Showing posts with label My Experience. Show all posts
Showing posts with label My Experience. Show all posts

Wednesday, December 22, 2021

Website vs Marketplace : Pilihan atau Sinergi?



Hai ... hai ... hai ...!
Buat kalian yang suka ngelayap di dunia maya, di internet atau sering ngobrol sama Mbak Google. Udah pada ngerti belum tentang website dan marketplace?

Apa bedanya website dan media sosial?
Apa bedanya marketplace dan media sosial?
Apakah marketplace atau website juga termasuk media sosial atau sebaliknya?

Kalau di pikiran kalian ada pertanyaan di atas, mari kita ngopi bareng sambil ngobrolin soal website dan marketplace. Biar pahamnya sama-sama alias nggak paham sendiri doang.


Apa itu Website?


Menurut wikipedia, website adalah sekumpulan halaman web yang saling berhubungan yang umumnya berada pada server yang sama berisikan kumpulan informasi yang disediakan secara perorangan, kelompok, atau organisasi.

Website dapat diakses melalui jaringan seperti internet maupun LAN ( Local Area Network) melalui alamat internet yang disebut URL. Situs yang dapat diakses publik di internet disebut dengan World Wide Web (www.)

Website atau Situs Web dibagi menjadi  3 bagian, yakni :

1. Website Statis

Situs web statis merupakan situs web yang memiliki isi tidak dimaksudkan untuk diperbarui secara berkala sehingga pengaturan ataupun pemutakhiran isi atas situs web tersebut dilakukan secara manual. Ada tiga jenis perangkat utilitas yang biasa digunakan dalam pengaturan situs web statis:
  • Penyunting teks merupakan perangkat utilitas yang digunakan untuk menyunting berkas halaman web, misalnya: Notepad atau TextEdit.
  • Penyunting WYSIWYG merupakan perangkat lunak utilitas penyunting halaman web yang dilengkapi dengan antar muka grafis dalam perancangan serta pendisainannya, berkas halaman web umumnya tidak disunting secara lengsung oleh pengguna melainkan utilitas ini akan membuatnya secara otomatis berbasis dari laman kerja yang dibuat oleh pengguna. perangkat lunak ini misalnya: Microsoft Frontpage, Macromedia Dreamweaver.
  • Penyunting berbasis templat merupakan beberapa utilitas tertentu seperti Rapidweaver dan iWeb, pengguna dapat dengan mudah membuat sebuah situs web tanpa harus mengetahui bahasa HTML, melainkan menyunting halaman web seperti halnya halaman biasa, pengguna dapat memilih templat yang akan digunakan oleh utilitas ini untuk menyunting berkas yang dibuat pengguna dan menjadikannya halam web secara otomatis.

2. Website Dinamis

Situs web dinamis merupakan situs web yang secara spesifik didisain agar isi yang terdapat dalam situs tersebut dapat diperbarui secara berkala dengan mudah. Sesuai dengan namanya, isi yang terkadung dalam situs web ini umumnya akan berubah setelah melewati satu periode tertentu. Situs berita adalah salah satu contoh jenis situs yang umumnya mengimplementasikan situs web dinamis.
Tidak seperti halnya situs web statis, pengimplementasian situs web dinamis umumnya membutuhkan keberadaan infrastruktur yang lebih kompleks dibandingkan situs web statis. Hal ini disebabkan karena pada situs web dinamis halaman web umumnya baru akan dibuat saat ada pengguna yang mengaksesnya, berbeda dengan situs web statis yang umumnya telah membentuk sejumlah halaman web saat diunggah di server web sehingga saat pengguna mengaksesnya server web hanya tinggal memberikan halaman tersebut tanpa perlu membuatnya terlebih dulu.
Untuk memungkinkan server web menciptakan halaman web pada saat pengguna mengaksesnya, umumnya pada server web dilengkapi dengan mesin penerjemah bahasa skrip (PHP, ASP, ColdFusion, atau lainnya), serta perangkat lunak sistem manajemen basisdata relasional seperti MySQL.
Struktur berkas sebuah situs web dinamis umumnya berbeda dengan situs web statis, berkas-berkas pada situs web statis umumnya merupakan sekumpulan berkas yang membentuk sebuah situs web. Berbeda halnya dengan situs web dinamis, berkas-berkas pada situs web dinamis umumnya merupakan sekumpulan berkas yang membentuk perangkat lunak aplikasi web yang akan dijalankan oleh mesin penerjemah server web, berfungsi memanajemen pembuatan halaman web saat halaman tersebut diminta oleh pengguna.


3. Website Interaktif





Domain


DNS Strom
Domain adalah adalah alamat sebuah situs web, sebenarnya alamat dari situs-situs yang eksis di Internet ini bentuk dasarnya berupa angka-angka, contohnya 17.125.135.147 bila angka ini diketik di addres bar di penejelajah web maka akan terbuka situs web Google, contoh lain 72.30.38.140 kalau ini yang diketik maka akan terbuka Yahoo. Penggunaan angka-angka ini sering disebut dengan alamat IP padahal itu sebenarnya adalah alamat domain.
Domain menggunakan kata-kata bertujuan supaya penggunaannya lebih mudah diingat daripada harus menghafal urutan angka-angka yang panjang. Oleh sebab itu, para ahli Internet membuat sistem penamaan domain dalam bentuk kata untuk pengganti urutan angka-angka tersebut.
Bagian-bagian dari domain.
  • nama domain
  • extension (ekstensi) yang digunakan
Contohnya: wikipedia.org yang menjadi nama domain adalah wikipedia dan ekstensi yang digunakan adalah .org. Pada awalnya, ekstensi domain tidak begitu banyak, sekarang ekstensi domain sudah sangat banyak di antaranya (.com, .edu, .co.id, .gov, .org dan sebagainya). Pemberian extensi terhadap sebuah domain tidak boleh sembarangan terutama untuk .edu, .gov, .go.id dan berbagai ekstensi yang hanya disediakan bagi lembaga pendidikan dan pemerintah saja.

Subdomain

Subdomain jika analogikan sebagai sebuah buku, dalam sebuah buku ada bab dan juga ada subbab yang merupakan bagian dari sebuh bab. Begitu juga dengan domain, subdomain merupakan halaman bagian dari sebuah domain. Contohnya http://id.wikipedia.org/ wikipedia.org merupakan sebuah domain dan id adalah subdomain dari domain wikipedia.org tersebut.

Top Level Domain

Top Level Domain Name adalah deretan kata dibelakang nama domain. Ada dua macam Top Level Domain, yaitu Global Top Level Domain (gTLD) dan Country Code Top Level Domain (ccTLD). Contoh gTLD adalah seperti .com (dotcommercial), .net (dotnetwork), .org (dotorganization), .edu (doteducation), .gov (dotgoverment), dan .mil (dotmilitary). Sedangkan ccTLD adalah TLD yang diperuntukkan untuk masing-masing negara, seperti Indonesia dengan kode ID (co.id, net.id, or.id).

Second Level Domain (SLD)

Second Level Domain Name (SLD) adalah nama domain yang anda daftarkan. Misalnya nama domain yang anda daftarkan adalah domainku.com, maka domainku adalah SLD dan .comnya adalah TLD.

Third Level Domain

Third Level Domain adalah nama sebelum Second Level Domain dan Top Level Domain. Misalnya nama domain yang anda miliki adalah domainku.com, maka anda dapat menambahkan nama lain sebelum domainku, yaitu mail.domainku.com atau search.domainku.com.

Jenis Domain

Domain dibedakan dalam beberapa tipe sesuai dengan tujuan dan kegunaan masing-masing. Kita bebas dalam memilih dan menggunakan domain yang kita inginkan (kecuali beberapa domain yang harus memiliki izin khusus) namun penggunaan domain harus dipertanggung jawabkan penggunaannya. Ada baiknya penggunaan domain sesuai dengan content dari blog atau situs web. Misalnya domain .info, benar-benar digunakan sebagai media informasi. Berikut adalah jenis-jenis domain:

GTLD (Generic Top Level Domain)

Domain jenis ini adalah sebenarnya milik Amerika, namun karena domain-domain GTLD sering digunakan sehingga terlihat seperti domain standar untuk alamat Internet.
Contoh GTLD:
  • .com: digunakan untuk kepentingan komersial atau perusahaan.
  • .net: digunakan untuk kepentingan network infrastruktur.
  • .org: digunakan untuk kepentingan organisasi.
  • .info: digunakan untuk kepentingan informasional situs web.
  • .name: digunakan untuk kepentingan keluarga atau perorangan.
  • .edu: digunakan untuk kepentingan pendidikan (terbatas hanya untuk pendidikan).
  • .mil: digunakan untuk kepentingan militer (terbatas hanya untuk militer).
  • .biz: digunakan untuk kepentingan bisnis.
  • .tv: digunakan untuk entertainment seperti televisi, radio, majalah, dan lain-lain.
  • .travel:digunakan untuk kepentingan bisnis pariwisata.

ccTLD’s (Country Coded Top Level Domains)

Domain yang disediakan untuk masing-masing negara seperti:
  • Korea menggunakan: .kr
  • Indonesia menggunakan: .id
  • Singapura menggunakan: .sg
  • Malaysia menggunakan: .my
  • China menggunakan: .cn
Untuk Indonesia terbagi menjadi beberapa sub domain seperti:
  • .or.id: digunakan untuk organisasi.
  • .co.id: digunakan untuk komersial.
  • .go.id: digunakan untuk pemerintahan (khusus pemerintahan dan harus ada izin dari pemerintah bersangkutan).
  • .ac.id: digunakan untuk pendidikan seperti universitas.
  • .sch.id: digunakan untuk sekolah.
  • .net.id: digunakan untuk Internet provider.
  • .web.id: digunakan untuk umum.

.id

.id adalah top-level domain kode negara Internet untuk Indonesia. Sejak 1 September 2005, domain .id dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Indonesia. Sebelumnya domain .id dikelola melalui kerjasama antara Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan pengelola domain .id (ccTLD-ID).
Mulai 1 Mei 2007, pengelolaan domain .id sepenuhnya berada di tangan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia, sebuah organisasi nirlaba yang dibentuk komunitas teknologi informasi di Indonesia.

URL (uniform resource locator)


Contoh URL
URL adalah Uniform Resource Locator, yaitu cara penamaan alamat file di Internet. URL merupakan serangkaian karakter (dapat berupa huruf, angka, ataupun simbol) yang sesuai dengan format standar yang sudah ditentukan, URL digunakan untuk menunjukkan alamat/ address suatu sumber yang ada. URL biasa disebut dengan nama domain, contohnya http://www.ensiklopedia.com. URL diciptakan pertama kalinya oleh Tim Berners-Lee yaitu pada tahun 1991.
URL adalah singkatan dari uniform resource locators yang berarti suatu “pathname” untuk mengidentifikasi sebuah dokumen di web. Di dalam URL terdapat informasi nama mesin/host (dalam hal ini komputer) yang akan diakses, nama dokumen beserta logical pathnamenya serta jenis protokol yang akan digunakan untuk melakukan akses ke web.
Pengertian URL (uniform resource locator) adalah rangkaian karakter menurut suatu format standar tertentu, yang digunakan untuk menunjukkan alamat suatu sumber seperti dokumen dan gambar di Internet. URL pertama kali diciptakan oleh Tim Berners-Lee pada tahun 1991 agar penulis-penulis dokumen dokumen dapat mereferensikan pranala ke World Wide Web. Sejak 1994, konsep URL telah dikembangkan menjadi istilah Uniform Resource Identifier (URI) yang lebih umum sifatnya.
Contoh dari URL adalah sebagai berikut:
  1. http://www.wikipedia.org/
  2. http://www.ensiklopedia.com/
URL mempunyai beberapa bagian penting, di antaranya yaitu:
Protokol
Tanpa adanya protocol yang tepat maka kita tidak akan dapat mengakses URL, contoh protokol yaitu: http://, https://, ftp://
Alamat Server/ Penyedia
Dalam mengakses URL tentunya kita harus mengetahui alamat server/ penyedianya. Contohnya yaitu: temukanpengertian.blogspot.com
Path File
Merupakan tempat/ lokasi file yang akan kita tuju. Contohnya kita ingin melihat halaman pada sebuah situs web pada blog ini maka file pathnya yaitu:

Fungsi atau kegunaan URL

  • Sebagai pengidentifikasi sebuah dokumen di situs web.
  • Untuk memudahkan kita dalam mengakses suatu dokumen melalui situs web.
  • Untuk memberikan penamaan terhadap suatu berkas atau dokumen pada situs web.
  • Memudahkan kita untuk mengingat suatu alamat situs web.

Server web

Server web atau peladen web dapat merujuk baik pada perangkat keras ataupun perangkat lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui protokol komunikasi HTTP atau HTTPS atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs web dalam layanan ke pengguna dengan menggunakan aplikasi tertentu seperti peramban web.
Penggunaan paling umum server web adalah untuk menempatkan situs web, namun pada praktiknya penggunaannya diperluas sebagai tempat peyimpanan data ataupun untuk menjalankan sejumlah aplikasi kelas bisnis.

Layanan web

Layanan web merupakan fenomena yang sangat panas saat ini karena, banyak kelebihan yang ditawarkan oleh layanan web terutama interoperabilitas tinggi dan penggunaannya yang dapat diakses kapan pun dan di mana pun selama mesin kita terhubung oleh jaringan Internet salah satunya.

Penyedia jasa Internet

Penyedia jasa Internet (disingkat PJI) (bahasa Inggris: Internet service provider disingkat ISP) adalah perusahaan atau badan yang menyediakan jasa sambungan Internet dan jasa lainnya yang berhubungan. Kebanyakan perusahaan telepon merupakan penyedia jasa Internet. Mereka menyediakan jasa seperti hubungan ke Internet, pendaftaran nama domain, dan hosting.
ISP ini mempunyai jaringan baik secara domestik maupun internasional sehingga pelanggan atau pengguna dari sambungan yang disediakan oleh ISP dapat terhubung ke jaringan Internet global. Jaringan di sini berupa media transmisi yang dapat mengalirkan data yang dapat berupa kabel (modem, sewa kabel, dan jalur lebar), radio, maupun VSAT.

Pusat data

Pusat data (bahasa Inggris: data center) adalah suatu fasilitas yang digunakan untuk menempatkan sistem komputer dan komponen-komponen terkaitnya, seperti sistem telekomunikasi dan penyimpanan data. Fasilitas ini biasanya mencakup juga catu daya redundan atau cadangan, koneksi komunikasi data redundan, pengontrol lingkungan (misalnya AC dan ventilasi).

Mesin pencari web

Mesin pencari adalah program komputer yang dirancang untuk membantu seseorang menemukan file-file yang disimpan dalam komputer, misalnya dalam sebuah server umum di web (WWW) atau dalam komputer sendiri.
Mesin pencari memungkinkan kita untuk meminta content media dengan kriteria yang spesifik (biasanya yang berisi kata atau frasa yang kita tentukan) dan memperoleh daftar file yang memenuhi kriteria tersebut. Mesin pencari biasanya menggunakan indeks (yang sudah dibuat sebelumnya dan dimutakhirkan secara teratur) untuk mencari file setelah pengguna memasukkan kriteria pencarian.
Dalam konteks Internet, mesin pencari biasanya merujuk kepada WWW dan bukan protokol ataupun area lainnya. Selain itu, mesin pencari mengumpulkan data yang tersedia di newsgroup, basis data besar, atau direktori terbuka seperti DMOZ.org. Karena pengumpulan datanya dilakukan secara otomatis, mesin pencari berbeda dengan direktori Web yang dikerjakan manusia.
Sebagian besar mesin pencari dijalankan oleh perusahaan swasta yang menggunakan algoritma kepemilikan dan basis data tertutup, yang paling populer adalah Google (MSN Search dan Yahoo! tertinggal sedikit di belakang). Telah ada beberapa upaya menciptakan mesin pencari dengan sumber terbuka, contohnya adalah Htdig, Nutch, Egothor dan OpenFTS.

Penjelajah web

Penjelajah web (bahasa Inggris: web browser) adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk menerima dan menyajikan sumber informasi di Internet. Sebuah sumber informasi diidentifikasi dengan pengidentifikasi sumber seragam (bahasa Inggris: uniform resource identifier) yang dapat berupa halaman web, gambar, video, atau jenis konten lainnya.
Meskipun penjelajah web terutama ditujukan untuk mengakses Internet, sebuah penjelajah juga dapat digunakan untuk mengakses informasi yang disediakan oleh server web dalam jaringan pribadi atau berkas pada sistem berkas. Beberapa penjelajah web yang populer adalah Google Chrome, Firefox, Internet Explorer, Opera, dan Safari.




Apa itu Marketplace?

Marketplace adalah sebuah website atau aplikasi online yang memfasilitasi proses jual beli dari berbagai toko. Sebenarnya online marketplace memiliki konsep yang kurang lebih sama dengan pasar tradisional. Pada dasarnya, pemilik marketplace tidak bertanggung jawab atas barang-barang yang dijual karena tugas mereka adalah menyediakan tempat bagi para penjual yang ingin berjualan dan membantu mereka untuk bertemu pelanggan dan melakukan transaksi dengan lebih simpel dan mudah. Transaksinya sendiri memang diatur oleh marketplacenya. Kemudian setelah menerima pembayaran, penjual akan mengirim barang ke pembeli. Salah satu alasan mengapa marketplace terkenal adalah karena kemudahan dan kenyamanan dalam penggunaan. Banyak yang menggambarkan online marketplace seperti department store.
Pertama kali marketplace mulai menjadi popular pada tahun 1995. Pada tahun itu, Amazon dan eBay mulai terkenal dan banyak orang yang menggunakannya. Di tahun itu juga sebuah bank di Amerika bernama The Presidential Bank meluncurkan online banking pertama. Pada tahun 1998, PayPal diluncurkan dan memberi kemudahan lebih banyak untuk transaksi online. Di Asia sendiri, Jack Ma meluncurkan Alibaba di China pada tahun 1999.
Sudah lewat dua dekade dan industri marketplace terus berkembang. Sekarang, Anda bisa menemukan banyak marketplace untuk berbagai kategori; mulai dari baju sampai bahan kerajinan. Di Indonesia sendiri, kita sudah memiliki beberapa marketplace lokal terkenal seperti Tokopedia dan Bukalapak. Kedua marketplace ini sudah sangat sukses di Indonesia sampai mereka menjadi 2 dari 4 Startup Unicorn di Indonesia. (Source : dewaweb.id)









Wednesday, December 15, 2021

Langkah Kecilku untuk Indonesia

 

 

 

 Semua hal besar, selalu berawal dari hal kecil. Bahkan kokohnya Gunung Semeru, berawal dari debu dan pasir yang saling menyatu.

Begitulah kiranya, aku ingin memberikan manfaat di setiap tetes kehidupan yang aku miliki.  

Awalnya, aku suka melihat reality show di salah satu stasiun televisi swasta. Bisa dibilang, aku menjadi deretan penggemar presenter acara itu. But, kalau mau ketemu beliau hanya punya dua jalan ... menjadi orang yang menginspirasi atau penuh dengan sensasi.

"Oke. Aku putuskan untuk memilih jalan yang pertama!"

But, gimana memulainya?

Bingung 'kan?

Sama. Aku juga bingung.

Lebih bingung lagi, ketika aku menjadi pengangguran dan tidak tahu harus bagaimana memulai diriku untuk menjadi sebuah inspirasi. Wanita kecil yang tinggal di desa terpencil sepertiku, apa yang bisa dibanggakan orang lain? Terlebih untuk menjadi sebuah inspirasi, aku harus melakukan begitu banyak hal.

Sampai akhirnya, aku berkelana dan Tuhan mempertemukan aku dengan seseorang yang menginspirasi. Dari beliau, aku terinspirasi untuk membuat sebuah taman bacaan. Setelah berkonsultasi beberapa kali, akhirnya aku memutuskan untuk membuat taman bacaan di desaku dengan modal nekat.  Kenapa dibilang modal nekat? Karena saat itu, aku hanya memiliki 50 buah buku koleksi pribadi. Kualitas bukunya pun tidak begitu bagus. Hanya beberapa bahan bacaan saja. Saat itu, internet belum masuk desa dan minat baca anak-anak di desa cukup besar.


Dari modal 50 buah buku itu, aku mendapatkan bantuan buku dari teman-teman penulis di seluruh Nusantara. Tidak terhitung berapa banyak kepedulian mereka. Aku sangat berterima kasih pada mereka yang begitu peduli, tanpa mengharapkan balasan.


Dengan modal 50 buah buku, kertas HVS dan pensil warna, aku berhasil mengembangkan taman bacaku secara perlahan. Aku tidak ingin terlalu cepat. Ada banyak proses yang harus kulalui. Terutama, modal untuk membuat kegiatan sosial ini. Terlebih saat itu, aku memang tidak memiliki finansial yang baik. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja, aku masih kesulitan.

Lalu, kenapa malah buka taman baca? Sudah jelas kalau kegiatan sosial itu tidak akan menghasilkan rupiah, malah kita yang keluar uang untuk kegiatan tersebut. Modal nekat banget 'kan?

Aku berpikir, ingin bersedekah tidak harus menunggu jadi kaya. Kalau aku tidak ditakdirkan untuk kaya, artinya aku tidak akan bersedekah seumur hidupku. Aku tidak punya uang banyak yang bisa aku sedekahkan. Oleh karenanya ... selain senyuman, aku memilih bersedekah ilmu dan buku. Ilmu yang masih terbatas dan buku yang masih terbatas pula. Namun, aku sudah berniat untuk terus meningkatkan diri dengan lebih banyak belajar. Supaya aku bisa bermanfaat dan membantu banyak orang. Setidaknya, aku bisa menjadi tempat bertanya yang baik. Tempat berbagi cerita atau sekedar bercanda tawa.

Aku membuka taman baca di teras rumahku untuk pertama kalinya pada 18 Februari 2018. Di tahun 2018, aku mendapatkan gelar Juara Favorite pada ajang pemilihan Duta Baca Kaltim. Sebuah prestasi yang tidak pernah terpikirkan olehku saat itu karena aku sudah memiliki seorang anak. Bisa dibilang, aku sudah berkeluarga. Rasanya, tidak mungkin mendapatkan gelar seperti itu. Sementara, di luar sana masih banyak anak muda berbakat yang lebih layak mendapatkannya.

Pada tahun 2019, aku kembali mendapatkan sebuah penghargaan sebagai Pemuda Pelopor Kukar bidang Pendidikan yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora).

Di tahun 2019 pula, kegiatan sosial yang aku lakukan secara pribadi ini dilirik oleh salah satu perusahaan swasta. Setelah berdiskusi beberapa kali untuk menyatukan visi dan misi, akhirnya perusahaan tersebut mempercayakan program sosialnya di taman bacaan kecilku yang akhirnya berubah nama menjadi Rumah Literasi Kreatif (Rulika) Bunga Kertas.

Pada tahun 2020, Rulika mendapatkan penghargaan kategori Gold dalam ajang CSR Indonesian Award dan Kukar CSR Award 2020. 

Pada tahun 2021, Rulika kembali mendapatkan penghargaan kategori Gold dalam ajang Indonsian Sustainablity Development Award 2021.


Semua prestasi yang didapatkan oleh rumah bacaku itu adalah hasil kerja keras dan keaktifan warga dalam berkegiatan sosial di Rumah Literasi Kreatif. Berkat dukungan mereka semua, Rulika berhasil membawa nama baik desa dan semua masyarakat yang terlibat di dalamnya.


Dari proses inilah, aku mulai belajar banyak hal. Belajar tentang kehidupan dan cara menghidupkan.

Meski sedikit tertatih karena tuntutan program yang semakin tinggi, aku tetap berusaha untuk melangkah. Tidak boleh berhenti meski terkadang butuh waktu untuk beristirahat.

Saat ini, aku aktif sebagai seorang penulis platform dan tetap berusaha untuk aktif dengan kegiatan rumah bacaku pula.

Di Rumah Literasi Kreatif, ada 6 pola dasar literasi yang diterapkan, yakni:

1. Literasi Baca Tulis

2. Literasi Berhitung

3. Literasi Sains

4. Literasi Digital

5. Literasi Finansial

6. Literasi Budaya dan Kewargaan


Dari 6 literasi tersebut. Yang paling aktif adalah Divisi Literasi Finansial. Di tahun kedua membuka taman baca, saya dan ibu-ibu kreatif membentuk sebuah kelompok yang disebut MAMUJA. MAMUJA merupakan bagian dari RULIKA dan sebagai penerapan Literasi Finansial.

Mamuja terdiri dari ibu-ibu kreatif dengan bakat yang beragam. Mereka semua aktif belajar menjahit, membuat tas rajut, dompet, membuat kue dan sebagainya. Semua kegiatan itu dilakukan untuk mengisi waktu luang agar lebih bermanfaat dan membantu perekonomian keluarga. Aku juga menjadi bagian dari mereka yang juga menerima manfaatnya.

Selama ini, kami masih tidak tahu bagaimana memulai sebuah bisnis kecil-kecilan dengan mudah. Sampai akhirnya, aku menemukan aplikasi Super App di salah satu media sosial. Aplikasi ini sangat bermanfaat dan memudahkan untuk ibu-ibu yang sedang memulai berbisnis online maupun offline. Cara mendapatkan barangnya mudah, murah dan dikirim langsung oleh kurir Super satu hari setelah pemesanan. Ini sangat membantu dan memudahkan untuk saya dan teman-teman dalam memulai usaha. Kalian semua juga bisa mencobanya dengan cara mendownloas aplikasi Super di Playstore atau App Store, loh.


Inilah langkah kecilku yang aku mulai untuk Indonesia. Meski tak besar, setidaknya bisa bermanfaat untuk orang-orang terdekat.


Sampai di sini catatan kecil perjalananku.

Semoga bermanfaat untuk kalian dan bisa menginspirasi!



Much Love,

@rin.muna

Wednesday, December 1, 2021

Tetap Cinta Buku di Tengah Derasnya Arus Digitalisasi


Hampir dua tahun dilanda pandemi, membuat rumah baca yang aku dirikan juga terkena dampaknya. Sepi. Nyaris tidak ada yang datang sekedar membaca buku atau bermain.
Semua anak sibuk dengan gawai masing-masing dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumahnya untuk belajar online.
 
Kali ini, aku sedikit lega karena akhirnya ... masih ada yang mau berkunjung untuk sekedar membaca buku. Meski koleksi buku-buku di taman baca ini belum diperbaharui. Di tengah derasnya arus digitalisasi, buku fisik menjadi sesuatu yang terabaikan dan tidak begitu diminati. Namun, beberapa anak masih berminat membaca buku. Terutama untuk mereka yang belum mengenal gawai atau orang tua mereka membatasi penggunaan gawai pada anak-anaknya.

Banyak hal yang bisa diambil oleh anak-anak yang mencintai buku. Membaca buku cerita bisa menambah wawasan, bisa menginspirasi dan membangun karakter pada anak. Oleh karenanya, setiap anak-anak membaca buku, aku selalu memilah buku bacaan yang akan mereka pinjam. Ada banyak komik dari anak-anak sampai dewasa. Sehingga, aku membatasi bacaan mereka. Anak-anak SD belum aku izinkan membaca komik remaja sekelas Naruto. Aku lebih menyarankan mereka untuk membaca atau meminjam buku KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya) dan beberapa buku dongeng untuk dibaca.


Tak banyak anak yang suka dengan buku. Hanya segelintir anak saja. Tapi itulah anak-anak yang akan menjadi bagian dari perubahan. Anak yang mencintai buku sejak kecil, karakternya akan terlihat berbeda saat dewasa. Ia memiliki wawasan yang lebih luas jika dibandingkan dengan anak-anak seusianya. 

Aku berharap, akan semakin banyak anak yang mencintai buku di tengah derasnya arus digitalisasi. Meski kita dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman, bukan berarti kita mengabaikan apa yang seharusnya menjadi dasar pembelajaran dan pembentukan karakter pada anak.


Yuk, ajak anak-anak kalian untuk mencintai dan menghargai buku juga! Karena, buku akan menjadi jalan bagi mereka meraih kesuksesan di masa depan. Tidak ada buku yang tidak bermanfaat. Semua buku adalah ilmu dan selalu ada hal baik yang bisa dipetik, ada hal buruk yang bisa dijadikan pelajaran.

Terima kasih untuk kalian yang pernah menginjakkan kaki ke taman baca, meski sekedar untuk mencari tempat pelarian atas kepenatan hari-hari kalian!
Semoga, kalian akan terus mengingat tempat ini dan akan menjadikannya sebagai tempat yang pernah menjadi salah satu pijakan kakimu untuk meraih kesuksesan!


Much Love,



Rin Muna

November Fever


November tahun ini adalah November paling berat sepanjang hidupku.
Tepat di tanggal 09 November, aku mendapatkan surat panggilan resmi dari Pengadilan Agama. Mungkin, inilah kado yang tidak akan pernah terlupakan selama tiga puluh tahun aku terlahir di dunia.
 
Saat akhir bulan, aku dihadapkan oleh banyak hal sekaligus. Deadline tugas mata kuliah "Sastra Inggris" yang terlanjur aku ambil, deadline nulis novel dan harus kejar 30rb kata di akhir bulan, acara haulan almarhum kakek yang juga bikin sibuk karena harus masak-masak, panggilan sidang kedua dari Pengadilan Agama, dan anak kedua sakit. 
 
Tiga hari di akhir November kali ini, menjadi hari-hari yang begitu heroik. Entah kenapa semuanya terjadi bersamaan dan sama-sama harus di-prioritaskan. 
Perasaanku campur aduk tak karuan. Malam sebelum aku pergi ke Pengadilan Agama Tenggarong adalah malam yang membuatku tak bisa tidur semalaman. Ingin menangis pun rasanya sudah tidak sanggup saat melihat anak keduaku terkulai lemas karena sakit. Rasanya, duniaku mau runtuh saat itu juga.
 
Di saat perasaan dan kondisi puteraku belum membaik, aku kembali dihadapkan dengan kenyataan kalau aku harus menempuh perjalanan jauh ke kota Tenggarong. Jadwal sidang sudah tidak bisa diundur lagi karena ini adalah sidang terakhir.

Akhirnya, aku membawa si kecil yang sedang sakit untuk ikut serta. Aku menggendongnya di dalam mobil. Kubawa bersama sang kakak dan ibuku agar ada yang membantu menjaganya saat aku masuk ke ruang sidang.

Selama menanti sidang berlangsung, perasaanku sangat cemas. Aku khawatir jika anakku sakit lagi. Sehari sebelumnya, dia sudah terkulai lemas. Seolah nyawanya hanya tinggal separuhnya saja. Itulah yang membuatku sangat khawatir.

Alhamdulillah ...
Aku senang melihat kondisinya yang sudah membaik. Dia suka jalan-jalan dan naik mobil. Jadi, dia lumayan terhibur sepanjang perjalanan dan kembali ceria. Suhu tubuhnya perlahan turun dan normal.

Melihatnya bisa duduk sendiri dan bermain ceria seperti di gambar, aku sangat bahagia. Artinya, Allah masih memberiku kepercayaan untuk menjaga amanahnya. Membesarkannya dengan baik, merawatnya, memberi pendidikan dan kehidupan yang baik.

Meski harus survive sebagai single mother, aku tetap bahagia dan lega menjalanin kehidupan ini.
Hal paling berat yang membebani hidupku, akhirnya terlepas.
Aku bisa fokus mengejar cita-citaku, mengejar impian untuk anak-anakku tanpa rasa khawatir, tanpa rasa takut.

Aku sudah lelah ...
Dan aku percaya, anak-anak akan tetap bahagia meski dibesarkan oleh orang tua tunggal. 
Daripada harus memaksakan diri menjalani kehidupan yang tidak harmonis, akan berdampak buruk pada mental anak-anak.

Dan sejak hari ini, akulah yang memutuskan ... aku akan berjalan sendiri meski tertatih-tatih. Ada saatnya, aku akan beristirahat dan berbaring dengan tenang dalam keabadian.



Salam hangat dariku,


Rin Muna

Monday, November 22, 2021

Oishi Juice x Mie Ayam Bakso Samboja


Setiap kali nulis novel, aku selalu aja kebawa sama karakter yang aku ciptakan sendiri.
Entah ada berapa banyak alter ego yang aku miliki sejak nulis novel. Aku tiba-tiba bisa jadi apa aja dan siapa saja.
Seperti hari ini ...
Akhir-akhir ini, aku tuh suka kebawa sama Rose (Female Lead di novel "I am Here, Mr. Rich") yang suka foto-foto makanan sebelum makan karena bercita-cita jadi foodstylist.
Emangnya mau jadi foodstylist juga?
Ya nggaklah.
Author mah tugasnya hanya menginspirasi. 
Siapa tahu, ada yang terinspirasi untuk jadi foodstylist seperti Rose dan sukses. Nggak menutup kemungkinan kalau narasi cerita itu bisa jadi self-healing dan membantu kita untuk bangkit dan sukses.

Nah, salah satu makanan favorite aku tuh Mie Ayam Bakso. Setiap ke luar, yang dimakan cuma ini. Aku nggak tertarik sama makanan lain kalau udah nemu makanan favorite yang rasanya enak.

Selain dimanjakan sama Mie Ayam Bakso yang enak. Aku juga dimanjakan sama Jus Mangga yang rasanya juga nggak kalah enak. Aku tuh tipe orang yang demen makan. Asal dapet rasanya enak, aku bakal beli lagi dan beli lagi. Tapi kalau lidahku nggak cocok, aku mikir dua kali buat beli lagi. Kalau udah nggak ada pilihan lain aja baru dibeli. Hehehe.

Wah, kenyang banget ya makan semangkuk Mie Ayam Bakso ditambah satu gelas jus? Hahaha. Jangan tanya berat badanku! Aku makin gemuk aja.

Kalau kamu suka sama Jus dan Mie Ayam seperti aku. Kamu bisa mampir ke warung Mie Ayam Bakso dan stand Oishi Juice yang bersebelahan dan tepat berada di depan Era Mart Samboja.

Aku tuh jarang banget cari makanan lain karena nggak cocok di lidah. So, kalau kamu punya rekomendasi makanan yang enak. Kasih tahu aku, ya! Aku pasti masukin ke list kuliner aku selanjutnya.


Sampai di sini cerita kecil dari aku. 
Kamu yang lagi jalan-jalan ke Ibukota Baru. Jangan lupa mampir ke Samboja! 
Siapa tahu, bisa ketemu aku dan kulineran bareng. Hehehe



MuchLove,
@rin.muna

Wednesday, November 17, 2021

Senangnya Hadir di Klinik Belajar Tugas dan Ujian Universitas Terbuka


Selasa, 16 November 2021

Hari ini, jadi hari yang paling menegangkan dalam hidupku.
Setelah aku belajar menulis begitu lama hingga novelku bisa menduduki posisi Best Seller. Aku malah mengambil risiko tinggi dengan masuk kuliah di Universitas Terbuka dan mengambil jurusan Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan. Saat lagi sibuk-sibuknya kejar tayang deadline novel, sibuk juga ngerjain tugas kuliah yang buanyak banget dan selalu deadline.

Kenapa sih ambil kuliah Sastra Inggris?

Yah, agak riskan sebenarnya dengan kemampuan bahasa Inggrisku yang minim banget. Tapi itulah yang bikin aku semangat. Aku pengen bisa bahasa Inggris. Setidaknya, untuk mengajar anak sendiri. Lebih seneng lagi, kalau aku juga bisa terbitkan novel berbahasa Inggris suatu hari nanti. (Ini mimpi, berdoa jadi kenyataan)

Dan hari ini ... aku ikut hadir dalam acara Klinik Belajar Tugas dan Ujian yang diadakan oleh Pokjar Amanah di Hotel Benakutai Balikpapan.

Seneng banget bisa hadir di acara ini.
Meski aku terlambat satu jam karena terkendala hujan deras dan lokasiku ke sana yang membutuhkan waktu hampir dua jam.
Di sini, aku bisa kenal dengan teman-teman baru. Mereka semua ramah. Aku pikir, cum aku doang emak-emak yang ambil kuliah di sana. Ternyata, ada banyak juga yang ambil kuliah meski sudah menikah dan punya anak. Yah, lumayan mengurangi tingkat insecure aku.

Sayangnya, Mahasiswa Prodi Sastra Inggris itu nggak banyak. Aku cuma ketemu sama dua orang temen di sana. Mbak Rani yang super duper bawel dan Melly yang super duper pendiem alias introvert banget.

Meski begitu, tetep seru sih. Ada yang diajak foto-foto bersama.
Aku mah, udah cekrak-cekrek aja tanpa tahu malu. Udah muka paling kucel, paling hitam, paling kampungan dan nggak punya malu juga. Hahaha.
Udahlah. Aku pikir, berteman tidak memandang warna kulit, kok. Biar nggak insecure melulu. Jujur, aku paling takut di depan kamera karena wajahku nggak cocok untuk dipajang.
Akibat dari keterlambatanku kali ini, akhirnya ya nggak punya teman. Semua juga sudah sibuk sama temannya masing-masing. Malu-malu gimana gitu kan? Secara, aku tuh kerjaannya di dalam rumah terus. Jarang bergaul. Jadi, agak sulit deh mau ngomong sama yang lain. So, kalau aku diam dan kehabisan kata-kata ... kamu ajak aku ngomong, ya! Supaya dunia kita ini tidak sepi.

Nah, ini nih temen prodi aku yang ketemu di sana. Mbak Rani yang super duper bawel, penyayang anak (Yang pakai kerudung kuning) karena dia guru bimbel dan private. Satunya lagi si Melly, pendiem, introvert, anak rumahan yang nggak bisa diajak jalan (hihihi).
Jangan tanya aku yang mana. Aku yang tengah, dong. Si kulit cokelat yang manis. Eeeaak ...
Pede amat ya ngomong gitu? Wkwkwk.

Oke. Ini perkenalan dan cerita singkat aku di kegiatan Klinik Belajar ini. Semoga, bisa bermanfaat. Menambah keilmuan dan pertemanan.

Buat kalian yang jurusan Sastra Inggris seperti aku ... komen di bawah, dong! Biar aku punya teman lebih banyak lagi. Yah, kalo kalian sudi berteman denganku, sih.


Salam kenal...!

Jangan lupa tinggalkan komentar!

MuchLove,
@rin.muna



Sunday, November 7, 2021

Self Love

 



Ada sebuah perjalana penuh liku yang hanya bisa kita rasakan sendiri. Mungkin, kamu  tahu bagaimana rasanya berjalan di atas kerikil tajam tanpa alas kaki. Sakit 'kan?
Ada yang lebih sakit dari itu. Ada kaki lain yang menginjak kakimu dan menopangkan hidupnya pada rasa sakit itu tanpa ingin memberimu satu waktu untuk tersenyum.

Selama enam tahun ini, aku benar-benar tidak tahu bagaimana rasanya tidur nyenyak. Terlalu banyak rasa sakit yang harus aku tanggung. Terlebih, orang yang menyakiti adalah orang yang paling dekat dengan diri sendiri. Ibarat sebuah pisau, ia akan lebih mudah melukai jika berada di dekat kita. 

Benar apa kata orang ... orang yang paling berpotensi membuat kita sakit adalah orang yang paling dekat dengan kita. Jika orang yang jauh atau tak kenal sama sekali, mungkin kita akan menjadi acuh tak acuh dengan semua yang terjadi.

Tapi ketika semua rasa sakit itu datang dari orang yang paling dekat, rasanya sangat-sangat menderita. Ingin pergi, tapi tak bisa pergi. Ingin lari, tapi tak punya kekuatan untuk berdiri. Ingin menangis, tapi air mata ini sudah terkuras habis.

Hingga di satu titik, aku menyadari kesalahanku. Aku harus bisa mencintai diriku sendiri sebelum aku mencintai orang lain. Satu hal yang belum pernah aku lakukan dalam hidupku. Selama ini aku memang lebih mencintai orang lain daripada diriku sendiri. Aku melakukan banyak hal untuk keluarga, berjuang dan berkorban tanpa memikirkan kebahagiaanku sendiri. 

Sampai akhirnya, aku sendiri tidak sanggup menahannya.

Aku memilih untuk berjalan seorang diri. Meski tertatih, setidaknya batu terbesar yang menjadi beban terberat dalam hidupku bisa aku lepaskan.

Aku ingin lebih menghargai hidupku sendiri. Membahagiakan diri sendiri dan orang-orang yang menjadi prioritas untukku saat ini. 



Mainan Buatan Si Mbah





Ini kisah sederhana yang ingin kutuliskan untuk masa depan. 
Untuk putera kecilku yang mungkin saja akan membacanya 10 tahun lagi.

Foto yang aku ambil ini adalah salah satu mainan favorite puteraku. Sederhana, tapi penuh makna bagiku.

Ini adalah salah satu mainan yang dibuatkan oleh bapakku. 
Bapakku bukan pensiunan pegawai negeri, bukan mantan karyawan swasta yang punya banyak tabungan untuk manusia. Beliau lahir sebagai petani dan sampai sekarang masih aktif bertani. 
Sebagai petani kecil, tentunya kedua orang tuaku tidak memiliki banyak penghasilan. Bahkan, untuk sekedar membelikan mainan saja, mereka pasti berpikir. Masih ada hal yang harus diprioritaskan, yaitu bahan makanan untuk makan besok.

Aku juga bukan pegawai yang memiliki penghasilan tetap. Kegiatan sehari-hariku hanya menjadi penjahit kecil dengan penghasilan rata-rata hanya dua puluh ribuan setiap harinya. Itulah sebabnya, aku juga harus berhemat dan berhati-hati dalam menggunakan uang. Tidak bisa membelikan banyak mainan untuk anak-anakku.


Saat ini, aku memilih menjadi seorang single mother. Terlalu banyak rasa sakit yang harus aku jalani ketika hidup berumah tangga sampai akhirnya aku memutuskan untuk melepaskan seluruh beban dan rasa sakit ini. 

Selama ini, aku hanya mengandalkan bertahan hidup dari tulisan-tulisanku. Dari pembaca yang berkenan membaca novelku.

Aku tidak punya banyak uang untuk membelikan mainan baru. Terlebih setiap kali membelikannya, pasti langsung dirusak karena sifat puteraku yang memang keras dan perusak nomor satu di dunia.

Sampai akhirnya, aku yang tidak tahu harus membelikan mainan seperti apa yang bisa awet di tangan puteraku. Bapakku dengan telaten membuatkan mainan untuk putera kecilku. Sederhana saja, mainan dari ban mobil bekas yang sudah rusak dan pipa bekas instalasi listrik, dirakit olehnya. Kalau kata bapakku, itu namanya 'gledegan'. Entah kalau di daerah lain, namanya apa.

Meski hanya mainan sederhana dan tak butuh modal banyak, hanya bermodalkan barang bekas, puteraku sangat menyukainya. Setiap harinya, dia akan mendorong 'gledegan' ini sambil berjalan kaki di halaman rumah atau di jalanan depan rumah. 

Terima kasih, Mbah ...!
Si Mbah selalu menyayangi cucunya dengan tulus. Meski tak punya uang untuk membelikan mainan cucunya, tapi selalu punya cara untuk membuatkan mainan untuk cucu-cucu kesayangannya. 

Terkadang, aku merasa bersalah.
Hidupku sudah sangat merepotkan kedua orang tuaku selama belasan tahun. 
Sampai aku menikah, aku justru semakin merepotkan mereka. Merepotkan mereka dengan membantu mengurus dan menghidupi anak-anakku.

Semoga, aku bisa membayarnya dengan sesuatu yang lebih baik dan lebih mulia untuk kalian ... orang tua yang kasihnya takkan hilang sepanjang masa.


Nak, jika 10 tahun kemudian kamu membaca tulisan ini. Ingatlah, ada hal kecil yang lebih berharga dan berarti yang membuatmu bisa hidup hingga membaca tulisan ini...


Much Love,

Rin Muna
 

Wednesday, September 29, 2021

Musyawarah Masyarakat Desa, Puskesmas Sungai Merdeka, Samboja





Rabu, 29 September 2021

Pagi ini, di tengah-tengah kesibukan ngurus rumah dan cari cuan ... aku menyempatkan diri untuk memenuhi undangan rapat Musyawarah Masyarakat Desa yang dilaksanakan oleh Puskesmas Sungai Merdeka. 
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendiskusikan cara hidup sehat masyarakat desa agar terbebas dari beebagai macam penyakit. Terutama yang disebabkan oleh bakteri dan virus. Terutama, di saat pandemi seperti ini. Petugas puskesman, Ibu Dian Purwati rutin mengunjungi Desa Beringin Agung untuk melakukan sosialisasi cara hidup sehat bersama tim medisnya.

Acara diskusi ini dipimpin oleh Bapak Kusnadi (Kepala Desa Beringin Agung). Dihadiri juga oleh Bpk. Rustam S. (Bhabinkamtibmas), Kuat Sholeh (Ketua DESMAN) dan isi langsung oleh Ibu Dian Purwati (Puskesmas Samboja).


Ada 20 poin penting yang menjadi pembahasan kali ini. Diantaranya;

 - 7% masyarakat tidak memiliki jaminan kesehatan (JKN).
- 7% anak lahir tidak mendapatkan ASI ekslusif
- 13% Masyarakat masih melahirkan dengan dukun.
- 100% anak-anak sudah dibawa ke posyandu.
- 5% anak tidak vaksin dasar lengkap.
- 47% masyarakat belum melakukan vaksinasi covid-19
- 26% masyarakat tidak memiliki tempat cuci tangan pakai sabun.
- Hanya 2% warga yang menggunakan masker saat keluar rumah.
- Anggota keluarga yang merokok masih tinggi, yakni 69%.
- Masyarakat belum memanfaatkan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
- 23% pasangan usia subur tidak mengikuti program KB.
- Masih ada 2% masyarakat yang tidak menggunakan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.
- 100% masyarakat sudah memiliki jamban/WC sendiri di rumah.
- 14% masyarakat tidak berbudaya mengonsumsi buah dan sayur.
- 5% Masyarakat tidak melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) di rumahnya.
- 21% masyarakat tidak pernah cek kesehatan dalam setiap tahunnya.
- Masyarakat yang memiliki hewan peliharaan, 45% kandang hewan berdekatan dengan rumah (kurang dari 10 meter)


Poin penting dalam musyawarah kali ini adalah permasalahan sampah yang tidak dikelol dengan baik. Pembangunan TPA mungkin penting, tapi lebih penting lagi merubah budaya dan paradigma masyarakat untuk memilih dan memilah sampah organik /anorganik. Kebiasaan membuang sampah anorganik sembarangan menjadi salah satu masalah karena sampah yang tak terurai yang tidak dikelola dengan baik bukan hanya mengganggu pemandangan, tapi juga menjadi salah satu penyebab pendangkalan sungai yang menyebabkan banjir ketika hujan deras dan sungai tidak mampu menampung debit air yang berlebih.





Cukup sampai di sini tulisan kecilku.
Semoga bermanfaat...!



MuchLove,

Vella Nine




Saturday, August 7, 2021

Tolak Angin Care, Jadi Andalan di Masa Pandemi

 

Design by Canva Pro


Huft ...!

Kalian ngerasa atau nggak sih kalau pandemi Covid-19 ini sudah berlalu sangat lama di negeri ini. Alih-alih vaksinasi bisa menekan penyebaran virus, eh ... malah makin merajalela. Semakin hari, terasa semakin mencekam.

Dunia tidak sedang baik-baik saja. Itu bisa kita rasakan di sekeliling kita. Hampir setiap hari, selalu ada berita kematian. Rasanya, penyakit begitu mudah menyerang tubuh kita. Saat satu orang keluarga sakit, semuanya ikut sakit. 

Kekebalan tubuh setiap orang berbeda-beda. Setahun setengah dipaksa untuk bekerja di dalam rumah alias Work From Home. Membuat aku hampir tidak pernah tahu bagaimana dunia luar. Apa yang sedang terjadi di sana. Setiap mau bepergian, selalu khawatir. Khawatirnya bukan karena takut terserang virus. Tapi khawatir jika aku bisa membawa virus untuk orang-orang di sekitarku yang imun tubuhnya nggak kuat.


Yah, selama setahun setengah ini berada di rumah. Aku sendiri ngerasa imun tubuhku juga menurun. Bayangin aja, harus terkurung di dalam rumah. Tingkat kebosanan dan stress juga makin tinggi. Aktivitas makin berkurang. Tiap hari cuma main di kamar, baring-baring nggak jelas. Nggak tahu apa yang harus dilakukan. Yah, gitu-gitu aja selama setahun. Nggak pernah beraktivitas di luar, bikin aku ngerasa kalau tubuh ini butuh untuk bergerak supaya tetap sehat.


Mau bergerak gimana kalau setiap hari dianjurkan untuk di rumah. Selama PSBB sampai PPKM, aku bener-bener nggak pernah keluar. Sampai sekarang juga belum dapet jatah vaksinasi karena aku selalu ngerasa tubuh ini nggak fit. Daripada makin sakit, mending aku ngurung diri di rumah. 


Akhir-akhir ini ... aku ngerasa badanku sering meriang. Meski kita memilih untuk ada di dalam rumah, tapi tetap aja nggak bisa menghindar ketika tetangga atau teman dekat bikin acara. Yah, mau nggak mau ... ketemu sama kerumunan banyak orang yang mungkin aja bawa covid-19. Kalau udah meriang-meriang atau nggak enak badan, aku pilih untuk di dalam rumah aja. Nggak ketemu sama siapa-siapa dulu. Kalau pun ada perlu keluar, aku harus prokes ketat.


Meski sudah berusaha ikuti aturan prokes, tetep aja nggak bisa menghindar dari sakit. Rasanya bukan cuma aku ... hampir semua keluarga berganti-gantian meriang dan flu. Harapannya, semoga bukan virus yang sudah berhasil mengacaukan seisi dunia ini.


Di saat kayak gini, andalan terbaikku cuma Tolak Angin Care. Yah, aku selalu bawa Tolak Angin Care ini ke mana-mana. Selain untuk meredakan perut kembung dan masuk angin. Tolak Angin Care bener-bener cocok di badan. Setelah pakai, badan rasanya enteng dan enak banget. Bisa mengatasi pegal-pegal dan masuk angin. Terlebih, aku yang lebih banyak beraktivitas di dalam rumah, kurang bergerak dan kurang sinar matahari. Bentar-bentar selalu aja sakit, lemes dan suntuk.


Tolak Angin Care Roll On - Produk Sidomuncul


Yah, terpaksa banget deh ... Tolak Angin Care jadi salah satu andalanku di saat pandemi kayak gini. Kenapa? Karena sakit dikit aja udah worry banget! Khawatir kalau terpapar covid-19 dan nggak imun tubuh aku nggak mampu buat nahan. So, aku selalu sedia Tolak Angin Care di mana pun. Di rumah atau di perjalanan, Tolak Angin Care cocok banget jadi temen setia. Simple dibawa ke mana-mana dan nggak ribet. 

Aku suka banget sama Tolak Angin Care ini...


Kalau kamu, sudah coba produk yang satu ini atau belum?


Bagi juga pengalaman kamu di kolom komentar, ya!


Kalian bisa beli produk ori lewat situs resmi PT. Sidomuncul, loh.

Silakan klik https://www.sidomunculstore.com/shop/detail/55/tolak-angin-care-10-ml-minyak-angin-aromaterapi-hilangkan-gatal dan nikmati aromatherapy yang menenangkan ini!



MuchLove,

@rin.muna


Tuesday, June 22, 2021

Pembinaan Siaga Aktif Germas



Selasa, 22 Juni 2021

Pagi ini, aku mendapat undangan berkumpul di ruang rapat Desa Beringin Agung karena termasuk salah satu anggota KPM (Kader Pembangunan Manusia) yang khusus menangani masalah stunting.

Tak hanya kader KPM. Tapi di sini juga ada ibu-ibu PKK Desa Beringin Agung, kader Posyandu Balita, Posbindu, Posyandu Lansia, RDS (Rumah Desa Sehat). Kami semua berada di bawah naungan Desman (Desa Sehat Mandiri). Sehingga, kami semua dikumpulkan untuk mendapatkan pembinaan tentang Pola Hidup Bersih & Sehat di kala pandemi seperti ini.

Seluruh kader dan lapisan masyarakat dihimbau untuk peduli pada pencegahan penyebaran covid-19 yang sudah melanda negeri kita selama kurang lebih 1,5 tahun.

Saat ini, pemerintah sedang gencar melakukan vaksinasi pada seluruh warganya untuk memberikan daya tahan tubuh yang lebih kuat. Meski beberapa orang memilih untuk tidak melakukan vaksinasi dengan berbagai alasan.

Pembinaan ini dilakukan agar semua berita yang ada di Puskesmas bisa sampai ke semua lapisan masyarakat. Sebab, ada wacana yang mengatakan jika semua bantuan sosial dari pemerintah (termasuk BPJS Kesehatan) akan dinonaktifkan apabila peserta tidak melakukan vaksinasi.

Kepala Desa Beringin Agung (Bpk. Kusnadi) khawatir jika hal tersebut terjadi pada warganya. Jika bantuan sosial dihentikan secara otomatis karena peserta tidak terdaftar melakukan vaksinasi.

Wacana seperti ini seolah-olah memaksa semua masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Ini semua berangkat dari ketidaksiplinan warga yang menyepelekan protokol kesehatan yang diimbau oleh pemerintah, juga oleh tenaga medis yang ada di Indonesia, bahkan dunia.

Di negara lain, disiplin prokes berhasil memutuskan mata rantai penyebaran covid-19 sehingga warganya bisa beraktifitas normal kembali.

Oleh sebab itu, Ibu Darni, Amd, Keb (selaku bidan desa) dan Tenaga Kesehatan dari Puskesmas Samboja melakukan pembinaan ini agar semua warganya bisa melakukan vaksinasi. Sebab, vaksinasi tahap pertama, tidak banyak warga desa yang berperan serta mengikuti program vaksinasi.

Setelah ini, diharapkan vaksinasi covid-19 bisa merata dan semua warganya bisa mendapatkan pelayana  vaksinasi gratis dari Puskesmas Samboja.
Perlu diingat, sebelum melakukan vaksinasi, kita harus menyadari kesehatan diri kita terlebih dahulu. Sama seperti vaksin pada bayi dan anak-anak kita. Kondisi tubuh yang akan mendapatkan vaksinasi harus fit. Tidak dalam keadaan batuk, pilek, demam, dll.

Kalau kalian merasa kondisi kalian lagi fit buat dapet vaksin. Buruan langsung ikutan vaksin, ya! Biar sistem imun tubuh kita bisa meningkat dan mempertahankan diri dari bahaya virus covid-19.

Cukup di sini dulu catatan kecil dari aku.
Semoga, pandemi di negara kita cepat berakhir dan bisa menjalani hidup normal seperti biasanya. 
Udah capek 'kan di rumah terus?
So, bantu pemerintah dengan menjadi warga yang taat dan disiplin, ya!



Kita ketemu lagi di catatan-catatan selanjutnya!

MuchLove,
@vellanine.tjahjadi

Friday, May 28, 2021

Kisahku dan Dedikasinya (Selamat Jalan Pak Slamet)


“Rin, ojo tegang-tegang! Nanti cepet tua kalo keakehan mikir!” Pak Slamet langsung memijat pundakku begitu ia masuk ke kantor.

“Enaknya, Pak! Sering-sering aja pijitin!” sahutku sambil terkekeh geli.

“Malah keenakan!” dengus Pak Slamet. Ia langsung menarik salah satu kursi kosong yang tak jauh dari tempat dudukku, kemudian duduk tepat di sampingku.

“Dari afdeling, Pak?” tanyaku sambil menatap layar ponsel.

“Iya. Dari mana lagi? Masa dari warung janda?”

“Halah, biasane juga mampir warung janda,” sahut Pak Mesdi sambil terkekeh geli.

Kami semua yang ada di dalam ruangan ini, ikut tertawa lebar.

“Ohh ... Pak Met, ya ... diam-diam suka ke warung janda juga!” seru kerani yang lainnya.

“Cuma ngopi aja,” sahut Pak Slamet sambil mengeluarkan buku agendanya.

“Rin, BKM ada masalah apa nggak?” tanya Pak Slamet.

“Nggak ada sih, Pak. Tapi ini anggaran bapak sudah mau habis, loh. Over budget untuk pekerjaan piringan.”

“Kok, bisa?” tanya Pak Slamet.

“Ya nggak tahu, Pak. Kemarin pengajuan dananya gimana? Pasti copas, nih!” tuduhku ngasal sambil menahan tawa.

“Kayak nggak tahu aja, Rin. Wes mumet neng lahan, suruh bikin laporan lagi. Tambah mumet,” sahut Pak Slamet.

“Suruh kerani bapak, lah. Apa gunanya gaji kerani kalau asistennya masih repot ngurusin laporan?” sahutku.

“Kamu aja yang jadi keraniku!” sahut Pak Slamet.

“Hahaha. Lawan dulu Bos Besarnya, Pak. Kalo boleh jadi keraninya Pak Met. Aku mau aja. Kerjaannya santai dan nggak banyak. Daripada kayak gini, mumet juga aku, Pak,” sahutku.

Aku bekerja di kantor sebagai Kerani Pembukuan. Tapi, bukan hanya mengerjakan laporan pembukuan saja. Di perusahaan perkebunan yang memiliki keterbatasan anggaran. Kami sebagai kerani harus bisa semuanya. Tapi, memang tidak semua kerani. Kalau kata bosku, aku adalah joker di perusahaan. Salah satu kerani yang bisa mengerjakan semua pekerjaan di semua divisi. Mulai dari laporan harian kerani sampai penyusunan budget perusahaan.

Hampir setiap hari, asisten lapangan akan mengecek laporan yang sudah masuk ke akunku. Hanya akunku yang bisa melihat semua transaksi perusahaan melalui sistem yang sudah terintegrasi (Integrated Plantation System; iPlas), sehingga asisten kerap mengecek laporan bersamaku. Kadang, aku juga sering berantem dengan asisten karena data lapangan yang masuk ke akunku tidak sinkron. Hal biasa, tapi memang harus terjadi demi kebaikan bersama.

Pak Slamet adalah asisten yang paling aktif pergi ke kantor. Kalau istilah candaan kami, mereka rindu sama aku. Rindu karena modus. Minta baikin laporan dan sebagainya.

Setiap jam dua siang, saat karyawan lapangan sudah pulang kerja. Asisten akan pergi ke kantor untuk mengecek laporan. Terkadang, mereka juga terpaksa datang saat aku menelepon. Aku hanya menelepon ketika ada masalah dalam laporan yang masuk, sementara laporan harus segera dikunci. Supaya tidak banyak revisi yang memberatkan sistem kami.

Sebenarnya, aku tidak tega kalau harus menyuruh asisten harus bolak-balik ke kantor dan lapangan yang jaraknya tidak dekat. Tapi itulah perjuangan seorang asisten lapangan. Menjadi atasan yang dibenci karyawan karena keputusannya. Menjdi bawahan yang dimaki-maki atasan karena belum menjalankan prosedur dengan baik. Kalau kata KTU, posisi kami ini serba salah. Di atas ditojok sama bos, di bawah di dodos sama karyawan. Hahaha.

Yah, mau diapakan lagi. Sudah nasib kami yang berada di posisi tengah-tengah seperti ini.

Seperti saat ini, Pak Slamet tiba-tiba datang ke kantor untuk mengecek laporannya.

“Haduh, Rin ... pusing aku. Di lahan banyak masalah. Di kantor banyak masalah. Di rumah juga mumet. Mau mindahin sekolahnya anakku, biayanya banyak banget,” keluh Pak Slamet.

Aku menanggapi ucapannya. Kami bercerita sambil mengecek laporan yang ada di komputerku. Meski sambil mengerjakan laporan, sesekali aku sering mendengar keluhan atasan kami. Mungkin, ada beban hidup yang tak bisa mereka katakan pada orang lain, bercerita adalah salah satu cara untuk melepaskannya perlahan. Dan aku hanya bisa menjadi pendengar yang baik.

Pak Slamet ... setiap ke kantor, bukan hanya curhat masalah pekerjaan dan pendidikan anak-anaknya. Tapi juga kerap memberi nasehat padaku. Aku bisa membeli sepede motor, juga berkat saran beliau. Biasanya, aku memilih jalan kaki dari rumah ke kantor atau ke mess. Saat itu, gajiku hanya 1,3 juta. Tidak berani kredit motor karena aku harus menghidupi nenek-kakek, dua orang tua dan adik-adikku. Tapi akhirnya, aku memberanikan diri mengambil cicilan motor berkat saran dari dia.

Banyak hal yang tidak bisa aku lupakan. Meski hanya sebagai rekan kerja, tapi kami sudah sepertu keluarga. Kami bukan hanya berbagi suka-duka. Kami juga saling support, sering berantem. Tapi tetap berjalan bersama-sama untuk saling support.

Saat aku tahu beliau sakit, aku merasa iba. Tubuhnya semakin kurus dan ringkih. Tatapan matanya tak lagi bercahaya. Tapi dia tetap semangat setiap hari. Bahkan, selalu menyempatkan diri datang ke kantor hanya untuk menghibur kami.

Hari ini ... rasanya masih tak percaya kalau beliau benar-benar sudah pergi untuk selamanya. Meski sudah 4 tahun aku resign dan tidak lagi menjadi bagian dari keluarga AMS/Gama Group, tapi dedikasi atasan-atasanku tak kan pernah terlupakan.

Pak Slamet, bukan hanya rekan kerja yang baik. Dia banyak memberi nasehat. Selalu menghibur meski kami tahu dia sedang lelah. Baginya, anak-anak di kantor sudah seperti anaknya sendiri. Menjadi tempat untuk menenangkan diri saat ia sudah lelah di lahan.

Hari ini ... tanggal 28 Mei 2021 adalah hari pemakaman beliau. Meski sudah 4 tahun tak lagi bekerja bersama. Tapi kami sudah menjadi rekan kerja selama 7 tahun. Bagiku, dia sudah seperti seorang ayah. Selalu memberi nasehat, menceritakan pengalamannya, mengajak diskusi, membuat kami tertawa bersama, membuat kami merasakan kehangatan sebuah keluarga di dunia kerja.

Selamat jalan, Pak Slamet ...!

Terima kasih untuk dedikasinya selama ini. Terima kasih untuk semua ilmu dan pengalamannya. Mungkin, semua ilmu yang pernah kamu berikan tak terlihat, tapi bisa dirasakan oleh orang banyak. Kamu mengajarkan aku untuk kuat menghadapi masalah, berani mengambil resiko. Hingga hari ini, mentalku yang kuat terbentuk karena peran darimu juga.

“Cintailah perusahaan tempatmu bekerja. Meski tidak membuatmu kaya, tapi memberikanmu hidup.”

Kutipan ini seringkali kudengar di tempatku bekerja. Kutipan sederhana yang membuat kami terus bekerja dengan hati, memberikan dedikasi kepada perusahaan demi keluarga dan si buah hati. Membuat kami selalu bekerja dengan sungguh-sungguh. Tak mudah pergi meski banyak orang yang ingin menjatuhkan dan menyakiti.

Selamat jalan, Pak Slamet ...!

Banyak pelajaran hidup yang telah beliau berikan. Pelajaran hidup yang tidak pernah terlupakan adalah ...

 “Tetap semangat dan jangan menyerah pada hidup. Yang hidup, akan terus menghadapi ujian kehidupan. Kalau sudah tidak diuji, maka sudah waktunya untuk pulang.”

 

 

___________________________________________ 

Tulisan kecil ini aku persembahkan untuk mendiang Pak Slamet (Asisten Afdeling PT. Alam Jaya Persada, PT. Tritunggal Sentra Buana – AMS GAMA GROUP)

 

 

 

Wednesday, March 31, 2021

Program Desa Ramah Anak di Desa Beringin Agung


Minggu, 15 November 2020

Yayasan Teman Kita bersama dengan pemerintah Desa Beringin Agung mengadakan pelatihan "Kader Ramah Anak".

Pelatihan ini merupakan pelatihan pertama kalinya untuk mewujudkan program "Desa Ramah Anak" yang ada di Desa Beringin Agung.

Desa Ramah Anak adalah program desa yang bertujuan untuk menjadikan desa ini sebagai desa yang ramah bagi anak. Anak-anak di desa bisa terbebas dari kekerasan seksual, pelecehan seksual dan bullying yang kerap terjadi di sekolah dan lingkungan masyarakat.

Program Desa Ramah Anak ini akan melibatkan seluruh stakeholder yang ada di desa ini. Sebab, semuanya tidak akan terwujud tanpa adanya pertisipasi dan dukungan dari masyarakat desa.

Saya sebagai warga Desa Beringin Agung, merasa sangat senang dengan adanya program Desa Ramah Anak ini. Harapannya, desa ini bisa benar-benar menjadi desa yang aman, nyaman dan ramah untuk anak-anak.

Karena, anak-anak adalah masa di mana karakter dan mentalnya akan terbentuk hingga dewasa. Bagaimana karakter anak saat dewasa nanti, adalah hasil dari penanaman karakter sejak dini. Jika menunggu sampai besar baru dilakukan penanaman karakter, tentunya akan terlambat.
Menanamkan karakter pada anak itu seperti menanam bonsai. Jika masih muda, kita bisa membentuk batang dan pertumbuhan daunnya seperti apa. Hingga ia bisa tumbuh dengan baik dan berkualitas. Jika kita terlambat merawatnya. Maka karakter itu akan tumbuh secara liar. Bahkan, batangnya yang sudah mengeras akan sulit untuk diatur. Jika dipaksakan, hanya akan patah, rusak dan rapuh.

Oleh karenanya, Desa Ramah Anak ini adalah program yang sangat penting karena berkaitan dengan masa depan anak-anak kita. Jika karakter anak-anak terbentuk dengan baik. Maka, masa depan dan kemajuan desa kita juga akan terbentuk dengan baik.

Saya sangat berharap jika semua masyarakat bisa berperan aktif dalam mendukung pengembangan program "Desa Ramah Anak" ini. Kita bisa mengukur indikator keberhasilan program ini setiap tahunnya.
Akan sangat membanggakan jika seluruh warganya bisa saling membantu, berpartisipasi aktif dalam mewujudkan Desa Beringin Agung sebagai Desa Ramah Anak.

Cukup sampai di sini dulu tulisan kecil dari aku...
Semoga, saat aku bikin tulisan lagi di tahun depan ... sudah ada perkembangan yang baik dari program ini. Mari kita sama-sama membangun desa untuk kepentingan dan kemajuan bersama!



Salam hangat,
@rin.muna

Friday, March 26, 2021

Penyesalan Masa Tua



Hari ini ... aku ingin berbagi kisah.

Bukan untuk mengharapkan rasa iba atau kasihan dari kalian. Tapi ... karena aku ingin tulisanku ini bisa menjadikan pelajaran hidup bagi kita.

Siapa sih sosok yang ada di foto ini?

Sosok ini bukanlah orang lain bagiku. Dia adalah seorang kakek yang begitu baik. Tidak pernah marah, tidak pernah menghakimi cucu-cucunya saat bersalah.

Aku ingin ... kisah dia abadi. Kelak, mungkin anak-anakku akan membaca tulisan ini.

 

Dia adalah sosok yang baik. Sayangnya, ia bernasib malang. Tidak sebaik seperti yang lainnya. Di usianya yang senja, dia hidup dalam sebuah penyesalan besar. Sebuah penyesalan di masa lalu karena dia tidak pernah bersekolah. Sehingga, ia kerap dimanfaatkan oleh orang lain. Semua harta yang ia miliki sudah habis karena ia tidak memiliki ilmu pengetahuan untuk menjaganya.

Penyesalan terbesarnya bukan karena kehilangan harta. Tapi karena dia tidak pernah merasakan apa itu “Belajar”. Saat masih kecil, kedua orang tuanya sudah tiada. Sementara, adiknya pun masih kecil. Demi merawat dan menjaga adiknya, dia memutuskan untuk berhenti sekolah.

Ada banyak pilihan dalam hidup, tapi juga ada orang yang tidak memiliki pilihan. Harus tetap menjalani kesulitan tanpa harus dihadapkan pada pilihan. Sebab itu, bersyukurlah jika kalian masih memiliki pilihan dalam hidup kalian. Sebab, sebagian orang tidak pernah diberi kesempatan untuk memilih. Hanya dihadapkan pada satu hal yang harus mereka terima meski itu sangat pahit.

 

Sejak tahun 2004, kakekku sudah mengalami gangguan psikis karena penyesalan yang ia alami. Hingga saat ini, fisiknya masih sehat. Hanya saja, pemikirannya tidak lagi sehat. Dia setres dan kondisi telinganya sudah tunarungu karena usianya memang sudah tua.

 

Setiap hari ... dia selalu merasa sedih karena penyesalan dalam hidupnya. Setiap hari dia akan mengomel karena keadaan keluarganya yang tidak layak seperti lainnya.

Terkadang, menjadi pendengarnya setiap hari cukup setres. Kenapa? Karena aku juga tidak bisa melakukan sesuatu. Aku hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Tidak bisa mengubah hidupku dengan mudah.

Penyesalan di masa tuanya ... menusuk hatiku dan memberikan aku pelajaran berharga. Bagaimana caranya aku bisa mendapatkan ilmu, sementara aku hanya tinggal di pelosok desa. Minim pendidikan, minim akses transportasi dan informasi.

Mungkin, yang membuat kakekku menyesal adalah ... dia melihat dengan nyata bagaimana zaman itu berubah. Sementara, dia tidak pernah bisa berubah. Menyakitkan ketika orang lain bisa mendapatkan sesuatu yang lebih. Sementara ia hanya duduk saja. Tak memiliki kemampuan apa pun. Ingin belajar pun, sudah terlambat.

 

Salah satu alasanku membuka rumah baca adalah ini ... aku tidak ingin, generasi muda merasakan hidup dalam penyesalan. Penyesalan bukan karena tidak memiliki harta, tapi karena tidak memiliki ilmu yang bermanfaat.

Aku khawatir, ini akan terjadi pada anak-anakku di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, aku ingin mengabadikan kisah ini. Supaya bisa dijadikan pelajaran bahwa usia muda seharusnya digunakan untuk belajar. Belajar apa pun itu. Bisa dimulai dari buku. Buku apa pun itu.

Sebab, semua buku adalah ilmu.

Ilmu bisa kita dapatkan dari mana saja dan di mana saja. Jika tidak bisa mendapatkan pendidikan yang tinggi. Cukup hanya bisa bergelar SM (Sarjana Masyarakat), maka kita harus banyak belajar dari buku. Ada milyaran buku di dunia ini. Ada bilyunan tulisan di dunia ini. Jika kamu tidak bisa memanfaatkan waktumu dengan baik. Maka, kamu akan merasakan bagaimana dunia begitu kejam terhadapmu. Tidak ada kompromi, tidak ada toleransi. Hukum alam akan menyeleksi manusia-manusia yang bisa bertahan hidup dengan baik atau tidak.

 

Siapa yang tidak ingin hidup dengan baik? Semua orang ingin merasakan hidup layak. Punya pekerjaan yang baik. Punya masa depan yang baik. Hidup bahagia dengan keluarga, bisa menikmati liburan.

 

Semua orang ingin hidupnya lebih baik. Sama denganku. Aku juga ingin merasakan itu semua.

Aku tidak minta banyak. Aku hanya tidak ingin kakek-nenek dan kedua orang tuaku tidak merasakan bekerja di usia senjanya. Aku bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. Walau sampai saat ini, aku belum bisa membuat orang tuaku benar-benar bersantai. Mereka masih pergi ke sawah setiap hari.

 

Itulah sebabnya, aku ingin sekali bisa bekerja keras agar kedua orang tua dan kakekku bisa bersantai.

Aku ingin memberikan yang terbaik untuk kakekku. Membuktikan bahwa aku bisa membawa keluarga dari kemiskinan. Membuatnya bangga dan menghilangkan rasa penyesalan dalam hidupnya.

 

Tapi sampai saat ini, dia masih tidak bisa menghapus rasa penyesalan dalam hatinya meski aku sudah berusaha keras membuatkan sebuah rumah yang layak dari hasil menulis novel.

Meski sudah berusaha keras untuk melegakan hatinya agar tidak hidup dalam penyesalan, pad akhirnya, tetap menyisakan penyesalan dalam hatinya.

 

Oleh sebab itu ...

Perbanyaklah belajar di usia mudamu. Agar usia tuamu tidak diselimuti rasa penyesalan. Nasehat yang pernah ada di buku sekolah, itu sungguh ada di dunia nyata. Penyesalan di msa tua, benar-benar akhir hidup yang menyakitkan. Sebab, kamu akan menyaksikan bagaimana zaman berubah. Kamu akan merasakan bagaimana waktumu begitu singkat dan tidak ada satu hal pun yang kamu bis tinggalkan untuk anak cucumu di masa depan.

 

Semoga tulisan ini ... membuat kita belajar, belajar dan belajar.

 

 

Salam hangat,

@rin.muna

 

 

 

 

 

 

 

Thursday, March 25, 2021

My Hope

 


Hai hai...!

 

Apa kabarnya nih teman-teman? Semoga semuanya baik-baik aja ya. Hari ini aku ingin bercerita tentang perjalanan aku bersama dengan sosok Mungil yang ada di foto ini. Dia adalah gadis kecil yang hadir dalam hidupku. Dia selalu jadi semangat dalam hidupku.

Di tengah kesibukan ku, aku mengajak dia pergi ke salah satu pantai karena kebetulan di sana ada kegiatan Camp yang diselenggarakan oleh Yayasan teman kita untuk pelatihan anak-anak remaja di desa beringin Agung.

Aku selalu bahagia mengajak dia pergi ke tempat-tempat wisata yang edukatif. Karena di sana, anakku tidak hanya bahagia menikmati wisata saja. Dia juga bisa belajar banyak hal tentang kehidupan sehari-hari dan tentang kehidupan masa depan yang akan dihadapi nanti.

Bagiku dia adalah sebuah harapan. Harapan tentang masa depan dan cita-cita yang tidak pernah terwujud selama hidupku. Ada harapan besar yang aku inginkan untuk dia. Tidak sulit, Tidak harus menjadi pengusaha sukses atau menjadi pegawai negeri yang punya gaji tetap. Aku hanya ingin anakku bisa menghadapi masa depan kelak dengan baik. Mampu bersaing dengan zaman yang semakin canggih dan dituntut serba cepat.

10 atau 20 tahun lagi, Mungkin semuanya tidak akan seperti ini. Zaman akan berubah, pola pikir manusia akan berubah, cara bekerja pun akan berubah banyak. Yang harus aku lakukan adalah mempersiapkan Dia sedini mungkin. Mempersiapkan mentalnya sejak kecil supaya dia menjadi anak yang tangguh meski diterpa badai, meski harus menjalani banyak ujian dan tantangan dalam hidupnya.

Aku selalu ingin anak-anakku bisa keluar melihat dunia. Dunia yang begitu luas, dunia yang tidak pernah dilihat oleh ibunya sebelumnya. Supaya dia tahu tahu bagaimana menjadi manusia yang sesungguhnya. Supaya dia tahu bagaimana membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Supaya dia tahu jalan mana yang akan dipilih untuk masa depannya.

Terkadang kita sebagai orang tua selalu memiliki rasa ingin menguasai anak-anak kita. Tidak perlu mendengarkan apa yang mereka inginkan, yang kita mau anak-anak kita selalu menuruti apa yang kita inginkan. Padahal belum tentu mana kita bahagia dengan pilihan orang tuanya.

Oleh karenanya bagi anak-anak adalah harapan. They are my Hope. Mereka adalah harapan-harapan ku. Harapanku yang aku inginkan untuk mereka, bukan untukku. Karena merekalah yang akan menghadapi masa depan, bukan aku lagi.

Sebab ada rasa takut yang begitu besar menyelimutiku. Aku takut mereka tidak bisa menghadapi masa depan. Masa sekarang saja rasanya sudah sangat sulit. Bersaing dengan begitu banyak orang, bukan jutaan lagi tapi miliaran.

 

Zaman sekarang, kita sulit membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. 20 tahun lagi, Mungkin dunia akan lebih kejam dari ini. Itulah mengapa harapan terbesarku adalah membuat anak-anak Mengerti bagaimana dunia di luar sana. Membuat mereka tangguh yang tetap kuat menghadapi masalah hidup sebesar apapun.

 

 


Saturday, March 20, 2021

Rela Menempuh Jarak Jauh dalam Keadaan Hamil Demi Menjadi Relawan Pengajar di Rulika

 


Hai ... hai ...!

Kali ini aku mau cerita tentang hari bersejarah dalam hidupku. Hari di mana aku mengenal sosok wanita yang begitu istimewa. Aku mengenal Miss Fida yang merupakan guru aktif di sekolah menengah atas yang ada di Kecamatan Samboja dari salah satu keluargaku.

Hari itu ... Miss Fida datang berkunjung ke Rumah Literasi Kreatif. Kami berdiskusi banyak hal hingga akhirnya aku mengetahui kalau beliau adalah seorang guru Bahasa Inggris di salah satu sekolah swasta.

Selain mengajar, beliau juga sangat senang berkegiatan sosial. Sama seperti yang kerap aku lakukan di Rumah Literasi Kreatif. Ada banyak kegiatan sosial yang aku lakukan di desa. Meski tidak menghasilkan uang, tapi membuat hidup kami diselimuti banyak keberkahan dari Tuhan.

 

Karena jiwa sosial dan kepedulian beliau. Beliau rela menjadi relawan guru Bahasa Inggris di Rumah Literasi Kreatif. Aku sangat bahagia dan terkesan dengan perjuangan beliau. Beliau rela menempuh jarak yang cukup jauh untuk bisa mengajar secara sukarela di Rulika (Rumah Literasi Kreatif).

Ada banyak guru di desa ini, tapi tidak ada satu pun yang berminat menjadi tenaga pengajar sukarelawan. Aku sedikit kesulitan mencari tenaga sukarela yang mau mengajar di Rulika. Kenapa? Karena Rumah Literasi Kreatif murni bergerak di bidang sosial pendidikan. Kami tidak memungut biaya dari peserta bimbingan atau pelatihan. Sehingga, aku tidak bisa menjanjikan apa pun pada relawan pengajar yang mengajar di Rulika. Kalau nggak dibayar, siapa sih yang mau meluangkan waktunya berlelah-lelah? Nggak semua orang bisa melakukannya.

 

Oleh karenanya, aku meminta bantuan dari beliau. Beruntungnya, Miss Fida justru sudah menawarkan diri untuk menjadi relawan pengajar sebelum aku memintanya untuk membantu mengajar di Rulika. Aku tidak bisa mengajar semuanya, hanya menjadi fasilitator saja. Sebab, ada 6 pola literasi dasar yang aku terapkan di Rulika. Jadi, banyak kegiatan yang harus aku urus di samping pekerjaan utamaku. Aku juga tidak bisa mengabaikan pekerjaanku begitu saja, hehehe.

 

Aku membutuhkan relawan-relawan yang mau membantu mengajar di Rulika. Namun, aku juga tidak bisa mengintervensi atau menuntut mereka untuk selalu aktif mengajar karena aku tidak bisa menjanjikan apa pun. Hanya mengharapkan mereka yang dengan sukarela memberikan tenaga dan pikirannya untuk menjadi bagian dari perubahan masa depan.

 

Kami sudah sama-sama tua. Tidak mungkin bisa terus bergerak seperti anak-anak muda. Oleh karenanya, kami juga hadir dalam acara Youth Camp untuk melihat bagaimana anak-anak muda bersemangat dalam memajukan desanya. Sebab, apa yang aku lakukan saat ini ... aku tetap membutuhkan regenerasi. Orang yang sejalan dengan visi-misi, peduli dengan pendidikan dan lingkungan sekitarnya tanpa menuntut apa-apa.

 

Terima kasih untuk Miss Fida yang begitu menginspirasi. Meski dalam keadaan hamil, dia tetap semangat untuk belajar hal baru. Belajar bersama anak-anak muda yang kelak akan membawa perubahan untuk masa depan.

 

 

Sampai di sini tulisan kecil dari aku ...

Semoga bisa menginspirasi dan menjadikan hidup kita bermanfaat!

 

 

 

Much Love,

@rin.muna 

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas