Tuesday, May 21, 2024

Pelatihan Fardu Kifayah Desa Beringin Agung Tahun 2024




Fardu Kifayah, kata yang sederhana tapi syarat akan makna. Fardu Kifayah merupakan sebuah kewajiban bagi umat muslim. 
Fardu Kifayah merupakan suatu kewajiban keagamaan yang jika sudah dilaksanakan oleh sebagian orang, maka sebagian yang lain sudah terbebas dari dosa, tetapi kalau tidak ada satu pun yang melaksanakannya, maka semua berdosa. Contohnya ialah shalat jenazah.

Sebagai umat muslim yang akan menghadapi kepastian akan kematian, sudah seharusnya memiliki ilmu tentang tata cara memandikan jenazah. Sebab, orang yang wajib memandikan jenazah adalah pasangan sah dan mahramnya. 

Jika seorang suami meninggal, maka ya v seharusnya memandikan jenazahnya ialah sang istri dan saudara mahramnya. Jika yang meninggal adalah anak laki-laki, maka perempuan diperbolehkan untuk memandikan jenazahnya.

Begitu juga sebaliknya. Jika yang meninggal adalah seorang istri, maka yang berhak untuk memandikannya adalah suami atau saudara perempuannya jika masih ada. 

Fardu Kifayah (memandikan dan mensholatkan jenazah) menjadi salah satu ilmu penting yang harus dimiliki oleh setiap keluarga. Oleh karenanya, Pemerintah Desa Beringin Agung menyelenggarakan program "Pelatihan Fardu Kifayah" gratis bagi masyarakat Desa Beringin Agung. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah desa untuk mempersiapkan masyarakatnya dalam menghadapi kematian. Sebab, kematian adalah hal yang pasti bagi seluruh manusia dan tidak bisa dipastikan kapan waktunya.
Harapannya, dengan adanya pelatihan ini, masyarakat desa Beringin Agung memiliki kesiapan untuk memandikan jenazah keluarganya. Sehingga, ketika ada keluarga yang meninggal dunia, tidak kesulitan untuk mengurus jenazahnya.

Pelatihan ini akan berlangsung selama dua hari (20-21 Mei 2024). Hari pertama merupakan pelatihan bagi laki-laki dan hari kedua merupakan pelatihan bagi perempuan. Pelatihan ini dipandu langsung oleh K.H. Rosyidi. 
Selain warga, lembaga desa (pengurus RT, LPM, BPD, dan Staff Desa) juga ikut serta dalam pelatihan ini. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kekurangan tenaga Fardu Kifayah ketika tiba-tiba ada warga yang meninggal dunia. Lembaga Desa yang berperan sebagai pelayan masyarakat, bisa membantu mengurus jenazah.

Harapannya, warga desa Beringin Agung bisa menerapkan hasil pelatihan ini di kehidupan sehari-hari dan menjadi umat manusia yang bermanfaat untuk manusia lain.

Rasulullah SAW bersabda : “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami' no: 3289). Menjadi pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang Muslim.

Monday, May 20, 2024

Persahabatan Perempuan Indonesia dan Pria Amerika

 


Perempuan Indonesia lahir dengan sifat yang sangat ramah. Laki-laki Amerika cenderung pasif dan berteman dengan wanita hanya untuk hubungan spesial ( seperti romansa). Persahabatan lintas budaya antara perempuan Indonesia dan Laki-laki Amerika bisa mengalami masalah apabila tidak ada kecocokan, misalnya ketika perempuan Indonesia tidak ingin menjalin hubungan yang lebih spesial, maka laki-laki Amerika akan mengakhiri hubungan pertemanan tersebut. Karena laki-laki Amerika lebih suka menjalin hubungan yang percintaan yang romantis dengan perempuan. Mereka tidak ingin berteman biasa-biasa saja. Untuk menghindari masalah itu terjadi, perempuan Indonesia harus bisa memberikan pengertian pada laki-laki Amerika jika budaya pertemanan di Indonesia dan Amerika berbeda. Perempuan Indonesia bisa tetap berteman dengan laki-laki tanpa ada hubungan percintaan yang khusus.

 

Indonesian women are born with a very friendly nature. American men tend to be passive and associate with women only for special relationships (such as romance). Cross-cultural friendship between Indonesian women and American men can run into problems if there is no compatibility, for example when Indonesian women don't want to have a more special relationship, then American men will end the friendship. Because American men prefer to have romantic relationships with women. They don't want to be casual friends. To avoid this problem from happening, Indonesian women must be able to provide an understanding to American men if the culture of friendship in Indonesia and America is different. Indonesian women can remain friends with men without having a special romantic relationship.


My Chilhood Experience

 


 

“My Childhood Experience”

 

Hi ...! I will introduce my self. My name is Rin.

 Today, I want to tell you about my childhood experience in a isolated village on the island of Borneo.

 Well, I was born in a village far from downtown. Makes me have to feel survive living in the jungle. Every day, I just eat-feed from the plants around the house. Never bought any food because there was no market in the forest. Even cooking oil, we produced from preparing the coconut.

Every day, my parents going to farm in a field. Every day I go to the fields to fish. I used to love fishing when I was a kid. Because, just by fishing I can eat fish every day. The most fun thing about fishing is when I get a lot of big fish. Then, I burned it in a fireplace of my own by the river. Just packed with salt, I can enjoy the fresh fish I've lured myself. I became more and more enjoyed.

 Normally, I enjoy moment a fresh grilled fish while relaxing under a tree. Sometimes I also made a small house on top of a tall tree so that I could spend the day without fear of wild animals such as wild pigs, bears, or big snakes.

 That was a very pleasant childhood experience. I've always longed for a primitive life experience that no modern person would ever experience today. For me, it was a rewarding experience because not everyone could experience like it.

 

Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas