impossible if we work hard to make it happen.





Friday, May 6, 2022

My Favorite Place [E-Learning; Writing Task. Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan]

 

MY FAVORITE PLACE

www.rinmuna.com


I have a favorite place to hang out. It’s a popular place in the city. It’s a KFC (Kentucky Fried Chicken) and my favorite place is a KFC Coffee in Jl. Gajah Mada, Balikpapan City. It’s a great place for lunch, drink coffee, write a story, discussion and celebrate of birthday.

In a fasade, there are four tables for smooking area. In this area, smokers can relax with the cigarettes without disturbing other custumers.

This place, full of glasses in the right and in front of. The main door is a glass door. In the next door, many table for customer, chair and sofa. In the right is a playground for children. My daugther’s really like playing here. After lounge, there are a counter. I can order some food and beverages in the counter. In the left, there are toilet and wastafel. In the left, there is a stairway to the rooftop. It’s a great room. We relax in here while looking at the bustling city streets. There is a space that can be booked for birthday celebrate and the like.

It’s a great place! Relax and free wifi. I can spend my whole day in this place.


Sunday, April 3, 2022

Awal Ramadan yang Menyedihkan


Ramadan tahun ini ... bisa dibilang adalah ramadan yang menyedihkan buat aku dan keluarga kecilku.
Kenapa?
Karena ... ramadan tahun ini benar-benar aku jalani seorang diri. Makan sahur hanya sendirian saja. Yang biasanya aku selalu bersama mbah, sekarang tidak lagi.
Sejak mbah lanang meninggal pada 20 Oktober 2021 lalu, rumahku menjadi lebih sepi. Aku hanya tinggal bersama dua anakku dan mbah perempuan. 
Sebulan yang lalu, mbah perempuan yang biasa tinggal denganku pun pergi meninggalkan aku. Dia sangat ingin tinggal di Kutai Barat bersama dengan keponakan-keponakan kesayangannya dan aku tidak mungkin mencegahnya. Sebab, sejak dulu memang memiliki keinginan untuk tinggal di sana.
Alhasil, aku hanya tinggal bersama dua anakku. Puteriku yang masih berusia enam tahun dan puteraku yang baru menginjak usia dua tahun. 
Awalnya, puteriku sangat antusias dan bahagia menyambut bulan suci ramadan. Dia terlihat begitu bersemangat ingin menjalani puasa seharian penuh, meski tidak tahu nantinya.
Semangatnya itu tiba-tiba sirna saat sehari sebelum menjelang puasa, dia tiba-tiba terserang demam tinggi bersamaan dengan adiknya. Seharian, dia hanya berbaring di kamar. Sedikit makan dan minum obat, tapi tak kunjung membuat panasnya reda. Ditambah lagi dengan muntah-muntah dan diare semalaman.
Karena sakit inilah, membuat puteriku tidak bisa ikut berpuasa pada 1 Ramadan tahun ini. Yang aku pikir akan sahur bareng bersama puteriku, ternyata malah harus menikmati waktu sahurku seorang diri.
Tapi ada satu hal yang masih bisa membuatku tersenyum dan tidak terlalu sedih karena hidup sendiri. Apa itu?
Puteriku bangun saat aku sedang makan sahur sendirian di dapur dan dia menemaniku duduk di meja makan.
"Mbak mau makan? Makan dulu, ya! Nggak usah puasa karena lagi sakit," pintaku pada puteriku.
Puteriku mengangguk. "Tapi aku mau makan nasi aja."
Aku tersenyum dan llangsun menyodorkan nasi pemberian dari tetangga semalam. Dia mau makan nasi itu meski hanya beberapa suap. Tiga sendok pun, mungkin tidak sampai. Aku tahu, bagaimana rasanya saat sedang sakit dan sulit untuk menikmati makanan. Jadi, aku juga tidak memaksanya makan banyak. Aku hanya memberinya obat penurun panas kembali setelah ia selesai makan.

Bisa dibilang, Ramadan tahun ini adalah Ramadan yang paling menyedihkan karena aku harus sahur seorang diri dan dua anakku dalam keadaan sakit.
Kalau kamu?
Bagaimana Ramadanmu tahun ini?
Apakah sendirian sepertiku juga?
Atau ... selalu ramai berkumpul dengan keluargamu?

Yuk, sharing pengalaman keseharian kamu di kolom komentar, ya!


Much Love,
Rin Muna

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas