Thursday, July 14, 2022

Alhamdulillah ...! Nurul Jadid Jadi Juara 3 Hadrah Putri

 




Alhamdulillah, setelah berlelah-lelah selama berbulan-bulan, akhirnya terbayarkan juga ketika Hadrah Nurul Jadid berhasil menjadi juara 3 untuk lomba hadrah dalam acara MTQ ke-43 Desa Bukit Raya.


Nurul Jadid adalah group hadrah yang didirikan oleh LPTQ Desa  Beringin Agung pada tahun 2015.

Group hadrah dan rebana ini sudah sering mengisi acara-acara pengajian, pernikahan atau khitanan. 

Group hadrah Nurul Jadid juga selalu ikut meramaikan perhelatan MTQ setiap tahunnya.


Semoga, dengan menjadi juara tahun ini membuat anggota semakin bersemangat untuk berkarya dan mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi.








Thursday, July 7, 2022

Bab 13 - Pembalasan dari Roro Ayu

 






“Tante, kasih aku kesempatan buat tinggal di sini! Aku belum dapet tempat tinggal baru, Tante,” pinta Arlita sambil menatap wajah Nia dan Roro Ayu yang ikut di belakangnya.

“Gimana mau dapet kalau kamu nggak nyari?” tanya Ayu sambil menatap wajah Arlita.

Arlita langsung menatap tajam ke arah Ayu. Benih kebencian di dalam hatinya tiba-tiba muncul ketika Ayu merenggut semua yang seharusnya menjadi miliknya.

“Arlita, keluarga kami menolongmu, bukan berarti kamu harus terus menikmati kekayaan kami seperti ini terus. Sudah saatnya kamu mandiri. Nanda bukan lagi pacarmu dan semua harta yang dia miliki, sudah sah jadi milik Roro Ayu.”

“Tante, aku yang pacarnya Nanda dan kami saling mencintai. Kalau bukan karena Roro yang gatel, dia nggak akan menikahi Roro. Roro yang udah ngerebut Nanda dari aku, Tante. Selama ini hubungan kita baik dan Tante sayang sama Lita ‘kan?” Arlita menatap wajah Nia dengan mata berkaca-kaca.

Nia terdiam sambil melirik Roro yang berdiri di sisi belakangnya, ia tidak berani berkutik saat menantunya itu memintanya mengambil semua fasilitas yang diberikan Nanda untuk Arlita. Sebagai istri sah, Ayu memang berhak untuk mengambil semua itu. Terlebih, Nanda dan Arlita memang tidak memiliki ikatan pernikahan. Ia tidak mungkin mendukung Arlita yang hanya bisa menggerogoti dan menikmati fasilitas dari Nanda saja.

“Ay, kenapa kamu tega banget kayak gini sama aku?” tanya Arlita sambil menatap wajah Ayu dengan berlinang air mata. “Aku mau tinggal di mana kalau aku keluar dari sini?”

“Kamu juga biasanya tinggal di kos-kosan saat kamu belum pacaran sama Nanda. Sudah dienakin sama suamiku, ketagihan?” tanya Ayu.

“Harusnya aku yang jadi pemilik ini semua, Ay! Bukan kamu!”

“Kenyataannya, aku yang udah miliki semuanya! Karena kesalahan pacar kamu itu ... semua harta keluarga Perdanakusuma jadi taruhannya. Kamu berharap kalau aku dan Nanda bisa bercerai ‘kan? Aku juga seneng kalau bisa bercerai sama Nanda. Karena aku bisa dapetin semua harta keluarganya,” sahut Ayu sambil tersenyum manis.

“Kamu jahat, Ay!” ucap Arlita sambil menghapus air matanya.

“Yang jahat itu pacar kamu. Pacar kamu yang udah paksa aku buat melayani dia sampai aku hamil. Dia yang udah menghancurkan semua impianku. Semua harta yang dimiliki keluarga Oom Andre, nggak akan bisa membayar harga diri keluarga besarku!” sahut Ayu sambil menatap Arlita penuh keberanian.

“Ay, kamu cuma hamil dan Nanda sudah bertanggung jawab. Kenapa kamu masih jahat sama keluarganya Nanda? Tega banget mau bikin mereka miskin cuma karena hamil di luar nikah doang. Nggak mungkin kamu nggak menikmatinya saat Nanda nidurin kamu?” sahut Arlita.

PLAK!

Telapak tangan Ayu langsung mendarat di pipi Arlita. “Aku bukan kamu dan kamu tidak akan bisa menginjak harga diriku, Lit!”

Mulut Arlita ternganga lebar sambil memegangi pipinya yang memanas. “Kamu itu di luar sok malaikat, tapi dalamnya busuk dan jahat. Nanda harus tahu kalau dia sudah menikahi perempuan yang salah. Tante Nia, bukan aku yang morotin harta Nanda, tapi perempuan ini!”

Ayu menghela napas sambil memutar bola matanya. “Kamu masih cari pembelaan, Lit? Nevermind. Aku malah berharap kalau Nanda pilih kamu dan segera menceraikan aku. Dengan begitu, aku bisa dapetin perusahaan dan semua aset kekayaan keluarganya. Kamu nganggur, loh. Kalau Nanda jadi pengangguran juga, kamu masih mau sama dia?” tanya Ayu sambil tersenyum manis.

“Kamu ...!?” Arlita mendelik ke arah Ayu. Ia berusaha menyerang Ayu, namun dua orang bodyguard yang ada di belakangnya, langsung melindungi Ayu dari serangannya. “Awas kamu, Ay! Aku nggak akan biarin kamu hidup bahagia sama Nanda!”

Ayu hanya mengedikkan bahu sambil menatap santai ke arah Arlita.

“Arlita, kamu harus tahu sedang berhadapan dengan siapa. Roro Ayu ini bukan wanita sembarangan, masih cucu Keraton Solo. Anak tante memang sudah melakukan kesalahan karena berani merenggut kesucian puteri mereka dengan paksa. Keluarga kami harus menerima hukum adat yang sudah diputuskan oleh mereka. Harta keluarga kami menjadi taruhannya. Jadi, mengertilah keadaan kami! Kalau kamu sayang sama Nanda, tinggalkan dia!” pinta Nia sambil menatap wajah Arlita.

“Ayu, kamu masih cinta sama Sonny ‘kan? Kenapa malah mengikat Nanda seperti ini? Dengan bercerai dengan Nanda saja, kamu sudah bisa kembali ke cowok yang kamu cintai. Kenapa harus ngambil semua harta Nanda?” tanya Arlita. “Kamu jahat, Ay!”

“Aku sudah bilang kalau semua harta yang dimiliki Nanda, tidak cukup untuk membayar harga diriku, Lit. Aku bukan perempuan miskin yang bergantung hidup sama laki-laki. Tanggung jawab Nanda, bukan sekedar menikahiku saja. Ada banyak banyak tanggung jawab yang harus dia lakukan untukku. Memberiku nafkah lahir dan batin. Dan kamu tahu ... nafkah batin yang seharusnya dia berikan untukku adalah meninggalkan kamu dan wanita-wanita simpanannya yang lain,” sahut Ayu tak mau kalah.

Arlita terdiam menatap wajah Ayu. Ia memang tidak pernah mempermasalahkan ada berapa banyak wanita yang ada di sisi Nanda. Asalkan semua kebutuhannya terpenuhi, ia akan menerima dan melayani pria itu dengan baik. Bahkan, ia bisa dengan senang hati memberikan wanita lain untuk Nanda saat ia sedang tidak bisa melayani pria itu karena datang bulan.

“Aku nggak mau ada wanita lain yang menggunakan fasilitas dari suamiku. Mau dia kasih apa pun ke kamu, kamu bisa nolak ‘kan? Kamu cantik dan seksi. Bisa cari pria lain yang kaya raya dan bisa menghidupimu ‘kan? Tapi bukan Nanda. Kalau kamu masih tidak mau melepaskan Nanda, aku akan buat kalian semua jadi gembel di kota ini!” tegas Ayu sambil berbalik dan melangkah pergi.

“Ayu, kamu ini bener-bener jahat, ya!?” seru Arlita.

“Karena aku jahat, sebaiknya kamu keluar dari apartemen ini sebelum orang-orangku menyeretmu dengan paksa!” sahut Ayu sambil melangkah keluar dari pintu Apartemen.

Nia menghela napas dan mengikuti langkah Roro Ayu. Ia benar-benar tidak menyangka jika menantunya itu memiliki keberanian untuk menghadapi wanita-wanita yang ada di sisi Nanda dan menyingkirkannya satu per satu. Meski terlihat kasar dan jahat, ia harap Roro bisa mengubah hidup puteranya. Menjadi pria yang bertanggung jawab dan berhenti bermain-main dengan banyak wanita di luar sana.

Roro menghela napas lega saat ia sudah masuk ke dalam mobil bersama Nia. Ia langsung mengambil air mineral dan meminumnya. “Tante, sebenarnya aku nggak tega sama Arlita. Aku kenal dia sejak kami masih SMP. Dia memang nggak kerja dan ... keluarga dia di kampung, keadaannya nggak begitu baik. Sayangnya, dia memilih untuk menjadi wanita simpanan dan cuma morotin duit Nanda doang.”

“Tante juga nggak tahu kalau Arlita kerjaannya seperti itu. Yang tante tahu, dia itu model.”

Ayu menghela napas. “Yah, aku sudah tahu dari awal. Saat itu aku nggak peduli karena aku tahu dari Sonny kalau Nanda juga kelakuannya sama aja sama dia. Mereka sebenarnya cocok sih, Tante. Aku sama Nanda yang nggak cocok. Apa aku sama dia cerai aja, ya? Aku nggak tahan diduain terus meski aku nggak begitu sayang sama dia.”

“Jangan gitu, dong! Kamu jangan ngomong cerai, ya!” pinta Nia lembut.

“Kenapa? Tante takut kehilangan semua harta Tante Nia?”

Nia menggigit bibir bawahnya sambil menatap wajah Ayu. “Harta bisa kami cari lagi, Ay. Tapi ada hal lain yang membuat Tante tidak menginginkan perceraian di antara kalian. Kamu wanita baik yang dikirim Tuhan untuk mengubah hidup putera tante. Tante mohon, beri kesempatan untuk Nanda memperbaiki hidupnya dan bertanggung jawab pada keluarga!” pintanya lembut.

Ayu mengangguk. Ia tidak memiliki alasan untuk menolak lagi. Toh, ia sudah terikat pernikahan dengan Nanda dan ia tidak mungkin bisa membenci pria yang akan menjadi ayah untuk anaknya. Ia melakukannya bukan untuk Nanda, tapi untuk anak yang sedang ia kandung. Ia ingin, saat anak itu terlahir ... dia melihat ayahnya sebagai sosok yang baik dan menjadi panutan untuk masa depan. Bukan sebagai don juan yang memiliki banyak wanita dalam hidupnya.

 

((Bersambung...))

 

Terima kasih sudah jadi sahabat setia bercerita!

Dukung terus karya-karya author biar makin semangat nulisnya!

 

 

Much Love,

@vellanine.tjahjadi

 

 

 

 

Calligrapher Team Desa Beringin Agung Tahun 2022

 




Alhamdulillah, setiap tahunnya aku masih diberi kepercayaan untuk mengirimkan kafilah dari Desa Beringin Agung untuk ikut berpartisipasi dalam lomba MTQ (Mushabaqah Tilawatil Qur'an)


Setiap tahunnya pula, kafilah dari desa selalu berubah-ubah. Terkadang, sulit untuk menemukan bakat-bakat baru yang memiliki jiwa berkompetisi. Ada banyak orang yang cerdas, pandai dan memiliki keterampilan, tapi tidak banyak dari mereka yang memiliki keberanian untuk berkompetisi di dunia luar.

Terlebih, pandemi selama dua tahun ini membuat anak-anak remaja lebih asyik dengan dunia digital dan gadget yang setiap hari di tangan. Mereka lebih banyak berdiam diri di dalam sebuah ruang dan tidak banyak bergerak. Membuat mereka kurang berinteraksi dan bersosialisasi dengan sesamanya dan membuat mereka tidak memiliki kepercayaan diri saat berada di luar ruangan.

Oleh karena itu, Rulika menjadi salah satu tempat ekslusive yang hanya diminati oleh kalangan tertentu. Karena tidak semua anak mau dan berani untuk ikut berkompetisi. Bagiku, mereka tidak perlu memiliki bakat yang tinggi. Asalkan mereka berani untuk maju dalam kompetisi, maka mereka adalah pemenang yang sesungguhnya atas rasa takut dalam diri mereka sendiri.






Aku bahagia karena masih memiliki kesempatan untuk mendampingi mereka dalam proses pengembangan diri. Tidak ada yang instan di dunia ini, kecuali mie instan. Mie instan pun masih harus melalui proses pemasakan untuk bisa dikonsumsi dengan baik dan memiliki cita rasa yang enak.

Begitu juga dengan proses seni kaligrafi ini. Semuanya butuh proses dan anak-anak remaja adalah target yang paling baik sebagai proses untuk pengembangan diri dan belajar.

Karena semua yang ada di sini adalah hasil pembelajaran otodidak. Tidak ada guru khusus yang mengajari anak-anak kaligrafi. Aku sendiri hanya berusaha menyediakan fasilitas semampuku dengan bantuan dari desa untuk pengadaan peralatan kaligrafi. Semua keterbatasan ini, membuat kami tidak bisa berkembang cepat seperti peserta-peserta dari daerah lain. Tapi semua anak-anak tetap bersemangat untuk belajar menjadi lebih baik lagi.

Semoga, tahun-tahun berikutnya semakin banyak anak-anak remaja yang mau bergabung dengan Rulika untuk sama-sama belajar menjadi remaja yang jauh lebih baik untuk masa depan mereka.
Rulika terbuka untuk siapa saja yang mau belajar dan berkarya. 
Aku bukan pembimbing atau guru bagi mereka. Aku hanya seorang pendamping yang akan mendengarkan apa pun yang mereka butuhkan dan aku akan berusaha membantu sesuai dengan kemampuanku. 
Aku hanya manusia biasa, kemampuanku sangat terbatas.
Hebatnya mereka adalah karena mereka sendiri, bukan karena aku.
Jatuhnya mereka adalah kesalahanku yang tidak mampu memberikan dukungan terbaik untuk mereka.
Semoga ke depannya, akan ada orang yang lebih peduli pada pengembangan bakat anak-anak remaja, selain aku.

Terima kasih untuk cerita yang begitu membanggakan ...!
Aku akan perkenalkan anak-anak yang selalu aktif belajar dan berkarya di Rumah Literasi Kreatif.

Salam kenal semuanya ...!














Mohon doa dan dukungannya supaya mereka tetap aktif berkarya!



Much Love,


@rin.muna

Tuesday, July 5, 2022

WARNING !!! Waspada Penipuan Mengatasnamakan PT. Alam Jaya Persada dan Darwin Indigo

 






Karena aku pernah bekerja di PT. Alam Jaya Persada dan menjadi PIC selama 7 tahun di sana, nomer ponselku masih terpampang nyata dan menjadi sasaran banyak orang untuk melakukan konfirmasi terkait kontrak kerja, supply barang dan lain-lain.
Tapi akhir-akhir ini, aku disibukkan dengan banyaknya orang yang mengkonfirmasi bahwa mereka ditawari kerjasama untuk pembelian pulsa karyawan PT. Alam Jaya Persada oleh Bapak Darwin Indigo.
Alhasil, aku udah kayak CS PT. Alam Jaya Persada yang harus menjelaskan panjang lebar bahwa tidak ada tunjangan pulsa untuk karyawan PT. Alam Jaya Persada.
Karena aku udah capek melayani belasan orang yang tertipu, maka dari itu aku tulis semuanya di blog ini supaya orang yang menjadi korban atau target selanjutnya bisa membaca tulisan ini terlebih dahulu. Aku nggak mau setiap hari buang-buang waktu untuk menjelaskan sesuatu yang seharusnya bukan aku yang menjelaskannya. Walau bagaimana pun, aku resign dari PT. Alam Jaya Persada secara baik-baik dan aku tetap ingin menjaga nama baiknya.

Oleh karena itu, buat kalian semua yang punya bisnis jualan pulsa atau punya kenalan yang bisnis pulsa, kalian wajib share tulisan aku ini supaya kalian nggak jadi korban selanjutnya!
Ini semua demi kebaikan bersama supaya tidak ada lagi korban yang tertipu. Karena sudah banyak yang konfirmasi kalau mereka ada yang tertipu sampai puluhan juta.






Aku adalah eks. admin PT. Alam Jaya Persada (Samboja, Kalimantan Timur). Nomor ponselku memang dipakai untuk PIC karena di perkebunan memang tidak ada nomor khusus kantor. Karena bekerja cukup lama, mau tidak mau aku memang harus merelakan nomorku digunakan sebagai nomor PIC yang melayani semua transaksi di perusahaan baik internal maupun eksternal. 
Karena sudah resign 5 tahun lalu, tentunya aku tidak nyaman jika harus diusik untuk urusan perusahaan yang bukan lagi menjadi ranahku atau bagian hidupku. So, aku harap tulisan ini bisa membuat kalian semua tahu bahwa kalian tidak perlu mengkonfirmasi ke nomorku lagi karena jelas-jelas semua itu adalah penipuan.

Sebagai informasi, Bapak Darwin Indigo adalah putera dari Maratua Sitorus dan merupakan orang yang masuk ke dalam daftar rich people di Indonesia. Profile beliau terekspose sejak kasus minyak goreng mahal menjadi polemik di Indonesia. 
Itulah salah satu sebab mengapa profile beliau digunakan untuk penipuan. Saat ini, banyak sekali sindikat penipuan mengatasnamakan orang-orang besar untuk melancarkan aksinya dan mendapatkan kepercayaan dari korban. Kalian semua harus lebih berhati-hati lagi!

Sebagai karyawan yang pernah bekerja di salah satu anak perusahaan milik Pak Darwin dan keluarga, saya mengetahui jika Top Management atau executive yang level direktur ke atas, tidak akan semudah itu dihubungi dan memiliki nomor yang tersebar ke mana-mana. Karena di perusahaan besar sudah ada Humas atau Public Relation yang sudah mengurus semuanya. Mustahil jika orang dengan nama besar itu begitu mudah menghubungi orang luar dengan nomor pribadi. Karena saat aku bekerja di sana, semua transaksi perusahaan dilakukan secara private melalui sistem perusahaan terintegrasi. Tidak semudah itu bisa mendapatkan nomor ponsel Pak Darwin Indigo.

Pak Darwin Indigo juga tidak pernah menangani PT. Alam Jaya Persada secara langsung karena PT. AJP adalah anak perusahaan kecil di bawah naungan Group Perusahaan besar yang ia miliki. Semua urusan perusahaan sudah ditangani oleh belasan direktur yang ada di bawahnya. Yang menjadi penanggung jawab di site hanya sampai ke level manager saja. Orang besar seperti beliau tidak akan mengurus langsung perusahaan kecil selevel PT. Alam Jaya Persada.








Jadi, saya mohon dengan sangat kepada kalian semua untuk tidak menghubungi nomor kontak saya lagi. Saya harap, ini cukup untuk menjadi sebuah penjelasan bahwa orang yang meminta kerjasama untuk pengisian pulsa karyawan bukanlah Bapak Darwin Indigo dan tidak ada hubungannya dengan PT. Alam Jaya Persada. Sebab, tunjangan pulsa hanya diberikan pada level asisten manager ke atas dan diberikan secara langsung kepada staff atau melalui proses reimbursment.

Demikian penjelasan singkat dari saya. Semoga tulisan ini bermanfaat dan meminimalisir korban penipuan yang telah terjadi.

Jika kalian peduli dengan keluarga dan teman-teman sekitar, kalian bisa bagikan postingan ini supaya mereka semua lebih waspada dan tidak mudah percaya dengan oknum yang mengatasnamakan Pak Darwin Indigo.




Salam santun,


@rin.muna

Sunday, June 19, 2022

Sajadah Usang dan Hebatnya Kekuatan Sedekah

 



 

Saking miskinnya, aku punya sajadah nggak pernah ganti. Bahkan sudah sobek di sisi-sisinya pun masih aku pakai.

Yah, mau gimana lagi. Mau beli sajadah baru, tapi kalah sama kebutuhan hidup. Lagipula, ini sajadah masih bisa terpakai dan sangat layak meski aku memilikinya sejak aku duduk di bangku SMP.

 

Sajadah kecil ini punya sejarah besar dalam hidupku. Menemani setiap hari-hariku sejak masih remaja hingga kini. Bisa dikatakan, barang ini adalah barang yang tidak hilang dan rusak selama belasan tahun.

Sejadah ini bukan aku beli dengan uangku sendiri. Aku mendapatkannya sekitar tahun 2007 dari seorang donatur saat aku tinggal di panti asuhan. Tidak tahu siapa donatur yang sudah memberikan sajadah hari itu, siapa pun dia, amalannya tentu akan terus mengalir hingga kini.

 

Kenapa? Karena sajadah pemberian donatur ini masih aku pakai sampai sekarang. Dari aku SMP, sampai aku sudah punya dua anak, aku masih menggunakannya setiap hari. Tentunya, amalanku itu juga akan mengalir kepadanya setiap aku beribadah.

Sehebat itu kekuatan sedekah, meski nilainya tidak seberapa, manfaatnya bertahan begitu lama dan menjadi amalan jariyah.

 

Hal kecil ini mengajarkan aku tentang sedekah. Sedekah tidak harus berbentuk uang. Sedekah juga bisa berbentuk barang seperti sajadah ini. Bahkan, bisa bermanfaat hingga bertahun-tahun.

 

Sampai saat ini, aku belum memiliki keinginan untuk mengganti sajadahku. Selain nggak punya uang, sejadah ini juga masih bagus dan aku sayang banget sama barang ini. Buatku, dia punya nilai yang sangat tinggi karena sudah menjadi kawan suka-duka selama bertahun-tahun. Menjadi tempatku bersujud saat aku sedang berada di titik terendah dalam hidupku. Terkadang bisa menjadi selimut yang menghangatkan saat malamku begitu sepi dan kedinginan.

 

Kalau kamu gimana? Punya barang sederhana yang pernah kamu sedekahkan ke orang lain dan orang itu masih menggunakannya sampai sekarang?

 

 

 

 


Saturday, June 18, 2022

Bab 12 - Tak Bisa Berkutik

 

 




Nanda mondar-mandir di ruang tamu rumahnya puluhan kali sambil menunggu Roro Ayu pulang ke rumahnya. Ia tidak tahu apa yang dilakukan oleh istrinya di luar sana hingga membuat kedua orang tuanya murka. Ia sangat kesal karena merasa dipermainkan oleh wanita yang terlihat tenang, lembut dan penurut itu. Yang lebih parahnya lagi, ia tidak mengetahui sama sekali perihal perjanjian antara keluarga Perdanakusuma dan keluarga bangsawan Keraton Surakarta yang jelas-jelas merugikan salah satu pihak.

“Ay, kamu ini ngapain aja sih? Sudah jam sembilan malam, kenapa belum pulang juga? Ngapain aja sama Sonny?” gerutu Nanda sambil menggaruk kepalanya dengan gelisah.

Perasaan Nanda semakin tak karuan saat sebuah mobil berhenti di depan pagar rumahnya. Ia buru-buru berlari keluar dari rumah dan melihat Ayu keluar dari dalam mobil tersebut.

“Thank’s ya udah antarin aku!” ucap Ayu sambil menatap Sonny yang duduk di balik kemudi.

Sonny mengangguk sambil tersenyum ke arah Ayu yang menatapnya dari luar kaca mobil yang ia buka. “Salam untuk Nanda, ya!”

Ayu mengangguk. “Mau masuk dulu?”

Sonny menggeleng. “Lebih baik aku nggak pernah ketemu dia. Takut nggak bisa nahan emosi,” ucapnya sambil tertawa kecil.

Ayu tersenyum kecut menatap wajah Sonny. Pria yang selalu ia nantikan dan rindukan selama beberapa tahun belakangan ini. Semua impiannya kandas dalam semalam hanya karena ulah pria yang — sialnya, malah menjadi suaminya.

“Nggak usah sedih! Nanda pasti bisa bahagiain kamu. Aku pulang dulu, ya! Next time ... kalau aku pulang ke Surabaya, kamu masih mau ketemu sama aku ‘kan? Sebagai teman.”

Ayu mengangguk sambil tersenyum manis.

Sonny balas tersenyum. Ia segera menutup kaca mobilnya saat melihat Nanda berlari ke arahnya dan bergegas pergi meninggalkan Ayu yang masih berdiri di depan pagar rumahnya hingga mobil Sonny benar-benar menghilang dari pandangannya.

Ayu menghela napas kecil. Ia membalikkan tubuhnya tak bersemangat. Melangkah perlahan dengan berat hati untuk masuk ke dalam rumah yang lebih cocok disebut neraka dunia dalam kehidupannya.

“Ngapain aja sama Sonny sampai jam segini?” tanya Nanda sambil menatap serius ke arah Ayu.

“Ngobrol,” jawab Ayu santai sambil melangkah masuk ke dalam rumahnya.

“Ngobrolin apa dari waktu makan siang sampai jam setengah sepuluh malam?” tanya Nanda.

“Ngobrolin banyak hal tentang masa lalu dan masa depan,” jawab Ayu. Ia langsung melangkah melewati tubuh Nanda begitu saja.

“Mampir hotel dulu sama dia?” tanya Nanda sambil menatap punggung Ayu yang hampir mencapai pintu rumahnya.

Ayu langsung menghentikan langkahnya sejenak. Ia benar-benar kesal dengan pertanyaan Nanda yang seolah-olah sedang menuduhnya melakukan hal-hal yang tidak senonoh. Ia ingin marah, tapi hatinya terlalu lelah untuk berdebat dengan suaminya itu. Ia memilih untuk melangkahkan kakinya kembali masuk ke dalam rumah.

“Yu ... Ayu!” seru Nanda sambil mengejar langkah kaki Ayu. “Jawab pertanyaanku, Yu!”

“Nggak penting,” sahut Ayu lirih.

Nanda langsung menyambar pergelangan tangan Ayu dan menarik tubuh wanita itu hingga merapat ke tubuhnya.

“Apa sih, Nan? Mau kamu apa?” tanya Ayu sambil menatap serius ke wajah Nanda.

“Kamu ngapain aja sama Sonny sampai pulang semalam ini?” tanya Nanda.

“Menurutmu?” tanya Ayu balik sambil menatap wajah Nanda penuh keberanian.

Nanda terdiam saat bayangan wajahnya masuk ke dalam manik mata Ayu. Perasaannya tak karuan saat sorot mata itu menyiratkan sebuah kepiluan. “Shit!” umpatnya dalam hati karena semua emosinya tiba-tiba luruh di hadapan wanita itu.

“Nan, apa karena kamu begitu sama Arlita ... kamu anggap aku juga seperti itu?” tanya Ayu dengan mata berkaca-kaca.

Nanda  terdiam mendengar pertanyaan Ayu.

“Aku capek berdebat terus sama kamu, Nan. Kalau kamu mau tahu aku ngapain aja sama Sonny, kamu bisa telepon dia dan tanya langsung ke dia. Masih punya nomernya ‘kan?” tanya Ayu sambil menatap tajam ke arah Nanda.

Nanda terdiam. Sejak kasus kehamilan Ayu terkuak, ia tidak memiliki keberanian untuk menghadapi sahabatnya itu.  Merenggut tunangan sahabatnya dengan cara biadab adalah hal yang tidak pernah terpikirkan olehnya. Dan yang lebih parahnya lagi, ia tidak memiliki keberanian untuk meminta maaf secara personal kepada Sonny.

Ayu menghela napas pelan. Ia melepaskan genggaman tangan Nanda perlahan dan melangkah perlahan menuju ke kamarnya.

Nanda menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia mondar-mandir di sana dengan perasaan tak karuan. Hidupnya yang terbiasa santai dan sesukanya, berubah hanya dalam sekejap sejak ia melakukan kesalahan besar dalam hidupnya. Ia bahkan tidak memiliki keberanian untuk menemui Sonny. Ia benar-benar tidak punya muka dan tidak tahu harus mengawali dengan kata apa jika berhadapan dengan Sonny.

Drrt ... drrt ... drrt ...!

Nanda merogoh ponsel dan menatap nama Arlita yang masuk ke sana. Tanpa pikir panjang, ia langsung mematikan panggilan telepon dari wanita itu.

Nanda menghela napas. Ia berlari-lari kecil untuk meredakan emosinya sebelum ia masuk ke dalam kamar untuk menemui Ayu.

“Yu ...!” panggil Nanda lembut sambil menghampiri Ayu yang baru saja keluar dari kamar mandi dan sedang mengeringkan rambutnya.

“Hmm.” Ayu menyahut sambil menyambungkan kabel haid dryer ke stopkontak.

Nanda langsung mengambil alih hair dryer itu dan membantu Ayu mengeringkan rambutnya.

Ayu langsung memperhatikan wajah Nanda dari balik cermin yang ada di hadapannya. Sudah hampir tiga bulan mereka tinggal di satu rumah dan baru pertama kalinya Nanda membantunya mengeringkan rambut.

“Yu, aku boleh tanya sesuatu?” tanya Nanda sambil memperhatikan rambut Ayu yang terasa sangat lembut dengan aroma buah yang segar.

“He-em,” sahut Ayu sambil mengangguk kecil.

“Ada perjanjian apa antara keluargaku dan keluarga keratonmu?” tanya Nanda sambil melirik Ayu dari balik cermin.

Ayu menelan saliva begitu mendengar pertanyaan Nanda. Ia pikir, pria ini tidak akan pernah peduli dengan apa pun di dunia ini. Ia terlalu takut untuk menghadapi kenyataan pahit di masa depan sehingga ia memilih untuk menuruti keinginan kedua orang tuanya.

“Yu, are you hear me?” tanya Nanda lirih karena Ayu masih saja bergeming di tempatnya.

Ayu mengangguk.

“Jawabannya?” tanya Nanda sambil menatap wajah Ayu penuh harap.

“I don’t know,” jawab Ayu sambil mengedikkan bahunya.

“Mama Nia bilang, keluarga menuntut banyak hal agar kalian tidak memenjarakanku. Apa semua saham dan harta keluarga kami yang sedang kalian incar?” tanya Nanda sambil menatap serius ke arah Ayu.

Ayu menggeleng lagi. “Aku nggak tahu soal detail tuntutannya. Aku hanya minta satu syarat dari Bunda Rindu supaya aku mau menikah denganmu.”

“Apa syaratnya?”

“Kalau kita bercerai, semua harta kekayaan keluargamu akan menjadi milikku,” jawab Ayu sambil tersenyum.

“Aku nggak nyangka kalau kamu sejahat ini, Ay,” sahut Nanda sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Ayu tersenyum miring. “Sekuat apa pun aku berusaha menjadi baik, kamu akan tetap melihatku sebagai orang jahat. Aku bukan orang yang harus terlihat baik di depan semua orang, Nan. Kalau kamu nggak suka punya istri kayak aku, kita cerai aja dan aku bisa mendapatkan harta keluarga kamu secepatnya.”

“Kamu ...!?” Nanda gelagapan mendengar ucapan Ayu. “Kenapa kamu setega ini sama aku, Yu?”

“Harusnya pertanyaan itu aku yang melontarkannya untuk kamu, Nan.”

Nanda menghela napas. “Tell me, apa yang harus aku lakukan untuk kamu?”

“Tinggalkan Arlita,” jawab Ayu singkat.

“Yu, kita sama-sama mencintai ...”

“I know, Nan. But, we are marriage. Kita ini bukan pacaran. Buat apa rumah tangga ini kalau kamu masih tidak mau melepaskan Arlita? Ada berapa lagi wanita yang kamu pelihara di luar sana?”

“Kamu sendiri, udah putus sama Sonny?”

“Kamu yang sudah bikin kami putus,” jawab Ayu. Ia tetap saja masih tidak bisa memaafkan perbuatan Nanda yang telah membuat semua impiannya dengan Sonny terenggut begitu saja.

Nanda terdiam mendengar jawaban Ayu. Ia benar-benar tidak berdaya jika Ayu telah membuatnya terikat seperti ini. Entah bagaimana cara Ayu melakukannya. Membuat papanya menandatangani perjanjian gila seperti itu, pastilah bukan hal kecil yang dilakukan oleh wanita yang terlihat begitu tenang ini. Apa yang dilakukan Ayu di belakangnya, membuatnya benar-benar tidak bisa berkutik.



((Bersambung...))

 

Jangan lupa sapa di kolom komentar biar author makin semangat nulisnya!

 

 

 

 

 

 

 

 


Manasik Haji 2022 Kecamatan Samboja Diwarnai Hujan Deras

 






Samboja, 04 Juni 2022

Tahun ini adalah tahun pertama penyelenggaraan Manasik Haji setelah 2 tahun terhenti karena pandemi Covid-19. 
Aku merasa sangat bersyukur karena anakku mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan manasik haji ini.
Anak-anak terlihat antusias untuk mengikuti kegiatan ini dan para orang tua juga ikut bersemangat melihat anak-anak mereka berada di kegiatan ini.
Sayangnya, Manasik Haji yang dilakukan untuk pertama kalinya setelah pandemi, justru diwarnai hujan deras saat proses penyelenggaraan baru saja dimulai.
Karena Livia berada di kloter ketiga dan sudah terlanjur hujan, akhirnya anak-anak harus melaksanakan proses manasik haji dalam keadaan diguyur hujan dan membuat mereka basah kuyup.
Meski begitu, tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk mengikuti kegiatan ini hingga selesai. Semua anak tetap antusias mengikutinya dan tetap terlihat ceria. Wajah-wajah mereka tetap saja menikmati derasnya hujan karena fitrah mereka sebagai anak-anak memang senang bermain hujan-hujanan.






Demikian cerita kecil dari pengalaman saya bersama anak. Salam kenal dari Ananda Livia. Mohon doanya semoga dia bisa menjadi anak yang sholehah dan berguna bagi keluarga, agama dan bangsa.



Much Love,

@rin.muna




My Whises

 



Setiap manusia memiliki harapan dan mimpi yang ingin menjadi kenyataan. Begitu juga denganku. Aku ingin sekali semua harapan-harapanku bisa menjadi sebuah kenyataan.

Jika ditanya harapanku apa, jawabannya sangat banyak. Tapi kali ini aku ingin bercerita tentang dua harapan besar yang ingin sekali menjadi sebuah kenyataan. Harapan yang pertama, aku ingin sekali menjadi penulis novel yang terkenal, bukuku dibaca oleh banyak orang di dunia. Yang kedua, aku ingin sekali menginjakkan kaki ke kota Mekkah dan kota-kota lain di seluruh dunia untuk belajar banyak hal. Menjadi penulis yang mendunia dan berkeliling dunia adalah harapan terbesarku.

Dua harapan ini terdengar sangat konyol dan tidak mungkin. Tapi aku akan tetap berusaha untuk mengejar dan mewujudkan mimpi-mimpi itu hingga menjadi sebuah kenyataan. Andai harapan-harapan itu tidak menjadi nyata, aku sudah menghidupkannya di dalam dunia mimpi dan pikiranku. Membayangkannya saja aku sudah merasa sangat bahagia, apalagi impian itu bisa terwujud.

Jika harapan-harapanku itu terwujud. Aku ingin bercerita pada anak-anakku dan seluruh dunia bahwa tidak ada hal yang tidak mungkin jika kita mau berusaha keras untuk mewujudkannya.




____________________________________________________________________



Every human being has whises  and dreams that want to be come true. So am I. I wish all my whises could come true.

When asked what I hope for, the answer is very much. But this time I want to tell you about two big hopes that really want to be come true. The first hope, I really want to be a famous novelist, my book is reading in the world of many people. Second, I really want to going to the city of Mecca and other cities around the world to learn many things. Becoming a worldwide writer and traveling in the world is my greatest whises.

These two whises hear ridiculous and impossible. But I will keep trying to pursue and make my dreams come true. If my whises never come true, I have brought them to life in the world of my dreams and my mind. Just imagining it makes me feel very happy, moreover that dream could be  true.

If my wishes come true. I want to tell with my children and the whole world that nothing is impossible if we work hard to make it happen.





Saturday, May 28, 2022

Opening Celebration by Rogo Wijoyo Agung | Ultah ke-37 Desa Beringin Agung

Opening Celebration  Beringin Agung Village 37th Birthday


 


28 Mei 2022


Rogo  Wijoyo Agung adalah salah satu paguyuban seni dari tiga paguyuban seni kuda lumping di Desa Beringin Agung.

Paguyuban seni ini berdiri sejak tahun 2019 dan berhasil memberikan kontribusi di masyarakat dalam hal pengembangan seni dan budaya daerah. 

Paguyuban seni Rogo Wijoyo Agung dipimpin oleh Bapak Sudiono. Beliau dan rekan-rekannya sangat peduli terhadap perkembangan seni dan budaya daerah. Sehingga, membawa kesenian dari Pulau Jawa untuk dilestarikan di Pulau Kalimantan.



Dalam acara perayaan ulang tahun desa tahun ini, Rogo Wijoyo Agung tidak hanya menampilkan Tari Pegon  dan Tari Barong yang menjadi ciri khas tarian Jawa Timur. Tapi juga menampilkan atraksi-atraksi lain yang menghibur masyarakat.


Rogo Wijoyo Agung menjadi tarian tradisional pembuka untuk acara ulang tahun Desa Beringin Agung yang akan dilaksanakan selama 3 hari 3 malam (28-30 Mei 2022)


Pelaksanaan tari-tarian tradisional selama 3 hari 3 malam ini adalah salah satu bentuk apresiasi pemerintah desa kepada 3 paguyuban seni kuda lumping asal Desa Beringin Agung yang telah memberikan kontribusi dalam masyarakat.



Paguyuban seni kuda lumping yang ada di Desa Beringin Agung semuanya adalah paguyuban yang didirikan atas asas gotong-royong dan rasa kepedulian terhadap masyarakat. Sebab, tidak semua daerah memiliki hubungan sosial antar-masyarakat yang baik yang bisa menghasilkan sebuah komunitas/kelompok/paguyuban yang aktif menjadi pegiat kesenian daerah dan menunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.


Semoga, kerukunan warga Desa Beringin Agung terus terjaga. Selalu menghasilkan prestasi dan menjaga nama baik Desa Beringin Agung secara lokal, nasional dan internasional.



Sampai di sini dulu tulisan kecil dari saya.

Jangan lupa main ke Desa Beringin Agung and finded much love from the peoples in here ...‼️



Much Love,


Rin Muna


Friday, May 6, 2022

My Favorite Place [E-Learning; Writing Task. Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan]

 

MY FAVORITE PLACE

www.rinmuna.com


I have a favorite place to hang out. It’s a popular place in the city. It’s a KFC (Kentucky Fried Chicken) and my favorite place is a KFC Coffee in Jl. Gajah Mada, Balikpapan City. It’s a great place for lunch, drink coffee, write a story, discussion and celebrate of birthday.

In a fasade, there are four tables for smooking area. In this area, smokers can relax with the cigarettes without disturbing other custumers.

This place, full of glasses in the right and in front of. The main door is a glass door. In the next door, many table for customer, chair and sofa. In the right is a playground for children. My daugther’s really like playing here. After lounge, there are a counter. I can order some food and beverages in the counter. In the left, there are toilet and wastafel. In the left, there is a stairway to the rooftop. It’s a great room. We relax in here while looking at the bustling city streets. There is a space that can be booked for birthday celebrate and the like.

It’s a great place! Relax and free wifi. I can spend my whole day in this place.


Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas