Book Author and Ambassador Novelme. Love to imagination, telling story and making money.

Thursday, August 19, 2021

Puisi Untuk Nona

 PUISI UNTUK NONA

 


 

Nona, setiap kuintip senyumanmu ...

Rasanya manis!

Bagaimana jika aku ingin memilikinya?

Bisakah?

 

Nona, setiap kulirik jemari tanganmu ...

Rasanya lembut!

Bolehkah jika aku ingin menyentuhnya?

 

Nona, setiap kudengar suara kecilmu ...

Rasanya syahdu!

Bolehkah jika aku ingin mendengar lebih banyak?

 

Nona, setiap aku mengingat tentangmu.

Hati ini tiba-tiba jadi serakah.

Ingin memilikimu seorang diri.

 

Nona, bolehkah aku di sisimu?

Lebih dari sekedar melihat dan menyentuh.

Aku ingin mencintaimu dengan segala keserakahan yang kupunya.

Aku ingin memilikimu dengan segala keegoisan yang kumiliki.

Aku ingin menguasaimu dalam kekuatan yang kuingini.


Nona, tak kusangka hadirmu begitu kejam.

Cantikmu menodai hatiku, menggelapkan jiwaku hingga tak mampu melihat yang lain lagi.

Nona, biarlah aku saja!

Biar aku saja yang menjadi hina karena pesonamu.

Biar aku saja yang menjadi buta karena keindahanmu.

Jangan berikan pada yang lain!

Aku ingin mencintaimu lebih dari posesif.




Vella Nine, 2021



 

Tuesday, August 17, 2021

Puisi "Aku Masih Air"

Aku Masih Air

 



Waktu kamu jadi debu.

Aku masih air.

Waktu kamu jadi pasir.

Aku masih air.

Waktu kamu jadi kerikil.

Aku masih air.

Waktu kamu jadi batu.

Aku masih air.

Waktu kamu jadi karang.

Aku masih air.

Waktu kamu jadi pulau.

Aku masih air.

 

Bukan tak ingin jadi seperti dirimu.

Aku ingin, tapi takut.

Setelah jadi besar, kemudian tenggelam.

 

 

 

-Vella Nine, 2021-

Tuesday, August 10, 2021

Terpapar Covid 19? Ini Dia 15 Jenis Tanaman Obat yang Bermanfaat di Sekitar Kita dan Wajib Kita Ketahui

 

          

Design by Canva Pro

 

  15 Jenis Tanaman Obat yang Bermanfaat di Sekitar Kita

 

 Hai ... Hai ...!

Di masa pandemi gini, apa sih yang kalian lakuin untuk menjaga kesehatan supaya tetap fit meski menghabiskan waktu di rumah saja. 

Karena efek PPKM, bikin kita nggak bisa banyak keluar rumah. Supaya tetap bisa menjaga kesehatan keluarga, kita coba untuk mengenal beberapa tanaman obat yang ada di sekitar kita dan bisa kita tanam sendiri di rumah, loh.

Mau tahu, tanaman obat apa aja yang bermanfaat di sekitar kita?

Yuk, simak tulisan di bawah ini sampai selesai!


  1.       Jahe

     

 Sebagai bahan baku obat tradional maupun fitofarmaka karena kandungan gingerol nya.  Gingerol adalah bahan aktif yang di isolasi dari ekstrak jahe asli untuk mengtasi nyeri pada tulang, otot dan sendi. Jahe juga biasanya digunakan sebagai penghangat tubuh.

2.      Kunyit


 

Memilki manfaat rimpang yaitu; sebagai antikoagulan (pebekuan darah), menurunkan tekanan darah, obat cacingan, obat asma, penambah darah, obat sakit perut, penyakit hati, karminatif, stimulan, gatal-gatal, stimulan, diare dan rematik.

 

3.      Kencur


 

Memiliki banyak kegunaan diantara nya yaitu sebagai bahan baku obat tradisional (jamu), fitofarmaka, industri kosmetika, penyedap makanan dan minuman, serta campuran saus Indutri rokok kretek. Penggunaan berdasarkan pengalaman untuk penambah nafsu makan, antiinfeksi bakteri, obat batuk, disentri , tonikum, ekspektoran, masuk angin, dan sakit  perut.

4.      Temulawak


 

Kegunaan rimpang temulawak (cucurcma xanthorrhiza) adalah sebagai bahan baku obat yang dapat merangsang sekresi empedu dan pankreas. Dan sebagian besa digunakan baku obat, produknya berupa minyak temulawak, aleoresin, pati, instan,  zat warna kuning, beberapa jenis makanan, minuman, dan minyak atsiri.

5.      Cabe Jawa

Memiliki manfaat antara lain untuk karminatif,perut kembung, pegal linu, rematik neuralgia. Dan akarnya memiliki manfaat  untuk mengobati sakit gigi.

6.      Kumis Kucing

Berkhasiat diuretik, yang dimanfaat sebagai obat tradisional, juga komoditi ekspor sejak belum perang ke-II.

7.      Lidah Buaya

Biasanya digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka, dan merawat kulit. Saat ini, lidah buaya di kembangkan sebagai bahn baku anti biotik,obaat maag, tukak lambung, reumatik, diabetes, anti stres, kecanduan, obat kanker, serta hepatitis. Biasanya juga dimanfaatkan sebagai baahan makanan dan minuman.

8.      Sambiroto

Digunakan sebagai obat secara tradisional untuk mengobati akibat gigitan ular atau serangga, demam, disentri, rematik, tuberkolosis (TBC), infeksi pemcernaan. Selain itu juga digunakan antibakteri, antiglikemia, anti sesak napas, serta memperbaiki fungsi hati. Kini diteliti dan dikembangkan sebagai bahan baku obat HIV dan kanker.

 

9.      Meniran

Manfaat dari tumbuhan ini banyak digunakan sebagai obat tradisional untuk  batuk,  peluruh haid, dan menambah nafsu makan, serta sebagai herbal terstandar (fitofarmaka).  Meniran juga digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh(immunostimulator). Meniran terbukti bisa memperbaiki fungsi hati, memperbaiki fungsi ginjal,  Dapat dipakai untuk penyakit Hepatitis B. Kandungan urised efektif melawan virus penyebab AIDS atau HIV.

10.  Daun Dewa    

Memiliki manfaat sebagai antipiretik dan antiinflamasi, menurunkan tekanan darah,  antikanker,  dan meluruhkan air kencing.

11.  Pegagan

Biasanya dimanfaatkan sebagai obat tradisional, baik dalam bentuk segar, kering, maupun ramuan (jamu). Di Cina pegagan dimanfaatkan sebagai memperlancar sirkulasi darah dan dipandang lebih bermanfaat dari Ginko Biloba atau ginseng yang berasal dari korea.

12.  Mengkudu

Merupakan tanaman obat multikhasiat dan dimanfaatkan sudah sejak dulu. Mempunyai  banyak manfaat  untuk penyembuhan berbagai penyakit degeneratif seprti rumor, kanker, darah tinggi karena kandungan kimia yang khas.

13.  Jati Belanda

Digunakan sebagai  pelangsing,  kulit batang antidisentri, wasir, pneumonia, batuk dan bronkhitis. Berpeluang menjadi komoditas untuk industri fitofarmaka karena kandungan kimia nya yang diisolasi dari  daun Jati Belanda sebagai obat kolera, bahan baku obat pelangsing, serta peluruh lemak.

14.  Mahkota Dewa (Phaleria Papuana)

Manfaat tumbuhan ini sangat banyak diantara nya adalah untuk mengobati penyakit kanker, jantung, lever, diabetes, darah tinggi, rheumatik, asam urat, ginjal, kulit, alergi, menurunkan kolestrol, ketergantungan narkoba, dan untuk meningkatkan stamina tubuh. Serta mencegah berbagai penyakit alergi seperti biduren, gatal, selesma, dan sesak napas. Selain itu juga dapat memacu kerja otot rahim sehingga memudahkan persalinan.

15.  Gaharu (Eaglewood, Aloewood)

Karena  memiliki kandungan kimia , gaharu di Cina digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit seperti penyakit lambung,  ginjal, dada, perut, untuk aphrodisiak, asma, kanker, tonik, dan tumor paru-paru. Dalam kehidupan sehari-hari Gaharu digunakan untuk parfum, sabun, minuman sehat, dan shampoo. Bahkan pada zaman purba di Mesir dan Jerman gaharu digunakan untuk mengawetkan mayat, serta di India dan Kamboja digunakan dalam upacara-upacara keagamaan. Karna memiliki bau yang wangi  itu Gaharu disebut  sejenis wewangian yang paling mahal didunia.

 

 

 

 

Nah, itu dia 15 tanaman obat yang bermanfaat dan ada di sekitar kita. Kita bisa menanamnya sendiri di rumah supaya bisa menjaga kesehatan keluarga saat dibutuhkan sewaktu-waktu. Meski nggak pergi ke mana-mana, kita harus usahakan tetap ada obat untuk keluarga kita. Terlebih, obat alami seperti ini sangat cocok untuk daya tahan tubuh di masa pandemi.

Cukup sampai di sini tulisan kecil dari aku.

 

MuchLove,

 

 

 

 

 

Sumber:  Buku "Sukses Budi Daya Tanaman Obat" oleh Junus Kartasubrata

Saturday, August 7, 2021

Tolak Angin Care, Jadi Andalan di Masa Pandemi

 

Design by Canva Pro


Huft ...!

Kalian ngerasa atau nggak sih kalau pandemi Covid-19 ini sudah berlalu sangat lama di negeri ini. Alih-alih vaksinasi bisa menekan penyebaran virus, eh ... malah makin merajalela. Semakin hari, terasa semakin mencekam.

Dunia tidak sedang baik-baik saja. Itu bisa kita rasakan di sekeliling kita. Hampir setiap hari, selalu ada berita kematian. Rasanya, penyakit begitu mudah menyerang tubuh kita. Saat satu orang keluarga sakit, semuanya ikut sakit. 

Kekebalan tubuh setiap orang berbeda-beda. Setahun setengah dipaksa untuk bekerja di dalam rumah alias Work From Home. Membuat aku hampir tidak pernah tahu bagaimana dunia luar. Apa yang sedang terjadi di sana. Setiap mau bepergian, selalu khawatir. Khawatirnya bukan karena takut terserang virus. Tapi khawatir jika aku bisa membawa virus untuk orang-orang di sekitarku yang imun tubuhnya nggak kuat.


Yah, selama setahun setengah ini berada di rumah. Aku sendiri ngerasa imun tubuhku juga menurun. Bayangin aja, harus terkurung di dalam rumah. Tingkat kebosanan dan stress juga makin tinggi. Aktivitas makin berkurang. Tiap hari cuma main di kamar, baring-baring nggak jelas. Nggak tahu apa yang harus dilakukan. Yah, gitu-gitu aja selama setahun. Nggak pernah beraktivitas di luar, bikin aku ngerasa kalau tubuh ini butuh untuk bergerak supaya tetap sehat.


Mau bergerak gimana kalau setiap hari dianjurkan untuk di rumah. Selama PSBB sampai PPKM, aku bener-bener nggak pernah keluar. Sampai sekarang juga belum dapet jatah vaksinasi karena aku selalu ngerasa tubuh ini nggak fit. Daripada makin sakit, mending aku ngurung diri di rumah. 


Akhir-akhir ini ... aku ngerasa badanku sering meriang. Meski kita memilih untuk ada di dalam rumah, tapi tetap aja nggak bisa menghindar ketika tetangga atau teman dekat bikin acara. Yah, mau nggak mau ... ketemu sama kerumunan banyak orang yang mungkin aja bawa covid-19. Kalau udah meriang-meriang atau nggak enak badan, aku pilih untuk di dalam rumah aja. Nggak ketemu sama siapa-siapa dulu. Kalau pun ada perlu keluar, aku harus prokes ketat.


Meski sudah berusaha ikuti aturan prokes, tetep aja nggak bisa menghindar dari sakit. Rasanya bukan cuma aku ... hampir semua keluarga berganti-gantian meriang dan flu. Harapannya, semoga bukan virus yang sudah berhasil mengacaukan seisi dunia ini.


Di saat kayak gini, andalan terbaikku cuma Tolak Angin Care. Yah, aku selalu bawa Tolak Angin Care ini ke mana-mana. Selain untuk meredakan perut kembung dan masuk angin. Tolak Angin Care bener-bener cocok di badan. Setelah pakai, badan rasanya enteng dan enak banget. Bisa mengatasi pegal-pegal dan masuk angin. Terlebih, aku yang lebih banyak beraktivitas di dalam rumah, kurang bergerak dan kurang sinar matahari. Bentar-bentar selalu aja sakit, lemes dan suntuk.


Tolak Angin Care Roll On - Produk Sidomuncul


Yah, terpaksa banget deh ... Tolak Angin Care jadi salah satu andalanku di saat pandemi kayak gini. Kenapa? Karena sakit dikit aja udah worry banget! Khawatir kalau terpapar covid-19 dan nggak imun tubuh aku nggak mampu buat nahan. So, aku selalu sedia Tolak Angin Care di mana pun. Di rumah atau di perjalanan, Tolak Angin Care cocok banget jadi temen setia. Simple dibawa ke mana-mana dan nggak ribet. 

Aku suka banget sama Tolak Angin Care ini...


Kalau kamu, sudah coba produk yang satu ini atau belum?


Bagi juga pengalaman kamu di kolom komentar, ya!


Kalian bisa beli produk ori lewat situs resmi PT. Sidomuncul, loh.

Silakan klik https://www.sidomunculstore.com/shop/detail/55/tolak-angin-care-10-ml-minyak-angin-aromaterapi-hilangkan-gatal dan nikmati aromatherapy yang menenangkan ini!



MuchLove,

@rin.muna


Monday, August 2, 2021

RULIKA Ikuti Ajang Indonesian Sustainability Development Award 2021


Hai ... hai ...!

Hari ini aku lagi nggak punya materi untuk aku share. Lagi males mikir.
Jadi, aku mau berbagi pengalaman aja, boleh nggak?

Yah, itung-itung buat kenang-kenangan kalo aku udah tua nanti. Sebagai reminder bahwa aku pernah punya sedikit pengalaman berharga saat aku terserang alzheimer, hehehe.


Tanggal 29 Juli 2021 menjadi salah satu momen bersejarah buat aku karena Rumah Literasi Kreatif kembali ikut ajang ISDA 2021. Aku sebagai penerima manfaat dari program Pertamina Hulu Sanga-Sanga, tentunya diminta untuk hadir di ajang penilaian tersebut.
Setelah berhasil membawa Gold Kategory pada di ajang CSR Award 2021, kini Rulika kembali mengikuti ajang serupa.
Juri kali ini jelas lebih menegangkan. Meski sudah sering ikut ajang seperti ini, aku tetap saja nervous tingkat tinggi. Apalagi pertanyaan juri yang kerap bikin keder. Yang ada di kepalaku saat itu adalah ... "gue salah jawab, nih."

Argh, rasanya dicecar sama banyak pertanyaan itu nggak mudah. Nano-nano banget. Kudu kuat mental, kudu kuatin hati untuk menyanggah setiap pendapat orang-orang di atas sana yang level pengalaman dan pendidikannya jauh di atasku.

Ya, untuk seorang lulusan SMA sepertiku ... mereka sedikit heran dengan gebrakan yang aku buat. Dengan prestasi yang aku raih beberapa tahun terakhir. Hingga tahun ini, ternyata masih ada kesempatan untuk berprestasi dan membawa nama baik Desa. Menjadikan Desa Beringin Agung sebagai desa yang maju, berbudaya dan bertoleransi.

Dari masyarakat desa yang awalnya acuh terhadap dunia pendidikan (anggapan mereka, tak perlu sekolah tinggi karen ujung-ujungnya akan pegang cangkul atau masuk dapur) kini sudah mulai bertransisi dengan pola pikir yang lebih maju.
Sering diadakan pelatihan, diskusi bersama dan lain-lain, membuat anak-anak muda dan orang tua bisa lebih berwawasan, mampu bersaing dengan dunia luar dan membawa nama baik desa sendiri. Karena kalau bukan kita, mau siapa lagi?

Ada beberapa program literasi yang menjadi program unggulan. Karena literasi saat ini maknanya sangat luas. Bukan sekedar baca tulis dan berhitung. Ada jenjang usia yang membuat literasi terus berkembang. Mulai dari literasi baca tulis, literasi digital, literasi budaya dan kewargaan hingga literasi finansial.

Ada banyak harapan yang diinginkan oleh masyarakat dan saya secara pribadi. Saya harap, rumah literasi ini bisa bermanfaat untuk banyak orang. Menjadi sumber pengetahuan dan kreatifitas.

Setiap berhadapan dengan juri, ada pertanyaan yang sama sejak dulu dan saya sendiri tidak tahu pasti jawabannya.

Pertanyaan apa?
Pertanyaannya gini ...
Kenapa Mba Rina mau merelakan sebagian tanahnya untuk orang banyak? Merelakan waktu, uang dan tenaga untuk hal yang tidak menghasilkan apa-apa?

Yah, itu adalah salah satu pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Karena semuanya adalah kegiatan sosial. Aku tidak mendapatkan gaji atau menerima uang untuk kegiatan yang dilakukan di Rulika. Dana sosial yang diberikan pertamina bukanlah uang bulanan untuk bayar wifi, listrik, beli buku, ATK, biaya kebersihan dan lain-lain. Dana itu hanya keluar untuk program-program yang telah ditentukan. Sementara, untuk hal lain ... aku masih harus menutupinya dengan uang pribadi.

Why? Kenapa pakai uang pribadi? Karena Rumah Literasi Kreatif ini memang aku dirikan secara pribadi. Meski diperuntukkan untuk umum, orang masih beranggapan bahwa aku mendapatkan banyak uang dari kegiatan sosial yang aku lakukan.

No! Kamu jangan pernah berpikir untuk mendapatkan uang dari kegiatan sosial. Justru, kamu akan keluar banyak uang untuk itu. So, jangan berharap banyak jika Rulika akan menjadi tempat menghasilkan uang. Karena di sini semuanya adalah kegiatan sosial.

Tapi, Rulika bisa menjadi ajang untuk pembuktian diri, mengukir prestasi dan menjadikan dirimu sebagai orang yang memiliki kepedulian oleh masyarakat luas. Menjadi tempat untuk belajar dan mengembangkan diri. Membuatmu belajar menghadapi kehidupan yang sesungguhnya.

Terus, berapa biaya yang harus aku keluarkan untuk Rulika setiap bulannya?

Nggak pernah kuhitung, karena aku takut tidak ikhlas menjalaninya. Tidak juga kucatat dalam pembukuan jika tidak berpengaruh pada operasional Rulika. 

Meski tertatih, aku tetap mencoba melangkah menjalankan kegiatan di Rulika. Sebagai ibu rumah tangga biasa, tentunya aku kesulitan untuk membiayainya. Tapi aku selalu berdoa agar Tuhan memberikan jalan.

Ya, Tuhan memberikan jalan untukku agar terus berkembang. Pada akhirnya, aku menjadi bagian dari penulis platform yang bisa dikatakan Best Seller. Aku bisa membagi hasil penjualan novelku untuk kebutuhan sehari-hari dan kegiatan di Rumah Literasi Kreatif. 

Sebagai orang bodoh yang tidak berpendidikan, aku hanya bisa mengandalkan diriku sendiri. Tidak bisa berharap pada orang lain. Karena beberapa orang juga menilai kegiatanku menghasilkan banyak uang. Padahal tidak. Lebih sering nombok pake uang pribadi. Hahaha. Kalau kamu ingin seperti aku, harus kuat iman juga kuat modal. Karena kamu akan berhenti melangkah saat kamu tahu bahwa kegiatan sosial seperti ini tidak menghasilkan apa-apa. Padahal, pintu rezeki di depan kita sedang dibuka lebih lebar oleh Allah saat kita bisa memberikan sedikit rezeki kita untuk orang lain.

Jika tidak bisa memberi materi, kita bisa memberi tenga, waktu dan gagasan kita untuk kepentingan orang banyak.

Harapan paling besar saat ini adalah ... aku bisa meregenerasi. Menurunkan semua ilmu dan kemampuan yang aku miliki pada anak-anak muda penerus di daerah ini. Semua orang memandangnya pesimis. Mereka bilang, tidak akan ada yang bisa menggantikan aku yang telah mengorbankan semuanya. 

Tapi aku tidak ingin terus pesimis. Allah sudah menyentuh hatiku untuk membantu banyak orang. Untuk peduli pada pendidikan di desa terpencil ini. Untuk membuktikan bahwa anak-anak desa juga bisa berkarya seperti anak-anak kota. Tidak mungkin Allah membiarkan aku terus berjalan seorang diri. Cepat atau lambat, Allah akan mengirimkan orang-orang yang memiliki kepedulian. Menyentuh hati orang-orang untuk membantuku tanpa mengharapkan imbalan.

Aku ingin, nama Rumah Literasi Kreatif tidak akan mati ketika aku mati. Karena Rulika adalah milik semua orang. Bukan milikku sendiri. Akan ada saat aku pergi. Kuwariskan Rulika ini untuk semua orang dan generasi penerus. Akan seperti apa jadinya di masa depan, itu adalah bentuk kepedulian masyarakatnya. Jika mereka peduli, mereka tidak akan membiarkan Rulika hanya tinggal nama saja ketika aku tiada.

Terima kasih untuk semua masyarakat yang telah berperan mendukung semua kegiatan-kegiatan yang aku lakukan.

Mohon doanya, semoga Rulika berhasil membawa nama baik desa tahun ini dalam ajang ISDA 2021.

Thanks to,
- Pertamina Hulu Sanga-Sanga
- Seluruh Dewan Juri ISDA 2021

Terima kasih untuk pengalaman berharga yang tidak akan terlupakan begitu saja. Aku tuliskan agar kamu bisa membantu mengingatkan pada masa depan.



MuchLove
@rin.muna

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas