Yeriko
masih terus menunggu Lutfi membuka mulut. Ia melirik arloji di tangannya. Sudah
hampir dua jam ia menunggu, Lutfi tak kunjung mengatakan apa yang sebenarnya
terjadi pada dirinya.
Lutfi
menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia sangat mengetahui bagaimana sikap
Yeriko. Jika ia keukeuh membungkam mulutnya. Yeriko juga akan terus menunggunya
sampai ia membuka mulut.
Lutfi
menarik napas panjang dan menatap Yeriko. “Yer ...!” panggilnya lirih.
“Hmm.”
Yeriko masih saja duduk santai di kursi sambil melipat kedua tangan di dadanya.
“Seandainya
... kamu sama Yuna ternyata kakak beradik, apa yang mau kamu lakuin?”
“Maksud
kamu?” Yeriko langsung menyondongkan tubuhnya menatap Lutfi.
Lutfi
menarik napas dalam-dalam. “Aku tanya kamu, Yer. Apa yang bakal kamu lakuin
kalo ternyata si Yuna itu adik kamu?”
Yeriko
terdiam. Pertanyaan Lutfi kali ini membuatnya banyak berpikir dan bertanya pada
dirinya sendiri. Apa yang akan ia lakukan jika Yuna adalah adiknya?
“Gimana?”
tanya Lutfi melihat Yeriko yang tak merespon pertanyaannya.
Yeriko
menggelengkan kepala. “Aku nggak tahu. Aku harap itu nggak akan pernah terjadi.
Yuna akan tetap jadi ibu buat anak-anakku.”
Lutfi
tersenyum sinis. “Karena kamu nggak menghadapi kenyataan yang sebenarnya, Yer.
Kenyataannya, aku sama Icha itu kakak beradik. Semua ini bikin aku gila!”
Yeriko
membelalakkan matanya. “Hah!? Gimana bisa? Kalian berasal dari tempat yang jauh
berbeda. Icha di Kalimantan. Sedangkan keluarga kamu di Jakarta. Gimana
ceritanya?”
“Aku
juga nggak mau ini terjadi, Yer. Siapa sih yang mau jatuh cinta sama adik
sendiri? Aku juga nggak mau!” sahut Lutfi.
Lutfi
menatap langit-langit ruangan. “Saat aku mempertemukan keluarga kami ...
mamanya Icha ketemu sama nenek. Saat itu juga, aku baru tahu kalau mamanya Icha
adalah mantan pelayan di rumah keluargaku.”
Yeriko
menatap wajah Lutfi serius. Ia mendengarkan cerita dari Lutfi dengan seksama.
“Papaku
itu ternyata brengsek! Bisa-bisanya dia berhubungan sama pelayan di rumah
sampai dia punya anak dari pelayan itu!” seru Lutfi sambil menahan nyeri di
perutnya.
“Untuk
menutupi aib keluarga. Semua keluargaku meminta Ibu Ratna menggugurkan
kandungannya. Dia nggak mau menggugurkan anak itu. Dia melarikan diri ke
Kalimantan bareng laki-laki yang juga jadi pelayan di rumah keluargaku.
Laki-laki itu yang sekarang jadi suaminya dan bertanggung jawab menjadi ayahnya
Icha.” Air mata Lutfi kembali mengalir.
Yeriko
menelan ludah mendengar cerita yang diucapkan oleh Lutfi.
“Yer,
aku harus gimana menghadapi ini semua? Aku harus menerima kenyataan kalau cewek
yang paling aku cintai adalah adikku sendiri. Aku juga harus menerima kenyataan
kalau keluargaku di masa lalu sangatlah kejam. Andai mereka mau menerima
kehadiran Icha sejak dulu. Aku nggak perlu tersiksa seperti ini.”
Yeriko
menarik napas panjang. “Lut, lebih baik kita cari tahu dulu kebenarannya. Apa
kalian sudah melakukan tes DNA?” tanya Yeriko.
Lutfi
menggelengkan kepala. “Semuanya sudah jelas, Yer. Keluarga sudah mengakui
semuanya. Apa lagi yang harus aku ragukan?”
“Lut,
apa perasaan cinta kamu ke Icha itu beneran?”
“Beneran,
Yer. Aku emang banyak main-main sama cewek lain. Tapi nggak kalo sama Icha. Aku
beneran cinta sama dia dan nggak mau dia jauh dari aku. Sayangnya, kenyataan
harus bikin aku mengubur semuanya.”
“Aku
bakal nyuruh Riyan buat nyelidiki semua yang terjadi.”
“Ck,
nggak perlu, Yer! Semua orang udah tahu. Semua keluargaku sudah mengakui kalau
Icha memang anak dari papaku yang brengsek itu!”
Yeriko
terdiam. Ia merasakan apa yang dirasakan Lutfi hari ini. Kesalahan orang tua di
masa lalu, dia yang harus ikut menanggungnya.
“Andai
papaku nggak gila perempuan. Mungkin, semuanya nggak akan berakhir seperti ini.
Kenapa harus Icha? Kenapa bukan orang lain?” racau Lutfi.
“Apa
Icha nusuk kamu karena kenyataan ini?” tanya Yeriko lagi.
Lutfi
menganggukkan kepala. “Sebenarnya, Icha adalah wanita yang baik. Ibunya itu ...
selain galak, dia juga kejam. Dia udah manfaatin Icha buat ngelukain aku.”
“Maksud
kamu? Ibunya dia, sekarang di sini?”
Lutfi
menganggukkan kepala. “Dia menaruh dendam yang begitu besar terhadap keluargaku
karena dicampakkan begitu saja. Dia melarikan diri ke tempat yang jauh untuk
melindungi janinnya. Dia juga harus survive untuk membesarkan Icha. Sekarang,
dia menggunakan anaknya untuk membalaskan dendam pribadinya.”
“Icha
diperalat sama ibunya sendiri?”
Lutfi
menganggukkan kepala. “Kemarin, Ibu Ratna menceritakan semuanya. Dia benci
banget lihat aku, Yer. Dia lihat aku seperti lihat papa. Dia juga yang memaksa
Icha buat nusuk aku,” tutur Lutfi penuh kepedihan.
Yeriko
menarik napas dalam-dalam. “Aku akan bantu kamu menyelesaikan ini semua. Aku
akan nyuruh Riyan nyai ibunya Icha. Dia harus mempertanggung jawabkan ini
semua!”
“Yer,
jangan lukai Icha. Please!” pinta Yeriko. Ia sangat mengerti bagaimana sifat
Yeriko. Terlebih saat Yeriko menyingkirkan Amara dari kehidupan Chandra. Ia
tidak ingin melihat Icha hidup menderita. “Icha juga korban, Yer.”
“Kita
lihat nanti. Kalau Icha memang nggak salah, aku akan berusaha melindungi dia.”
Lutfi
menatap Yeriko penuh kepedihan. Ia berharap Yeriko tidak melakukan apa pun
kepada Icha. “Kamu boleh ngelakuin apa pun. Asal jangan Icha!” pinta Lutfi.
Yeriko
menarik napas panjang. Banyak hal yang terjadi di belakangnya. Seharusnya, ia
memang tidak ikut campur masalah keluarga Lutfi. Hanya saja, kejadian penusukan
ini akan menjadi hal yang serius. Ia khawatir, akan terjadi lagi jika tidak
segera ia selesaikan.
“Yer,
aku nggak mau membalas apa yang sudah Ibu Ratna lakuin ke aku. Aku nggak mau
terus-menerus ada dendam yang tidak terselesaikan. Cukup sampai sini aja. Aku
akan membayar semua kesalahan keluarga besarku.”
“Nggak
seharusnya kamu yang menanggung ini semua, Lut.”
“Terus?
Siapa lagi? Semua kesalahan papaku dan aku memang harus menanggung ini semua.”
“Aku
akan terus cari tahu kebenarannya.”
“Aku
cuma berharap. Aku dan Icha bukanlah kakak beradik. Gimana bisa aku jatuh cinta
sama adik aku sendiri?”
“Kamu
masih ragu kalau Icha itu adik kamu?”
Lutfi
menganggukkan kepala. “Aku masih berharap kalau adik kandungku itu bukan Icha.
Pastinya, akan lebih mudah menghadapinya.”
Yeriko
menatap serius ke arah Lutfi. “Sebelum kalian melakukan tes DNA, belum ada
bukti kuat kalau Icha adalah adik kamu. Saat ini, Yuna lagi nyari keberadaan
Icha. Semoga dia bisa membujuk Icha untuk melakukan tes.”
Lutfi
terdiam. Ia lebih takut lagi kalau hasil tes DNA menyatakan bahwa Icha adalah
anak kandung ayahnya. Bagaimana ia harus menghadapi kenyataan ini? Selama ini,
hidupnya terlihat baik-baik saja. Tak disangka, masa lalu ayahnya membuat dia
benar-benar kecewa kepada keluarganya sendiri.
“Gimana
kalau hasil tes itu menyatakan ... Icha adalah adik kandungku?”
“Kamu
hanya perlu menghadapinya!” pinta Yeriko sambil menyentuh pundak Lutfi. “Kamu
masih tetap bisa menyayangi dan mencintainya sebagai adik kamu. Berbesar
hatilah menerima semua ini. Icha juga pasti akan menyayangi kamu sebagai kakak
yang baik.”
Air
mata Lutfi kembali menetes. Ia butuh waktu untuk menata hatinya kembali.
Menghadapi kenyataan masa lalu yang menghalangi masa depannya. Menghadapi
wanita yang ia cintai sebagai wanita yang tidak mungkin bisa ia cintai lagi.
“Cha,
kenapa harus kamu? Kenapa kamu? Kenapa harus kamu, Cha?” Pertanyaan ini terus
terngiang di pikiran Lutfi. Dunia begitu sempit. Dari jutaan bahkan milyaran
orang di luar sana. Ia menjatuhkan hatinya pada Icha. Wanita yang tak pernah ia
temui sebelumnya dan kenyataan di masa lalu membuatnya kehilangan harapan.
((Bersambung ...))
Thanks udah
setia baca sampai sini. Karena udah keluar dari Top 5. Jadi, aku upload santai
ya teman-teman ... Maaf untuk semua kekuranganku.
Much Love,
@vellanine.tjahjadi

0 komentar:
Post a Comment