Alluna Alexandria tidak pernah kesulitan mendapatkan perhatian.
Yang sulit adalah... jatuh cinta.
Di saat teman-teman sebayanya sibuk memamerkan pasangan, Alluna justru selalu datang ke setiap kondangan seorang diri. Bukan karena tak ada yang mendekat, melainkan tak ada yang berhasil membuatnya ingin bertahan.
Sampai sahabat-sahabatnya mengambil alih urusan hatinya.
Mereka mempertemukannya dengan Evan Noah.
Awalnya, Evan hanyalah partner kondangan. Seseorang yang cukup hadir agar Alluna berhenti menjawab pertanyaan, "Kapan menyusul?"
Namun, semakin sering bersama, semakin sulit membedakan mana yang sekadar berpura-pura... dan mana yang benar-benar jatuh cinta.
Karena terkadang, seseorang yang datang untuk menemani satu pesta... justru menjadi alasan untuk menetap selamanya.
BAB 1 :

0 komentar:
Post a Comment