Blog ini menceritakan tentang Kehidupan yang aku jalani. Keseharian yang ada dalam hidupku. Tentang cinta, tentang perjuangan dan pengorbanan, tentang rasa sakit dan tentang orang-orang yang ada di dalam kehidupanku. Tentang Desa Kecil dan gadis kecil yang mengabdikan hidupnya untuk masyarakat sekitar.

Saturday, March 9, 2019

Review Novel | Fromance | Luluk Lee


Judul Buku      : Fromance
Penulis             : Luluk Lee
Penerbit           : Heart & Soul Media Aksara
Tahun Terbit    : 2018
Isi                     : vi + 148 hlm ; 19 cm
ISBN                : 978-602-52069-6-2
Harga               : Rp, -

Sinopsis :

Tristan Valiant Rossdale dan Iselda sudah bersahabat sejak mereka masih bayi, tepatnya sejak mereka belum dilahirkan karena kedua orang tua mereka bersahabat.
Tristan dan Iselda sama-sama lahir dan besar di Rochester, sebuah kota di tepi Danau Ontario, New  York State. Usia mereka hanya terpaut dua hari. Persis seperti kisah Tristan and Isolde dari legenda Irlandia yang populer pada abad pertengahan, Tristan dan Iselda seperti tak terpisahkn satu sama lain. Ketika mereka mulai masuk middle school, Tristan tumbuh menjadi cowok kalem yang jago matematika sementara Iselda menjelma menjadi gadis lincah yang mewakili sekolah di berbagai kejuaraan atletik.

Sesuai tradisi keluarga ayahnya, Tristan melanjutkan sekolah di Silvergate Prep, sekolah asrama khusus cowok di Portland, Oregon. Sebelum keberangkatannya ke Portland, Tristan dan Iselda mengubur sebuah kapsul waktu di pekarangan Merryweather Middle School.

Sesuatu berubah menjelang akhir tahun kedua kehidupan Tristan di Portland. Tiba-tiba saja Tristan berhenti membalas e-mail Iselda. Tak ada lagi Tristan dan Iselda yang dulu. Usaha Mom dan Bibi Lizzie menyatukan kembali keduanya tak berjalan mulus.


Hingga di satu malam, Tristan memutuskan menemui Iselda dan memberikan sebuah amplop sebelum ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Saat Tristan koma, Iseld mencoba mencari dan menemukan sebuah fakta mengejutkan. Selama ini Tristan sebenarnya membalas email yang ia kirimkan, hanya saja masih terus ia simpan di dalam draft emailnya. Amplop yang ia berikan pada iselda berisi tentang kisah pilunya selama berada di Portland yang membuatnya memutuskan untuk bunuh diri. Kondisi Tristan membuat Iselda merasa bersalah dan terus bersedih. Ia setiap hari mengunjungi dan menjaga Tristan di rumah sakit sampai Tristan bangun dari komanya.

Tristan mengalami PTSD (Post Traumatic Stress Disorders) dan harus menjalani terapi EFT (Emotional Freedom Technique).
Kehadiran Iselda membuat Tristan memiliki kekuatan untuk bangkit dan meneruskan menjalani hidupnya. Sampai mereka menyadari kalau mereka benar-benar jatuh cinta dan selalu gelisah ketika mereka berjauhan.
Namun, mereka tidak ingin buru-buru menjalin hubungan cinta karena tak ingin sama-sama kehilangan untuk something stupid called puppy-love.

Kelebihan Buku :

Ceritanya sangat menarik. Alurnya sederhana tapi asyik. Sejak pertama membuka lembar buku ini, tidak mau berhenti untuk membaca lembar berikutnya.

Kekurangan Buku :

Tulisan atau font yang digunakan terlalu kecil, namun karena ceritanya menarik, ukuran font tidak terlalu menjadi kendala.


Ditulis untuk Komunitas Kacaku
Lokasi: Balikpapan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas