Kicau burung jalak mewarnai pagi
Menari-nari di ranting pohon yang tinggi
Bercengkerama dengan senang hati
Menjaga keindahan dunia hingga petang hari
Tapi itu dulu!
Itu dulu ...
Waktu hutan masih hijau
Waktu kabut pagi masih bersahabat dengan kami.
Sekarang hutan sudah hitam
Ranting pohon sudah jadi betoneser
Jalak yang biasa menari di atas pohon
Kini meringkuk di atas aspal
Menikmati panas dan hitamnya jalanan
Tak ada lagi rumah bermain yang rindang
Rumah bermain kami diselimuti panasnya aspal jalanan
yang beradu dengan roda-roda penghidupan.
Jalak-jalak itu tak lagi bisa terbang bebas
Setiap hinggap, selalu ada tangan kecil yang merenggut hidupnya.
Bahkan mereka tak berdaya pada rengek manusia kecil.
Manusia yang bertahan hidup dengan merenggut semuanya.
Rumah main jalak dan penghidup sepanjang hayatnya.
Hutan Bukit Soeharto, 16 Oktober 2025
Rin Muna

0 komentar:
Post a Comment