Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui program Relawan Literasi Masyarakat (Relima) sedang cukup aktif diperbincangkan di tahun 2026 karena dijadikan salah satu program prioritas nasional untuk penguatan budaya literasi di Indonesia. Program ini sebenarnya diluncurkan sejak tahun 2025. Pada tahun 2026 skalanya diperluas dan mulai terlihat dampaknya di banyak daerah.
Tahun ini, jumlah relawan disebut mencapai sekitar 360 orang yang tersebar di 322 kabupaten/kota di Indonesia.
Fokus utama Relima bukan sekadar kegiatan membaca buku, tetapi juga mengadvokasi kegiatan literasi, membangun jejaring dengan pemerintah daerah, mengadakan kegiatan literasi masyarakat, pendampingan komunitas, hingga penguatan perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Program ini dianggap strategis oleh Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, karena Relima dinilai mampu menyentuh langsung masyarakat dan membuat perpustakaan lebih hidup sebagai pusat aktivitas sosial dan kreativitas, bukan hanya tempat menyimpan buku.
Keberlanjutan program Relima ini tentunya tidak lepas dari perjuangan dan kerja keras para Relima pada tahun sebelumnya. Tahun 2025, 180 Relima Perpusnas RI bergerak bersama menyalakan api literasi hingga ke pelosok negeri.
Aku menyaksikan sendiri bagaimana teman-teman Relima di pelosok dan daerah kepulauan berjuang menjaga api literasi tetap menyala di tengah keterbatasan. Aku yang berada di wilayah Kutai Kartanegara, salah satu kabupaten terluas di Indonesia, masih kerap mengeluh karena kesulitan menjangkau daerah-daerah yang jauh dari tempat tinggalku. Tapi kemudian, aku merasa malu saat melihat ada Relima lain yang perjuangannya jauh lebih berat. Mereka harus menyebrang dari pulau ke pulau. Menghabiskan biaya transport yang tidak sedikit, tapi tetap bersemangat. Itulah salah satu alasan untukku agar tidak menyerah pada keadaan.
Relima hadir bukan untuk mencari penghasilan atau sekedar mencari cuan di Perpusnas RI. Sebab, sebelum menjadi Relima, teman-teman sudah berjuang penuh menjaga api-api literasi agar tidak padam. Mayoritas adalah pengelola TBM (Taman Bacaan Masyarakat) yang berdiri secara mandiri dan membiayai TBM-Nya sendiri. Semua relawan bergerak dari hati untuk masa depan bangsa. Jadi, kalau ada Relima yang hanya mengejar cuan, aku rasa tidak akan mampu bertahan. Sebab, honorarium yang didapat terkadang tidak lebih besar dari biaya operasional yang digunakan Relima dalam kegiatan dan pergerakannya. Aku harap, tahun ini Relima Perpusnas RI akan lebih baik lagi.
Untuk membantu kegiatan Relima Tahun 2026, Perpustakaan Nasional memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada 360 Relima Perpusnas RI agar peran dan fungsi Relima dapat berjalan dengan baik di daerah masing-masing.
Relima memiliki 3 fungsi utama, yakni inventarisasi, kegiatan literasi, dan advokasi.
Tidak hanya itu, Relima juga dituntut untuk memenuhi capaian atau target yang telah ditentukan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Relima dianggap berhasil jika capaian kinerja bisa dipenuhi 100%.
Tidak hanya itu, Relima juga memiliki banyak tugas dan kegiatan untuk menjaga nyala api literasi tetap menyala dan memiliki program yang berkelanjutan. Sehingga, ketika kontrak Relima sudah selesai, Relima tetap bisa bergerak dan berdampak di masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
Aku berharap, program Relima ini bisa terus berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya agar buku-buku di taman baca dan perpustakaan bisa tetap hidup dan menghidupkan.
Juknis Relima Tahun 2026 dapat dilihat dari link resmi Perpusnas RI berikut ini:
https://linktr.ee/InfoRelima2026
Hai, namaku Walrina Munangsir. Cukup panggil Rin Muna saja. Nama Pena : Vella Nine
Hobi: Menulis, membaca dan menggambar dan bercerita.
- Juara Favorite Duta Baca Kaltim 2018
- Pemuda Pelopor Kutai Kartanegara 2019
- Founder Taman Bacaan Bunga Kertas
- Founder Mamuja (Mama Muda Samboja)
Telah menerbitkan 20 buku antologi sejak tahun 2015-2019. Penulis buku Best Seller "Perfect Hero", "Perfect Hero 2", "Shaum Me", "Then Love", "I am Here Mr. Rich", "Suami untuk Istri", "Assalamualaikum, Ya Habib!", "Magang 90 Hari", "Catch Me, Mr. Ghevin", "Menikahi Lelaki Brengsek", "The Cakra"
0 komentar:
Post a Comment