Monday, May 18, 2026

Launching Relima Perpusnas RI Tahun 2026, Selamat Bertugas, Semoga Bermanfaat!

 


Menjadi bagian dari Perpustakaan Nasional adalah mimpi kecil yang pernah aku ukir beberapa tahun lalu. Sejak tahun 2017, aku sudah aktif menulis bersama sebuah komunitas menulis. Saat itu, banyak hal yang aku lakukan agar aku bisa terus berlatih dan belajar menulis lebih baik lagi. Sebab, aku tidak mengerti apa pun tentang dunia kepenulisan saat itu.

Setelah belajar banyak di komunitas, aku mulai melangkah ke tempat lain untuk mengasah kemampuan menulis. Menjejaki beberapa platform menulis online.

Pertama kali menulis, tidak ada yang berkenan membaca tulisanku. Mungkin, hanya aku sendiri yang membacanya setelah dirilis selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Tapi aku tetap menulis hingga suatu hari tulisanku dilirik oleh editor sebuah platform online. Dari situ, ilmu kepenulisanku terus berkembang karena editor selalu memberikan ilmu, materi dan tantangan baru dalam dunia kepenulisan.

Ada 2 tempat yang terasa begitu sulit untuk aku masuki, salah satunya adalah Perpusnas RI. Bagiku, tidak semua penulis, tulisannya bisa diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional. Tulisan-tulisan yang diterbitkan oleh Perpusnas adalah tulisan yang berkualitas tinggi. Aku ingin tulisanku bisa diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional, tapi aku selalu merasa "tidak mungkin", sebab keinginan itu terlalu tinggi.

Ternyata istilah "tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini" benar-benar ada. Tahun 2025, aku berhasil menjadi bagian dari Perpusnas RI melalui program Relima Perpusnas RI 2025. Tentunya tidak mudah untuk bisa menjadi bagian dari Perpusnas RI. Kita wajib mengirimkan esai tulisan kita agar bisa lolos kurasi. 

Di akhir pengabdian, perasaanku tak karuan. Terlebih dengan kebijakan pemerintah tentang efisiensi. Perpustakaan Nasional RI juga tak luput dari kebijakan efisiensi anggaran. Saat itu, semangatku mulai meredup. Bagaimana kita yang hanya masyarakat biasa, bisa bergerak jika stakeholder penting atau pemangku kepentingan saja tidak berdaya dan tidak mampu membuat kami menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

Kemudian, 31 Maret 2025, aku mendapatkan kabar gembira tentang keberlanjutan program Relima. Admin Perpusnas RI yang baru, memintaku untuk mengirimkan esai baru sebelum tanggal 5 April 2026. Aku tidak lagi diminta persyaratan administrasi karena sudah lolos administrasi Relima 2025. Tapi aku wajib mengirimkan esai baru tentang perjalanan Relima tahun sebelumnya.

Esai berjudul "Relima Sebagai Role Model Literasi Kesejahteraan" membawaku lolos kembali menjadi Relima Tahun 2026. 

Sebenarnya, aku ingin vakum sementara dari kegiatan literasi karena aku sedang hamil anak ke-3. Aku khawatir tidak bisa memaksimalkan tugasku sebagai Relima karena akan repot dengan bayi baru. Tapi kemudian, kawanku memberi semangat untuk terus berlanjut. Aku juga khawatir jika Perpusnas RI tidak akan lagi percaya padaku jika aku sendiri menjadikan "kehamilan" ini sebagai rintangan yang tidak bisa aku takhlukan.



Kemudian, 13 Mei 2026, PPUK Perpusnas RI mengumumkan hasil Seleksi Relima Tahun 2026 melalui akun instagram gemarmembaca.id.
Tahun lalu, Relima Provinsi Kaltim hanya ada di 3 lokus (lokasi khusus), yakni Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Tahun ini personel Relima Kaltim bertambah menjadi 6 orang dari 5 lokus kabupaten/kota, yakni Kota Balikpapan (Budi Utomo, S.P), Kutai Kartanegara (Walrina), Kabupaten Paser (Faizzatul Wahidah), Kutai Timur (Abdul Muzh'af Suriadi, A.Md) dan Kota Samarinda (Rahmad Azazi Rhomantoro dan Andi Faisal, S.Pd, M.Pd). 



Tanggal 18 Mei 2026 menjadi hari bersejarah bagi Relima Perpusnas RI Tahun 2026. Hari ini merupakan hari peluncuran program Relima Tahun 2026. Ada 360 Relima yang akan bertugas menjaga api literasi di negeri ini tetap menyala. Sebab, buku-buku itu tidak akan hidup jika kita tidak menghidupkannya.

Selain launching program Relima Tahun 2026, juga ada kegiatan pengukuhan Duta Baca Indonesia tahun 2026. Mas Gol A Gong masih dipercaya oleh Perpusnas RI untuk menjadi Duta Baca Indonesia tahun ini. Program Safari Literasi yang beliau canangkan, memiliki dampak besar bagi perkembangan literasi di Indonesia.


Kolaborasi Duta Baca Indonesia dan Relima Perpusnas RI tentunya akan menghasilkan gerakan-gerakan yang luar biasa. Aku harap, kolaborasi ini akan terus berjalan dan bersinergi hingga ke daerah-daerah. Sehingga, antara Relima dan Duta Baca tidak berjalan sendiri-sendiri. Kami bisa saling berangkulan dan bersinergi dalam melakukan gerakan literasi di daerah masing-masing. Bagaimana menurutmu? Akankah gerakan literasi di daerah terus menyala dan makin membara dengan adanya Relima Perpusnas RI dan Duta Baca Indonesia?

Aku berharap akan menjadi gerakan yang lebih besar, mampu mencerdaskan dan menjaga martabat bangsa.





0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas