Menu BacaanMu
- Perfect Hero (546)
- Puisi (122)
- My Experience (121)
- Rumah Literasi Kreatif (87)
- Novel MLB (80)
- Cerpen (72)
- Then Love (60)
- Belajar Menulis (59)
- Esai (56)
- Artikel (44)
- Puisi Akrostik (43)
- Review Buku (22)
- Relima Perpusnas RI (19)
- Review Drama (18)
- Partner Kondangan (12)
- Ekonomi & Bisnis (9)
- Aku dan Taman Bacaku (8)
- Novel The Cakra (8)
- Pendamping Nakal (8)
- Wisata (8)
- Dasawisma (6)
- Kumpulan Novel (6)
- Review Aplikasi (6)
- Opini (5)
- Daily (4)
- Novel ILY Ustadz (4)
- Biografi Penulis (2)
- Donasi (1)
- Dongeng (1)
- Feature (1)
- JNE (1)
- Product (1)
Monday, June 23, 2025
Wednesday, March 19, 2025
Local Hero Pertamina yang Kerap Dijuluki Sebagai Wanita Simpanan Di Kampungnya
Tiba-tiba nemu foto di galeri laptop waktu mau bersih-bersih memori karena semua memoriku udah kepenuhan.
Ini foto waktu aku nginap di Pertamina Patra Land Residence di tanggal 01 Maret 2024.Disclaimer : Foto-foto aku di hotel atau apartemen itu bukan karena aku jadi wanita simpanan, tapi karena aku dibayar untuk ikut seminar, pelatihan, diskusi, atau ngisi acara.
Mungkin, foto-foto kayak gini yang sering banget bikin aku dibilang wanita simpanan bos-bos. Padahal, aku nggak kenal sama bos siapapun. Kalaupun kenal, itu cuma untuk belajar bisnis atau sharing tentang pengalaman usaha.
Jadi, Sehari sebelumnya, aku ditelpon sama CDO Pertamina Hulu Sanga-Sanga. Semuanya mendadak banget. Beliau juga diinformasikan dadakan. Awalnya, cuma CDO yang mau terbang ke Jakarta untuk kegiatan. Tapi kemudian, Local Hero juga diajak untuk pergi ke tempat acara. Alhasil, sore itu juga dipesanin tiket dan harus berangkat pagi banget karena acara dimulai jam 8 pagi. Jadi, kita udah harus sampai di Jakarta sebelum acara dimulai.
PHSS punya 2 Local Hero binaan di tahun 2024. Artinya, aku tidak sendiri. Aku berangkat bersama seorang CDO (Mas Prass) dan 1 Local Hero asal Samboja juga, yakni Mas Tio (Pengelola Wisata Bekantan Sungai Hitam Lestari) yang bergerak di bidang Ekowisata.
Karena penerbangan pagi banget, nggak memungkinkan lagi kalau berangkatnya jam 2 subuh. Soalnya, CDO kami dari Muara Badak, sedangkan aku di Desa Beringin Agung dan Mas Tio dari Sungai Hitam.
So, kami berangkat sore hari menuju kota Balikpapan dan sampai di Patra Land Residence jam sembilan malam.
Ini pertama kalinya aku masuk ke Patra Land Residence. Mungkin, akan jadi yang pertama dan terakhir seumur hidupku karena aku bukan orang yang bekerja di Pertamina.
Karena datangnya malam, aku ngerasa tempat ini kayak serem banget. Mewah, tapi horor. Karena kebanyakan apartemen tuh kosong. Maklum, cuma orang-orang tertentu yang menginap di tempat ini. Jadi, nggak akan ramai seperti hotel atau apartemen lain. Aku jadi flasback ke masa saat aku masih bekerja di perusahaan dan menginap di Mess Executive. Aku juga jadi teringat ketika aku menerima penghargaan Pemuda Pelopor dan menginap di salah satu villa pelatih yang ada di area stadion Aji Imbut.
Vibes-nya tuh sama. Sama-sama horor karena sepi dan kosong.
Sebenarnya, apartemen ini mewah banget. Udah ada ruang tamu yang luas, ruang makan yang luas, pantry, ruang loundry, dan 3 kamar tidur.
Aku tidur di kamar utama. sedang Mas Prass dan Mas Tio tidur di kamar yang lain. Mereka berdua sempat main keluar, entah ke mana. Dan aku memilih untuk tidak keluar dari kamar karena aku takut.
Alhamdulillahnya, aku masih bisa tidur nyenyak. Mungkin karena aku juga terbiasa dengan suasana sepi. Jadi, lebih nyaman berdiam diri di dalam kamar daripada ngeluyur keluar. Itulah yang selalu aku lakukan setiap kali berkegiatan. Kalau udah baring di kamar, rasanya nyaman banget. Main hape, nonton tv, main laptop, atau teleponan sama anak-anak.
Jam 5 subuh, aku sudah bersiap dan kami langsung pergi ke bandara. Kebetulan, jarak apartemen dan bandara tidak jauh. Tidak harus terjebak macet seperti kota Jakarta. Jadi, kami bisa sampai tepat waktu untuk check-in di bandara.
Alhamdulillah, setiap langkah dan waktu yang aku lalui, semuanya sangat berkesan. Banyak ilmu dan pengalaman hidup yang aku dapatkan.
Aku bertemu dengan 170 Local Hero Pertamina dari seluruh Indonesia di saat aku ingin menyerah pada apa yang selama ini aku perjuangkan. Ternyata, perjuangan mereka jauh lebih berat dari yang aku lakukan. Kalau aku menyerah, artinya aku kalah pada takdir yang sedang direncanakan Allah. Bisa jadi, Allah sedang menyiapkan hadiah di ujung sana. Di tempat di mana aku harus melalui banyak kesulitan lebih dahulu.
Terima kasih banyak untuk pengalaman berharga yang tak terhingga. Aku tidak kaya harta, tapi aku punya intelectual investment (investasi intelektual) yang membuatku dihargai. Investasi intelektual tidal bisa didapat dengan cara yang instan. Butuh proses dan perjuangan keras selama belasan tahun untuk bisa menghasilkan sebuah karakter yang kuat, karakter yang bisa dipercaya oleh orang lain. Yang ketika aku merekomendasikan seserang untuk menjalankan program, mereka berkata, "Kalau bukan Mbak Rin Muna, kami nggak yakin akan bertahan lama."
Benar saja, taman bacaanku "Rumah Literasi Kreatif" kini sudah berusia 7 tahun. Meski setiap harinya harus tertatih menghidupkannya sendirian, tapi masih bisa bertahan selama ini.
Sebab, banyak orang yang ikut membuka taman bacaan, tapi tidak mampu bertahan sampai satu tahun. Karena di sini semuanya murni sosial. Tidak ada keuntungan yang aku dapatkan. Aku merawat dan menjaga buku-buku dengan tulus. Aku belum mampu berkembang lebih luas lagi, masih sebatas bertahan untuk tidak hancur oleh zaman.
Monday, March 17, 2025
Menjadi Wanita Produktif di Bulan Ramadan Bersama Komunitas Muslimah
Monday, May 20, 2024
My Chilhood Experience
“My
Childhood Experience”
Hi ...! I will introduce my self. My name is Rin.
Today,
I want to tell you about my childhood experience in a isolated village on the
island of Borneo.
Well, I
was born in a village far from downtown. Makes me have to feel survive living
in the jungle. Every day, I just eat-feed from the plants around the house.
Never bought any food because there was no market in the forest. Even cooking
oil, we produced from preparing the coconut.
Every day, my parents going to farm in a
field. Every day I go to the fields to fish. I used to love fishing when I was
a kid. Because, just by fishing I can eat fish every day. The most fun thing
about fishing is when I get a lot of big fish. Then, I burned it in a fireplace
of my own by the river. Just packed with salt, I can enjoy the fresh fish I've
lured myself. I became more and more enjoyed.
Normally, I enjoy moment a fresh grilled fish
while relaxing under a tree. Sometimes I also made a small house on top of a
tall tree so that I could spend the day without fear of wild animals such as
wild pigs, bears, or big snakes.
That
was a very pleasant childhood experience. I've always longed for a primitive
life experience that no modern person would ever experience today. For me, it
was a rewarding experience because not everyone could experience like it.
Tuesday, February 13, 2024
Keinginan Kecil dari Malaikat Kecil
Pukul 15.00 WITA aku dibuat panik ketika tiba-tiba putera kecilku terserang demam tinggi. Sebenarnya, sudah tiga hari lalu dia demam, tapi belum aku bawa periksa ke dokter. Aku selalu menyiapkan termometer dan obat penurun panas di rumah. Hal itu aku lakukan untuk jaga-jaga ketika anak tiba-tiba demam.
Hal yang paling membuat panik adalah ketika anak demam tinggi dan sudah berlangsung lebih dari 3 hari. Akhirnya, aku meminta tolong pada seseorang untuk membawa puteraku berobat ke bidan praktik yang berada di wilayah kilometer tiga puluhan, aku lupa persisnya di kilometer berapa, tapi aku memang beberapa kali pergi ke sana untuk membawa anak atau keluargaku berobat.
Ada hal yang begitu membuat hatiku tersentuh dan terenyuh ketika kami berada di tengah perjalanan. Putera kecilku yang bernama Arga, dalam kondisi demam tinggi dan sangat lemas, tiba-tiba minta masuk ke kawasan militer "Kompi Kavaleri" yang berada di wilayah kilometer 28. Arga sangat suka dengan tentara dan apa pun yang berhubungan dengan tentara. Entah apa yang membuatnya begitu menyukai hal yang berbau tentara ini, mungkin ... karena kakek buyut Arga adalah seorang mantan pejuang (ABRI) yang memiliki dedikasi untuk negeri ini. Aku rasa, hal inilah yang membuat Arga begitu menyukai tentara dan dia memiliki jiwa pemberani.
Karena sudah malam dan Kavaleri bukanlah tempat yang bisa diakses secara umum, akhirnya aku memutuskan untuk turun dan mengajak Arga untuk foto bersama di depan kompi tersebut. Hal ini aku lakukan untuk mengabadikan momen masa kecilnya, supaya bisa ia lihat kelak ketika ia sudah dewasa.
Jujur, aku nggak pernah masuk ke kawasan militer sejak aku sudah tidak lagi tinggal di panti asuhan (kebetulan pemilik panti asuhan tempat tinggalku adalah seorang tentara). Aku juga tidak berani mengambil sembarang foto, karena aku tidak tahu kawasan ini bisa dipublikasikan atau tidak. Sehingga, aku harus meminta izin terlebih dahulu pada petugas pos penjagaan untuk mengambil foto di depan pintu masuk Kavaleri tersebut.
Alhamdulillah, kami diberikan izin untuk mengambil foto di sini dan aku bisa mengabadikan cerita bersama putera kecilku ini. Aku juga bisa kembali ke rumah dengan perasaan bahagia karena setelahnya, demam tinggi Arga bisa langsung reda dan dia bisa tidur dengan nyenyak.
Tak ada harapan lain dari seorang ibu selain melihat anak-anaknya baik-baik saja dan hidup bahagia.
Jika suatu hari nanti Tuhan menakdirkan Arga untuk kembali ke tempat ini, semoga dia kembali dengan menggendong prestasi dan kebanggaan untuk orang tuanya, juga untuk negeri ini. Aamiin ...
Monday, February 12, 2024
Rumahku Tahun 2015 ( Sebelum Mengenal Ilmu Sedekah Jariyah)
Aku hanyalah anak seorang petani, yang tidak mampu membiayai pendidikan anak-anaknya sampai ke perguruan tinggi. Jangankan untuk punya rumah mewah, untuk makan sehari-sehari saja sangat susah.
Tahun 2015, aku masih bekerja di sebuah perusahaan swasta. Aku masih tinggal di rumah kayu milik kakekku. Rumah ini sudah berdiri sejak tahun 1985, ketika mereka transmigrasi untuk pertama kalinya. Beberapa bagian memang sudah diubah karena usia kayunya memang sudah rapuh. Yah, beginilah potret dari rumah mungilku di desa. Sangat jauh dari kata nyaman.
Di tahun itu, aku masih harus berjuang untuk hidup. Ditambah, aku punya seorang puteri yang baru saja aku lahirkan. Bisa memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja, aku sudah sangat bersyukur. Tidak pernah memiliki keberanian untuk memiliki rumah yang mewah. Itu adalah hal yang sangat menakutkan dalam hidupku yang sangat pas-pasan.
Sampai akhirnya ... titik balik dalam hidupku terjadi.
Aku yang sedang kesulitan ekonomi, justru melakukan hal gila dengan membuka sebuah taman baca yang aku dedikasikan untuk sosial masyarakat. Saat itu, aku dicemooh banyak orang. Hidup sangat miskin, untuk apa membuka taman baca? Toh, sudah tidak ada orang yang minat untuk membaca. Hanya ingin menjadi bahan tertawaan orang saja.
Aku diam dan terus melakukan apa yang ingin aku lakukan.
Sampai akhirnya ... Tuhan memberikan reward atas ketulusan dan dedikasiku selama ini. Bagiku, apa yang diberikan oleh Allah saat ini adalah hasil dari apa yang aku berikan untuk orang banyak. Memang, mengabdikan diri untuk masyarakat itu tidak ada bayarannya.
Ketika banyak orang bilang "HARI GINI MASIH SOSIAL? KITA BUTUH MAKAN, COY!"
Dan aku memperhatikan, mereka adalah orang yang sangat bekerja keras untuk bisa makan. Bahkan, mereka tidak berhenti bekerja keras, meski setiap bulan mereka mendapatkan penghasilan. Mereka tidak punya banyak waktu bersantai, apalagi menyisihkan sedikit rezekinya untuk orang lain. Sama persis saat aku bekerja di perusahaan selama 7 tahun dan tidak bisa mendapatkan rezeki lebih selain gaji.
Hitung-hitungan Allah itu berbeda dengan hitung-hitungan manusia. Allah punya hitungan rezeki yang mustahil jika disandingkan dengan perhitungan manusia.
Aku percaya, Allah tidak akan menghitung berapa banyak rezeki yang Dia curahkan ke kita, asalkan kita juga tidak perhitungan menggunakan rezeki yang Allah berikan untuk jalan kebaikan.
Aku percaya kalau Allah tidak akan membiarkan aku kelaparan, meski hari ini memang sedang terasa sulit.
Semua kesulitan itu Allah jawab dengan begitu cepat. Di tahun 2018, aku mendirikan sebuah taman baca yang aku dedikasikan untuk masyarakat. Aku menyisihkan sebagian uang yang aku punya untuk membeli buku, alat tulis, alat lukis dan barang-barang yang diperlukan untuk taman baca. Sampai-sampai, aku tidak punya tabungan sedikitpun untuk diriku sendiri.
Akhir tahun 2018, PT. Pertamina Hulu Sanga-Sanga datang dan memberikan support besar untuk taman bacaku. Karena aku seorang ibu rumah tangga yang tidak tahu apa-apa, merekalah yang mengurus semuanya dan Allah permudah. Taman baca mendapatkan beberapa bantuan untuk renovasi.
Karena posisi taman baca yang berada di teras rumahku, secara otomatis menempel dengan rumah pribadiku. Ketika dilakukan renovasi, rumahku ikut terbongkar. Saat itu aku menangis karena aku tidak tahu harus memperbaiki rumahku menggunakan apa. Sementara, dana yang diberikan oleh Pertamina hanya untuk pembangunan taman baca, bukan untuk fasilitas pribadi.
Di saat kalut, Allah langsung menjawab doa-doaku. Aku yang tidak punya apa-apa sama sekali. Langsung diberikan kejutan dari Allah berupa 20% royalty menulis novel di platform online. Nilainya sekitar 200juta rupiah. Aku langsung bersyukur pada Allah dan menggunakan uang tersebut untuk membangun rumah baru. Supaya anak-anakku bisa istirahat dengan nyaman tanpa harus khawatir dengan atap bocor maupun banjir.
Alhamdulillah ... saat ini aku bisa tinggal di rumah yang nyaman, meski jauh dari kata mewah.
Aku tidak pernah takut tidak makan ketika mengabdikan diriku sebagai aktivis sosial di masyarakat. Karena aku percaya ... Allah akan terus mengirimkan malaikat-malaikatnya mendampingiku, selama aku tulus membantu. Aku tidak pernah menyesali apa yang sudah kulakukan, meski hasilnya sangat menyakitkan. Aku percaya ... Allah akan membukakan pintu rezeki dari semua penjuru, ketika kita bisa mengabdikan diri kita untuk bermanfaat bagi orang lain.
![]() |
| Ini adalah potret rumahku di tahun 2023 |
Kalau mau lihat kondisi rumahku yang sekarang, bisa dilihat di Channel Youtube Rin Muna. Aku sering bagi keseharianku di kanal Youtube. Ini adalah pengalaman nyata dalam hidupku yang begitu ajaib.
Salam sukses selalu ...
Semoga yang baca ceritaku ini, bisa mendapatkan keberkahan dalam hidupnya.
Aamiin...
Wednesday, August 23, 2023
Kisahku Bersama Kim Mutiara Borneo
Wednesday, August 9, 2023
[Self Experience] Pengalaman Rapat Koordinasi Bersama Diskominfo
Sunday, August 6, 2023
Kapan Lagi? Bunda Baking Class Datang Langsung ke Samboja
Sunday, July 30, 2023
NGOPI (Ngobrol Pintar) Pemuda-Pemudi Desa Beringin Agung
Rabu, 26 Juli 2023
Pemuda-Pemudi Desa Beringin Agung mengadakan acara diskusi bersama. Acara NGOPI (Ngobrol Pintar) ini dilaksanakan di Warung Pengkolan dan diinisasi oleh pemuda-pemuda desa. Hadir juga Bapak Kusnadi selaku Kepala Desa untuk mendengarkan aspirasi dan gagasan dari pemuda-pemudi di Desa Beringin Agung.
"Saya berharap diskusi seperti ini bisa sering dilakukan, tidak hanya satu kali saja. Agar kami sebagai Pemerintah Desa dapat mendengarkan gagasan dari pemuda-pemudi demi memajukan desa," ucap Pak Kusnadi dalam kesempatan diskusi kali ini.
KIM Mutiara Borneo ikut hadir dalam diskusi ini sebagai media utama yang akan menyampaikan informasi kepada seluruh masyarakat.
#diskusi
#pemudadesa
#desaberinginagung
#kimmutiaraborneo
#samboja
#kukar
#kaltim
Saturday, July 29, 2023
SELAMAT HARI MANGROVE SEDUNIA | WORLD MANGROVE DAY, 26 JULY 2023
Tuesday, July 25, 2023
Masa Mudamu Kamu Habiskan Untuk Apa?
![]() |
| Penanaman Mangrove bersama Pertamina Hulu Sanga-Sanga |
Tuesday, June 27, 2023
Tentang Mengeluh
Friday, May 26, 2023
Banjir Air Mata Di Sertifikat PKP Dinkes Ini
Aku selalu menangis setiap kali lihat foto ini.
Rasanya, masih nggak percaya kalau aku bisa sampai ke sini.
Harus menempuh perjalanan selama sedikitnya 4 jam ke Tenggarong dan bawa motor sendiri.
Demi apa? Demi dapetin sertifikat PKP yang cuma diadakan setahun sekali sama Dinas Kesehatan.
Sebenarnya, aku nggak mau ke sana karena jauh banget.
Makanya, di tahun 2020 aku minta sama Pak Ispiani untuk bantu aku dapetin sertifikasi PKP, supaya kami bisa dapet PIRT dan Sertifikat Halal. Karena aku memang menjadi mitra binaan PHSS sejak tahun 2019.
Alhamdulillah, beliau mengiyakan. Awalnya, mau aku aja. Tapi, aku pengen semua temen-temen Pelaku Usaha juga bisa dapet. Akhirnya, di tahun 2021, PHSS ngasih pelatihan bertahap lewat Unmul, supaya aku bisa dapet sertifikat PKP.
Sayangnya, hasilnya malah nihil. Aku bener-bener nggak dapet kesempatan buat dapetin sertifikat ini, sementara yang lain sudah bisa dapat. Aku sempat protes sama salah satu ComDev PHSS karena mereka nggak kasih apa yang mereka janjikan ke aku. Aku minta maaf banget soal ini. Karena emosi itu, perasaan yang manusiawi .
Okelah, nggak papa. Aku akan coba usaha lagi.
And then, saat temen dosen ITK datang ke rumah, aku berusaha minta tolong adakan pelatihan untuk UMKM lagi, supaya aku bisa dapet sertifikat PKP. Hasilnya ... nihil lagi.
Aku rasanya sedih banget. Karena udah 2x sertifikasi PKP ke kampungku, tapi aku malah nggak dapat.
Artinya, aku harus go sendiri ke Tenggarong demi dapetin sertifikatnya.
Aku udah nyerah minta bantuan ke sana ke sini.
Pada akhirnya, aku cuma bisa mengandalkan diriku sendiri.
Dan ... tanggal 24 Mei kemarin, aku otewe ke Tenggarong. Berangkat jam 5 sore, sampai di sana jam 10 malam. Karena jalanan banyak yang rusak dan gelap, aku nggak bisa cepet bawa motor.
Aku bawa motor dalam keadaan nahan sakit perut dan sakit kaki. Karena emang kebetulan lagi sakit sejak tiga hari sebelumnya.
Pelatihannya dari pagi sampe sore. Akhirnya, aku harus nginap lagi karena aku nggak berani lewat Bukit Soeharto sendirian dalam keadaan gelap gulita. Aku baru pulang ke Samboja paginya. Kali ini, aku berangkat subuh dan baru sampe samboja jam.10. Nggak tahu kenapa lambat banget nyampenya, padahal aku nggak ada istirahat sama sekali dari Tenggarong sampai ke km.48.
Sepanjang perjalanan pergi dan pulang, aku selalu berderai air mata. Rasanya sedih, terharu dan puas banget. Nggak nyangka kalau akhirnya aku bisa dapetin selembar kertas ini dengan berjuang seorang diri, tanpa minta bantuan siapa pun lagi. Setiap lihat kertas ini, aku selalu mewek. Ini berharga banget buat aku. Karena ada perjuangan nggak mudah yang aku lakukan buat dapetin ini. Ibaratnya, aku udah bertaruh nyawa di jalanan demi dapetin ini aja. Sebagian orang, bakal menganggap aku ini bodoh. Buat apa sampe segininya?
Karena aku serius mau bawa produk daerah supaya dikenal sama orang banyak di luar sana. Bahkan, rak nanas pun udah aku siapkan sejak tahun 2018, tapi sampe sekarang masih belum sukses buat bawa produknya.
Kalau dibilang gagal, aku ini emang udah gagal. Dari tahun 2020, aku nggak bisa bawa Stick Nanas buatanku dikenal sama banyak orang. Bahkan, aku harus menghentikan produksi sementara karena tiba-tiba ada produk lain yang brandingnya sama persis. Aku harus mulai dari nol lagi untuk re-branding produk aku.
Sampai temen-temenku yang di luar Kalimantan bilang "Kamu berat ya lepasin anak kamu yang satu itu?"
Ya, berat banget. Karena ada darah dan air mata yang aku pertaruhkan untuk bisa sampai di sini.
Orang lain nggak tahu, yang ditahu cuma enaknya aja.
Makanya, saat temen-temen bisnis nyaranin buat berhenti dan lepasin, hati kecilku masih bilang "Aku masih mau berjuang. Aku belum nyerah, aku belum nyerah, aku belum nyerah!"
Kalau pada akhirnya aku tetap gagal, aku tetap ingat kalo aku pernah berjuang demi anakku yang satu ini.
Aku tetap bisa belajar dari kegagalanku. Aku tetap belajar dari semua pengalamanku.
Apa yang nggak bisa aku dapatkan hari ini, mungkin bisa aku dapatkan suatu hari nanti.
Terima kasih, untuk cerita hidup yang nggak akan pernah aku lupakan seumur hidupku.
Akan aku abadikan, dalam tulisan-tulisanku.
Supaya ceritaku tetap hidup, saat aku sudah mati.
Supaya anak-anakku (anak biologis, anak angkat & karya-karyaku) tahu kalau aku juga pernah berjuang untuk mereka.
Much Love,
Rin Muna
Founder Rumah Literasi Kreatif
Monday, May 8, 2023
Hargailah Sebuah Proses Berkarya!
Monday, March 27, 2023
Subhanallah ...! Pembaca Yang Menghargai Banget!
Subhanallah ...
Ini salah satu pembacaku di Jakarta yang setia banget baca tulisan-tulisanku.
Aku jual bab 2rb, dia beli dengan harga 5rb. Pembaca yang lain juga sering
ngasih tip lebih karena mereka suka sama ceritanya dan demi authornya update
banyak.
Dulu, waktu di novelme jual bab cuma Rp 800. Ada 1008 bab buku berjudul
"Perfect Hero". Pembaca harus ngabisin uang sekitar 800rb untuk baca
1 judul bukuku aja. Dan sebagian dari mereka masih ngikutin terus buku-buku
lainnya meski berbayar.
Kalau pembaca yang suka gratisan, nggak bakal mau baca cerita yang berbayar.
Murah aja mereka protes dan pilih baca cerita lain yang gratisan.
Yah, nggak papa sih...
Mereka yang suka baca gratisan, ya hak mereka juga.
Kadang, ada yang bilang ... cerita yang gratis juga kualitasnya nggak kalah
bagus, kok.
Iya, sih. Aku juga sering ngasih cerita gratisan ke pembaca. Tapi, pastinya
beda mood nulis naskah gratisan sama yang berbayar.
Ini bukan soal kualitas ceritanya. Tapi soal selera dan bagaimana cara
menghargai kerja keras authornya.
Nulis itu nggak gampang. Nggak segampang nulis status facebook.
Dari premis, masih harus menciptakan tokoh/karakter, mengatur jalan cerita,
menciptakan konflik dan penyelesaiannya, mengolah perasaan lewat kata-kata,
nyari ide setengah mampus, baca banyak buku referensi bertumpuk-tumpuk dan
sebagainya. Belum lagi kalau mood ilang gara-gara ada yang ganggu, ada
kemalangan, dll. Karena author juga manusia biasa, kok.
Ada beberapa karya yang emang aku tulis exclusive dan berbayar. Tentunya, aku
juga harus mencurahkan semuanya untuk ini dan memberikan bacaan terbaik
untuk pembacaku. Meski cuma 10 orang yang beli, aku tetep ngerasa harus ngasih
bacaan yang paling baik. Karena mereka udah bayar untuk baca ceritaku dan aku
punya utang tanggung jawab.
Apalagi pembacaku itu ternyata ada di kalangan elite yang nggak mau disuguhi
cerita-cerita ringan dengan konflik yang biasa aja. Terlalu klise untuk mereka.
So, kalau nggak mau baca ceritaku yang berbayar, nggak usah julid, yak! Pasar
pembacaku jelas bukan kamu. Karena, masih banyak orang di luar sana yang mau
menghargai karyaku, tanpa tahu siapa aku sebenarnya.
Thursday, March 23, 2023
Kenapa Jahitanku Mahal?
Kenapa Jahitanku Mahal?
Kemarin ke toko kain, nyari kain satin roberto cavali, malah dikasih satin velvet sama orang tokonya.
🙈🙈🙈 dia bilang sama aja. Buatku beda. Karena aku kalo dikasih kain grade C aja aku nggak mau, meski itu masih sama jenisnya dan kalo dilihat sekilas emang mirip. Tapi tekstur, serat dan ketebalannya kelihatan beda banget. Takut customer nggak suka dan nggak nyaman dipakenya.
Akhirnya, aku coba cari kain satin maxmara yang lebih tebal, jatuh dan mengkilap.
Minusnya, satin maxmara emang gampang brudul dan butuh perlakuan khusus.
Tetap aja nggak nemu warna yang pas karena customer mintanya warna mocca.
Akhirnya muter-muter lagi seharian nyari kain yang sesuai permintaan. Karena mintanya yang elegan, mewah, nggak rame dan terkesan jatuh.
Akhirnya, aku dapet kain ini.. Satin Wero yang mirip banget sama maxmara. Kain bagian dalamnya juga adem, nggak perlu difuring lagi bisa tetep nyaman dipakenya. Harganya emang jauh lebih mahal, 2x lipat dari maxmara. Tapi worth it aja karena permintaan customer emang minta yang bagus. Belum lagi milih kain batiknya yang cocok untuk dipadukan dan cocok dengan keinginan dia.
Fix, aku beli bahannya doang udah lebih dari 500rb. Karena harga bahan di Jawa dan Kalimantan emang jauh banget perbedaannya. Di Kalimantan, harganya bisa 2x lipat dari harga di Pulau Jawa. Ini belum sama ongkos jahit, konsultasi design, hunting bahan, dll.
Alhamdulillah ... pelanggan nggak pernah masalah soal harga, karena mereka minta yang terbaik untuk moment terbaik mereka.
Aku bahkan harus jadwalin fitting beberapa kali buat ngepasin di badan customernya.
Jadi, kalo ada yang bilang gaun-gaun buatanku mahal banget. Nggak papa, mungkin mereka bukan pasarnya aku.
Aku emang jarang banget dapet orderan jahitan, karena kalo jahit... jatuhnya pasti lebih mahal dari barang pabrikan.
But, beberapa orang selalu pengen punya gaun custome yang nggak pasaran dan nggak ada yang punya.
Kalau order dress sama aku dan mintanya model yang pasaran, mending beli di pasar aja, jauh lebih murah.. ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Bismillah aja, lah ... rezeki nggak bakal ketuker, kok.
Tetap semangat berkarya meski banyak yang meremehkan.
Wednesday, March 15, 2023
PENGEN BERHENTI NULIS
“Pengen
Berhenti Nulis”
Huft …!
Tulisan ini aku
tulis untuk menggambarkan kegelisahanku selama ini. Dari dulu, aku pengen
banget berhenti nulis. Rasanya … otak dan tubuh sudah lelah untuk terus mencari
ide. Belum lagi terdistraksi dengan kegiatan anak-anak. Pengen bisa berhenti
nulis, apalagi kalau tulisan yang kita buat nggak ada yang baca. Bikin mental
down karena aku ngerasa sudah mencurahkan tenaga dan pikiranku untuk membuat
cerita yang menarik, tapi ternyata nggak bisa menarik. Karena yang bisa menarik
itu cuma tangan.
Di sela-sela
pergantian malam, aku sering termenung sendirian di deket kulkas. Kenapa harus
deket kulkas? Yah, karena aku nggak punya AC buat ngadem. Terpaksa dah jadiin
kulkas sebagai alat untuk mendinginkan hati dan pikiran ini.
Aku sering
banget merenung dan bingung mau bikin ide apa lagi untuk ceritaku. Kadang, aku
sampai mengabaikan dan melupakan kegiatan penting karena waktuku habis kupake
buat ngelamun.
Sambil duduk
menatap diri sendiri yang nggak kelihatan, aku terus berpikir untuk berhenti
menulis. Pengen aja netralin otak dan pikiran. Pengen bisa hidup seperti
wanita-wanita yang lain yang bisa bersantai tiap hari tanpa beban. Tapi, balik
lagi sih sial sawang sinawang yang kerap aku dengar dalam nasihat orang jawa.
Terlalu banyak
hal yang terjadi sama aku sejak tujuh tahun belakangan ini. Aku harus
menanggung banyak penderitaan dan rasa sakit yang orang lain nggak pernah
mengetahuinya. Karena semua itu masih aku simpan sendiri dengan begitu rapat.
Aku cuma nggak mau ditertawakan sama orang yang nggak suka sama aku, saat aku
lagi ada dalam penderitaan.
Ketika aku
memutuskan untuk menjadi seorang single mom sejak satu tahun lalu, aku harus
siap dengan segala konsekuensinya. Harus siap menanggung masa depan anak-anak
dan keluargaku. Menjadi single fighter tidaklah mudah. Butuh effort yang lebih
karena harus bisa menjadi ibu yang bertanggung jawab pada rumah dan anak-anak,
sekaligus menjadi ayah yang harus mencari nafkah dan memastikan kalau besok
keluargaku masih punya makanan.
Semua rasa
sakit itu … nggak bisa aku gambarkan dengan kata-kata. Mungkin, akan butuh
naskah berjilid-jilid hanya untuk menggambarkan apa yang telah terjadi dalam
hidupku.
Setiap malam …
aku nggak bisa tidur nyenyak. Saat diri ini mulai berselimut sepi dalam
kelapnya malam, aku selalu dihantui banyak ketakutan. Ketakutan tentang masa
depan anak-anakku, ketakutan tentang kegiatan-kegiatan sosial yang selama ini
lakukan, ketakutan tentang bagaimana menjalani hubungan kembali dengan
seseorang.
Sungguh, aku ingin
lepas dari ini semua. Tapi aku nggak sanggup. Bagiku, tengah malam adalah pintu
yang selalu membawaku pada ingatan masa laluku. Setiap kali aku lihat pintu itu
… aku melihat diriku sendiri yang terluka di masa laluku. Rasanya sakit, pilu
dan sulit untuk aku gambarkan dengan kata-kata.
Aku sedih bukan
karena membenci orang yang melukaiku selama ini. Aku sedih karena aku bisa
melihat diriku sendiri yang masih berusaha keras berdiri kuat meski seluruh
tubuhnya tersayat dan berdarah-darah.
Aku takut aku
dilukai lagi.
Aku takut aku
dikecewakan lagi.
Aku takut aku
tidak bisa bahagia lagi.
Dan masih
banyak rasa takut yang menghantui pikiranku setiap malamnya.
Setiap aku
terjaga di tengah malam, aku selalu bersedih. Kesunyian dan kegelapan malam itu
sungguh-sungguh hal yang sempurna untuk menggambarkan sebuah penderitaan. Air
mata ini selalu menetes untuk menangisi nasib diriku sendiri.
Di tengah
kekalutan hatiku, rasanya aku pengen nulis. Karena aku tahu, aku nggak akan
sanggup memenuhi keinginan pembacaku yang harus update setiap hari, sementara
aku sibuk bertahan hidup dan mempertahankan kewarasanku.
Aku pengen
berhenti nulis. Tapi aku sadar kalau aku nggak akan bisa melakukannya. Bagiku,
menulis seperti healing atas semua rasa sakit yang aku alami selama ini. Kalau
aku tidak menulis, mungkin semua yang aku rasakan akan lebih sakit. Karena saat
malam hari dan aku nggak bisa tidur, aku selalu nulis untuk mengalihkan semua
kesedihan dan penderitaanku. Meski aku pengen berhenti menulis, menulis menjadi
bagian dari healing (penyembuhan) atas semua rasa sakit yang sedang aku pikul.
Aku selalu
pengen berhenti nulis, tapi aku selalu gagal. Karena menulis adalah bagian dari
kebutuhan dan bagian dari rutinitasku yang nggak bisa aku tinggalin. Setiap
kali aku nggak nulis, kepalaku rasanya mau pecah. Tapi … mau nulis juga selalu
nggak ada waktu untuk melakukannya. Jadi, aku pilih berhenti menulis sejenak
saja. Mengatur suasana hatiku dan aku akan menulis apa yang ingin aku tulis
saja. Karena terkadang … aku nggak bisa bahagia ketika aku sedang membahagiakan
orang lain.
Tuesday, February 14, 2023
Pengalaman Mengikuti Pelatihan Wikipedia Bahasa Indonesia di Samarinda
12 Februari 2023 menjadi sebuah cerita yang tidak akan terlupakan dan harus diabadikan. Sebab, aku belum tentu mendapatkan pengalaman seperti ini lagi seumur hidupku.
Hari ini aku mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sebuah pelatihan yang diselenggarakan oleh Wikimedia di TBM Iqra' Samarinda. Wikilatih ini berguna banget buat aku yang selalu ingin belajar menulis dan upgrading ilmu menulisku. Karena aku tidak sekedar menulis novel, aku juga aktif menulis beberapa artikel, opini, cerpen, puisi dan cerita anak.
Oleh karenanya, belajar di sini menjadi salah satu kesempatan yang tidak terlupakan. Aku juga bisa banyak bertemu dan berkenalan dengan orang-orang baru. Ada banyak anak-anak muda yang hebat dan memiliki potensi besar dalam memajukan negeri ini.
Di sini, kami dibimbing oleh Mas Nadiantara (Wikimedia) yang menjadi kontributor di Wikimedia. Beliau pernah menjuarai kompetisi menulis di Wikimedia dan mendapatkan hadiah beasiswa ke Jerman. Pemuda yang berasal dari kota Palu ini sungguh menginspirasi dan memberikan semangat pada generasi muda yang memiliki hobi menulis.
Aku berharap, ilmu yang aku dapatkan kali ini bisa bermanfaat untuk masa depan dan membuatku bisa mengabadikan setiap tempat-tempat bersejarah yang ada di sekitarku. Sebab, wikipedia adalah salah satu situs/platform yang selalu berada di pencarian teratas mesin pencarian /search engine. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk orang-orang seperti aku agar tulisannya bisa muncul ke permukaan.
Terima kasih untuk ilmu dan pengalamannya hari ini ...!
Semoga bisa bermanfaat untuk masa depan ...!
Much Love,
Rin Muna
Saturday, February 11, 2023
Jadilah Diri Sendiri!




.png)










.png)


