Showing posts with label My Experience. Show all posts
Showing posts with label My Experience. Show all posts

Sunday, October 16, 2022

Lesty Kejora Wanita yang Hebat



Maaf, kalau kali ini aku agak ke-trigger sama berita yang lagi viral soal artis terkenal yang menjadi korban KDRT. 
Karena setelah lihat cuplikan video yang beredar di dunia maya, aku ngerasa kayak flashback ke masa lalu.
Apa yang dialami Lesty, aku juga pernah mengalaminya. Nggak kebayang gimana ketakutannya melihat suami yang temperamental, yang tega memukul kita meski kita sedang dalam keadaan menggendong bayi yang itu adalah anak dia.
Aku inget banget, aku juga pernah hampir ditonjok dalam keadaan lagi gendong Arga yang baru umur tiga bulan. Tapi saat itu mantan suamiku masih bisa mengalihkan emosinya dengan nonjok dinding di  dekatku sampai jebol. Tapi nggak sampai di situ, dia masih punya kesempatan buat nyekik aku. Dan tatapan mata penuh emosi itu, nggak pernah bisa aku lupain. 
Meski dia sudah minta maaf berkali-kali dan aku juga sudah memaafkan, tapi kejadian itu nggak pernah bisa aku lupain. Bener-bener bikin aku trauma. Meski aku berusaha untuk bertahan dan memperbaiki semuanya, tetap saja gagal karena trauma disakiti secara fisik itu masih sangat membekas. Membuat aku kesulitan untuk menumbuhkan rasa sayang yang sudah hancur saat orang yang paling dekat denganku, malah menyakitiku tanpa beban.

Saat kekerasan itu terjadi, aku nggak bisa berbuat apa-apa. Aku juga nggak berani lapor polisi. Dua orang saksi yang melihat aku dicekik sama suamiku sendiri (Mbah Lanang & Mbah Wedok) juga memilih untuk diam dan bungkam. tidak membelaku sama sekali. Jadi, aku juga memilih untuk bungkam dan berusaha menyelesaikan permasalahanku sendiri. Sampai akhirnya, aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan yang sudah terlanjur toxic.

Jujur, saat itu aku memang berada diselimuti keresahan karena aku sangat takut berada di sisi orang terdekatku, juga tidak berani mengakhiri hubungan dengan alasan anak.

Lesty Kejora adalah wanita yang hebat karena dia bisa dengan begitu cepat memutuskan memenjarakan pria yang sangat ia cintai. Untuk mengambil keputusan seperti itu, tentunya tidak akan mudah. 
Aku sendiri, meski aku tidak bisa lagi mencintai pria yang sudah menyakitiku secara verbal dan fisik, aku tetap tidak tega melaporkan dia ke polisi. Bahkan, melihat ayah dari anak-anakku hidup susah saja, sesungguhnya aku nggak tega. 
Lesty adalah wanita yang hebat karena bisa membuat suaminya sendiri kelimpungan dan memakai baju orange. Dia adalah wanita yang bisa memberikan shock therapy untuk suaminya yang telah melakukan perbuatan KDRT. Aku rasa, nggak banyak wanita yang memiliki keberanian seperti itu. Karena terkadang ada banyak pertimbangan sebelum mengambil keputusan untuk mengambil langkah hukum.

Ada banyak hal yang dipertaruhkan oleh Lesty Kejora ketika ia memutuskan untuk melaporkan suaminya sendiri. Mungkin apa yang dia pertaruhkan itu sepadan untuk membuat suaminya benar-benar jera. 

Lesty adalah wanita yang hebat karena dia sangat sabar dan mau menerima suaminya kembali di sisinya. Bagiku, itu hal yang sangat sulit. Berada satu ranjang lagi dengan pria yang pernah memukul kita ... itu sulit. Karena trauma itu akan selalu terbayang di pelupuk mata setiap kali melihat wajahnya.
Benar kata Dewi Persik. Sekeras apa pun menumbuhkan rasa sayang itu kembali, tetap tidak akan bisa. Karena bayangan dilukai secara fisik, membuat aku juga tidak bisa nafsu saat diranjang. Memaksakan diri melayani suami yang menjadi sumber ketakutan, memanglah sangat sulit.
Jika Lesty bisa melewati ini semua dan menghapus rasa traumanya. Dia adalah wanita yang hebat. Karena aku sudah berusaha begitu keras, aku tetap tidak bisa menjadi seperti dia.


Semoga wanita-wanita di luar sana dijauhkan dari pria yang ringan tangan dan selalu mendapatkan banyak kasih sayang dari pria yang dia cintai.



Salam,


Rin Muna





Thursday, July 14, 2022

Alhamdulillah ...! Nurul Jadid Jadi Juara 3 Hadrah Putri

 




Alhamdulillah, setelah berlelah-lelah selama berbulan-bulan, akhirnya terbayarkan juga ketika Hadrah Nurul Jadid berhasil menjadi juara 3 untuk lomba hadrah dalam acara MTQ ke-43 Desa Bukit Raya.


Nurul Jadid adalah group hadrah yang didirikan oleh LPTQ Desa  Beringin Agung pada tahun 2015.

Group hadrah dan rebana ini sudah sering mengisi acara-acara pengajian, pernikahan atau khitanan. 

Group hadrah Nurul Jadid juga selalu ikut meramaikan perhelatan MTQ setiap tahunnya.


Semoga, dengan menjadi juara tahun ini membuat anggota semakin bersemangat untuk berkarya dan mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi.








Saturday, June 18, 2022

Manasik Haji 2022 Kecamatan Samboja Diwarnai Hujan Deras

 






Samboja, 04 Juni 2022

Tahun ini adalah tahun pertama penyelenggaraan Manasik Haji setelah 2 tahun terhenti karena pandemi Covid-19. 
Aku merasa sangat bersyukur karena anakku mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan manasik haji ini.
Anak-anak terlihat antusias untuk mengikuti kegiatan ini dan para orang tua juga ikut bersemangat melihat anak-anak mereka berada di kegiatan ini.
Sayangnya, Manasik Haji yang dilakukan untuk pertama kalinya setelah pandemi, justru diwarnai hujan deras saat proses penyelenggaraan baru saja dimulai.
Karena Livia berada di kloter ketiga dan sudah terlanjur hujan, akhirnya anak-anak harus melaksanakan proses manasik haji dalam keadaan diguyur hujan dan membuat mereka basah kuyup.
Meski begitu, tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk mengikuti kegiatan ini hingga selesai. Semua anak tetap antusias mengikutinya dan tetap terlihat ceria. Wajah-wajah mereka tetap saja menikmati derasnya hujan karena fitrah mereka sebagai anak-anak memang senang bermain hujan-hujanan.






Demikian cerita kecil dari pengalaman saya bersama anak. Salam kenal dari Ananda Livia. Mohon doanya semoga dia bisa menjadi anak yang sholehah dan berguna bagi keluarga, agama dan bangsa.



Much Love,

@rin.muna




Tuesday, February 15, 2022

Dapur Jadi Sumber Belajar, Berantakan is No Problem!


Aku pernah mendengar sebuah materi pembelajaran parenting "Homeschooling" dan mereka mengatakan kalau dapur adalah sumber belajar pertama bagi anak-anak.

Aku rasa, itu semua benar karena dapur memang sumber kehidupan utama di keluarga.

Aku dan anak-anakku bisa melakukan banyak hal di dapur. Bisa berdiskusi banyak hal saat duduk bersama di meja makan.

Setiap bangun tidur, tujuan anak-anak setelah kamar mandi adalah dapur. Mereka duduk di kursi meja makan sambil menunggu dibuatkan susu hangat. Biasanya, aku mengajak mereka bercerita atau sekedar bertanya beberapa hal kecil tentang apa yang mereka lalui kemarin.

Terkadang, aku mengajak si kecil untuk masak bersama. Meski dia masih sangat takut menyalakan kompor atau terkena minyak panas. But, dia sudah mau belajar memasak. Aku merasa sudah tenang dan bahagia. 

Aku biarkan saja si kecil memulai semuanya dari nol. Memasak sambil belajar banyak hal. Aku terbiasa mengajarinya berhitung dengan apa yang dia masak. Misalnya, hari ini dia belajar menggoreng udang. Aku akan bertanya banyak hal tentang jumlah udang yang ada di sana. Ditambahi, dikurangi, dikali dan dibagi. 

Selain belajar berhitung dan bercerita di dapur. Anak-anak juga belajar tentang problem solving. Bagaimana cara dia kreatif menyelesaikan masalah yang dia hadapi. Aku termasuk orang tua yang mudah emosi ketika si anak melakukan kesalahan. But, aku type orang tua yang nggak akan membantu atau menolong anak sebelum ia berusaha sendiri. Saat sudah nggak mampu, barulah aku akan turun tangan. Dengan begitu, anak-anak bisa berpikir kreatif dan mandiri. Tidak bergantung pada seseorang dan bisa mengandalkan dirinya sendiri.

Di dapur, kita bisa mengajak anak-anak belajar banyak hal. Terlebih, kebersamaan keluarga biasa terjalin saat di meja makan. Tidak hanya belajar memasak atau mengenal banyak hal dari dapur, tapi juga bisa membangun rasa kasih sayang. Buatku, dapur adalah tempat bercerita paling nyaman. Bisa bercerita sambil makan dan salah satunya sibuk menyiapkan makanan. 

Karena aku adalah orang yang senang bercerita, aku memang kerap mengajak anakku bercerita dan berdiskusi banyak hal. Terkadang, aku minta pendapat dari dia dan saat ini dia sudah mulai nyaman bercerita banyak hal. Bahkan, terkadang dia lebih pandai dari saya karena saya tidak mengetahui apa yang saat ini sedang ia ketahui dan pelajari.

Sebagai seorang ibu modern, kita tidak bisa beranggapan bahwa dapur hanyalah tempat untuk memasak dan menjadi wilayah seorang ibu saja. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari dapur. Mengajak anak memasak bersama kita sembari mengajarinya mengenal tentang warna, barang-barang yang ada dalam kehidupan sehari-hari, juga mengenal aneka bahan makanan yang dibutuhkan oleh manusia.

So, aku menjadikan dapur sebagai sumber belajar.

Kalau kalian, gimana?

Jangan lupa tinggalkan komentar supaya aku makin rajin menulis cerita-cerita yang menginspirasi ...!


Much Love,
@rin.muna

Wednesday, January 19, 2022

I Haven't Previlege

 





Sukses dari nol untuk mereka yang punya previlege itu sudah biasa.

Beberapa hari lalu, aku melihat video podcast dari Deddy Corbuzier yang membahas tentang previlege seseorang yang sukses dan tidak pernah di-ekspose ke luar. 

Banyak orang yang bisa meraih kesuksesan berkat dukungan keluarga dan mereka bilang kalau mereka memulai semuanya SENDIRI dari nol.

Yeah, sendiri di sini dalam arti yang seperti apa? Apakah effort orang tua yang begitu besar untuk memberikan pendidikan yang baik terhadap mereka itu tidak ada nilainya? Nilainya di angka nol, padahal mereka sekolah di sekolah yang baik dan mendapatkan fasilitas pendidikan yang baik pula.

Tidak semua orang memiliki previlege untuk berada di puncak kesuksesan. Ada banyak orang yang bisa sukses tanpa previlege dan itu tidak banyak. Hanya sedikit. Lihat saja para orang sukses yang namanya berada di papan teratas dan selalu menjadi motivasi banyak orang, tidak ada satu pun dari mereka yang tidak menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Mereka semua punya previlege, meski katanya kesulitan untuk membayar uang kuliah, mereka tetap mendapatkan dukungan secara moral atau pendidikan dari keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Apakah pendidikan yang diberikan orang tua itu tidak termasuk sebuah previlege? Sesuap nasi atau seliter bensin yang membawa mereka menempuh pendidikan, tidak termasuk previlege? 

Sukses dari nol untuk mereka yang punya previlege itu beda dengan sukses dari nolnya orang yang tidak punya previlege.

Bagaimana kisah hidup perjuangan orang yang tidak punya previlege dan bisa sukses? Susah sekali untuk mendapatkan yang seperti ini. Sebab, ada banyak orang yang mengatakan dia sedang memulai bisnisnya dari nol dan dia tinggal di rumah mewah berharga di atas 800 jutaan. It's previlege yang tidak pernah mereka akui di depan banyak orang.

Bagaimana dengan kita yang tidak punya previlege, tapi ingin sukses? Rasanya memang sangat berat. Karena untuk menjadi sukses, semua faktor lingkungan kita itu harus mendukung. Mulai dari pendidikan, lingkaran pergaulan, jaringan, dukungan orang tua dan keluarga dan biaya yang kita butuhkan untuk mencapai kesuksesan tersebut.

Untuk mereka yang punya previlege, pinjam uang lima juta ke bank tidak akan khawatir karena mereka yakin punya sesuatu yang bisa menjadi jaminan kalau dia bisa mengembalikan uang tersebut. Misalnya rumah orang tua, kendaraan pribadi (meski hadiah orang tua) dan lain-lain.

Bagaimana dengan yang tidak punya previlege? Tentunya tidak percaya diri untuk meminjam modal di bank atau orang lain. Lah, wong untuk makan besok saja, masih kesusahan. Apalagi mau pinjam uang  untuk modal usaha? Orang yang tidak punya previlege, sukses itu hanya ada di angan-angan karena tidak ada faktor yang mendukung. Pendidikan tidak tinggi, hanya modal pendidikan gratis 12 tahun dari pemerintah dengan fasilitas pendidikan yang apa adanya. Dari faktor pendidikan saja, kita sudah tertinggal jauh, apalagi ditambah dengan faktor lain-lainnya. Sukses itu kayak khayalan, yang saat kita bangun, dia tetap menjadi sebuah khayalan belaka.


Itulah sebabnya, aku tidak pernah iri dengan pencapaian mereka yang sudah jauh lebih sukses dari aku dan punya previlege. I think, itu wajar. Mereka sudah punya modal besar yang aku tidak punya, salah satunya adalah modal pendidikan. Bohong banget kalau pengusaha sukses itu tidak memiliki ilmu bisnis untuk mencapai kesuksesannya. Mereka sudah punya bagian dari satu hal  (previlege) dalam hidup mereka.


Begitu juga dengan dunia yang sedang aku geluti. Aku adalah seorang penulis novel yang dituntut memiliki wawasan luas dan ilmu yang banyak. Sedangkan aku tidak memiliki apa itu previlege. Tidak bisa dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan fasilitas pendidikan tinggi dan faktor lain yang mendukung untuk menambah wawasan pengetahuan mereka.

Jangankan mau sekolah tinggi atau kuliah, untuk beli satu buah buku saja ... mikir! Why? Karena uang yang aku punya sekarang, cuma cukup untuk makan sampai besok. Sisanya, masih harus cari utangan. Ya, mau nggak mau cuma bisa baca buku gratis di perpustakaan atau pinjam sama temen. Karena aku emang hobby baca, hanya keterbatasan modal untuk beli buku yang bikin aku akhirnya kurang membaca. Ini juga salah satu alasan kenapa aku buka sebuah taman baca gratis. Karena aku pernah ada di posisi di mana aku ingin baca buku, tapi tidak mampu untuk membelinya.


Kalau dibilang sukses, aku masih jauh dari kata itu. Tapi setidaknya, aku bisa lebih berada di depan dibandingkan dengan yang lain. Tanpa memiliki previlege, aku bisa membuktikan bahwa kerja kerasku membuahkan hasil yang cukup. Cukup untuk makan keluarga dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Aku tidak punya previlege seperti yang lain. Aku tidak menempuh pendidikan tinggi. Hanya lulusan SMA dengan modal sekolah gratis dari pemerintah. Saat itu, aku juga tinggal di sebuah panti asuhan hanya karena ingin bersekolah seperti yang lain. Keinginanku untuk kuliah juga tidak kesampaian karena kedua orang tuaku yang hanya bekerja sebagai petani kecil, tidak mampu membiayai kuliahku. Juga masih ada dua adikku yang masih bersekolah dan butuh banyak biaya.

Setelah lulus sekolah, aku bekerja sebagai admin keuangan di salah satu perusahaan swasta. Gajiku tidak banyak. Harus berbagi untuk nenek-kakek yang harus aku rawat, juga untuk kedua orang tuaku yang juga hidupnya berada di bawah garis kemiskinan sementara dua adikku masih bersekolah. Selama tujuh tahun bekerja di perusahaan, aku tidak mendapatkan apa-apa. Bahkan untuk membeli sebuah sepeda motor saja, harus menyisihkan uang dengan credit selama tiga tahun. Saat itu, rasanya sangat berat. Tapi tetap bisa terselesaikan.


Hidupku yang begitu berat, memaksaku untuk melakukan banyak pekerjaan. Jika boleh memilih, aku ingin hidup santai dan punya banyak uang, hahaha. Tapi jelas itu tidak bisa.


Hingga akhirnya aku memutuskan untuk berhenti bekerja. Meski tidak diizinkan untuk resign, aku tetap bersikeras dengan dalih ingin menjadi penulis novel, padahal saat itu aku tidak tahu sama sekali kalau menulis novel bisa menghasilkan uang. Karena aku harus mengurus puteri kecilku dan dua nenek-kakek yang sudah tidak bisa bekerja dan berpenghasilan. Hidupku semakin berantakan karena aku tidak punya pekerjaan, begitu juga dengan suamiku. Kami sama-sama pengangguran.

Aku memaksa diri untuk melakoni kerja serabutan. Di saat sedang jatuh-jatuhnya, aku malah melakukan hal gila dengan membuka sebuah taman baca yang tidak menghasilkan apa pun, malah mengeluarkan banyak uang untuk biaya operasional dan menunjang kebutuhan taman baca. Rasanya membuatku semakin menggila, tapi anak-anak taman baca adalah hiburan terbaik buatku saat aku memikirkan kesulitan hidup yang tidak ada jalan keluarnya.


Sampai akhirnya, aku bertemu dengan Novelme setelah aku berjalan ke sana ke mari tak tentu arah. Aku sudah mencoba untuk menulis di GWP, Storial, Wattpad dan blog saat itu. Tidak ada hasilnya karena tidak tahu harus bagaimana dan tidak ada feedback dari platform. Maybe, karena tulisanku saat itu memang tidak menjual dan tidak layak untuk dibaca.

Di Novelme, aku hanya mencoba peruntungan untuk ikut kompetisi menulis NTW Season 1 dan alhamdulillah, masuk lima puluh besar pun tidak. Bagaimana bisa jadi juara NTW yang hanya dipilih tiga orang teratas saja. Saat itu, penulis teratas utama adalah Shanty Milan yang tulisannya sudah terkenal di mana-mana. Karya pertama yang aku baca di Novelme adalah karya beliau. 

Di Novelme aku dihubungi oleh editor dan diminta untuk membuat alur cerita yang menarik dan dibimbing oleh tim editor. Aku bahagia sekali mendapat sambutan baik dari editor dan mau membimbingku dengan telaten. Sampai akhirnya, Novelme meluncurkan fitur bab berbayar. Di situlah aku mulai mendapatkan penghasilan dari menulis.

Pertama kali mendapatkan hasil penjualan bab berbayar, hanya berkisar 1 jutaan dalam sebulan dan aku sudah bahagia banget mendapatkannya karena itu adalah nilai paling besar yang aku dapatkan sepanjang sejarah menulisku. Hingga akhirnya, aku bisa merasakan menerima penghasilan sekitar 1 jutaan sehari. Membuat diriku bisa terbilang sukses dalam dunia kepenulisan. Meski belum sukses besar seperti yang lain, tapi sudah cukup sukses untuk aku yang baru belajar menulis ini. Aku juga tidak menyangka akan mendapatkan uang ratusan juta hanya dari satu novel saja. Dan saat ini, menulis menjadi bagian dari profesionalitas. Aku dituntut untuk terus menulis cerita. Bukan karena uang, tapi karena pembaca yang selalu merindukan tulisanku. Uang yang mereka keluarkan untukku adalah sebuah bentuk penghargaan dan rasa kasih sayang mereka terhadapku agar aku bisa tetap melanjutkan hidup. 

Dari menulis novel di platform, kini aku sudah bisa membangun sebuah rumah untuk keluarga kecilku. Membeli sebuah sepeda motor, laptop, handphone, furniture dan lain-lain. Uang jajan anak-anak pun aku dapat dari menulis novel. Saat ini, aku juga masih harus survive sebagai single mom. Aku dan suamiku akhirnya bercerai karena permasalahan pelik. Yang jelas bukan masalah finansial karena aku tidak pernah menuntut itu darinya.


Semua penderitaan yang ada di balik kesuksesan menulisku, tidak perlu diceritakan semuanya. Mungkin, aku akan bercerita selengkapnya suatu hari nanti saat aku sudah berada di titik sukses dalam hidupku. Karena saat ini, aku masih merintis karirku untuk menjadi seorang yang sukses dari nol, tanpa sebuah previlege. 

Satu hal yang harus aku buktikan, kalau aku juga bisa setara dengan mereka yang mendapatkan fasilitas pendidikan di perguruan tinggi. 

I haven't previlege. But, I have effort to be succes.

Untuk sukses, harus melewati banyak hal dan penderitaan. Itulah ujian dari Tuhan yang harus kita jalani supaya kita bisa menjadi orang yang sukses. So, kalian semua jangan pernah menyerah! Terutama untuk para kaula muda yang masih memiliki banyak peluang untuk sukses. Banyak belajar, banyak membaca buku, banyak berteman dengan orang-orang yang berwawasan dan banyak berdoa. Semoga kita semua bisa sukses dalam peran hidup masing-masing. 

Jika menulis adalah jalan suksesmu, maka kamu akan mendapatkannya asal tidak pernah menyerah untuk menjalani rasa sakit dan perjuangannya. Buktikan pada dunia bahwa orang yang tidak punya previlege juga punya kesempatan untuk menjadi sukses.


Jika kalian tidak percaya, ini adalah rumahku pada tahun 2015. Saat itu, aku masih belajar menulis dan belum menjadi apa-apa. Belum punya penghasilan dari menulis walau hanya Rp 1,- saja.



Saat ini, aku sudah punya penghasilan dari menulis dan rumahku dibangun dari hasil uang menulis novel. Rasanya masih tidak percaya jika pencapaianku bisa sebesar ini. Aku harap, kalian yang tidak memiliki previlege, bisa memiliki semangat lebih dari apa yang sudah aku lakukan. Bisa sukses dalam dunia yang kamu inginkan dan bisa menjadi inspirasi banyak orang.




Much Love,


Rin Muna







Wednesday, December 22, 2021

Website vs Marketplace : Pilihan atau Sinergi?



Hai ... hai ... hai ...!
Buat kalian yang suka ngelayap di dunia maya, di internet atau sering ngobrol sama Mbak Google. Udah pada ngerti belum tentang website dan marketplace?

Apa bedanya website dan media sosial?
Apa bedanya marketplace dan media sosial?
Apakah marketplace atau website juga termasuk media sosial atau sebaliknya?

Kalau di pikiran kalian ada pertanyaan di atas, mari kita ngopi bareng sambil ngobrolin soal website dan marketplace. Biar pahamnya sama-sama alias nggak paham sendiri doang.


Apa itu Website?


Menurut wikipedia, website adalah sekumpulan halaman web yang saling berhubungan yang umumnya berada pada server yang sama berisikan kumpulan informasi yang disediakan secara perorangan, kelompok, atau organisasi.

Website dapat diakses melalui jaringan seperti internet maupun LAN ( Local Area Network) melalui alamat internet yang disebut URL. Situs yang dapat diakses publik di internet disebut dengan World Wide Web (www.)

Website atau Situs Web dibagi menjadi  3 bagian, yakni :

1. Website Statis

Situs web statis merupakan situs web yang memiliki isi tidak dimaksudkan untuk diperbarui secara berkala sehingga pengaturan ataupun pemutakhiran isi atas situs web tersebut dilakukan secara manual. Ada tiga jenis perangkat utilitas yang biasa digunakan dalam pengaturan situs web statis:
  • Penyunting teks merupakan perangkat utilitas yang digunakan untuk menyunting berkas halaman web, misalnya: Notepad atau TextEdit.
  • Penyunting WYSIWYG merupakan perangkat lunak utilitas penyunting halaman web yang dilengkapi dengan antar muka grafis dalam perancangan serta pendisainannya, berkas halaman web umumnya tidak disunting secara lengsung oleh pengguna melainkan utilitas ini akan membuatnya secara otomatis berbasis dari laman kerja yang dibuat oleh pengguna. perangkat lunak ini misalnya: Microsoft Frontpage, Macromedia Dreamweaver.
  • Penyunting berbasis templat merupakan beberapa utilitas tertentu seperti Rapidweaver dan iWeb, pengguna dapat dengan mudah membuat sebuah situs web tanpa harus mengetahui bahasa HTML, melainkan menyunting halaman web seperti halnya halaman biasa, pengguna dapat memilih templat yang akan digunakan oleh utilitas ini untuk menyunting berkas yang dibuat pengguna dan menjadikannya halam web secara otomatis.

2. Website Dinamis

Situs web dinamis merupakan situs web yang secara spesifik didisain agar isi yang terdapat dalam situs tersebut dapat diperbarui secara berkala dengan mudah. Sesuai dengan namanya, isi yang terkadung dalam situs web ini umumnya akan berubah setelah melewati satu periode tertentu. Situs berita adalah salah satu contoh jenis situs yang umumnya mengimplementasikan situs web dinamis.
Tidak seperti halnya situs web statis, pengimplementasian situs web dinamis umumnya membutuhkan keberadaan infrastruktur yang lebih kompleks dibandingkan situs web statis. Hal ini disebabkan karena pada situs web dinamis halaman web umumnya baru akan dibuat saat ada pengguna yang mengaksesnya, berbeda dengan situs web statis yang umumnya telah membentuk sejumlah halaman web saat diunggah di server web sehingga saat pengguna mengaksesnya server web hanya tinggal memberikan halaman tersebut tanpa perlu membuatnya terlebih dulu.
Untuk memungkinkan server web menciptakan halaman web pada saat pengguna mengaksesnya, umumnya pada server web dilengkapi dengan mesin penerjemah bahasa skrip (PHP, ASP, ColdFusion, atau lainnya), serta perangkat lunak sistem manajemen basisdata relasional seperti MySQL.
Struktur berkas sebuah situs web dinamis umumnya berbeda dengan situs web statis, berkas-berkas pada situs web statis umumnya merupakan sekumpulan berkas yang membentuk sebuah situs web. Berbeda halnya dengan situs web dinamis, berkas-berkas pada situs web dinamis umumnya merupakan sekumpulan berkas yang membentuk perangkat lunak aplikasi web yang akan dijalankan oleh mesin penerjemah server web, berfungsi memanajemen pembuatan halaman web saat halaman tersebut diminta oleh pengguna.


3. Website Interaktif





Domain


DNS Strom
Domain adalah adalah alamat sebuah situs web, sebenarnya alamat dari situs-situs yang eksis di Internet ini bentuk dasarnya berupa angka-angka, contohnya 17.125.135.147 bila angka ini diketik di addres bar di penejelajah web maka akan terbuka situs web Google, contoh lain 72.30.38.140 kalau ini yang diketik maka akan terbuka Yahoo. Penggunaan angka-angka ini sering disebut dengan alamat IP padahal itu sebenarnya adalah alamat domain.
Domain menggunakan kata-kata bertujuan supaya penggunaannya lebih mudah diingat daripada harus menghafal urutan angka-angka yang panjang. Oleh sebab itu, para ahli Internet membuat sistem penamaan domain dalam bentuk kata untuk pengganti urutan angka-angka tersebut.
Bagian-bagian dari domain.
  • nama domain
  • extension (ekstensi) yang digunakan
Contohnya: wikipedia.org yang menjadi nama domain adalah wikipedia dan ekstensi yang digunakan adalah .org. Pada awalnya, ekstensi domain tidak begitu banyak, sekarang ekstensi domain sudah sangat banyak di antaranya (.com, .edu, .co.id, .gov, .org dan sebagainya). Pemberian extensi terhadap sebuah domain tidak boleh sembarangan terutama untuk .edu, .gov, .go.id dan berbagai ekstensi yang hanya disediakan bagi lembaga pendidikan dan pemerintah saja.

Subdomain

Subdomain jika analogikan sebagai sebuah buku, dalam sebuah buku ada bab dan juga ada subbab yang merupakan bagian dari sebuh bab. Begitu juga dengan domain, subdomain merupakan halaman bagian dari sebuah domain. Contohnya http://id.wikipedia.org/ wikipedia.org merupakan sebuah domain dan id adalah subdomain dari domain wikipedia.org tersebut.

Top Level Domain

Top Level Domain Name adalah deretan kata dibelakang nama domain. Ada dua macam Top Level Domain, yaitu Global Top Level Domain (gTLD) dan Country Code Top Level Domain (ccTLD). Contoh gTLD adalah seperti .com (dotcommercial), .net (dotnetwork), .org (dotorganization), .edu (doteducation), .gov (dotgoverment), dan .mil (dotmilitary). Sedangkan ccTLD adalah TLD yang diperuntukkan untuk masing-masing negara, seperti Indonesia dengan kode ID (co.id, net.id, or.id).

Second Level Domain (SLD)

Second Level Domain Name (SLD) adalah nama domain yang anda daftarkan. Misalnya nama domain yang anda daftarkan adalah domainku.com, maka domainku adalah SLD dan .comnya adalah TLD.

Third Level Domain

Third Level Domain adalah nama sebelum Second Level Domain dan Top Level Domain. Misalnya nama domain yang anda miliki adalah domainku.com, maka anda dapat menambahkan nama lain sebelum domainku, yaitu mail.domainku.com atau search.domainku.com.

Jenis Domain

Domain dibedakan dalam beberapa tipe sesuai dengan tujuan dan kegunaan masing-masing. Kita bebas dalam memilih dan menggunakan domain yang kita inginkan (kecuali beberapa domain yang harus memiliki izin khusus) namun penggunaan domain harus dipertanggung jawabkan penggunaannya. Ada baiknya penggunaan domain sesuai dengan content dari blog atau situs web. Misalnya domain .info, benar-benar digunakan sebagai media informasi. Berikut adalah jenis-jenis domain:

GTLD (Generic Top Level Domain)

Domain jenis ini adalah sebenarnya milik Amerika, namun karena domain-domain GTLD sering digunakan sehingga terlihat seperti domain standar untuk alamat Internet.
Contoh GTLD:
  • .com: digunakan untuk kepentingan komersial atau perusahaan.
  • .net: digunakan untuk kepentingan network infrastruktur.
  • .org: digunakan untuk kepentingan organisasi.
  • .info: digunakan untuk kepentingan informasional situs web.
  • .name: digunakan untuk kepentingan keluarga atau perorangan.
  • .edu: digunakan untuk kepentingan pendidikan (terbatas hanya untuk pendidikan).
  • .mil: digunakan untuk kepentingan militer (terbatas hanya untuk militer).
  • .biz: digunakan untuk kepentingan bisnis.
  • .tv: digunakan untuk entertainment seperti televisi, radio, majalah, dan lain-lain.
  • .travel:digunakan untuk kepentingan bisnis pariwisata.

ccTLD’s (Country Coded Top Level Domains)

Domain yang disediakan untuk masing-masing negara seperti:
  • Korea menggunakan: .kr
  • Indonesia menggunakan: .id
  • Singapura menggunakan: .sg
  • Malaysia menggunakan: .my
  • China menggunakan: .cn
Untuk Indonesia terbagi menjadi beberapa sub domain seperti:
  • .or.id: digunakan untuk organisasi.
  • .co.id: digunakan untuk komersial.
  • .go.id: digunakan untuk pemerintahan (khusus pemerintahan dan harus ada izin dari pemerintah bersangkutan).
  • .ac.id: digunakan untuk pendidikan seperti universitas.
  • .sch.id: digunakan untuk sekolah.
  • .net.id: digunakan untuk Internet provider.
  • .web.id: digunakan untuk umum.

.id

.id adalah top-level domain kode negara Internet untuk Indonesia. Sejak 1 September 2005, domain .id dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Indonesia. Sebelumnya domain .id dikelola melalui kerjasama antara Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan pengelola domain .id (ccTLD-ID).
Mulai 1 Mei 2007, pengelolaan domain .id sepenuhnya berada di tangan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia, sebuah organisasi nirlaba yang dibentuk komunitas teknologi informasi di Indonesia.

URL (uniform resource locator)


Contoh URL
URL adalah Uniform Resource Locator, yaitu cara penamaan alamat file di Internet. URL merupakan serangkaian karakter (dapat berupa huruf, angka, ataupun simbol) yang sesuai dengan format standar yang sudah ditentukan, URL digunakan untuk menunjukkan alamat/ address suatu sumber yang ada. URL biasa disebut dengan nama domain, contohnya http://www.ensiklopedia.com. URL diciptakan pertama kalinya oleh Tim Berners-Lee yaitu pada tahun 1991.
URL adalah singkatan dari uniform resource locators yang berarti suatu “pathname” untuk mengidentifikasi sebuah dokumen di web. Di dalam URL terdapat informasi nama mesin/host (dalam hal ini komputer) yang akan diakses, nama dokumen beserta logical pathnamenya serta jenis protokol yang akan digunakan untuk melakukan akses ke web.
Pengertian URL (uniform resource locator) adalah rangkaian karakter menurut suatu format standar tertentu, yang digunakan untuk menunjukkan alamat suatu sumber seperti dokumen dan gambar di Internet. URL pertama kali diciptakan oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1991 agar penulis-penulis dokumen dokumen dapat mereferensikan pranala ke World Wide Web. Sejak 1994, konsep URL telah dikembangkan menjadi istilah Uniform Resource Identifier (URI) yang lebih umum sifatnya.
Contoh dari URL adalah sebagai berikut:
  1. http://www.wikipedia.org/
  2. http://www.ensiklopedia.com/
URL mempunyai beberapa bagian penting, di antaranya yaitu:
Protokol
Tanpa adanya protocol yang tepat maka kita tidak akan dapat mengakses URL, contoh protokol yaitu: http://, https://, ftp://
Alamat Server/ Penyedia
Dalam mengakses URL tentunya kita harus mengetahui alamat server/ penyedianya. Contohnya yaitu: temukanpengertian.blogspot.com
Path File
Merupakan tempat/ lokasi file yang akan kita tuju. Contohnya kita ingin melihat halaman pada sebuah situs web pada blog ini maka file pathnya yaitu:

Fungsi atau kegunaan URL

  • Sebagai pengidentifikasi sebuah dokumen di situs web.
  • Untuk memudahkan kita dalam mengakses suatu dokumen melalui situs web.
  • Untuk memberikan penamaan terhadap suatu berkas atau dokumen pada situs web.
  • Memudahkan kita untuk mengingat suatu alamat situs web.

Server web

Server web atau peladen web dapat merujuk baik pada perangkat keras ataupun perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP atau HTTPS atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs web dalam layanan ke pengguna dengan menggunakan aplikasi tertentu seperti peramban web.
Penggunaan paling umum server web adalah untuk menempatkan situs web, namun pada praktiknya penggunaannya diperluas sebagai tempat peyimpanan data ataupun untuk menjalankan sejumlah aplikasi kelas bisnis.

Layanan web

Layanan web merupakan fenomena yang sangat panas saat ini karena, banyak kelebihan yang ditawarkan oleh layanan web terutama interoperabilitas tinggi dan penggunaannya yang dapat diakses kapan pun dan di mana pun selama mesin kita terhubung oleh jaringan Internet salah satunya.

Penyedia jasa Internet

Penyedia jasa Internet (disingkat PJI) (bahasa Inggris: Internet service provider disingkat ISP) adalah perusahaan atau badan yang menyediakan jasa sambungan Internet dan jasa lainnya yang berhubungan. Kebanyakan perusahaan telepon merupakan penyedia jasa Internet. Mereka menyediakan jasa seperti hubungan ke Internet, pendaftaran nama domain, dan hosting.
ISP ini mempunyai jaringan baik secara domestik maupun internasional sehingga pelanggan atau pengguna dari sambungan yang disediakan oleh ISP dapat terhubung ke jaringan Internet global. Jaringan di sini berupa media transmisi yang dapat mengalirkan data yang dapat berupa kabel (modem, sewa kabel, dan jalur lebar), radio, maupun VSAT.

Pusat data

Pusat data (bahasa Inggris: data center) adalah suatu fasilitas yang digunakan untuk menempatkan sistem komputer dan komponen-komponen terkaitnya, seperti sistem telekomunikasi dan penyimpanan data. Fasilitas ini biasanya mencakup juga catu daya redundan atau cadangan, koneksi komunikasi data redundan, pengontrol lingkungan (misalnya AC dan ventilasi).

Mesin pencari web

Mesin pencari adalah program komputer yang dirancang untuk membantu seseorang menemukan file-file yang disimpan dalam komputer, misalnya dalam sebuah server umum di web (WWW) atau dalam komputer sendiri.
Mesin pencari memungkinkan kita untuk meminta content media dengan kriteria yang spesifik (biasanya yang berisi kata atau frasa yang kita tentukan) dan memperoleh daftar file yang memenuhi kriteria tersebut. Mesin pencari biasanya menggunakan indeks (yang sudah dibuat sebelumnya dan dimutakhirkan secara teratur) untuk mencari file setelah pengguna memasukkan kriteria pencarian.
Dalam konteks Internet, mesin pencari biasanya merujuk kepada WWW dan bukan protokol ataupun area lainnya. Selain itu, mesin pencari mengumpulkan data yang tersedia di newsgroup, basis data besar, atau direktori terbuka seperti DMOZ.org. Karena pengumpulan datanya dilakukan secara otomatis, mesin pencari berbeda dengan direktori Web yang dikerjakan manusia.
Sebagian besar mesin pencari dijalankan oleh perusahaan swasta yang menggunakan algoritma kepemilikan dan basis data tertutup, yang paling populer adalah Google (MSN Search dan Yahoo! tertinggal sedikit di belakang). Telah ada beberapa upaya menciptakan mesin pencari dengan sumber terbuka, contohnya adalah Htdig, Nutch, Egothor dan OpenFTS.

Penjelajah web

Penjelajah web (bahasa Inggris: web browser) adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk menerima dan menyajikan sumber informasi di Internet. Sebuah sumber informasi diidentifikasi dengan pengidentifikasi sumber seragam (bahasa Inggris: uniform resource identifier) yang dapat berupa halaman web, gambar, video, atau jenis konten lainnya.
Meskipun penjelajah web terutama ditujukan untuk mengakses Internet, sebuah penjelajah juga dapat digunakan untuk mengakses informasi yang disediakan oleh server web dalam jaringan pribadi atau berkas pada sistem berkas. Beberapa penjelajah web yang populer adalah Google Chrome, Firefox, Internet Explorer, Opera, dan Safari.




Apa itu Marketplace?

Marketplace adalah sebuah website atau aplikasi online yang memfasilitasi proses jual beli dari berbagai toko. Sebenarnya online marketplace memiliki konsep yang kurang lebih sama dengan pasar tradisional. Pada dasarnya, pemilik marketplace tidak bertanggung jawab atas barang-barang yang dijual karena tugas mereka adalah menyediakan tempat bagi para penjual yang ingin berjualan dan membantu mereka untuk bertemu pelanggan dan melakukan transaksi dengan lebih simpel dan mudah. Transaksinya sendiri memang diatur oleh marketplacenya. Kemudian setelah menerima pembayaran, penjual akan mengirim barang ke pembeli. Salah satu alasan mengapa marketplace terkenal adalah karena kemudahan dan kenyamanan dalam penggunaan. Banyak yang menggambarkan online marketplace seperti department store.
Pertama kali marketplace mulai menjadi popular pada tahun 1995. Pada tahun itu, Amazon dan eBay mulai terkenal dan banyak orang yang menggunakannya. Di tahun itu juga sebuah bank di Amerika bernama The Presidential Bank meluncurkan online banking pertama. Pada tahun 1998, PayPal diluncurkan dan memberi kemudahan lebih banyak untuk transaksi online. Di Asia sendiri, Jack Ma meluncurkan Alibaba di China pada tahun 1999.
Sudah lewat dua dekade dan industri marketplace terus berkembang. Sekarang, Anda bisa menemukan banyak marketplace untuk berbagai kategori; mulai dari baju sampai bahan kerajinan. Di Indonesia sendiri, kita sudah memiliki beberapa marketplace lokal terkenal seperti Tokopedia dan Bukalapak. Kedua marketplace ini sudah sangat sukses di Indonesia sampai mereka menjadi 2 dari 4 Startup Unicorn di Indonesia. (Source : dewaweb.id)









Wednesday, December 1, 2021

November Fever


November tahun ini adalah November paling berat sepanjang hidupku.
Tepat di tanggal 09 November, aku mendapatkan surat panggilan resmi dari Pengadilan Agama. Mungkin, inilah kado yang tidak akan pernah terlupakan selama tiga puluh tahun aku terlahir di dunia.
 
Saat akhir bulan, aku dihadapkan oleh banyak hal sekaligus. Deadline tugas mata kuliah "Sastra Inggris" yang terlanjur aku ambil, deadline nulis novel dan harus kejar 30rb kata di akhir bulan, acara haulan almarhum kakek yang juga bikin sibuk karena harus masak-masak, panggilan sidang kedua dari Pengadilan Agama, dan anak kedua sakit. 
 
Tiga hari di akhir November kali ini, menjadi hari-hari yang begitu heroik. Entah kenapa semuanya terjadi bersamaan dan sama-sama harus di-prioritaskan. 
Perasaanku campur aduk tak karuan. Malam sebelum aku pergi ke Pengadilan Agama Tenggarong adalah malam yang membuatku tak bisa tidur semalaman. Ingin menangis pun rasanya sudah tidak sanggup saat melihat anak keduaku terkulai lemas karena sakit. Rasanya, duniaku mau runtuh saat itu juga.
 
Di saat perasaan dan kondisi puteraku belum membaik, aku kembali dihadapkan dengan kenyataan kalau aku harus menempuh perjalanan jauh ke kota Tenggarong. Jadwal sidang sudah tidak bisa diundur lagi karena ini adalah sidang terakhir.

Akhirnya, aku membawa si kecil yang sedang sakit untuk ikut serta. Aku menggendongnya di dalam mobil. Kubawa bersama sang kakak dan ibuku agar ada yang membantu menjaganya saat aku masuk ke ruang sidang.

Selama menanti sidang berlangsung, perasaanku sangat cemas. Aku khawatir jika anakku sakit lagi. Sehari sebelumnya, dia sudah terkulai lemas. Seolah nyawanya hanya tinggal separuhnya saja. Itulah yang membuatku sangat khawatir.

Alhamdulillah ...
Aku senang melihat kondisinya yang sudah membaik. Dia suka jalan-jalan dan naik mobil. Jadi, dia lumayan terhibur sepanjang perjalanan dan kembali ceria. Suhu tubuhnya perlahan turun dan normal.

Melihatnya bisa duduk sendiri dan bermain ceria seperti di gambar, aku sangat bahagia. Artinya, Allah masih memberiku kepercayaan untuk menjaga amanahnya. Membesarkannya dengan baik, merawatnya, memberi pendidikan dan kehidupan yang baik.

Meski harus survive sebagai single mother, aku tetap bahagia dan lega menjalanin kehidupan ini.
Hal paling berat yang membebani hidupku, akhirnya terlepas.
Aku bisa fokus mengejar cita-citaku, mengejar impian untuk anak-anakku tanpa rasa khawatir, tanpa rasa takut.

Aku sudah lelah ...
Dan aku percaya, anak-anak akan tetap bahagia meski dibesarkan oleh orang tua tunggal. 
Daripada harus memaksakan diri menjalani kehidupan yang tidak harmonis, akan berdampak buruk pada mental anak-anak.

Dan sejak hari ini, akulah yang memutuskan ... aku akan berjalan sendiri meski tertatih-tatih. Ada saatnya, aku akan beristirahat dan berbaring dengan tenang dalam keabadian.



Salam hangat dariku,


Rin Muna

Sunday, November 7, 2021

Self Love

 



Ada sebuah perjalana penuh liku yang hanya bisa kita rasakan sendiri. Mungkin, kamu  tahu bagaimana rasanya berjalan di atas kerikil tajam tanpa alas kaki. Sakit 'kan?
Ada yang lebih sakit dari itu. Ada kaki lain yang menginjak kakimu dan menopangkan hidupnya pada rasa sakit itu tanpa ingin memberimu satu waktu untuk tersenyum.

Selama enam tahun ini, aku benar-benar tidak tahu bagaimana rasanya tidur nyenyak. Terlalu banyak rasa sakit yang harus aku tanggung. Terlebih, orang yang menyakiti adalah orang yang paling dekat dengan diri sendiri. Ibarat sebuah pisau, ia akan lebih mudah melukai jika berada di dekat kita. 

Benar apa kata orang ... orang yang paling berpotensi membuat kita sakit adalah orang yang paling dekat dengan kita. Jika orang yang jauh atau tak kenal sama sekali, mungkin kita akan menjadi acuh tak acuh dengan semua yang terjadi.

Tapi ketika semua rasa sakit itu datang dari orang yang paling dekat, rasanya sangat-sangat menderita. Ingin pergi, tapi tak bisa pergi. Ingin lari, tapi tak punya kekuatan untuk berdiri. Ingin menangis, tapi air mata ini sudah terkuras habis.

Hingga di satu titik, aku menyadari kesalahanku. Aku harus bisa mencintai diriku sendiri sebelum aku mencintai orang lain. Satu hal yang belum pernah aku lakukan dalam hidupku. Selama ini aku memang lebih mencintai orang lain daripada diriku sendiri. Aku melakukan banyak hal untuk keluarga, berjuang dan berkorban tanpa memikirkan kebahagiaanku sendiri. 

Sampai akhirnya, aku sendiri tidak sanggup menahannya.

Aku memilih untuk berjalan seorang diri. Meski tertatih, setidaknya batu terbesar yang menjadi beban terberat dalam hidupku bisa aku lepaskan.

Aku ingin lebih menghargai hidupku sendiri. Membahagiakan diri sendiri dan orang-orang yang menjadi prioritas untukku saat ini. 



Mainan Buatan Si Mbah





Ini kisah sederhana yang ingin kutuliskan untuk masa depan. 
Untuk putera kecilku yang mungkin saja akan membacanya 10 tahun lagi.

Foto yang aku ambil ini adalah salah satu mainan favorite puteraku. Sederhana, tapi penuh makna bagiku.

Ini adalah salah satu mainan yang dibuatkan oleh bapakku. 
Bapakku bukan pensiunan pegawai negeri, bukan mantan karyawan swasta yang punya banyak tabungan untuk manusia. Beliau lahir sebagai petani dan sampai sekarang masih aktif bertani. 
Sebagai petani kecil, tentunya kedua orang tuaku tidak memiliki banyak penghasilan. Bahkan, untuk sekedar membelikan mainan saja, mereka pasti berpikir. Masih ada hal yang harus diprioritaskan, yaitu bahan makanan untuk makan besok.

Aku juga bukan pegawai yang memiliki penghasilan tetap. Kegiatan sehari-hariku hanya menjadi penjahit kecil dengan penghasilan rata-rata hanya dua puluh ribuan setiap harinya. Itulah sebabnya, aku juga harus berhemat dan berhati-hati dalam menggunakan uang. Tidak bisa membelikan banyak mainan untuk anak-anakku.


Saat ini, aku memilih menjadi seorang single mother. Terlalu banyak rasa sakit yang harus aku jalani ketika hidup berumah tangga sampai akhirnya aku memutuskan untuk melepaskan seluruh beban dan rasa sakit ini. 

Selama ini, aku hanya mengandalkan bertahan hidup dari tulisan-tulisanku. Dari pembaca yang berkenan membaca novelku.

Aku tidak punya banyak uang untuk membelikan mainan baru. Terlebih setiap kali membelikannya, pasti langsung dirusak karena sifat puteraku yang memang keras dan perusak nomor satu di dunia.

Sampai akhirnya, aku yang tidak tahu harus membelikan mainan seperti apa yang bisa awet di tangan puteraku. Bapakku dengan telaten membuatkan mainan untuk putera kecilku. Sederhana saja, mainan dari ban mobil bekas yang sudah rusak dan pipa bekas instalasi listrik, dirakit olehnya. Kalau kata bapakku, itu namanya 'gledegan'. Entah kalau di daerah lain, namanya apa.

Meski hanya mainan sederhana dan tak butuh modal banyak, hanya bermodalkan barang bekas, puteraku sangat menyukainya. Setiap harinya, dia akan mendorong 'gledegan' ini sambil berjalan kaki di halaman rumah atau di jalanan depan rumah. 

Terima kasih, Mbah ...!
Si Mbah selalu menyayangi cucunya dengan tulus. Meski tak punya uang untuk membelikan mainan cucunya, tapi selalu punya cara untuk membuatkan mainan untuk cucu-cucu kesayangannya. 

Terkadang, aku merasa bersalah.
Hidupku sudah sangat merepotkan kedua orang tuaku selama belasan tahun. 
Sampai aku menikah, aku justru semakin merepotkan mereka. Merepotkan mereka dengan membantu mengurus dan menghidupi anak-anakku.

Semoga, aku bisa membayarnya dengan sesuatu yang lebih baik dan lebih mulia untuk kalian ... orang tua yang kasihnya takkan hilang sepanjang masa.


Nak, jika 10 tahun kemudian kamu membaca tulisan ini. Ingatlah, ada hal kecil yang lebih berharga dan berarti yang membuatmu bisa hidup hingga membaca tulisan ini...


Much Love,

Rin Muna
 

Wednesday, September 29, 2021

Musyawarah Masyarakat Desa, Puskesmas Sungai Merdeka, Samboja





Rabu, 29 September 2021

Pagi ini, di tengah-tengah kesibukan ngurus rumah dan cari cuan ... aku menyempatkan diri untuk memenuhi undangan rapat Musyawarah Masyarakat Desa yang dilaksanakan oleh Puskesmas Sungai Merdeka. 
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendiskusikan cara hidup sehat masyarakat desa agar terbebas dari beebagai macam penyakit. Terutama yang disebabkan oleh bakteri dan virus. Terutama, di saat pandemi seperti ini. Petugas puskesman, Ibu Dian Purwati rutin mengunjungi Desa Beringin Agung untuk melakukan sosialisasi cara hidup sehat bersama tim medisnya.

Acara diskusi ini dipimpin oleh Bapak Kusnadi (Kepala Desa Beringin Agung). Dihadiri juga oleh Bpk. Rustam S. (Bhabinkamtibmas), Kuat Sholeh (Ketua DESMAN) dan isi langsung oleh Ibu Dian Purwati (Puskesmas Samboja).


Ada 20 poin penting yang menjadi pembahasan kali ini. Diantaranya;

 - 7% masyarakat tidak memiliki jaminan kesehatan (JKN).
- 7% anak lahir tidak mendapatkan ASI ekslusif
- 13% Masyarakat masih melahirkan dengan dukun.
- 100% anak-anak sudah dibawa ke posyandu.
- 5% anak tidak vaksin dasar lengkap.
- 47% masyarakat belum melakukan vaksinasi covid-19
- 26% masyarakat tidak memiliki tempat cuci tangan pakai sabun.
- Hanya 2% warga yang menggunakan masker saat keluar rumah.
- Anggota keluarga yang merokok masih tinggi, yakni 69%.
- Masyarakat belum memanfaatkan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
- 23% pasangan usia subur tidak mengikuti program KB.
- Masih ada 2% masyarakat yang tidak menggunakan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.
- 100% masyarakat sudah memiliki jamban/WC sendiri di rumah.
- 14% masyarakat tidak berbudaya mengonsumsi buah dan sayur.
- 5% Masyarakat tidak melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) di rumahnya.
- 21% masyarakat tidak pernah cek kesehatan dalam setiap tahunnya.
- Masyarakat yang memiliki hewan peliharaan, 45% kandang hewan berdekatan dengan rumah (kurang dari 10 meter)


Poin penting dalam musyawarah kali ini adalah permasalahan sampah yang tidak dikelol dengan baik. Pembangunan TPA mungkin penting, tapi lebih penting lagi merubah budaya dan paradigma masyarakat untuk memilih dan memilah sampah organik /anorganik. Kebiasaan membuang sampah anorganik sembarangan menjadi salah satu masalah karena sampah yang tak terurai yang tidak dikelola dengan baik bukan hanya mengganggu pemandangan, tapi juga menjadi salah satu penyebab pendangkalan sungai yang menyebabkan banjir ketika hujan deras dan sungai tidak mampu menampung debit air yang berlebih.





Cukup sampai di sini tulisan kecilku.
Semoga bermanfaat...!



MuchLove,

Vella Nine




Saturday, August 7, 2021

Tolak Angin Care, Jadi Andalan di Masa Pandemi

 

Design by Canva Pro


Huft ...!

Kalian ngerasa atau nggak sih kalau pandemi Covid-19 ini sudah berlalu sangat lama di negeri ini. Alih-alih vaksinasi bisa menekan penyebaran virus, eh ... malah makin merajalela. Semakin hari, terasa semakin mencekam.

Dunia tidak sedang baik-baik saja. Itu bisa kita rasakan di sekeliling kita. Hampir setiap hari, selalu ada berita kematian. Rasanya, penyakit begitu mudah menyerang tubuh kita. Saat satu orang keluarga sakit, semuanya ikut sakit. 

Kekebalan tubuh setiap orang berbeda-beda. Setahun setengah dipaksa untuk bekerja di dalam rumah alias Work From Home. Membuat aku hampir tidak pernah tahu bagaimana dunia luar. Apa yang sedang terjadi di sana. Setiap mau bepergian, selalu khawatir. Khawatirnya bukan karena takut terserang virus. Tapi khawatir jika aku bisa membawa virus untuk orang-orang di sekitarku yang imun tubuhnya nggak kuat.


Yah, selama setahun setengah ini berada di rumah. Aku sendiri ngerasa imun tubuhku juga menurun. Bayangin aja, harus terkurung di dalam rumah. Tingkat kebosanan dan stress juga makin tinggi. Aktivitas makin berkurang. Tiap hari cuma main di kamar, baring-baring nggak jelas. Nggak tahu apa yang harus dilakukan. Yah, gitu-gitu aja selama setahun. Nggak pernah beraktivitas di luar, bikin aku ngerasa kalau tubuh ini butuh untuk bergerak supaya tetap sehat.


Mau bergerak gimana kalau setiap hari dianjurkan untuk di rumah. Selama PSBB sampai PPKM, aku bener-bener nggak pernah keluar. Sampai sekarang juga belum dapet jatah vaksinasi karena aku selalu ngerasa tubuh ini nggak fit. Daripada makin sakit, mending aku ngurung diri di rumah. 


Akhir-akhir ini ... aku ngerasa badanku sering meriang. Meski kita memilih untuk ada di dalam rumah, tapi tetap aja nggak bisa menghindar ketika tetangga atau teman dekat bikin acara. Yah, mau nggak mau ... ketemu sama kerumunan banyak orang yang mungkin aja bawa covid-19. Kalau udah meriang-meriang atau nggak enak badan, aku pilih untuk di dalam rumah aja. Nggak ketemu sama siapa-siapa dulu. Kalau pun ada perlu keluar, aku harus prokes ketat.


Meski sudah berusaha ikuti aturan prokes, tetep aja nggak bisa menghindar dari sakit. Rasanya bukan cuma aku ... hampir semua keluarga berganti-gantian meriang dan flu. Harapannya, semoga bukan virus yang sudah berhasil mengacaukan seisi dunia ini.


Di saat kayak gini, andalan terbaikku cuma Tolak Angin Care. Yah, aku selalu bawa Tolak Angin Care ini ke mana-mana. Selain untuk meredakan perut kembung dan masuk angin. Tolak Angin Care bener-bener cocok di badan. Setelah pakai, badan rasanya enteng dan enak banget. Bisa mengatasi pegal-pegal dan masuk angin. Terlebih, aku yang lebih banyak beraktivitas di dalam rumah, kurang bergerak dan kurang sinar matahari. Bentar-bentar selalu aja sakit, lemes dan suntuk.


Tolak Angin Care Roll On - Produk Sidomuncul


Yah, terpaksa banget deh ... Tolak Angin Care jadi salah satu andalanku di saat pandemi kayak gini. Kenapa? Karena sakit dikit aja udah worry banget! Khawatir kalau terpapar covid-19 dan nggak imun tubuh aku nggak mampu buat nahan. So, aku selalu sedia Tolak Angin Care di mana pun. Di rumah atau di perjalanan, Tolak Angin Care cocok banget jadi temen setia. Simple dibawa ke mana-mana dan nggak ribet. 

Aku suka banget sama Tolak Angin Care ini...


Kalau kamu, sudah coba produk yang satu ini atau belum?


Bagi juga pengalaman kamu di kolom komentar, ya!


Kalian bisa beli produk ori lewat situs resmi PT. Sidomuncul, loh.

Silakan klik https://www.sidomunculstore.com/shop/detail/55/tolak-angin-care-10-ml-minyak-angin-aromaterapi-hilangkan-gatal dan nikmati aromatherapy yang menenangkan ini!



MuchLove,

@rin.muna


Tuesday, June 22, 2021

Pembinaan Siaga Aktif Germas



Selasa, 22 Juni 2021

Pagi ini, aku mendapat undangan berkumpul di ruang rapat Desa Beringin Agung karena termasuk salah satu anggota KPM (Kader Pembangunan Manusia) yang khusus menangani masalah stunting.

Tak hanya kader KPM. Tapi di sini juga ada ibu-ibu PKK Desa Beringin Agung, kader Posyandu Balita, Posbindu, Posyandu Lansia, RDS (Rumah Desa Sehat). Kami semua berada di bawah naungan Desman (Desa Sehat Mandiri). Sehingga, kami semua dikumpulkan untuk mendapatkan pembinaan tentang Pola Hidup Bersih & Sehat di kala pandemi seperti ini.

Seluruh kader dan lapisan masyarakat dihimbau untuk peduli pada pencegahan penyebaran covid-19 yang sudah melanda negeri kita selama kurang lebih 1,5 tahun.

Saat ini, pemerintah sedang gencar melakukan vaksinasi pada seluruh warganya untuk memberikan daya tahan tubuh yang lebih kuat. Meski beberapa orang memilih untuk tidak melakukan vaksinasi dengan berbagai alasan.

Pembinaan ini dilakukan agar semua berita yang ada di Puskesmas bisa sampai ke semua lapisan masyarakat. Sebab, ada wacana yang mengatakan jika semua bantuan sosial dari pemerintah (termasuk BPJS Kesehatan) akan dinonaktifkan apabila peserta tidak melakukan vaksinasi.

Kepala Desa Beringin Agung (Bpk. Kusnadi) khawatir jika hal tersebut terjadi pada warganya. Jika bantuan sosial dihentikan secara otomatis karena peserta tidak terdaftar melakukan vaksinasi.

Wacana seperti ini seolah-olah memaksa semua masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Ini semua berangkat dari ketidaksiplinan warga yang menyepelekan protokol kesehatan yang diimbau oleh pemerintah, juga oleh tenaga medis yang ada di Indonesia, bahkan dunia.

Di negara lain, disiplin prokes berhasil memutuskan mata rantai penyebaran covid-19 sehingga warganya bisa beraktifitas normal kembali.

Oleh sebab itu, Ibu Darni, Amd, Keb (selaku bidan desa) dan Tenaga Kesehatan dari Puskesmas Samboja melakukan pembinaan ini agar semua warganya bisa melakukan vaksinasi. Sebab, vaksinasi tahap pertama, tidak banyak warga desa yang berperan serta mengikuti program vaksinasi.

Setelah ini, diharapkan vaksinasi covid-19 bisa merata dan semua warganya bisa mendapatkan pelayana  vaksinasi gratis dari Puskesmas Samboja.
Perlu diingat, sebelum melakukan vaksinasi, kita harus menyadari kesehatan diri kita terlebih dahulu. Sama seperti vaksin pada bayi dan anak-anak kita. Kondisi tubuh yang akan mendapatkan vaksinasi harus fit. Tidak dalam keadaan batuk, pilek, demam, dll.

Kalau kalian merasa kondisi kalian lagi fit buat dapet vaksin. Buruan langsung ikutan vaksin, ya! Biar sistem imun tubuh kita bisa meningkat dan mempertahankan diri dari bahaya virus covid-19.

Cukup di sini dulu catatan kecil dari aku.
Semoga, pandemi di negara kita cepat berakhir dan bisa menjalani hidup normal seperti biasanya. 
Udah capek 'kan di rumah terus?
So, bantu pemerintah dengan menjadi warga yang taat dan disiplin, ya!



Kita ketemu lagi di catatan-catatan selanjutnya!

MuchLove,
@vellanine.tjahjadi

Friday, May 28, 2021

Kisahku dan Dedikasinya (Selamat Jalan Pak Slamet)


“Rin, ojo tegang-tegang! Nanti cepet tua kalo keakehan mikir!” Pak Slamet langsung memijat pundakku begitu ia masuk ke kantor.

“Enaknya, Pak! Sering-sering aja pijitin!” sahutku sambil terkekeh geli.

“Malah keenakan!” dengus Pak Slamet. Ia langsung menarik salah satu kursi kosong yang tak jauh dari tempat dudukku, kemudian duduk tepat di sampingku.

“Dari afdeling, Pak?” tanyaku sambil menatap layar ponsel.

“Iya. Dari mana lagi? Masa dari warung janda?”

“Halah, biasane juga mampir warung janda,” sahut Pak Mesdi sambil terkekeh geli.

Kami semua yang ada di dalam ruangan ini, ikut tertawa lebar.

“Ohh ... Pak Met, ya ... diam-diam suka ke warung janda juga!” seru kerani yang lainnya.

“Cuma ngopi aja,” sahut Pak Slamet sambil mengeluarkan buku agendanya.

“Rin, BKM ada masalah apa nggak?” tanya Pak Slamet.

“Nggak ada sih, Pak. Tapi ini anggaran bapak sudah mau habis, loh. Over budget untuk pekerjaan piringan.”

“Kok, bisa?” tanya Pak Slamet.

“Ya nggak tahu, Pak. Kemarin pengajuan dananya gimana? Pasti copas, nih!” tuduhku ngasal sambil menahan tawa.

“Kayak nggak tahu aja, Rin. Wes mumet neng lahan, suruh bikin laporan lagi. Tambah mumet,” sahut Pak Slamet.

“Suruh kerani bapak, lah. Apa gunanya gaji kerani kalau asistennya masih repot ngurusin laporan?” sahutku.

“Kamu aja yang jadi keraniku!” sahut Pak Slamet.

“Hahaha. Lawan dulu Bos Besarnya, Pak. Kalo boleh jadi keraninya Pak Met. Aku mau aja. Kerjaannya santai dan nggak banyak. Daripada kayak gini, mumet juga aku, Pak,” sahutku.

Aku bekerja di kantor sebagai Kerani Pembukuan. Tapi, bukan hanya mengerjakan laporan pembukuan saja. Di perusahaan perkebunan yang memiliki keterbatasan anggaran. Kami sebagai kerani harus bisa semuanya. Tapi, memang tidak semua kerani. Kalau kata bosku, aku adalah joker di perusahaan. Salah satu kerani yang bisa mengerjakan semua pekerjaan di semua divisi. Mulai dari laporan harian kerani sampai penyusunan budget perusahaan.

Hampir setiap hari, asisten lapangan akan mengecek laporan yang sudah masuk ke akunku. Hanya akunku yang bisa melihat semua transaksi perusahaan melalui sistem yang sudah terintegrasi (Integrated Plantation System; iPlas), sehingga asisten kerap mengecek laporan bersamaku. Kadang, aku juga sering berantem dengan asisten karena data lapangan yang masuk ke akunku tidak sinkron. Hal biasa, tapi memang harus terjadi demi kebaikan bersama.

Pak Slamet adalah asisten yang paling aktif pergi ke kantor. Kalau istilah candaan kami, mereka rindu sama aku. Rindu karena modus. Minta baikin laporan dan sebagainya.

Setiap jam dua siang, saat karyawan lapangan sudah pulang kerja. Asisten akan pergi ke kantor untuk mengecek laporan. Terkadang, mereka juga terpaksa datang saat aku menelepon. Aku hanya menelepon ketika ada masalah dalam laporan yang masuk, sementara laporan harus segera dikunci. Supaya tidak banyak revisi yang memberatkan sistem kami.

Sebenarnya, aku tidak tega kalau harus menyuruh asisten harus bolak-balik ke kantor dan lapangan yang jaraknya tidak dekat. Tapi itulah perjuangan seorang asisten lapangan. Menjadi atasan yang dibenci karyawan karena keputusannya. Menjdi bawahan yang dimaki-maki atasan karena belum menjalankan prosedur dengan baik. Kalau kata KTU, posisi kami ini serba salah. Di atas ditojok sama bos, di bawah di dodos sama karyawan. Hahaha.

Yah, mau diapakan lagi. Sudah nasib kami yang berada di posisi tengah-tengah seperti ini.

Seperti saat ini, Pak Slamet tiba-tiba datang ke kantor untuk mengecek laporannya.

“Haduh, Rin ... pusing aku. Di lahan banyak masalah. Di kantor banyak masalah. Di rumah juga mumet. Mau mindahin sekolahnya anakku, biayanya banyak banget,” keluh Pak Slamet.

Aku menanggapi ucapannya. Kami bercerita sambil mengecek laporan yang ada di komputerku. Meski sambil mengerjakan laporan, sesekali aku sering mendengar keluhan atasan kami. Mungkin, ada beban hidup yang tak bisa mereka katakan pada orang lain, bercerita adalah salah satu cara untuk melepaskannya perlahan. Dan aku hanya bisa menjadi pendengar yang baik.

Pak Slamet ... setiap ke kantor, bukan hanya curhat masalah pekerjaan dan pendidikan anak-anaknya. Tapi juga kerap memberi nasehat padaku. Aku bisa membeli sepede motor, juga berkat saran beliau. Biasanya, aku memilih jalan kaki dari rumah ke kantor atau ke mess. Saat itu, gajiku hanya 1,3 juta. Tidak berani kredit motor karena aku harus menghidupi nenek-kakek, dua orang tua dan adik-adikku. Tapi akhirnya, aku memberanikan diri mengambil cicilan motor berkat saran dari dia.

Banyak hal yang tidak bisa aku lupakan. Meski hanya sebagai rekan kerja, tapi kami sudah sepertu keluarga. Kami bukan hanya berbagi suka-duka. Kami juga saling support, sering berantem. Tapi tetap berjalan bersama-sama untuk saling support.

Saat aku tahu beliau sakit, aku merasa iba. Tubuhnya semakin kurus dan ringkih. Tatapan matanya tak lagi bercahaya. Tapi dia tetap semangat setiap hari. Bahkan, selalu menyempatkan diri datang ke kantor hanya untuk menghibur kami.

Hari ini ... rasanya masih tak percaya kalau beliau benar-benar sudah pergi untuk selamanya. Meski sudah 4 tahun aku resign dan tidak lagi menjadi bagian dari keluarga AMS/Gama Group, tapi dedikasi atasan-atasanku tak kan pernah terlupakan.

Pak Slamet, bukan hanya rekan kerja yang baik. Dia banyak memberi nasehat. Selalu menghibur meski kami tahu dia sedang lelah. Baginya, anak-anak di kantor sudah seperti anaknya sendiri. Menjadi tempat untuk menenangkan diri saat ia sudah lelah di lahan.

Hari ini ... tanggal 28 Mei 2021 adalah hari pemakaman beliau. Meski sudah 4 tahun tak lagi bekerja bersama. Tapi kami sudah menjadi rekan kerja selama 7 tahun. Bagiku, dia sudah seperti seorang ayah. Selalu memberi nasehat, menceritakan pengalamannya, mengajak diskusi, membuat kami tertawa bersama, membuat kami merasakan kehangatan sebuah keluarga di dunia kerja.

Selamat jalan, Pak Slamet ...!

Terima kasih untuk dedikasinya selama ini. Terima kasih untuk semua ilmu dan pengalamannya. Mungkin, semua ilmu yang pernah kamu berikan tak terlihat, tapi bisa dirasakan oleh orang banyak. Kamu mengajarkan aku untuk kuat menghadapi masalah, berani mengambil resiko. Hingga hari ini, mentalku yang kuat terbentuk karena peran darimu juga.

“Cintailah perusahaan tempatmu bekerja. Meski tidak membuatmu kaya, tapi memberikanmu hidup.”

Kutipan ini seringkali kudengar di tempatku bekerja. Kutipan sederhana yang membuat kami terus bekerja dengan hati, memberikan dedikasi kepada perusahaan demi keluarga dan si buah hati. Membuat kami selalu bekerja dengan sungguh-sungguh. Tak mudah pergi meski banyak orang yang ingin menjatuhkan dan menyakiti.

Selamat jalan, Pak Slamet ...!

Banyak pelajaran hidup yang telah beliau berikan. Pelajaran hidup yang tidak pernah terlupakan adalah ...

 “Tetap semangat dan jangan menyerah pada hidup. Yang hidup, akan terus menghadapi ujian kehidupan. Kalau sudah tidak diuji, maka sudah waktunya untuk pulang.”

 

 

___________________________________________ 

Tulisan kecil ini aku persembahkan untuk mendiang Pak Slamet (Asisten Afdeling PT. Alam Jaya Persada, PT. Tritunggal Sentra Buana – AMS GAMA GROUP)

 

 

 

Thursday, March 25, 2021

My Hope

 


Hai hai...!

 

Apa kabarnya nih teman-teman? Semoga semuanya baik-baik aja ya. Hari ini aku ingin bercerita tentang perjalanan aku bersama dengan sosok Mungil yang ada di foto ini. Dia adalah gadis kecil yang hadir dalam hidupku. Dia selalu jadi semangat dalam hidupku.

Di tengah kesibukan ku, aku mengajak dia pergi ke salah satu pantai karena kebetulan di sana ada kegiatan Camp yang diselenggarakan oleh Yayasan teman kita untuk pelatihan anak-anak remaja di desa beringin Agung.

Aku selalu bahagia mengajak dia pergi ke tempat-tempat wisata yang edukatif. Karena di sana, anakku tidak hanya bahagia menikmati wisata saja. Dia juga bisa belajar banyak hal tentang kehidupan sehari-hari dan tentang kehidupan masa depan yang akan dihadapi nanti.

Bagiku dia adalah sebuah harapan. Harapan tentang masa depan dan cita-cita yang tidak pernah terwujud selama hidupku. Ada harapan besar yang aku inginkan untuk dia. Tidak sulit, Tidak harus menjadi pengusaha sukses atau menjadi pegawai negeri yang punya gaji tetap. Aku hanya ingin anakku bisa menghadapi masa depan kelak dengan baik. Mampu bersaing dengan zaman yang semakin canggih dan dituntut serba cepat.

10 atau 20 tahun lagi, Mungkin semuanya tidak akan seperti ini. Zaman akan berubah, pola pikir manusia akan berubah, cara bekerja pun akan berubah banyak. Yang harus aku lakukan adalah mempersiapkan Dia sedini mungkin. Mempersiapkan mentalnya sejak kecil supaya dia menjadi anak yang tangguh meski diterpa badai, meski harus menjalani banyak ujian dan tantangan dalam hidupnya.

Aku selalu ingin anak-anakku bisa keluar melihat dunia. Dunia yang begitu luas, dunia yang tidak pernah dilihat oleh ibunya sebelumnya. Supaya dia tahu tahu bagaimana menjadi manusia yang sesungguhnya. Supaya dia tahu bagaimana membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Supaya dia tahu jalan mana yang akan dipilih untuk masa depannya.

Terkadang kita sebagai orang tua selalu memiliki rasa ingin menguasai anak-anak kita. Tidak perlu mendengarkan apa yang mereka inginkan, yang kita mau anak-anak kita selalu menuruti apa yang kita inginkan. Padahal belum tentu mana kita bahagia dengan pilihan orang tuanya.

Oleh karenanya bagi anak-anak adalah harapan. They are my Hope. Mereka adalah harapan-harapan ku. Harapanku yang aku inginkan untuk mereka, bukan untukku. Karena merekalah yang akan menghadapi masa depan, bukan aku lagi.

Sebab ada rasa takut yang begitu besar menyelimutiku. Aku takut mereka tidak bisa menghadapi masa depan. Masa sekarang saja rasanya sudah sangat sulit. Bersaing dengan begitu banyak orang, bukan jutaan lagi tapi miliaran.

 

Zaman sekarang, kita sulit membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. 20 tahun lagi, Mungkin dunia akan lebih kejam dari ini. Itulah mengapa harapan terbesarku adalah membuat anak-anak Mengerti bagaimana dunia di luar sana. Membuat mereka tangguh yang tetap kuat menghadapi masalah hidup sebesar apapun.

 

 


Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas