3F - Fict Feat Fact

Showing posts with label Esai. Show all posts
Showing posts with label Esai. Show all posts

Monday, July 1, 2019

Song Song Couple on Sunset Song

Dok.Pri
Saat ini lagi heboh berita Song-Song Couple ( Song Hye Kyo & Song Joong Ki) di dunia maya karena kasus perceraian mereka.
Terus? Apa hubungannya sama aku?
Yah, nggak ada sih.

Tapi, tentunya ada hikmah di balik setiap peristiwa yang membuat kita harus belajar lebih dewasa dan bijaksana untuk menghadapi kehidupan ini.

Dua artis korea yang menjadi copule di drama "Descendent of the Sun" dan menjadi couple di dunia nyata ini terlihat serasi dan sangat bahagia. Terutama bagi orang awam sepertiku ini. Siapa yang nggak iri lihat kedua pasangan ini? Cantik-ganteng, sama-sama populer, punya banyak fans, punya banyak uang dan terlihat sangat romantis. Namun, kenapa pada akhirnya mereka harus bercerai di usia pernikahan yang masih  seumur jagung?

Itulah satu hal yang harus bisa kita ambil hikmahnya, bahwa rupa/paras seseorang tidak menjamin sebuah kebahagiaan. Cantik/ganteng bisa pudar seiring berjalannya waktu. Lihat si A cantik, sekalinya si B lebih cantik dari si A. Lihat si B cantik, ternyata si C lebih cantik dari si B dan seterusnya. Kita tidak akan pernah ada puasnya ketika kita memilih seseorang dari parasnya saja. Sebab paras hanya bisa kita nikmati dari luar dan untuk dikagumi sesaat. Tidak menjamin akan membuat kita hidup bahagisa dengan pasangan kita. Ada beberapa orang yang beruntung memiliki pasangan yang cantik/ganteng, baik pula hati dan akhlaknya. Tentulah itu menjadi dambaan bagi setiap orang.

Kalau mau cari pasangan yang kaya, kita juga tidak akan pernah ada puasnya. Sebab harta itu hanya titipan semata. Allah bisa mengambil harta kita kapan saja, bahkan di saat kita sangat mencintai harta yang telah dilimpahkan oleh Allah SWT. Sebab, harta itu bagian dari ujian. Apakah kita akan bersyukur mengingat Allah atau justru lalai ditenggelamkan oleh lautan harta yang melimpah hingga lupa pada kewajiban sebagai ummat.

Menjadi terkenal dan populer juga bukan jaminan orang itu akan bahagia selamanya. Mungkin punya banyak fans yang mencintai. Tapi, setiap manusia selalu punya sisi baik dan sisi buruk dalam hidupnya. Tidak mungkin hanya sisi baiknya saja yang akan diperlihatkan pada pasangan kita. Tentunya ada sisi buruk yang terkadang sulit untuk diterima. Sedangkan orang lain tidak akan pernah memahami keseharian dan kehidupan pribadi kita secara mendalam. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk ke dalam kehidupan pribadi.

Di sinilah kita harus banyak belajar. Belajar apa?
Belajar tentang arti pentingnya bersyukur atas apa yang diberikan Allah SWT. Belajar untuk lebih bertakwa dan mencintai Sang Pemberi Nikmat kehidupan. Saat kita bersyukur, kita akan selalu merasa lebih tenang, bisa menerima apa pun kehendak Tuhan tanpa harus memaki atau menyalahkan Tuhan walau kita berada dalam keadaan paling sulit sekalipun.

Apa yang terlihat indah di pandang mata, biasanya hanya sejenak dapat kita rasakan. Seperti senja yang menemaniku di ujung dermaga ini. Ada keindahan yang tersirat di setiap pancaran cahyanya. Namun hanya sekejap hadir dan tak lagi terlihat. Dan itulah yang disukai banyak orang. Mungkin lagu senja lebih populer. Banyak orang berburu momen Sunset atau Sunrise yang bahkan munculnya hanya sekejap. Kenapa? Jelas karena keindahannya. Allah telah menciptakan keindahan di dunia itu hanya sekejap. Lalu menghilang dalam gelap.

Dari Senja kita belajar kehidupan
Keindahan yang tercipta tak akan abadi
Hanya hadir sekejap lalu pergi
Menyisakan malam kelam...
Terkadang hadir bintang-bintang menghampiri
Terkadang pula tidak.

Jika jingga hadir di pagi hari,
maka kamu akan menemukan siang.
Jika jingga hadir di sore hari,
maka kamu akan menemukan malam.
Malam yang bahkan belum tentu berhiaskan bintang-bintang.
Malam yang bahkan belum tentu ditemani sang rembulan.
Namun senja tetaplah bernyanyi.
Menyanyikan lagu pertemuan dan perpisahan.
Dalam hitungan menit ... dalam hitungan detik.
Dan detak-detak nadi menjadi nada-nada perpisahan.
Perpisahan yang pahit, tapi bisa membuat kita tersenyum dalam gelap.



Ditulis oleh Rin Muna
Samboja, 01 Juli 2019



Friday, June 28, 2019

Remaja Memikirkan Tentang Seksualitas serta Pernikahan


pixabay.com

Hai ... bunda...!
Punya anak remaja? Seperti apa sih menyikapi perubahan pada anak-anak di usia remajanya.
Tentunya ada banyak perubahan pada diri remaja baik secara fisik maupun perilaku.
Ada satu hal yang perlu kita perhatikan sebagai orang tua yang memiliki anak remaja.
Salah satunya adalah pemikiran tentang seksualitas dan pernikahan.

Remaja memiliki sebuah tantangan besar untuk bisa memahami seksualitasnya sendiri dan mempelajari peran-peran yang ia lakoni ialah peran maskulin atau feminin. Hal yang pantas dan tidak pantas dalam berhubungan dengan lawan jenis. Bagaimana remaja itu sendiri menangani pikiran-pikiran dan perasaan seksualnya sendiri. Pertanyaan-pertanyaan ini seringkali diabaikan oleh orang tua namun tak bisa diabaikan oleh remaja tersebut.

Munculnya seksualitas remaja adalah bagian dari dirinya, tentang siapa dia. Berhubungan dengan lawan jenis adalah suatu kenyataan yang selalu ada. Kebanyakan remaja memiliki sebuah impian untuk menikah dan memiliki sebuah keluarga.

Orang tua sejatinya menjadi salah satu tempat yang nyaman bagi anak-anak remaja untuk bisa mengungkapkan perubahan dalam diri dan perasaannya tanpa harus merasa akan mendapatkan komentar pedas apalagi merasa diintervensi oleh orang tuanya. Kita bisa memulai dengan percakapan normal untuk membahas persoalan-persoalan yang berhubungan dengan seksualitas, pacaran dan pernikahan.

Selain memberikan pendidikan seksual di dalam keluarga sejak usia remaja. Orang tua dan lingkungan masyarakatnya harus bisa bersinergi dalam memberikan ruang bagi remaja untuk belajar dan mendiskusikan aspek penting dari perkembangan remaja dengan cara terbuka juga penuh dengan kepedulian.

Anak-anak remaja yang memiliki nilai kepedulian dalam kehidupan sehari-harinya, maka ia adalah anak remaja yang peka terhadap perubahan di sekitar dan mampu menempatkan dirinya dalam lingkungan yang positif.

Anak remaja adalah anak yang selalu ingin dipahami. Oleh karenanya, ketika ia melakukan sebuah kesalahan, ia tidak langsung menceritakan kesalahannya pada kedua orang tuanya. Sebab, sebagian orang tua memang beranggapan bahwa anak tidak boleh melakukan sebuah kesalahan apalagi hal yang memalukan. Hal seperti itulah yang akhirnya remaja tidak nyaman untuk bercerita dengan orang tuanya, sehingga lebih memilih tempat lain untuk bisa membantu mengeluarkan dari masalah. Namun, hal seperti itu tetaplah menimbulkan masalah karena pada akhirnya ia akan mencari tempat lain (kelompok/geng/teman) untuk bisa membuatnya nyaman dan juga menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam hati remaja. Pertanyaan dengan jawaban yang salah dapat membuat seorang akhirnya salah memilih tujuan hidup mereka.

Oleh karenanya, peran serta orang tua sangat dibutuhkan dalam memahami dan menanggapi setiap permasalahan yang sedang di hadapi.





Buku referensi : The Five Love Languange of Teenagers


Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas