Tuesday, September 1, 2026

Jamuan Tengah Malam




Datanglah padaku saat tengah malam
Agar kujamu dengan luka yang begitu dalam
Hadirlah untukku saat tengah malam
Agar kamu tahu ... air mata yang tertahan saat siang. 

Di sudut ruang yang gelap
Kupeluk luka dan penderitaan. 
Tak terdengar lagi tawa yang kulantunkan beberapa jam belakangan. 
Hanya air mata dan bisikan rasa iba
Menghiasi setiap dinding ruang yang hampa. 

Di atas meja tua yang tak pernah bicara
Kususun rapi jamuan untuk bayanganku sendiri. 
Segelas rasa putus asa dan sepotong hati yang menderita, 
tergeletak indah tanpa pernah tergantikan. 
Seikat kekecewaan dan semangkuk air mata, 
menjadi pelengkap menu jamuanku. 

Berharap seseorang akan tiba
Mengajakku bercerita hingga lupa jika hati sedang luka. 
Lagi-lagi, yang datang adalah bayanganku sendiri. 
Bayangan yang enggan menyentuh menu jamuan tengah malamku. 
Bayangan yang tak pernah mau bicara tentang setiap rasa yang kualami. 
Dia memilih untuk diam. 
Dia menatap menu jamuanku. 

Esok aku harus tertawa bahagia
Lalu menangis saat tengah malam tiba
Lalu tertawa lagi
Lalu menangis lagi
Selamanya... 

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas