Novel Author Love to imagination, telling story and making money.

Monday, April 29, 2019

Cerpen | I'm [not] President

Pixabay.com

Aku suka menggambar sejak kecil. Hanya saja, gambaranku tidak begitu baik. Sampai-sampai, semua orang ingin merobek hasil gambarku setiap kali aku memperlihatkannya. Mereka juga sering kali mengejek hanya karena aku menggambar daun berwarna biru.

Bagiku, itu hal menyebalkan dalam hidupku. Ketika orang lain ingin kita memahami pikirannya dan memaksa kita sepemikiran dengannya. Ia tak peduli pada pemikiran berbeda yang ada di kepalaku.

Hari ini aku berjalan ke hulu sungai. Membawa kertas dan pensil untuk menggambar bentuk sungai yang seharusnya punya buaya yang ganas. Bukan untuk memakan orang, tapi untuk menjaga alamnya tidak terjamah perusak.

"Mau ke mana?" sapa seorang anak kecil yang membuatku terkejut.

Aku memandangi sekelilingku yang hanya ditemani pohon-pohon rindang.

"Kamu siapa?"

"Namaku Raja." Anak kecil itu tersenyum ke arahku, manik matanya hijau karena pancaran dedaunan yang ada di hutan ini.

"Kamu dari mana?" tanyaku. Anak itu menunjuk ke salah satu dahan pohon yang me julang tinggi.

"Dari pohon?"

Raja menggelengkan kepalanya, tapi masih menunjuk dahan yang sama. Aku mengamatinya dan masih belum memahami apa maksud anak kecil yang kini ada di sebelahku.

"Aku dari planet 8331." Raja tersenyum bangga sementara aku mengernyitkan dahi mendengar ucapan anehnya itu.

Aku menepuk pipiku berkali-kali, bisa saja aku sedang berhalusinasi. Bisa jadi, anak ini sebenarnya tidak ada. Aku memejamkan mata, membukanya kembali dan menemukan anak kecil itu masih berdiri di depanku. Kuulangi beberapa kali, hasilnya masih sama.

"Mau apa ke sini?" tanyaku akhirnya. Walau aku tahu, kalau pertanyaanku pasti akan mendapatkan jawaban konyol dari anak kecil ini

"Aku mau cari presiden."

"Presiden?" Aku menatap wajah mungil itu penuh tanya, untuk apa dia mencari presiden?

Raja menganggukkan kepalanya dengan pasti. "Apa kamu seorang presiden?"

Aku menggelengkan kepala.

"Kenapa?"

Pertanyaan anak itu membuat bola mataku ingin keluar dari tempatnya.

"Kenapa? Yah ... karena ..." Aku berusaha mencari jawaban yang tepat agar anak kecil ini tidak perlu mengajukan pertanyaan yang berikutnya.

"Karena apa?" tanya Raja, wajahnya serius menatapku.

"Karena aku bukan seorang pemimpin."

"Kenapa bukan seorang pemimpin?"

"Pemimpin harus punya orang lain untuk di pimpin. Sedangkan aku, aku tidak bisa memimpin orang lain."

"Kalau begitu, pimpinlah aku!"

Kali ini kata-kata Raja membuat lidahku ingin keluar dari tempatnya. Aku tertawa kecil menatapnya. "Itu tidak mungkin."

"Kenapa?"

"Aku tidak bisa memimpin."

"Aku akan melakukan apa saja yang kamu perintahkan."

"Aku tidak bisa."

"Kenapa?"

"Karena aku tidak bisa memimpin."

"Kenapa tidak bisa?"

"Tidak ada orang yang bisa aku pimpin."

"Aku mau."

Aku diam, tak lagi menghiraukan pertanyaannya. Aku berpaling dan melangkah pergi. Aku bisa gila jika meladeni pertanyaan anak-anak yang sulit sekali aku pahami.

"Jadilah presiden untukku!" Raja masih saja mengikuti langkahku.

"Untuk apa?"

"Supaya ada yang memimpin."

"Ada seseorang yang menjadi presiden. Carilah orang itu, bukan aku."

"Aku maunya kamu."

"Apa kamu tidak ada pekerjaan lain selain mencari seorang presiden? Lebih baik kamu pulang dan belajarlah membaca dengan baik!" gertakku.

"Kenapa orang dewasa selalu menilai anak-anak itu remeh?" tanya Raja lagi.

Aku menghela napas dan tidak menjawab pertanyaannya.

"Kenapa orang dewasa tidak mau memimpin anak-anak?"

Aku menggeleng-gelengkan kepala tanda tidak mengerti maksud anak kecil yang masih berjalan di belakangku.

"Kenapa kamu tidak mau jadi presiden? Kalau tidak bisa memimpin banyak, cukup pimpin aku dan jadilah presiden."

Aku menghela napas dan membalikkan tubuhku. "Kalau hari ini aku jadi presiden, bisakah kamu pergi dari sini sekarang juga?"

"Tidak bisa."

"Kenapa? Bukankah kamu ingin menuruti semua perintah presiden?"

Raja menganggukkan kepalanya.

"Baiklah kalau begitu. Berhenti mengikutiku, pergilah jauh! Ini perintah presiden."

Raja menganggukkan kepalanya, namun wajahnya muram.

"Kenapa?"

"Aku menjadikan kamu presiden, lalu kamu mengusirku begitu saja setelah kamu menjadi presiden. Tidak bisakah kamu mengajakku mengelap kemejamu?"

"Tidak bisa. Aku bukan presiden. I'm not president. Jadi, pergilah dari sini karena aku masih punya banyak pekerjaan yang lebih penting."

Raja menundukkan kepalanya, wajahnya muram. Ia membalikkan tubuhnya dan berjalan menjauh. Menyusuri jalan setapak memasuki hutan, kemudian menghilang.

Saat anak itu benar-benar hilang, aku baru tersadar kalau aku sudah berbuat jahat pada seorang anak kecil. Terlebih ia di hutan seorang diri dan dengan tega aku mengusirnya hanya karena ia mengajukan pertanyaan anak-anak untuk seorang dewasa sepertiku.

Aku berusaha mengejar anak itu, namun tubuhnya telah benar-benar menghilang. Aku tersenyum, mungkin benar aku sedang berhalusinasi. Karena aku tidak lagi mendapatkan anak kecil yang telah mengajarkan aku sesuatu. Sesuatu yang terlihat sepele, tapi punya makna. Seharusnya aku mengucapkan terima kasih karena ia telah menjadikan aku seorang presiden walau dalam hitungan menit. Seharusnya, seorang presiden tidak pernah lupa pada orang yang ia pimpin. Dan aku telah mengusir satu-satunya orang yang aku pimpin. Kini, aku bukan lagi seorang presiden karena aku tidak punya seorang pun untuk aku pimpin.



Dibuat oleh
Rin Muna
Kukar, 29 April 2019




Jalan-Jalan ke Lokasi Mural Competition Kampoeng Literasi Gajah Mada Balikpapan


Minggu, 28 April 2019 menjadi hari pertama pembukaan lomba Mural yang diadakan oleh PT. PERTAMINA RU V BALIKPAPAN di Kampoeng Literasi Balikpapan.

Sebelumnya, aku sudah hadir di tempat untuk membantu persiapan acara. Awalnya aku memang ditawari untuk ikut lomba mural. Tapi, melihat semua pesertanya adalah seniman-seniman senior, nyaliku langsung menciut. Hehehe ...

Lomba mural ini dimulai pukul 09.00 WITA sampai tanggal 1 Mei 2019. Lama ya? Yah ... lumayan lama. Dan kalian bisa menyaksikan langsung lomba muralnya sekarang juga!

Silakan langsung datang ke Kampoeng Literasi Gajah Mada Balikpapan. Lokasinya tidak jauh dari Balikpapan Plaza.

Lomba mural ini diikuti lebih dari 30 seniman Balikpapan.
Berikut ini daftar peserta lomba muralnya:
01. Panca Bayumurti
02. Imam Sayuti

03. Angga Pratama ( team)
04. Akbar Abu
05. Zaidan Maulid
06. Atien Parjo
07. Suharsoyo

08. Junaedi
09. Mintosari

10. Okki
11. Anto

12. Putri/Nuning (team)

13. Graceana

14. Joey Borneo

15. Putu Chiara

16. Andis
17.
18. Terisi
19. Rachel

20. Vigor.  Z

21. Beng beng

22. Adit
23. Marasukma

24. Guhe
25. Yolanda

26. Aji Art

27. Ariansyah Januar

28. Alodia/Marty/Aulia (team)
29.
30. Aldo
31. Anggi (team)

32. M. Azwar Pidu
33.
34. Muandibel (team)

35. Wisnu wisanggeni
36. Edo KMPRT Studio

37. Boni
38. Syamsul
39. M Rajab
40. M Rajab
41. M Rajab
42. Media
43. Media

Dan kalian juga bisa lihat proses pembuatan muralnya sampai tanggal 1 Mei 2019 loh.
Yuk, dateng ke Kampoeng Literasi untuk menyaksikan para seniman lokal Balikpapan beradu kreatifitas.

Aku seneng banget bisa hadir di tempat ini walau cuma sebentar. Semoga saja aku besok bisa main ke sini lagi dan share hasil lomba yang udah jadi. Pasti keren-keren banget deh...

Cukup sampai di sini dulu cerita pengalaman aku jalan-jalan ke lokasi lomba mural di Kampoeng Literasi Balikpapan. Aku masih harus melanjutkan aktivitasku masak-masak hari ini, karena kebetulan hari ini adalah hari adik ipar aku yang paling bontot sunat.


Sunday, April 28, 2019

Soal Latihan 28 April 2019


1. Apa akar kuadrat dari 81?
A. 11
B. 7
C. 9
D. 8

2. Apa itu Internet Explorer?
A. Mesin Pencari
B. Pemainan
C. Sistem Operasi
D. Browser

3. Instrumen yang memiliki string?
A. Trombone
B. Drum
C. Trumpet
D. Piano

4. Ganymede adalah nama bulan dari planet?
A. Jupiter
B. Bumi
C. Mars
D. Saturnus


5. Memori apa yang tercepat di komputer?
A. USB Stick
B. Hard Disk
C. RAm
D. Cache

6. Yang bukan salah satu dari The Titans dalam mitologi Yunani adalah ...
A. Hyperion
B. Oceanus
C. Hercules
D. Lapetus

7. Disebut apakah keledai betina itu?
A. Jenny
B. Boar
C. Banteng
D. Doe

8. Apa nama dari rubah betina dewasa?
A. Vixen
B. Fox
C. Victoria
D. Foxy

9. Hewan yang diyakini pertama kali dijinakkan?
A. Kucing
B. Anjing
C. Kambing
D. Kelinci

10. 12x12 + 5 =

A. 145
B. 147
C. 149
D 159


Jawaban ditulis di kertas dan diserahkan ke pengurus Taman Bacaan Bunga Kertas.

Saturday, April 27, 2019

Soal Latihan 27 April 2019

1. Gas apakah yang paling banyak di atmosfer bumi?
A. Nitrogen
B. Oksigen
C. Helium
D. Hidrogen

2. Alat apakah yang digunakan untuk mengukur tekanan atmosfer?
A. Seismometer
B. Multimeter
C. Barometer
D. Thermometer

3. Ahli gempa Caltech yang menemukan skala untuk mengukur besarnya gempa bumi adalah ...
A. John Lock
B. Thomas C. Hanks
C. Hiroo Kanamori
D. Charles Ritcher

4. Dalam mitologi Yunani, dewa kuat uang tinggal di Underworld daripada di Gunung Olympus disebut ...
A. Poseidon
B. Zeus
C. Hermes
D. Hades

5. Dalam mitologi Yunani, siapa dewi Kebijaksanaan?
A. Aphrodite
B. Hera
C. Artemis
D. Athena

6. Manakah yang bukan bagian dari Internet?
A. Email
B. world wide web
C. Youtube
D. CD-ROM

7. Pabli Picasso, Salvador Dali dan Diego Velazquez semua lahir di negara mana?
A. Chile
B. Bolivia
C. Argentina
D. Spanyol

8. Unsur apa yang paling melimpah di alam semesta?
A. Hidrogen
B. Oksigen
C. Emas
D. Karbon

9.Siapa yang menemukan Amerika?
A. Vasco da Gama
B. Amerigo Vespucci
C. Christopher Colombus
D. Henry sang Navigator

10. Air adalah suatu ...
A. Campuran
B. Elektrolit
C. Senyawa
D. Elemen


Friday, April 26, 2019

Soal Latihan 26 April 2019


Soal Latihan Pengetahuan Umum:

1. Gambar pahlawan Pattimura terdapat pada uang?
A. Rp 5.000
B. Rp 2.000
C. Rp 10.000
D. Rp 1.000
E. Rp 20.000

2. Illegal logging menyebabkan terjadinya bencana alam berupa ...
A. Tsunami
B. Tanah longsor
C. Gempa bumi
D. Gunung meletus

3. Apakah jenis energi yang tersimpan di dalam baterai?
A. Kimia
B. Panas
C. Mekanik
D. Kinetik

4. Di negara manakah Anda akan menemukan kota Oslo?
A. Norwegia
B. Finlandia
C. Yunani
D. Albania

5. Apa nama gunung tertinggi di Afrika?
A. Kilimanjaro
B. Rwenzori
C. Kenya
D. Guna Massif

6. Manakah dari negara berikut yang terkurung oleh daratan?
A. Mesir
B. Mali
C. Spanyol
D. Yunani

7. Manakah yang bukan jenis gambar web?
A. Gif
B. JPG
C. PNG
D. LPG

8. Apa nama web browser yang dijalankan oleh Mozilla Corporation?
A. Firefox
B. Internet Explorer
C. Opera
D. Chrome

9. Di manakah komputer elektronik pertama diciptakan?
A. Jerman
B. Amerika Serikat (A.S)
C. U.S.S.R.
D. Perancis

10. Apa nama gas rumah kaca yang mempercepat pemanasan global?
A. Karbon Dioksida
B. Nitrogen
C. Klorin
D. Gas Alam


Jawaban ditulis dikertas dan diserahkan ke petugas Taman Bacaan Bunga Kertas.

Tuesday, April 23, 2019

Apa Yang Kamu Dapat Saat Datang ke TPS?



Rabu, 17 April menjadi momen bersejarah bagi bangsa Indonesia. Karena hari ini merupakan hari Pemilihan Presiden RI yang ke-8.
Banyak media dan netizen yang membahas tentang pemilu yang dilakukan serempak untuk pertama kalinya. Dan yang selalu bikin heboh saat pemilu ada foto jari kelingking ya g sudah dicelupkan tinta sebagai bukti kalau kita tidak golput.
Juga banyak hal lain yang bisa kita dapatkan di suasana pesta demokrasi ini.
Selain menyaksikan orang yang berdebat karena jagoan mereka berbeda. Ini sangat menjenuhkan bagiku. Melihat orang-orang pintar beradu argumen. Entah apa yang mereka cari sampai rela meluangkan waktu dan pikirannya hanya untuk berdebat.
Padahal, sudah jelas dalam film "Sexy Killers" yang kami tonton bareng pada tanggal 13 April lalu meninggalkan sebuah pesan bermakna.
Tapi, bukan tentang pemilu atau film Sexy Killers yang mau aku ceritakan di tulisanku kali ini. Tapi, tentang foto rumah tua yang berhasil aku abadikan saat menunggu antrian nyoblos di TPS.
Bagiku, bangunan ini menjadi saksi sejarah tentang cerita-cerita masa kecilku. Kondisinya sekarang sudah tua dan sepertinya tidak ada yang tinggal di sana karena tidak lagi terawat.
Dua bangunan itu adalah perumahan guru SD tempat aku dahulu menuntut ilmu. Saat aku sampai di TPS 2, separuh dari bangunan sekolah sudah dirobohkan untuk direnovasi. Butuh waktu belasan tahun untuk merenovasi sekolah ini menjadi bangunan permanen. Sebab, sebelum aku masuk sekolah sampai anak dari teman seangkatanku juga ikut bersekolah di sekolah ini, belum ada pergantian bangunan. Kondisinya masih sama seperti 20 tahun silam.

Bagiku, tempat kecil ini menyimpan berjuta cerita. Di sisi rumah itu kami biasa bermain prosotan kalau kata anak-anak. Karena, sekolah kami memang berada di atas bukit. Dan di belakang perumahan guru itu merupakan turunan yang lumayan tinggi. Sehingga, kami seringkali bermain di sana sampai seragam kami kotor. Warna putihnya berubah menjadi cokelat.

Setiap melihat bangunan ini, bukan hanya aku ... puluhan teman-teman seangkatanku akan mengingat momen indah masa anak-anak itu. Masa di mana kami pulang ke rumah ramai-ramai saat jam istirahat hanya untuk makan. 
Masa di mana saat kembali terpikir, sepertinya memang kelakuan yang sia-sia dan bodoh. Tapi, itu sangat menyenangkan. Seperti saat aku dan teman-temanku memilih menerobos hutan dan membuat jalan baru hanya untuk bisa pulang ke rumah. Padahal, sudah ada jalan bagus yang setiap hari kami lewati walau masih tanah. Konyol! Dan ingatan itu yang selalu membuat kami tertawa saat mengingat masa-masa sekolah dasar.

Aku tidak terlalu suka membahas hal yang sedang dibicarakan banyak orang. Aku hanya suka menjadi pembaca atau pendengar. Dan aku selalu mencari hal lain yang lebih menarik agar tidak jenuh.

Oleh karenanya, aku mendapatkan sebuah potret yang akan mengingatkanku pada masa lalu saat aku nyoblos di TPS. Bisa jadi dalam 5 tahun ke depan bangunan ini sudah tidak ada. Yang penting, sudah aku abadikan pakai kamera dan aku bisa mengingatnya setiap kali aku membaca ulang tulisan ini.



Cukup sampai di sini dulu cerita dari aku. Karena ini sudah sore dan aku masih harus meneruskan jahitanku, ditunggu sama yang punya baju. Hehehe ...

Bye ... bye...!


Kreatifitas | Membuat Angpao Lebaran dari Kain Flanel

Desa Beringin Agung. Senin, 22 April 2019.

Hari ini, pukul 16.00 WITA kami berkumpul seperti biasa. Sebenarnya, waktu ngumpulnya adalah hari Minggu. Tapi, karena banyak yang tidak bisa hadir. Akhirnya jadwal ngumpup diubah jadi hari Senin.
Yang hadir hari ini adalah Mbak Rety, Mbak Anis, Mbak Suyati, Mba Eny dan Mba Erna.
Rencananya kami memang mau membuat kreasi angpao dari kain flanel. Karena, angpao tali kur yang sebelumnya sudah kami buat, sudah habis dipesan oleh Bu Kades.
Saat mereka tiba di Taman Bacaan Bunga Kertas, aku malah harus permisi keluar sebentar karena harus mengantar barang pesanan ke Desa Bukit Raya, desa sebelah.

Saat aku kembali, ibu-ibu yang super duper kreatif ini sudah menghasilkan kreasinya sendiri-sendiri.
Nah, ini nih hasil kreatifitas ibu-ibu Mamuja (Mama Muda Samboja).

Angpao karakter ini rencananya akan kami promosikan dan kami jual ke masyarakat. Baik secara offline maupun online.

Anakku juga senang sekali melihat angpao karakter ini. Selain bisa dipakai untuk menyimpan uang, bisa juga dia pakai untuk bercerita. 
Nah, fungsinya juga dapet kan untuk literasinya. Anak-anak yang punya karakter berbeda-beda bisa berkumpul dan bercerita menggunakan angpao karakter ini. Ada nilai edukasi dari angpao karakter ini.

Selain literasi baca tulis yang bisa kita dapatkan dari angpao ini. Ada penerapan literasi finansial dalam kegiatan ibu-ibu di Taman Baca ini. 
Harapan ke depannya, kegiatan di taman baca bisa menghasilkan produk atau jasa yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

Selain mengisi kegiatan ibu-ibu rumah tangga, pembuatan produk kerajinan ini diharapkan dapat menjadi sumber ekonomi dan menciptakan masyarakat desa yang mandiri secara finansial.

Terima kasih untuk semua pihak yang telah mendukung kegiatan-kegiatan yang ada di taman baca. Jangan lupa pesan produk-produk Mamuja ya! Selain membantu menyemangati ibu-ibu di taman baca, kamu juga sudah berdonasi untuk taman bacaan bunga kertas.


Salam Literasi ...!


Saturday, April 13, 2019

Soal Latihan, 13 April 2019

Reading & Speaking! 

Read this text aloud with right pronunciation!


Max and Mei are best friends.
They live next door to each other.
Max and Mei are both five years old.
They are in the same class at school.

Every summer Max and Mei go to the Dragon Boat Festival.
They love the beautiful boats with their dragon heads and tails.
One year, Max and Mei were sitting on the beach when suddenly whispered, "Look, over there!"

Hiding in a cave was a baby dragon. He was red and gold with long scaly tail.
The dragon seemed sad. Max and Mei wondered why he was all alone. "Let's take him to watch the dragon boats," said Mei.
They watched the colourful boats racing across the sea. It was very exciting.

Max then saw a drum and began to beat it. The baby dragon started dancing. The dragon looked happy. He now seemed bold and adventuros.
After race, it was time for Max and Mei to go home. They look the dragon back to his cave.
All of sudden, the childrem saw a flash of lightning in the sky. There was a large dragon waving down at them.

Max and Mei could hardly believe they had met a dragon. They hope would return next year to dance with them again.





Tulisan dari buku Max and Mei mengenal Shio Naga by Martha Keswick & Mariko Jesse.


Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas