Berbagi Cerita Hidup, Berbagi Inspirasi

Showing posts with label Wisata. Show all posts
Showing posts with label Wisata. Show all posts

Tuesday, March 12, 2019

Ajak Anak Jalan-Jalan ke Pantai Pemedas [Hari Libur Tahun Baru Saka 1941]

Dok.Pri


Hai temen-temen ...!
Hari kamis kemarin, tanggal 07 Maret 2019 adalah Hari Libur karena merupakan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941.
Karena kita nggak ikut perayaan Hari Raya Nyepi dan ayahnya Livia libur kerja. Akhirnya kita jalan-jalan ke Pantai Pemedas deh.

Pantai memang salah satu tempat liburan paling murah dan paling dekat. Mengingat wilayah Samboja merupakan wilayah pesisir yang dikelilingi banyak pantai. Tinggal pilih aja deh mau ke pantai yang mana. Kali ini kami memilih Pantai Pemedas karena berangkatnya sudah siang alias abis Sholat Dzuhur.

Awalnya, Mas Tony memang sudah mengajak ke Pantai dari hari-hari sebelumnya. Makanya, anak-anak langsung nagih waktu mereka tahu sekolah lagi libur.
Jadi, kita memanfaatkan Hari Libur ini untuk jalan-jalan ke Pantai.

Sesampainya di Pantai, kami langsung makan terlebih dahulu. Karena Mas Abqar belum makan dari rumah. Jadi, Mbahnya spesial bungkusin nasi supaya nggak usah jajan macem-macem karena perut udah kenyang makan nasi. Yah, salah satunya biar hemat budget juga. Hihihi...

Di Pantai mereka seneng banget! Berenang sampai sore. Diajak pulang susah banget karena udah asyik main di air laut.
Aku sendiri memilih duduk-duduk di atas tikar yang kami sewa atau berbaring di atas hammock yang dibawa oleh adikku. Karena aku tidak begitu suka berenang di pantai. Pantai di sini airnya nggak jernih dan sedikit [jorok] karena aku menemukan ada diapers baby yang terombang-ambing di tepi pantai. Seringkali aku mendapati seperti itu yang membuat aku rada ogah masuk ke air laut. Aku mending jagain tas dan barang-barang mereka saja. 

Aku baru mau masuk ke air laut kalau kondisinya memang bersih dari sampah-sampah terutama sampah diapers baby.
Memang di daerah sini, tempat-tempat wisata kurang diperhatikan soal kebersihannya. Salah satunya juga karena pengunjung yang nggak mau buang sampah di tempatnya. Padahal, di pantai ini sudah disediakan tempat sampah yang banyak dan mudah untuk kita temui setiap kita melangkah beberapa meter. Hanya saja, kesadaran pengunjungnya yang kurang sehingga masih ada sampah-sampah berserakan. Yah, walaupun nggak sebanyak di Pantai Tanjung yang aku kunjungi beberapa waktu lalu. Sebenarnya, Pantai Tanjung dan Pantai Pemedas lokasinya masih berdekatan.

Namun, Pantai Pemedas lebih banyak diminati karena ada banyak permainan atau wahana. Pantainya juga lebih bersih dan rapi. Pohon-pohon pinus tidak terlalu jauh dari pantai sehingga bisa berteduh dengan mudahnya. Kalau mau cari jajanan juga nggak jauh. Semuanya sudah tersedia dan berjejar rapi. Salah satu alasan adikku menyukai pantai ini adalah, cari jajannya nggak jauh. Emang dasar, kalau dia mah demennya makan mulu. Aku sendiri suka tempat ini karena rindang dan dekat dengan air laut. Jadi, bisa jagain anak-anak berenang sambil berteduh. Nggak perlu panas-panasan.

Akses jalan di sini juga sangat mudah. Pantai ini terletak di tepi jalan Provinsi yang menghubungkan Balikpapan-Samboja-Handil-Samarinda. Kamu nggak bakal kesulitan menemukan pantai yang satu ini. Sambil lewat pun sudah kelihatan, kok.

Tiket masuk ke tempat ini juga murah. 

Yah ... harapannya tempat-tempat wisata seperti ini bisa dikelola lebih baik lagi supaya nggak kalah sama destinasi wisata di daerah-daerah lain yang keren-keren. Terutama soal kebersihan tempatnya. Buatku, menjaga kebersihan tempat wisata itu sangat penting. Bukan cuma tugas petugas di sana saja, tapi juga menjadi tugas kita semua.

Buat temen-temen yang demen liburan, mari kita jaga kebersihan tempat-tempat wisata supaya tetap bersih, indah dan lestari.

Oke, sampai di sini aja ya liburan kali ini. Semoga nanti kita bisa main lagi ke sini di hari libur berikutnya. Semoga di liburan berikutnya, tempat ini sudah menjadi lebih baik lagi.


Salam hangat,

Rin Muna and Family

Bye ... Bye ...!


Wednesday, February 27, 2019

Mampir ke Taman Samboja. Akankah Jadi Ikon Kecamatan Samboja?


Hai ... hai ... hai ...!
Kali ini aku berkesempatan untuk mampir ke salah satu taman yang ada di daerah Samboja Kuala. Taman ini baru saja dibuat dan memang belum jadi. Di sisi jalan, masih ada tiang pembatas sebagai tanda kalau taman ini memang belum bisa digunakan.

Di bawah kepemimpinan Bapak Ahmad Junaidi, Kecamatan Samboja tumbuh menjadi daerah yang pesat dengan banyak potensi wisata yang menjadi destinasi favorite para turis.
Oleh karenanya, kini hadir Taman Samboja sebagai icon bahwa Samboja memang tempat favorite yang nggak kalah kece sama kota sebelahnya yakni Balikpapan.

Untuk teman-teman tahu, Samboja bersebelahan dengan kota Balikpapan. Akses dari Bandara Balikpapan sangatlah mudah dan dekat. Banyak juga tempat wisata di Samboja yang menjadi favorite para pengunjung. Bukan hanya deretan pantai-pantainya. Samboja juga memiliki tempat wisata alam yang masih alami seperti Borneo Orang Utan Survival dan Pulau Bekantan.

Ah, kalau ngomongin destinasi wisata di Samboja mah banyak. Samboja merupakan salah satu kecamatan yang memiliki banyak potensi wisata seperti Pantai Ambalat, Pantai Tanah Merah, Pantai Pemedas, Pulau Bekantan, Taman Hutan Raya, Borneo Orang Utan Survival, KWPLH, Lamin Etam Ambors, Batu Dinding, Water Park Handil, dll.

Bukan hanya wisata alamnya saja, di Samboja juga punya banyak tempat wisata edukatif seperti taman baca. Di Kecamatan Samboja sendiri, terdapat 5 taman baca yang bisa kamu kunjungi.



Taman Samboja di buat di atas lahan eks. Pasar Tradisional Kuala. Pasar Traditional Kuala sendiri sudah di relokasi ke tempat yang jaraknya tidak begitu jauh dari pasar sebelumnya. Taman Samboja ini bakal jadi tempat yang asyik karena berada di tepi jalan provinsi. Tepat di dekat jembatan Kuala. Dari taman ini, kamu bisa melihat kapal-kapal nelayan bersandar.

Karena aku ke sini waktu tamannya belum jadi,,, yah,,, keadaannya memang masih gersang. Lain kali aku akan menyempatkan waktu untuk mampir ke tempat ini lagi. Semoga saja tempat ini semakin bagus dan menjadi pusat anak-anak muda berkreatifitas demi mewujudkan kecamatan Samboja yang lebih baik lagi sesuai dengan slogan "Samboja Makin Keren".



Jalan-Jalan ke Taman Anggrek Sendawar | Gersang dan Kurang Terawat





Dokumen Pribadi



Minggu, 24 Feberuari 2019

Aku meluangkan sedikit waktu untuk mengunjungi Taman Anggrek Sendawar yang ada di tempat wisata Waduk Panji Sukarame, Tenggarong. 
Taman Anggrek ini cukup luas dan dipenuhi beraneka ragam tanaman anggrek. Sayangnya, tempat ini sepertinya kurang begitu terawat. Entah karena cuaca yang sedang kemarau atau memang kondisinya seperti itu. Tanaman anggrek terlihat menguning dan kurang terawat, bisa dibilang tempat ini sangat gersang. Aku mengajak serta anakku untuk bisa mengenal alam sekitar terutama jenis-jenis tanaman anggrek. Namun, saya tidak menemui seseorang yang bisa memberikan informasi tentang berbagai macam tanaman anggrek yang ada di tempat ini. Sehingga aku hanya bisa mengajak puteriku berkeliling tanpa bisa mengenalkan jenis-jenis tanaman anggrek yang ada di sini. Tidak ada papan informasi sedikit pun yang bisa menjelaskan jenis tanaman anggrek yang ada di tempat ini. Tempat ini sebenarnya bagus menjadi wisata edukasi bagi anak-anak. Mereka bisa mengenal jenis-jenis tanaman anggrek yang ada di tempat ini.

Di antara tanaman-tanaman anggrek ini ada sebuah bangunan yang terbuat dari kaca. Di dalamnya ada banyak jenis tanaman anggrek yang terlihat terawat. Ada beberapa yang berbunga indah. Hanya saja, tempat ini terkunci dan kami hanya bisa melihat dari luarnya saja. Kami juga tidak menemukan petugas yang menjaga tempat ini. Dari tampilan luar, tempat ini memang terkesan gersang dan kurang terawat. Padahal, tempat seperti ini harusnya sejuk dan asri karena tanaman-tanaman di sini bisa menghadirkan rasa sejuk dan indah di depan mata.

Menurut penuturan dari sepupuku, dahulunya tempat ini bagus dan terawat. Entah karena apa, tempat ini berubah menjadi gersang. Ada kemungkinan akibat dari kemarau dan suhu Tenggarong yang tinggi. Ada kemungkinan juga kalau tempat ini memang kurang terawat karena rumput-rumput liar lumayan tinggi, kesannya memang tidak pernah dibersihkan atau dirawat.

Semoga saja pemerintah bisa lebih bijak dan lebih baik dalam mengelola tempat seperti ini. Misalnya bekerjasama dengan pihak-pihak instansi atau sekolah sebagai wisata edukasi untuk anak-anak. Sangat disayangkan kalau tempat ini nantinya justru terbengkalai dan tidak terawat. Harapan kami, tentunya tempat seperti bisa dikelola dengan baik sampai generasi-generasi selanjutnya karena anak-anak kita butuh tempat-tempat edukatif yang bersinggungan langsung dengan alam.

Terima kasih untuk pengalaman hari ini. Walau merasa kurang puas dengan tempat ini, aku tetap mengapreasiasi, semoga ke depannya menjadi lebih baik lagi.



Dokumen Pribadi


Tuesday, February 26, 2019

[PhotoStory] Indahnya Awan Pagi di Rapak Lambur, Tenggarong

Dokpri : Halaman SMP 6 Tenggarong

Sabtu, 23 Februari 2019

Aku berkesempatan mengunjungi salah satu saudaraku yang tinggal di daerah Rapak Lambur, Tenggarong. Kami berangkat dari Samboja sekitar pukul 15.00 WITA dan sampai di sana ketika waktu Magrib tiba.

Seperti biasa, ketika aku baru sampai dari perjalanan jauh. Aku langsung tepar dan baring-baring lurusin badan. Bahkan sampai malam hari, aku nggak beranjak sedikit pun dari ruang tamu atau kamar.

Hal yang paling nyebelin adalah : anakku nggak mau tidur karena dikasih mainan lego sama budenya. Sampai jam 11 malam, dia masih main. Mau tak mau, mamanya harus nunggu dia terlelap. Tapi, selalu saja gagal, dia tetap asyik bermain lego sampai larut malam. Bahkan, ketika dia sudah tidur, aku justru sulit untuk memejamkan mata. Masalahnya, kipas angin punya bude rusak dan anakku tidak bisa tidur dalam keadaan panas. Aku harus terjaga supaya bisa ngipasin dia secara manual alias kipasan pakai kipas bambu. Hmm ... itu lumayan bikin aku kurang tidur dan akhirnya bangunnya kesiangan.

Aku baru bangun tidur sekitar pukul 06: 30, asli ini mah mbangkong banget!
Baru aja selesai cuci muka, mbakku alias budenya anakku mengajak untuk main atau silaturahmi ke rumah tetangga yang ada di belakang rumahnya. Lumayan lama main di sana sambil bercerita panjang lebar. Karena Livia udah ngajak pulang, akhirnya kami balik ke rumah bude.

Waktu mau masuk ke rumah, tiba-tiba mataku tertuju pada gumpalan kabut awan di depan halaman sekolah SMP 6 Tenggarong. Kebetulan, budeku adalah salah satu guru di SMP tersebut dan rumahnya memang bersebelahan dengan bangunan SMP.

Aku langsung pergi mendatangi pemandangan tersebut, nggak jadi masuk ke rumah. Dan aku sempatkan buat ngambil sedikit gambar. Ada rasa kecewa di dalam hati. "Kenapa nggak dari tadi pagi ke sininya? Kan bisa lihat awan dan kabut dari ketinggian. Ini mah udah siang banget dan kabut awannya sudah hampir habis."

Walau kabut awannya sudah mau habis, tapi pemandangannya tetap saja indah kok. Aku baru tahu kalau ternyata di sini tempatnya lumayan tinggi sehingga bisa melihat pemandangan alam yang luas ketika kita berdiri di halaman sekolah SMP 6 Tenggarong.

Wah, anak-anak SMP pasti udah pada ngeksis nih di tempat ini. Apalagi kalau kabut paginya emang indah banget. Itu pun kalau mereka menyadari keindahan itu. Biasanya sih, kalau yang setiap hari berhadapan langsung, melihatnya ya biasa aja. Kalau yang jarang lihat, itu pemandangan yang langka dan indah banget.

Serasa lagi kemah di gunung, seperti Gunung S yang ada di daerah Kutai Barat. Tapi, ini cuma di halaman sekolah yang aksesnya mudah banget! Nggak perlu mendaki gunung seperti di Gunung S. Pemandangan alamnya juga nggak kalah indah kok. Yang jelas, setiap bangun pagi sudah ada keindahan dan kesejukan yang menyapa. Jarang-jarang kan bisa lihat pemandangan alam yang bagus kayak gitu. Terlebih buat kita yang tinggalnya di kota. Yang dilihat cuma bangunan-bangunan mati dan polusi udara di mana-mana.

Hei ... buat kamu yang pernah sekolah di SMP 6 Tenggarong, kamu sadar nggak kalau pemandangan sekolahmu itu indah banget di waktu pagi. Sesekali ... bikin PhotoStory tentang sekolah kamu yang asyik banget ini. Bisa jadi bahan pertimbangan juga buat aku nulis cerita fiksi. Latar tempatnya udah asyik banget. Hehehe ...

Yuk, tulis cerita-cerita dan pengalaman yang ada di sekitarmu!
Karena dengan menulis, bukan hanya mengabadikan namamu ... tapi juga mengabadikan orang-orang dan tempat-tempat yang ada di sekelilingmu.


Salam Literasi ...!
Salam Lestari ...!



Rin Muna


Rapak Lambur, 24 Februari 2019


Pesona Burung Merak dan Kuau Raja di Ladaya (Ladang Budaya) Tenggarong

Rin Muna : Burung Merak

Hai teman-teman ...!
Aku mau sharing cerita soal Burung Merak penghuni Ladang Budaya, Tenggarong.

Eh, aku kepo banget loh. Secara ... aku belum pernah lihat burung merak secara langsung. Baru kali ini aku lihat burung merak di tempat wisata yang ada di Kaltim. Biasanya, aku lihat burung Enggang atau Rangkong. Tapi ... waktu aku datang ke sini malah nggak ketemu sama Rangkong atau Burung Enggang. Sepertinya mereka ada di spot lain yakni Mini Zoo-nya Ladaya. Aku nggak sempat buat masuk lagi ke sana, selain capek, waktunya juga udah mepet banget buat balik ke Samboja.

Alhasil ... aku ketemu sama binatang langka yang satu ini. Awalnya, aku ketemu sama merak yang betina. Ekornya tuh nggak panjang, nggak kayak yang ada di gambar-gambar buku pelajaran sekolah. Yah ... maklum lah ya, aku mengenal burung Merak di buku ilmu pengetahuan sekolah saja. Dan nggak tahu jenis kelaminnya. Aku pikir, semua burung Merak bentuknya sama. Ternyata berbeda dengan yang ada di gambar itu.
Jadi, cuma burung Merak jantan saja yang ekornya panjang dan indah itu. Kalau burung merak betina, ekornya nggak sepanjang burung merak yang jantan. Terlihat seperti ayam biasa. Malah ... aku pikir itu burung cendrawasih. Hahaha ... betapa bodohnya aku sampai nggak bisa bedain mana merak dan cendrawasih di dunia nyata. Padahal cendrawasih itu kan ekornya warna putih. Kadang suka nggak kepikiran gitu kalo udah ada di tempat kayak gini dan udah asyik. Udah males lagi mau mikir. Lewat aja gitu kayak angin.
Jadi, nggak usah heran kalau ada perdebatan dengan sepupu aku masalah burung merak dan cendrawasih  di dalam video ini. Karena dua spesies burung ini bukan berasal dari Kalimantan dan pastinya sulit untuk kita temui di alam bebas.



Aku bersyukur dikasih kesempatan sama Allah untuk melihat ciptaannya yang indah banget. Kalau aku enggak main ke sini, mungkin seumur hidup aku nggak bakalan bisa lihat secara langsung gimana bentuknya burung merak asli di alam nyata. Paling mentok cuma bisa lihat di gambar doang.

Anakku termasuk juga anak yang beruntung karena di usianya yang baru 3,5 tahun udah bisa lihat gimana bentuknya burung merak, beruang madu dll. Itu juga karena orang tuanya yang nggak sengaja mampir ke tempat ini. Awalnya cuma mau main dan berkunjung ke rumah mbak aku yang ada di Tenggarong. Tapi, sepertinya anakku seneng banget main sama budenya sampe nggak mau diajak pulang ke Samboja.

Selain burung merak, di sini juga ada Beruang Madu. Sebenarnya aku ngambil video beruang madu. Tapi ... nggak bisa aku upload ke Youtube buat aku sharing ke teman-teman karena videonya rada aneh dan aku kesulitan buat ngeditnya, entah kenapa videonya posisinya terbalik gitu. Padahal video yang lainnya enggak. Jadi aku putuskan buat simpan aja untuk pribadi.

Ada satu jenis burung yang aku sendiri nggak tahu namanya. Burung itu mirip banget bentuknya sama burung merak tapi warnanya abu-abu. Mikir! Yakin nggak yakin kalo itu burung merak. Dan setelah aku pulang barulah aku coba buat searching di internet soal jenis burung yang itu. Dan benar saja, ternyata itu memang bukan burung Merak, melainkan burung Kuau Raja yang juga termasuk hewan langka. Di dalam video itu aku sempat ngambil objek burung Kuau Raja, tapi nggak sempat buat fotoin karena posisinya lagi nangkring di atas ranting pohon.

Ini nih penampakan burung Kuau Raja, buat kamu yang pengen lihat juga:
matasatwa.webnode.com
Kamu bisa baca artikelnya tentang Kuau Raja . Burung Kuau Raja jantan hampir sama dengan burung Merak. Ia akan memamerkan bulu-bulunya yang indah dan membentuk seperti kipas untuk menarik perhatian betina. Burung Kuau Raja juga termasuk salah satu binatang langka yang hampir punah.

Aku rasa, tidak semua orang bisa beruntung melihat dua spesies burung yang hampir mirip ini. Nggak kebayang kalau Burung Merak dan Kuau Raja berduet untuk memamerkan bulu dan ekornya, pasti indah banget! Inilah salah satu ciptaan Allah yang harus kita syukuri. Allah menciptakan keindahan di dunia dan sebagai manusia kita harus menjaga dan merawatnya. Bukan terus menerus berbuat kerusakan di atas muka bumi. Alangkah indahnya jika manusia bisa hidup damai berdampingan dengan alam.

Yuk, kita cintai alam dan sekitar kita hingga anak cucu kita masih bisa melihat indahnya Burung Merak dan Kuau Raja yang ada di dunia ini!

Jangan lupa, sempatkan mampir ke tempat ini kalau kamu jalan-jalan ke Kutai Kartanegara. Rugi loh kalau belum datang ke tempat ini!
Cukup sampai di sini tulisan dari saya. Semoga pengalaman ini bisa bermanfaat untuk teman-teman semuanya. 


Salam Lestari Budaya!
Salam Lestari Alam!






Monday, February 25, 2019

Spot Kampung Seni LADAYA - Kutai Kartanegara

Dok. Pribadi
Hai ... teman-teman!
Sebelumnya aku udah mengulas tentang spot wisata di Ladaya yakni Odah Rehat 2 - Jalan-Jalan Ke Ladaya yang setiap bagunannya diberi nama-nama daerah yang ada di Kutai Kartanegara. [Abaikan wajah aku yang jelek dan kucel banget!]

Nah ... fotoku kali ini, aku ada di spot Kampung Seni. Kampung Seni berada di sebelah kanan pintu masuk LADAYA. Di tengah-tengahnya ada sebuah Stage atau panggung yang unik. Terlihat dari gambar background yang digunakan, ada perpaduan antara kebudayaan Jawa dan Kalimantan. Di atasnya, terukir wayang-wayang Jawa yang langsung dipadukan dengan ukiran motif dayak Kalimantan. Ini menjadi bukti bahwa di Kalimantan terdapat banyak adat istiadat dan budaya daerah lain yang saling berdampingan dan menjadi satu kesatuan yang unik dan indah. Orang Kalimantan itu ramah dan welcome banget dengan masyarakat suku lain. Terlihat bagaimana ragam suku, adat-istiadat dan budaya menyatu di sini.

Kampung Seni juga nggak kalah unik dan keren dari Odah Rehat. Di sini, setiap bangunannya diberi nama seniman-seniman maestro Indonesial. Buat para pecinta seni, nama I Wayan Sadra atau WS. Rendra pastinya sudah tidak asing lagi.


Rumah-rumah adat ini dibangun lebih tinggi daripada bangunan rumah adat yang lainnya dan seperti dibangun di atas pohon. Kita harus menaiki tangga untuk bisa naik ke atas. Semuanya terbuat dari bahan kayu ulin. Di bawah tangga tersebut terdapat replika dua telapak kaki yang terbuat dari semen. Aku rasa, telapak kaki ini ada filosofinya karena aku temui juga di antara replika air terjun dan Yupa yang berada tak jauh dari Kampung Seni.



Dok. Pribadi

Berwisata di tempat ini, nggak bakal ada bosennya. Semuanya ada di sini. Mulai dari pertunjukkan seni & budaya, tempat bersejarah, mainan anak-anak, wisata fauna dan lain-lain. 

Buat kamu yang suka foto-foto selfie, tempat ini udah instagramable banget! Wajib buat dikunjungi.Belum ke Tenggarong namanya kalau belum mampir ke tempat wisata yang satu ini. 

Kamu juga bisa merasakan sensasi menginap di tempat ini. Aku belum pernah mencobanya karena jarak dengan rumah nggak begitu jauh. Aku rasa nggak perlu menginap. 

Tempat ini udah lengkap banget kok. Nggak perlu takut kelaparan, semua jajanan dan minuman juga ada di sini. Kita juga tidak dilarang membawa makanan atau minuman dari luar. Yang terpenting, kita tetap menjaga kebersihan tempat ini dengan membuang sampah pada tempatnya. Pengelola sudah menyediakan tempat sampah di setiap spot pemberhentian atau tempat santai. Jadi, kalau ada yang masih buang sampahnya sembarangan, kebangetan banget kan!

Yuk, kita cintai dan lestarikan wisata budaya di daerah kita tercinta!
Kalau bukan kita? Siapa lagi?


Salam Lestari ...!


ODAH REHAT 2 | JALAN-JALAN KE LADAYA - LADANG BUDAYA

Dok. Pribadi
Hai teman-teman...!
Apa kabarnya?
Semoga selalu baik-baik saja. Sehat wal afiat dan murah rezekinya ya!
Jangan lupa subscribe dan follow Blog plus Channel Youtube akuh! 😂😂😂

Oh ya... kalo kamu liat foto ini, ini bukan foto lagi honeymoon atau bloodmoon. Dia juga bukan husben akuh. Dia siapa ya?
Kadang aku nggak paham, kok ada dia  di sini? 😂
Dia ini keponakan aku, anak dari mbakku... Please! Nggak usah diperhatikan wajahnya karena bisa bikin kamu sakit mata  😂

Kenapa kita duduk di sini? Ya ... karena kita emang lagi jalan-jalan di Ladaya dan akh kecapean banget. Akhirnya, aku memilih untuk beristirahat di area ODAH REHAT 2. Nah, Odah yang di belakang aku ini disewain buat yang mau nginap di sini. Kali aja, liburan di sini sehari masih kurang karena ada banyak banget wahana dan spot-spot menarik. Kalau mau tahu video selengkapnya, Subscribe Channel Youtube aku ya! Jiiiaah... gubrak! Promosi...!
Ya nggak papa juga kali... Subscribe kan gratis! Alias nggak bikin kamu rugi.

Aku mau ceritain objek yang ada di foto ini aja deh. Seupil objek menarik yang ada di Ladaya. Karena ada banyak banget spot-spot menarik ada di sini.
Jadi, Odah Rehat 2 ini merupakan tempat istirahat yang setiap bangunan diberi nama yang berbeda-beda sesuai dengan nama daerah yang ada di Kutai Kartanegara. Setiap Odah memiliki nama dan kode pos setiap daerahnya. Bangunan di sini sangat unik, semua bangunan khas terbuat dari kayu ulin dan berderet rapi. Aku suka banget sama tempat ini, bersih, rapi, unik dan luas banget. Hampir di semua spot ada tempat sampah, sehingga ketika jalan-jalan sambil ngemil, nggak bingung nyari tempat sampah. Ini salah satu faktor yang membuat tempat ini bersih dari sampah.

Bukan cuma rumah budaya yang ada di sini, ada juga Lamin Cafe, Outbond, Mini Zoo, Mini Stage yang diisi pertunjukan kesenian, gazebo yang ada di banyak tempat dan ... masih buaaaanyaaak lagi!
Kayaknya, seharian di sini masih nggak cukup buat eksplore semua tempat yang ada di sini. Aku juga nggak sempat foto banyak karena aku kehabisan batrai. Bener-bener nggak ada persiapan buat eksplore tempat wisata keren yang satu ini.
Kamu, bisa cek dan follo ig @ladangbudaya kalau mau tahu gimana seru, unik dan kerennya tempat ini. Aku di sini mau berbagi pengalaman aku jalan-jalan ke Ladaya (Ladang Budaya). Aku akan ulas semuanya satu per satu di tulisanku selanjutnya ya!
Pantengin terus website aku buat kamu yang penasaran, jangan lupa subscribe Youtube aku Rin Muna ya!


Salam Budaya ...!





Friday, January 18, 2019

Indahnya Gunung S di Kutai Barat

instagram.com/davidakashi
Hai ... Sobat!!
Kalau kemarin aku mengulas 14 air terjun yang ada di Kutai Barat, kali ini aku tertarik dengan salah satu tempat wisata lain yang ngehits banget di Kutai Barat. Yakni, Gunung S atau Bukit Telaus yang ada di Kecamatan Nyuatan, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Kecamatan Nyuatan berbatasan dengan Kecamatan Linggang Bigung di sebelah utara, Kecamatan Barong Tongkik di sebelah timur, Kecamatan Damai di sebelah selatan dan Provinsi Kalimantan Tengah di sebelah barat. [Sumber: wikipedia.org]

Bukit Telaus diberi nama Gunung S karena jalan menuju tempat ini berbentuk huruf S jika dilihat dari atas. Seringkali keponakanku mengirimkan foto dan video saat ia sedang berada di Gunung S ini.
Jika beruntung, kita akan mendapatkan pemandangan indah pada pagi hari. Yakni, embun pagi dan kita akan berada di dalam awan-awan yang indah.
Biasanya, pengunjung akan camping dan menginap di Bukit Telaus untuk mendapatkan spot foto yang menarik dari Gunung S ini.
Bisa dilihat dari foto instagram yang diunggah oleh @info_kubar berikut ini:

instagram.com/info_kukar
Gunung S bisa jadi tempat yang asyik dan menarik untuk camping sembari menikmati pemandangan pagi yang indah.Tidak perlu khawatir, karena di sini sudaha ada yang menyewakan mobil untuk 2 orang penumpang dan tenda yang sudah dilengkapi dengan fasilitas untuk memasak. [sumber: @info_kubar]

Pastinya, tempat ini akan jadi tempat yang menarik untuk mengabadikan moment bersama sahabat dan orang-orang tercinta di sekeliling kamu.
Jangan lupa untuk tetap menjaga sikap, perilaku dan kebersihan tempat wisata ini ya!




Thursday, January 17, 2019

Menikmati Sore di Bibir Pantai Tanjung

Dok. Pribadi Rin Muna

Sudah lama aku tak mengunjungi tempat ini. Ingin sesekali aku bisa datang menjenguk. Menjenguk siapa? Bukankah pantai ini selalu kosong? Tak bertuan. Hanya lembayung senja yang menyambut setiap sore kupijakkan kakiku ke sini.

Terkadang aku rindu ... pada kisah masa lalu. Yang hampir hilang dari memoriku. Terus memudar di makan waktu dan usia.

Sesekali ingin kujenguk kisah yang pernah mengisi hatiku.
Aku menarik napas dalam-dalam. Membentangkan tangan seluas-luasnya. Seluas lautan yang kini berhadapan denganku.
Kupejamkan mata dan kunikmati semilir angin membelai rambutku.
Ada cerita yang tiba-tiba melintas dalam gelap pejaman mata.
Dalam gelap, aku lihat tawaku tujuh tahun silam.
Dalam gelap, aku lihat tawamu tujuh tahun silam.
Dalam gelap, aku lihat tawa mereka tujuh tahun silam.
Dalam gelap, dapat kusaksikan hari bahagia penuh canda tawa bersamamu, dia dan mereka.
Lalu laut menyapunya tanpa sisa.
Meninggalkan kenangan penuh duka.
Sampai kini aku masih setia menanti. Walau kini lebih banyak air mata yang kunikmati.
Tidakkah kamu tahu? Hal sederhana dalam hidup ini adalah ketika menikmati semua suka dan duka.
Jika waktu bisa kembali, mungkin aku tidak akan berjalan ke masa depan.
Namun, Tuhan ciptakan waktu memang tidak akan pernah kembali. Supaya kita tahu, bahwa hidup tidak sekedar tentang hari ini. Tapi juga tentang hari kemarin yang akan menjadi hari esok.
Selamat malam ... semoga mimpi-mimpimu indah dan menyenangkan.
Dan aku akan terus berjalan dalam mimpi.
Terus bermimpi sambil berjalan mewujudkannya menjadi nyata...

WOW! Inilah 14 Air Terjun di Kutai Barat Yang Wajib Kamu Kunjungi

instagram.com/davidakashi

Kabupaten Kutai Barat adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan TimurIndonesia yang merupakan pemekaran dari wilayah Kabupaten Kutai yang telah ditetapkan berdasarkan UU. Nomor 47 Tahun 1999. Secara Geografis Kabupaten Kutai Barat terletak antara 113'048'49" sampai dengan 116'032'43" BT serta di antara 103'1'05" LU dan 100'9'33" LS. Kutai Barat memiliki luas sekitar 35.696,59 Km2 dan berpenduduk sebanyak 179.404 jiwa.[Wikipedia.org]
Kabupaten Kutai Barat berbatasan dengan Kabupaten Mahakam Ulu di sebelah utara, Kabupaten Kutai Kartanegara di sebelah timur, Kabupaten Penajam Paser Utara di sebelah selatan dan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Barito UtaraKalimantan Tengah. Kabupaten Kutai Barat terbagi menjadi 21 kecamatan dan 238 kampung. [Wikipedia.org]
Kutai Barat ternyata punya banyak destinasi wisata yang menarik, loh. Salah satunya adalah jantur atau air terjun. Aku pernah ke Kubar dan singgah di salah satu jantur yang ada di sana. Dan ternyata, Kutai Barat punya 14 jantur yang sudah tereksplore. Kemungkinan masih ada banyak lagi yang belum tereksplore dan belum dikunjungi manusia.
Buat kamu yang demen travelling di wisata alam terbuka. Kubar bisa jadi salah satu tempat wisata yang wajib buat kamu kunjungi. Selain surganya jantur, Kubar juga punya banyak tempat wisata. Nanti, akan aku ulas ditulisanku selanjutnya.
Kali ini, aku mau kasih tahu tentang 14 jantur yang ada di Kutai Barat. Yuk, kita lihat keempat belas jantur Kutai Barat yang aku tulis di bawah ini:

1. Jantur Mapan




instagram.com/davidakashi

Jantur Mapan terletak di Kampung Linggang Mapan, Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Arus air terjun di sini sangat deras sehingga pengunjung tidak diperbolehkan untuk berenang dan harus berhati-hati.
Video di atas adalah cuplikan kenangan aku saat berkunjung ke Jantur Mapan.

2. Jantur Inar




instagram.com/davidakashi/

Jantur Inar merupakan air terjun yang memiliki ketinggian 30 meter dan merupakan destinasi wisata yang kerap kali dikunjungi wisatawan. Jantur Inar terletak di Kampung Temula, Kec. Nyuatan, Kab. Kutai Barat, Kalimantan Timur.

3. Jantur Dora




instagram.com/davidakashi

Jantur Dora terletak di Kampung Baloq Asa, Kec. Barong Tongkok, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Pemandangannya luas, teduh serta memiliki dasar yang landai sehingga nyaman untuk berenang atau bermain air.

4. Jantur Sewet




instagram.com/davidakashi

Jantur Sewet terletak di Kampung Baloq Asa, Kec. Barong Tongkok, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Berdekatan dengan Jantur Dora. Jantur ini lumayan tinggi dan dipenuhi dengan bebatuan.

5. Jantur Tabalas




https://www.instagram.com/davidakashi/

Jantur Tabalas terletak di Kampung Linggang Melapeh, Kec. Linggang Bigung, Kutai Barat, Kalimantan Timur

6. Jantur Mencangkaw




https://www.instagram.com/davidakashi/

Jantur Mencangkaw terletak di Kampung Melapeh Baru, Kec. Linggang Bigung, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Akses menuju jantur ini lumayan mudah, hanya 100 meter dari jalan poros dan dekat dengan area kampung.

7. Jantur Mukuq




instagram.com/davidakashi

Jantur Mukuq terletak di Kampung Temula, Kec. Nyuatan, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Masih satu kampung dengan Jantur Inar. Jantur ini tersembunyi dan masih jarang dikunjungi.

8. Jantur Asam




https://www.instagram.com/davidakashi/

Jantur Asam terletak di Kampung Temula, Kec. Nyuatan, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

9. Jantur Mentihai




https://www.instagram.com/davidakashi/

Jantur Mentihai terletak di Kampung Purwodadi, Kec. Linggang Bigung, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

10. Jantur Emperuq




https://www.instagram.com/davidakashi/

Jantur Emperuq terletak di Kampung Muut, Kec. Nyuatan, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Jantur Emperuq memiliki 3 (tiga) tingkat yakni Jantur Emperuq Hulu, Emperuq Tengah dan Emperuq Hilir.



https://www.instagram.com/davidakashi/ (Emperuq Tengah)




https://www.instagram.com/davidakashi/ (Emperuq Hilir)

10. Jantur Tebati




https://www.instagram.com/davidakashi/

Jantur Tebati, Kampung Linggang Melapeh Lama, Kec. Linggang Bigung, Kab. Kutai Barat, Kalimantan Timur. Jantur Tebati lebih dikenal dengan Jantur Gelokng yang dialiri air sungai Gohaq.

11. Jantur Tebatang




https://www.instagram.com/davidakashi/

Jantur Tebatang terletak di Kampung Linggang Melapeh, Kec. Linggang Bigung, Kab. Kutai Barat, Kalimantan Timur.

12. Jantur Atai




https://www.instagram.com/davidakashi/

Jantur Atai terletak di Melapeh Lama, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

13. Jantur Gemuruh




https://www.instagram.com/davidakashi/

Jantur Gemuruh terletak di Kampung Sekolaq Darat, Kec. Sekolaq Darat, Kab. Kutai Barat, Kalimantan Timur. Keistimewaan dari Jantur Gemuruh ini terdapat  bangunan candi peninggalan Hindu yang dikenal dengan nama Batu Begulur. Terdapat juga lorong-lorong yang dibuat di bawah tanah dengan lapisan batu yang panjangnya 50 meter.
14. Jantur Geronggong



instagram.com/davidakashi

Jantur Geronggong terletak di Kampung Engkuni Pasek, Kec. Barong Tongkok, Kab. Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Nah, itulah 14 jantur atau air terjun yang ada di Kabupaten Kutai Barat. 
Yuk, kunjungi Kutai Barat dan nikmati pemandangan alam yang indah dan masih natural. Surganya air terjun di Kalimantan Timur. Kalau ke Kalimantan, jangan lupa mampir ke Kutai Barat ya!

Jangan lupa … tetap berperilaku baik, sopan, dan jangan buang sampah sembarangan.

Sumber referensi:
- Wikipedia.org
- Instagram.com/davidakashi
Baca juga tulisanku di Penakata.com

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas