Book Author and Ambassador Novelme. Love to imagination, telling story and making money.

Thursday, July 2, 2020

6 Cara Ampuh Mengatasi Writer's Block



Hai guys...!!
How are you today?
Semoga selalu sehat ya...

Oh ya, aku ke sini karena lagi writer's block nih... biasanya, aku selalu nulis novel minimal 3000 kata dalam sehari. Kalo ide lagi lancar tuh. Kalo nggak, ya gini ... suka kelimpungan seharian saat aku lagi nggak punya ide sedikitpun buat nulis. 

Terkadang ide dengan mudahnya ngalir kayak kran bocor. Terkadang juga udah kayak PDAM mati seharian. Kagak ada yang bisa dipake mandi. Badan bau seharian.. euuuh...!!!

Kamu pernah nggak sih ngerasain kayak gini juga?
Kalo pernah, sharing dong gimana cara ngatasinnya?

Kalo aku sih.. punya beberapa cara yang bisa aku lakuin biar kalimat writer's block itu nggak nangkring kelamaan dalam diriku.

Berikut ini, 6 cara yang bisa aku lakuin kalo aku lagi Writer's Block alias males semales-malesnya. 
Simak di bawah ini ya!

1. Rehat Sejenak

Writer's block juga bisa disebabkan karena kita sudah memforsis otak kita untuk bekerja seharian menggali ide yang ada di pikiran kita. Kita butuh rehat sejenak buat ngembaliin suasana hati kita. Biar pikiran kita fresh lagi dan mudah dapetin ide. Alangkah baiknya kalau kita ... mmh ... jalan-jalan sejenak sambil gandengan tangan. Asyiiik ...!!!
Cara ini termasuk salah satu cara yang efektif buat ngilangin kejenuhan yang bikin kita jadi writer's block.


2. Menulis sesuka hati & Diedit lain waktu

Menulislah sesuka hati ...!
Eh, kenapa aku bilang kayak gini? 
Karena ... salah satu alasan yang bikin penulis writer's block adalah terlalu takut dengan bahasa penulisan yang kita gunakan. Takut kalo diksi yang kita pakai nggak tepat. Takut kalau pembaca nggak suka baca tulisan kita atau bahkan kita bakal dapet kripik pedas dari pembaca.
Kekhawatiran ini merupakan salah satu hambatan dalam menulis. Membuat kita nggak bisa leluasa mencurahkan ide dan imajinasi kita karena terhalang oleh dinding kaidah kepenulisan.
So, coba aja menulis sesuka hati dulu. Abis itu, bisa deh kita edit lagi tuh tulisan. Soalnya kita emang sering banget nulis kata berulang waktu menulis.
Kalau kita nggak mikirin salah atau bener, biasanya kita bisa lebih mudah mencurahkan ide yang ada di kepala kita dalam bentui tulisan.

3. Mencari Inspirasi lewat buku atau film

Writer's Block juga bisa disebabkan karena ide di kepala kita nggak jalan. Apalagi penulis novel kayak aku. Kadang, bingung banget mau mulai adegan dari mana. Miskin ide ini yang jadi kendala besar banget buat aku. Apalagi aku emang penulis fiksi yang kudu mikirin adegan mana dulu yang harus aku buat.

Salah satu cara untuk bisa mengembalikan kita dari posisi stuck nulis adalah dengan mencari inspirasi lewat buku atau film. 
Baca buku, kita bisa dapetin kosakata baru dan menambah koleksi kata-kata di otak kita. Kadang juga suka bingung mau menggambarkan suatu keadaan dengan kalimat apa.
Selain baca buku, nonton film atau drama yang kita sukai juga bisa memberikan inspirasi. Terutama, untuk memperkaya adegan yang ada dalam cerita kita.



4. Membuat kerangka penulisan

Mmh ... yang satu ini adalah hal penting yang harus kita siapin sejak awal kita nulis adalah kerangka karangan. Kenapa? Karena kadang kita mikir keras buat nulis adegan selanjutnya. Terus, benang merah konfliknya mau kita taruh di mana.
Apalagi untuk seorang penulis webnovel seperti aku yang harus update tulisan setiap hari. Nggak bisa kalau mau ngerombak naskah dari awal ketika kita melakukan kesalahan. So, aku selalu siapin outline matang-matang. Tujuannya juga supaya tidak terpengaruh dengan komen dan kritik dari pembaca. Sekalipun tulisan kita bertujuan untuk menyenangkan pembaca, tapi konflik yang kita buat juga harus dimulai dan diakhiri dengan baik. Jangan sampai kita kebingungan mau nulis cerita selanjutnya karena nggak punya panduan menulis.

5. Hilangkan perfeksionisme

Perfeksionisme adalah hal yang selalu diinginkan oleh setiap penulis. Menulis sesempurna mungkin. Jangan sampai ada diksi atau tanda baca yang buruk!

Ah, untuk penulis profesional, hal ini mungkin berlaku. Tapi, nggak berlaku buat aku yang selalu dikejar deadline setiap hari.
Kalau aku harus menulis naskah dengan kaidah penulisan yang super perfect, mungkin aku nggak bisa ngejar deadline karena selalu kepikiran untuk tidak melakukan kesalahan. Akhirnya, lebih banyak mikir ketimbang eksekusi naskahnya.


6. Hilangkan rasa khawatir akan opini orang lain.

Poin yang ke-enam ini bener-bener bisa mengatasi writer's block buat aku. Why? Karena mood nulis aku bener-bener terpengaruh saat aku mendapatkan komentar buruk dari pembaca. 

Apa yang bakal kamu lakukan saat ada yang bilang tulisanmu nggak bermutu? Membosankan? Dan bla bla bla ...?
Ada banyak komentar buruk yang sering kita terima. Padahal, untuk menulis 1 bab saja kita membutuhkan kerja keras. Kita harus nyari ide cerita, mikirin adegan apa yang mau kita ciptakan, mikirin karakter tokohnya seperti apa saat beradu dalam satu adegan, mikirin awal dan akhirnya harus seperti apa dan lain sebagainya. Belum lagi kalau kita harus riset.

Saat kerja keras itu tiba-tiba diejek dan dihina sama orang lain. Rasanya pasti nge-down banget kan? Rasanya pengen berhenti nulis saat itu juga!!!
Tapi, kalau kita kayak gitu terus, selamanya kita nggak bisa berkarya dengan baik. So, kita harus kebal dengan opini orang lain. Nggak boleh khawatir cerita yang kita tulos bakal dihujat sama orang lain. Ambil baiknya aja. Kalau ada yang ngasih saran baik, bisa kita gunakan untuk meningkatkan kualitas tulisan kita.



Nah, itu dia 6 tips dari aku biar kalian bisa terbebas dari Writer's Block.
Kalau kalian, ada tips lain yang lebih ampuh bisa sharing di kolom komentar ya!
Kali aja bisa menambah ilmu buat akundan yang lainnya juga.


Terima kasih sudah berkunjung ke rumahku yang sederhana ini.



Salam peluk hangat,

-Kak Rin as Vella Nine-

Monday, June 22, 2020

Cuma Rebahan, Dapet Bonus 400 Ribu dari Novelme



Hai ... Guys ...!
Welcome to my home ...
Mmh ... sorry banget lagi nggak ada hidangan apa-apa nih. 
Tapi, aku mau menghidangkan sebuah cerita dan pengalaman aku menulis di Novelme.

Aku bergabung dengan platform Novelme pada bulan Mei 2019. Nggak kerasa ya, udah setahun aja gabung di Novelme.

Awal gabung, karena tertarik dengan event Novelme. Tapi, pas ngikutin nyaliku langsung menciut. Dah gitu, aku masih nggak paham soal teknis menulis di platform ini. Aku langsung aja nulis novel 12 bab dengan jumlah kata sampai 3000 kata per babnya. Asli, itu standar novel fisik yang biasa dijual-jual di toko buku.
Setelah bergabung dengan komunitas Novelme, akhirnya aku mengerti apa bedanya novel dan webnovel. Nah, aplikasi yang satu ini mengusung jenis karya webnovel yang bisa mencapai ratusan ribu bahkan jutaan kata.
Awalnya, aku nggak yakin sama diriku sendiri. Apa bisa ya nulis sebanyak itu? Nulis novel yang cuma 40.000 kata aja nggak kelar-kelar sampai setahun.

Tapi, di Novelme ini beda banget loh. Aku nggak cuma dapetin ilmu dari komunitas menulisnya Novelme. Mereka juga sangat hangat dan saling menyemangati. Editornya juga ramah banget dan banyak ngasih tips menulis. Kalau ada masalah dengan naskah kita, editor pasti langsung kasih masukan ke kita.

Berkat semangat dari temen-temen Novelme, akhirnya aku juga punya semangat lebih buat nulis walau saat itu aku belum mendapatkan apa-apa.
Awal bergabung di Novelme, hanya bisa mendapatkan uang dari event saja alias nggak dapet apa-apa kalau nggak masuk ke Rank TOP 50.

Mmh ... walau nggak dapet apa-apa dan pembacaku sedikit banget. Aku tetep nggak nyerah, buatku semua itu adalah sebuah proses yang harus aku tekuni. Karena, nggak ada hal yang instan. Apalagi untuk membuat tulisan kita menarik pembaca, kita harus banyak berlatih. So, aku nggak pernah menjadikan sebagai sebuah alasan untuk menulis. Kenapa? Karena saat tidak mendapatkan uang, semangat kita untuk menulis akan hilang dengan mudahnya. Sementara, aku ingin membuat sebuah karya tulis yang berasal dari hatiku. Membuat sebuah karya yang bisa dinikmati oleh banyak orang.

Alhamdulillah, kegigihan dan ketekunanku akhirnya membuahkan hasil. Aku mencoba menulis menggunakan nama pena baru di mana orang hanya mengenal karyaku tanpa mengenal siapa pribadiku. Rasanya, jauh lebih nyaman dan mulai mendapat apresiasi dari pembaca.

Di Novelme saat ini juga sudah memberikan banyak apresiasi pada kerja keras penulis. Tidak hanya dengan event Next Top Writer saja. 
Yang tidak menjadi pemenang NTW juga berkesempatan mendapatkan uang loh. Karena selain bab berbayar dan hadiah dari pembaca, Novelme ngasih bonus bulanan buat kamu yang rajin update minimal 1000 kata setiap harinya. Asyik banget kan?
Kamu bisa nulis di hengpong kamu sambil rebahan. Cuma ngeluangin 1-2 jam sehari buat nulis 1000 kata. Di mana lagi bisa santai-santai rebahan aja di rumah dan dapet uang jajan kalau bukan di Novelme.

Tentunya, ada syarat yang harus kamu penuhi untuk bisa mendapatkan uang jajan 400 Ribu itu. Tapi, syaratnya nggak susah, kok. Mudah banget. Yah, bonus itu buat mengapresiasi kerja keras dan ketekunan si penulis. So, kalo kamu nggak tekun dan nggak mau berusaha keras, pastinya akan kesulitan meraihnya karena di awal udah hopeless duluan.

Supaya bisa dapetin bonus dari Novelme, ada tips and trick yang harus kamu pelajari. Yang mau tahu tipsnya, bisa chat aku via WA : 085349625400 (Chat Only). Kamu bakal dapet tips sukses menulis di Noovelme.

Yuk, jangan sampai ngelewatin kesempatan ini! Kamu bisa belajar menulis di platform ini dan dapet uang jajan...


Download Novelme

Perfect Hero dibaca 800 Ribu Kali Dalam Waktu 40 Hari



20 April lalu, aku merilis sebuah novel di salah satu platform yakni Novelme.
Aku merasa sangat bahagia karena di Novelme, karyaku dengan mudahnya diterima oleh pembaca. Selain apresiasi dari pembaca, admin Novelme juga aktif mempromosikan karya-karya baru yang menarik dan berkualitas.

So, apa si Perfect Hero ini termasuk karya yang menarik dan berkualitas? Bukan aku yang menilai, orang lainlah yang bisa menilai bahwa karya ini berkualitas atau tidak. Sebab, aku masih memiliki banyak kekurangan dalam buku ini.

Perfect Hero merupakan webnovelku yang ke-2 setelah THEN LOVE yang aku rilis pada tahun 2019 lalu. Kali ini, aku menghadirkan sebuah cerita yang berbeda dengan konflik yang berbeda dan beragam. 

Perfect Hero menceritakan seorang gadis yang selalu mengalami masalah dan seorang pria yang selalu datang di saat yang tepat untuk membantunya. Akhirnya, mereka menikah walau baru berkenalan semala satu minggu. Banyak prahara dalam rumah tangga yang harus mereka lewati. Sebesar apa pun masalah yang harus dihadapi, ketika dua orang saling mencintai dan saling percaya. Maka, mereka punya kekuatan besar untuk tetap bertahan hingga akhir.


Hingga tanggal 30 Mei 2020, Perfect Hero sudah dibaca sebanyak 800 Ribu kali di Aplikasi Novelme.
So, kamu juga jangan ketinggalan buat baca kisah seru ini ya!
Salam peluk  hangat dari Yuna dan Yeriko...


Kamu bisa baca kisah seru ini hanya di Aplikasi Novelme. Silakan klik link ini :



Bisa juga langsung meluncur ke Perfect Hero dengan klik link ini :


Selamat membaca, semoga menghibur dan menemani hari-harimu bercerita ...

Lukaku

Source: pixabay.com



Kau tahu aku luka
Aku tersesat dalam belantara kata
Di antara ego-ego yang menjulang
Menertawaiku diri ini yang lebih rendah dari belukar

Kau tahu aku luka
Bukan kata cinta yang aku harap ada
Sebab kata itu tak kan pernah ada

Kau tahu aku luka
Aku mengadu pada pembaringan
Membisu...

Kau tahu aku luka
Aku benamkan diri dalam ranting kata
Yang membelengguku dalam duka

Aku tahu kau pun tahu
Tak seharusnya kata “kita” ada
Tak seharusnya kata “kami” ada
Tak seharusnya kata “mereka” ada

Aku tersesat terlampau jauh
Hingga aku lupa di mana jalan pulang
Hingga aku lupa cinta kasih sayang
Hingga aku lupa caramu memandang
Biarkan lupa sembuhkan luka
Sebab luka sulit untuk kulupa


~Rin Muna~
East Borneo, 25 November 2018

Pelatihan Literasi Oleh Kantor Bahasa Kalimantan Timur


Rabu, 07 November 2018

Ini hari ketiga aku menjalani Pelatihan Instruktur Literasi yang diselenggarakan oleh KBKT (Kantor Bahasa Kalimantan Timur).
Seperti hari sebelumnya, aku datang terlambat dan lift masih rusak. Oke, semangat ngos-ngosan naik tangga.
Materi pertama diisi oleh Mbak Sophie Razak dari Bisnis Indonesia dengan tema “Program dan Jejaring”. Kemudian dilanjut dengan materi kepenulisan oleh Pak Amien Wangsitalaja dan materi literasi financial oleh Bang Ali Sadli. Dari awal materi hingga akhir berjalan dengan baik dan lancar.
Aku sempat dikerjai oleh Bang Ali Sadli sebelum ia mengisi materi. Dia bilang tidak tahu jalan menuju ke Perpustakaan Kota dan sudah mutar-mutar tapi tidak ketemu. Otomatis aku langsung bereaksi mau jemput dia. Secara, rasa empati aku kan tinggi ya? Hahaha ... apaan sih? Aku bercanda saja kok.
Ternyata saat aku izin dengan Pak Amien Wangsitalaja yang sedang menyampaikan materi kepenulisan, Bang Ali sudah duduk santai di luar bersama panitia. Pak Amien yang mengatakan kalau beliau sudah lama sampai. Otomatis aku langsung keluar dari ruangan dan menghampiri Bang Ali. Aku tinju saja pundaknya dan dia tertawa lebar sudah berhasil mengerjaiku. Iih ... pematerinya nyebelin banget kan? Kebayang lah waktu ngasih materi, dia sering kali menggodaku dan membuat aku tidak bisa menahan tawa. Bukan hanya ketika menjadi pemateri, hari-hari biasa juga dia sudah biasa ngolokin aku. Ya Allah ... kenapa banyak kali orang senang meledek dan menggodaku? Apa aku ini terlalu lucu? Hadeuuh ...!
Oke, lupakan soal Bang Ali Sadli.
Kita lanjut ke cerita berikutnya.
Jadi, usai sesi foto bersama. Mas Abi mengajakku untuk main ke Kopaja. Wah ... aku seneng banget dong ya karena akhirnya bisa bertandang ke Kopaja. Jelas saja ajakannya langsung aku iyakan.
Mas Abi adalah pendiri Kopaja, komunitas sosial yang membina anak-anak jalanan di kota Balikpapan dan sudah berdiri selama 19 tahun.
Ada banyaaaaak sekali hal yang menginspirasi dari kopaja. Rasanya, aku ingin berlama-lama ada di Kopaja. Sangat menyenangkan. Anak-anak binaan Mas Abi sangat welcome. Menyambutku dengan ramah.
Saat aku datang, dua orang anak sedang duduk di bibir kolam kecil yang ada di sana. Satunya bermain ponsel sedang satunya lagi mengamati. Tak lama kemudian datang seorang anak kecil membuka kunci pintu rumah singgah itu dan ketiganya masuk ke dalam. Aku langsung ikut saja masuk karena memang sudah dipersilakan oleh mereka.
Tak lama Mas Abi dan ketiga temanku muncul. Aku sampai terlebih dahulu karena aku mengendarai motor sampai ke ujung gang. Sedangkan Mas Abi dan dua orang lagi naik Grab. Jadi, harus jalan kaki terlebih dahulu untuk masuk gang. Begitu juga dengan Hendi yang tidak berani menurunkan motornya ke dalam gang karena jalan lumayan curam. Aku saja yang nekat turun dengan modal sok berani. Secara sudah lama tidak mengendarai sepeda motor. Tapi, lumayan lah aku sering ngetrail waktu kerja di perkebunan. Jadi, nggak begitu takut asal kondisi rem baik-baik saja.
Saat Mas Abi datang, anak-anak sedang membersihkan ruangan. Mereka begitu menurut dan menyayangi Mas Abi. Bahkan seorang anak menyuguhkan minuman pada kami saat kami sudah duduk di dalam ruangan itu. Posisi duduk kami berpindah, berpindah pula minuman itu. Anak-anak melakukannya dengan inisiatif sendiri. Mereka sudah peka dengan keadaan di sekitar.
Mas Abi sharing pengalaman panjang lebar pada kami. Ada pajangan foto-foto aktivitas Kopaja sejak 19 tahun yang lalu. Saat Mas Abi masih berjuang membina anak-anak jalanan hanya beralas karpet dan beratapkan terpal. He is so amazing! Aku nggak tahu bagaimana cara Tuhan melahirkan hati malaikat dalam dirinya. Aku sampai bingung. Sampai nggak tahu harus ngomong apa. Semuanya begitu mengagumkan bagiku.
Ada banyak karya anak-anak yang terpajang di sana. Bukan hanya itu. Ada juga karya ibu-ibu rumah tangga berupa bross, hijab dll. Kebetulan di situ ada ruangan menjahit yang merupakan donasi dari kawan-kawan yang peduli terhadap pergerakan Kopaja.
Specially ...!
Tempat ini sangat spesial bagiku. Tak hanya tempatnya, tapi juga pendirinya dan orang-orang yang berkecimpung di dalamnya. Bukan hal yang mudah untuk membuat tempat yang istimewa ini.
Itulah sebabnya, besok aku akan kembali singgah ke sana. Karena bagiku, 2 jam di sana masih sangat kurang. Aku masih ingin mendengar banyak cerita dari Mas Abi. Masih ingin menikmati tempat itu.
Aku salut.
Aku terharu.
Anak-anak jalanan yang doyan ngelem dan pergaulannya buruk bisa menjadi anak-anak baik di tempat ini. Tentunya pengabdian Mas Abi selama bertahun-tahun menghasilkan kebahagiaan yang tak terkira. Bahagia ketika berhasil merangkul anak-anak yang tidak suka belajar, tidak mau sekolah menjadi anak-anak yang gemar belajar dan mengerti arti pentingnya pendidikan.

Terima kasih Mas Abi untuk pelajaran hidup hari ini.
Semoga esok kita masih bisa dipertemukan di tempat yang sama.

Selamat malam semua ...!
Maaf kalau tulisan ini rada nggak jelas karena aku tulis dalam keadaan sudah mengantuk.
Salam inspirasi, salam literasi ...!

#DWPF
#DWPFDiary

Sunday, June 21, 2020

Salah Tempat


Source: pixabay.com


Salah tempatku menabur rindu.
Salah tempat kugoreskan tintaku.

Dulu kita tak saling tahu.
Alangkah indahnya tetap begitu.

Bukan karena aku membencimu.
Aku baru sadar, tak pantas jadi bagian hidupmu.
Walau hanya satu nafas dalam hidupmu.

Mungkin aku akan rindu...
Pada canda tawa kita hari itu...

Namun waktu tak selamanya akan begitu...
Ada saat kisah kita tak lagi semu...

Hari ini, esok atau nanti...
tiada itu pasti.
Jadi jangan tangisi ...!
Sekalipun aku tak kan pernah kembali.
Sekalipun nyawaku tak kan pernah di sini lagi.
Sekalipun nadiku berkata ... saatnya kau kembali pada Illahi.

Maka ingatlah aku ...
Sekalipun jadi bagian terpahit dalam dirimu


~Rin Muna~
East Borneo, 24 November 2018
Di antara malam-malam yang panjang.
Di antara mimpi-mimpi yang jadi bayang.
Di antara lelap dalam tidur panjang.

Wednesday, June 10, 2020

[Novelme] - Jodoh Setengah Mati by Yuyun Septisia





Menurut Mayang, David pernah bercerita tentang Resti, wanita yang menurutnya sangat cerdas dan menyenangkan. Mereka berpacaran sejak SMA, melewati banyak waktu dan ujian, namun David yakin, wanita itu memang disiapkan Tuhan untuknya.
Sial.
Aku jadi sedikit cemburu mendengarnya namun kembali kuingat lagi fakta bahwa delapan hari lagi, semua ini akan kuakhiri dengan manis. Menikahinya.
Yang kutahu, dia bukan wanita kaleng-kaleng. Pasti dia bertahan untuk tidak lagi berpaling hati, buktinya tadi dia menelponku, mengatakan hal-hal romantis dan sedikit menggoda.
Ponselku berbunyi, kuintip dari Tante Indri.
Mengingatkan agar mulai Senin, tak ke kantor dulu, hingga tiba hari 'H' harus menjaga jarak dan pertemuan dengan Resti. Katanya, tidak baik sepasang mempelai sering bertemu mendekati hari pernikahan.
Padahal dulu, aku dan mendiang istriku biasa saja, bahkan sehari sebelum menikah, kami sempat makan malam berdua. Namun akan kuturuti semua anjuran dari Tante Indri kali ini.
Aku tak ingin mengambil resiko apapun dengan pernikahanku ini. Semua acara untukku akan di gelar di rumah Tante Indri, berikut rangkaiannya, beliau yang mengurus.
Ada beberapa tahapan yang baru kali ini kulalui, salah satunya, pengajian. Khataman Al Qur'an dan siraman. Semua itu tanpa kehadiran Mama entah seperti apa rasanya.
"Kenapa Mas?" Mayang menyentuh tanganku.
"Aku kangen calon istriku, May." jawabku perlahan, entah itu melukainya atau tidak, aku hanya ingin mengatakan yang kurasakan saat ini.
Mayang nampak memahami keadaanku. Dia menceritakan tentang Resti. Ternyata dia sudah lama mengetahui hubungan Mayang dan David. Hanya saja memilih diam, menjaga hubunganku dan Mayang agar tetap baik-baik saja.
Resti, banyak hal yang dia simpan sendiri, hingga mungkin satu-satunya cara meluapkan segala gundah itu, adalah marah. Dia sering sekali marah.
Lalu kuingat besok hari Minggu, dan kami mulai tak boleh bertemu itu hari Senin. Artinya aku masih punya satu hari untuk kuhabiskan dengannya.
Tapi mau ke mana, dan berbuat apa, masa kami harus latihan, hahaha. Tidak, Alfin. Kamu jangan gila.
Aku senyum-senyum sendiri mengingat kedua kali kucium bibirnya, di parkiran saat itu. Matanya melotot, ingin marah. Namun sedetik kemudian segara ku akhiri ketika dua manik matanya mulai terpejam ... itu gawat.

>>>>> Only on Novelme <<<<<<<

Yuk, Baca cerita selengkapnya hanya di Aplikasi Novelme atau klik judul di bawah ini:

Jodoh Setengah Mati by Yuyun Septisita 

Wednesday, June 3, 2020

Menabung untuk Akhirat - Mengajarkan Berbagi Sejak Kecil

Source: rinmuna.com


Aku bukanlah orang ń∑aya yang punya banyak uang. Tapi, aku selalu berusaha memberi apa yang mampu aku beri untuk orang yang membutuhkan.

Bisa berbagi, adalah hal yang paling membahagiakan. 

Sejak kecil, aku memang senang berbagi apa yang aku miliki. Yah, selama aku punya dan mampu untuk memberi orang lain.

Menjadi dermawan, bukanlah hal yang mudah. Kalau aku, meski punya taman baca, aku merasa belum menjadi orang yang dermawan. Sebab, terkadang aku juga masih berat hati memberikan sesuatu pada orang lain.

Karena kekuranganku ini, aku berusaha mengajarkan si kecio untuk berbagi. 

Setelah mengajarinya menabung. Aku mengajari dan membiasakan dia menabung di kotak amal. Awalnya, ketika aku makan di salah satu restoran / rumah makan. Biasanya, di pintu masuk selalu ada kotak amal. Aku mengajari anakku untuk menabung di sana.

Sampai hari ini, anakku belum tahu apa istilah "bersedekah" atau "beramal". Yang dia tahu, hanya istilah menabung setiap kali melihat kotak amal.

Dia selalu bersemangat untuk menabung di kotak amal. Terlebih, saat aku berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan. Ada kotak amal kecil yang berupa tabungan. Alhasil, Livia sangat bersemangat untuk menabungkan uangnya di kotak amal tersebut.

Mengajarkan si kecil untuk berbagi. Memang harus dilakukan sejak dini. Sebab, jika orang tua tidak membiasakan anaknya berbagi sejak kecil. Mereka akan terbiasa menyimpan uang atau makanan untuk dirinya sendiri dan tidak mau berbagi.

Oleh karenanya, aku mencoba membiasakan si kecil untuk menabung di akhirat. 

Sebab kotak amal adalah amalan jariyah bagi si kecil.

Semua orang tua, ingin melakukan yang terbaik untuk anaknya. Termasuk membekali anak-anaknya dengan kepribadian, moral, agama dan ilmu yang bermanfaat.

Sampai sini dulu tulisan dari aku.

Maaf, curhat mulu...

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas