Friday, November 24, 2023

Contoh Penggunaan Huruf Kapital dan Tanda Petik yang Baik & Benar


 


Contoh Penggunaan Huruf Kapital dan Tanda Petik yang Baik & Benar


                                                               

1)    Wati suka membeli bika Ambon   

Kalimat di atas yang benar sebaiknya adalah:

Wati suka membeli Bika Ambon.       

Karena Bika Ambon adalah nama menu atau judul makanan. 

                                                                                                                                                                        

2)    Kita harus selalu menghormati Ibu dan Bapak Dosen

Kalimat di atas yang benar sebaiknya adalah:

Kita harus selalu menghormati ibu dan bapak dosen.

Karena kata ibu dan bapak di sini sebagai kata ganti orang atau kata sapaan tidak langsung. Sehingga, tidak perlu menggunakan huruf kapital. Huruf kapital digunakan pada nama orang atau kata sapaan langsung seperti “Ibu Maria” atau “Bapak Sudarsono”.

 

3)    Saya telah membaca novel Tenggelamnya Kapal van Der wijck karya HAMKA

Kalimat di atas yang benar sebaiknya adalah:

Saya telah membaca novel “Tenggelamnya Kapal van Der Wiick” karya Hamka.

Karena Tenggelamnya Kapal van Der Wijck merupakan judul novel yang setiap katanya menggunakan huruf kapital dan harus diapit oleh tanda kutip sebab merupakan kutipan judul novel. Hamka ditulis menggunakan huruf kapital di awal huruf saja karena merupakan nama penulis (nama orang).

 

4)    Ibu Nana dari mana? “kata Wati”

 

Kalimat di atas yang benar sebaiknya adalah:

“Ibu Nana dari mana?” kata Wati.

Karena kalimat Ibu Nana dari mana?  adalah kalimat dialog yang seharusnya diapit oleh tanda kutip. Sedangkan kalimat kata Wati merupakan dialog tag yang seharusnya ditulis dengan huruf kecil di awal kata. Dialog tag tidak boleh menggunakan huruf kapital.

 

5)    Pada tahun 2005, undang-undang Guru dan Dosen sudah diresmikan.

Kalimat di atas yang benar sebaiknya adalah:

Pada tahun 2005, Undang-Undang Guru dan Dosen sudah diresmikan.

 

Karena kalimat Undang-Undang Guru dan Dosen merupakan nama sebuah dokumen yang harus menggunakan awalan huruf kapital di setiap katanya. Kecuali kata ‘dan’ karena kata tersebut merupakan kata penghubung yang tidak boleh ditulis menggunakan huruf kapital meski berada di dalam judul.

6)    Saksi bisu pertemuan kita adalah sungai Bengawan Solo.

Kalimat di atas yang benar sebaiknya adalah:

Saksi bisu pertemuan kita adalah Sungai Bengawan Solo.

Karena kata sungai di atas merupakan bagian dari nama Bengawan Solo dan satu kesatuan dari tempat tersebut. Sehingga, nama tempat ditulis huruf kapital apabila diikuti dengan judulnya seperti nama “Rumah Sakit Umum”.


Pandemi Merenggut Kebebasan Bersosialisasi dan Rasa Empati


 

Pandemi Merenggut Kebebasan Bersosialisasi dan Rasa Empati



Assalamualaikum, Wr.Wb.

 

Hadirin yang terhormat, pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kita atas kehadirat Allah SWT. Atas izin dan karunianya kita bisa hadir dalam acara sosialisasi “New Normal Melawan Pandemi Covid-19) yang dilaksanakan secara daring di daerah kita ini.

Hampir dua tahun, pandemi Covid-19 melanda negara kita. Wabah Corona Virus Disease -19 pertama kali ditemukan pada akhir tahun 2019 di kota Wuhan, China. Yang kemudian merebak dan menyebarluas secara  masif dan cepat hingga tersebar ke berbagai negara di dunia. Wabah ini disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Virus ini memberikan dampak yang sangat luas secara ekonomi dan sosial.

Demi memutus mata rantai penyebaran virus, beberapa negara telah melakukan lock-down, membatasi aktivitas sosial dan menerapkan perilaku protokol kesehatan  5M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas) dan 3T (testing, Tracing dan treatment) sebagai upaya penanganan dan pengendalian penyebaran COVID-19.

Semua pembatasan sosial ini berdampak pada kondisi ekonomi yang juga ikut merosot. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan karena beberapa sektor ekonomi mengalami dampak yang signifikan. Sektor ekonomi hiburan dan pariwisata yang paling merasakan dampaknya hingga membuat para pengusaha mengurangi jumlah pekerja demi bertahan hidup. Membuat tingkat pengangguran dan kesenjangan semakin tinggi.

Selain dampak ekonomi yang begitu terasa, dampak sosialnya juga sangat terasa selama dua tahun terakhir ini. Pembatasan aktivitas sosial dan semua kegiatan yang berubah menjadi dunia online, membuat beberapa orang akhirnya kehilangan jati diri, kehilangan kesempatan untuk melihat dunia luar dan merasakan indahnya berteman.

Sistem sekolah online, membuat anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai di dalam rumah dan kurang bersosialisasi. Sehingga, anak-anak menjadi introvert. Tidak suka bergaul dengan dunia luar dan tidak memiliki keberanian untuk unjuk diri. Membuat kita sulit untuk bersosialisasi karena merasa takut, minder dan sebagainya. Sehingga, rasa kasih sayang dan rasa empati terhadap sesama juga mulai memudar karena tidak ada hubungan sosial yang membangun rasa kepedulian terhadap sesama manusia.

Kondisi seperti ini, tentunya tidak diinginkan oleh kita semua sebagai makhluk sosial. Oleh karenanya, pemerintah gencar melakukan vaksinasi agar semua orang bisa hidup normal dan penyebaran covid-19 di negara ini bisa dihentikan. Sebab, semua orang sudah rindu dengan kehidupan normal dan bebas bersosialisasi dengan orang-orang yang kita sayangi.

Demikian yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat untuk kita semua dan menjadikan kita makhluk sosial yang saling membutuhkan dan memiliki rasa empati terhadap sesama dan lingkungan di sekitar kita. Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila gagasan dari saya masih memiliki banyak kekurangan.

 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

 

 

Sumber :

-          Gagasan mengacu pada garis besar kerangka topik halaman 4.33 s.d 4.35. dengan topik Covid-19

-          https://www.kemkes.go.id/


Saturday, November 4, 2023

Apa Itu Bahasa?



Hai, Peers ...!

Terima kasih sudah berkenan berkunjung ke rumah mungilku yang satu ini.

Kali ini, aku mau sharing materi dasar kesusastraan. Yakni, tentang pengertian bahasa dan hubungannya dengan keterampilan berbahasa. 


Pengertian Bahasa :
Bahasa adalah kumpulan dan untaian bunyi-bunyi yang tersusun secara teratur sehingga menimbulkan makna. Bisa juga diartikan sebagai kumpulan bunyi yang diujarkan secara lisan dan digunakan untuk mengungkapkan pikiran. Bahasa juga merupakan salah satu alat yang digunakan untuk berkomunikasi dan menyampaikan pendapat sehingga bahasa juga memiliki sifat yang indah, manusiawi, produktif, dinamis, variatif, konvensional dan arbitrer. Baha
sa menjadi alat komunikasi yang paling penting bagi manusia untuk saling memiliki hubungan sosial atau berkomunikasi.

Dalam berkomunikasi, manusia membutuhkan sebuah keterampilan berbahasa agar tidak terjadi miskomunikai ataupun misinterpretasi. Keterampilan bahasa dibagi menjadi dua, yakni keterampilan reseptif dan produktif. Keterampilan reseptif terbagi menjadi dua, yakni menyimak dan membaca. Keterampilan resptif membuat kita menjadi orang yang berpikir kritis sehingga dapat menjadi produktif. Mampu mengungkapkan pendapat dengan baik dalam bentuk tulisan dan berbicara. Untuk menjadi produktif dalam berbahasa, kita harus bisa menguasai keterampilan reseptif dengan baik. Menguasai dan memahami materi dengan baik, membuat kita menjadi lebih berani untuk berdiskusi dan menyampaikan pendapat di muka umum. Hubungan antarketerampilan bahasa ini sangat penting dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, baik itu komunikasi interaktif atau nonikteraktif.

Sementara itu, bahasa memiliki banyak pengertian menurut para ahli, di antaranya:

  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia secara terminology mengartikan bahasa sebagai  sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengindentifikasikan diri.
  2. Carrol: Bahasa adalah sebuah sistem berstruktural mengenai bunyi dan urutan bunyi bahasa yang sifatnya manasuka, yang digunakan, atau yang dapat digunakan dalam komunikasi antar individu oleh sekelompok manusia dan yang secara agak tuntas memberi nama kepada benda-benda, peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam lingkungan hidup manusia.
  3. Sudaryono: Bahasa adalah sarana komunikasi yang efektif walaupun tidak sempurna sehingga ketidaksempurnaan bahasa sebagai sarana komunikasi menjadi salah satu sumber terjadinya kesalahpahaman.
  4. William A. Haviland: Bahasa adalah suatu sistem bunyi yang jika digabungkan menurut aturan tertentu menimbulkan arti yang dapat ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam bahasa itu.
  5. Keraf dalam Smarapradhipa (2005): memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.



>> Keterampilan yang harus dimiliki adalah keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif (Menyimak dan Membaca) karena kita tidak akan bisa melanjutkan ke tahap produktif (Berbicara dan menulis) jika kita tidak menguasai keterampilan reseptif dengan baik. Keterampilan reseptif adalah kemampuan dasar yang harus kita miliki karena dengan menyimak dan membacalah kita akan memiliki banyak kosa kata untuk berbicara dan menulis. Jika keterampilan reseptif kita tidak baik, tentulah kosa kata yang kita miliki tidak banyak dan akan kesulitan saat berkomunikasi dengan orang lain, terlebih dengan banyak orang yang akan kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

 

  


Sumber referensi:

- (Sumber: https://www.e-jurnal.com/2013/11/pengertian-bahasa-menurut-para-ahli.html)

- Buku Bahasa Indonesia, Anang Santoso, dkk. Penerbit: Universitas Terbuka



Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas