Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia Usai Serangan Militer AS–Israel: Iran Umumkan Berkabung 40 Hari
Iran telah secara resmi mengonfirmasi bahwa Khamenei syahid dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap target-target di Iran, termasuk di wilayah Teheran pada Sabtu (28 Februari 2026). Media negara Iran menyatakan bahwa serangan tersebut mengenai kompleks tempat tinggal dan kantor pusat pemimpin tertinggi itu.
Sebagai respons, pemerintah Iran telah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan libur kerja selama tujuh hari, dengan bendera negara berkibar setengah tiang di banyak wilayah.
Khamenei adalah figur sentral dalam politik Iran dan dunia Syiah selama lebih dari tiga dekade. Ia menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini, pendiri Republik Islam Iran, dan memegang otoritas tertinggi atas lembaga-lembaga militer, politik, dan agama. Selama masa pemerintahannya, ia menjadi tokoh kontroversial karena kebijakan luar negeri agresif, kebijakan dalam negeri yang keras terhadap oposisi, serta konfrontasi panjang dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Kematian Khamenei terjadi dalam konteks operasi militer skala besar yang diklaim oleh sekutu Washington dan Tel Aviv sebagai serangan strategis terhadap infrastruktur dan pimpinan rezim Iran. Presiden Amerika Serikat menyatakan bahwa operasi ini adalah bagian dari upaya untuk menghadapi ancaman yang dipicu oleh program nuklir Iran dan jaringan proxy militer di Timur Tengah.
Iran mengecam serangan ini sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara dan telah mengancam akan membalas. Negara tersebut juga memperluas respons militer ke wilayah Teluk dan negara-negara yang dekat dengan pangkalan militer AS.
Kematian Khamenei memicu reaksi global. Beberapa negara sekutu Iran menyatakan duka cita, sementara negara-negara Barat menyampaikan kekhawatiran atas kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas. Presiden Rusia mengecam pembunuhan itu sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional, dan banyak analis menilai peristiwa ini dapat memperumit dinamika geopolitik di Timur Tengah dan hubungan kekuatan besar dunia.
Dengan wafatnya Khamenei, Iran memasuki fase ketidakpastian politik. Konstitusi Iran menyerukan Majelis Ahli Ulama untuk memilih pengganti pemimpin tertinggi, namun proses ini diperkirakan akan rumit karena keadaan perang dan hilangnya banyak anggota kepemimpinan senior dalam rangkaian serangan secara bersamaan. Pemerintah Iran telah membentuk kepemimpinan sementara untuk mengatur transisi.
Source:
Iran’s Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, who led the Islamic Republic since 1989, is dead at 86
Iran confirms the death of Ayatollah Ali Khamenei and declares 40 days of national mourning
Putin slams killing of Iran's Khamenei but offers little beyond condolences so far
US Crossed Dangerous Red Line: Iran Says Has No Option but to Respond After Khamenei Killing
.png)
0 komentar:
Post a Comment