Showing posts with label Dasawisma. Show all posts
Showing posts with label Dasawisma. Show all posts

Monday, February 2, 2026

Lengkuas: Rempah Wangi Andalan Dapur yang Diam-diam Punya Banyak Manfaat

 



Di dapur Nusantara, lengkuas sering hadir tanpa banyak disadari. Ia tidak selalu dimakan, tapi hampir selalu dibutuhkan. Aromanya khas, tajam, dan menjadi “jiwa” banyak masakan—dari sayur lodeh sampai rendang.

Namun lengkuas bukan sekadar bumbu pelengkap. Dalam pengobatan tradisional, ia dikenal sebagai tanaman obat keluarga dengan manfaat yang cukup beragam. Meski begitu, lengkuas juga punya keterbatasan yang perlu diperhatikan.


Mengenal Tanaman Lengkuas

Lengkuas memiliki nama ilmiah Alpinia galanga dan termasuk dalam keluarga Zingiberaceae, satu keluarga dengan jahe, kunyit, dan kencur. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah rimpangnya, meskipun daun dan batangnya juga memiliki aroma khas.

Lengkuas tumbuh subur di daerah tropis, mudah dibudidayakan, dan sering ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman TOGA.


Kandungan Aktif dalam Lengkuas

Aroma dan khasiat lengkuas berasal dari senyawa aktif seperti:

  • Galangin → bersifat antioksidan

  • Minyak atsiri → antibakteri dan antijamur

  • Flavonoid dan fenol → membantu melawan radikal bebas

Kandungan inilah yang membuat lengkuas tidak hanya berfungsi sebagai bumbu, tetapi juga sebagai tanaman herbal.


Manfaat Lengkuas bagi Kesehatan

1. Membantu Melancarkan Pencernaan

Lengkuas sering digunakan untuk membantu:

  • mengurangi perut kembung

  • meredakan mual

  • mengatasi gangguan pencernaan ringan

Tak heran jika lengkuas hampir selalu hadir dalam masakan berkuah dan bersantan.


2. Antiinflamasi dan Antimikroba Alami

Lengkuas memiliki sifat:

  • antibakteri

  • antijamur

  • antiinflamasi ringan

Dalam pengobatan tradisional, lengkuas digunakan untuk membantu mengatasi infeksi ringan dan peradangan.


3. Meredakan Batuk dan Masuk Angin

Lengkuas kerap dijadikan campuran ramuan tradisional untuk:

  • menghangatkan tubuh

  • meredakan batuk

  • membantu mengatasi masuk angin

Efek hangatnya mirip jahe, meski aromanya lebih tajam.


4. Mendukung Kesehatan Kulit

Lengkuas juga digunakan sebagai obat luar untuk membantu:

  • mengatasi panu dan gatal

  • membersihkan luka ringan

  • mengurangi bau badan (secara tradisional)


5. Peran Penting dalam Kuliner Nusantara

Di luar manfaat kesehatan, lengkuas adalah:

  • penguat aroma masakan

  • penyeimbang bau amis

  • identitas rasa masakan tradisional Indonesia

Tanpa lengkuas, banyak masakan terasa “kurang hidup”.


Kekurangan dan Efek Samping Lengkuas

Meski alami, lengkuas tidak dianjurkan dikonsumsi berlebihan.

1. Iritasi lambung
Pada sebagian orang, lengkuas bisa memicu rasa perih jika dikonsumsi terlalu banyak.

2. Rasa terlalu tajam
Jika digunakan berlebihan dalam masakan atau ramuan, lengkuas bisa menimbulkan rasa pahit dan panas di tenggorokan.

3. Tidak dianjurkan untuk kondisi tertentu
Ibu hamil dan penderita gangguan pencernaan sensitif sebaiknya membatasi konsumsi lengkuas sebagai ramuan herbal.

4. Efek obatnya relatif ringan
Lengkuas lebih cocok sebagai pendukung kesehatan, bukan pengganti pengobatan medis.


Cara Aman Menggunakan Lengkuas

  • Gunakan secukupnya sebagai bumbu

  • Hindari konsumsi dalam bentuk ramuan pekat secara berlebihan

  • Hentikan penggunaan jika muncul reaksi tidak nyaman

Sekali lagi, alami tetap perlu bijak.


Penutup

Lengkuas adalah contoh rempah Nusantara yang sering diremehkan karena perannya “hanya” sebagai bumbu. Padahal, di balik aromanya yang kuat, lengkuas menyimpan manfaat kesehatan dan nilai budaya yang besar.

Ia mungkin tidak selalu terlihat, tapi hampir selalu dibutuhkan—baik di dapur maupun dalam tradisi pengobatan keluarga.


Referensi

  1. Rukmana, R. (1995).
    Lengkuas.
    Yogyakarta: Kanisius.

  2. Dalimartha, S. (2009).
    Atlas Tumbuhan Obat Indonesia.
    Jakarta: Pustaka Bunda.

  3. Winarto, W. P. (2003).
    Tanaman Obat Indonesia untuk Pengobatan Herbal.
    Jakarta: Agromedia Pustaka.

  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2017).
    Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia.
    Jakarta: Kemenkes RI.

  5. Hernani & Rahardjo, M. (2006).
    Tanaman Berkhasiat Antioksidan.
    Jakarta: Penebar Swadaya.

Daftar 50 Tanaman TOGA untuk Dasawisma

 




A. Tanaman Rimpang (Empon-empon)

  1. Jahe (Zingiber officinale)

  2. Kunyit (Curcuma longa)

  3. Lengkuas (Alpinia galanga)

  4. Kencur (Kaempferia galanga)

  5. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza)

  6. Temu kunci (Boesenbergia rotunda)

  7. Lempuyang (Zingiber zerumbet)

  8. Bangle (Zingiber montanum)

  9. Temu ireng (Curcuma aeruginosa)

  10. Bengle (Zingiber cassumunar)


B. Tanaman Daun Berkhasiat

  1. Daun sirih (Piper betle)

  2. Daun kelor (Moringa oleifera)

  3. Daun sambiloto (Andrographis paniculata)

  4. Daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus)

  5. Daun binahong (Anredera cordifolia)

  6. Daun seledri (Apium graveolens)

  7. Daun mint (Mentha sp.)

  8. Daun pegagan (Centella asiatica)

  9. Daun kemangi (Ocimum basilicum)

  10. Daun beluntas (Pluchea indica)


C. Tanaman Buah & Biji Berkhasiat

  1. Jeruk nipis (Citrus aurantiifolia)

  2. Lemon (Citrus limon)

  3. Mengkudu (Morinda citrifolia)

  4. Jambu biji (Psidium guajava)

  5. Delima (Punica granatum)

  6. Alpukat (Persea americana)

  7. Pepaya (Carica papaya)

  8. Sirsak (Annona muricata)

  9. Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa)

  10. Asam jawa (Tamarindus indica)


D. Tanaman Bunga & Herbal Lain

  1. Rosella (Hibiscus sabdariffa)

  2. Bunga telang (Clitoria ternatea)

  3. Keji beling (Strobilanthes crispa)

  4. Meniran (Phyllanthus niruri)

  5. Brotowali (Tinospora crispa)

  6. Lidah buaya (Aloe vera)

  7. Tapak dara (Catharanthus roseus)

  8. Sidaguri (Sida rhombifolia)

  9. Kumis kucing merah (Orthosiphon sp.)

  10. Anting-anting (Acalypha indica)


E. Tanaman Tradisional & Liar Berkhasiat

  1. Ciplukan (Physalis angulata)

  2. Cocor bebek (Kalanchoe pinnata)

  3. Pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis)

  4. Tempuyung (Sonchus arvensis)

  5. Urang-aring (Eclipta prostrata)

  6. Dadap serep (Erythrina subumbrans)

  7. Patah tulang (Euphorbia tirucalli)

  8. Ginseng jawa (Talinum paniculatum)

  9. Kecombrang (Etlingera elatior)

  10. Serai wangi (Cymbopogon citratus)

Kunyit: Rempah Kuning Nusantara yang Bermanfaat dari Rimpang hingga Daunnya

 


 

Selama ini, ketika mendengar kata kunyit, pikiran kita hampir selalu tertuju pada rimpangnya yang berwarna kuning terang. Dipakai untuk bumbu, jamu, hingga obat tradisional. Tapi tahukah kamu? Daun kunyit juga punya manfaat, meski sering dianggap sekadar pelengkap atau bahkan dibuang.

Kunyit adalah contoh tanaman yang nyaris tidak ada bagian yang sia-sia. Yuk, kita bahas tuntas—dari rimpang sampai daunnya.

Mengenal Tanaman Kunyit

Kunyit memiliki nama ilmiah Curcuma longa dan termasuk dalam keluarga Zingiberaceae, satu keluarga dengan jahe dan lengkuas. Tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis dan mudah dibudidayakan, bahkan di pekarangan rumah.

Bagian yang paling dikenal memang rimpangnya, tetapi daun kunyit juga telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan kuliner lokal.


Kandungan Aktif dalam Kunyit

Kunyit mengandung senyawa aktif utama berupa:

  • Kurkumin → antioksidan dan antiinflamasi

  • Minyak atsiri → memberi aroma khas

  • Mineral seperti zat besi dan mangan

Sementara daun kunyit mengandung:

  • antioksidan alami

  • senyawa antiinflamasi ringan

  • minyak atsiri dengan aroma segar

Meski kandungannya lebih ringan dibanding rimpang, daun kunyit tetap bermanfaat.


Manfaat Rimpang Kunyit

1. Antiinflamasi alami
Kunyit membantu meredakan peradangan dan nyeri ringan, terutama pada sendi dan otot.

2. Baik untuk pencernaan
Sering digunakan untuk mengatasi perut kembung, gangguan lambung ringan, dan membantu kerja sistem pencernaan.

3. Mendukung kesehatan hati
Dalam jamu tradisional, kunyit dipercaya membantu menjaga fungsi hati.

4. Meningkatkan daya tahan tubuh
Sifat antioksidannya membantu melawan radikal bebas.

5. Pewarna alami makanan
Kunyit memberi warna kuning alami pada nasi kuning, gulai, dan masakan tradisional lainnya.


Manfaat Daun Kunyit yang Jarang Dibahas

1. Membantu melancarkan pencernaan
Daun kunyit sering digunakan sebagai rebusan atau campuran masakan untuk membantu mengurangi kembung dan masuk angin.

2. Antiinflamasi ringan
Cocok untuk membantu meredakan peradangan ringan dan pegal-pegal.

3. Mendukung kesehatan hati
Dalam pengobatan tradisional, daun kunyit dipercaya membantu proses detoks alami tubuh.

4. Bermanfaat untuk kesehatan kulit
Digunakan sebagai ramuan luar untuk membantu:

  • mengurangi gatal

  • meredakan iritasi

  • membantu penyembuhan luka ringan

5. Pembungkus makanan alami
Di beberapa daerah, daun kunyit digunakan untuk membungkus pepes atau lauk. Selain ramah lingkungan, aromanya memberi cita rasa khas.


Kekurangan dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Meski alami, kunyit—baik rimpang maupun daunnya—tetap memiliki batas aman.

Rimpang kunyit:

  • Dapat mengiritasi lambung jika berlebihan

  • Tidak dianjurkan untuk penderita gangguan empedu

  • Bisa berinteraksi dengan obat pengencer darah

Daun kunyit:

  • Efeknya lebih ringan dibanding rimpang

  • Konsumsi berlebihan bisa menyebabkan mual ringan

  • Sebaiknya dibatasi pada ibu hamil dan kondisi medis tertentu


Cara Aman Mengonsumsi Kunyit

  • Gunakan dalam jumlah wajar

  • Jangan terlalu sering mengonsumsi dalam bentuk jamu pekat

  • Hentikan jika tubuh memberi reaksi tidak nyaman

Ingat, alami bukan berarti boleh berlebihan.


Penutup

Kunyit adalah tanaman sederhana dengan manfaat luar biasa. Rimpangnya menguatkan tubuh, daunnya mendukung kesehatan dan bahkan ramah lingkungan. Dari dapur sampai pengobatan tradisional, kunyit membuktikan bahwa alam menyediakan solusi—asal digunakan dengan bijak.

Kadang, yang sering kita buang justru punya manfaat. Seperti daun kunyit 🌿



Artikel ini disusun berdasarkan literatur tanaman obat dan pengobatan tradisional Indonesia serta referensi ilmiah yang relevan.


Sumber Referensi: 

  1. Dalimartha, S. (2009).
    Atlas Tumbuhan Obat Indonesia.
    Jakarta: Pustaka Bunda.

  2. Winarto, W. P. (2003).
    Khasiat dan Manfaat Kunyit.
    Jakarta: Agromedia Pustaka.

  3. Prasad, S., & Aggarwal, B. B. (2011).
    Turmeric, the Golden Spice: From Traditional Medicine to Modern Medicine.
    Dalam: Herbal Medicine: Biomolecular and Clinical Aspects.

  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2017).
    Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia.
    Jakarta: Kemenkes RI.

  5. Wijayakusuma, H. (2008).
    Tanaman Berkhasiat Obat Indonesia.
    Jakarta: Pustaka Kartini.

  6. Rukmana, R. (1995).
    Kunyit.
    Yogyakarta: Kanisius.

Jahe: Si Kecil Pedas yang Punya Banyak Manfaat

DASAWISMA KANTIL

DESA BERINGIN AGUNG, KECAMATAN SAMBOJA

KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR 


Jahe 

Si Kecil Pedas yang Punya Banyak Manfaat 

Kalau bicara soal rempah, jahe hampir pasti masuk daftar teratas. Dari dapur sampai gelas minuman, dari jamu tradisional sampai minuman kekinian, jahe selalu punya tempat istimewa. Aromanya khas, rasanya pedas hangat, dan manfaatnya segudang.

Tapi… apakah jahe selalu aman dan sempurna?
Jawabannya: tidak juga. Yuk, kita bahas jahe secara utuh—manfaat dan kekurangannya.


Mengenal Tanaman Jahe

Jahe memiliki nama ilmiah Zingiber officinale. Tanaman ini termasuk keluarga Zingiberaceae, satu keluarga dengan kunyit dan lengkuas. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah rimpangnya, yang sering keliru disebut umbi.

Jahe tumbuh subur di daerah tropis seperti Indonesia. Ia menyukai tanah gembur, lembap, dan tidak tergenang air. Tak heran, jahe mudah ditemukan di pekarangan rumah hingga kebun skala besar.


Kandungan Aktif di Dalam Jahe

Rasa pedas jahe bukan sekadar sensasi, tapi berasal dari senyawa aktif, seperti:

  • Gingerol → bersifat antiinflamasi dan antioksidan

  • Shogaol → terbentuk saat jahe dikeringkan, lebih kuat efeknya

  • Zingiberene → memberi aroma khas

Inilah alasan jahe sering dijadikan bahan obat tradisional.


Manfaat Jahe yang Paling Dikenal

1. Menghangatkan tubuh
Minum jahe saat hujan atau malam hari memang bukan mitos. Jahe membantu meningkatkan sirkulasi darah dan memberi efek hangat alami.

2. Meredakan masuk angin dan mual
Jahe sering dipakai untuk mengatasi perut kembung, mual perjalanan, hingga mual ringan saat flu.

3. Membantu meredakan nyeri
Sifat antiinflamasinya membuat jahe bermanfaat untuk nyeri otot dan sendi ringan.

4. Baik untuk pencernaan
Jahe membantu merangsang enzim pencernaan sehingga makanan lebih mudah dicerna.

5. Sahabat minuman tradisional
Wedang jahe, bandrek, sekoteng—tanpa jahe, minuman ini kehilangan “jiwanya”.


Jahe dalam Dapur dan Ekonomi

Selain untuk kesehatan, jahe adalah:

  • Bumbu masakan utama

  • Bahan minuman tradisional dan modern

  • Komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi

Jahe juga punya beberapa jenis populer, seperti:

  • Jahe merah (lebih pedas, sering untuk obat)

  • Jahe gajah (besar, umum untuk masakan)

  • Jahe emprit (kecil, aroma tajam)


Kekurangan Jahe yang Jarang Dibahas

Meski alami, jahe bukan tanpa efek samping, terutama jika dikonsumsi berlebihan.

1. Bisa mengiritasi lambung
Bagi penderita maag, jahe dalam jumlah banyak dapat memicu perih.

2. Menyebabkan mulas atau panas di perut
Efek ini muncul jika konsumsi jahe terlalu pekat atau terlalu sering.

3. Interaksi dengan obat tertentu
Jahe dapat memengaruhi kerja obat pengencer darah jika dikonsumsi bersamaan.

4. Tidak cocok untuk semua orang
Ibu hamil, penderita gangguan empedu, atau kondisi medis tertentu sebaiknya membatasi konsumsi jahe.


Cara Aman Mengonsumsi Jahe

Agar manfaatnya maksimal:

  • Konsumsi dalam jumlah wajar

  • Jangan terlalu pekat atau berlebihan

  • Dengarkan reaksi tubuh

Ingat, alami bukan berarti bebas risiko.


Jahe adalah contoh sempurna bahwa alam menyediakan banyak manfaat jika digunakan dengan bijak. Ia menghangatkan, menyehatkan, dan menghidupkan rasa—baik di dapur maupun di tubuh kita. Namun, seperti halnya semua hal baik, jahe juga punya batas.

Minum jahe? Boleh.
Berlebihan? Jangan.




Artikel ini disusun berdasarkan literatur tanaman obat Indonesia dan referensi ilmiah yang relevan.



Referensi

  1. Winarto, W. P. (2004).
    Khasiat dan Manfaat Jahe.
    Jakarta: Agromedia Pustaka.

    Referensi populer dan mudah dipahami tentang manfaat jahe dalam pengobatan tradisional.

  2. Dalimartha, S. (2009).
    Atlas Tumbuhan Obat Indonesia.
    Jakarta: Pustaka Bunda.

    Rujukan utama tanaman obat Indonesia, termasuk jahe dan kandungan aktifnya.

  3. Rukmana, R. (1995).
    Jahe.
    Yogyakarta: Kanisius.

    Membahas budidaya jahe, jenis-jenisnya, serta pemanfaatannya.

  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2017).
    Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia.
    Jakarta: Kemenkes RI.

    Sumber resmi pemanfaatan jahe dalam ramuan tradisional.

  5. Ali, B. H., Blunden, G., Tanira, M. O., & Nemmar, A. (2008).
    Some phytochemical, pharmacological and toxicological properties of ginger (Zingiber officinale Roscoe): A review.
    Journal of Food and Chemical Toxicology.

    Referensi ilmiah internasional tentang kandungan dan efek jahe.

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas