Showing posts with label Rumah Literasi Kreatif. Show all posts
Showing posts with label Rumah Literasi Kreatif. Show all posts

Monday, October 9, 2023

Exclusive Class Setiap Minggunya untuk Relawan Literasi

 



Seneng banget ketika ada anak-anak yang datang dan tertarik tentang dunia literasi. Mereka mau ikut gabung dalam liburan wisata edukasi bertajuk "Literacy Study Tour" yang kebetulan aku inisiasi sendiri. Kami berkunjung ke salah satu Rumah Minat Baca Cahaya Ilmu milik Kai H. Ahmad Ismail yang saat ini berusia 98 tahun.
Biasanya, aku berkunjung atau bersilaturahmi sendirian, tapi kali ini bisa bareng sama anak-anak remaja yang punya minat di bidang ini.
Beberapa hari sebelumnya, aku emang udah sounding ke beberapa guru sekolah yang aku kenal. Kali aja ada murid-muridnya yang berminat untuk kegiatan sosial bareng aku. Agak pesimis sih karena aku tahu kalau minat baca di Indonesia masih rendah meski secara penelitian, indikator literasi di Indonesia sudah cukup baik.
Alhasil, aku dapet 6 orang anak remaja yang berminat di bidang literasi dan kepenulisan. Ini adalah bibit-bibit muda yang aku cari selama ini. Karena, nggak banyak anak-anak yang berminat untuk membaca, apalagi menulis.
First time, aku ajak mereka untuk liburan bareng, tapi ada nilai edukasi di dalamnya. Next-nya, mereka antusias untuk aktif berkegiatan dengan membentuk kelompok/komunitas kecil yang akan aku kasih Exclusive Class setiap minggunya. Mudahan, mereka bisa bersabar untuk berproses. Mulai dari belajar membuat mading, kelas menulis cerpen, berita, novel sampai menjadi penulis novel panjang seperti aku. Hehehehe

Thanks to this weekend ...!
Semoga bisa bermanfaat dan menginspirasi.

@rumahliterasikreatif
#rumahliterasikreatif #literasi #literacy #literature #minatbaca #forumtamanbacaanmasyarakat #tbm #library

Saturday, July 29, 2023

Tuesday, July 25, 2023

Masa Mudamu Kamu Habiskan Untuk Apa?

Penanaman Mangrove bersama Pertamina Hulu Sanga-Sanga


Kalau kamu ditanya, "Masa mudamu kamu habiskan untuk apa?"
Kira-kira, kamu bakal jawab apa?

Apakah masa Mudamu Kamu Habiskan untuk hura-hura?
Apakah masa Mudamu Kamu Habiskan untuk main game sepanjang hari?
Apakah masa Mudamu Kamu Habiskan untuk berdiam diri di dalam kamar?
Apakah masa Mudamu Kamu Habiskan untuk melakukan banyak kebaikan?

Tidak semua anak muda beruntung punya lingkungan yang baik. Kebanyakan dari mereka, justru terjerumus dan terlena pada hal-hal negatif seperti pergaulan bebas, narkoba, dsb.
Lingkungan yang baik adalah rezeki dari Allah yang harus kita syukuri. Kita bisa bersyukur dengan cara, memberikan waktu dan tenaga kita untuk hal-hal positif.
Tidak banyak anak muda yang bisa berdiri seperti ini bersamaku. Mereka adalah anak-anak muda yang selalu ingin belajar dan berkembang ke arah yang lebih banyak. Mereka adalah anak-anak muda yang punya jiwa sosial tinggi. Karena tidak semua anak muda bisa seperti mereka, yang mau membantu tanpa pamrih.

Aku ingat, ada sebuah pertanyaan menggelitik ketika aku melakukan pendekatan pada salah satu anak muda di desaku saat aku mengajaknya untuk melakukan kegiatan sosial.
"KALAU AKU IKUT KEGIATAN ITU, AKU DAPAT KEUNTUNGAN APA?"

Uups ...! 🀭🀭🀭
Pertanyaan kayak gitu adalah pertanyaan yang paling aku hindari. Ketika seseorang sudah mengeluarkan kalimat pertanyaan seperti itu, artinya dia adalah orang yang harus aku lewatkan untuk menjadi bagian dari sebuah perubahan di desaku.

Sampai akhirnya ...
Aku pilih untuk pelan-pelan memperhatikan bibit-bibit generasi penerus yang berbakat dan bisa berkomitmen untuk terlibat dalam kegiatan sosial tanpa embel-embel keuntungan/profit di awal. Di sini, aku mendapatkan lima orang pemuda yang aku pilih dan siap menjadi bagian dari pengurus Yayasan Rumah Literasi Kreatif yang aku dirikan.

AH, ANAK MUDA BISA APA?

Celetukan seperti ini, seringkali aku dengar. Apalagi, saat di posisi merintis sebuah proyek kemanusiaan. Hasilnya tidak akan langsung terlihat, sehingga kami semua seringkali dipandang sebelah mata oleh orang-orang yang sudah berpengalaman di bidangnya.

Tapi, aku selalu memberikan semangat ke teman-teman muda. Kalimat "Anak Muda Bisa Apa" harus menjadi cambuk untuk kalian agar bisa membuktikan bahwa anak muda juga bisa melakukan perubahan.

Jadi, pelan-pelan aku membukakan jalan untuk mereka agar anak-anak muda memiliki kesempatan dan tempat untuk berproses. Aku ingin, anak-anak muda punya waktu dan kegiatan yang bermanfaat ketika masih muda. Tidak hanya menghabiskan waktu untuk berfoya-foya atau melakukan hal yang terkadang menimbulkan penyesalan di masa tua. Seperti apa yang aku rasain. Aku selalu merasa menyesal karena masa mudaku tidak aku gunakan untuk sesuatu yang bermanfaat untuk orang-orang di sekelilingku. Andai saja, aku punya lingkungan yang baik seperti mereka, mungkin jalan cerita hidupku akan berbeda.

Buat kalian para anak muda yang baca tulisan ini, jangan malu dan ragu untuk berbuat kebaikan. Ingatlah kutipan bijak dari Buya Hamka "Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau hidup sekedar cari makan, monyet di hutan juga cari makan."
Pergunakanlah waktu kalian sebaik-baiknya mulai hari ini.
Jika kamu masih berada di lingkungan yang negatif, maka jangan ragu untuk keluar dari sana dan mencari lingkungan baru yang positif. Percayalah, kamu pasti akan diterima di tempat yang tepat sesuai dengan yang kamu inginkan.


Terima kasih sudah membaca tulisan ini.
Semoga menginspirasi dan bermanfaat.


Jadilah anak muda yang tangguh, kompetitif, bermartabat dan bermanfaat dalam kehidupan!



Much Love,


Rin Muna
Founder Yayasan Rumah Literasi Kreatif







Friday, June 23, 2023

DILEMANYA PUNYA TAMAN BACA

 

DILEMANYA PUNYA TAMAN BACA

Tim Cerdas Cermat Rulika




Punya taman baca itu nggak ada enaknya.
Harus nyiapin segala kebutuhan peralatan belajar mereka tanpa digaji, tanpa minta iuran dari anak-anak. Harus mencurahkan tenaga, pikiran, waktu dan uang untuk menutupi semua kekuarangan keperluan mereka. Kadang waktuku habis buat ngurusin kebutuhan tiap tim, sampai nggak ada waktu buat nyari nafkah keluarga.
Kalau yang dicari materi, mungkin 3 bulan buka taman baca, udah nggak tahan dan pilih tutup aja. Nggak ada untungnya sama sekali.
But, taman baca atau Rulika, sudah berjalan sejak tahun 2018.
Nggak terasa kalau umurnya sudah 5 tahun.
Nggak terasa kalau aku sudah berjalan sejauh ini.
Semua hal yang aku keluarkan untuk kepentingan orang banyak, nggak pernah kuhitung.
Tapi, masih ada yang suka julid.
Katanya, aku foto anak-anak taman baca buat dapetin duit buat diri sendiri. Padahal, foto-foto itu SPJ buat donatur yang udah ngasih sedikit rejekinya buat belikan ATK, pelatihan, fasilitas, dll. Kalau aku nggak foto, ntar dikira uangnya aku makan sendiri lagi. Bahkan, aku sering nombokin kekurangannya.
Kalau dirasa emang enak punya taman baca, mungkin udah ada 10 atau 20 taman baca di kecamatan ini yang ikut bantu mewujudkan program pemerintah.
Kadang pengen berhenti, pengen udahan aja. Lima tahun mengabdi di tengah-tengah masyarakat, rasanya sudah cukup.
Tapi, tiap lihat mereka datang ke sini, ngajak diskusi, ngajak sharing dan selalu nemenin aku bercerita, aku ngerasa sedih buat ninggalin semuanya.
Nggak tahu sampai kapan aku bisa ngurusin semua kegiatan di taman baca ini.
Semoga, Allah senantiasa kasih kekuatan, kesabaran dan rezeki yang melimpah.
Aku ingin seperti Alm. Ibu Roelyta Aminudin yang tetap eksis mengurus kampung literasinya seorang diri sampai akhir hayatnya.
Semoga Allah bisa memberikan hati dan rezeki yang luas untuk generasi penerusku selanjutnya, supaya taman baca tetap hidup, meski nanti aku sudah mati.

Tim Kaligrafi Rulika



Wednesday, April 5, 2023

Daftar Komunitas Binaan Yayasan Rumah Literasi Kreatif

 


Daftar Komunitas Binaan Yayasan Rumah Literasi Kreatif



Berikut ini adalah komunitas-komunitas resmi binaan yang berada di bawah naungan Yayasan Rumah Literasi Kreatif :


1. MAMUJA (Literasi Finansial)

2. TRANS DIGITAL (Literasi Digital)

3. DIVISI SENI BUDAYA RULIKA (Literasi Budaya dan Kewargaan)

4. RULIKA ENGLISH CLUB (Literasi Baca Tulis)

5. PENA KREATIF (Literasi Baca Tulis)




Wednesday, March 8, 2023

Penggalangan Dana untuk Kebakaran SMP Negeri 05 Samboja

 


Tragedi kebakaran pada 05 Maret 2023 yang terjadi di SMP Negeri 5 Samboja telah membuat 143 siswa kehilangan tempat belajar mereka. Kebakaran hebat yang terjadi pada minggu sore itu telah menghanguskan 8 ruangan yang ada di SMP Negeri 05 Samboja, yakni gudang, ruang kelas 7A, ruang kelas 7B, ruang kelas 8A, perpustakaan, ruang kantor guru, ruang kepsek, dan ruang komputer. Murid-murid harus mengungsi ke gedung lama SDN 036 Samboja agar bisa belajar seperti biasanya. Kondisi gedung lama SDN 036 sangat memprihatinkan karena masih bangunan kayu yang berdiri sejak tahun 90-an dan tidak terpakai lagi. Mereka tidak punya pilihan lain selain menggunakan gedung usang tersebut dan membutuhkan banyak bantuan untuk renovasi agar murid-murid bisa belajar dengan tenang. Kondisi sebagian lantai kayu dan atap sudah rusak dan perlu perbaikan.

Oleh karenanya, kami mengharapkan uluran tangan para dermawan agar bisa membantu adik-adik kami melanjutkan aktivitas sekolah seperti biasanya. Uluran tangan Anda akan sangat membantu keberlangsungan aktivitas belajar-mengajar di SMP Negeri 05 Samboja.

Silakan salurkan donasi Anda secara langsung ke SMP Negeri 05 Samboja atau melalui Rekening BRI 4478-01-031970-53-6 atas nama Yayasan Rumah Literasi Kreatif. Donasi yang dikirim melalui Yayasan Rumah Literasi Kreatif akan disalurkan langsung ke SMP Negeri 05 Samboja agar adik-adik bisa belajar dengan nyaman seperti sedia kala.



Terima kasih atas kebaikannya. Semoga amal jariyahnya diterima oleh Allah SWT dan kehidupannya selalu dipenuhi keberkahan.



Salam,


Rin Muna

Founder Yayasan Rumah Literasi Kreatif

Saturday, February 11, 2023

Akhirnya Bisa Foto Bareng Ibu Naomi Sinta Pasila

www.rinmuna.com 10 Februari 2023


Sudah lama sekali Ibu Sinta berperan membina Rulika setelah Bapak Hidayah Utama Lubis dipindahtugaskan ke luar pulau Kalimantan.
Tapi, baru kali ini aku berkesempatan berfoto langsung dengan beliau. Rasanya, bahagia banget bisa punya kenangan ini. Karena beliau adalah orang yang super sibuk dan sulit untuk ditemui.

Terima kasih untuk ilmu dan pengalamannya hari ini dari Ibu Sinta. Semoga, kami bisa memanfaatkannya dengan baik dan program peningkatan Sumber Daya Manusia yang ada di Samboja memberikan dampak yang besar dalam menghadapi perpindahan Ibukota Negara. Sebab, Samboja akan menjadi range 2 yang menjadi penopang Ibukota Negara Nusantara.

Harapannya, PT. Pertamina Hulu Sanga-Sanga bisa bekerjasama dengan masyarakat binaannya dan program-program yang didukung bisa berkelanjutan serta berdaya saing mandiri.





Friday, February 10, 2023

Musyawarah Rencana Kerja CSR 2023 Pertamina Hulu Sanga-Sanga

www.rinmuna.com


Jum'at, 10 Februari 2023

Pertamina Hulu Sanga-Sanga mengundang semua lurah, kepala desa, UPTD Terkait dan mitra kerja untuk melakukan musyawarah Rencana Kerja CSR 2023. 

Musyawarah ini dibuka langsung oleh Bapak Buhanuddin selaku Camat Samboja dan Ibu Naomi Sinta  Pasila selaku CSR Officer Comrel & CID Zona 9 PT. Pertamina Hulu Sanga-Sanga. Kemudian, dilanjutkan dengan berdiskusi bersama dengan pejabat-pejabat yang hadir untuk mengetahui kebutuhan masing-masing instansi.


www.rinmuna.com



Adapun pejabat yang diundang untuk musyawarah hari ini adalah :
1. Kepala UPT. Dinas Pertanian dan Peternakan Kecamatan Samboja
2. Kepala UPT. Dinas Perkebunan Kecamatan Samboja
3. Kepala UPT. Dinas Pendidikan Kecamatan Samboja
4. Kepala Puskesmas Handil Baru 
5. Kepala Puskesmas Sungai Merdeka
6. Kepala Puskesmas Samboja
7. Lurah dan Ketua LPM Kelurahan Sanipah
8. Lurah dan Ketua LPM Kelurahan Sungai Seluang
9. Lurah dan Ketua LPM Kelurahan Handil Baru
10. Lurah dan Ketua LPM Kelurahan Handil Baru Darat
11. Lurah dan Ketua LPM Kelurahan Muara Sembilang
12. Kepala Desa dan Ketua BPD Desa Beringin Agung
13. Kepala Desa dan Ketua BPD Desa Bukit Raya
14. Kepala Departemen CSR PT. Pertamina Hulu Mahakam
15. Kepala Departemen CSR PT. Singlurus Pratama
16. Kepala Departemen CSR PT. Pertamina Drilling Services Indonesia
17. Perwakilan PT. Pertamina Training & Consulting
18. Ketua Rulika Bunga Kertas





Di sini, aku hadir sebagai mitra binaan Pertamina Hulu Sanga-Sanga. Rasanya seneng banget karena bisa mendapatkan pengalaman baru, ilmu baru dan bisa mengenal orang-orang penting yang ada di kursi pemerintahan. Antara insecure dan bangga sama diri sendiri, bercampur aduk jadi satu.

Musyawarah seperti ini tentunya disambut dengan baik oleh semua pihak-pihak yang berkepentingan karena pihak-pihak terkait bisa saling bersinergi untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang handal dalam menunjang keberadaan Ibukota Negara.

Harapannya, PHSS bisa terus mendukung dan memberikan manfaat pada banyak masyarakat di bawah binaannya. Bisa mengangkat potensi daerah dan memberdayakan masyarakat agar Samboja tidak lagi menjadi wilayah yang memiliki angka kemiskinan cukup tinggi, padahal ada banyak perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Kecamatan Samboja.




Saturday, January 14, 2023

Kunjungan Kelompok Pendidikan IMPACT SMA K Harapan Bangsa

 



Bulan Oktober 2022, Rulika juga dikunjungi oleh kelompok Pendidikan program IMPACT SMA Kristen Harapan Bangsa.




Mereka melakukan interview tentang pendirian taman baca dan suka-dukanya selama ini.



Selain melakukan wawancara, mereka juga memberikan donasi buku Bahasa Inggris untuk ruang baca di Rumah Literasi Kreatif





[Anak SMA Keren!] Kontribusi Sosial untuk Rulika





Bulan Oktober lalu, Rumah Literasi Kreatif kedatangan anak-anak keren dari SMA Kristen Harapan Bangsa Balikpapan. 

Anak-anak SMA Kristen Harapan Bangsa ini datang untuk melakukan kontribusi sosial di Desa Beringin Agung. Salah satu kelompok mereka datang ke Rulika untuk memberikan kontribusinya pada UMKM Mamuja. Kebetulan, yang datang ke kami adalah Kelompok Ekonomi. 

Mereka semua aktif mengikuti kegiatan ini, mulai dari belajar proses produksi Stick Nanas, sampai membantu untuk packaging dan pemasarannya juga. 

Kedatangan murid-murid SMA K Harapan Bangsa ini juga yang memberikan semangat kembali pada ibu-ibu Mamuja untuk aktif berkarya dan terus memproduksi Stick Nanas sebagai oleh-oleh khas Samboja. 

Alhamdulillah ... kontribusi sosial mereka benar-benar berhasil mengantarkan produk stick nanas dikenal oleh dunia luar dan menjadi oleh-oleh khas Samboja karena buah nanas yang digunakan untuk memproduksi Stick Nanas adalah hasil komoditi asli dari Desa Beringin Agung.


Terima kasih untuk adik-adik SMA Kristen Harapan Bangsa yang telah memberikan kontribusinya untuk Mamuja. Terima kasih untuk kenang-kenangan yang diberikan kepada kami. Semoga bermanfaat dan menjadi bekal kalian untuk menyambut masa depan yang cerah. Aamiin.




Salam sayang,



Rin Muna

Founder Rumah Literasi Kreatif Bunga Kertas
 

Creative Class "Melukis di Sapu Tangan" Part 1 | Rumah Literasi Kreatif

 


Minggu, 11 September 2022 adalah pertama kalinya kelas kreatif di Rumah Literasi Kreatif dibuka.
Kelas ini hanya dibuka untuk 5 orang anak saja karena kami pikir, tidak banyak anak-anak yang berminat di bidang seni lukis. 
Alhamdulillah, yang mendaftar untuk ikut kelas malah melebihi dari kuota yang ada.

 Kelas kreatif ini berbayar karena ada bahan dan alat yang dibutuhkan, juga untuk membayar guru melukisnya. Sementara itu, pengadaan sapu tangannya sendiri disponsori oleh Lovella Mode, rumah jahit milik founder Rumah Literasi Kreatif yang ada di Desa Beringin Agung.

Terima kasih untuk semua anak-anak yang sudah aktif berkontribusi dan belajar di Rulika.



Much Love,


Rin Muna
























Thursday, January 12, 2023

Autobiografi Walrina

 


Hai, salam kenal buat kalian yang belum kenal sama aku ...!
Yang udah kenal, nggak usah kenalan lagi, deh! Kalian nggak usah baca tulisan ini karena kalian udah tahu siapa aku, di mana aku lahir dan untuk apa aku dilahirkan, hahaha.

Aku mau langsung kenalan sama kalian yang belum kenal aku aja, deh.
Aku juga mau cerita banyak hal tentang hidupku yang penuh dengan liku-liku.
Tolong siapkan tisu yang banyak, karena perjalanan hidupku tidak mudah.

Namaku Walrina, biasa dipanggil Rina. 

Aku lahir di desa terpencil yang berada di wilayah Kalimantan Timur. Desa kecil yang dulu bernama Rawa Jaya itu, kini lebih dikenal dengan nama Desa Beringin Agung.
Aku lahir pada tanggal 09 November 1991 di pondok kecil yang menjadi rumah tinggal kedua orang tuaku. Tidak ada yang istimewa kala itu. Sekeliling rumah dipenuhi oleh pepohonan besar. Bahkan pada malam hari, seringkali binatang buas berada di dekat rumah. Bukan hal yang aneh bagiku saat masih kecil. Melihat babi hutan, beruang, landak, biawak dan ular besar sudah jadi konsumsi mataku sehari-hari. Aku bahkan sering makan rumput dan telur burung mentah karena tidak punya makanan dan tidak bisa memasak. Tak jarang juga aku mengonsumsi air hujan atau air sungai untuk aku minum. Alhamdulillah, masih sehat sampai detik ini walau sering minum air kali tanpa dimasak, hehehe.


Saat berusia enam tahun, aku merengek minta sekolah hanya karena tidak punya teman main ketika yang lain pergi bersekolah. Saat itu, orang tua masih keberatan kalau aku masuk sekolah. Pertama, karena belum siap dengan biaya sekolah (beli seragam, tas, alat tulis, dll). Kedua, karena usia masuk SD harusnya di usia tujuh tahun.
Setelah menangis setiap hari karena ingin sekolah, akhirnya aku diizinkan untuk bersekolah di SDN 038 Samboja. Aku harus menjalani dua tahun di kelas satu karena alasan usia. Soal mata pelajaran, aku sendiri tidak pernah memikirkan harus punya nilai berapa. 
Ketika pertama kali aku mendapat raport, aku menangis di kelas karena mendapatkan Ranking 1, sementara ranking teman-temanku semuanya lebih dari 1. Terlebih, temanku yang mendapatkan ranking 11, mengatakan kalau aku sangat bodoh, makanya hanya dapat ranking 1 saja. Sesampainya di rumah, keluargaku memberikan pengertian dan akhirnya aku masih bisa mendapatkan gelar ranking 1 hingga lulus sekolah dasar.
Setelah lulus sekolah dasar, aku tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi karena belum ada SMP di desa tempat tinggalku. Sekolah terdekat dengan rumah berjarak 10 kilometer dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki karena jalan keluar masih jalan setapak. Juga belum banyak orang yang memiliki kendaraan bermotor seperti saat ini.
Akhirnya, aku memutuskan untuk melanjutkan sekolah di SMP Negeri 15 Balikpapan dan tinggal di sebuah panti asuhan yang terletak di km.8 yakni Panti Asuhan Ibu Pertiwi. Di sana, aku bisa menyelesaikan pendidikan hingga jenjang SMA dan bersekolah di SMA Negeri 06 Balikpapan.

Setelah menyelesaikan pendidikan di bangku SMA, aku tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya karena tidak ada biaya. Sehingga, aku bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit dan belajar banyak hal di sana. PT. Alam Jaya Persada menjadi perusahaan pertama kali tempatku belajar hingga aku bisa mendapatkan banyak ilmu pengetahuan tentang management bisnis di sana secara langsung. Meski aku hanya lulusan SMA, aku akhirnya bisa meng-handle pekerjaan manager saat dia sibuk dengan pekerjaannya di lapangan.

Setelah enam tahun sepuluh bulan bekerja di perusahaan kelapa sawit, aku memilih resign di penghujung tahun 2017. Aku memilih menjadi seorang ibu rumah tangga yang bisa berada di dekat anak-anak setiap harinya. Keseharianku hanya menjahit dan sesekali menulis sebuah cerita.
Pada 18 Februari 2018, aku memilih mendirikan sebuah taman baca di tengah keterbatasanku sendiri. Alhamdulillah, taman baca yang aku dirikan mendapat sambutan baik dari masyarakat Desa Beringin Agung dan sekarang telah berubah menjadi Yayasan Rumah Literasi Kreatif yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan, juga membawahi beberapa komunitas yang ada di Rumah Literasi Kreatif.
Sejak resign bekerja di tahun 2017, aku sudah aktif belajar menulis karena hobby. Banyak bergabung di komunitas literasi hingga akhirnya masuk ke industri penulisan profesional di tahun 2019 hingga sekarang.
Dari menulis, aku bisa menghidupi keluargaku, membangun sebuah rumah mungil untuk anak-anakku dan membiayai operasional Rumah Literasi Kreatif setiap harinya. Sampai saat ini, aku memilih tidak bekerja kembali di perusahaan karena aku tahu jika aku akan meninggalkan rumah baca yang sudah aku bangun. Untuk itu, aku memilih untuk tetap bergerak sebagai aktivis sosial pendidikan di desaku sendiri. Aku hanya mengandalkan hasil penjualan buku dan tulisan-tulisanku di internet untuk membiayai hidupku, keluargaku dan komunitas di Rumah Literasi Kreatif. Memang hasil dari menjahit dan menulis tidak seberapa, tapi diberi keberkahan oleh Allah sehingga Rumah Literasi Kreatif masih bisa berkembang dengan baik.
Aku adalah orang yang senang belajar banyak hal. Karena ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas juga menjadi salah satu bekalku untuk menulis sebuah buku. Semua hal yang ada di tulisanku memang berdasarkan hasil bacaan sehari-hari. Bukan hanya membaca buku, tapi membaca semua hal di sekitarku termasuk membaca gestur tubuh seseorang.
Semakin banyak ilmu pengetahuan yang aku ketahui, aku merasa semakin bodoh. Ternyata, dari sekian banyak pengetahuan yang sudah kumiliki, masih ada jutaan bahkan triliunan pengetahuan yang tidak aku miliki. Oleh karenanya, aku ingin belajar setiap hari meski sudah memiliki dua orang anak. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kata orang, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Oleh karenanya, aku memilih untuk mengambil studi S1 Prodi Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan di Universitas Terbuka. Aku berharap bisa melanjutkan studiku dengan baik dan bisa menggunakan ilmu yang kumiliki untuk berbagi dan memberikan kemanfaatan untuk orang yang lebih banyak lagi.

Inilah sekelumit kisah tentang diriku yang bisa aku tulis.
Saat ini aku adalah seorang single parent dan memiliki dua orang anak, yakni;
Alifia Shaumi Aleshana (lahir tahun 2015) 
Marga Mahesa Yudistira (lahir tahun 2020)

Beberapa prestasi yang aku dapatkan dalam beberapa tahun terakhir ini adalah :
1. Juara 1 Lomba Sinopsis Tingkat Sekolah Dasar antar Sekolah.
2. Juara 2 Lomba Sinopsis Tingkat Sekolah Dasar antar Kota/Kabupaten
3. Juara 3 Lomba Karya Ilmiah Tingkat SMP
4. 196 Nominator Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional dalam Buku “Lewat Angin Ku Kirimkan Segenggam Do’a Buat Abahku” 2017.
5. 60 Nominator Lomba Menulis “Dongeng” 2017.
6. Juara Favorite Duta Baca Kaltim 2018
7. Penghargaan Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Kukar 2019
8. Gold Category Indonesian CSR Award 2020 oleh Pertamina Hulu Sanga-Sanga
9. Gold Category Indonesian Sustainability Development Award 2021 oleh Pertamina Hulu Sanga-Sanga
10. Juara 3 Lomba Kaligrafi Cabang Kontemporer MTQ Samboja Tahun 2019
11. Juara Harapan 1 Lomba Kaligrafi Cabang Dekorasi MTQ Samboja Tahun 2022

Dalam dunia tulis-menulis, aku telah menerbitkan beberapa karya yang nggak keren-keren banget, tapi cukup membanggakan untuk diriku sendiri, hehehe.

Beberapa buku cetak yang telah aku terbitkan sejak aku belajar menulis hingga sekarang:

1. Buku Antologi Puisi “Ayah di Bahumu Aku Bersandar” – Fam Publishing, 2016.
2.Buku Antologi Puisi “Yang Membuka Pintu Surga” – Fam Publishing, 2016.

3. Buku Antologi Puisi “Menghempas Karang” – Fam Publishing, 2016.

4. Buku Antologi Puisi “Setangkai Padi Yang Merunduk” – Fam Publishing, 2016.

5. Buku Antologi Puisi “Dua Sayap” – Fam Publishing, 2016.

6. Buku Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid 7– Fam Publishing, 2016.

7. Buku Antologi Puisi “Kota yang Menjadi Kata” – Fam Publishing, 2016.

8. Buku Antologi Puisi “Malam-Malam Seribu Bulan” – Fam Publishing, 2016.

9. Buku Antologi Cerpen “Padamu Aku Bercerita” – Fam Publishing, 2016.

10. Buku Antologi Cerpen “Syair Tujuh Belas Agustus” – Fam Publishing, 2016.

11. Buku Antologi Cerpen “Puppy Love” – Fam Publishing, 2017.

12. Buku Antologi Puisi “Muda-Mudi Ibu Pertiwi” – Fam Publishing, 2017.

13. Buku Antologi Cerpen Anak “Dunia Kata” – Fam Publishing, 2017.

14. Buku Antologi Puisi “Lewat Angin Ku Kirimkan Segenggam Do’a Buat Abahku” – Fam Publishing, 2017.

15. Buku Antologi Dongeng “Janji Seekor Tikus dan Semut” – Fam Publishing, 2017.  

16. Buku Antologi Cerita "Asmara Negeri Somplak" - Plukme, 2018
17. Buku Antologi Cerita "Salikah" - Plukme, 2018
18. Buku Antologi Cerpen "Luka Labatula" - Kantor Bahasa Kalimantan Timur, 2018
19. Buku Antologi Cerpen "Please, Move On!" - Denta Publisher, 2021
20. Buku Antologi Cerpen "Layar-Layar Koyak" - Denta Publisher, 2022 
21. Buku Novel "Perfect Hero" - Novelindo Publishing, 2022
22. Buku Novel "I am Here, Mr. Rich" - Novelindo Publishing, 2022

Beberapa buku online yang telah aku terbitkan sejak aku belajar menulis hingga sekarang:
1. Alluna Wedding Party by Rin Muna -Novelme, 2019 [37.204 kata - On Going]
2. After Savage by Rin Muna - Novelme, 2019  [65.863 kata - On Going]
3. Then Love by Vella Nine - Novelme, 2019 [421.538 kata - Tamat]
4. Perfect Hero by Vella Nine - Novelme, 2020 [1.373.366 kata - Tamat]
5. Perfect Hero Seri 1 versi cetak by Vella Nine - Novelindo Publishing, 2022
6. Perfect Hero 2 by Vella Nine - Novelme, 2021 [ 572.955 kata - Tamat] 
7. Shaum Me by Vella Nine - Novelme, 2021 [87.124 kata - Tamat]
8. Bad Planter by Vella Nine - Novelme, 2021 [91.384 kata - On Going]
9. I am Here, Mr. Rich by Vella Nine - Novelme, 2022 [410.769 kata - Tamat]
10.  I am Here, Mr. Rich Seri 1 versi cetak by Vella Nine - Novelindo Publishing, 2022
11. Menikahi Lelaki Brengsek by Vella Nine - Karyakarsa, Goodnovel, Wattpad & Storial, 2022 [80.000 kata - Tamat]
12. Suami untuk Istri by Vella Nine - Fizzo, 2022 [ 617.400 kata - Tamat]
13. Assalamualaikum, Ya Habib by Vella Nine - Fizzo 2022 [147.600 kata - On Going]
14. Mrs. Rose & Mr. Rich by Vella Nine - Fizzo, 2023 [63.100 kata - On Going]


Jangan bingung dengan karyaku yang acak-acakan ini dan punya tiga nama pena berbeda. Insya Allah, untuk karya-karya novel fiksi aku akan tetap menggunakan nama pena Vella Nine. Sementara untuk tulisan artikel, opini dan sejenisnya, aku akan tetap menggunakan nama pena Rin Muna. So, nggak usah bingung dengan dua nama pena itu karena orangnya cuma satu doang.


Mungkin ini aja autobiografi yang bisa aku tulis karena nggak ada lagi hal yang bisa aku tuliskan tentang aku.
Oh, ya, ada kegiatan organisasi yang aku ikuti, yakni :
1. Pendiri Yayasan Rumah Literasi Kreatif
2. Wakil Ketua Bidang Pendidikan KNPI Samboja Periode 2019/2022
3. Ketua KIM Mutiara Borneo (Diskominfo) periode 2019/2024
4. Sekretaris BUMDes Maju Mapan Desa Beringin Agung Periode 2018/2021
5. Sekretaris BUMDes Maju Mapan Desa Beringin Agung Periode 2022/2024

Sepertinya hanya ini saja, jika ada kegiatan atau prestasi yang belum aku tulis dan kalian tahu, tolong diingatkan, ya!
Semoga autobiografi ini bermanfaat dan bisa menjadi pengingat untukku sendiri saat aku tua nanti.


Thank you so much!


Rin Muna


Pengurus Yayasan Rumah Literasi Kreatif

 

Yuk, kenalan sama pengurus Yayasan Rumah Literasi Kreatif!

Mereka yang selama ini berada di balik layar untuk membesarkan nama Rulika.


Klik Profil πŸ‘‰ Walrina

 Klik Profil πŸ‘‰ Hidayah Utama Lubis


 Klik Profil πŸ‘‰M. Alwi Dahlan

Klik Profil πŸ‘‰ Rikal Artha Yuda, S. Kep

Klik Profil πŸ‘‰ Ade Surya Husaini

Klik Profil πŸ‘‰Ikhsan Nurdia Pratama

 Klik Profil πŸ‘‰Aisyah Nurul Hidayah

 Klik Profil πŸ‘‰Anis Tri Astuti

 Klik Profil πŸ‘‰Evi Trisnawati

 Klik Profil πŸ‘‰Esti Wahyuni

Klik Profil πŸ‘‰ Lia Selfiana

 Klik Profil πŸ‘‰ Rendi Setiawan


Klik nama yang bergaris bawah untuk melihat profil pengurus, ya!


Salam kenal semuanya...

Doakan semoga kami bisa amanah dan ikut membantu memajukan negeri ini.



Salam,


Pengurus Yayasan Rumah Literasi Kreatif

Monday, January 9, 2023

Paguyuban Seni Kuda Lumping Sebagai Penjaga Nilai Sosial

 




Indonesia memiliki keberagaman dalam hal suku bangsa, bahasa, budaya, adat dan kebiasaan, bahkan agama dan kepercayaan. 

Desa Beringin Agung adalah desa yang berada di wilayah pelosok Kalimantan Timur, memiliki keberagaman di dalamnya. 

Dengan adanya program literasi di Rumah Literasi Kreatif, semakin membuat Desa Beringin Agung menjadi desa yang mudah dikenal oleh masyarakat luas. Desa ini bisa menjadi desa yang berkembang dengan pesat karena masyarakatnya menjunjung tinggi nilai budaya dan tradisi dari leluhur mereka.

Dari 6 literasi dasar yang menjadi bekal kehidupan kita dan juga salah satu program yang ada di Rumah Literasi Kreatif, literasi budaya dan kewargaan menjadi salah satu program yang harus berjalan dengan baik. Kegiatan literasi di Rulika tidak hanya berpusat dengan Rulika saja, tapi bisa melebar ke seluruh masyarakat secara luas. Artinya, program literasi yang dijalankan oleh Rulika sendiri memiliki kebermanfaatan yang luas dan tidak dibatasi oleh wilayah Desa Beringin Agung saja.

Sebelum adanya Rumah Literasi Kreatif, literasi budaya dan kewargaan di Desa Beringin sudah berjalan dengan baik sejak dulu. Semua warga Desa Beringin Agung hidup rukun dan menjaga kebersamaan.

Dengan adanya arus globalisasi dan modernisasi, warga desa Beringin Agung mendapat tantangan besar akan perubahan zaman. Kehidupan sosial masyarakat mulai terpengaruh budaya barat dan nilai sosial masyarakat mulai tergerus dengan sendirinya.

Untuk menjaga generasi muda tetap hidup rukun dalam kebersamaan, para sesepuh berusaha merangkul kaula muda dan generasi penerus untuk melestarikan budaya daerah. Membentuk sebuah paguyuban seni kuda lumping yang memiliki nilai sosial tinggi.

Dengan adanya kelompok paguyuban di Desa Beringin Agung, seni budaya daerah menjadi terjaga dengan baik. Masyarakat dan generasi penerus memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Kerukunan dengan tetangga juga ikut terjaga dengan baik.

Paguyuban seni kuda lumping adalah salah satu wadah untuk bertemu dan berkumpulnya warga setelah mereka melakukan aktivitas dan pekerjaan mereka sehari-hari. Dengan adanya paguyuban ini, warga menjadi sering guyub, hidup berdampingan bersama-sama dan solidaritas warga tetap terjaga dengan baik.

Sebab, manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dengan adanya wadah kebersamaan warga, nilai sosial di masyarakat bisa terjaga dengan baik dan berkelanjutan. Semua warga bisa bergotong royong memberikan sumbangsih mereka untuk kemajuan desa. Kegiatan kumpul warga yang intensif juga mampu membangun kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.






Film Crew | Divisi Literasi Digital | Rumah Literasi Kreatif

 

Yuk, kenalan sama Film Crew 

dari komunitas Literasi Digital Rumah Literasi Kreatif!



Lisda Safitri
Siswi kelas 3 SMA Negeri 2 Samboja
 Desa Beringin Agung, Samboja

Walrina
Alumni SMA Negeri 6 Balikpapan
Founder Yayasan Rumah Literasi Kreatif
Desa Beringin Agung, Samboja

M. Nisyam
Siswa Kelas 2 SMA Negeri 1 Samboja
Desa Beringin Agung, Samboja

Aisyah Nurul Hidayah
Alumni MA Nuruddin Samboja
Bendahara Yayasan Rumah Literasi Kreatif
Desa Beringin Agung, Samboja

M. Arifin
Siswa Kelas 3 SMA Negeri 1 Samboja
Desa Beringin Agung, Samboja

Arfin Pramudya
Siswa Kelas 3 SMA Harapan Samboja
Desa Beringin Agung, Samboja



M. Fauzi
Alumni SMK Duta Bangsa
Desa Beringin Agung, Samboja

Tulus Duwiati
Siswi Kelas 1 MA Nuruddin Samboja
Desa Beringin Agung, Samboja

Esti Wahyuni
Alumni SMA Negeri 1 Samboja
Ketua Divisi Literasi Budaya Rumah Literasi Kreatif
Desa Beringin Agung, Samboja.

Dhea Cony
Siswi Kelas 3 MA Nuruddin Samboja
Desa Beringin Agung



Thursday, November 3, 2022

MAKAN DUIT TAMAN BACA!?


 


πŸ₯ : Enak ya jadi Mbak Rina, makan duit dari Taman Baca?

🦧 : Duit Taman Baca gundulmu? Aku yang menghidupi Taman Baca. Bukan Taman Baca yang menghidupiku‼️


Coba buka taman baca juga!

Bisa nambah koleksi berapa buku setiap tahunnya tanpa minta-minta sumbangan? Bisa ngasih pelatihan gratis dan datangkan narasumber tanpa donatur?


Kerjasama sama Pertamina itu aku nggak digaji sepeserpun sama PHSS. Berasa aku ini karyawan mereka apa? 

Aku diajak buat program juga nggak mudah. Harus nyiapin persentasi dan pertanggungjawaban juga. 


Kalau nggak pernah terlibat dalam kegiatan sosial di taman baca, nggak usah ngomong aneh-aneh, deh!

Sekali-kali jadi relawan di sini ...

Supaya tahu gimana perjuangannya ngasih fasilitas gratis untuk warga.


Anak-anak belajar di sekolah, bayar. 

Nggak ada yang ngatain gurunya makan duit sekolahan 'kan?

Belajar dan baca buku di Rumah Literasi, gratis.

Aku dikata-katain makan duit taman baca. Mulutnya amazing banget, ya?


Kalau aku foto-foto mereka, ya itu bentuk pertanggungjawaban untuk donatur yang udah bantu kasih fasilitas gratis.


Emang nggak rutin kegiatannya...

Karena aku juga butuh menghidupi diriku sendiri, menghidupi anak-anak, dan menghidupi taman baca juga supaya bisa survive.


Kalau mau mengkritik atau ngasih saran, sampaikan langsung ke aku! Jangan sampaikan ke orang lain! 

Gunanya apa? Orang itu bisa bantu nambah koleksi buku atau fasilitas di taman baca?




Semua koleksi buku di taman baca aku dapetin dari hasil ngemis-ngemis sama temen-temen penulisku. Biar koleksi bacaan bisa update dan anak-anak yang pinjam buku nggak bosen sama buku yang itu-itu aja.

Nggak jarang aku sisihkan uang belanja atau uang jajan anakku buat bisa nambahin koleksi buku atau fasilitas yang lain.

Karena malu kalau mau minta-minta mulu. Sementara ongkir dari Pulau Jawa ke Kalimantan udah ratusan ribu karena buku itu berat.



Jadi, kalau kamu nggak bisa bantu memajukan taman baca yang dari awal aku perjuangkan seorang diri, nggak usah ngomong aneh-aneh!


Ngomongin aku di belakang, itu bukan solusi.

Kalau kamu iri ...

Buatlah yang lebih baik dari yang aku buat.

Bagiku ... proyek sosialku sudah cukup.


Karena rezekiku bukan dari taman baca.

Tapi rezekiku datang dari Allah karena aku memberi. 

Buatku itu reward yang dikasih Allah atas kerja keras dan perjuanganku selama ini.


Seringkali aku bilang ke Allah ... aku ingin menyerah.

But, Allah selalu kasih aku hadiah dan bikin aku semangat lagi.

Dia berkata. "Tugasmu belum selesai. Aku yang akan menolongmu."



Jika bukan karena kekuatan dari Tuhan, aku sudah menyerah sejak dulu.


Aku bukan wanita yang kuat.

Aku bukan orang yang baik.

Aku bukan orang yang kaya.


Aku hanya ... dituntun Allah hingga sampai ke titik ini.


Semoga kamu mengerti dan bisa merasakan menjadi aku suatu hari nanti.


Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas