3F - Fict Feat Fact

Monday, July 22, 2019

Pelatihan PKK Membuat Bunga dari Plastik oleh Mamuja

Minggu, 21 Juli 2019.
Kelompok PKK Desa Beringin Agung melaksanakan pelatihan membuat karya kerajinan tangan dari plastik.
Alhamdulillah ... Mamuja (Mama Muda Samboja), klub ibu-ibu kreatif yang aku bentuk sebagai bagian dari Taman Bacaan Bunga Kertas diberi kepercayaan untuk menjadi pelatih ibu-ibu PKK yang ada di Desa Beringin Agung.
Pelatihan berlangsung dari jam 14.00 s.d 16.00 WITA diikuti oleh anggota PKK.
Ibu-ibu terlihat sangat antusias membuat bunga dari plastik. Karena, bunga dari plastik ini sangat ekonomis, bahannya mudah sekali didapat dan tentunya bisa mengurangi volume sampah di lingkungan. Seharusnya, pelatihan ini menggunakan plastik bekas, namun karena nyari sampah plastiknya lumayan susah, akhirnya kami memilih menggunakan plastik baru untuk belajar. Harapannya, ibu-ibu rumah tangga di wilayah Desa Beringin Agung semakin cerdas dan kreatif dalam memanfaatkan sampah-sampah rumah tangga.
Aku juga turut bahagia karena ibu-ibu mau berpartisipasi dalam dunia kreatif dan lingkungannya. Sebagai salah satu kandidat Pemuda Pelopor Tingkat Nasional, aku harus selalu menumbuhkan semangat warga untuk berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan yang membangun desa juga mensejahterakan masyarakatnya.
Kegiatan-kegiatan edukasi seperti inilah yang menjadi salah satu kegiatan yang mampu mendorong dan menginspirasi masyarakat luas.
Saya berharap ke depannya Desa Beringin Agung bisa berkembang menjadi desa yang lebih baik dan lebih maju lagi. Seluruh lapisan masyarakat dapat bersinergi dalam membangun desa mandiri.
Kegiatan-kegiatan yang saya lakukan memang murni kegiatan sosial tanpa mengharapkan imbalan. Bila ada donatur yang memberikan bantuan, langsung saya serahkan ke Taman Baca atau Mamuja untuk pengembangan kegiatan-kegiatan kreatif.
Terima kasih untuk seluruh warga desa Beringin Agung yang telah berkenan memberikan dukungannya untuk saya dan Taman Bacaan Bunga Kertas.
Hasil Karya Pelatihan



Sunday, July 21, 2019

Musrenbangdes 2020 Beringin Agung

www.rinmuna.com
Rabu, 17 Juli 2019. Pemerintah Desa Beringin Agung melaksanalan Musrenbangdes (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa) Tahun 2020.
Musrenbangdes mengundang seluruh lembaga dan tokoh masyarakat yang ada di desa.
Diungkapkan oleh Pak Budi selaku Kasi PMD dan Pj. Kades Beringin Agung bahwa dana desa digunakan 60% untuk infrastruktur dan 40% untuk pemberdayaan masyarakat desa.
Dari data yang dibacakan oleh Bapak Kuat Sholeh selaku Ketua BPD, pembangunan infrastruktur yang diajukan oleh masyarakat adalah pengerasan jalan / semenisasi dan pembuatan turap yang merupakan lanjutan dari anggaran tahun 2019.
Pada sesi terakhir, Bapemas Kabupaten Kutai Kartanegara menyampaikan IDM (Indeks Desa Membangun).

Pelatihan Kader Stunting Desa Beringin Agung

www.rinmuna.com
Sabtu, 13 Juli 2019. Pemerintah Desa Beringin Agung melaksanakan kegiatan Pelatihan Kader Stunting. Acara dibuka langsung oleh Kepala Desa Beringin Agung.
Narasumber : Sulastri, A.Md. Keb. (Puskesmas Sungai Merdeka), Andi Herawati, A.Md. Keb. (Ahli Gizi) dan Supriyadi (Pembina Posbindu).
Acara berlangsung sejak pukul 08.30 WITA sampai sore hari.
Stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibanding tinggi badan (yang sesuai umur).
Stunting disebabkan karena kurangnya asupan gizi yang diterima janin dan bayi  sejak masih dalam kandungan, tetapi stunting baru nampak setelah anak berusia 2 tahun. Oleh karenanya, nutrisi pada saat usia kehamilan sangat penting agar anak tidak terkena stunting.
Bukan hanya memberikan pengertian tentang stunting dan cara pencegahannya. Di sini juga diajarkan bagaimana melakukan pelayanan di posyandu dan pentingnya datang ke posyandu agar perkembangan janin dan bayi dapat terpantau dengan baik.
Pelatihan stunting ditutup dengan acara tanya jawab berhadiah. Ibu-ibu yang bisa menjawab pertanyaan seputar kehamilan, ibu dan anak langsung mendapat hadiah dari panitia.
Harapan ke depannya, pelatihan ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan menjadi lebih baik lagi dan dapat mencegah terjadinya stunting pada anak-anak Indonesia agar anak-anak tetap sehat, cerdas dan berprestasi.


Puisi Akrostik | Rizki Rangga Pratama | Rumah Kita



Judul Puisi "Rumah Kita"


Ramai kau hadirkan dalam setiap ruang
Ilusi tentang cinta dan kasih dalam satu detik
Zaman sudah berubah saat kau beranjak dewasa
Kini kau bukan lagi wajah merah yang hadirkan tawa
Indah dikala bibir mungilmu menyunggingkan senyuman

Rumah ini adalah tawa kita
Aku, kamu dan mereka
Niscaya akan kita temukan indahnya ruang yang kita cipta
Gubuk-gubuk kecil yang dulu usang hampir hilang
Gubuk-gubuk kecil yang kini menjadi kenangan
Akan apa yang pernah ada dalam kisah kita

Pagar-pagar rumah kita jadi saksi
Rahasiakan cerita dalam ruang yang terkadang hampa
Antara suka dan duka di dalamnya
Tempat kita saling bergenggam tangan walau banyak luka
Akankah kau selalu ada dalam cerita kita?
Mengukir setiap dinding rumah kita dengan cinta
Alangkah indahnya saat kau tetap ada menjadi kita


Nama : Rizki Rangga Pratama

Ditulis Oleh Rin Muna
Kalimantan Timur, 13 Oktober 2018

Monday, July 15, 2019

Cerpen | Kekasih Gelapmu Simpananmu


www.pixabay.com

Sore ini aku pergi jalan-jalan bersama dengan anak-anak remaja yang ada di taman bacaku. Tak banyak yang kita lakukan. Yah, hanya jalan-jalan mencari hiburan saja sesekali. Karena bagiku, mereka adalah sahabat. Walau usia kami memang terpaut lumayan jauh. Selama mereka nyaman berada bersamaku, ya nggak ada salahnya juga jalan bareng anak-anak remaja. Biar berasa muda terus kan ya? Hihihi...

Seperti biasa, setelah menghabiskan waktu jalan-jalan dan foto selfie di salah satu tempat wisata. Kami langsung pulang. Eh, nggak langsung pulang. Aku ngajak mereka dulu mampir ke warung Bakso. Mau ngapain? Ya, mau makan Bakso. Masa cuci mangkok?

Saat kami sudah selesai makan. Tiba-tiba datang seorang laki-laki paruh baya yang sudah tak asing lagi bagi kami. Laki-laki itu datang bersama seorang cewek cantik dan seksi. 
Tak ada kecurigaan dalam benak kami. Yang kami pikir, cewek itu adalah rekan kerja beliau.
Namun, entah kenapa bapak itu justru memperlihatkan gelagat aneh. Dia mencolek kami satu per satu sambil membisikkan sesuatu. Aku juga bingung, what happen?

Ternyata, dia bilang, "jangan kasih tahu anakku kalau aku jalan sama dia." sambil menunjuk ke arah cewek yang dia bawa.
Jelas saja kami justru curiga saat dia bilang seperti itu. Ada banyak persepsi di kepala kami. Kenapa kami tidak boleh bilang? Kalau hanya rekan bisnis atau rekan kerja, rasanya tidak akan menjadi masalah.

Oh, mungkin karena dia bilang juga kalau cewek itu "tamunya."
Tamu dalam hal apa ya?
Ah, entahlah ...
Makna tamu di zaman sekarang itu luas sekali. Apalagi tamunya ketemu di warung bakso, bukan di rumah. Jelaslah itu tamu yang istimewa.

"Siapa ya cewek yang dibawa bapak itu?" tanya Mira setelah kami keluar dari warung bakso.
"Nggak tahu." Rasya mengedikkan bahunya.
"Temen kerjanya kali," sahut Mega.
"Tadi bapak itu bilang tamunya." Dara menimpali.
"Iya, kalau teman kerja, buat apa bapak itu repot-repot klarifikasi ke kita? Pake acara nggak boleh kasih tahu si Ardhi. Kalau nggak ada hubungan apa-apa ya nggak perlu sibuk bisikin kita." Aku ikut berkomentar.
"Nggak tahu, Mbak. Pacar gelapnya kali," sahut Rasya sambil tertawa kecil.
"Sephia - Kekasih gelapku," lanjut Mega berbisik.
"Sst ...jangan keras-keras ngomongnya!" pintaku. "Dan jangan kasih tahu, Ardhi ya!"
"Tapi, kasihan tahu mba si Ardhi kalo nggak dikasih tahu. Kelakuan bapaknya begitu," sahut Mega.
"Sst ... nggak semua hal harus kita ungkapin. Biar aja, kita nggak usah ikut campur. Biar Tuhan yang menunjukkan suatu hari nanti kalau emang beliau salah. Mudahan nggak seperti yang kita pikirkan," tuturku.
"Jadi, nggak usah dikasih tahu, Mbak?" tanya Dara.
"Iya. Nggak usah!"
"Kalau kita keceplosan gimana?"
"Jangan sampai, lah!"
"Namanya aja keceplosan, Mbak."
"Ya nggak usah dibahas. Kalau emang kira-kira perlu, nanti Mbak yang ngomong sama Ardhi pelan-pelan. Dia juga sudah besar. Bisa bedain mana yang baik dan enggak. Lagian, selama semuanya baik-baik saja. Kita pura-pura nggak tahu saja. Anggap saja kita hari ini tidak melihat apa-apa." pintaku. "Ayo, pulang!"

Kami langsung bergegas pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan aku terus berpikir. Ternyata, laki-laki memang tidak akan pernah puas. Walau istri setia di rumah, dia masih bisa keluar jalan-jalan sama perempuan lain. Entah siapa yang menggoda dan siapa yang digoda. Yang jelas, hal ini membuatku berpikir bahwa perempuan emang nggak seharusnya di rumah terus. Karena saat di dalam rumah terus, bisa jadi suaminya malah main gila sama perempuan lain. 
Memang tak semua laki-laki seperti itu. Tapi, untuk laki-laki setengah baya yang masih punya kekasih gelap? What do you think?
Ah, aku pilih tidur...



Ini cerita hanya fiksi. Jangan ditanya bener atau enggaknya. Please, ini cuma naskah fiksi yang hanya khayalanku semata. Yang nyata adalah makan bakso bareng anak-anak remaja taman baca. But, nggak ada hal lain yang terjadi.
Cerita ini dibuat untuk memenuhi tantangan clue "Kekasih Gelap" dari PenAFriends.

Terima kasih untuk teman-teman yang selalu menginspirasi.

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas