Book Author and Ambassador Novelme. Love to imagination, telling story and making money.

Wednesday, April 14, 2021

8 Manfaat Karamunting

 



8 Manfaat Karamunting

 

Hai ... hai ...!

Apa kabar semuanya?

Hari ini ... aku abis pulang dari kebun buat ngambil buah kelapa sawit. Langsung deh duduk di depan laptop untuk melepas penat dan mencari hiburan.

Eits ...! Apa sih yang bikin aku tiba-tiba langsung open laptop? Padahal, aku baru aja dari kebun.

Hmm ... ini, nih. Ada ilmu baru yang mau aku share ke kalian.

Di kebun tadi, aku melihat keindahan bunga karamunting. Tahu ‘kan? Yang bunganya cantik warna ungu dan buahnya bisa dimakan itu?

Kalau anak-anak zaman dulu, suka banget makan buah karamunting ini karena rasanya enak dan bikin lidah kita jadi biru keungu-unguan gitu. Ada nggak sih yang masih mengalami gimana serunya nunjukkin lidah yang udah berubah warna setelah makan buah karamunting ini?

Aku tuh termasuk anak yang jahil di zamannya. Seneng banget ngumpulin buah karamunting cuma buat nunjukkin kalau lidah aku sudah berubah jadi biru. Hahaha.

Setelah aku cari tahu ... Eh, ternyata tanaman yang tumbuh liar di desaku ini ... termasuk tanaman yang kaya manfaat, loh. Aku juga baru tahu setelah aku penasaran mencari nama ilmiah karamunting di internet.

Karamunting ini memiliki nama ilmiah Rhodomyrtus tomentosa dan termasuk dalam famili Myrtaceae (jambu-jambuan).

Karamunting memiliki nama yang berbeda di beberapa daerah. Kalau di daerah kamu, namanya apa ya? Sharing, dong!

Tanaman liar berkayu ini merupakan tanaman yang berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Sampai akhirnya menyebar ke daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian mencapai 2400 m.

Di beberapa tempat, karamunting dijadikan tanaman hias karena bunganya yang cantik dan sangat menarik. Di tempat lain juga ada yang menganggap karamunting adalah gulma pengganggu karena pertumbuhannya yang sangat cepat hingga mengalahkan vegetasi aslinya.

Karamunting yang dianggap sebagai gulma oleh sebagian orang ini ... ternyata memiliki banyak manfaat, loh. Mau tahu, apa aja sih manfaat dari karamunting ini?

Yuk, simak artikel di bawah ini:

  1. Buah Sebagai antioksidan

Ekstrak antosianin dari buah karamunting memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Antioksidan diperlukan untuk mencegah dan mengurangi penyakit akibat radikal bebas. Penyakit yang sering dihubungkan dengan radikal bebas antara lain penuaan dini, kanker dan serangan jantung.

 

Wah, pantes aja orang zaman dulu itu banyak yang sehat-sehat. Mereka nggak mengenal rumah sakit. Ternyata, ini adalah salah satu rahasianya. Karena zaman dulu, orang yang tinggalnya masih di hutan selalu makan makanan yang mengandung banyak sekali manfaat untuk tubuh.

 

  1. 2.    Akar; Meningkatkan jumlah trombosit

Tidak hanya buahnya. Ternyata, akar karamunting juga sangat berfungsi untuk meningkatkan jumlah trombosit dalam darah. Hal ini sangat penting untuk penyembuhan beberapa penyakit seperti penyakit Demam Berdarah yang kerap kali menyerang trombosit dalam tubuh kita.

 

  1. 3.    Akar; meningkatkan tingkat fibrinogen dan otot kontrak pembuluh darah halus.

Selain untuk meningkatkan trombosit, ternyata akar karamunting juga berperan dalam meningkatkan kinerja fibrinogen, loh. Ada yang tahu, Fibrinogen itu apa? Yuk, kita belajar lagi untuk cari tahu ... apa itu fibrinogen?

 

  1. 4.    Ekstrak akar mampu menghambat bakteri Staphylococcus aureus sebagai penyebab nanah.

Nah, buat kalian yang pernah terluka atau gatal-gatal hingga timbul nanah. Kalian bisa coba ekstrak akar karamunting ini untuk menyembuhkannya. Selamat mencoba!

 

  1. 5.    Akar dapat digunakan sebagai pewarna hitam alami untuk menghitamkan gigi dan alis.

Wah, orang zaman dulu aja sudah menghitamkan alis dengan cara alami ya? Buat teman-teman yang mau coba ... boleh juga nih menggunakan akar karamunting sebagai bahan untuk pembuatan alis.

 

  1. 6.   Daun untuk bahan pengobatan herbal penyakit diabetes.

Nah, diabetes ini menjadi salah satu penyakit yang sangat ditakuti di masa sekarang ini. Kenapa? Karena zaman sekarang, kita lebih banyak rebahan daripada bergerak. Jadi, kadar gula dalam tubuh kita kerap kali tidak terbakar secara sempurna. Beda dengan orang zaman dulu yang rajin jalan kaki dan beraktivitas di luar rumah. Mereka semua sehat-sehat, loh.

 

  1. 7.    Daun sebagai obat luka dengan cara mengunyah daun dan menempelkan pada luka.

Hmm ... ini yang paling mudah untuk digunakan. Kalau suatu saat kamu kebetulan terluka dan tidak ada obat, kamu bisa coba menggunakan daun karamunting ini untuk dijadikan obat luka. Eits, hati-hati ya! Jangan sampai tertelan saat mengunyah daunnya, nanti nggak jadi buat obat, hihihi.

 

  1. 8.    Daun Dapat dimanfaatkan untuk menetralkan racun.

Wah, selain bisa digunakan sebagai obat luka. Bisa juga untuk menetralkan racun, loh. Kamu bisa coba daun karamunting yang kaya manfaat ini untuk mengobati lukamu. Tapi ... kalau luka dalam hati ... mmh ... nggak tahu ya, bisa diobati atau nggak pakai daun karamunting ini. Hehehe ....

 

 

Nah, itu dia manfaat daun karamunting yang jarang banget kita ketahui. Jujur, aku juga nggak tahu kalau karamunting ini punya banyak manfaat kayak gini. Soalnya, kalau di kampungku ... karamunting ini hanya dianggap sebagai tanaman liar atau gulma pengganggu. Sama sekali nggak ada harganya. Dibiarkan tumbuh liar begitu aja. Kalau aku ngambilin pohon karamunting, mungkin semua orang akan menganggapku gila.

Eh, ngomong-ngomong ... aku sering gunakan daun karamunting ini untuk merebus daun pepaya, loh. Katanya sih, untuk mengurangi rasa pahitnya sebelum kita makan. Bener, nggak? Cobain sendiri, deh!

 

Sampai di sini dulu artikel dari aku ...

Kita ketemu lagi di artikel selanjutnya!

 

Silakan komentar di bawah untuk sharing atau sekedar minta tips dari aku. Siapa tahu, aku bisa hadirkan tulisan yang menarik untuk kalian baca dan mudah untuk dimengerti.

 

 

Much Love,

@vellanine.tjahjadi

 

 

Sumber : tbu.litbang. pertanian.go.id

 


0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas