Book Author and Ambassador Novelme. Love to imagination, telling story and making money.

Thursday, September 17, 2020

From Zero to be Perfect Hero

 


 

Hai, sobat ...!

Udah lama banget aku nggak curhat nih...

Mmh ... enaknya bahas apa ya?

Artikel kali ini, aku kasih judul From Zero to be Hero aja, deh. Obrolan pagi yang aku lakukan bersama Rapunzel di grup Ambassadorku. Entah kenapa, aku jadi ingin berbagi pengalamanku di sini.

 

Why?

Karena ada banyak hal yang kita capai, semuanya berawa dari nol. Nggak ada yang instan.

Akhir-akhir ini, banyak yang membicarakan soal pencapaianku sebagai seorang penulis novel Best Seller dan juga Ambassador di Platform Novelme.

Sebagai orang yang hobi nulis, pasti nggak akan pernah menyangka akan dapet penghasilan belasan juta setiap bulannya dari menulis novel. Awalnya cuma iseng ... mmh, kalau dibilang iseng. Nggak juga, sih. Karena keisenganku yang aku lakukan belasan tahun lalu, sudah berubah menjadi sesuatu yang aku seriusi.

 

Ya, aku benar-benar serius ingin menjadi seorang novelis ketika aku duduk di bangku SMA. Konyol ya? Buat orang yang kayak aku (selalu dinilai sebagai badgirl di sekolah) punya cita-cita ingin menjadi seorang novelis. Ngerti novelis aja saat itu nggak tahu. Cuma ngerasa, bisa nulis sebuah novel itu keren. Udah, gitu aja. Nggak pernah belajar soal cara menulis novel.

 

Walau nggak pernh belajar, tapi aku seneng banget sama pelajaran Bahasa Indonesia. Kelas 3 SD, aku udah seneng banget nulis. Saat itu, aku sudah mengikuti sebuah kompetisi antar sekolah. Dulu, namanya lomba sinopsis dan aku dapet juara. Saat itu, aku menceritakan dan mengembangkan kembali cerita yang sudah aku baca. Biasanya, dikasih waktu lima belas menit untuk baca naskahnya dan kita menceritakan kembali naskah yang kita baca. Aku seneng banget saat itu. Sejak itu, aku emang  jadi hobi nulis. Nulis  apa aja dan di mana aja. Makanya, sejak SD aku sudah paham dengan sudut pandang cerita, hanya saja belum bisa mendalami teknik kepenulisan yang lebih dalam lagi.


Saat lulus SMA, aku menyerah mengejar cita-citaku sebagai seorang novelis. Why? Karena aku sibuk dengan pekerjaan yang mengambil waktuku sejak pagi hingga pagi. Tapi, aku tidak benar-benar menyerah saat itu. Bagiku, sedikit saja asal tetap menulis. Akhirnya, aku memilh untuk terus menulis sambil bekerja. Setidaknya, aku tetap menjalani hobiku walau hanya menghasilkan satu puisi dalam seminggu. Oleh karenanya, aku bisa menerbitkan 23 buku antologi cerpen dan puisi hanya dalam waktu dua tahun.


Bagiku, menulis itu hobi ... sesibuk apa pun, aku pasti senang melakukannya. Melepas penat dan lelah saat bekerja dengan menulis.


Aku juga menjelajah platform menulis di beberapa tempat. Mungkin, kalian semua sudah baca artikel aku sebelumnya tentang 5 Situs Penulis Novel Populer dan Bisa Menghasilkan Uang . 

Aku akan menulis sesuai dengan kemampuanku. Oleh karenanya ada beberapa platform yang tidak aku masuki karena beberapa persyaratan yang memberatkan buatku.

Aku termasuk beruntung karena bertemu dengan Novelme sejak NTW Season 1. Sehingga, saat ini proses panjang yang sudah aku alami bisa membuahkan hasil yang sesuai.

 

Tak ada yang instan, semuanya butuh proses yang panjang. Kalau kamu masih belajar setahun, dua tahun atau tiga tahun di dunia kepenulisan. Kamu jangan merasa puas dulu, ada banyak hal yang belum kamu alami dan semuanya butuh proses.

 

Aku suka menulis sejak kelas 3 SD. Kalau karyaku dikumpulin semua seperti zaman sekarang ini, karyaku mungkin udah ribuan. Sayangnya, zaman dulu cuma nulis tangan di kertas, kemudian hilang begitu saja. Aku mulai hobi menulis sejak usia sembilan tahun. Kalau di usia 29 tahun karyaku baru bisa Best Seller, artinya aku sudah menghabiskan waktu 20 tahunku untuk belajar menulis dan tidak menyerah saat semua orang menganggap kalau menulis tidak menghasilkan apa-apa.

 

"Kerja keras dan konsistensi adalah perahu terbaik yang akan membawamu ke tempat tujuan yang kamu inginkan."

 

 Banyak penulis yang baru belajar menulis, tapi mereka sudah insecure karena tidak ada yang mau membaca karyanya. Menurutku, bukan tidak mau ... hanya belum mengenal saja. Sama seperti dirimu sendiri, jika tak pernah menyapa orang lain. Orang lain tidak akan mengenalmu.

 

Anggap saja, sebuah platform adalah sekolah. Tempat kamu belajar, menimba ilmu dari guru (editor) dan juga bersosialisasi dengan teman-teman lainnya. Ada murid yang memiliki karakter dan gaya tersendiri sehingga bisa menjadi murid populer. Begitu juga seorang penulis. Penulis harus memiliki gaya penulisan sendiri. Karena semua punya pasar pembacanya sendiri-sendiri.


Kalau kita hanya menulis, menyimpannya seorang diri alias nggak mau promosi ... terus, mau karya kita dibaca banyak orang? Gimana caranya? Nggak mungkin, kan? Menulis dengan cara diam-diam saja, itu seperti kita menulis di buku diary, menyimpannya di laci, tapi menginginkan banyak orang untuk membacanya.

Sebelum memilik karya Best Seller, aku sudah berjuang keras dan berusaha keras di platform yang saat ini menjadi tambatan hati karena sudah menghasilkan banyak pundi-pundi dari kerja kerasku selama 20 tahun belakangan ini. Bukan proses yang mudah dan instan begitu saja. Bukan sesuatu yang hanya sekedar ikut-ikutan semata karena melihat penulis lain sukses di dunianya.

Saat aku menulis di platform Novelme, penuh dengan kerja keras karena aku berusaha untuk survive di platform tersebut seorang diri. Tak ada penulis yang aku kenal, tak ada editor yang aku kenal, tak ada ambassador yang aku kenal seperti sekarang ini. Buatku, sekarang nulis di platform Novelme jauh lebih mudah karena dapet banyak bimbingan untuk berkembang lebih baik lagi. Tergantung bagaimana kamu berkembang di platform tersebut.

Awalnya, Novelme adalah sebuah platform untuk kompetisi menulis cerpen yang kemudian berkembang menjadi sebuah platform menulis novel. Di kompetisi pertama tahun 2019, kita harus mengumpulkan banyak Star untuk bisa masuk ke Top 100 Rank Populer. Buat dapetin 1 buah Star aja susah banget. Aku sampai japri semua temen-temenku buat minta dukungan dan cuma bisa masuk ke Top 100 doang. Nggak bisa juara. Alluna Wedding Party, menjadi karya novelku pertama di Novelme. Juga menjadi sebuah pencapaian yang membanggakan untuk diriku sendiri karena aku bisa menyelesaikan 1 buah novel dalam waktu 1 bulan. Biasanya, sampai setahun nggak kelar-kelar.


Di novelku yang kedua, aku baru mengerti konsep platform Novelme yang mengusung konsep webnovel dengan cerita yang mengandung ratusan bab. Berbeda dengan novel konvensional yang hanya terdiri dari 15 sampai 20 bab. Akhirnya, aku mulai mempelajari bagaimana sistem di Novelme bekerja.

Awalnya, dapetin uang di Novelme cuma ngandalin menang kompetisi aja. Berat banget kan? Tapi, aku selalu mengikuti pembicaraan di komunitas dan Novelme terus berkembang. Sekarang, bukan cuma bisa dapet uang dari kompetisi aja. Bisa dapet uang dari penjualan bab berbayar (karena pembaca di Novelme benar-benar menghargai karya dan kerja keras penulis kesayangannya), bisa dapet uang dari hadiah yang dikasih pembaca. Ada bonus Rp 400.000 setiap bulannya kalau kita rutin update selama sebulan full. Pokoknya, di Novelme ... penulis benar-benar dimanjakan. Bukan cuma dikasih uang bertubi-tubi, tapi juga dikasih ilmu yang harganya tak bisa dinilai dengan uang yang kita dapat di Novelme.


Kalau penulis baru mengeluhkan menulis di Novelme itu berat, buatku ringan banget sih daripada nulis di platform lain. Lagian, Novelme menghargai penulis yang benar-benar bekerja keras. Sama aja kayak kamu kerja di perusahaan, kalau kerjaan kamu bagus ... pasti akan dihargai dan dikasih bonus sama perusahaan. Karena buat dapetin 400K sebulan, syaratnya nggak susah. Beda dengan di awal-awal saat kami baru gabung di Novelme. Untuk dapetin 400K, harus masuk Top 50 dulu. Kalau sekarang, semuanya bisa dapet asal kita sudah terikat kontrak dengan Novelme.


Sistem untuk mendapatkan bab berbayar juga sangat mudah. Berbeda dengan platform lain. Di salah satu platform, bukuku sudah dibaca 2rb kali, tapi waktu ngajukan bab berbayar, langsung ditolak oleh platform tanpa dikasih tahu alasannya apa. Aku kan jadi kayak orang bego. Rasanya, kayak nembak cowok ... terus ditolak aja gitu tanpa sebab. Sakit kan?

Kalau di Novelme, naskah yang nggak lolos review selalu dikasih tahu alasannya supaya bisa diperbaiki. Jadi, penulis juga semakin lama semakin berkembang seiring berjalannya waktu. Yang paling aku suka adalah ini. Platform melindungi penulis-penulisnya dari plagiasi dan memberikan banyak materi untuk berkembang.

 

Makanya, aku lebih nyaman ada di Novelme karena semuanya sudah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dan aku senang karyaku dilindungi oleh Novelme secara hukum. Berbeda dengan platform lain yang nggak ada ikatan apa pun. Aku justru nyaman dengan perusahaan yang mengikat aku secara hukum.

Seperti yang udah aku bilang, platform ini udah kayak sekolahan. Sebaik apa pun gurunya, kesuksesan akan tetap bergantung pada kemampuan murid itu sendiri, kerja kerasnya dalam belajar dan sebagainya.

Kalau semua berpikir kesuksesanku di Novelme itu instan, aku rasa enggak. Karena aku punya waktu yang begitu panjang untuk membaca dan belajar, terlalu lambat. Aku justru bangga dengan mereka yang sudah bisa memiliki karya-karya bagus di usia muda.

So, buat kalian yang masih belajar ... jangan pernah menyerah begitu saja. Sebab semua hal perlu proses. Perjuangan yang dilakukan dari nol, rasanya akan jauh lebih berharga. Sampai saat ini, aku pun masih terus belajar. Sebab dunia kepenulisan semakin berkembang seiring perkembangan zaman. Kita juga tidak bisa menolak perubahan, tetap harus berjalan seiring dengan perubahan zaman supaya karya kita tetap diterima dengan baik oleh banyak orang.

 

Sampai di sini tulisan dari aku. Aku masih harus nulis novel yang on going setiap hari nih...

Semoga menginspirasi ..



Much Love,


Rin Muna


 

 

 

Friday, August 14, 2020

Kenali 3 Jenis Bintang di Novelme dan Fungsinya


Hai, sobat!
Gimana kabarnya nih?
Semoga harimu menyenangkan ya.

Kali ini, aku mau ngeshare soal bintang yang ada di Novelme.
Soalnya, masih banyak yang nanyain fungsi bintang di Novelme itu apa aja sih?

Jadi, aku kasih jawaban di sini biar nggak perlu nanya-nanya lagi. Khawatir aku nggak bisa jawab satu-satu karena kesibukan aku yang padat.

Di Novelme ada 3 jenis bintang atau Star.
1. Bintang untuk masuk ke Rank Populer
2. Bintang untuk dapetin hadiah NTW
3. Bintang untuk rating buku kamu.

Kita bahas yang pertama dulu ya.

Bintang untuk masuk Rank Populer, bisa kita dapet dari Star Vote pembaca. Makin banyak bintang yang dikasih pembaca, makin banyak juga kesempatan kamu untuk masuk Top 100 Rank Populer.
Gambar di atas adalah contohnya. 6.757 bintang adalah bintang yang udah aku kumpulin dari tanggal 1 sampai hari ini. Selain vote dari pembaca, bintang ini juga bisa kita dapet dari menyelesaikan tugas harian, mingguan dan bulanan. 
Dapetinnya bisa dari sini:
1. Update harian: minimal update 1000 kata sehari akan mendapatkan bonus 100 bintang.
2. Update mingguan: Minimal update 4 kali dalam seminggu akan mendapatkan bonus 200 bintang.
3. Update bulanan: minimal update 30 ribu kata dalam sebulan akan mendapatkan bonus 400 bintang, 50 ribu kata akan mendapat bonus 1.000 bintang dan 100 ribu kata akan mendapatkan bonus 2.000 bintang.

Semakin rajin  ngerjain tugasnya, maka kesempatan kamu buat masuk Rank Populer akan semakin besar.
Keuntungan yang bisa kita dapat kalau cerita kita masuk Rank Populer adalah mendapat lebih banyak pembaca. Karena pembaca akan lihat buku kita saat mereka berselancar.

Bintang yang ini akan kembali jadi nol lagi setiap tanggal 1. Artinya, semua penulis (lama atau baru) akan ada di posisi yang sama saat start awal bulan. Biar adil gitu, hehehe


Yang kedua adalah bintang untuk dapetin hadiah NTW.
Buat dapetin hadiah NTW, salah satu syaratnya adalah menyalakan dua bintang itu dari warna abu-abu jadi warna kuning.
Supaya bintangnya tetep nyala, kita nggak boleh bolong update lebih dari 2 hari untuk bintang yang di atas. Sementara, bintang yang di bawahnya baru akan menyala kalau kita sudah update minimal 40 ribu kata.

Yang ketiga, yakni bintang untuk rating buku kamu.
Nah, lima bintang berjejer yang di sebelahnya ada angka 9.9 adalah rating buku kamu. Rating ini didapat dari review pembaca. Minimal 10 review dari pembaca yang berbeda, langsung bisa membuat rating buku kita menyala.
Caranya gampang banget, minta aja temen atau pembaca kamu untuk komentar di buku kamu kayak gini:
Bintang yang dikasih pembaca ke kamu, akan mempengaruhi kualitas rating buku kamu. Semakin tinggi, artinya semakin baik bukunya. Hehehe...
Kalau buku aku sih masih banyak kekurangannya, jadi belum bisa di angka 10. Tapi, di angka 9.9 aja udah seneng kok. Hehehe


Nah,itu dia 3 bintang yang ada di aplikasi Novelme dan fungsinya.
Jangan sampai salah paham ya...!


Thanks udah baca

Much Love

Vella Nine

Thursday, August 13, 2020

Apa Kata Mereka Soal Novel Best Seller Perfect Hero?






Hai, guys!

Hari ini aku ngerasa terharu banget dapet banyak komentar positif dari karyaku "Perfect Hero".

Kali ini, aku mau kumpulin beberapa komentar yang bikin aku selalu semangat nulis setiap hari.

Akan aku abadikan di blog ini, supaya aku selalu ingat sama mereka ketika aku sedang berada di titik di mana aku ingin berhenti menulis.

 

 Komentar yang satu ini, datang dari salah satu tim editor Novelme yang aku nggak kenal itu siapa. Tapi, selalu aku baca setiap hari dan berhasil bikin aku semangat nulis setiap kali ingat komentar dari editor yang satu ini. Hei, siapa pun kamu  thanks untuk supportnya... Much Love for you...

 



 Nah, komen yang satu ini adalah komentar dari salah satu reader aku lewat instagram.
Aku bener-bener terharu banget dapet komentar kayak gini dari pembaca. Nggak nyangka kalau tulisanku diterima banget sama mereka. Rasanya, aku pengen nangis karena saking bahagianya.


Ini semua komentar yang masuk ke DM instagram aku di @vellanine.tjahjadi

Aku seneng banget disapa sama mereka. 
Bukan cuma di instagram aja ... di kolom review Novelme, mereka juga nyapa aku loh.

Gimana? Udah baca belum novel yang lahmgi hits ini?
Buruan baca ya!
Ceritanya pasti seseru yang dibilang sama pembaca.
Alhamdulillah, aku nggak dapet komentar buruk kecuali hate speech yang emang sengaja mau menjatuhkan.

Thanks buat dukungan dari semua pembaca.
Thanks banget untuk apresiasinya. Aku bener-bener terharu. Nggak nyangka kalau tulisab aku bisa bermanfaat juga.


Salam manis selalu.

Vella Nine a.k.a Rin Muna.





Dapetin Apresiasi Pembaca dan Jutaan Rupiah dari Menulis Novel (Perfect Hero)

 

 
 
 
Hai ... hai ...!
Apa kabra? Eh, apa kabarnya nih?

Gimana hari kalian, semoga menyenangkan ya.

Saat aku nulis ini, ini adalah bulan keempat aku menulis novel Perfect Hero di Novelme.
 
Selama empat bulan ini, udah dapet aja sih dari Perfect Hero?
 
Hmm ... pastinya dapet banyak pengalaman di dunia kepenulisan, dapet banyak temen, dapet banyak pembaca dan pastinya dapet income yang lumayan (buat beli bombon anak) dari menulis novel.
Waktu aku dapet pendapatan bab berbayar di Novelme. Aku bener-bener nggak percaya. Iya, rasanya pengen melayang setinggi-tingginya. Tapi, keinginan itu harus aku urungkan karena aku nggak punya sayap. Masih takut jatoh, hehehe.
 
Berapa aja sih yang udah aku dapet dari novelme? Pasti pada nggak percaya ya kalau menulis novel bisa menghasilkan uang? Aku juga awalnya nggak percaya. Tapi, Novelme bener-bener ngasih pukulan besar buat aku saat aku bener-bener dapetin pendapatan dari bab berbayar.
 
Pembaca di Novelme juga cerdas-cerdas banget. Mereka bener-bener mengapresiasi penulis di Novelme. Mau beli bab berbayar yang harganya antara Rp 200 - Rp 400 tergantung jumlah kata dalam bab tersebut. Itu sebabnya, Novelme juga menuntut penulis untuk menghadirkan tulisan yang berkualitas sesuai dengan keinginan pembaca.
 
Kak, di Novelme cuma dihargai 200 perak doang per bab-nya? Kasian bener sih penulisnya, udah capek-capek nulis, mikir nyari ide, riset dan lain-lain. Dihargai cuma 200 perak atau 400 perak doang? Gini amat ya nasib penulis? Gimana mau maju?
 
Eits, tunggu dulu! 200 perak per bab itu emang nggak ada apa-apanya kok dibanding sama harga lipstik aku sebiji. Eh,  beli lipstik sebiji harga 150 ribu udah sama kayak beli 375 bab di Novelme. Di Novelme, harga segitu sudah mengapresiasi banget kok buat penulis. Karena, di platform lain aku sendiri susah banget dapetin income dari menulis novel. Bikin buku fisik, nggak ada yang beli. Sedih banget kan? Padahal udah keluar modal di awal buat cetak, belum lagi kalo promo-promo butuh transport dan lain-lain.
 
Alhamdulillah, aku dijodohkan dengan Novelme. Walau babnya emang murah banget kalo buat penulis. Kalo bikin buku fisik, biasanya harga 75ribu isinya sekitar 15 sampai 20 bab. Kalo yang tipis, nggak lebih dari 100rb kata, biasanya bisa dapet harga 50 ribuan. Artinya, buku fisik itu per babnya kena harga Rp 2000- Rp 4000. Sepuluh kali lipat dari harga bab yang ada di Novelme. Murah banget kan? Tapi, masih aja banyak protes dengan harga koin yang mahal. Padahal, 1 koin = 1 rupiah di Novelme.

Kalo aku nulis 100 bab di Novelme dengan harga 400 perak per bab. Aku cuma dapet 40 ribu dari satu orang yang berlangganan. Murah banget kan? Kapan makmurnya jadi penulis kalau nggak ada yang beli babnya.

Jangan nyerah dulu dengan hitung-hitungan di atas. Karena, kamu pasti akan menemukan pembaca yang bener-bener mengapresiasi karya kamu.

Awalnya, aku juga nggak dapet apa-apa dari menulis. Tapi, aku nggak patah semangat. Tetep belajar memperbaiki kualitas tulisan supaya layak. Layak di mata pembaca, juga layak di mata editor. Kalo soal kualitas buku, pastinya review dari editor lebih penting. Kayak komentar yang satu ini :

 

 

 

Komentar yang satu ini adalah salah satu  komentar  dari editor yang aku juga nggak kenal. Tapi, bener-bener memicu semangat aku buat bikin cerita yang lebih menarik dan lebih berkualitas lagi.

 

Enaknya nulis di Novelme, aku bisa konsultasi naskah sama editor. Editor juga sering banget sharing materi di media sosial. Juga bisa dihubungi lewat Whatsapp. Semua editornya ramah-ramah. Slow respon sih buat aku wajar karena penulis di Novelme buka cuma aku doang.

 

Selain bisa konsultasi sama editor yang baik hati dan dapet apresiasi dari pembaca yang keren-keren. Aku juga bisa dapet income dari Novelme. Mau tahu berapa aja income yang udah aku dapet dari novel Perfect Hero yang alhamdulillah udah masuk Top 5 Best Seller?

 

Sini, aku bisikin!

Jangan kasih tahu siapa-siapa ya! Ntar pada pengen kayak aku, hihihi.

 

 

 Di Bulan Mei 2020, aku dapet Extra Insentive karena udah masuk Top 10 Best Seller dan menulis lebih dari 100rb kata. Tentunya, ditambah juga dengan bonus rajin update setiap hari Rp 400.000, hadiah dari pembaca dan penjualan bab berbayar. Jumlah nilainya, bisa ditebak-tebak sendiri, deh. Hehehe.

Setiap bulannya, aku selalu dapet bonus Rp 400.000 karena rajin update minimal 1000 kata sehari. Nggak ada bolongnya.

Review di Novelme lama, Kak. Bikin bolong update? Yuk, jadi anak Ambassadorku! Aku kasih tipsnya biar bisa update terus setiap hari walau review dari Novelme lama. (Asal tidak mengandung kata terlarang dan tanda baca yang aneh-aneh, sebenarnya udah otomatis lolos review setelah 35 menit).


Di Bulan Juni, Extra Insentive aku meningkat karena berhasil masuk di TOP 5 Best Seller. Tentunya harus kerja keras buat dapetin ini karena menulis sampai 100 ribu kata sebulan itu nggak mudah. Kadang kalo mood lagi jelek, nggak dapet ide sama sekali.


Saat ini, Perfect Hero sudah masuk ke bulan ke empat dan menjadi Top 5 Best Seller. Tentunya, ini menjadi salah satu semangat terbesar aku karena di sini, kerja keras aku benar-benar dihargai sama pembaca.

Sampai saat ini, Perfect Hero sudah dibaca sebanyak 3.6 Juta kali di Novelme dengan pendapatan bab berbayar antara 10 ribu - 100 ribu perharinya (tergantung jumlah pembaca).

 

Semakin ke sini, tentunya semakin tertantang untuk membuat webnovel yang ceritanya ratusan bahkan ribuan episode. So, buat kamu yang biasa baca novel singkat, pasti akan kaget dengan webnovel yang mengandung ratusan bahkan ribuan bab. Awalnya, aku juga nggak ngeh bedanya webnovel dan novel. Sekarang, udah mulai memahami. Jadi, kayak Harry Potter gitu, ada seri 1 sampai seri 7. Bedanya, webnovel mah berlanjut aja gitu. Gak pake berseri-seri. Eh, ada juga sih yang bikin sekuel dan triloginya gitu. Suka-suka penulisnya deh. Kalo aku, lebih memilih untuk bikin dalam satu buku aja sih. Hehehe.


Buat kamu yang masih ragu-ragu buat nulis di Novelme, buang aja keraguan kamu atau nggak perlu mencoba sama sekali. Itu lebih baik daripada ujung-ujungnya kamu bikin hate speech karena salah paham atau belum bener-bener ngerti teknisnya seperti apa.

Kalau pengen gabung di Novelme dan bisa dapetin 400 ribu setiap bulannya. Gabung aja di Grup Ambassador aku, aku bakal kasih tips n trick supaya kamu bisa dapetin income dari Novelme. Asal mau konsisten dan kerja keras, platform dan pembaca akan menghargai penulis. Seperti slogan dari Novelme: Penulis sayang Pembaca, Pembaca sayang Penulis, Novelme Sayang Penulis.

Tentunya, penulis juga sayang banget sama Novelme karena udah dikasih penghargaan yang ... mmh ... aku bingung mau ngungkapinnya dengan kata apa yang lebih-lebih-lebih lagi dari kata 'Amazing'.


Sampai di sini dulu catatan kecil dari pengalaman aku ya! Semoga bisa menginspirasi untuk terus berkarya.


Gabung di Ambassadorku, bisa chat nomor WA yang aku pasang di flyer web ini.


Salam manis selalu.

Salam hangat dan semangat berkarya.


Vella Nine a.k.a Rin Muna





Tuesday, August 11, 2020

Cara Bikin Outline yang Panjang (Ratusan Bab) Seperti Perfect Hero di Novelme

 

 

Hai temen-temen ...

Maaf ya, agak lama ngasih materi soal bikin outline novel yang puanjang banget kayak Perfect Hero.

Karena udah ditagih terus, aku ngerasa bersalah dong ya, hahaha.

 

Aku kasih tips caranya bikin outline novel sesuai dengan cerita aku ya.

Mari simak sambil ngemil!

 

Apa sih yang harus dilakukan pertama kali sebelum kita menulis webnovel dengan konflik yang beragam dan tokoh yang buanyak banget?

 

Yang pertama, kita mesti nentuin genre novel yang mau kita ambil. Ah, ini mah semua udah pada ngerti.

Selanjutnya, menentukan tema yang mau kita pakai. Misalnya, tema romance aja kali ya yang mudah karena aku pecinta genre romance.

Kalau udah punya tema, kita mesti bikin sinopsis. Ringkasan cerita dari awal sampe ending. Beda ya dengan blurb yang ada di sinopsis untuk promosi. Sinopsis di sini, bener-bener kita jadikan panduan untuk menulis novel (bukan untuk diperlihatkan kepada pembaca).

Contohnya :

Fristi Ayuna berpacaran dengan Wilian Wijaya sejak masa sekolah. Sepulangnya Yuna dari menempuh pendidikan di Melbourne, ia mendapati kekasihnya berselingkuh dengan sepupunya sendiri (sinopsis ini udah bisa jadi outline berbab-bab).

Setelahnya, ia mendapatkan cobaan bertubi-tubi. Mulai dari ayahnya yang terbaring di rumah sakit selama lima belas tahun. Tantenya yang menjualnya pada seorang Sugar Daddy (dan berbagai konflik internal lainnya). Sampai akhirnya ia bertemu dengan Yeriko Sanjaya. Pria yang selalu membantunya saat ia mengalami kesulitan hingga pria yang baru dikenalnya selama seminggu itu mengajaknya menikah secara tiba-tiba.

(dilanjutin dengan kisah kehidupan mereka setelah menikah sampai akhir cerita mereka. Aku bikin sinopsis sebanyak dua halaman HVS)

 

Setelah membuat sinopsis, kamu harus membuat daftar tokoh dan karakter penokohannya. Sebisa mungkin, gambarkan karakter tokohnya, bukan hanya ciri-ciri fisik. Karena karakter tokoh yang paling penting saat berhadapan dengan konflik. Misal si A ceria dan si B dingin, mereka akan berbeda ketika menghadapi sesuatu. Si A bakal menggebu-gebu saat lihat mie kuah pakai telor, sementara si B reaksinya biasa aja, datar aja gitu.

Ini contoh kecil bikin karakter tokoh sekaligus konflik yang akan kita munculkan:

1.      Yeriko Sanjaya Hadikusuma : Pria dingin yang tampan dan kaya raya. Penyayang istri, CEO & Dirut Galaxy Group. TB : 180 cm.

2.      Fristi Ayuna Linandar : Ibunya meninggal karena kecelakaan saat usianya 13 tahun, ayahnya koma dan dia dibesarkan di keluarga pamannya.

3.      Wilian Wijaya : Kekasih Fristi Ayuna, berselingkuh dengan sepupu Ayuna (Bellina)

4.      Melan : Tante Yuna, jahat dan mata duitan.

5.      Refi : Mantan pacar Yeriko yang masih terobsesi sama Yeriko.

6.      Dst.

 

 

Setelah kamu bikin karakter penokohan, coba deh buat peta penokohan (Hubungan antar tokoh). Ini bisa dibikin supaya konflik yang kamu bikin bisa berpusat ke dua tokoh utama dan tetap saling berkaitan. Kamu bisa bikin banyak bab dari konflik antar tokoh yang beragam ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


                                                                                                              

Setelah membuat penokohan atau karakter antar tokoh, kamu bisa lanjut bikin kerangka karangan (outline). Outline ini nggak harus 1 outline jadi 1 bab. Bisa aja ketika menulis ide kamu berkembang, 1 outline bisa jadi 3 bab atau 3 outline jadi 1 bab.

Contoh outline-nya:

1.      Yuna pulang dari luar negeri ingin memberi kejutan pada pacarnya, memergoki pacarnya sedang berselingkuh dengan sepupunya. Ia menangis histeris, mengajak sahabatnya ke bar untuk menumpahkan kekesalannya.

2.      Yuna mabuk berat, salah masuk toilet pria, bertemu dengan pria tampan. Pria itu melihat Yuna sebagai wanita penggoda yang menjijikkan.

3.      Sepupu Yuna mengumumkan hubungan resminya dengan mantan pacar Yuna di depan keluarganya.

4.      Yuna kembali bertemu dengan pria tampan tanpa sengaja di jalanan. Mereka sempat berseteru. Namun, akhirnya Yuna menggunakan pria itu untuk menunjukkan pada Wilian kalau ia juga sudah punya kekasih. (Mencium Yeriko yang belum dia kenal)

5.      Dst.

Untuk melihat hasil tulisan dari outline ini, bisa cek di link ini: https://share.novelme.id/starShare.html?novelId=7121&chapterId=343787

 

perfect hero

 

Nah, itu dia contoh outline dari aku. Contoh kecilnya aja ya. Aku nggak mungkin bisa kasih contoh puluhan atau ratusan bab, ntar kamu bosen bacanya.

Cukup sampai di sini dulu sebelum kalian mual baca tulisanku.

Ada pertanyaan?

Langsung chat aja ya!

 

 

Much Love,

@vellanine.tjahjadi

 

 

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas