3F - Fict Feat Fact

Thursday, May 2, 2019

Mamuja Kebanjiran Orderan Menjelang Bulan Ramadhan


Hai,,, hari ini aku dan para Mama Muda Samboja (Mamuja) yang merupakan bagian dari taman baca berkumpul di ruang taman baca seperti biasanya. Hmm... tidak seperti biasanya juga karena biasanya kami melakukan hoby kami berkreatifitas atau saling berbagi. Namun, kali ini kami tidak berbagi, melainkan bekerja sama membuat pesanan angpao yang sudah dipesan. Dalam waktu seminggu, kami mendapatkan orderan angpao sekitar 50 lusin. Awal yang baik tentunya untuk sebuah komunitas yang baru berdiri.

Saya berharap, kegiatan ibu-ibu kreatif ini dapat terus berjalan dan mampu menjadi salah satu faktor yang menunjang perekonomian keluarga.

Para Mama Muda kini bisa aktif ikut serta berkreatifitas di taman baca. Kami juga membaca pasar yang kebetulan akan lebaran. Jadi, banyak orang yang akan mencari angpao lucu-lucu untuk dipersembahkan ke anak-anak yang berkunjung ke rumah untuk bersilaturahmi.

Dalam pembuatan produk angpao karakter dan tali kur ini, tentunya ada kendala dan permasalahan yang kami hadapi. Salah satunya adalah sulitnya mandapatkan bahan mentah, akses jalan menuju kota lumayan jauh. Harganya juga berbeda dengan harga yang dari Pulau Jawa.

Oleh karenanya, untuk mendapatkan bahan baku yang terjangkau, kami memesannya langsung dari Pulau Jawa dengan menggunakan salah satu marketplace yang ada di Indonesia.
Dengan begini, kami tetap bisa menghemat transport.

Karena bisnis kreatif ini baru dimulai dengan biaya sendiri. Jadi, kami memang kesulitan masalah permodalan usaha. Sehingga, harga pasaran produk kami sudah tidak kompetitif dan sulit bersaing dengan kompetitor yang sudah ada.

<a href="https://click.accesstrade.co.id/adv.php?rk=000iu3000cn2">Ada Bonus Tiket Pesawat Lagi, Bisa Terbang Lagi (Kode Voucher : TERBANGLAGI)<img src="https://imp.accesstrade.co.id/img.php?rk=000iu3000cn2"width="1"height="1"border="0"alt=""/></a>
Dok. Mamuja

Terlebih waktu menjelang lebaran dan ramadhan, akan ada banyak orderan angpao di hari-hari berikutnya.

Oleh karenanya, aku juga harus bisa meluangkan waktuku untuk Ibu-ibu Mamuja, untuk anak-anak, remaja dan kreatifitas anak-anak muda.

Aku membiayai taman bacaku sendiri untuk kegiatan-kegiaran kreatif anak-anak sampai orang tua. Sehingga, aku juga harus mempersiapkan taman baca agar menjadi tepat kreatif yang mandiri dan memiliki sumber dana untuk mendanai operasional taman baca tanpa harus mengharapkan dana dari donatur yang tidak tentu.



Monday, April 29, 2019

Cerpen | I'm [not] President

Pixabay.com

Aku suka menggambar sejak kecil. Hanya saja, gambaranku tidak begitu baik. Sampai-sampai, semua orang ingin merobek hasil gambarku setiap kali aku memperlihatkannya. Mereka juga sering kali mengejek hanya karena aku menggambar daun berwarna biru.

Bagiku, itu hal menyebalkan dalam hidupku. Ketika orang lain ingin kita memahami pikirannya dan memaksa kita sepemikiran dengannya. Ia tak peduli pada pemikiran berbeda yang ada di kepalaku.

Hari ini aku berjalan ke hulu sungai. Membawa kertas dan pensil untuk menggambar bentuk sungai yang seharusnya punya buaya yang ganas. Bukan untuk memakan orang, tapi untuk menjaga alamnya tidak terjamah perusak.

"Mau ke mana?" sapa seorang anak kecil yang membuatku terkejut.

Aku memandangi sekelilingku yang hanya ditemani pohon-pohon rindang.

"Kamu siapa?"

"Namaku Raja." Anak kecil itu tersenyum ke arahku, manik matanya hijau karena pancaran dedaunan yang ada di hutan ini.

"Kamu dari mana?" tanyaku. Anak itu menunjuk ke salah satu dahan pohon yang me julang tinggi.

"Dari pohon?"

Raja menggelengkan kepalanya, tapi masih menunjuk dahan yang sama. Aku mengamatinya dan masih belum memahami apa maksud anak kecil yang kini ada di sebelahku.

"Aku dari planet 8331." Raja tersenyum bangga sementara aku mengernyitkan dahi mendengar ucapan anehnya itu.

Aku menepuk pipiku berkali-kali, bisa saja aku sedang berhalusinasi. Bisa jadi, anak ini sebenarnya tidak ada. Aku memejamkan mata, membukanya kembali dan menemukan anak kecil itu masih berdiri di depanku. Kuulangi beberapa kali, hasilnya masih sama.

"Mau apa ke sini?" tanyaku akhirnya. Walau aku tahu, kalau pertanyaanku pasti akan mendapatkan jawaban konyol dari anak kecil ini

"Aku mau cari presiden."

"Presiden?" Aku menatap wajah mungil itu penuh tanya, untuk apa dia mencari presiden?

Raja menganggukkan kepalanya dengan pasti. "Apa kamu seorang presiden?"

Aku menggelengkan kepala.

"Kenapa?"

Pertanyaan anak itu membuat bola mataku ingin keluar dari tempatnya.

"Kenapa? Yah ... karena ..." Aku berusaha mencari jawaban yang tepat agar anak kecil ini tidak perlu mengajukan pertanyaan yang berikutnya.

"Karena apa?" tanya Raja, wajahnya serius menatapku.

"Karena aku bukan seorang pemimpin."

"Kenapa bukan seorang pemimpin?"

"Pemimpin harus punya orang lain untuk di pimpin. Sedangkan aku, aku tidak bisa memimpin orang lain."

"Kalau begitu, pimpinlah aku!"

Kali ini kata-kata Raja membuat lidahku ingin keluar dari tempatnya. Aku tertawa kecil menatapnya. "Itu tidak mungkin."

"Kenapa?"

"Aku tidak bisa memimpin."

"Aku akan melakukan apa saja yang kamu perintahkan."

"Aku tidak bisa."

"Kenapa?"

"Karena aku tidak bisa memimpin."

"Kenapa tidak bisa?"

"Tidak ada orang yang bisa aku pimpin."

"Aku mau."

Aku diam, tak lagi menghiraukan pertanyaannya. Aku berpaling dan melangkah pergi. Aku bisa gila jika meladeni pertanyaan anak-anak yang sulit sekali aku pahami.

"Jadilah presiden untukku!" Raja masih saja mengikuti langkahku.

"Untuk apa?"

"Supaya ada yang memimpin."

"Ada seseorang yang menjadi presiden. Carilah orang itu, bukan aku."

"Aku maunya kamu."

"Apa kamu tidak ada pekerjaan lain selain mencari seorang presiden? Lebih baik kamu pulang dan belajarlah membaca dengan baik!" gertakku.

"Kenapa orang dewasa selalu menilai anak-anak itu remeh?" tanya Raja lagi.

Aku menghela napas dan tidak menjawab pertanyaannya.

"Kenapa orang dewasa tidak mau memimpin anak-anak?"

Aku menggeleng-gelengkan kepala tanda tidak mengerti maksud anak kecil yang masih berjalan di belakangku.

"Kenapa kamu tidak mau jadi presiden? Kalau tidak bisa memimpin banyak, cukup pimpin aku dan jadilah presiden."

Aku menghela napas dan membalikkan tubuhku. "Kalau hari ini aku jadi presiden, bisakah kamu pergi dari sini sekarang juga?"

"Tidak bisa."

"Kenapa? Bukankah kamu ingin menuruti semua perintah presiden?"

Raja menganggukkan kepalanya.

"Baiklah kalau begitu. Berhenti mengikutiku, pergilah jauh! Ini perintah presiden."

Raja menganggukkan kepalanya, namun wajahnya muram.

"Kenapa?"

"Aku menjadikan kamu presiden, lalu kamu mengusirku begitu saja setelah kamu menjadi presiden. Tidak bisakah kamu mengajakku mengelap kemejamu?"

"Tidak bisa. Aku bukan presiden. I'm not president. Jadi, pergilah dari sini karena aku masih punya banyak pekerjaan yang lebih penting."

Raja menundukkan kepalanya, wajahnya muram. Ia membalikkan tubuhnya dan berjalan menjauh. Menyusuri jalan setapak memasuki hutan, kemudian menghilang.

Saat anak itu benar-benar hilang, aku baru tersadar kalau aku sudah berbuat jahat pada seorang anak kecil. Terlebih ia di hutan seorang diri dan dengan tega aku mengusirnya hanya karena ia mengajukan pertanyaan anak-anak untuk seorang dewasa sepertiku.

Aku berusaha mengejar anak itu, namun tubuhnya telah benar-benar menghilang. Aku tersenyum, mungkin benar aku sedang berhalusinasi. Karena aku tidak lagi mendapatkan anak kecil yang telah mengajarkan aku sesuatu. Sesuatu yang terlihat sepele, tapi punya makna. Seharusnya aku mengucapkan terima kasih karena ia telah menjadikan aku seorang presiden walau dalam hitungan menit. Seharusnya, seorang presiden tidak pernah lupa pada orang yang ia pimpin. Dan aku telah mengusir satu-satunya orang yang aku pimpin. Kini, aku bukan lagi seorang presiden karena aku tidak punya seorang pun untuk aku pimpin.



Dibuat oleh
Rin Muna
Kukar, 29 April 2019




Jalan-Jalan ke Lokasi Mural Competition Kampoeng Literasi Gajah Mada Balikpapan


Minggu, 28 April 2019 menjadi hari pertama pembukaan lomba Mural yang diadakan oleh PT. PERTAMINA RU V BALIKPAPAN di Kampoeng Literasi Balikpapan.

Sebelumnya, aku sudah hadir di tempat untuk membantu persiapan acara. Awalnya aku memang ditawari untuk ikut lomba mural. Tapi, melihat semua pesertanya adalah seniman-seniman senior, nyaliku langsung menciut. Hehehe ...

Lomba mural ini dimulai pukul 09.00 WITA sampai tanggal 1 Mei 2019. Lama ya? Yah ... lumayan lama. Dan kalian bisa menyaksikan langsung lomba muralnya sekarang juga!

Silakan langsung datang ke Kampoeng Literasi Gajah Mada Balikpapan. Lokasinya tidak jauh dari Balikpapan Plaza.

Lomba mural ini diikuti lebih dari 30 seniman Balikpapan.
Berikut ini daftar peserta lomba muralnya:
01. Panca Bayumurti
02. Imam Sayuti

03. Angga Pratama ( team)
04. Akbar Abu
05. Zaidan Maulid
06. Atien Parjo
07. Suharsoyo

08. Junaedi
09. Mintosari

10. Okki
11. Anto

12. Putri/Nuning (team)

13. Graceana

14. Joey Borneo

15. Putu Chiara

16. Andis
17.
18. Terisi
19. Rachel

20. Vigor.  Z

21. Beng beng

22. Adit
23. Marasukma

24. Guhe
25. Yolanda

26. Aji Art

27. Ariansyah Januar

28. Alodia/Marty/Aulia (team)
29.
30. Aldo
31. Anggi (team)

32. M. Azwar Pidu
33.
34. Muandibel (team)

35. Wisnu wisanggeni
36. Edo KMPRT Studio

37. Boni
38. Syamsul
39. M Rajab
40. M Rajab
41. M Rajab
42. Media
43. Media

Dan kalian juga bisa lihat proses pembuatan muralnya sampai tanggal 1 Mei 2019 loh.
Yuk, dateng ke Kampoeng Literasi untuk menyaksikan para seniman lokal Balikpapan beradu kreatifitas.

Aku seneng banget bisa hadir di tempat ini walau cuma sebentar. Semoga saja aku besok bisa main ke sini lagi dan share hasil lomba yang udah jadi. Pasti keren-keren banget deh...

Cukup sampai di sini dulu cerita pengalaman aku jalan-jalan ke lokasi lomba mural di Kampoeng Literasi Balikpapan. Aku masih harus melanjutkan aktivitasku masak-masak hari ini, karena kebetulan hari ini adalah hari adik ipar aku yang paling bontot sunat.


Sunday, April 28, 2019

Soal Latihan 28 April 2019


1. Apa akar kuadrat dari 81?
A. 11
B. 7
C. 9
D. 8

2. Apa itu Internet Explorer?
A. Mesin Pencari
B. Pemainan
C. Sistem Operasi
D. Browser

3. Instrumen yang memiliki string?
A. Trombone
B. Drum
C. Trumpet
D. Piano

4. Ganymede adalah nama bulan dari planet?
A. Jupiter
B. Bumi
C. Mars
D. Saturnus


5. Memori apa yang tercepat di komputer?
A. USB Stick
B. Hard Disk
C. RAm
D. Cache

6. Yang bukan salah satu dari The Titans dalam mitologi Yunani adalah ...
A. Hyperion
B. Oceanus
C. Hercules
D. Lapetus

7. Disebut apakah keledai betina itu?
A. Jenny
B. Boar
C. Banteng
D. Doe

8. Apa nama dari rubah betina dewasa?
A. Vixen
B. Fox
C. Victoria
D. Foxy

9. Hewan yang diyakini pertama kali dijinakkan?
A. Kucing
B. Anjing
C. Kambing
D. Kelinci

10. 12x12 + 5 =

A. 145
B. 147
C. 149
D 159


Jawaban ditulis di kertas dan diserahkan ke pengurus Taman Bacaan Bunga Kertas.

Saturday, April 27, 2019

Soal Latihan 27 April 2019

1. Gas apakah yang paling banyak di atmosfer bumi?
A. Nitrogen
B. Oksigen
C. Helium
D. Hidrogen

2. Alat apakah yang digunakan untuk mengukur tekanan atmosfer?
A. Seismometer
B. Multimeter
C. Barometer
D. Thermometer

3. Ahli gempa Caltech yang menemukan skala untuk mengukur besarnya gempa bumi adalah ...
A. John Lock
B. Thomas C. Hanks
C. Hiroo Kanamori
D. Charles Ritcher

4. Dalam mitologi Yunani, dewa kuat uang tinggal di Underworld daripada di Gunung Olympus disebut ...
A. Poseidon
B. Zeus
C. Hermes
D. Hades

5. Dalam mitologi Yunani, siapa dewi Kebijaksanaan?
A. Aphrodite
B. Hera
C. Artemis
D. Athena

6. Manakah yang bukan bagian dari Internet?
A. Email
B. world wide web
C. Youtube
D. CD-ROM

7. Pabli Picasso, Salvador Dali dan Diego Velazquez semua lahir di negara mana?
A. Chile
B. Bolivia
C. Argentina
D. Spanyol

8. Unsur apa yang paling melimpah di alam semesta?
A. Hidrogen
B. Oksigen
C. Emas
D. Karbon

9.Siapa yang menemukan Amerika?
A. Vasco da Gama
B. Amerigo Vespucci
C. Christopher Colombus
D. Henry sang Navigator

10. Air adalah suatu ...
A. Campuran
B. Elektrolit
C. Senyawa
D. Elemen


Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas