Sunday, August 9, 2026

Ngobrol ASI Bersama Coconey di Pekan Menyusui Dunia




Sabtu, 08 Agustus 2026.

Hari masih gelap saat kudengar kokok ayam berbunyi di belakang rumahku. Bersamaan dengan suara bayi mungil yang baru aku lahirkan 47 hari yang lalu. 
Waktu menunjukkan pukul 04.30 WITA. Seperti biasa, waktunya bayiku menyusu. Maka, aku menyusui sambil berbaring agar ia bisa terlelap kembali dan aku bisa memulai pagiku seperti biasa. 

Setelah menyusui dan bayiku tertidur kembali, aku mulai berkutat di dapur. Menyiapkan makanan pagi untuk keluarga kecilku seperti biasa. Tetapi ada hal tak biasa setelahnya. 
Aku menarik tas bayi yang kusimpan rapi di dalam lemari usai mandi. Aku memasukkan beberapa perlengkapan bayi. Beberapa lembar pampers, baju ganti, minyak zaitun dan botol air minum. Sebab, hari ini aku akan pergi ke tempat yang lumayan jauh untuk mengikuti kegiatan "Pekan Menyusui Dunia 2026".
Beberapa hari lalu, Bidan Rika membagikan flyer tentang kegiatan menyusui. Beliau adalah salah satu teman di majelis taqlim yang sering aku datangi. Beliau bertugas di RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja, juga pemilik dari Coxoney Mom & Baby Care. 

Aku sangat tertarik untuk mengikuti kegiatan ini meski aku sudah punya tiga anak. Artinya, ini bukan pengalaman pertamaku dalam menyusui bayi. Sebab, dua anakku juga ASI eksklusif sampai umur 6 bulan. Namun, itu bukan berarti aku harus meletakkan kesombongan dalam diriku bahwa aku sudah tahu semuanya. Ada hal yang mungkin belum pernah aku dengar, juga belum pernah aku pelajari. Sama seperti Pekan Menyusui Dunia ini. Aku bahkan tidak pernah tahu jika ada hari di mana seluruh ibu memperingati Hari Menyusui mereka. 

Sebab, menyusui tidak selalu berjalan mulus sejak hari pertama. Seperti yang sedang aku alami. Aku merasa, ASI yang kuhasilkan tidak sebanyak sebelumnya. Bayiku menjadi sering rewel karena kurang kenyang. Aku hanya bisa menebak-nebak apa penyebab ASI-ku berkurang tanpa aku tahu pasti. 

Ada banyak faktor yang membuat produksi ASI semakin berkurang. 
Awalnya, aku pikir karena penggunaan KB. Tapi dipikir-pikir lagi, seharusnya IUD tidak memengaruhi produksi ASI. Sebab, ada banyak teman yang menggunakan IUD dan produksi ASI tetap lancar. 

Mungkin, aku kekurangan cairan karena aku jarang sekali minum air putih. Entah kenapa, rasanya sulit sekali minum air putih banyak karena membuatku terus ke toilet dan rasanya tidak nyaman. Tapi aku harus membiasakannya perlahan demi buah hatiku agar tidak kekurangan ASI.
Selain minum air putih yang banyak, aku juga harus membahagiakan diriku sendiri. Aku harus bisa melepaskan beban tagihan dan cicilan bulanan yang terus mengganggu pikiranku. Sepertinya, rasa khawatir itu yang membuatku gelisah setiap hari dan membuat produksi ASI-ku sedikit terhambat. 
In this economy, rasa khawatir memang jauh lebih besar. Terlebih aku hanya menjalani peranku sebagai ibu rumah tangga biasa. Aku tidak bisa mengambil banyak pekerjaan karena harus mengurus rumah dan anak-anak. Artinya, aku juga tidak bisa menghasilkan uang yang lebih dan membuatku sangat khawatir. Padahal, aku punya suami yang bertanggung jawab. Tapi aku tetap tidak bisa menepis rasa khawatir itu. 
Ah, aku kok jadi curhat, ya? 
Semoga, curhatan kecil ini bisa merilis beban yang mengganggu pikiranku dan membuat ASI-ku lancar kembali. Aku ingin memberikan yang terbaik untuk anakku. Jadi, aku ingin bisa menyusui dia dengan bahagia. 
Menurutmu, apakah tagihan/cicilan bulanan bisa menjadi beban pikiran? 
Padahal, sebelumnya aku tidak pernah se-khawatir ini meski aku juga tidak punya pekerjaan tetap dan menjadi tulang punggung keluarga. 
Apa yang telah mengubah pikiranku, tentu aku harus menemukan jawabannya agar aku bisa menjalani hari-hariku dengan bahagia dan produksi ASI bisa banyak. 

Kalau kamu punya masalah yang sama sepertiku, kamu bisa konsultasi langsung dengan Bidan Rika (Konselor Menyusui) yang akan membantu dengan sabar mengatasi masalah menyusui yang sedang kamu alami. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya karena di Samboja belum ada tempat konsultasi menyusui selain di Coconey Mom & Baby Care. 


0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas