Wednesday, April 9, 2025

SOAL LATIHAN HARIAN CERDAS CERMAT UNTUK ANAK UMUR 9 TAHUN : PART 1 - 09042025

 

SOAL LATIHAN HARIAN CERDAS CERMAT

UNTUK LIVIA SHAUMI ( 9 TAHUN)

09/04/2025

 


 

1.               Nabi pertama yang turun ke bumi adalah …

A. Nabi Muhammad SAW.

B. Nabi Isa A.S

C. Nabi Adam A.S

D. Nabi Ibrahim A.S

 

2.          Bunyi bacaan tasbih adalah …

A. Alhamdulillah

B. Allahu Akbar

C. Subhanallah

D. Astagfirullah

 

3.     Dongeng yang menceritakan kehidupan para binatang disebut dengan cerita …

A. legenda

B. fabel

C. mitos

D. sage

 

4.      Orang yang mengajukan pertanyaan dalam wawancara disebut ….

A. pewawancara

B. narator

C. narasumber

D. informan

 

 

5.      I get up at half past four. “half past four” artinya . . .

 

A. Setengah empat

B. Setengah lima

C. Setengah enam

D.Setengah tujuh

 

6. Anton is reading many books. Now, he is in the ….

a. office

b. canteen

c. library

d. Company

 

7.     Tentukan hasil penjumlahan ini 3.465 + 2.370 …

A. 5.835

B. 5.853

C. 5.538

D. 5.853

 

8.    Pada saat panen, Bejo memetik 1.217 mangga gadung dan 1.562 mangga golek. Berapa jumlah mangga yang dipetik oleh Bejo seluruhnya?

A. 2.729 buah

B. 2.779 buah

C. 2.977 buah

D. 2.797 buah

 

9.     Benda yang bisa bergerak apabila tertiup angin adalah….

A. mobil

B. perahu layar

C. ketapel

D. sepeda

 

10 Berikut ini adalah contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas yaitu, kecuali ...

A. bambu

B. pisang

C. mangga

D. ketela

 

 

11. Manusia bekerja untuk ….

A. Memenuhi gaya hidup

B. Memenuhi kebutuhan

C. Menjalani kebutuhan

D. Menikmati kebutuhan

 

12. Penduduk di daerah pegunungan biasa bekerja sebagai ….

A. Pekerja tambak

B. Pekerja kebun

C. Nelayan

D. Petani garam

 

13. Warna hitam pada lambang negara Indonesia memiliki arti yaitu ….

A. Kebesaran

B. Keabadian

C. Kemegahan

D. Keindahan

 

14.

Nama dari bola tersebut adalah

A. Kok

B. Kelereng

C. Volleyball

D. Net

 

15. Yang termasuk dalam permainan bola kecil adalah…

A. Permainan bola Kasti

B. Permainan Bola basket

C. Permainan Bola Voli

D. Permainan Sepak Bola

 

16.

Ikon-ikon berikut ini disebut ________

A. Games

B. Emoji

C. Browser

D. Website

 

17. Untuk membuka tab baru dalam satu jendela yang sama dimana judul dari tab akan nampak

 

A. Bookmark

B. History

C. New Tab

D. Find

 

18. Lagu yang di ciptakan oleh Ismail Marzuki ….

 

A. Ibu Kartini

B. Indonesia Pusaka

C. Tanah airku

D. Garuda Pancasila

 

19. Mengubah musik menjadi sesuatu yang baru disebut …

A. Arranger

B. Aransemen

C. Artikulasi

D. Arsir

 

20. Kanak ni .... tangis. Kata yang tepat untuk mengisi titik-titik adalah ...

A. Ngarai

B. Ngaron

C. Ngasak

D. Ngapa

 

 

 

 Dikumpulkan ke orang tua pukul 20.00 WITA setiap harinya!

 

 

Kunci Jawaban : ???

1.       C

2.      C

3.      B

4.      A

5.      B

6.      C

7.      A

8.     B

9.      B

10.  C

11.   B

12.  B

13.  B

14.  A

15.  A

16.  C

17.   C

18.  B

19.  B

20.  A

 

 

 

 

 

 

Sunday, April 6, 2025

Rulika Dancer di Acara Pesta Laut Pesisir Nusantara 2025

 


Samboja, 06 April 2025.

Bukan hal baru lagi jika Rulika Dancer kerap dipanggil dadakan untuk mengisi acara. Terkadang, kami tidak bisa memenuhi karena berbenturan dengan jadwal kegiatan member kami. Jika semua bisa ikut berpartisipasi, itu adalah keberuntungan yang luar biasa.

Tak berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini aku kembali dihubungi oleh tim panitia Pesta Laut Samboja untuk mengisi acara. Aku pikir, aku bakal mengisi acara Fashion Show kembali. Ternyata, tahun ini panitia meminta kami untuk menampilkan tari-tarian.
 
Aku langsung mengirim pesan ke dalam grup WA Rulika Dancer untuk mengonfirmasi apakah ada member yang bisa dan bersedia ikut berpartisipasi dalam memeriahkan Pesta Laut Pesisir Nusantara 2025?
Faiz, Ririn, dan Rika langsung merespon. Alhamdulillah, mereka bersedia untuk mengisi tari-tarian di acara tersebut.
Namun, drama baru dimulai ketika tarian yang dipilih oleh Faiz tidak bisa disanggupi oleh member lain. Mereka mengatakan jika gerakannya terlalu sulit dan waktu latihan sangat mepet.

Awalnya aku berpikir untuk mengundurkan diri dari acara tersebut karena ketidaksiapan para anggota tari. Namun, mereka dengan cepat mendapatkan solusi dengan mengganti tarian lain yang lebih mudah dan sudah pernah mereka tarikan sebelumnya.


Alhasil, mereka menggunakan tarian yang sudah mereka kuasai agar tampil maksimal di atas panggung. 
Tidak sampai di situ, masalah baru muncul lagi karena hanya ada 3 orang anggota yang bisa ikut mengisi acara. 
"Kayak apa, Mbak? Kami cuma bertiga?" tanya Faiz. 
"Kalian gimana? Kalau kalian oke bertiga, Mbak Rina oke aja," sahutku. Lagi-lagi, semua keputusan aku kembalikan kepada anggota. 
Tak lama kemudian, Faiz memberi kabar kalau ada anggota baru yang ingin bergabung, yakni Fito. 
Seharusnya mereka berlima. Aku memasukkan anakku agar ikut latihan. Tapi, karena waktu sangat mepet. Aku tidak bisa memaksakan Alifia untuk ikut naik ke atas panggung, meski namanya sudah terdaftar di panitia. 


Alhamdulillah... Mereka berempat siap untuk tamil di acara. Faiz, Ririn, Rika, dan Fito. Aku merasa sangat senang karena mereka masih mau menjadi bagian dari Rulika. 

"Mbak, kostum kita gimana?"

Menari tidak sekedar bergerak. Tapi juga harus ditunjang dengan kostum yang mumpuni. Beruntungnya, aku punya rumah jahit sendiri dan biasa menjahit kostum tari dan kostum tradisional. 
"Sebentar, coba Mbak pikirkan," ucapku kala itu. 
Aku segera memperhatikan lemari kainku. Deretan kain-kain baru terlipat di sana. Tapi, stoknya tidak banyak. Mataku langsung tertuju pada kain batik berwarna hitam. Rencananya ingin kubuat rok untuk kebaya. Tapi, bisa kupakai terlebih dahulu. Toh, rok kebaya yang ingin kubuat bukanlah pesanan orang alias untuk koleksi sendiri saja. 
Aku juga punya stok kain satin silky warna biru tua. Sepertinya cocok untuk dipadukan. 
Sisa waktu 3 hari, aku gunakan untuk menjahit dua rok yang akan digunakan untuk menari, lengkap dengan aksesoris dan hiasannya. 

Alhamdulillah... 
Meski semuanya dadakan dan menggunakan bahan apa adanya. Anak-anak bisa tampil dengan maksimal. 
Aku harap, ke depannya bisa lebih baik dan bisa menyiapkan kostum yang baik juga untuk mereka. Supaya penampilan mereka benar-benar menjadi pertunjukkan yang mengagumkan. Tentunya, semua ini tidak lepas dari peran aktif mereka dalam kegiatan menari yang sudah ada di Rulika sejak tahun 2019 lalu. 
Perjalanan yang sangat panjang bagiku. Kelompok tari di Rulika juga silih berganti. Ketika anak-anak sudah lulus SMA, mereka akan keluar dari kampung untuk bekerja atau kuliah. Sehingga tantangan terbesar bagiku sebagai pendiri dan pengelola taman baca adalah melakukan regenerasi. 
Semoga Allah selalu mudahkan... 





Rumah Literasi Kreatif Desa Beringin Agung Berpartisipasi Dalam Memeriahkan Pesta Laut Pesisir Nusantara 2025 di Kuala Samboja



 Mutiara-borneo.kim.id, Kecamatan Samboja – Rumah Literasi Kreatif Desa Beringin Agung ikut berpartisipasi memeriahkan acara Pesta Laut Pesisir Nusantara 2025. (Sabtu, 05 April 2025) 

Pesta Laut Pesisir Nusantara merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan di Kecamatan Samboja. Pesta Laut merupakan salah satu bentuk rasa syukur masyarakat nelayan akan hasil laut yang melimpah. Pesta Laut ini diisi dengan banyak kegiatan, mulai dari ritual adat sampai penampilan band-band terkenal seperti Nidjie dan Wali. 
Pesta Laut Pesisir Nusantara juga menjadi ajang bagi pemerintah untuk menampilkan talenta-talenta lokal yang mereka miliki. Ada sekitar 32 grup tari dan grup band lokal yang turut serta memeriahkan acara ini. 
Rumah Literasi Kreatif dari Desa Beringin Agung menjadi salah satu grup tari yang tampil dalam acara Pesta Laut tahun ini. Tahun sebelumnya, Rumah Literasi Kreatif juga ikut berpartisipasi mengisi acara “Fashion Show”.
Tahun ini, Rumah Literasi Kreatif (Rulika) berpartisipasi dalam seni tari. Kelompok seni tari Rulika telah terbentuk sejak tahun 2019 dan telah meregenerasi. Tahun ini, yang tampil dalam ajang Pesta Laut merupakan generasi/angkatan ketiga. Rumah Literasi Kreatif menampilkan Tari Kreasi Borneo yang merupakan perpaduan antara Tari Dayak dan Tari Zapin Melayu. 
Rumah Literasi Kreatif merupakan komunitas masyarakat yang menjadi wadah untuk belajar, berkreatifitas, dan berkarya. Rumah Literasi Kreatif menjadi pusat belajar dan pengembangan bakat di Desa Beringin Agung. Komunitas ini dibangun untuk menjadi rumah kreatifitas bagi siapa saja. 
Harapannya, Rulika bisa terus berkembang dan membawa anak-anak Desa Beringin Agung untuk terus bergerak aktif, positif, krratif, dan inovatif. Agar generasi masa depan menjadi generasi yang tangguh dan siap bersaing dalam dunia global. 
(/rm)

Saturday, April 5, 2025

Tulisan Tangan Sesepuh Desa, Mengabadikan Cerita Lampau Untuk Masa Depan


Ketika kamu dipercaya untuk menjalankan sebuah kewajiban, maka kamu harus bertanggung jawab penuh atas segalanya. 

Itulah kalimat yang tepat untuk gambar di atas agar aku bisa menjadi orang yang bertanggung jawab. 

Bantuan Pemerintah Rp 50 juta untuk komunitas literasi yang ada di seluruh Indonesia bukanlah diberikan cuma-cuma tanpa pertanggungjawaban. Bantuan itu ditujukan untuk membuat komunitas bisa terus bergerak di tengah keterbatasan. 
Komunitas adalah sekelompok masyarakat yang bergerak secara mandiri tanpa mengandalkan biaya dari pemerintah. Kehadiran komunitas-komunitas ini tentunya sangat membantu pemerintah dalam menjalankan program berkelanjutan. Oleh karenanya, sudah sepatutnya pemerintah memberikan apresiasi kepada komunitas-komunitas yang aktif bergerak di dunia literasi secara mandiri.

Rumah Literasi Kreatif menjadi salah satu penerima banpem yang harus menjalankan program pemerintah sesuai dengan juknis yang telah ada. Salah satu program yang harus kami jalankan ialah membuat "Workshop Nulis Bareng" tentang kearifan lokal. 
Tentunya ini menjadi tantangan besar bagi kami. Rumah Literasi Kreatif yang telah berdiri selama 6 tahun masih belum mampu menjadi pilar yang kuat dalam meningkatkan kemampuan literasi masyarakat. Masih banyak masyarakat yang tidak suka dengan membaca, apalagi menulis. Jadi, untuk mendapatkan penulis-penulis buku, tentunya tidak mudah bagiku. 

Sebenarnya ada banyak penulis-penulis senior di Samboja, tapi mereka tidak mungkin bergabung dengan komunitasku yang masih pemula. Standarnya sudah berbeda. Aku juga tidak memiliki kepercayaan diri untuk mengajak mereka terlibat dalam proyek penulisan ini.

Akhirnya, aku menyasar penulis-penulis pemula yang belum pernah menulis buku sama sekali, tetapi mereka memiliki keinginan untuk menulis buku. Yang mendaftar dalam event kepenulisan kali ini ialah anak-anak sekolah dan beberapa pendidik yang belum pernah menulis buku, ada juga pendidik yang telah menerbitkan buku yang bersedia menjadi kontributor dalam penulisan buku ini.

Dikejar target untuk melaporkan hasil kegiatan, tentunya membuatku sangat kesulitan untuk memilih antara kualitas tulisan dan percepatan penerbitan buku.
Tenggat waktu penyelesaian buku sejak workshop dimulai, hanya diberikan waktu 1 minggu saja. Ini cukup membuatku sakit kepala memikirkannya karena aku masih harus memeriksa naskah yang masuk. 
Dari seluruh naskah yang masuk, 90% naskah masih sangat berantakan. Kaidah kepenulisannya belum ada. Bahkan, tanda baca pun tidak diterapkan dengan baik. Aku hampir gila merevisi setiap tanda baca naskah yang masuk. Aku tidak merevisi konteks di dalamnya. Hanya memberikan tanda baca yang tepat seperti penggunaan titik, koma, tanda tanya, tanda petik, dan tanda seru.

Yang lebih mencengangkan lagi, aku menerima naskah narasi dalam bentuk tulisan tangan.
"Oh, My God! Ini harus aku ketikkan?" batinku.
Aku masih harus merevisi banyak tanda baca di naskah lain, kemudian mendapatkan naskah dalam bentuk tulisan tangan. Tentunya, ini akan semakin mempersulit kinerjaku.
Tapi aku tidak punya pilihan lain. Beliau yang memberikan tulisan tangan memang sudah sangat sepuh. Sudah masuk usia pensiun, tetapi masih semangat untuk menulis. Akhirnya, aku tulis ulang tulisan tangannya agar bisa masuk ke dalam buku yang akan kami terbitkan bersama.
Awalnya aku minta tolong pada puteriku yang baru duduk di kelas 3 SD untuk mengetikkan naskah ini. Sebab, di tengah tanggung jawabku menyelesaikan naskah buku, aku juga memiliki tanggung jawab sebagai seorang ibu. Aktivitas rumah tangga saja sudah sangat menyita waktuku. Sehingga, aku selalu membutuhkan bantuan orang lain untuk menyelesaikan pekerjaan lain selain kerjaan ibu rumah tangga.

Yang ingin aku ceritakan di sini bukanlah tentang kesulitanku. Ini hanya intermezo supaya kamu tahu bahwa  yang aku jalani tak semudah yang kamu pikirkan, tapi aku tetap semangat menyelesaikannya sampai tuntas.
Aku ingin mengabadikan momen di mana aku bisa mendapatkan tulisan tangan seorang sesepuh desa. Tulisan tangan yang tinta-tintanya digoreskan dari hati dan pikirannya. Pikirannya masih menyimpan memori masa lalu dengan jelas. Ia tuliskan di secarik kertas untuk mengingatkan kepada generasi muda bahwa ada cerita terdahulu yang harus mereka ketahui, agar mereka mencintai apa yang sekarang mereka miliki.
Tanpa tulisan kecil dari beliau, kita tidak akan pernah tahu bagaimana asal-usul berdirinya 2 sekolah dasar yang berdekatan di dalam satu desa. Ini sangat mengagumkan dan memberikan banyak arti bagi warga Desa Beringin Agung.
Berkat kepedulian dan perjuangan sesepuh-sesepuh terdahulu, kini kita bisa menikmati mudahnya menjangkau kehidupan.
Maka, ingatlah mereka dan abadikan mereka dalam sebuah tulisan.




Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas