Thursday, October 16, 2025

[Puisi] Jalak dan Aspal




Kicau burung jalak mewarnai pagi
Menari-nari di ranting pohon yang tinggi
Bercengkerama dengan senang hati
Menjaga keindahan dunia hingga petang hari


Tapi itu dulu! 
Itu dulu ... 
Waktu hutan masih hijau
Waktu kabut pagi masih bersahabat dengan kami. 

Sekarang hutan sudah hitam
Ranting pohon sudah jadi betoneser

Jalak yang biasa menari di atas pohon
Kini meringkuk di atas aspal
Menikmati panas dan hitamnya jalanan

Tak ada lagi rumah bermain yang rindang
Rumah bermain kami diselimuti panasnya aspal jalanan
yang beradu dengan roda-roda penghidupan. 

Jalak-jalak itu tak lagi bisa terbang bebas
Setiap hinggap, selalu ada tangan kecil yang merenggut hidupnya. 
Bahkan mereka tak berdaya pada rengek manusia kecil. 

Manusia yang bertahan hidup dengan merenggut semuanya. 
Rumah main jalak dan penghidup sepanjang hayatnya. 







Hutan Bukit Soeharto, 16 Oktober 2025

Rin Muna


0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas