Berbagi Cerita Hidup, Berbagi Inspirasi

Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Saturday, May 4, 2019

Sexy Killers; Pengorbanan untuk Penguasa




Baca juga artikel saya Nobar Sexy Killers di Taman Baca

Tanggal 13 April lalu kami menonton sebuah film dokumenter yang berjudul "Sexy Killers".
Sebuah film dokumenter yang memang benar-benar terjadi di wilayah kami.
Saat menonton film Sexy Killers, juga sedang ada kegiatan hauling batubara tepat di depan rumah.

Dari film yang sudah kami tonton, saya menyadari beberapa hal yang membuat hati ini benar-benar miris.
Yang pertama, kisah nelayan yang terdampak PLTU dan kisah warga yang terdampak tambang batubara.
Tidak dipungkiri kalau masyarakat memang butuh uang untuk melanjutkan hidupnya. Sehingga, banyak juga warga yang mendukung keberadaan tambang batubara karena dianggap dapat meningkatkan perekonomian keluarga.

Yang paling miris adalah ketika kami tahu siapa saja orang-orang yang ada dibaliknya. Para pengusaha yang dengan tega membiarkan nyawa melayang demi sebuah bisnis dan keuntungan untuk mereka.

Kami, rakyat kecil tidak bisa melakukan apa-apa. Selain hanya mengikuti aturan yang diberlakukan oleh pemerintah. Bisa jadi, 50 tahun yang akan datang kami akan kehilangan rumah kami, tanah kami dan semua isinya.
Ada banyak nyawa yang melayang untuk penguasa-penguasa negeri. Sedangkan kami, tidak pernah merasakan kayanya negeri Kalimantan yang kaya akan sumber daya alamnya. Kalau kamu jalan-jalan ke wilayah terdekat dengan pertambangan batu bara. Kalian tidak akan pernah merasakan mulusnya jalan seperti jalan di ibukota.

Aku sudah sering menulis artikel tentang batu bara. Tentang infrastruktur yang tidak dibangun secara layak. Hanya beberapa kota yang merasakan pembangunan. Sedangkan wilayah yang sumber daya alamnya dikuras habis-habisan, jalannya tetap saja rusak.

Di dalam film ini, terlihat bagaimana rakyat kecil berkorban untuk penguasa. Untuk memperkaya para pengusaha dan elite-elite negeri. Pengorbanan untuk penguasa itu tidaklah sedikit. Bukan hanya untuk penguasa elite saja. Masyarakat yang terdampak tambang batu bara dan PLTU sedang berkorban untuk seluruh rakyat Indonesia agar bisa menikmati listrik dengan harga yang murah. Tak peduli berapa banyak pengorbanan rakyat kecil yang tertindas. Asalkan, semua rakyat Indonesia bisa terpenuhi kebutuhan energi listriknya dengan baik. Tidak ada lagi yang teriak-teriak karena listrik mati dan sebagainya.

Ada harga yang harus dibayar untuk memenuhi kebutuhan rakyat banyak. Dan yang paling mahal adalah harga nyawa-nyawa orang yang telah terenggut karena dampak lingkungan yang diekploitasi secara berlebihan.

Wednesday, March 13, 2019

Belajar Hidup dari Ikan

Ariesa66



Ikan adalah salah satu hewan yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Omega 3 yang terkandung dalam ikan bermanfaat untuk kesehatan jantung. Selain itu, mengkonsumsi ikan juga bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan otak, menekan resiko kanker, menyehatkan mata, merawat kulit, mengatasi depresi dan lain sebagainya.
Ikan memiliki banyak manfaat untuk kehidupan manusia. Namun, ia tidak sombong, tak lantas membuatnya hidup di daratan atau di tempat yang lebih tinggi. Ia tetap hidup di dasar air. Sebagai makhluk yang posisinya paling rendah, hidup di bawah kaki manusia tapi memiliki banyak manfaat.
Ikan ada yang hidup di air asin, air keruh bahkan di tempat yang berlumpur. Namun, tak membuat dirinya menjadi asin atau menjadi barlumpur. Buktinya tetap saja enak di konsumsi oleh manusia. Hal ini menunjukkan kalau ikan memiliki pendirian yang teguh. Sekalipun ia berada di tempat yang asin, di tempat yang kotor. Tidak menjadikan tubuhnya asin atau berbau lumpur. Baunya tetap sama, tetap amis. Hidupnya tetap teguh pada pendiriannya. Tidak mudah berubah mengikuti kondisi lingkungannya. Di sini kita belajar, bahwa kita bisa berada di mana saja, berteman dengan siapa saja. Bahkan, berteman dengan orang paling nakal sekalipun tidak lantas membuat kita ikut nakal. Dari merekalah kita bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk. Bukan kemudian ikut-ikutan menjadi buruk. Kalau kita ada di dalam lingkungan yang baik. Tentulah kita termasuk orang yang beruntung. Maka, kita harus belajar menjadi lebih baik. Jika kita berada dalam lingkungan yang buruk, kita juga harus belajar membentengi diri agar kita tidak mudah terpengaruh dan selalu bisa mawas diri menjadikan diri kita lebih baik lagi.
Ikan berenang melawan arus. Contohnya ikan Salmon. Ikan Salmon sanggup melawan arus air, naik ke atas, rela luka-luka, berani mengambil resiko di makan pemangsa hanya untuk mencapai tujuan hidupnya yakni bertelur di hulu sungai. Dalam hidup ini pasti ada resiko. Bukan tentang menjalani hidup apa adanya seperti air mengalir, tapi bagaimana kita berani menghadapi resiko demi mencapai tujuan kita.
Sama halnya Ketika aku memutuskan untuk menulis, maka aku harus mengambil resikonya. Resiko tidak ada pembaca yang membaca tulisanku. Resiko mendapat kritikan pedas ketika aku menulis sebuah opini. Resiko mendapatkan hujatan karena tulisan kita dianggap tidak bermanfaat dan lain-lain. Setiap apapun yang kita kerjakan pasti ada resikonya. Tidak ada satupun dalam kehidupan ini yang tidak beresiko. Maka, kita harus menjadi orang yang berani, tangguh, sabar dalam menghadapi resiko. Jangan menyerah walau dicaci! Jangan menyerah walau jatuh berkali-kali!
Hidup ini indah jika kita selalu bersyukur. Berani memeluk semua rasa sakit dengan penuh cinta. Berani menjadikan resiko adalah cinta kasih dari Tuhan yang menginginkan kita menjadi manusia yang lebih baik lagi. Jangan pernah takut. Tetaplah berikhtiar dan mulailah segala sesuatu dengan ucapan “Bismillah” supaya kita kuat menjalani resiko apa pun.

Selamat malam ...
Semoga esok menjadi hari yang menyenangkan.
Tetap semangat ya ...!

Saturday, March 9, 2019

12 Jenis Jamur Berbahaya di Sekitarmu

Hai teman-teman ...!
Ketemu lagi sama aku.
Kali ini aku bahas tentang fenomena yang terjadi di sekitarku.
Beberapa waktu yang lalu, kami dibuat heboh oleh beberapa warga yang tiba-tiba berhalusinasi sampai harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Usut punya usut, ternyata mereka keracunan jamur yang mereka konsumsi. Sebelumnya, warga tersebut mencari jamur merang yang biasa tumbuh di janjangan kosong yang berada di area perkebunan sawit. Karena jamur merang salalu diserbu oleh banyak orang setiap hari, bisa saja jamur itu sedang kosong. Akhirnya, mereka memetik jamur yang tumbuh di tanah. Menurut beberapa orang, jamur tanah atau jamur tahi adalah jenis jamur beracun yang tidak layak untuk dikonsumsi.

Dari kejadian tersebut, akhirnya aku mencoba menggali informasi dan mencari tahu jenis jamur yang tidak berbahaya. Maklum, aku juga termasuk salah satu penggemar jamur. Dimasak apa pun, jamur selalu sedap di lidah.

Dilansir dari berbagai sumber, aku berhasil mengumpulkan data jenis-jenis jamur yang tidak baik untuk dikonsumsi karena beracun.


1. Angel Wing (Pleurocybella porrigens)

Selain nama yang cantik, Angel Wing juga memiliki bentuk dan rupa yang cantik pula. Namun, nama dan bentuk yang cantik tidak membuat Angel Wing ramah pada manusia, justru memiliki racun yang mematikan. Dulu, jamur ini sempar dikatakan aman untuk dikonsumsi. Namun, setelah banyak korban jiwa berjatuhan karena memakan jamur ini, maka jamur ini dinyatakan berbahaya. Angel Wing mengandung racun berbahaya yang setara dengan sianida.

2. Deadly Webcap (Cortinarius rubellus)

Sesuai dengan namanya, jamur yang satu ini adalah jenis jamur yang berbahaya. Usai mengonsumsi jamur ini, kalian akan mengalami flu, gagal ginjal, haus, sering buang air, rasa sakit di ginjal dan susah untuk buang air kecil setelah 2 sampai 3 hari. Jika dibiarkan, akibatnya bisa fatal.




3. Panther Cap (Amanita pantherina)

Jamur yang satu ini bisa membuat pemakannya berhalusinasi dan harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit karena sulit disadarkan.








4. Autumn Skillcap (Galerina marginata)



Jamur ini memiliki zat racun yang sama dengan Death Cap yakni amatoxins. Jamur ini dapat menyebabkan diare, muntah-muntah, hypotermia dan kerusakan pada hati.







5. False Morel (Gyromitra esculenta)

Jamur ini dijuluki Human Brain Fungus karena bentuknya yang menyerupai otak manusia. Jamur ini masih bisa dikonsumsi apabila dimasak dengan kematangan yang baik sampai racun gyromitrin yang terkandung dala False morel bisa berkurang. Efek dari mengonsumsi jamur ini hampir sama dengan efek jamur beracun yang lainnya.

6. Podostroma Cornu-Damae

Jamur berwarna orange atau merah ini memiliki racun trichothecene mycotoxins yang sangat mematikan. Kalau dilihat dari bentuknya, sepertinya jamur ini enak dilahap dan rasanya manis seperti wortel. Namun, sesungguhnya mengonsumsi jamur ini dapat merusak organ tubuh. Jamur ini bisa memberikan gejala seperti sakit perut, kulit terkelupas, rambut rontoh, tekanan darah rendah, nekrosis hati, gagal ginjal dan kematian.

7. Conocybe Filaris


Dilihat dari bentuknya, jamur ini terlihat aman karena hampir mirip dengan jamur tiram. Hanya saja warnanya lebih cokelat, berbeda dengan jamur tiram yang berwarna putih bersih.
Jamur ini sangat berbahaya karena mengandung zat mycotoxins. Mengonsumsi jamur ini bisa berujung pada gagal ginjal dan hati.




8. Destroying Angels (Amanita virosa)


Dilihat dari bentuknya, Destroying Angels memiliki warna putih dan cantik seperti aman untuk dikonsumsi. Namun, jamur ini memiliki tekstur yang terlihat kalau jamur ini tidak layak untuk dimasak. Aku sendiri sering menemui jamur ini di kebun atau hutan yang ada di belakang rumah. Bisa dibilang, aku tidak asing lagi dengan bentuk jamur yang satu ini. Sejak kecil, aku sudah tahu kalau jamur ini beracun sehingga aku tidak pernah mencoba untuk memakannya. Jamur ini memiliki efek sangat berbahaya karena tidak ada penawar racunnya.

9. Deadly Dapperling (Lepiota brunneoincarnata)

Dari namanya saja sudah jelas kalau jamur jenis ini adalah jamur yang mematikan. Jamur ini memiliki efek berbahaya seperti keracunan hati dan gagal ginjal.







10. Death Cap (Amanita phalloides)

Jamur ini sangatlah berbahaya karena dapat membuat orang meninggal dunia akbiat gagal ginjal dan kerusakan hati. Tidak ada obat untuk jamur ini. Sehingga, jangan sekali-sekali mencoba untuk mengonsumsi jamur yang satu ini.




11. Coprinus

Jamur beracun yang satu ini bisa kita temukan di bawah pohon pisang. Atau kalau kalian senang memetik jamur merang jangkos sawit, jamur ini biasanya tumbuh berdampingan dengan jamur merang. Sehingga, kamu harus jeli ketika mencari jamur merang jangkos. Karena, tidak semua jamur yang tumbuh di merang jangkos itu bisa dikonsumsi. Ada juga jamur yang mengandung racun.




12. Phallus

Sewaktu masih kecil, aku sering kali memainkan jamur yang satu ini. Baunya jelas tidak sedap dan sulit hilang dari tangan walau sudah dicuci. Dari kejauha, aroma dari jamur ini sudah tercium. Jamur ini berbentuk seperti alat kelamin pria sehingga orang di sini banyak yang menyebutnya jamur k*nt*l. Jamur ini memiliki jaring-jaring yang berwarna kuning atau hijau sedangkan batangnya berwarna putih. Waktu kecil, aku menyebut jamur ini sebagai jamur tuyul. Ini karena doktrin dari orang-orang tua yang membuat dongeng asal-usul jamur ini yang katanya jelmaan tuyul.

Sebenarnya masih ada banyak jenis jamur beracun yang ada di sekitar kita. Hampir semua jenis jamur mengandung racun. Namun, aku tidak bisa menuliskan semuanya karena di alam nyata aku baru menjumpai jenis-jenis jamur yang aku tuliskan. Sehingga aku sendiri sudah tahu bagaimana bentuk, bau dan tekstur jamur tersebut.

Pokoknya, jangan sekali-sekali mengonsumsi jamur yang tumbuh di tanah atau bekas kotoran hewan. Sudah jelas jamur tersebut pasti berbahaya.

Kalau mau aman, konsumsi saja jamur yang sudah biasa dikonsumsi dan dinyatakan aman seperti jamur tiram, jamur merang, jamur kuping dan jamur kancing.

Jangan pernah mencoba-coba memakan jamur beracun ini hanya karena ingin mendapatkan efek halusinasi. Karena jamur ini tidak hanya menimbulkan efek halusinasi tapi juga menyebabkan kematian.



Sumber referensi :
- tahupedia.com
- tentik.com


7 Jenis Bahan Kaos Yang Perlu Kamu Ketahui

Sumber Ilustrasi : mallonlineindonesia.com
Hai teman-teman ...!
Ditulisan kali ini aku mau bahas soal kaos yang aku pakai hari ini. Kebetulan hari ini cuaca di Kaltim lagi panas-panasnya karena musim kemarau. Dan yang paling fatal, aku jalan keluar di siang hari yang terik pakai kaos berbahan TC (Teteron Cotton). Kebayang kan ya gimana panasnya dan gerahnya saat aku keluar siang hari pakai kaos itu.
Di siang bolong saat lagi panas, terutama untuk daerah tropis, harusnya aku jalan keluar rumah mengenakan kaos berbahan katun combed. Itu jauh lebih nyaman daripada mengenakan kaos berbahan TC. Karena katun combed bahannya dingin dan menyerap keringat, baik digunakan ketika siang hari. Terutama untuk daerah-daerah tropis seperti di Indonesia.
Nah, dari pengalaman aku kali ini, aku belajar untuk memilih bahan kaos sesuai dengan kebutuhan sehari-sehari kita. Hmm ... lebih tepatnya sesuai dengan kondisi di sekitar kita.
Nih, ada 7 bahan kaos oblong atau T-Shirt yang perlu kamu tahu agar kamu nggak salah memilih kain saat bepergian ke luar rumah.

1. Katun (Combed 20s, 24s, 30s)

Kain combed merupakan salah satu kain yang memiliki serat benang halus, nyaman, dingin dan menyerap keringat saat digunakan.
Kain katun combed dibuat dari 100% serat kapas murni yang dibedakan menjadi 3 bagian sesuai dengan jenis benang dan gramasinya (gr/m2). Ada katun combed 20s, 24s, dan 30s. Yang bikin tiga jenis kain ini beda adalah ketebalan dari kain tersebut. Kain combed 30s adalah jenis kain yang paling tipis sedangkan combed 20s merupakan jenis combed yang paling tebal. Biasanya para pelaku usaha distro akan memilih kain cotton combed 20s karena lebih tebal, sehingga tidak mudah melar dan sangat nyaman untuk digunakan.

2. Cardet (20s, 30s)

Kain cardet bisa dibilang sebagai KW 1-nya cotton combed. Karena harganya relatif murah, kain ini digunakan untuk menyasar pasar menengah ke bawah seperti seragan buruh, kaos oblong dan kaos pabrik.

3. Polyester Dan PE
konveksia.com

Kain plyester sangat panas ketika dikenakan. Sehingga kain ini kurang cocok buat kita yang tinggal di iklim tropis. Karena kita tidak akan nyaman saat menggunakan kain tersebut terutama di siang hari. Karena kain ini terbuat dari bahan ester (hasil sampingan minyak bumi yang digunakan sebagai pembuat serat fiberpoly).

4. TC (Teteron Cotton)
konveksia.com

Teteron Cotton merupakan hasil percampuran antara cotton dengan polyester dengan komposisi 35% cotton combed dan 65% polyester. Kain ini sulit menyerap keringat dan terasa panas. Namun , kain ini tidak mudah melar dan tahan kusut walau sudah lama digunakan.

5. Viscose (Rayon)
konveksia

Viscse atau Rayon memiliki tingkat kelembapan yang lebih tinggi dan warna yang lebih baik dibanding kapas. Serat viscose juga lebih lembut dari kapas. Kain ini jarang sekali tersedia di pasaran karena harganya yang lebih mahal dan terkesan mewah.

6. CVC (Cotton Viscose)
konveksia.com

Cotton Viscose mampu menyerap keringat dengan baik dan nyaman digunakan dibanding bahan lain karena tingkat pebyusutan polanya (shrinkage) lebih kecil daripada katun.

7. Hyget (Spandek)
konveksia.com

Hyget terbuat dari plastik dan sangat tipis. Hyget biasanya digunakan untuk mencetak kaos dalam jumlah sangat besar dengan biaya yang kecil seperti pembuatan kaos partai untuk kampanye. Sebenarnya, karakteristik hyget tidak layak untuk dijadikan kaos.

Nah, ini dia 7 jenis bahan kaos yang biasa digunakan untuk membuat kaos oblong atau T-Shirt. Kamu perlu tahu jenis-jenis kain yang kamu beli agar sesuai dengan kondisi cuaca yang ada di lingkunganmu. Terlebih lagi buat kamu yang demen belanja online. Kamu harus bisa bedain mana bahan spandek dan rayon. Kalau tidak bisa bedain, bisa-bisa kamu salah beli karena cuma lihat di gambar doang.
Usahakan memilih bahan kaos yang tepat untuk kamu gunakan. Misalnya, di siang hari yang terik kamu mengenakan kaos berbahan combed 30s dan di malam hari yang dingin kamu mengenakan kaos dengan bahan TC atau PE.
Semoga tulisan kali ini bisa bermanfaat untuk teman-teman dan tidak salah pilih bahan kaos saat bepergian supaya tetap nyaman di perjalanan dan tidak membuat mood kamu rusak.
Terima kasiih ....
Sampai jumpa di artikel selanjutnya ya!



Sumber referensi : konveksia.com

Wednesday, February 27, 2019

Literasi Digital

Rawpixel


Hai ...!
Met sore...
Ceritanya hari ini dari Plukme Friends aku dapet tugas buat ngasih clue untuk latihan menulis.
Entah kenapa terlintas begitu saja kalimat "Literasi Digital" dalam otakku.
Dan aku sendiri masih sulit mencari ide tentang literasi digital ini.
Hmm... sebenarnya dengan menulis di sebuah platform , aku sudah dikategorikan berliterasi secara digital.
Literasi digital sendiri diartikan sebagai kemampuan individu dalam menggunakan teknologi digital untuk mengakses informasi secara digital, mengelola, mengintegrasi, menganalisa dan mengevaluasi  informasi dengan baik sehingga bisa membedakan informasi antara fakta dan hoax. Bukan hanya itu, dengan literasi digital diharapkan dapat membangun sebuah pengetahuan baru.

Literasi digital dirasa sangat penting karena memberikan banyak kemudahan kepada masyarakat. Segala hal menjadi mudah termasuk bertransaksi jual-beli secara online. Bahkan, banyak masyarakat yang lebih memilih untuk belanja online karena lebih menghemat waktu dan biaya.

Literasi digital sendiri memiliki beberapa dampak bagi setiap penggunanya yang dibagi menjadi 8 bagian:
1. Creativity 
Dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, mampu mengasah kemampuan penggunanya dalam berkreatifitas. Misalnya menjadi konten kreator, video grafis, game accelerator, termasuk dalam membuat website seperti platform Plukme yang sedang kita pakai ini.
2. Collaboration
Dengan mudahnya akses informasi, kita lebih mudah untuk mengenal seseorang dari dunia luar. Bahkan berkolaborasi menciptakan sebuah komunitas kreatif. Saat ini sudah banyak yang bisa berkolaborasi dengan pengkarya di luar negeri. Sebab dunia digital, kita selalu merasa lebih dekat dengan  banyak user.
3. Critical Thinking and Evaluation
Di sini pengguna internet dan dunia digital diminta untuk bisa berpikir kritis dan mampu mengevaluasi setiap informasi. Tidak semata-mata di lahap mentah-mentah tanpa mengolahnya terlebih dahulu. Sehingga lebih banyak tersebar berita-berita hoax, dan sulit membedakannya sebab banyak user yang latah dan dengan mudahnya jarinya menekan tombol share. Padahal, berita yang beredar belum tentu kebenarannya.
4. Cultural and Sosial Understanding
Memahami budaya sosial di masyarakat menjadi semakin mudah. Contohnya saja ketika admin Plukme memberikan kompetisi menulis dengan tema "Tradisi Menjelang Ramadan". Wow...! Di sini aku bisa menemukan beragam budaya yang unik. Jika bukan karena mudahnya mengakses informasi hingga ke seluruh dunia. Mungkin, aku tidak akan pernah tau apa itu kesenian "Ebeg". Kemungkinan juga aku tidak akan pernah tahu bagaimana pesona keindahan raja ampat.
5. Curate Information
Pengguna internet diharapkan dapat mengkurasi setiap informasi yang masuk. Mampu mengelola konten-konten positif dan membuang jauh-jauh konten negatif. Bukankah di setiap platform selalu ada menu report untuk melaporkan konten-konten negatif berbau pornografi, sara dan radikalisme. Aku bahagia mengenal Plukme, karena admin Plukme mampu mengkurasi dengan baik setiap tulisan yang masuk. Juga kebijakan pengguna/user yang dengan sigap melaporkan pada admin jika menemukan indikasi kecurangan dan tingkah laku negatif user.

6. E-Safety
Aku rasa ini sudah tau semua ya! E-Safety juga menjadi bagian terpenting dalam menggunakan literasi berbasis digital ini. Kalau di Plukme aku rasa jauh dari konten-konten negatif. Tapi, bagaimana dengan platform lain? Itulah sebabnya kita tetap harus melakukan pengawasan terhadap penggunaan internet. Mengawasi anak-anak dalam mengakses suatu informasi. Agar tak mudah terpengaruh dengan isu sara dan radikalisme. Terutama pembatasan akses konten-konten negatif. Saya senang Kementerian Komunikasi dan Informasi sudah banyak membantu mencegah beredar luasnya konten negatif dengan memblokir situs-situs berbau pornografi. Kalau masih ada yang berusaha membobol situs itu. Itu mah emang orangnya aja yang memang pengen masuk ke dunia negatif.


7. Practical and Functional Skills
Aku rasa yang satu ini penting bagi generasi muda untuk mampu bersaing dengan dunia kerja. Mereka harus memiliki skill yang baik dan bisa diterima di masyarakat dengan baik pula. Tidak sekedar mencari informasi dan sumber referensi, tapi juga harus mampu mempraktikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bisa didapat dalam berliterasi digital, di mana seorang anak diajarkan untuk berinteraksi, memecahkan masalah, mengatur strategi dan membuat perencanaan yang baik. Biasanya dihadirkan dalam sebuah game online berkelompok atau video grafis yang mengajak antar user untuk saling berinteraksi.

8. Proficient Communicator
Ha ini sangat penting bagi penulis seperti aku. Eh! Emang aku penulis? Sory lidahku keseleo. Hmm... lebih tepatnya aku yang hobi menulis. Karena profesiku bukanlah seorang menulis. Tapi, aku memang sedang belajar menulis. Belajar untuk berkomunikasi dengan pembaca. Komunikasi yang baik tentunya. Untuk menjadi Proficient Communicator memang tidak mudah. Tapi, hampir semua teman-teman sudah melakukannya. Menyampaikan informasi begitu apik untuk dapat dipahami dan dicerna dengan mudah oleh pembacanya.

Hmm... Apa ini sudah kepanjangan ya?
Aku harap teman-teman  mau berkenan memberikan pengetahuannya tentang literasi digital.
Sebagai bahan referensi dan diskusi untuk saya.
Sebab literasi digital itu sangatlah luas.
Dengan bermain Plukme seharian saja kita sudah mendapatkan banyak manfaat dan sudah berliterasi.
Secara langsung kita memperoleh informasi dari penulisnya. Dapat berinteraksi dengan baik dengan penulisnya sekaligus. Mampu menganalisa dan mereview tulisan kawan-kawan. Hanya dengan mengunjungi postingannya saja, kita sudah mengajak penulis berinteraksi dengan kita.
Banyak sekali manfaat gawai dalam dunia digital ini. Oleh karenanya, gunakanlah kemudahan dunia digital ini dengan bijak. Jika bukan kita yang memfilter setiap konten yang masuk, lalu siapa lagi?
Bermain internet juga harus memperhatikan peraturan platform, juga undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Mari kita buat dunia digital kita menjadi dunia yang nyaman. Jauh dari konten-konten negatif yang merusak moral generasi penerus bangsa.

Salam Literasi!

Oh ya, sebagai informasi bahwa Literasi di Indonesia di bagi menjadi enam pola dasar literasi, yakni:
1.       Literasi Baca & Tulis
2.       Literasi Berhitung
3.       Literasi Sains
4.       Literasi Financial / Keuangan
5.       Literasi Digital
6.       Literasi Budaya dan Kewargaan

Enam literasi ini masih beranak-pinak lagi. Untuk lebih jelasnya bisa surfing di google.com tentang dunia literasi.

Terima kasih sudah berkenan membaca tulisanku.




Tuesday, February 26, 2019

Filosofi Kerasukan Pada Tari Tradisional Kuda Lumping



Awalnya aku melihat kuda lumping sebagai pertunjukkan seni yang biasa. Terutama pada fenomena kerasukan. Banyak yang bilang pertunjukkan tersebut bekerja sama dengan makhluk ghaib. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa makhuk ghaib memang ada.
Menjadi hal biasa saat sebelum pertunjukkan melakukan sebuah ritual dengan membakar kemenyan dan menyiapkan beberapa sesajen. Aku tidak begitu tertarik dengan hal itu. Melihatnya sudah menjadi hal biasa dalam sebuah pertunjukkan seni kuda lumping yang merupakan sebuah warisan budaya. Memanggil arwah leluhur atau makhluk ghaib ini sudah menjadi sebuah pertunjukkan sejak zaman peradaban Hindu-Budha.
Sampai ketika tahun lalu, satu hal membuatku tercengang dan selalu membuatku penasaran. Biasanya, di Kalimantan ini banyak pertunjukkan Seni Kuda Lumping yang sama. Dengan penari-penari kuda dan Barongan/Reog. Mereka selalu membakar kemenyan dan menyiapkan sesajen untuk menghadirkan sebuah pertunjukkan “Kerasukan” pada penonton.
Tahun lalu, sebuah Paguyuban Seni Kuda Lumping yang baru berdiri menghadirkan kesan baru. Aku ada di antara mereka sebab memang aku asli keturunan Temanggung. Hanya saja keberadaanku yang memang sejak lahir di Kalimantan, aku tidak begitu paham dengan kesenian daerah. Sampai akhirnya kedewasaanlah yang membuatku meninggalkan kegemaranku pada seni-seni mancanegara dan beralih untuk lebih memaknai dunia Seni Tradisional. Sebab, banyak orang-orang luar negeri yang lebih menyukai kebudayaan Indonesia yang beragam.
Paguyuban Seni Kuda Lumping yang mengusung konsep Jaranan Temanggung menghadirkan warna baru dalam dunia Seni Budaya Jawa yang ada di Kalimantan. Awalnya, mereka tidak akan menghadirkan apapun yang berbau mistis. Hanya sekedar menghibur masyarakat dengan tari-tarian. Namun, siapa sangka jikalau tamu-tamu ghaib berdatangan tanpa diundang.
Hal ini membuatku terus merasa penasaran dan banyak bertanya.
“Man, kenapa kalau kuda lumping yang ini nggak pakai ritual, nggak pakai menyan dan sejenisnya tapi masih aja banyak kerasukan?” tanyaku pada salah satu Paman yang memang asli dari Jawa dan mengerti tentang kebudayaan Jawa.
“Ya itu. Bedanya antara undangan dan yang datang dengan kemauan sendiri. Contohnya kamu membuat sebuah pertunjukkan. Kalau kamu mengundang 300 orang untuk hadir. Yang hadir ya hanya 300 orang tersebut. Kamu juga harus menyiapkan hidangan untuk tamu-tamu yang kamu undang. Biasanya, undangan hanya akan datang, makan dan pulang. Berbeda ketika kamu membuat sebuah pertunjukkan dan banyak yang datang tanpa diundang. Pasti mereka mau menonton pertunjukkan sampai acara selesai dan kamu tidak perlu menyuguhkan apapun sebab kamu tidak mengundang mereka datang. Begitulah makhluk ghaib itu datang pada kami,” jawab Paman, cukup membuatku mengerti.
Lalu, apa yang menyebabkan makhluk ghaib mau datang? Sedangkan tidak ada ritual khusus untuk memanggil makhluk ghaib tersebut?
Pertanyaan ini kemudian aku lemparkan pada salah satu kawanku yang merupakan Jurnalis di Balikpapan. Dia asli orang jawa dan begitu mencintai sejarah dan kebudayaan Jawa. Dia tahu banyak tentang kehidupan orang jawa termasuk hal-hal ghaib yang sering menyelimuti kehidupan orang jawa.
“Mas... Kenapa makhluk ghaib bisa datang di saat pertunjukkan seni kuda lumping sementara tidak ada sesajen dan ritual untuk memanggil makhluk ghaib tersebut. Dari mana mereka datang? Apa dari musik yang dialunkan?” tanyaku.
“Nah, Iya bisa jadi itu. Jadi, dalam gending Jawa itu ada dua jenis. Yang pertama, gending untuk acara hiburan. Yang kedua, gending yang diperuntukkan untuk pemanggilan makhluk ghaib atau arwah. Coba kamu menyanyikan lagu ‘Lingsir Wengi’ di tengah malam. Pasti rasanya akan jauh berbeda saat kamu menyanyikannya di siang hari,” jawab Mas Jurnalis.
Aku mengangguk-anggukan kepala sebagai tanda mengerti. Ya... cukup masuk akal karena menurutku gending klasik yang ada dalam Tarian Jawa Tengah itu cukup menghipotis jika benar-benar dinikmati. Kamu bisa dengarin musiknya dalam video ini. ( URL Video Pilihan Gue)
Oke... itu adalah jawaban dari rasa penasaranku. Tentang proses bagaimana makhluk ghaib itu berdatangan dalam sebuah pagelaran seni. Memang ada dua jenis, yang pertama diundang dan yang kedua tidak diundang. Makhluk ghaib bisa datang dengan sendirinya dan bisa datang dengan undangan (ritual).
Lalu... pertanyaan berikutnya, bagaimana menyembuhkan orang yang kesurupan?
Pertanyaan ini aku ajukan pada salah seorang guru yang juga mengerti agama. Beliau biasa membantu menyembuhkan kawan-kawan yang kerasukan ketika sedang melakukan pertunjukkan seni kuda lumping.
Why? Dan ternyata memang kebudayaan ini tidak bisa lepas dari sisi agama.
“Kamu nggak tahu kan filosofi kerasukan itu apa? Dan kenapa di zaman Walisongo tidak di larang?”
Aku menggelengkan kepala. “Kenapa gitu Pak?” tanyaku penasaran. Memperbaiki posisi duduk untuk menyimak dengan seksama setiap perkataannya.
“Karena zaman dahulu itu orang-orang belum banyak mengerti agama. Sedangkan kesenian ini sudah ada sejak zaman Hindu-Budha. Maka, dijadikan jalan dakwah bagi para Wali untuk menunjukkan bahwa sekuat apapun jin yang menguasai manusia. Akan kalah hanya dengan dua kalimat syahadat.” Bapak itu mengacungkan kedua jari telunjuk dan jari tengahnya.
“Iya kah, Pak?” tanyaku makin penasaran.
“Iya... makanya zaman dahulu itu ketika Agama Islam masuk. Agama tidak menghapuskan kebudayaan yang sudah ada. Tapi, memperbaiki pemikiran masyarakat bahwa arwah atau jin yang mereka sembah, sekuat apapun akan kalah hanya dengan dua kalimat syahadat. Dua kalimat syahadat itu ditiupkan pada tali cemeti/pecut kemudian dipecutkan pada manusia yang sedang dikendalikan oleh Jin, maka Jin yang ada dalam tubuhnya akan pergi,” tutur Bapak itu.
Aku semakin tertarik dengan pembahasan ini. Mungkin bisa mengobati rasa penasaranku selama ini.
“Itulah sesungguhnya filosofi dari kerasukan dan pesan agama yang ingin disampaikan. Namun, memang ada beberapa pendapat yang berbeda. Karena tidak semua kesenian Jaranan berbau syariat Islam atau Dakwah. Memang masih ada pertunjukkan kesenian yang memang masih bekerjasama dengan makhluk ghaib untuk menunjukkan sebuah keperkasaan, keberanian dan kedigdayaan seseorang di beberapa daerah. Nggak masalah sih itu. Kepercayaan mereka dan kepercayaan kita berbeda. Kita tidak perlu mengusik mereka, begitu juga sebaliknya mereka tidak akan mengusik kita.”
Aku menganggukkan kepala sebagai tanda mengerti.
Aku merasa, ucapan beliau memang benar. Sebab sebagai umat muslim, kita memang harus percaya dengan yang ghaib. Namun, tidak diperbolehkan menyembah atau memuja makhluk ghaib. Sebab makhluk yang paling tinggi derajatnya adalah manusia.
Beberapa juga ada yang berpendapat bahwa pertunjukkan kesenian kuda lumping bekerja sama dengan makhluk halus. Mungkin, mereka belum memaknai pesan yang ingin disampaikan dalam pertunjukkan tersebut. Seperti hal yang baru saja aku ketahui. Bahwa pesannya ada di akhir acara. Bahwa, sekuat dan sehebat apapun jin yang menguasai manusia (makan kaca, makan rumput dll.) akan kalah hanya dengan dua kalimat Syahadat. Dan aku memang baru tahu kalau ternyata hanya Dua Kalimat Syahadat yang ditiupkan di kedua telinga manusia yang bisa mengusir jin yang masuk ke dalam tubuhnya.
Sebenarnya, di setiap tubuh manusia sudah ada jin yang terus menemaninya. Hanya saja, ada manusia yang bisa mengendalikan dirinya dari gangguan jin dan ada manusia yang bisa dikendalikan oleh Jin/Setan. Sebab aku melihat sendiri tidak semua dikendalikan sepenuhnya oleh Jin. Masih ada beberapa yang mencoba melawan kehadiran makhluk ghaib dalam tubuhnya. 
Sama seperti dalam kehidupan kita sehari-hari. Bagaimana mengendalikan diri kita dari rasa marah, rasa iri, dengki, benci dan sebagainya. Jika kita bisa mengendalikannya, maka hati kita sebagai pemenang atas semua rasa yang datangnya dari setan. Namun, jika kita tidak bisa mengendalikan, maka diri kita akan sepenuhnya dikuasai oleh setan. Perbanyaklah mengaji sebab Al-Qur’an adalah Ayat-Ayat Suci yang tidak perlu diragukan lagi kesucianNya. Sebab dengan dua kalimat syahadat saja sudah bisa mengusir Jin/Setan. Bagaimana jika kita bisa membaca lantuanan Ayat Suci setiap hari? Pastilah hati kita jauh dari gangguan jin/setan.
Sebab Setan/Jin itu mengganggu dengan cara “Membisikkan (kejahatan) ke dalam dada Manusia.” – (Surah An-Nas Ayat 5). Jin/Setan membisikkan ke dalam dada, bukan ke dalam telinga. Oleh karenanya penyakit-penyakit hati itulah yang sesungguhnya harus diobati. Termasuk orang yang suka nyinyirin tulisan aku dan bilang tulisan-tulisanku unfaedah.
Itulah informasi yang aku dapatkan demi memenuhi rasa penasaranku. Aku sampai berbulan-bulan bertanya pada banyak orang hingga mendapatkan jawaban yang memuaskan. Bagiku, semua rasa penasaranku sudah terjawab. Mungkin masih ada banyak pendapat lain yang berbeda di luar sana. It’s Oke, nggak masalah sebab setiap orang punya hak untuk berpendapat.
Sepertinya aku harus lebih banyak belajar tentang sejarah kebudayaan Indonesia. Karena pada zaman dahulu, orang-orang bisa menyampaikan pesan atau kritik melalui tari-tarian, tembang-tembang, seni rupa dan seni yang lainnya. Bagiku, itu hal yang indah. Mengkritik dengan sebuah karya.
 Cukup sampai di sini tulisan aku ya...
Mau jalan-jalan dahulu cari informasi, ilmu dan teman-teman baru.
Oh ya ... Salam Budaya Indonesia. Mari kita lestarikan kebudayaan yang merupakan ciri khas dan kekayaan orang Indonesia. Jika bukan kita, siapa lagi?


Ditulis oleh Rin Muna
Samboja, 8 September 2018

Tak Perlu Bermanfaat Untuk Banyak Orang

95C

Kadang kita lupa berapa lama waktu yang telah kita habiskan selama kita hidup. Berapa sih usia kita sekarang? 17 tahun? 20 tahun? 30 tahun? 40 tahun atau seterusnya? Dan berapa tahun yang sudah kita jalani untuk menjadi manusia yang bermanfaat? Bahkan kemungkinan di usia yang ke-17 kita belum menjadi apa-apa, masih merengek minta uang jajan sama orang tua.
Sekarang, bagaimana sih supaya hidup kita bermanfaat untuk banyak orang?
Ah... tak usahlah berpikir jauh ingin hidup yang bermanfaat untuk banyak orang.
Cukup menjadi bermanfaat untuk lingkungan di sekitar kita saja.
Dengan cara? Ya kita peka terhadap kejadian sekitar kita. Bukan menjadi acuh terhadap tetangga.
Misal, hari tiba-tiba hujan dan pakaian tetangga masih bertengger dijemuran. Kita bisa membantu mengangkat pakaian agar tidak kehujanan. Itu adalah salah satu contoh kecil yang ada di sekitar kita.
Tak perlu bermanfaat untuk banyak orang, yang penting kita bisa bermanfaat untuk segelintir orang-orang di sekitar kita.

Seperti beberapa hari terakhir saat aku memilih berhenti bekerja di salah satu perusahaan swasta. Hari-hariku selalu di rumah, diisi dengan banyak kegiatan supaya aku tidak merasa jenuh di rumah. Beberapa orang hampir setiap hari ke rumah minta bantuan. Ada yang minta bikinkan ini dan itu. Aku melakukannya dengan ikhlas tanpa meminta imbalan. Bahkan kadang mereka memaksa menerima imbalan dari mereka yang sering aku tolak. Bagiku, sesama tetangga harus saling tolong-menolong. Toh, mereka juga tak pernah mengharap imbalan saat aku meminta pertolongan.

Aku bersyukur bisa memberi sedikit manfaat untuk orang-orang di sekitarku. Tak perlu bermanfaat untuk banyak orang, bermanfaat untuk beberapa orang di sekitar saja sudah cukup.

Kalau pada akhirnya saya memiliki taman bacaan yang aku buka untuk umum. Itu semua terjadi karena panggilan hati begitu saja. Tak ada niat sedikitpun mendapat keuntungan di dalamnya. Karena semua kegiatan di taman baca memang berjalan dengan biaya sendiri. Aku hanya berharap, semoga taman baca yang aku dirikan bisa bermanfaat untuk warga sekitar untuk menggali sumber ilmu seluas-luasnya. Memfasilitasi warga dengan buku-buku bacaan dan buku pengetahuan. Dengan harapan bisa menciptakan generasi muda yang mandiri.

Aku memang tidak bisa bermanfaat untuk banyak orang. Cukup untuk segelintir orang yang setiap hari datang ke rumah, bisa membantu mereka itu kebahagiaan tersendiri bagiku.

Lebih baik jadi lilin di kegelapan walau pada akhirnya habis terbakar. Keikhlasan itu dari hati, rela melakukan apa saja tanpa mengharap budi balasan.
Menjadi bintang di tengah gelapnya malam tanpa mengharapkan siang datang memberikan pujian.
Tetap menjadi matahari di siang hari walau sering mendapat cacian dan keluh kesah karena kepanasan.

Tetap menjadi udara walau tak pernah mendapat penghargaan pada kehidupan.
Sebab hidup ini tentang keikhlasan. Menjadi bermanfaat adalah panggilan hati, sebab tak semua hati tersentuh keikhlasan dari tangan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Bukan sekedar mencari pencitraan diri. Jika ada yang menganggap aku hanya mencari popularitas, itu hak mereka. Aku tidak akan membantah karena hanya akan membuang waktuku. Lebih baik aku terus mendaki jalan hidupku ketimbang berhenti untuk melayani lolongan makhluk-makhluk yang mencoba menghambat langkahku.

Selamat malam...
Semoga setiap hari kita bisa bermanfaat untuk orang-orang di sekitar kita.

Sedewasa Apa Pun Kita, Orang Tua Tetap Menganggap Kita Anak Kecil.


Sasint


Enam tahun lalu aku bertandang ke salah satu rumah temanku. Dia jauh lebih dewasa dibanding denganku. Usianya terpaut 8 tahun lebih tua dariku.
“Lagi apa Kak?” Aku memperhatikan Kak Dini yang sibuk menata pot-pot bunga di halaman rumahnya.
“Lagi pengen ganti suasana aja.” Kak Dini masih sibuk memindahkan pot satu per satu.
“Din, hati-hati angkatin potnya!” teriak Abah dari sisi rumah.
“Iya, Bah.” Kak Dini tersenyum menatap Abah. Aku bergegas membantu Kak Dini.
“Ini taruh mana, Kak?” tanyaku sembari mengangkat pot berisi tanaman bunga mawar merah.
“Di pojok sana aja!” Abah menunjuk ke pojok halaman.
“Abah... itu kan bunga mawar. Masa ditaruh di pojokan?” Kak Dini memprotes keinginan Abah.
“Itu banyak durinya. Nanti kalau cucu-cucu Abah main, bahaya!” sahut Abah.
Kak Dini merengut. “Ini kan bunganya bagus. Abah tega banget sih ditaruh di pojokan!”
“Itu bahaya buat anak kecil. Kamu ini dikasih tahu malah ngelawan abah!” sentak Abah.
Kak Dini terdiam. Mengikuti semua keinginan dan perintah Abah tanpa protes lagi.
“Sabar ya Kak. Aku ngerawat orang tua juga suka kayak gitu kok.” Aku mengelus pundak Kak Dini.
“Iya. Aku sabar kok. Orang tua memang selalu seperti itu. Sedewasa apapun kita, dia akan tetap menganggap kita sebagai anak kecilnya.”

Kata-kata Kak Dini terus terngiang di telingaku hingga sekarang.
Memang benar. Orang tua akan selalu menganggap anaknya seperti anak kecil. Apapun yang akan kita kerjakan, tak pernah lepas dari komentarnya. Seperti saat kita sedang belajar berjalan, orang tua akan selalu khawatir dan selalu berkata “Hati-hati”. Saat kita belajar mengendarai sepeda, orang tua akan selalu mengingatkan untuk berhati-hati. Dan masih ada banyak aktivitas kita yang tak lepas dari orang tua.
Kadang kita merasa kesal saat sudah dewasa tapi orang tua selalu saja cerewet dengan hal-hal sepele. Seperti saat kita jalan sama teman-teman, suara orang tua yang paling lantang memberikan rambu-rambu.
Bahkan saat kita sedang belajar masak saja, orang tua akan memberikan komentar bagaimana cara merebus air yang benar. Padahal sudah kita lakukan setiap hari. Itulah naluri orang tua yang masih terus menunjukkan kasih sayang seperti saat kita masih kecil. Ia tak pernah menganggap kita benar-benar dewasa.

Rasa kesal itu hilang dengan sendirinya saat aku sudah menjadi orang tua muda. Aku banyak belajar dari anakku. Dia lah sumber cinta dan kebahagiaan kami.
Aku sangat menyayanginya. Ingin memeluknya setiap detik, ingin menciuminya setiap saat. Tak ada niat sedikitpun untuk jauh-jauh darinya. Entah perasaan apa? Mungkin itulah yang dinamakan buah hati. Begitu lekat di dalam hati, setiap nafas-nafas yang terhembus dari dirinya.

Aku selalu membayangkan dua puluh tahun ke depan. Apakah anakku masih mau aku ciumi? Apakah dia masih mau aku dekap seperti ini? Bisa jadi akan ada seseorang yang menggantikan posisi orang tua saat anak sudah dewasa. Seseorang yang akan merebut cinta kasih dan perhatiannya. Bukan lagi orang tua yang ingin ia dekap. Tapi seseorang yang akan menghabiskan sisa hidup bersamanya.
Aku akan merindukan masa kecil anakku. Masa di mana dia selalu memeluk kami saat dia ketakutan. Masa di mana dia selalu memanggil nama kali saat dia butuh kawan bermain. Masa di mana dia selalu memanggil kami saat dia lapar. Masa di mana dia selalu merengek saat dia menginginkan sesuatu. Kami dengan senang hati menyuguhkan bergelas-gelas cinta dan kasih untuknya.

Pesan untuk anak-anakku kelak...
Nak... sedewasa apapun dirimu, kami tetap menganggapmu anak kecil yang selalu ingin kami timang-timang.
Nak... sedewasa apapun dirimu, kami akan tetap menganggapmu anak kecil yang selalu ingin kami manja.
Nak... sedewasa apapun dirimu, naluri kami tetaplah menyayangimu sebagai malaikat kecil kami.

Nak... sedewasa apapun dirimu, jangan pernah memaki kami dengan kata-kata yang menyakitkan kami.
Nak... sedewasa apapun dirimu, jangan pernah membenci kami hanya karena kami cerewet.
Nak... sedewasa apapun dirimu, jangan pernah melangkahi kepala kami sekalipun kami adalah orang tua yang bodoh.
Nak... sedewasa apapun dirimu, jangan pernah membusungkan dada di hadapan kami yang hanya bisa membungkuk di hadapanmu.
Nak... sedewasa apapun dirimu, jangan pernah lupa jika yang membuatmu hidup adalah dua mata air, yakni air mata ibu dan air susu ibu.

Ditulis oleh Rin Muna
East Borneo, 22 Juni 2018






Monday, February 25, 2019

Mitos Tentang Keajaiban Minum Air Mahakam


Sumber Ilustrasi : kaltim.tribunews.com


"Bilamana satu kali sudah terminum air Sungai Mahakam, pasti akan meminumnya untuk kedua kalinya." — [Oemar Dachlan, "Sungai Pertama di Indonesia yang Dikenal dalam Sejarah: Mahakam," (Jakarta: Harian Berita Buana, 13 Juni 1978) dalam Oemar Dachlan, Kalimantan Timur dengan Aneka Ragam Permasalahan dan Berbagai Peristiwa Bersejarah yang Mewarnainya, (Jakarta: Yayasan Bina Ruhui Rahayu, 2000), hlm. 120-121.]

Peribahasa di atas bermakna, barangsiapa yang datang berkunjung pertama kali di Samarinda dan wilayah Kutai lalu meminum air Sungai Mahakam, maka cepat atau lambat ia pasti akan kembali lagi pada masa mendatang.
Entah siapa yang pertama kali mencetuskan mitos ini. Sebagian orang mengungkapkan latar belakangnya berdasarkan beberapa kejadian yang kebetulan sama dengan mitos ini.

Ada beberapa cerita yang terdahulu dan sekarang yang kebetulan kisah hidupnya sama dengan mitos tentang air Sungai Mahakam. Mulai dari presiden pertama RI, yakni Ir, Soekarno dan beberapa pejabat negara lainnya. 

Tidak hanya kalangan pejabat, rakyat biasa juga ada yang mengalami hal sama. Termasuk beberapa orang yang aku kenal. Contohnya, salah seorang atasan kerjaku yang berasal dari Pulau Jawa. Beliau pergi merantau ke Samarinda untuk mencari pekerjaan. Kemudian, ia kembali ke Pulau Jawa hingga beberapa tahun menetap di Pulau Jawa. Lebih dari sepuluh tahun kemudian, ia kembali ke Kalimantan Timur karena perusahaan tempat ia bekerja menempatkannya di wilayah Kutai Kartanegara.

Namun, tidak semua mitos itu benar. Tidak semua orang pula kembali ke Samarinda atau Kutai. Tidak ada mitologi yang sempurna, selalu ada celah dan kelemahan menurut pola pikir rasional. Menurut Muhammad Sarip dalam bukunya Sejarah Sungai Mahakam di Samarinda dari Mitologi ke Barbarisme sampai Kemasyhuran, ada kemungkinan mitos keajaiban air Mahakam sengaja dimunculkan generasi terdahulu agar generasi kemudian tetap menjaga serta melestarikan 'kesucian' air Sungai Makaham dengan tidak menjadikannya sebagai tempat sampah, kotoran dan limbah.

Nenek moyang kita terdahulu adalah orang-orang yang pandai membaca masa depan. Mereka tahu akibat yang ditimbulkan apabila generasi masa depan tidak dapat merawat dan menjaga alam sekitar. Terutama sungai dan laut yang tidak bisa kita lihat dengan mudah. Bisa jadi, saat ini sampah, kotoran dan limbah sudah menumpuk di dasar sungai dan kita tidak menyadarinya karena tidak terlihat dari daratan. Oleh karenanya, orang tua terdahulu memunculkan mitos sebagai salah satu cara leluhur menjaga kelestarian alam, ilmu pengetahuan serta adat istiadat.

Kalau menurut kamu, bener nggak sih adanya mitos tentang keajaiban air Mahakam ini?
Ada nggak yang pernah mengalaminya?
Buat yang sudah mengalami sendiri atau punya teman yang mengalami hal sama dengan mitos air Mahakam, silakan share pengalaman dan ceritanya di kolom komentar ya!




Sumber Referensi:
Buku Sejarah Sungai Mahakam di Samarinda dari Mitologi ke Barbarisme sampai Kemasyhuran karya Muhammad Sarip

Thursday, February 21, 2019

37 Kosa-Kata Yang Mendeskripsikan Mimik Wajah (Mata Tokoh) Dalam Cerita

pexel.com/Min An
Hai, teman-teman!
Kalian suka bingung nggak sih kalau bikin cerita saat mendeskripsikan mimik wajah tokoh yang ada di dalam cerita?
Aku kadang suka bingung. Bagusnya gimana ya?
Jadi, aku sering banget cari-cari ilmu kepenulisan baik offline maupun online.
Dan akhirnya aku dapat juga beberapa kosa-kata yang memang sudah nggak asing lagi, karena sering aku temui di dalam buku-buku yang aku baca.

Berikut ini kosa-kata yang cocok untuk menggambarkan kondisi mata pada mimik wajah tokoh dalam cerita:

Mata / Matanya ...

  1. ... melebar
  2. ... berkeling
  3. kelopak ... terkulai.
  4. ... menyipit
  5. ... menyala
  6. ... melesat
  7. memicingkan ...
  8. ... mengerjap
  9. ... berbinar
  10. ... berkelebat
  11. ... berkilat
  12. ... dibakar dengan...
  13. ... menyala dengan...
  14. ... berkedip-kedip
  15. ... bersinar
  16. sudut ... berkerut
  17. memutar bola matanya
  18. ... menatap...
  19. air matanya menggenang
  20. ... basah
  21. ... berkilau
  22. ... mengkilap
  23. ia menahan air mata
  24. menutup ...
  25. dahinya mengerut
  26. garis muncul di antara alisnya
  27. alisnya bertautan
  28. alisnya tersentak bersama-sama
  29. alisnya naik
  30. ... ditutup
  31. memejamkan ...
  32. ia mengangkat alisnya
  33. ... melotot
  34. ... mengintip
  35. ... meneliti
  36. ... mengamati
  37. pupil matanya besar

Sumber : Materi Kepenulisan Online

Dialog Tag Dalam Penulisan Naskah Fiksi

Source: pixabay.com/geralt


Hai guys ...!
Ketemu lagi sama aku. Aku siapa ya? Hahaha...
Gak penting lah ya, aku ini siapa.
Yang penting, hari ini aku lagi pengen belajar tentang dunia kepenulisan. Biar tulisanku rada rapian dikit lah, banyak berantakannya soalnya. Wkwkwk ...

Hari ini aku lagi mau belajar tentang Dialog tag.
Dialog tag itu apa sih?
Dialog tag adalah frase yang mengikuti dialog, yang memberikan informasi identitas si pengucap dialog.
Dialog tag biasanya ditandai dengan kata "ujar", "ucap", "kata", dan sejenisnya. Dialog tag bisa berada di awal atau akhir kalimat. Dialog tag menggunakan tanda baca petik ("), koma (,), tanda seru (!) atau tanda tanya (?). Dialog tag diawali dengan menggunakan huruf kecil.
Berikut ini contoh dialog tag dan penggunaan tanda bacanya. Perhatikan baik-baik bagaimana menuliskan tanda baca yang tepat.

- Dialog tag di awal kalimat:

* Rina berkata, "Aku lelah."    >>> Benar
* Rina berkata ,"Aku lelah."    >>> Salah
* Rina berkata, "Aku lelah".    >>> Salah
 
Kata "berkata" merupakan dialog tag di awal kalimat, diakhiri dengan tanda koma (,) kemudian diikuti dengan dialognya. Kalimat dalam dialog berada di antara tanda petik buka (") dan tanda petik tutup ("). Kalau kamu menulis menggunakan Microsoft Word, akan terlihat jelas perbedaan antara tanda petik buka dan tanda petik tutup. Sama fungsinya dengan tanda kurung buka dan kurung tutup. Di akhir dialog menggunakan tanda baca titik (.) untuk mengakhiri dialognya. Ingat ya, tanda baca titik (.) berada di dalam tanda petik, bukan di luar tanda petik atau setelah tanda petik tutup.


* Rina bertanya, "Sudah makan?" >>> Benar
* Rina bertanya, "Sudah makan.?" >>> Salah

Dialog tag ini sama dengan contoh yang pertama. Hanya saja diakhiri dengan tanda tanya sebagai kalimat pertanyaan, bukan pernyataan. Tanda tanya berfungsi sebagai pengganti tanda titik. Sehingga, tidak perlu lagi menggunakan tanda baca titik (.) jika sudah menggunakan tanda tanya (?)


* Rina mengumpat, "Aku benci kamu!"    >>> Benar
* Rina mengumpat, "Aku benci kamu.!"   >>> Salah

Dialog tag ini sama dengan contoh yang pertama. Hanya saja diakhiri dengan tanda seru sebagai penekanan kalimat atau sebuah teriakan. Tanda seru berfungsi sebagai pengganti tanda titik. Sehingga, tidak perlu lagi menggunakan tanda baca titik (.) jika sudah menggunakan tanda seru (!)

Diatas adalah 3 contoh dialog tag yang berada di awal kalimat.


Dialog tag di akhir kalimat:


* "Aku lelah," kata Rina.   >>> Benar
* "Aku lelah", kata Rina.   >>> Salah
* "Aku lelah," Kata Rina.   >>> Salah

Perhatikan baik-baik perbedaan penggunaan tanda baca di atas. Dialog berada di dalam tanda petik buka dan tanda petik kurung. Dialog diakhiri dengan tanda koma, kemudian diikuti dengan dialog tag. Dialog tag selalu diawali dengan huruf kecil ( bukan huruf kapital )

* "Sudah makan?" tanya Rina.   >>> Benar
* "Sudah makan?," tanya Rina.   >>> Salah
* "Sudah makan,?" tanya Rina.   >>> Salah
* "Sudah makan?" Tanya Rina.   >>> Salah

Penggunaan tanda tanya menjadi pengganti tanda baca koma, sehingga tidak perlu lagi menggunakan tanda baca koma pada dialog yang menggunakan dialog tag. Ingat, dialog tag selalu menggunakan awalan huruf kecil.

* "Aku benci kamu!" umpat Rina.  >>> Benar
* "Aku benci kamu,!" umpat Rina. >>> Salah
* "Aku benci kamu!" Umpat Rina. >>> Salah

Penggunaan tanda seru, perlakuannya sama dengan penggunaan tanda tanya. Hanya saja, makna kalimat tanya dan kalimat seru yang membuatnya berbeda.

Tidak semua dialog dalam sebuah cerita menggunakan dialog tag. Ada beberapa dialog yang tidak menggunakan dialog tag. Kita harus bisa membedakan mana dialog tag dan bukan dialog tag.

ontoh kalimat yang tidak menggunakan dialog tag adalah sebagai berikut:

* "Kemarin aku lihat kamu jalan sama pacarku." Rina menatap Rini tajam.
* Mata Rina menatap Rini tajam. "Kemarin aku lihat kamu jalan sama pacarku." 

Kalimat di atas merupakan dialog yang tidak menggunakan dialog tag. "Rina menatap Rini Tajam" adalah kalimat aksi/aktivitas yang mendeskripsikan aktivitas lain yang dilakukan tokoh saat berdialog. Kalimat aksi ini selalu diawali dengan huruf besar atau huruf kapital karena tidak menjadi bagian dari dialog.

Contoh lainnya:

* "Hehehe ... lupa." Tangan Rina menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
* Tangan Rina menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Hehehe ... lupa."

Nah, itu dia contoh dialog tag sederhana yang bisa aku sharing buat temen-temen. Semoga bisa mengerti dengan mudah contoh dialog tag di atas ya! Dan bisa membedakan mana yang merupakan dialog tag dan mana yang bukan dialog tag.
Oh ya, aku mau kasih contoh penulisan dialog tag dan dialog dengan kalimat aksi/aktivitas.

* "Hehehe ... lupa." Tangan Rina menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Kamu sudah makan?" tanya Rina kemudian.

Kalimat yang aku beri tanda warna merah adalah kalimat aksi/aktivitas si tokoh. Sedangkan kalimat yang aku beri tanda warna pink merupakan dialog tag.

Ada macam-macam dialog tag, kamu bisa membacanya di tulisan MACAM-MACAM DIALOG TAG


Demikian pelajaran tentang dialog tag yang aku dapat hari ini. Semoga bermanfaat!
Buat kamu yang ingin menambahkan atau mengoreksi materinya, silakan komen di bawah ya!

MACAM-MACAM DIALOG TAG

Source: Pixabay.com, edit by me

Hai teman-teman, kali ini aku mau bagiin beberapa macam dialog tag yang bisa kamu gunakan untuk menulis cerita supaya beragam tidak terkesan membosankan. Yuk, cek dialog tag yang asyik kamu gunakan dalam menulis cerita!

1. Netral

- ujar
- salam
- celetuk
- ucap
- desak
- kata
- pamit
- harap
- pesan
- cetus
- tutur
- papar
- ungkap
- tandas
- tanya
- tegur
- sapa
- ajak
- panggil
- pungkas
- tegas
- ajak
- pinta
- tunjuk
- beber
- seloroh
- cakap
- lontar
- akunya

2. Netral sebagai respon

- sahut
- lanjut
- jawab
- tawar
- tolak
- sambut
- sanggah
- imbuh
- terang
- balas
- tangkas
- tambah
- sambung
- jelas
- sela
- sosor
- tukas
- potong
- kilah
- usul
- putus
- protes
- urai
- saran
- berondong
- timpal
- kekeh
- kelit
- deham

3. Ada Emosi

- sindir
- hina
- gerutu
- sungut
- rengek
- tekad
- resah
- cemooh
- ejek
- kelakar
- canda
- cela
- ledek
- gerundel
- puji
- keluh
- adu
- perintah
- cibir
- tuntut
- decit
- cicit



4. Emosi Bernada Rendah

- bisik
- gumam
- decak
- desah
- intih
- desis
- sesal
- ulang
- lirih
- racau
- batin
- ringis
- hembus
- goda
- rajuk

5. Emosi Bernada Tinggi

- jerit
- geram
- usir
- bentak
- berang
- hardik
- teriak
- tuduh
- tampik
- tantang
- pekik
- tekan
- sembur
- seru
- erang
- serang
- cecar
- raung
- sergah
- murka
- dengus
- ketus
- marah


Sumber referensi :
Materi Kepenulisan Andros Luvena by Rosi Simamora

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas