3F - Fict Feat Fact

Tuesday, January 22, 2019

Membuat Hiasan Dinding dari Stick Ice Cream

Dok. Pribadi My Facebook
Hari ini, aku kedatangan beberapa remaja yang sering nongkrong si taman baca. Sebenarnya, sejak siang hari mereka sudah bergantian ada di sini. Ada yang membaca buku, ada yang ke sini sekedar untuk bermain dan sebagainya.

Sore hari, Gugun baru saja datang. Ia bersekolah di SMA Negeri 1 Samboja, sekolahnya lumayan jauh sehingga sampai rumah sudah agak sore. Hari sebelumnya, ia dan beberapa anak sudah berlatih membuat lukisan dengan media cat minyak dan stick ice cream. Jadi, ketika ia datang, dia langsung bertanya. "Bikin lagi kah, Mbak?" Langsung saja aku jawab, "Buatlah." karena saat ia datang, aku sedang sibuk membuat bross.

Akhirnya, Aisyah, Evi dan Budi kembali melukis di atas stick ice cream menggunakan cat minyak. Sebenarnya, lebih mudah menggunakan cat akrilik, lebih mudah dibersihkan dan cepat kering. Namun, karena aku hanya punya stock cat minyak, itulah yang aku pakai. Daripada beli baru, duitnya juga nggak ada. Akhirnya pakai bahan seadanya saja. Yang penting kreatif dan mereka nggak protes dengan alat dan bahan yang seadanya.

Aku bahagia mereka bisa berkunjung ke sini walau hanya mengisi waktu luang dengan menggambar. Mereka juga tak lepas dari akses informasi digital sesuai dengan zamannya. Sekarang sudah zamannya semua serba instan. Bahkan, dalam dunia digital kita bisa memperoleh akses informasi dengan mudah.
Seiring dengan program pemerintah yang akhirnya bisa memberikan kemudahan akses untuk desa dengan memasang jaringan wifi. Hanya wifi inilah satu-satunya jalan akses untuk mendapatkan informasi seluas-luasnya. Karena kalau jaringan seluler biasa, sulit sekali mendapatkan signal. Terlebih mau mengakses internet.
Dengan adanya akses internet, anak-anak aku ajari mencari sumber referensi seni yang menarik kemudian mengaplikasikannya dalam kegiatan sehari-hari.
Tak jarang aku mendengar mereka mengeluh. "Bikin apa ya? Nggak bisa mikir nah mau bikin apa," celetuknya ketika baru memulai.
Namun, ketika diarahkan, anak-anak mampu bereksplorasi dengan sendirinya dan menghasilkan sebuah karya.
Ada yang takut gambarnya jelek sehingga tidak mau melatih dirinya untuk menggambar karena malu dengan teman lain yang sudah lebih baik. Namun, aku selalu mengatakan kalau tidak ada karya yang jelek. Semua karya itu bagus. Tinggal bagaimana cara menikmatinya saja. Itu bagian dari menyemangati agar anak-anak tak patah semangatnya.
Tidak melulu mengatakan hal yang baik-baik. Terkadang aku juga bercanda sambil bilang "Jelek." ketika melihat karya mereka. Bukan dengan maksud untuk menjatuhkan mental yang sedang belajar, tapi untuk menguatkan mentalnya agar bisa menjadi lebih baik lagi. Kalimat yang dibubuhi dengan candaan biasanya lebih santai, tidak membuat jiwa anak-anak down karena komentar yang belum baik. Memberi pengertian pada mereka menjadi salah satu solusi untuk membuat mereka bisa lebih bersemangat lagi dalam belajar dan berlatih.
Di taman baca, aku tidak mengharuskan anak-anak belajar secara formal. Mereka lebih banyak belajar bersosialisasi, belajar mengenal lingkungan dan belajar membaca setiap fenomena atau peristiwa yang ada di sekitar mereka.
Sebab literasi tidak hanya bergelut pada baca tulis, walau dasarnya memang baca tulis dan difokuskan pada anak-anak. Kalau di taman baca yang mayoritasnya anak remaja. Tentunya menjad sebuah tantangan tersendiri. Membuat mereka mampu membaca kejadian-kejadian di sekitarnya, menganalisa dengan baik dan mengaplikasikannyad alam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu bentuk literasi.
Demikian sedikit cerita yang bisa aku bagi hari ini.
Karena aku sudah ngantuk berat dan harus tidur.
Sampai bertemu esok lagi.
Semoga ada cerita-cerita indah yang bisa aku bagikan untuk para pembaca dan kalian para pejuang literasi.


Video Membuat Hiasan Dinding dari Stick Ice Cream
Samboja, 22 Januari 2019

1 comment:

  1. Usul dikit, kak ...
    Foto hasil kerajinan tangan anak-anak ikut disertakan di artikel.
    Biar kita yang baca ngga nebaknebak seperti apa hasil prakarya mereka.
    Maaf loh ya banyak permintaan nih wwwkkkk ..

    ReplyDelete

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas