Friday, May 6, 2022

My Favorite Place [E-Learning; Writing Task. Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan]

 

MY FAVORITE PLACE

www.rinmuna.com


I have a favorite place to hang out. It’s a popular place in the city. It’s a KFC (Kentucky Fried Chicken) and my favorite place is a KFC Coffee in Jl. Gajah Mada, Balikpapan City. It’s a great place for lunch, drink coffee, write a story, discussion and celebrate of birthday.

In a fasade, there are four tables for smooking area. In this area, smokers can relax with the cigarettes without disturbing other custumers.

This place, full of glasses in the right and in front of. The main door is a glass door. In the next door, many table for customer, chair and sofa. In the right is a playground for children. My daugther’s really like playing here. After lounge, there are a counter. I can order some food and beverages in the counter. In the left, there are toilet and wastafel. In the left, there is a stairway to the rooftop. It’s a great room. We relax in here while looking at the bustling city streets. There is a space that can be booked for birthday celebrate and the like.

It’s a great place! Relax and free wifi. I can spend my whole day in this place.


Tuesday, April 26, 2022

Biasakan Anak Mandiri, Bukan Nggak Sayang‼️



Pagi-pagi sekali, aku sempatkan untuk mengintip gadget milik anakku.

Beberapa hari lalu, aku memang mengajarinya untuk membalas pesan, cara mengisi absen dan mengirimkan tugas yang diberikan oleh Ibu Guru lewat group Whatsapp.


Alhamdulillah, hanya kuberikan contoh sekali dan dia langsung apply tanpa banyak tanya-tanya lagi.
Dia sudah bisa membaca dan mengerti dengan baik pesan dari ibu gurunya. Bisa membalas pesan, dan mengirimkan tugasnya secara mandiri. Tidak lagi dibimbing oleh ibunya.

Kenapa sih masih kecil kok dibiarkan main hape sendiri?

Ya. Karena anak harus dibiarkan mandiri. 
Aku adalah salah satu orang tua yang menginginkan anak-anaknya bisa mandiri. Melakukan kegiatannya sehari-hari tanpa banyak meminta bantuan dari ibunya.

Kenapa?

Karena, akan ada saat di mana kita tidak bisa bersama anak. Akan ada momen di mana kita harus meninggalkan anak. Entah itu karena ada keperluan penting, pekerjaan atau bahkan saat sedang sakit.

Jadi, anak sudah terbiasa mengurus kebutuhannya sendiri.

Sejak usia lima tahun, aku sudah membiasakan Livia melakukan semuanya sendiri. Aku hanya akan membantu saat dia merasa kesulitan atau memang belum mamph mengerjakannya. Seperti memasak, aku belum berani melepas dia di dapur sendirian. Masih harus aku awasi meski ia sudah belajar untuk masak sendiri.

Untuk hal-hal yang sekiranya dia bisa lakukan sendiri, aku berusaha untuk tidak mencampurinya.

Membiarkan dia mandiri dan tidak sedikit-sedikit membantu saat belajar, cukup efektif untuk dia mengeksplorasi dirinya sendiri. Dia tidak terlalu bergantung padaku dan rasa ingin tahunya semakin tinggi karena aku lebih banyak memberinya pertanyaan daripada dia yang banyak bertanya. Dia akan mencari sumber jawaban dari buku atau orang-orang di sekelilingnya yang ia anggap tahu.


Oleh karenanya, aku memang membiarkan dia bereksplorasi sendiri dan tetap dalam pengawasan. Sehingga, aku juga terkejut saat melihat chat yang dia kirim ke grup untuk gurunya. Aku bahkan masih belum percaya kalau dia sudah pandai membalas pesan. Hal ini membuatku sedikit lega karena akhirnya anakku sudah mulai mandiri, bisa mengerjakan tugasnya sendiri dan mengirimnya. Tidak begitu merepotkan orang tua kecuali untuk hal-hal yang masih sulit untuk ia jangkau.

Mie Gelas untuk Arga



Pagi ini, matahari sudah meninggi. Aku bahkan belum menyelesaikan cucianku saat putera kecilku terbangun dari tidurnya.

Setiap bangun pagi, Putraku selalu meminta makanan atau minuman. Mungkin, perutnya terasa sangat lapar saat baru saja bangun dari tidurnya.

"Ma ...! Macak mie ...!" seru Arga kecil sambil menghampiriku.

"Mau makan mie?" tanyaku sambil menatap lembut wajah puteraku.

"He-em." Ia mengangguk. Tak sabar meminta aku memasakkan mie instan untuknya.

Hari ini masih bulan puasa. Tidak ada makanan lain yang kubuat di dapur selain nasi. Itu pun tidak banyak. Hanya masak satu gelas untuk aku sahur dan makan kedua anakku yang belum berpuasa.

Aku bergegas menuju dapur. Sayangnya, tidak ada mie instan yang bisa aku masak. Karena kesibukanku mengurus rumah sambil bekerja, membuat aku kerap lupa menyetok makanan untuk anak-anakku.

Aku bergegas meraih dompet yang aku letakkan di atas lemari dapur.

"Sial!" umpatku dalam hati. Di dompetku, hanya ada selembar uang dua puluh ribuan. Hanya tinggal ini saja sisa uangku dan harus aku bagi-bagi untuk keperluan lain.

Sebagai seorang penjahit kecil, penghasilanku tidak seberapa. Tidak setiap hari mendapatkan pelanggan, tidak setiap hari pula aku mendapatkan uang untuk kebutuhan sehari-hari anakku.

Terkadang, aku masih harus pinjam uang pada adikku agar aku bisa membelikan sekaleng susu untuk Arga. Dia sangat suka susu cokelat. Dan dia tidak mau diberi susu formula meski rasa cokelat. Maybe, dia tahu kemampuan mamanya hanya bisa membelikan susu kaleng yang harganya cuma sepuluh ribuan.

Karena sisa uangku yang menipis dan tidak tahu kapan akan mendapatkan uang lagi, aku harus membagi uang dua pulih ribu ini untuk kebutuhan makan beberapa hari ke depan. Entah sampai kapan. Sampai aku bisa mendapatkan uang lagi dari hasil menjahit yang tidak bisa aku tentukan jumlahnya.

Akhirnya, aku memilih untuk membelikannya Mie Gelas saja. Kenapa? Karena harganya murah dari mie instan biasanya. Ini juga cukup untuk makan Arga karena aku selalu menambahkan nasi supaya dia bisa kenyang.

Di saat seperti ini, uang dua puluh ribu memanglah harus cukup untuk beberapa hari. Aku tidak begitu banyak keperluan. Semua keinginanku masih bisa aku tahan. Tapi kebutuhan anak-anakku, aku tidak mungkin tega menahannya. Setiap hari, aku masih bisa bersyukur karena bisa berbuka dengan segelas teh hangat dan dua butir kurma. Itu saja. Tidak banyak makanan yang aku beli saat Ramadan. Karena aku juga sedang berlatih menahan nafsu (keinginan) untuk memakan banyak makanan yang padw akhirnya lebih sering mubazir.

Kata orang, berkah bulan Ramadan adalah ketika kita makan sahur sedikit, berbuka puasa sedikit, tapi perut kita selalu kenyang dan tidak merasa sedang menjalankan ibadah puasa. Jauh berbeda dengan kondisi kita saat sedang tidak berpuasa.

Karena itulah aku bisa menjadi lebih berhemat pengeluaran. Tidak banyak biaya yang aku keluarkan untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi, uang dua puluh ribu ini pasti cukup untuk bertahan beberapa hari ke depan.
Aku belikan saja mie gelas untuk Arga supaya dia bisa tetap makan, bisa tetap kenyang dan tidak rewel karena tidak ada makanan lain yang bisa ia makan.

Sederhana saja, tapi itu sudah cukup membuatku bahagia. Setidaknya, aku tidak membiarkan anak-anakku kelaparan. Aku juga tidak takut kalau keluarga kecilku akan kelaparan karena aku percaya kalau Allah akan selalu ada untukku dan menolong anak-anakku.

Ramadan tahun lalu, ketakutan ini pernah membayangiku. Bagaimana jika aku tidak bisa memberikan makanan dan pakaian yang layak untuk anak-anakku? Bagaimaba jika aku tidak bisa memberikan pendidikan yang baik dan berkualitas untuk anak-anakku kelak.

Sebab, semuanya harus aku tanggung dan pikul seorang diri. Hingga akhirnya Ramadan kali ini menjadi Ramadan pertama kali yang aku jalani bersama dengan dua anakku saja sebagai seorang single mom. 

Aku tidak sedih. Aku bahkan selalu tersenyum pada anak-anakku meski mereka hanya bisa makan dengan sesuap nasi dan garam, nasi dan kecap atau nasi dengan ikan asin. Rasanya, hidupku lebih berarti dan berharga. Setidaknya, tidak ada lagi belati yang menusukku dari belakang saat kedua tanganku sedang berdarah-darah memperjuangkan masa depan anak-anakku, memperjuangkan mereka agar bisa hidup layak dan diterima dengan baik di masyarakat. 

Aku sendiri sudah lelah dikucilkan, dihina dan dipandang sebelah mata karena terlahir dari keluarga miskin. Itulah sebabnya, aku tidak ingin anak-anakku juga dipandang sebelah mata oleh teman-teman sebayanya. Aku ingin, mereka bisa menjalani hidup normal, bersosialisasi dengan baik dan mendapatkan banyak cinta dari orang-orang di sekelilingnya.


Meski hari ini aku hanya bisa memberi makan mie gelas untuk Arga, tapi aku yakin kalau Tuhan akan memberi rezeki lain hingga bisa membuatnya merasakan nikmatnya makan daging.


Untuk para single mom yang sedang berjuang di luar sana, jangan menyerah!
Ingatlah! Anak-anak akan tetap bahagia bersama ibunya. Mereka akan tetap bahagia meski tidak pernah melihat ayahnya. Sebab, ibu juga bisa menjadi sosok ayah yang sempurna untuk anak-anaknya dalam memberikan kebutuhan dan kasih sayang. 

Be Strong!
Karena Mie Gelas untuk Arga ini adalah semangatku untuk bisa memberikan hal yang lebih baik lagi untuk esok hari.



Terima kasih sudah bersedia membaca ceritaku ...!
Jangan bersedih!
Karena aku menuliskan kisah ini dengan senyuman dan harapan yang lebih baik lagi di masa depan.



Much Love,


Rin Muna


Sunday, April 24, 2022

Tips Biar Naskah Kamu Bisa Lolos di FIZZO

 



Hai, hai ...!

Ketemu lagi sama aku, author yang sering galau karena nggak tahu mau mencurahkan tulisan dan isi kepalaku di mana lagi.

Mmh, karena saat ini aku lagi nulis di platform FIZZO, jadi aku mau berbagi tips tentang cara mengajukan naskah di Fizzo dan bisa lolos seleksi editor.

Ada beberapa poin penting yang harus kamu perhatikan ketika mengajukan naskah di awal.

1. Kamu bisa masuk ke situs www.fizzo.org terlebih dahulu. 

Lakukan pendaftaran dan verifikasi data kamu sampai selesai. Setelahnya, kamu bisa mulai Menulis Cerita.

2. Unggah cover semenarik mungkin. 

Sama seperti saat kamu mencari sebuah buku di perpustakaan yang jumlahnya ribuan bahkan jutaan buku. Bagaimana caranya, cover kamu itu akan menarik perhatian orang untuk mengambilnya.

3. Buat Deskripsi / Blurb yang menarik. 

Ini penting karena akan menentukan pembaca yang melihat cover kamu itu akan melanjutkan dengan memulai bacaan pertamanya atau tidak.

4. Sinopsis dan Outline lengkap untuk editor. 

Hal ini penting karena editor akan melihat gambaran keseluruhan cerita kamu terlebih dahulu sebelum menentukan naskah kamu akan diterima oleh editor atau tidak.

5. Buat Tema Sesuai Pasar Pembaca.

Nah, ini juga merupakan poin penting, loh. Kamu harus tahu dulu pasar pembacamu seperti apa untuk menentukan apakah naskah kamu cocok atau tidak dimasukkan ke platform ini.

6. Sabar

Platform dengan penulis ribuan bahkan ratusan ribu, kamu harus sabar menunggu konfirmasi dari editor. Biasanya, editor paling lama akan memproses naskah kita sekitar 2 minggu. Kalau sudah lebih dari itu, kemungkinan besar editor tidak menerima naskah kita. So, harus sabar dan tingkatkan terus kualitas tulisanmu!


Selain tips di atas, aku juga mau bagiin beberapa pertanyaan penulis baru yang udah mereka ajukan saat aku mengisi materi. Mudahan, pertanyaan ini akan mewakili kamu untuk menentukan apakah kamu ingin menulis di Fizzo atau tidak.


Tanya Jawab Penulis :


 

 

1.                   Untuk outline apakah harus banyak atau yang penting sudah mencakup cerita dari awal sampai akhir?

Jawaban : Outline disesuaikan dengan target jumlah bab yang akan ditulis. Di Sinopsis sudah ada gambaran dari awal sampai akhir cerita. Penting, outline kita nggak lari dari sinopsis itu. Biasanya, editor minta 60 bab pertama untuk pengajuan. Setelahnya, kita bisa buat outline per season kalau kalian mau bikin cerita yang episode-nya puanjang kayak novel aku.

2.                Untuk 3 bab awal kan disarankan langsung konflik, kadang saya memiliki problem konflik besar sudah disuguhkan diawal sehingga untuk selanjutnya jadi kadang mati ide. Bagaimana cara membuat konflik agar tetap seru ka?

Jawaban : Konflik di awal adalah konflik yang menjadi penyebab cerita itu terjadi. Balik lagi baca sinopsis yang kamu buat. Jangan lari dari itu biar nggak bingung. Kalau misal mati ide, kamu harus pahami dirimu sendiri. Apa yang bikin kamu mati ide? Kurang perbendaharaan kata atau alur cerita yang nggak tahu mau dibawa ke mana. Cek lagi outline yang udah kamu buat. Kamu bisa baca buku, nonton film atau ngumpul2 sama temen/keluarga atau jalan-jalan supaya kamu bisa dapet ide baru dan nggak mentok. Penulis nggak boleh malas baca (baca buku, baca karakter, baca situasi).

3.                   Deskripsi menarik maksudnya yang bagaimana ya kak?

Jawaban : Deskripsi yang menarik adalah kalimat yang bisa menarik pembaca untuk baca bukumu. Jika masih belum paham, kamu bisa pergi ke toko buku atau perpustakaan. Dari jutaan buku yang ada di sana, blurb / deskripsi buku yang seperti apa yang menarik untuk dibaca. Jadi, buatlah seperti itu ... sesuaikan dengan selera pasar.

4.                   Kalau aku sudah terlanjur membuat awal chapter konflik belum terlalu dimunculkan menurut kakak aku harus menulis ulang atau di lanjutkan saja dan direvisi nanti ya kak? Jawaban : Aku saranin tulis ulang kalau belum diajukan ke editor. Pengen naskahnya diterima ‘kan? Hehehe...

5.                    Untuk outline itu kita masukkan setiap adegan yang memiliki kesinambungan di konflik atau hanya konfliknya saja kak?

Jawaban : Berhubungan dengan konflik-konflik sebelumnya ya... dan jangan lari dari sinopsis atau konsep cerita kamu.

6.               Terimakasih untuk ilmunya, aku ada pertanyaan. Kalau sekarang kan, orang-orang suka sekali dengan ceo, bagaimana kalau tokoh utamanya adalah pegawai baru  masih akan ada kemungkinan untuk dilirik, karena kalau CEO rasanya terlalu tinggi untuk digapai. Terimakasih ...!

Jawaban : Masih ada. Asalkan konflik cerita dan alurnya menarik. Karakter tokohnya juga dibuat menarik dan bisa berkembang. Emang CEO terlalu tinggi ya? Karena itu kan khayalan yang diinginkan pembaca karena dia nggak bisa dapatkan di dunia nyata. Jadi, mereka baca itu sebagai hiburan. Balik lagi ke tujuan menulismu untuk apa. Kalau CEO terlalu tinggi, coba untuk ke karakter yang lebih sederhana. CEO agak berat kalau nggak punya pengalaman di dunia bisnis, ya? Sesuaikan kemampuan saja, asalkan cerita dan alurnya menarik. Profesi bukan masalah besar. Yang penting karakternya.

7.                   Aku mau nanya terkait premis dan blurb. Perbedaan/kesamaan yang menonjol dari itu apa kak? Karena aku cari di google masih belum nemu pemahaman yang  bener-bener pas. Terimakasih ka

Jawaban : Premis adalah inti cerita secara keseluruhan atau kesimpulan cerita. Biasanya premis disimpan sendiri oleh penulisnya, tidak diberikan ke pembaca. Biar penasaran.

Sedangkan blurb itu lebih ke kalimat iklan supaya pembaca tertarik untuk membaca buku kita dan gambaran sederhana dari cerita yang kita tulis.

8.                   Izin tanya, Kak. Untuk kerangka outline sendiri, apakah yang kaka ajukan di Fizzo seperti outline yang ini? (Iya.) Jika dalam menulis sinopsis lengkap, mulai dari awal, tengah, akhir, dan konflik utama tidak dibuat perpoin seperti kakak tadi bisa gak, Kak?

Jawaban : Nggak bisa. Editor butuh gambaran keseluruhan. Pengen diterima naskahnya sama editor ‘kan? Semuanya harus dikasih lengkap ke editor. Kalau dalam dunia bisnis, namanya pitching. Jadi, kita harus bisa meyakinkan editor kalau buku kita ini menarik dan layak untuk diterbitkan. Kalau kita jualan dan nawarin barang, nggak mungkin barangnya kita sembunyikan setengah-setengah ‘kan? Buat detail, lengkap, menarik dan rapi. Editor suka itu. Karena naskah yang dikerjain sama editor itu banyak. Jadi, yang ngeribetin mereka, mereka berhak nolak.

9.                   Untuk, outline tersendiri apakah setiap konflik harus di jelaskan dengan rinci? Dari awal sampai akhir. Tapi, takutnya nanti di sangka jalan cerita lambat. Jadi, sebaiknya untuk outline yang menarik perhatian editor itu seperti apa ya kak?

Jawaban : Alurnya jangan dibikin lambat dan bertele-tele. Outline dijelaskan intinya saja. Rincinya akan ada di naskah yang kita tulis per bab.

10.               Punyaku di awal bab adalah prolog yang menyangkut pertemuan pertama. Jadi nanti pada bab selanjutnya adalah kehidupan mereka selanjutnya dan sedikit² dimunculkan flashback. Kira² itu menarik nggak kak?

Jawaban : Menarik. Tinggal dikemas pertemuan pertamanya seperti apa. Munculkan flashback jangan terlalu banyak, ya. Pembaca platform nggak begitu suka dengan flashback, mereka lebih suka alur maju.

11.               Satu lagi Kak Vella. Kasih tips ala kakak cara membangun kepercayaan diri dalam menulis. Apa lagi saat kita ingin membuat outline cerita.

Jawaban : Kepercayaan diri itu penting. Setiap orang punya cara sendiri untuk membangun kepercayaan dirinya masing-masing. Kalau aku... balik ke tujuan menulisku. Aku ingin menyampaikan pesan kepada banyak orang. Supaya pesanku tersampaikan, aku harus percaya diri dengan karyaku sendiri. Percaya kalau karya kita berbeda dan punya karakter sendiri. Kalau kita nggak percaya sama karya kita sendiri, gimana kita bisa meyakinkan orang lain kalau karya kita itu layak dibaca? Kepercayaan diri itu berasal dari diri kita sendiri. So, bangun kepercayaan dirimu dengan cara yang nyaman untukmu.

 

 

Kalian kalau punya pertanyaan atau mau curhat, bisa banget komen di bawah, ya!

Atau kirim email ke vellaninenm@gmail.com kalau kalian malu untuk bertanya di forum terbuka.



Much Love,



Rin Muna


Saturday, April 23, 2022

APLIKASI GILA‼️ FIZZO, Satu-Satunya Aplikasi Baca yang Berani Membayar Pembacanya.

Hai, hai ...!
Berjumpa lagi sama aku.
Kangen, nggak? 
Kangen, nggak?

Kangen, dong!
Hehehe.

Kali ini, aku mau bahas soal aplikasi, nih. Aplikasi baca-tulis yang masih baru banget dan berhasil bikin aplikasi pesaingnya ketar-ketir. Gimana nggak ketar-ketir? 
Fizzo adalah satu-satunya Platfom yang bisa menghadirkan bacaan gratis untuk pembacanya, tapi tetep menghargai penulis. Mereka kasih bonus buat penulis-penulis Top nggak tanggung-tanggung. Apalagi, karya-karya penulisnya booming dan dibaca banyak orang.
Lebih parahnya lagi, Fizzo sekarang malah ngasih bayaran buat pembacanya.
Gila, kan?
Gila banget!
Kenapa?
Karena Fizzo ini aplikasi milik ByteDance. Perusahaan raksasa yang punya aplikasi TikTok. Bayangin aja, perusahaan sebesar itu melirik aplikasi baca untuk jadi salah satu produk andalan mereka dan nggak main-main. Jadi, skema sistem Fizzo emang mirip banget sama TikTok yang ngasih koin untuk pengguna baru.

Di mana lagi ada aplikasi baca yang menghadirkan bacaan gratis buat pembaca, malah dibayar pula pembacanya?
Cuma Fizzo yang bisa begini.

Kalau kamu suka baca dan mau dapetin uang, kamu wajib download Fizzo!
Caranya gampang banget!
Kamu download Fizzo dan masukin kode undangan A160641 ke aplikasi Fizzo yang udah kamu unduh.

Caranya?
1. Download Fizzo dan buat akun.
2. Pilih Dapatkan Hadiah di profil kamu.

3. Ketik kode undangan di kotak dialog yang sudah disediakan. Masukkan kode A160641 dan klik Konfirmasi.
4. Klik kotak hadiah yang tampil di beranda kamu.
5. Klaim hadiah check-in harianmu.

6. Koin akan masuk ke Saldo akun kamu. Bisa kamu tarik ke Ovo, Dana, Bank dan sebagainya setelah saldo kamu mencapai Rp 2000. Kalau kamu rajin baca, tentunya bisa mengumpulkan hadiahnya dengan mudah. Kalau aku, karena aku sibuk nulis, jadi nggak sempat ngumpulin koin banyak-banyak. 
7. Rajin baca buat dapetin koinnya! 10 koin sama dengan Rp 1. Emang receh banget, tapi kalo dikumpulin bisa jadi banyak dan bisa dipake beli pulsa, loh.
8. Biar makin berkah dan rajin dapet koinnya, kamu bisa baca karya-karya tulisku yang berjudul "Suami untuk Istri" dan "Assalamu'alaikum, Ya Habib!"


Gimana? Kamu tertarik atau nggak kalau bisa baca buku dan dapetin duit juga?
Ini kayak paket komplit buat pembaca.
Pembaca bisa baca gratis, bisa nikmati healing dan ilmunya dan masih dapet duit juga.
Asyik banget, kan?

But, kalian harus tetap ingat untuk selalu menghargai kerja keras penulisnya.
Karena penulis juga sudah bekerja keras menghasilkan karya untuk bisa kamu baca.
Meski penulis bersedia memberikan karya gratis, bukan berarti dia nggak butuh penghasilan. Supaya bisa tetep menulis, mereka semua butuh mengamankan isi perut sendiri dan keluarga. Karena pekerjaan penulis itu nggak mudah. Sudah mengerahkan seluruh tenaga, waktu, pikiran dan seluruh hidupnya untuk menciptakan sebuah tulisan.

Sampai di sini dulu tulisan kecil dari aku.
Kalau ada yang mau ditanya, silakan komen di bawah ini!


Much Love,


Rin Muna

Thursday, April 7, 2022

FIZZO : Aplikasi Baca Terbaik yang Jadi Favorite Pembaca dan Penulis

 




Fizzo adalah salah satu platform baca-tulis yang saat ini menjadi favorite pembaca dan penulis karena memberikan keuntungan lebih. 
Pembaca disuguhkan oleh bacaan gratis sampai tamat dan penulis tetap mendapatkan penghasilan karena karyanya dikontrak dan dibayar oleh platform tersebut.
Platform/aplikasi yang diluncurkan pada 26 April 2021 sudah diunduh sebanyak 5juta lebih pengguna hanya dalam kurun waktu 1 tahun. Platform ini termasuk platform yang berani membayar mahal penulis di awal dan pembaca tetap bisa mengakses bacaan secara gratis.
Kenapa saya bilang berani? Karena tidak semua platform memiliki keberanian seperti ini. Bisa dibilang, Fizzo adalah sebuah aplikasi besar yang diluncurkan oleh Poligon (Developer) di bawah naungan perusahaan ByteDance. Semua orang tahu bahwa ByteDance adalah sebuah perusahaan besar yang meluncurkan aplikasi TikTok pada 7 Mei 2017 dan sudah didownload oleh lebih dari 500 juta pengguna internet di dunia.

Masih belum mengerti, kenapa perusahaan kelas kakap seperti ByteDance memilih untuk meluncurkan platform baca di saat aplikasi video kreatifnya sudah sangat mendunia.

Fizzo juga diperkirakan akan menjadi platform baca nomor 1 di dunia yang menghadirkan banyak bacaan berkualitas secara gratis dan tetap menghargai penulisnya.

Fizzo memiliki banyak penawaran untuk penulis baru. Hingga Maret 2022, Fizzo menarik banyak penulis berpotensi untuk bergabung dengan platform ini agar semakin banyak orang yang mendownload aplikasi ini. Termasuk saya yang sudah menandatangani kontrak dengan Fizzo pada Desember 2021 dan merilis satu buah novel berjudul "Suami untuk Istri" pada Januari 2022.

Fizzo berani membayar beberapa penulis berpotensi dengan perhitungan Basic Fee sebesar 4$-20$ tergantung kualitas bacaan dan massa yang bisa ditarik oleh penulis itu untuk menggunakan aplikasi ini. Selain Basic Fee, penulis dengan kontrak ekslusif juga masih diberikan bonus daily 150$ untuk minimum update 60.000 kata dalam 1 bulan. Bonus daily tentu hanya bisa didapatkan untuk kamu yang rajin update setiap harinya. 
Selain bonus daily, ada bonus apa lagi? 
Ada banyak.
Ada bonus sign fee senilai 50% apabila kamu berhasil menandatangani kontrak pertama kamu. Kemudian, ada bonus pembagian hasil iklan yang bisa kamu dapatkan sesuai dengan jumlah penayangan novel kamu.
So, berminat nulis di Fizzo?
But, April 2022 ini ... peraturan Fizzo sudah berubah banyak. Apa aja yang berubah? Nanti aku ulas di artikel selanjutnya kalau kalian mau.

Soalnya, aku mau bahas yang lain lagi. Yaitu, keuntungan pembaca yang membaca di aplikasi ini.
Untuk pembaca yang suka dengan novel gratis berkualitas, Fizzo adalah tempat yang paling tepat. Kenapa? Karena aplikasi ini benar-benar memberikan akses bacaan gratis ke pengguna dengan tampilan yang nyaman banget. Selain itu, kamu bisa gunakan audiobook-nya secara otomatis untuk mendengarkan novel. Buat emak-emak yang sering repot, bisa banget baca lewat audibook dan tetep asyik. Selain itu, novel ini juga bisa dibaca secara offline saat kamu sudah mengunduhnya. Asyik banget, kan?

Fitur di aplikasi ini juga mudah digunakan dengan tampilan yang nyaman dan dinamis. Rata-rata, pembaca novel adalah orang-orang yang berusia di atas dua puluh tahun. Sehingga, mereka menginginkan fitur yang nyaman di mata. Tidak terlalu banyak menu atau gambar-gambar yang mengganggu konsentrasi baca dan tetap nyaman. Fizzo, memberikan ruang untuk membaca dengan nyaman seperti sedang membaca buku sungguhan.
Selain itu, Fizzo juga sudah menghadirkan fitur pop-up notifikasi setiap kali novel favorite yang udah kamu masukin rak itu melakukan update karya. Jadi, kamu nggak perlu khawatir ketinggalan cerita dari author kesayangan kamu. Karena, notifikasi akan langsung muncul dan author tetep bisa fokus berkarya tanpa terdistraksi oleh hal-hal kecil, seperti harus memberikan announcement tentang novelnya yang baru di-update.

Itulah keuntungan penulis dan pembaca di aplikasi Fizzo. 
Kalau kamu bagian dari mana, nih? Pembaca, penulis atau pembaca yang jadi calon penulis?

Share pengalaman kamu di Fizzo dan diskusikan di kolom komentar ini, ya!


Much Love,

Rin Muna




Sunday, April 3, 2022

Awal Ramadan yang Menyedihkan


Ramadan tahun ini ... bisa dibilang adalah ramadan yang menyedihkan buat aku dan keluarga kecilku.
Kenapa?
Karena ... ramadan tahun ini benar-benar aku jalani seorang diri. Makan sahur hanya sendirian saja. Yang biasanya aku selalu bersama mbah, sekarang tidak lagi.
Sejak mbah lanang meninggal pada 20 Oktober 2021 lalu, rumahku menjadi lebih sepi. Aku hanya tinggal bersama dua anakku dan mbah perempuan. 
Sebulan yang lalu, mbah perempuan yang biasa tinggal denganku pun pergi meninggalkan aku. Dia sangat ingin tinggal di Kutai Barat bersama dengan keponakan-keponakan kesayangannya dan aku tidak mungkin mencegahnya. Sebab, sejak dulu memang memiliki keinginan untuk tinggal di sana.
Alhasil, aku hanya tinggal bersama dua anakku. Puteriku yang masih berusia enam tahun dan puteraku yang baru menginjak usia dua tahun. 
Awalnya, puteriku sangat antusias dan bahagia menyambut bulan suci ramadan. Dia terlihat begitu bersemangat ingin menjalani puasa seharian penuh, meski tidak tahu nantinya.
Semangatnya itu tiba-tiba sirna saat sehari sebelum menjelang puasa, dia tiba-tiba terserang demam tinggi bersamaan dengan adiknya. Seharian, dia hanya berbaring di kamar. Sedikit makan dan minum obat, tapi tak kunjung membuat panasnya reda. Ditambah lagi dengan muntah-muntah dan diare semalaman.
Karena sakit inilah, membuat puteriku tidak bisa ikut berpuasa pada 1 Ramadan tahun ini. Yang aku pikir akan sahur bareng bersama puteriku, ternyata malah harus menikmati waktu sahurku seorang diri.
Tapi ada satu hal yang masih bisa membuatku tersenyum dan tidak terlalu sedih karena hidup sendiri. Apa itu?
Puteriku bangun saat aku sedang makan sahur sendirian di dapur dan dia menemaniku duduk di meja makan.
"Mbak mau makan? Makan dulu, ya! Nggak usah puasa karena lagi sakit," pintaku pada puteriku.
Puteriku mengangguk. "Tapi aku mau makan nasi aja."
Aku tersenyum dan llangsun menyodorkan nasi pemberian dari tetangga semalam. Dia mau makan nasi itu meski hanya beberapa suap. Tiga sendok pun, mungkin tidak sampai. Aku tahu, bagaimana rasanya saat sedang sakit dan sulit untuk menikmati makanan. Jadi, aku juga tidak memaksanya makan banyak. Aku hanya memberinya obat penurun panas kembali setelah ia selesai makan.

Bisa dibilang, Ramadan tahun ini adalah Ramadan yang paling menyedihkan karena aku harus sahur seorang diri dan dua anakku dalam keadaan sakit.
Kalau kamu?
Bagaimana Ramadanmu tahun ini?
Apakah sendirian sepertiku juga?
Atau ... selalu ramai berkumpul dengan keluargamu?

Yuk, sharing pengalaman keseharian kamu di kolom komentar, ya!


Much Love,
Rin Muna

Puisi | Semakin Jauh

 

“Semakin Jauh”

 

Aku kini tak lagi bisa tersenyum

Aku  kini tak lagi  punya sayap

Sejak kau pergi jauh tinggalkanku

Dan masih penuh bekas luka yang tak jua sirna

 

Kini ku hanya bisa berdiam diri

Ku bagai peri tak bersayap lagi

Dan aku telah kehilangan hati

Yang pernah dalam hidupku beri arti

 

Air mataku kini tak ada arti

Kubiarkan tumpah begitu saja

Menjadi samudera yang tak terhitung luasnya

Yang membuat kita terpisah

Semakin  jauh…..semakin jauh…. dan  semakin jauh

 

Balikpapan, 12 Nopember 2009

Puisi | Aku Ingin ...

 

“Aku Ingin ...”

 


Sat aku mulai  membuka mata

Aku ingin kamu ada di sisiku

Temaniku setiap waktu

 

Saat aku mulai terlelap

Aku ingin kamu tetap di sampingku

Membelai rambutku dan mencium pipiku

Hingga aku damai dalam tidurku

 

Saat aku membuka mata kembali

Aku ingin kamu masih ada di sampingku

 

Dan saat aku menutup mata tuk selamanya

Aku ingin  tetap ada di hatimu

Dan selamanya kau mencintaiku

Karena selamanya kamu ada di hatiku…

 

Balikpapan, 23 Desember 2009

Puisi | Rasa yang Semu

 

“Rasa yang Semu”

 

Angin...

Tolong sampaikan padanya

Bahwa aku benci dia

Dan tak pernah mencintainya

 

Dan jangan katakan yang sejujurnya

Bahwa aku sungguh mencintainya

Bahwa aku membutuhkannya

 

Aku tak ingin dia tahu

Perasaanku baginya semu

Yang aku mau dia tahu

Kalau aku tak pernah merindu

 

Balikpapan, 16 Februari 2009

Tuesday, March 22, 2022

Puisi | Lorong Cinta

 

“Lorong Cinta”

 


Kulangkahkan kakiku menyusuri lorong cinta

Yang kini tak lagi bercahaya

Dalam kegelapan kuterus melangkah

Dengan naluri yang tak meyakinkan

 

Begitu  lelah aku melangkah

Lorong cintaku seakan tak berujung

Begitu penat kurasakan

Tak kuasa ku menahan dahaga

Nafasku pun terasa berhenti…

 

Kenapa lorong cintaku tak berujung..

Kemarin kulihat ada di hadapanku

Sebuah keindahan yang tak henti kuagungkan

Sebuah tempat terindah yang pernah kulihat

Tapi kini semua sirna ditelan kegelapan

 

Aku terus melangkah dalam  kegelapan

Mencoba mencari setitik cahaya

Tapi  tak kutemui sampai sejauh ini

 

Dengan sisa-sisa kekuatanku

Kuraba dinding-dinding cintaku

Ku kumpulkan serpihan hatiku

Ku dekap dengan penuh kelemahan

 

Kakiku seakan layu

Ku terbaring lemah bersama sisa-sisa cintaku

Dalam gelap aku meratap

Meraba cinta yang telah hancur

Aku tak lagi mampu melihatnya

Semua keindahan dalam hidupku

Sirna begitu saja dalam gelapnya cintaku…

 

Balikpapan, 10 Oktober 2009

Monday, March 21, 2022

Puisi | Bayangkan ...!

 

“Bayangkan ...!”

 

 


Bayangkan…!

Bila separuh hatimu menghilang

Masih bisakah kamu mencintai sepenuhnya

 

Bayangkan…!

Bila separuh jantungmu musnah

Masih bergunakah sisa jantungmu

 

Bayangkan…!

Bila sebelah kakimu tak ada

Masih bisakah kamu berdiri tegak

 

Bayangkan…!

Bila indera-inderamu terenggut

Masih bergunakah sisa-sisanya

 

Bayangkan…!

Bila kedua tanganmu tak ada

Masih bisakah kamu memberi dan berbagi

 

 

 

 

Bayangkan…!

Bila  jiwamu melayang tanpa arah

Masih adakah gunanya ragamu…

 

Bayangkan…!

Bila hal terpenting dalam hidupmu menghilang

Apa yang akan kamu lakukan…

 

Apa yang akan kamu lakukan

Saat orang yang paling kamu cintai menghilang dari hidupmu..

Apa yang akan kamu lakukan

saat orang yang paling kamu sayangi menjauh dan membencimu…

 

Balikpapan, 09  Oktober 2009

Puisi | Aku Kini

 

“AKU KINI”

 

Apa kamu tahu…

Bagaimana aku setelah kamu pergi

Apa kamu pernah berpikir

Sedikit saja tentang aku

 

Aku kini seperti pengembara

Terus berusaha mencari cinta yang hilang

Aku kini seperti anak angsa

Yang tak tahu arah kembali

 

Aku  kini seperti kupu-kupu

Yang terbang kelilingi alam ini

Terus mencari rindu-rindu  yang tersisa

 

Aku kini seperti bintang-bintang

Yang tak mampu bersinar kembali

Terus mencari rasa yang pergi entah kemana

 

Aku kini seperti burung-burung jalang

Yang tak mampu menahan rasa lelah

Terus berusaha mengepakkan sayap untuk sisa sayangku

 

Aku kini seperti cacing-cacing

Yang mengembara dalam tanah tandus

Terus berusaha mencari sisa mineral cinta

 

Aku kini seperti semut-semut

Yang beriring dalam kehampaan

Terus berusaha mencari sisa gula cinta

 

Aku kini seperti lebah-lebah

Yang terperangkap di tengah samudera

Terus berusaha  mencari sisa madu cinta

 

Masih adakah nurainimu tuk diriku

Masih adakah cinta yang dulu pernah kau beri

Masih adakah aku…di lembar terkecil dalam  hatimu…

 

Balikpapan, 09 Oktober 2009

AFTER SAVAGE - (Bab 11 - Menepis Benalu)

 


Arlita bergelayut manja di lengan Nanda saat pria itu mengantarkannya pulang ke apartemennya. Tak peduli pria itu sudah menikah dengan wanita lain. Asalkan kebutuhannya masih dipenuhi, ia tidak akan melepaskan Nanda dengan mudah begitu saja.

“Nan, thank’s ya udah belanjain aku hari ini!” Arlita tersenyum manis dan mengecup pipi Nanda. “Gimana kalau malam ini kamu nginap di apartemen aja? Aku kangen sama kamu.”

“Nggak bisa kalau nginap, Lit. Ada istriku di rumah. Kalo dia laporin aku ke papa dan mama, bisa habis hidupku.”

“Dia jahat banget, sih?”

“Dia nggak jahat, Lit.”

“Jahat. Dia udah rebut kamu dari aku.”

“Bukan dia yang rebut. Aku yang udah bikin dia hamil. Aku harus bertanggung jawab, Lit,” sahut Nanda.

“Kamu hamilin aku juga! Biar kita bisa nikah juga, Nan.”

“Kamu mau jadi istri kedua?” tanya Nanda.

Arlita menggeleng. “Aku mau jadi satu-satunya buat kamu, Nan. Kapan kamu bercerai sama Ayu? Kayaknya, akhir-akhir ini waktu jadi terasa lambat banget.”

“Aku harus dapatkan hak asuh anakku saat aku ceraikan Ayu. Kamu jangan banyak tingkah, ya!” pinta Nanda. Ia menyubit gemas hidung Arlita sambil tersenyum manis.

Arlita mengangguk sambil tersenyum manis. “Aku pasti support kamu dan akan menerima anak itu seperti anakku sendiri saat kita menikah nanti.”

Mereka melangkah keluar dari lift dan langsung menuju nomor apartemen milik Nanda yang selama ini ditinggali oleh Arlita.

Belum sampai ke pintu apartemen, langkah mereka terhenti ketika melihat sosok wanita paruh baya berdiri di sana.

Nanda buru-buru menepis tangan Arlita dari tubuhnya dan berdiri tegang di sana.

“Ta-tante Nia?” Bibir Arlita bergetar saat melihat wanita itu sudah berdiri di depan pintu apartemennya.

“Kamu beneran masih tinggal di apartemen ini?” tanya Nia. “Kalian sudah putus ‘kan?”

Arlita langsung menoleh ke arah Nanda.

“Kamu belum putusin Lita?” tanya Nia.

“Ayu juga lagi jalan sama Sonny, Ma,” jawab Nanda.

“Pertanyaan Mama bukan itu.”

“Ma, aku sama Ayu menikah bukan karena kami saling mencintai,” tutur Nanda.

PLAK!

Telapak tangan Nia mendarat keras di pipi Nanda.

Arlita terdiam melihat Nia tiba-tiba menampar wajah Nanda. Ia benar-benat tidak tahu harus berbuat apa.

“Kalau belum nikah, kamu boleh berhubungan sama perempuan mana aja. Tapi kamu sudah menikah. Harusnya kamu menghargai pernikahan kamu. Kamu malah pelihara perempuan yang bisanya Cuma morotin duitmu ini, hah!?” seru Nia penuh emosi.

Nanda terdiam sambil memegangi pipinya yang memanas.

“Belanjaan ini semua, Nanda yang bayarin ‘kan?” tanya Nia sambil menatap wajah Arlita.

Arlita mengangguk kecil sambil. “Iya, Tante.”

“Kunci apartemen ini mana?” tanya Nia sambil menengadahkan telapak tangannya.

“Ma, nggak harus kayak gini ‘kan?” tanya Nanda sambil menatap wajah mamanya.

“Dia bisa pakai apartemen ini karena mama memang ingin membantu dia. Bukan memberikannya begitu saja. Apalagi lihat kelakuannya kayak gini. Mama jadi nggak respect. Bisa-bisanya masih morotin kamu. Pasahal dia tahu kalau kamu sudah beristri,” tutur Nia.

“Tante, aku tinggal di mana?” tanya Arlita dengan mata berkaca-kaca.

Nia menghela napas. “Tante kasih kamu waktu selama satu minggu untuk cari tempat tinggal. Semua yang dimiliki Nanda, bukan milikmu!”

“Ma, kasihan Lita. Biarkan dia tinggal di sini. Apartemen ini juga nggak dipakai. Aku udah kasih rumah besar untuk Ayu. Dia nggak mempermasalahkan itu semua. Dia juga jalan sama Sonny, apa salahnya aku jalan sama Lita. Kami pasangan yang sesungguhnya.”

“Ayu jalan sama Sonny bukan untuk mesra-mesraan kayak kalian. Nggak tahu aturan! Kalau kamu masih seperti ini, jangan harap bisa punya jabatan di perusahaan. Lebih baik kami pelihara anak orang lain daripada anak sendiri yang tidak tahu diri!” sahut Nia.

Nanda gelagapan mendengar ucapan mamanya.

“Mama kasih kamu waktu satu minggu untuk selesaikan perempuan ini. Kamu tahu tuntutan dari keluarga Roro nggak main-main supaya kamu nggak dipenjara karena perbuatanmu itu. Papamu sudah menandatangi perjanjian sebelum kamu menikahi Roro Ayu. Kalau sampai Roro Ayu dan kamu bercerai, semua harta keluarga kita jadi taruhannya. Pikirkan itu, Nan! Apa susahnya memperlakukan dia sebagai istri dengan baik? Kamu tinggalkan perempuan ini atau jadi gembel? Pilihlah!” tegas Nia sambil melangkah pergi meninggalkan Nanda dan Arlita.

“Ma ...!” Nanda berusaha mengejar langkah mamanya, tapi Arlita menahannya.

“Nan, aku gimana?” tanya Arlita sambil menggigit bibir bawahnya.

“Lepasin, Lit! Aku selesaikan urusanku dengan Mama dulu. Kamu jangan ganggu aku dulu! Oke?”

Arlita terdiam dan melepaskan lengan Nanda perlahan. Ia menatap punggung Nanda yang menghilang di balik pintu lift yang ada di apartemen tersebut. Ia sudah terbiasa mendapatkan semua fasilitas dari Nanda tanpa harus bekerja. Jika semuanya diambil, dia tidak akan bisa hidup enak lagi. Gajinya sebagai SPG, tidak akan bisa mencukupi gaya hidupnya yang mewah karena fasilitas dari sang pacar.

“Sialan kamu, Yu! Kalau bukan karena ulahmu, aku nggak akan kehilangan Nanda. Aku nggak akan biarkan kamu ambil semua yang seharusnya jadi milikku!” ucap Arlita kesal sambil mengentakkan kakinya.

Sementara itu, Nia terus melangkah keluar dari apartemen itu dan masuk ke dalam mobil. Ia segera menuju ke Jamoo Restaurant karena sudah ada janji untuk bertemu dengan seseorang di sana. Perasaannya sangat tak karuan melihat puteranya bermain api dan membuat perusahaan keluarga mereka nyaris jatuh ke tangan keluarga bangsawan yang telah direnggut harga dirinya oleh sang anak.

Beberapa menit kemudian, Nia sudah masuk ke dalam Jaamo Restaurant dan menghampiri seseorang yang sudah menunggunya di sana.

“Hai ...!” sapa Nia sambil menghampiri wanita paruh baya yang sedang sibuk dengan tabletnya.

“Hei ...!” balas wanita paruh baya itu sambil bangkit dari sofa dan menyambut kedatangan Nia dengan hangat.

“Gimana kabarmu, Yun? Aku dengar, kamu tinggal di Amrik, ya?” tanya Nia.

“Nggak. Cuma temenin suami berobat di sana. Yah, bolak-balik Washington-Indonesia,” jawab Yuna sambil menatap wajah Nia.

Nia tersenyum manis dan duduk di sofa yang ada di sana. “Yeriko sudah sembuh?”

“Baru aja menyelesaikan pemasangan jantung mekanisnya. Suami yang punya penyakit jantung, aku yang jantungan terus setiap kali dia operasi. Takut nggak bangun lagi. Andre apa kabar?”

“Baik,” jawab Nia sambil tersenyum. “Kamu udah pesen makanan?”

“Belum. Masih nunggu kamu.”

Nia dan Yuna langsung memesan beberapa makanan untuk mereka.

“Aku denger anakmu sudah nikah. Kenapa nggak undang aku?” tanya Yuna.

“Nikah dadakan, Yun. Nggak sempat undang orang banyak. Acara keluarga aja,” jawab Nia.

“Aku juga dulu nikah dadakan, hahaha. Setelah itu, kayaknya banyak yang nikah dadakan. Anakku juga ikut begitu, hahaha. Sumpah, takdir hidup selalu bikin ngakak,” tutur Yuna sambil terus tertawa.

Nia ikut tertawa mendengar ucapan Yuna. “Iya, sih. Sekarang emang udah trend nikah dadakan kayak gitu. Nggak nyangka kalau anakku sastu-satunya juga bakal begitu.”

“Bukannya mau tunangan? Kenapa tiba-tiba nikah tanpa persiapan?” tanya Yuna penasaran.

“Dia nikah bukan sama calon tunangannya,” jawab Nia berbisik.

“Oh ya? Kok, bisa?” tanya Yuna lagi.

“Dia hamilin perempuan lain,” jawab Nia berbisik.

“HAHAHA.” Yuna tergelak mendengar ucapan Nia. “Sekarang udah biasa ‘kan? Mana ada anak muda zaman sekarang yang masih virgin?”

“Itu perempuan masih virgin, Yun. Dan polos banget, gitu. Dia nggak ngerti ada pil KB, alat kontrasepsi dan sejenisnya biar dia nggak hamil? Heran, deh. Masih ada aja cewek sepolos itu. Mana anakku itu burungnya nggak bisa diatur. Bikin malu keluarga aja,” jawab Nia sambil menatap serius ke arah Yuna.

“Hahaha.” Yuna tergelak mendengar cerita dari Nia.

“Lebih parahnya lagi, yang dia hamilin itu cucunya keluarga bangsawan, Yun. Masih cucunya Sri Susuhunan Pakubuwana. Aku mau gila sama anakku itu, Yun. Dari dulu, nakalnya minta ampun. Dosa apa aku sampe melahirkan anak begitu,” tutur Nia sambil memukul-mukul meja dan kepalanya bergantian.

“Hahaha.  Andre untung dong dapet mantu cucunya Sultan? Tapi mereka yang sial dapet anak kalian. Hahaha.” Yuna semakin tergelak.

“Iih ... kamu ini emang nggak berubah, ya? Paling demen lihat temen susah!?” dengus Nia.

“Jarang-jarang aku lihat temen susah, Nia. Eh, Andre mana? Nggak ke sini? Aku nggak lama loh di kota ini. Dia nggak nyempetin waktu buat temui aku?” tanya Yuna sambil menahan tawa.

“Sibuk di kantor katanya,” jawab Nia.

“Huh, gaya banget! Dulu aja ngejar-ngejar aku terus sampai mantan tunangannya dia itu bunuh anakku. Sekarang, sok cuek! Kalian nggak ingat jasaku yang udah comblangin kalian, hah!? Aku dilupain gitu aja.”

“Jangan ngomong gitu, dong! Ini aku ajak kamu ketemuan karena masih ingat sama jasa kamu,” tutur Nia sambil menyentuh lengan Yuna.

Yuna tertawa kecil.

“Yun, kasih aku saran dong gimana caranya nyingkirkan cewek yang ganggu rumah tangga anakku? Roro Ayu yang keturunan bangsawan itu bener-bener berbahaya, Yun. Aku sampe pusing ngurusinnya. Andre sampe lepas tangan gitu loh sama rumah tangga anak kami. Kalau sampai keluarga Roro Ayu tahu anakku itu masih punya pacar, bisa habis harta keluargaku, Yun.”

“Kok, bisa?”

Nia langsung menceritakan semua surat perjanjian antara keluarga Sri Susuhunan Keraton Surakarta dan keluarganya karena perbuatan Nanda yang melanggar norma. Pasal yang membuatnya sangat berat adalah pasal tentang larangan perpisahan di pernikahan mereka. Jika salah satunya melakukan gugatan cerai, maka seluruh harta keluarga Perdanakusuma akan dihibahkan ke keluarga Keraton Surakarta. Hubungan Nanda dan Roro yang tidak harmonis, membuatnya sangat khawatir.

 

 

((Bersambung...))

 

Terima kasih sudah jadi sahabat setia bercerita!

Dukung terus biar author makin semangat nulisnya!

 

 

Much Love,

@vellanine.tjahjadi

 

 

 

 

 

 

 

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas