Tuesday, February 10, 2026

Perfect Hero Bab 370 : Kenapa Harus Kamu?

 


Yeriko masih terus menunggu Lutfi membuka mulut. Ia melirik arloji di tangannya. Sudah hampir dua jam ia menunggu, Lutfi tak kunjung mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.

Lutfi menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia sangat mengetahui bagaimana sikap Yeriko. Jika ia keukeuh membungkam mulutnya. Yeriko juga akan terus menunggunya sampai ia membuka mulut.

Lutfi menarik napas panjang dan menatap Yeriko. “Yer ...!” panggilnya lirih.

“Hmm.” Yeriko masih saja duduk santai di kursi sambil melipat kedua tangan di dadanya.

“Seandainya ... kamu sama Yuna ternyata kakak beradik, apa yang mau kamu lakuin?”

“Maksud kamu?” Yeriko langsung menyondongkan tubuhnya menatap Lutfi.

Lutfi menarik napas dalam-dalam. “Aku tanya kamu, Yer. Apa yang bakal kamu lakuin kalo ternyata si Yuna itu adik kamu?”

Yeriko terdiam. Pertanyaan Lutfi kali ini membuatnya banyak berpikir dan bertanya pada dirinya sendiri. Apa yang akan ia lakukan jika Yuna adalah adiknya?

“Gimana?” tanya Lutfi melihat Yeriko yang tak merespon pertanyaannya.

Yeriko menggelengkan kepala. “Aku nggak tahu. Aku harap itu nggak akan pernah terjadi. Yuna akan tetap jadi ibu buat anak-anakku.”

Lutfi tersenyum sinis. “Karena kamu nggak menghadapi kenyataan yang sebenarnya, Yer. Kenyataannya, aku sama Icha itu kakak beradik. Semua ini bikin aku gila!”

Yeriko membelalakkan matanya. “Hah!? Gimana bisa? Kalian berasal dari tempat yang jauh berbeda. Icha di Kalimantan. Sedangkan keluarga kamu di Jakarta. Gimana ceritanya?”

“Aku juga nggak mau ini terjadi, Yer. Siapa sih yang mau jatuh cinta sama adik sendiri? Aku juga nggak mau!” sahut Lutfi.

Lutfi menatap langit-langit ruangan. “Saat aku mempertemukan keluarga kami ... mamanya Icha ketemu sama nenek. Saat itu juga, aku baru tahu kalau mamanya Icha adalah mantan pelayan di rumah keluargaku.”

Yeriko menatap wajah Lutfi serius. Ia mendengarkan cerita dari Lutfi dengan seksama.

“Papaku itu ternyata brengsek! Bisa-bisanya dia berhubungan sama pelayan di rumah sampai dia punya anak dari pelayan itu!” seru Lutfi sambil menahan nyeri di perutnya.

“Untuk menutupi aib keluarga. Semua keluargaku meminta Ibu Ratna menggugurkan kandungannya. Dia nggak mau menggugurkan anak itu. Dia melarikan diri ke Kalimantan bareng laki-laki yang juga jadi pelayan di rumah keluargaku. Laki-laki itu yang sekarang jadi suaminya dan bertanggung jawab menjadi ayahnya Icha.” Air mata Lutfi kembali mengalir.

Yeriko menelan ludah mendengar cerita yang diucapkan oleh Lutfi.

“Yer, aku harus gimana menghadapi ini semua? Aku harus menerima kenyataan kalau cewek yang paling aku cintai adalah adikku sendiri. Aku juga harus menerima kenyataan kalau keluargaku di masa lalu sangatlah kejam. Andai mereka mau menerima kehadiran Icha sejak dulu. Aku nggak perlu tersiksa seperti ini.”

Yeriko menarik napas panjang. “Lut, lebih baik kita cari tahu dulu kebenarannya. Apa kalian sudah melakukan tes DNA?” tanya Yeriko.

Lutfi menggelengkan kepala. “Semuanya sudah jelas, Yer. Keluarga sudah mengakui semuanya. Apa lagi yang harus aku ragukan?”

“Lut, apa perasaan cinta kamu ke Icha itu beneran?”

“Beneran, Yer. Aku emang banyak main-main sama cewek lain. Tapi nggak kalo sama Icha. Aku beneran cinta sama dia dan nggak mau dia jauh dari aku. Sayangnya, kenyataan harus bikin aku mengubur semuanya.”

“Aku bakal nyuruh Riyan buat nyelidiki semua yang terjadi.”

“Ck, nggak perlu, Yer! Semua orang udah tahu. Semua keluargaku sudah mengakui kalau Icha memang anak dari papaku yang brengsek itu!”

Yeriko terdiam. Ia merasakan apa yang dirasakan Lutfi hari ini. Kesalahan orang tua di masa lalu, dia yang harus ikut menanggungnya.

“Andai papaku nggak gila perempuan. Mungkin, semuanya nggak akan berakhir seperti ini. Kenapa harus Icha? Kenapa bukan orang lain?” racau Lutfi.

“Apa Icha nusuk kamu karena kenyataan ini?” tanya Yeriko lagi.

Lutfi menganggukkan kepala. “Sebenarnya, Icha adalah wanita yang baik. Ibunya itu ... selain galak, dia juga kejam. Dia udah manfaatin Icha buat ngelukain aku.”

“Maksud kamu? Ibunya dia, sekarang di sini?”

Lutfi menganggukkan kepala. “Dia menaruh dendam yang begitu besar terhadap keluargaku karena dicampakkan begitu saja. Dia melarikan diri ke tempat yang jauh untuk melindungi janinnya. Dia juga harus survive untuk membesarkan Icha. Sekarang, dia menggunakan anaknya untuk membalaskan dendam pribadinya.”

“Icha diperalat sama ibunya sendiri?”

Lutfi menganggukkan kepala. “Kemarin, Ibu Ratna menceritakan semuanya. Dia benci banget lihat aku, Yer. Dia lihat aku seperti lihat papa. Dia juga yang memaksa Icha buat nusuk aku,” tutur Lutfi penuh kepedihan.

Yeriko menarik napas dalam-dalam. “Aku akan bantu kamu menyelesaikan ini semua. Aku akan nyuruh Riyan nyai ibunya Icha. Dia harus mempertanggung jawabkan ini semua!”

“Yer, jangan lukai Icha. Please!” pinta Yeriko. Ia sangat mengerti bagaimana sifat Yeriko. Terlebih saat Yeriko menyingkirkan Amara dari kehidupan Chandra. Ia tidak ingin melihat Icha hidup menderita. “Icha juga korban, Yer.”

“Kita lihat nanti. Kalau Icha memang nggak salah, aku akan berusaha melindungi dia.”

Lutfi menatap Yeriko penuh kepedihan. Ia berharap Yeriko tidak melakukan apa pun kepada Icha. “Kamu boleh ngelakuin apa pun. Asal jangan Icha!” pinta Lutfi.

Yeriko menarik napas panjang. Banyak hal yang terjadi di belakangnya. Seharusnya, ia memang tidak ikut campur masalah keluarga Lutfi. Hanya saja, kejadian penusukan ini akan menjadi hal yang serius. Ia khawatir, akan terjadi lagi jika tidak segera ia selesaikan.

“Yer, aku nggak mau membalas apa yang sudah Ibu Ratna lakuin ke aku. Aku nggak mau terus-menerus ada dendam yang tidak terselesaikan. Cukup sampai sini aja. Aku akan membayar semua kesalahan keluarga besarku.”

“Nggak seharusnya kamu yang menanggung ini semua, Lut.”

“Terus? Siapa lagi? Semua kesalahan papaku dan aku memang harus menanggung ini semua.”

“Aku akan terus cari tahu kebenarannya.”

“Aku cuma berharap. Aku dan Icha bukanlah kakak beradik. Gimana bisa aku jatuh cinta sama adik aku sendiri?”

“Kamu masih ragu kalau Icha itu adik kamu?”

Lutfi menganggukkan kepala. “Aku masih berharap kalau adik kandungku itu bukan Icha. Pastinya, akan lebih mudah menghadapinya.”

Yeriko menatap serius ke arah Lutfi. “Sebelum kalian melakukan tes DNA, belum ada bukti kuat kalau Icha adalah adik kamu. Saat ini, Yuna lagi nyari keberadaan Icha. Semoga dia bisa membujuk Icha untuk melakukan tes.”

Lutfi terdiam. Ia lebih takut lagi kalau hasil tes DNA menyatakan bahwa Icha adalah anak kandung ayahnya. Bagaimana ia harus menghadapi kenyataan ini? Selama ini, hidupnya terlihat baik-baik saja. Tak disangka, masa lalu ayahnya membuat dia benar-benar kecewa kepada keluarganya sendiri.

“Gimana kalau hasil tes itu menyatakan ... Icha adalah adik kandungku?”

“Kamu hanya perlu menghadapinya!” pinta Yeriko sambil menyentuh pundak Lutfi. “Kamu masih tetap bisa menyayangi dan mencintainya sebagai adik kamu. Berbesar hatilah menerima semua ini. Icha juga pasti akan menyayangi kamu sebagai kakak yang baik.”

Air mata Lutfi kembali menetes. Ia butuh waktu untuk menata hatinya kembali. Menghadapi kenyataan masa lalu yang menghalangi masa depannya. Menghadapi wanita yang ia cintai sebagai wanita yang tidak mungkin bisa ia cintai lagi.

“Cha, kenapa harus kamu? Kenapa kamu? Kenapa harus kamu, Cha?” Pertanyaan ini terus terngiang di pikiran Lutfi. Dunia begitu sempit. Dari jutaan bahkan milyaran orang di luar sana. Ia menjatuhkan hatinya pada Icha. Wanita yang tak pernah ia temui sebelumnya dan kenyataan di masa lalu membuatnya kehilangan harapan.

 

 

((Bersambung ...))

Thanks udah setia baca sampai sini. Karena udah keluar dari Top 5. Jadi, aku upload santai ya teman-teman ... Maaf untuk semua kekuranganku.

 

Much Love,

@vellanine.tjahjadi

 

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas