Showing posts with label My Experience. Show all posts
Showing posts with label My Experience. Show all posts

Wednesday, March 19, 2025

Local Hero Pertamina yang Kerap Dijuluki Sebagai Wanita Simpanan Di Kampungnya



Tiba-tiba nemu foto di galeri laptop waktu mau bersih-bersih memori karena semua memoriku udah kepenuhan.

Ini foto waktu aku nginap di Pertamina Patra Land Residence di tanggal 01 Maret 2024.


Disclaimer : Foto-foto aku di hotel atau apartemen itu bukan karena aku jadi wanita simpanan, tapi karena aku dibayar untuk ikut seminar, pelatihan, diskusi, atau ngisi acara.

Mungkin, foto-foto kayak gini yang sering banget bikin aku dibilang wanita simpanan bos-bos. Padahal, aku nggak kenal sama bos siapapun. Kalaupun kenal, itu cuma untuk belajar bisnis atau sharing tentang pengalaman usaha.

Jadi, Sehari sebelumnya, aku ditelpon sama CDO Pertamina Hulu Sanga-Sanga. Semuanya mendadak banget. Beliau juga diinformasikan dadakan. Awalnya, cuma CDO yang mau terbang ke Jakarta untuk kegiatan. Tapi kemudian, Local Hero juga diajak untuk pergi ke tempat acara. Alhasil, sore itu juga dipesanin tiket dan harus berangkat pagi banget karena acara dimulai jam 8 pagi. Jadi, kita udah harus sampai di Jakarta sebelum acara dimulai.
PHSS punya 2 Local Hero binaan di tahun 2024. Artinya, aku tidak sendiri. Aku berangkat bersama seorang CDO (Mas Prass) dan 1 Local Hero asal Samboja juga, yakni Mas Tio (Pengelola Wisata Bekantan Sungai Hitam Lestari) yang bergerak di bidang Ekowisata.
Karena penerbangan pagi banget, nggak memungkinkan lagi kalau berangkatnya jam 2 subuh. Soalnya, CDO kami dari Muara Badak, sedangkan aku di Desa Beringin Agung dan Mas Tio dari Sungai Hitam.
So, kami berangkat sore hari menuju kota Balikpapan dan sampai di Patra Land Residence jam sembilan malam.
Ini pertama kalinya aku masuk ke Patra Land Residence. Mungkin, akan jadi yang pertama dan terakhir seumur hidupku karena aku bukan orang yang bekerja di Pertamina.
Karena datangnya malam, aku ngerasa tempat ini kayak serem banget. Mewah, tapi horor. Karena kebanyakan apartemen tuh kosong. Maklum, cuma orang-orang tertentu yang menginap di tempat ini. Jadi, nggak akan ramai seperti hotel atau apartemen lain. Aku jadi flasback ke masa saat aku masih bekerja di perusahaan dan menginap di Mess Executive. Aku juga jadi teringat ketika aku menerima penghargaan Pemuda Pelopor dan menginap di salah satu villa pelatih yang ada di area stadion Aji Imbut.
Vibes-nya tuh sama. Sama-sama horor karena sepi dan kosong.
Sebenarnya, apartemen ini mewah banget. Udah ada ruang tamu yang luas, ruang makan yang luas, pantry, ruang loundry, dan 3 kamar tidur.
Aku tidur di kamar utama. sedang Mas Prass dan Mas Tio tidur di kamar yang lain. Mereka berdua sempat main keluar, entah ke mana. Dan aku memilih untuk tidak keluar dari kamar karena aku takut.
Alhamdulillahnya, aku masih bisa tidur nyenyak. Mungkin karena aku juga terbiasa dengan suasana sepi. Jadi, lebih nyaman berdiam diri di dalam kamar daripada ngeluyur keluar. Itulah yang selalu aku lakukan setiap kali berkegiatan. Kalau udah baring di kamar, rasanya nyaman banget. Main hape, nonton tv, main laptop, atau teleponan sama anak-anak.
Jam 5 subuh, aku sudah bersiap dan kami langsung pergi ke bandara. Kebetulan, jarak apartemen dan bandara tidak jauh. Tidak harus terjebak macet seperti kota Jakarta. Jadi, kami bisa sampai tepat waktu untuk check-in di bandara.
Alhamdulillah, setiap langkah dan waktu yang aku lalui, semuanya sangat berkesan. Banyak ilmu dan pengalaman hidup yang aku dapatkan.
Aku bertemu dengan 170 Local Hero Pertamina dari seluruh Indonesia di saat aku ingin menyerah pada apa yang selama ini aku perjuangkan. Ternyata, perjuangan mereka jauh lebih berat dari yang aku lakukan. Kalau aku menyerah, artinya aku kalah pada takdir yang sedang direncanakan Allah. Bisa jadi, Allah sedang menyiapkan hadiah di ujung sana. Di tempat di mana aku harus melalui banyak kesulitan lebih dahulu.


Terima kasih banyak untuk pengalaman berharga yang tak terhingga. Aku tidak kaya harta, tapi aku punya intelectual investment (investasi intelektual) yang membuatku dihargai. Investasi intelektual tidal bisa didapat dengan cara yang instan. Butuh proses dan perjuangan keras selama belasan tahun untuk bisa menghasilkan sebuah karakter yang kuat, karakter yang bisa dipercaya oleh orang lain. Yang ketika aku merekomendasikan seserang untuk menjalankan program, mereka berkata, "Kalau bukan Mbak Rin Muna, kami nggak yakin akan bertahan lama."

Benar saja, taman bacaanku "Rumah Literasi Kreatif" kini sudah berusia 7 tahun. Meski setiap harinya harus tertatih menghidupkannya sendirian, tapi masih bisa bertahan selama ini.
Sebab, banyak orang yang ikut membuka taman bacaan, tapi tidak mampu bertahan sampai satu tahun. Karena di sini semuanya murni sosial. Tidak ada keuntungan yang aku dapatkan. Aku merawat dan menjaga buku-buku dengan tulus. Aku belum mampu berkembang lebih luas lagi, masih sebatas bertahan untuk tidak hancur oleh zaman.









Monday, March 17, 2025

Menjadi Wanita Produktif di Bulan Ramadan Bersama Komunitas Muslimah






Setiap hari adalah proses untuk belajar. Tidak ada kata berhenti untuk belajar selama kita masih hidup di dunia ini. 
Sama seperti hari ini, aku pergi ke majelis taqlim untuk belajar agama lebih dalam. Aku sadar, aku bukan anak yang terlahir dengan didikan agama yang baik dari orang tua. Oleh karenanya, aku sangat ingin bisa belajar agama Islam yang baik dan benar. Walau sampai hari ini, aku masih belum bisa istiqomah untuk menjalankan syariat agama yang baik dan benar. Tapi segala hal butuh proses dan aku berharap suatu hari nanti ditunjukkan jalan yang lurus oleh Allah SWT.
Hari Jum'at ini, 14 Maret 2025 adalah hari pertama aku mengikuti kajian agama di bulan Ramadan. Bersama dengan Komunitas Muslimah Samboja, aku sama-sama belajar tentang agama agar aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi di masa depan.

Pertemuan kali ini mengkaji tema "Menjadi Wanita Produktif di Bulan Ramadan".
Berpuasa adalah perintah dari Allah dan tidak membuat kita kehilangan produktifitas sedikit pun. Beruntungnya, kita tinggal di Indonesia yang mayoritas muslim dan bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik. Karena ada beberapa negara yang melarang umat muslim untuk berpuasa seperti Turkmenistan, Tajikistan, dan Prancis. Di tiga negara ini, umat muslim dilarang untuk berpuasa, bahkan harus mendapatkan hukuman jika berpuasa. 
Sungguh, iman seorang muslim diuji dengan hal yang seperti ini. Sulit untuk bisa beribadah kepada Allah adalah nikmat yang tidak bisa kita dapatkan karena keimanan mereka sangatlah membuat kita iri. Allah pasti akan memberikan balasan yang jauh lebih besar dari apa yang kita lakukan hari ini. Sedangkan puasa adalah perintah Allah yang harus dijalankan oleh setiap muslim yang beriman. Bagi yang tidak beriman, meninggalkan puasa adalah hal yang biasa. Sebab, ada banyak orang muslim tapi tidak beriman.
Seperti yang disabdakan Allah dalam Surat Al-Baqoroh ayat 183:
yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba ‘alaikumush-shiyâmu kamâ kutiba ‘alalladzîna ming qablikum la‘allakum tattaqûn
Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

English Translation : O you who have believed, decreed upon you is fasting as it was decreed upon those before you that you may become rigtheous.

Dalam ayat yang tertera di atas, dapat kita ketahui bahwa berpuasa adalah ibadah yang diwajibkan oleh Allah SWT. Bahkan, Allah juga mewajibkan kita untuk membayar utang puasa jika kita tidak bisa menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadan. 

Oleh karenanya, puasa menjadi kewajiban bagi orang-orang yang beriman. Berpuasa sama sekali tidak menghalangi aktifitas kita. Kita masih bisa menjadi wanita yang produktif meski sedang berpuasa. Menjadi wanita produktif bagi mereka yang bekerja di luar rumah, juga menjadi wanita yang produktif dalam merawat dan menjaga keluarganya di dalam rumah.
Sebab, wanita adalah madrasah ula atau madrasa pertama bagi anak-anaknya. Akan menjadi apa anak-anaknya kelak, akan bergantung pada pendidikan dari ibunya. 

Semoga, aku bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku meski sampai hari ini ilmuku masih minim, emosiku masih belum stabil, ego dan nafsuku masih lebih tinggi dari ibadahku. 

Aku sangat ingin menjadi orang-orang beriman yang selalu disayang oleh Allah karena orang-orang yang beriman selalu dipanggil oleh Allah di dalam Al-Qur'an. 
Semoga Allah selalu pertemukan aku dengan orang-orang baik yang bisa membawaku ke dalam kebaikan. Orang-orang yang mengajariku banyak hal, terutama tentang bagaimana menjadi ummat yang baik. Aku ingin berada di jalan Allah yang lurus dan selalu disayang oleh Allah di dunia dan di akhirat.
Semoga, yang membaca tulisan ini juga mendapatkan keberkahan dari Allah dan kita dipertemukan di surga nanti sebagai orang-orang beriman yang disayang Allah.


Kamu bisa lihat aktivitas keseharianku dengan lengkap di Channel Youtube "Rin Muna".
Bantu support konten-kontennya supaya aku bisa memberikan banyak inspirasi dan bermanfaat.




Much Love,

Rin Muna

Monday, May 20, 2024

My Chilhood Experience

 


 

“My Childhood Experience”

 

Hi ...! I will introduce my self. My name is Rin.

 Today, I want to tell you about my childhood experience in a isolated village on the island of Borneo.

 Well, I was born in a village far from downtown. Makes me have to feel survive living in the jungle. Every day, I just eat-feed from the plants around the house. Never bought any food because there was no market in the forest. Even cooking oil, we produced from preparing the coconut.

Every day, my parents going to farm in a field. Every day I go to the fields to fish. I used to love fishing when I was a kid. Because, just by fishing I can eat fish every day. The most fun thing about fishing is when I get a lot of big fish. Then, I burned it in a fireplace of my own by the river. Just packed with salt, I can enjoy the fresh fish I've lured myself. I became more and more enjoyed.

 Normally, I enjoy moment a fresh grilled fish while relaxing under a tree. Sometimes I also made a small house on top of a tall tree so that I could spend the day without fear of wild animals such as wild pigs, bears, or big snakes.

 That was a very pleasant childhood experience. I've always longed for a primitive life experience that no modern person would ever experience today. For me, it was a rewarding experience because not everyone could experience like it.

 

Tuesday, February 13, 2024

Keinginan Kecil dari Malaikat Kecil

 



Pukul 15.00 WITA aku dibuat panik ketika tiba-tiba putera kecilku terserang demam tinggi. Sebenarnya, sudah tiga hari lalu dia demam, tapi belum aku bawa periksa ke dokter. Aku selalu menyiapkan termometer dan obat penurun panas di rumah. Hal itu aku lakukan untuk jaga-jaga ketika anak tiba-tiba demam. 

Hal yang paling membuat panik adalah ketika anak demam tinggi dan sudah berlangsung lebih dari 3 hari. Akhirnya, aku meminta tolong pada seseorang untuk membawa puteraku berobat ke bidan praktik yang berada di wilayah kilometer tiga puluhan, aku lupa persisnya di kilometer berapa, tapi aku memang beberapa kali pergi ke sana untuk membawa anak atau keluargaku berobat.

Ada hal yang begitu membuat hatiku tersentuh dan terenyuh ketika kami berada di tengah perjalanan. Putera kecilku yang bernama Arga, dalam kondisi demam tinggi dan sangat lemas, tiba-tiba minta masuk ke kawasan militer "Kompi Kavaleri" yang berada di wilayah kilometer 28. Arga sangat suka dengan tentara dan apa pun yang berhubungan dengan tentara. Entah apa yang membuatnya begitu menyukai hal yang berbau tentara ini, mungkin ... karena kakek buyut Arga adalah seorang mantan pejuang (ABRI) yang memiliki dedikasi untuk negeri ini. Aku rasa, hal inilah yang membuat Arga begitu menyukai tentara dan dia memiliki jiwa pemberani.

Karena sudah malam dan Kavaleri bukanlah tempat yang bisa diakses secara umum, akhirnya aku memutuskan untuk turun dan mengajak Arga untuk foto bersama di depan kompi tersebut. Hal ini aku lakukan untuk mengabadikan momen masa kecilnya, supaya bisa ia lihat kelak ketika ia sudah dewasa.

Jujur, aku nggak pernah masuk ke kawasan militer sejak aku sudah tidak lagi tinggal di panti asuhan (kebetulan pemilik panti asuhan tempat tinggalku adalah seorang tentara). Aku juga tidak berani mengambil sembarang foto, karena aku tidak tahu kawasan ini bisa dipublikasikan atau tidak. Sehingga, aku harus meminta izin terlebih dahulu pada petugas pos penjagaan untuk mengambil foto di depan pintu masuk Kavaleri tersebut. 

Alhamdulillah, kami diberikan izin untuk mengambil foto di sini dan aku bisa mengabadikan cerita bersama putera kecilku ini. Aku juga bisa kembali ke rumah dengan perasaan bahagia karena setelahnya, demam tinggi Arga bisa langsung reda dan dia bisa tidur dengan nyenyak.

Tak ada harapan lain dari seorang ibu selain melihat anak-anaknya baik-baik saja dan hidup bahagia.

Jika suatu hari nanti Tuhan menakdirkan Arga untuk kembali ke tempat ini, semoga dia kembali dengan menggendong prestasi dan kebanggaan untuk orang tuanya, juga untuk negeri ini. Aamiin ...




Monday, February 12, 2024

Rumahku Tahun 2015 ( Sebelum Mengenal Ilmu Sedekah Jariyah)

  




Semua orang tahu bagaimana proses perjalanan hidupku. 

Aku hanyalah anak seorang petani, yang tidak mampu membiayai pendidikan anak-anaknya sampai ke perguruan tinggi. Jangankan untuk punya rumah mewah, untuk makan sehari-sehari saja sangat susah.

Tahun 2015, aku masih bekerja di sebuah perusahaan swasta. Aku masih tinggal di rumah kayu milik kakekku. Rumah ini sudah berdiri sejak tahun 1985, ketika mereka transmigrasi untuk pertama kalinya. Beberapa bagian memang sudah diubah karena usia kayunya memang sudah rapuh. Yah, beginilah potret dari rumah mungilku di desa. Sangat jauh dari kata nyaman.

Di tahun itu, aku masih harus berjuang untuk hidup. Ditambah, aku punya seorang puteri yang baru saja aku lahirkan. Bisa memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja, aku sudah sangat bersyukur. Tidak pernah memiliki keberanian untuk memiliki rumah yang mewah. Itu adalah hal yang sangat menakutkan dalam hidupku yang sangat pas-pasan.


Sampai akhirnya ... titik balik dalam hidupku terjadi.

Aku yang sedang kesulitan ekonomi, justru melakukan hal gila dengan membuka sebuah taman baca yang aku dedikasikan untuk sosial masyarakat. Saat itu, aku dicemooh banyak orang. Hidup sangat miskin, untuk apa membuka taman baca? Toh, sudah tidak ada orang yang minat untuk membaca. Hanya ingin menjadi bahan tertawaan orang saja.


Aku diam dan terus melakukan apa yang ingin aku lakukan.

Sampai akhirnya ... Tuhan memberikan reward atas ketulusan dan dedikasiku selama ini. Bagiku, apa yang diberikan oleh Allah saat ini adalah hasil dari apa yang aku berikan untuk orang banyak. Memang, mengabdikan diri untuk masyarakat itu tidak ada bayarannya. 

Ketika banyak orang bilang "HARI GINI MASIH SOSIAL? KITA BUTUH MAKAN, COY!" 

Dan aku memperhatikan, mereka adalah orang yang sangat bekerja keras untuk bisa makan. Bahkan, mereka tidak berhenti bekerja keras, meski setiap bulan mereka mendapatkan penghasilan. Mereka tidak punya banyak waktu bersantai, apalagi menyisihkan sedikit rezekinya untuk orang lain. Sama persis saat aku bekerja di perusahaan selama 7 tahun dan tidak bisa mendapatkan rezeki lebih selain gaji.

Hitung-hitungan Allah itu berbeda dengan hitung-hitungan manusia. Allah punya hitungan rezeki yang mustahil jika disandingkan dengan perhitungan manusia. 

Aku percaya, Allah tidak akan menghitung berapa banyak rezeki yang Dia curahkan ke kita, asalkan kita juga tidak perhitungan menggunakan rezeki yang Allah berikan untuk jalan kebaikan.

Aku  percaya kalau Allah tidak akan membiarkan aku kelaparan, meski hari ini memang sedang terasa sulit. 

Semua kesulitan itu Allah jawab dengan begitu cepat. Di tahun 2018, aku mendirikan sebuah taman baca yang aku dedikasikan untuk masyarakat. Aku menyisihkan sebagian uang yang aku punya untuk membeli buku, alat tulis, alat lukis dan barang-barang yang diperlukan untuk taman baca. Sampai-sampai, aku tidak punya tabungan sedikitpun untuk diriku sendiri.

Akhir tahun 2018, PT. Pertamina Hulu Sanga-Sanga datang dan memberikan support besar untuk taman bacaku. Karena aku seorang ibu rumah tangga yang tidak tahu apa-apa, merekalah yang mengurus semuanya dan Allah permudah. Taman baca mendapatkan beberapa bantuan untuk renovasi.

Karena posisi taman baca yang berada di teras rumahku, secara otomatis menempel dengan rumah pribadiku. Ketika dilakukan renovasi, rumahku ikut terbongkar. Saat itu aku menangis karena aku tidak tahu harus memperbaiki rumahku menggunakan apa. Sementara, dana yang diberikan oleh Pertamina hanya untuk pembangunan taman baca, bukan untuk fasilitas pribadi.

Di saat kalut, Allah langsung menjawab doa-doaku. Aku yang tidak punya apa-apa sama sekali. Langsung diberikan kejutan dari Allah berupa 20% royalty menulis novel di platform online. Nilainya sekitar 200juta rupiah. Aku langsung bersyukur pada Allah dan menggunakan uang tersebut untuk membangun rumah baru. Supaya anak-anakku bisa istirahat dengan nyaman tanpa harus khawatir dengan atap bocor maupun banjir.

Alhamdulillah ... saat ini aku bisa tinggal di rumah yang nyaman, meski jauh dari kata mewah.


Aku tidak pernah takut tidak makan ketika mengabdikan diriku sebagai aktivis sosial di masyarakat. Karena aku percaya ... Allah akan terus mengirimkan malaikat-malaikatnya mendampingiku, selama aku tulus membantu. Aku tidak pernah menyesali apa yang sudah kulakukan, meski hasilnya sangat menyakitkan. Aku percaya ... Allah akan membukakan pintu rezeki dari semua penjuru, ketika kita bisa mengabdikan diri kita untuk bermanfaat bagi orang lain.

Ini adalah potret rumahku di tahun 2023


Kalau mau lihat kondisi rumahku yang sekarang, bisa dilihat di Channel Youtube Rin Muna. Aku sering bagi keseharianku di kanal Youtube. Ini adalah pengalaman nyata dalam hidupku yang begitu ajaib.

Salam sukses selalu ...

Semoga yang baca ceritaku ini, bisa mendapatkan keberkahan dalam hidupnya.



Aamiin...






Wednesday, August 23, 2023

Kisahku Bersama Kim Mutiara Borneo


Hai, Peers!
Kali ini aku pakai seragam Diskominfo.
Kenapa?
Apa aku kerja di Dinas Komunikasi dan Informasi?
Oh, tidak!
Aku adalah relawan informasi yang tergabung dalam KIM (Komunitas Informasi Masyarakat). 
Kebetulan, aku dipercaya untuk jadi Ketua KIM Mutiara Borneo yang ada di Desa Beringin Agung.
Bersama tiga orang relawan lain (Rendy, Nisyam dan Arifin), aku berusaha untuk bergerak di bidang dokumentasi dan publikasi kegiatan desa. 
Foto ini diambil adikku saat kami mendokumentasikan kegiatan pagelaran seni budaya selama 3 hari 3 malam. 
Rasanya amazing banget karena tim dokumentasi dituntut untuk on dari awal sampai akhir.
Alhamdulillah ... berkat bantuan dari tim relawanku, kami berhasil juga mendokumentasikan kegiatan kali ini. 
Memang nggak bisa full video dari awal sampai akhir. Karena tim aku juga butuh untuk istirahat. Kesehatan mereka, juga menjadi bagian dari prioritas aku.
Harapannya, aku tetap bisa mendapatkan banyak relawan informasi untuk memublikasikan potensi-potensi yang ada di desa Beringin Agung.
Terima kasih untuk tim Kim Mutiara Borneo!

Jangan lupa support konten-konten kami supaya lebih semangat lagi berkarya!


Follow akun Ig @kimmutiaraborneo

Kunjungi juga website kami di Kim Mutiara Borneo

Wednesday, August 9, 2023

[Self Experience] Pengalaman Rapat Koordinasi Bersama Diskominfo




Rabu, 09 Agustus 2023


Hello, Peers ...!

Hari ini aku dapet kesempatan buat ikut Rakor Diskominfo yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara di Grand Jatra Hotel Balikpapan dengan tema "Mewujudkan Kutai Kartanegara Sebagai Mitra Idaman IKN Melalui Sinergisitas Program SPBE, Smart City dan Satu Data Indonesia".

Seneng banget bisa dapet pengalaman dan ilmu baru di tempat ini. Bisa ketemu sama temen-temen Forum KIM Kukar yang humble dan friendly banget. Aku yang nggak pernah ketemu sama sekali sama mereka. Langsung bisa deket, bercandaan dan diskusi banyak hal. Semuanya ngerangkul aku dengan baik. 
Sempat insecure waktu belum sampe ke venue. Soalnya aku masih awam banget dan butuh belajar banyak. Ngerasa nggak pede kalo mau ketemu sama orang-orang yang profiling-nya udah keren banget saat lihat di sosmed mereka. Sementara, aku belum punya karya apa-apa dan masih krisis kepercayaan diri buat liputan berita.
But, semua ketakutan aku itu langsung hancur seketika saat ketemu mereka dan mereka nyapa aku dengan ramah.
Ada Mbak Ema Handayani yang menjabat sebagai staf Fungsional Pelaksana Seksi Sumber Daya Komunikasi Publik (SDKP) Diskominfo Kukar yang always ngajak diskusi dan  koordinasi secara intens tentang KIM yang ada di Kutai Kartanegara.
Ada Mbak Suhartini (Kim Muara Badak) yang vlog-vlog-nya sering aku intipin diam-diam. Ada Daeng Lompo (Ketua Forum KIM Kukar) yang konten wisatanya udah keren banget karena beliau adalah pemilik Pantai Panrita Lopi yang udah terkenal banget. Ada Bang Wahyudin Nur dan Bayu Setiawan dari KIM Muara Pelangi  yang kontennya seru, menghibur dan seger banget.  Ada Mas Budiyono dan Pak Zakaria Ahmad (KIM WKG) Desa Bangun Rejo, Tenggarong Seberang yang selalu ngasih nasihat-nasihat spiritual.
Masih banyak lagi orang-orang keren yang nggak bisa aku sebutkan satu persatu. Terutama narasumber yang keren-keren banget. (Silakan buka akun Forum KIM Kukar untuk melihat berita lengkapnya)


Nggak nyangka banget, aku yang orang biasa ini bisa ada di antara orang-orang hebat yang ada di sini. Semoga, ilmu dan kesuksesan mereka bisa menular ke aku dan bermanfaat untuk banyak orang.


Mungkin, ini aja cerita singkat dari aku.
Capek ah kalo mau nulis banyak-banyak.
Kalian juga bakal bosen baca tulisan yang panjangnya ngalah-ngalahin jalan tol Samarinda-Balikpapan. Iya, kan?
So, aku akhiri tulisanku sampai di sini dulu.
See you di tulisan-tulisan aku selanjutnya!
Semoga bisa jadi teman bercerita dan menginspirasi.



Much Love,


Rin Muna



Sunday, August 6, 2023

Kapan Lagi? Bunda Baking Class Datang Langsung ke Samboja


Hello, peers ...!
Apa kabar weekend kalian?
Ngapain aja, nih selama weekend?
Jalan-jalan ke pantai, ke mall atau ke tempat-tempat wisata yang lagi viral?

Hmm...
Kayak aku, dong!
Weekend aku kali ini, aku isi dengan cara mengikuti pelatihan pembuatan kue ulang tahun, langsung dari Bunda Baking Class Tenggarong.

Wow ...!
Keren banget, kan?
Kapan lagi bisa belajar langsung dari ahlinya, tanpa harus jauh-jauh pergi ke Tenggarong?
Secara, jarak Samboja-Tenggarong itu jauh banget. Rasanya pengen bikin rel kereta api express tujuan Samboja-Tenggarong supaya aku bisa bolak-balik ke Tenggarong-Samboja tanpa harus mikir tujuh keliling karena akses jalan yang lumayan jauh. Apalagi buat emak-emak kayak aku yang lebih doyan ngeram dalam rumah daripada keluyuran.


Rasanya seneng banget bisa ada di sini. Menjadi bagian dari perempuan-perempuan yang insya Allah akan membawa perubahan untuk daerahnya.
Ini pengalaman yang berkesan banget buat aku karena baru pertama kalinya aku ada di dalam organisasi di mana orang-orangnya nggak ada yang aku kenal, tapi mau nerima aku dengan baik.
Selain kenal sama ibu-ibu keren yang ada di Kuala Samboja, aku juga berkesempatan berada satu frame dengan Hj. Rena Kurdiana, SE selaku Ketua Umum Ranting Samboja dan Hj. Fetty Puja Amelia yang merupakan Ketua IWAPI Kutai Kartanegara sekaligus istri dari Bapak H. Rendi Solihin (Wakil Bupati Kutai Kartanegara).
Alhamdulillah dan nggak nyangka banget kalau Allah SWT telah memasukkan aku ke dalam circle orang-orang baik dan banyak memberikan inspirasi.
Lebih seneng lagi, bisa ketemu sama Bunda Lala, owner dari Bunda Baking Class Tenggarong yang humble dan ramah banget. Bahkan saat udah di jalan pulang, beliau masih teriakin aku untuk hati-hati di jalan karena aku bawa motor sendiri sambil bawa barang-barang hadiah dari acara cooking class hari itu. Pengen banget bisa belajar bikin kue yang lebih banyak lagi. Karena 1 hari waktunya nggak terasa banget. Cuma bisa belajar bikin cake ulang tahun dan roti gembong doang. Andai tempatnya deket, mungkin aku bakal sering main ke workshop Bunda Lala. Nggak papa deh jadi karyawan Bunda Lala, yang penting dapet ilmu masaknya. Hahaha.

Terima kasih untuk semuanya ...!
Terima kasih untuk IWAPI Samboja (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) yang sudah mempertemukan saya dengan Bunda Baking Class.
Terima kasih untuk DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) yang telah memfasilitasi IWAPI hingga bisa menyelenggarakan acara yang sangat bermanfaat seperti ini.
 

Semoga kita bisa bertemu dan berkumpul lagi dalam keadaan baik dan berprestasi. Aamiin.



Sampai di sini dulu sharing experience dari aku. Semoga bisa jadi bahan referensi dan jadi teman bercerita yang menginspirasi.



Much Love,


Vella Nine

Sunday, July 30, 2023

NGOPI (Ngobrol Pintar) Pemuda-Pemudi Desa Beringin Agung

 



Rabu, 26 Juli 2023


Pemuda-Pemudi Desa Beringin Agung mengadakan acara diskusi bersama. Acara NGOPI (Ngobrol Pintar) ini dilaksanakan di Warung Pengkolan dan diinisasi oleh pemuda-pemuda desa. Hadir juga Bapak Kusnadi selaku Kepala Desa untuk mendengarkan aspirasi dan gagasan dari pemuda-pemudi di Desa Beringin Agung. 

"Saya berharap diskusi seperti ini bisa sering dilakukan, tidak hanya satu kali saja. Agar kami sebagai Pemerintah Desa dapat mendengarkan gagasan dari pemuda-pemudi demi memajukan desa," ucap Pak Kusnadi dalam kesempatan diskusi kali ini.

KIM Mutiara Borneo ikut hadir dalam diskusi ini sebagai media utama yang akan menyampaikan informasi kepada seluruh masyarakat.





#diskusi

#pemudadesa

#desaberinginagung

#kimmutiaraborneo

#samboja

#kukar

#kaltim

Saturday, July 29, 2023

Tuesday, July 25, 2023

Masa Mudamu Kamu Habiskan Untuk Apa?

Penanaman Mangrove bersama Pertamina Hulu Sanga-Sanga


Kalau kamu ditanya, "Masa mudamu kamu habiskan untuk apa?"
Kira-kira, kamu bakal jawab apa?

Apakah masa Mudamu Kamu Habiskan untuk hura-hura?
Apakah masa Mudamu Kamu Habiskan untuk main game sepanjang hari?
Apakah masa Mudamu Kamu Habiskan untuk berdiam diri di dalam kamar?
Apakah masa Mudamu Kamu Habiskan untuk melakukan banyak kebaikan?

Tidak semua anak muda beruntung punya lingkungan yang baik. Kebanyakan dari mereka, justru terjerumus dan terlena pada hal-hal negatif seperti pergaulan bebas, narkoba, dsb.
Lingkungan yang baik adalah rezeki dari Allah yang harus kita syukuri. Kita bisa bersyukur dengan cara, memberikan waktu dan tenaga kita untuk hal-hal positif.
Tidak banyak anak muda yang bisa berdiri seperti ini bersamaku. Mereka adalah anak-anak muda yang selalu ingin belajar dan berkembang ke arah yang lebih banyak. Mereka adalah anak-anak muda yang punya jiwa sosial tinggi. Karena tidak semua anak muda bisa seperti mereka, yang mau membantu tanpa pamrih.

Aku ingat, ada sebuah pertanyaan menggelitik ketika aku melakukan pendekatan pada salah satu anak muda di desaku saat aku mengajaknya untuk melakukan kegiatan sosial.
"KALAU AKU IKUT KEGIATAN ITU, AKU DAPAT KEUNTUNGAN APA?"

Uups ...! 🤭🤭🤭
Pertanyaan kayak gitu adalah pertanyaan yang paling aku hindari. Ketika seseorang sudah mengeluarkan kalimat pertanyaan seperti itu, artinya dia adalah orang yang harus aku lewatkan untuk menjadi bagian dari sebuah perubahan di desaku.

Sampai akhirnya ...
Aku pilih untuk pelan-pelan memperhatikan bibit-bibit generasi penerus yang berbakat dan bisa berkomitmen untuk terlibat dalam kegiatan sosial tanpa embel-embel keuntungan/profit di awal. Di sini, aku mendapatkan lima orang pemuda yang aku pilih dan siap menjadi bagian dari pengurus Yayasan Rumah Literasi Kreatif yang aku dirikan.

AH, ANAK MUDA BISA APA?

Celetukan seperti ini, seringkali aku dengar. Apalagi, saat di posisi merintis sebuah proyek kemanusiaan. Hasilnya tidak akan langsung terlihat, sehingga kami semua seringkali dipandang sebelah mata oleh orang-orang yang sudah berpengalaman di bidangnya.

Tapi, aku selalu memberikan semangat ke teman-teman muda. Kalimat "Anak Muda Bisa Apa" harus menjadi cambuk untuk kalian agar bisa membuktikan bahwa anak muda juga bisa melakukan perubahan.

Jadi, pelan-pelan aku membukakan jalan untuk mereka agar anak-anak muda memiliki kesempatan dan tempat untuk berproses. Aku ingin, anak-anak muda punya waktu dan kegiatan yang bermanfaat ketika masih muda. Tidak hanya menghabiskan waktu untuk berfoya-foya atau melakukan hal yang terkadang menimbulkan penyesalan di masa tua. Seperti apa yang aku rasain. Aku selalu merasa menyesal karena masa mudaku tidak aku gunakan untuk sesuatu yang bermanfaat untuk orang-orang di sekelilingku. Andai saja, aku punya lingkungan yang baik seperti mereka, mungkin jalan cerita hidupku akan berbeda.

Buat kalian para anak muda yang baca tulisan ini, jangan malu dan ragu untuk berbuat kebaikan. Ingatlah kutipan bijak dari Buya Hamka "Kalau hidup sekedar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau hidup sekedar cari makan, monyet di hutan juga cari makan."
Pergunakanlah waktu kalian sebaik-baiknya mulai hari ini.
Jika kamu masih berada di lingkungan yang negatif, maka jangan ragu untuk keluar dari sana dan mencari lingkungan baru yang positif. Percayalah, kamu pasti akan diterima di tempat yang tepat sesuai dengan yang kamu inginkan.


Terima kasih sudah membaca tulisan ini.
Semoga menginspirasi dan bermanfaat.


Jadilah anak muda yang tangguh, kompetitif, bermartabat dan bermanfaat dalam kehidupan!



Much Love,


Rin Muna
Founder Yayasan Rumah Literasi Kreatif







Tuesday, June 27, 2023

Tentang Mengeluh

Mengeluh itu hal yang manusiawi.
Kalau nggak pernah mengeluh, namanya bukan manusia.
Meski tidak melahirkan solusi, tapi mengeluh bisa melegakan hati dan pikiran yang sedang lelah. 
Bahkan, sekedar mengeluarkan kata "Huft ...!" aja, rasa lelah sudah sedikit berkurang. Apalagi kalo mengeluh.

Dan ...
Setiap aku pengen ngeluh, aku selalu teringat nasihat seseorang.
Dia bilang ... "Kalau untuk kepentingan orang banyak, jangan dikeluhkan! Nanti hidupmu nggak berkah."

Astagfirullahaladzim ...
Aku selalu berusaha untuk beristigfar. Mohon ampunan dari Allah karena aku sudah mengeluhkan takdir yang sedang diatur oleh Allah.
Karena, hidup ini bukan melulu tentang uang.
Rezeki, juga bukan hanya berupa uang.

Aku bahkan ngerasa, hidupku sangat ajaib ketika aku bisa untuk belajar tulus membantu orang lain. 
Aku lebih sering bantu jahit, bukan full buka bisnis jahitan. 
Jadi, kalau ada anak-anak minta tolong kayak gini, aku selalu bantu dengan senang hati. 
Meski nggak dibayar, tetep aku kerjain dengan syarat, mereka bantuin aku ngerjainnya.
Selain dapet gratisan, dapet ilmu jahit juga.
Iya, kan?
Kalau ditanya feedback, aku juga pengen dapet feedback. Apalagi kalau aku lagi butuh sesuatu yang nggak bisa aku lakuin sendiri.
But, aku jadinya nggak ikhlas kalau mikirnya kayak gitu.

Seneng banget, ketika ada seseorang yang selalu mengingatkan aku untuk tulus menjalani sesuatu. Jangan mengharapkan apa-apa selain ridho dari Allah SWT. Kalau Allah meridhoi, kebaikan akan selalu menyelimuti kita. Jadi baik, bukan berarti tidak diuji. Pasti ujiannya akan jauh lebih berat untuk menguji ketulusan dan keikhlasan kita.
Saat ini, banyak orang yang diberi kenikmatan dunia oleh Allah, karena Allah tahu, akhirat bukan tempat orang-orang pengabdi dunia.

Semoga, yang baca tulisan ini sampai selesai, bisa jadi orang yang disayang Allah dan mendapatkan banyak berkah dunia dan akhirat.
Aamiin.





Friday, May 26, 2023

Banjir Air Mata Di Sertifikat PKP Dinkes Ini

 






Aku selalu menangis setiap kali lihat foto ini.
Rasanya, masih nggak percaya kalau aku bisa sampai ke sini.
Harus menempuh perjalanan selama sedikitnya 4 jam ke Tenggarong dan bawa motor sendiri.
Demi apa? Demi dapetin sertifikat PKP yang cuma diadakan setahun sekali sama Dinas Kesehatan.
Sebenarnya, aku nggak mau ke sana karena jauh banget.
Makanya, di tahun 2020 aku minta sama Pak Ispiani untuk bantu aku dapetin sertifikasi PKP, supaya kami bisa dapet PIRT dan Sertifikat Halal. Karena aku memang menjadi mitra binaan PHSS sejak tahun 2019.
Alhamdulillah, beliau mengiyakan. Awalnya, mau aku aja. Tapi, aku pengen semua temen-temen Pelaku Usaha juga bisa dapet. Akhirnya, di tahun 2021, PHSS ngasih pelatihan bertahap lewat Unmul, supaya aku bisa dapet sertifikat PKP.
Sayangnya, hasilnya malah nihil. Aku bener-bener nggak dapet kesempatan buat dapetin sertifikat ini, sementara yang lain sudah bisa dapat. Aku sempat protes sama salah satu ComDev PHSS karena mereka nggak kasih apa yang mereka janjikan ke aku. Aku minta maaf banget soal ini. Karena emosi itu, perasaan yang manusiawi .
Okelah, nggak papa. Aku akan coba usaha lagi.
And then, saat temen dosen ITK datang ke rumah, aku berusaha minta tolong adakan pelatihan untuk UMKM lagi, supaya aku bisa dapet sertifikat PKP. Hasilnya ... nihil lagi.
Aku rasanya sedih banget. Karena udah 2x sertifikasi PKP ke kampungku, tapi aku malah nggak dapat.
Artinya, aku harus go sendiri ke Tenggarong demi dapetin sertifikatnya.
Aku udah nyerah minta bantuan ke sana ke sini.
Pada akhirnya, aku cuma bisa mengandalkan diriku sendiri.
Dan ... tanggal 24 Mei kemarin, aku otewe ke Tenggarong. Berangkat jam 5 sore, sampai di sana jam 10 malam. Karena jalanan banyak yang rusak dan gelap, aku nggak bisa cepet bawa motor.
Aku bawa motor dalam keadaan nahan sakit perut dan sakit kaki. Karena emang kebetulan lagi sakit sejak tiga hari sebelumnya.
Pelatihannya dari pagi sampe sore. Akhirnya, aku harus nginap lagi karena aku nggak berani lewat Bukit Soeharto sendirian dalam keadaan gelap gulita. Aku baru pulang ke Samboja paginya. Kali ini, aku berangkat subuh dan baru sampe samboja jam.10. Nggak tahu kenapa lambat banget nyampenya, padahal aku nggak ada istirahat sama sekali dari Tenggarong sampai ke km.48.

Sepanjang perjalanan pergi dan pulang, aku selalu berderai air mata. Rasanya sedih, terharu dan puas banget. Nggak nyangka kalau akhirnya aku bisa dapetin selembar kertas ini dengan berjuang seorang diri, tanpa minta bantuan siapa pun lagi. Setiap lihat kertas ini, aku selalu mewek. Ini berharga banget buat aku. Karena ada perjuangan nggak mudah yang aku lakukan buat dapetin ini. Ibaratnya, aku udah bertaruh nyawa di jalanan demi dapetin ini aja. Sebagian orang, bakal menganggap aku ini bodoh. Buat apa sampe segininya?
Karena aku serius mau bawa produk daerah supaya dikenal sama orang banyak di luar sana. Bahkan, rak nanas pun udah aku siapkan sejak tahun 2018, tapi sampe sekarang masih belum sukses buat bawa produknya.
Kalau dibilang gagal, aku ini emang udah gagal. Dari tahun 2020, aku nggak bisa bawa Stick Nanas buatanku dikenal sama banyak orang. Bahkan, aku harus menghentikan produksi sementara karena tiba-tiba ada produk lain yang brandingnya sama persis. Aku harus mulai dari nol lagi untuk re-branding produk aku.
Sampai temen-temenku yang di luar Kalimantan bilang "Kamu berat ya lepasin anak kamu yang satu itu?"
Ya, berat banget. Karena ada darah dan air mata yang aku pertaruhkan untuk bisa sampai di sini.
Orang lain nggak tahu, yang ditahu cuma enaknya aja.
Makanya, saat temen-temen bisnis nyaranin buat berhenti dan lepasin, hati kecilku masih bilang "Aku masih mau berjuang. Aku belum nyerah, aku belum nyerah, aku belum nyerah!"
Kalau pada akhirnya aku tetap gagal, aku tetap ingat kalo aku pernah berjuang demi anakku yang satu ini.
Aku tetap bisa belajar dari kegagalanku. Aku tetap belajar dari semua pengalamanku.
Apa yang nggak bisa aku dapatkan hari ini, mungkin bisa aku dapatkan suatu hari nanti.
Terima kasih, untuk cerita hidup yang nggak akan pernah aku lupakan seumur hidupku.
Akan aku abadikan, dalam tulisan-tulisanku.
Supaya ceritaku tetap hidup, saat aku sudah mati.
Supaya anak-anakku (anak biologis, anak angkat & karya-karyaku) tahu kalau aku juga pernah berjuang untuk mereka.



Much Love,


Rin Muna

Founder Rumah Literasi Kreatif

Monday, May 8, 2023

Hargailah Sebuah Proses Berkarya!

 


Buatku, menulis dan menjahit adalah hobby yang sangat menyenangkan. Berhubungan dengan sebuah karya penciptaan yang luar biasa. Hasilnya mungkin belum sebagus pengkarya lain. Tapi prosesnya ... sudah bisa membuatku belajar banyak hal. Belajar tentang kesabaran, ketelitian, keteguhan dan pantang menyerah.
Ada banyak hal yang bisa aku kagumi dari diriku sendiri sebagai rasa syukur atas semua hal yang dikaruniakan Tuhan di dunia ini. Aku bersyukur diberkahi sepasang mata, tangan dan kaki yang lengkap hingga membuatku tidak berhenti belajar hingga saat ini.
Aku sedang belajar banyak hal. Belajar untuk berkarya dan menghargai sebuah proses dalam berkarya. Ternyata, menjadi sesuatu itu tidaklah mudah. Yang terlihat  simple dan remeh, ternyata bisa ada tetesan darah dan air mata di dalamnya.
Jujur, aku masih belum percaya diri dengan karyaku sendiri. Karena aku masih dalam proses untuk belajar. Bisa dibilang ... aku terlambat karena baru belajar setelah setua ini. Mudanya ngapain aja? Aku bukan anak orang kaya. Masa mudaku habis untuk bertahan hidup dan menafkahi keluargaku. Sampai saat ini ... aku adalah sandaran dan  tulang punggung untuk keluarga dan anak-anak. Bersyukurnya, keadaan sudah jauh berbeda dari sebelumnya. Sebelumnya, aku adalah karyawan perusahaan yang bekerja teratur sejak pagi sampai sore hari. Sekarang, aku adalah seorang ibu pengangguran yang setiap hari di dalam rumah. Hanya membuat karya yang masih belum pasti akan laku atau tidak. Tidak punya uang banyak, tapi mendapatkan banyak keberkahan dari Tuhan.
Sejak aku tahu bagaimana sulitnya berkarya, bagaimana rasanya karyaku tidak berharga, bagaimana karyaku dipandang sebelah mata dan dianggap sampah ... aku menjadi orang yang bisa lebih menghargai ... bagaimana cara menanggapi orang-orang yang masih belajar dan berproses. Semua ada masanya, semua ada waktunya. Hari ini jelek, lima tahun lagi mungkin jauh lebih baik. So, tetap semangat berkarya karena karya akan hidup untuk selamanya.



Monday, March 27, 2023

Subhanallah ...! Pembaca Yang Menghargai Banget!

 


Subhanallah ...
Ini salah satu pembacaku di Jakarta yang setia banget baca tulisan-tulisanku.
Aku jual bab 2rb, dia beli dengan harga 5rb. Pembaca yang lain juga sering ngasih tip lebih karena mereka suka sama ceritanya dan demi authornya update banyak.
Dulu, waktu di novelme jual bab cuma Rp 800. Ada 1008 bab buku berjudul "Perfect Hero". Pembaca harus ngabisin uang sekitar 800rb untuk baca 1 judul bukuku aja. Dan sebagian dari mereka masih ngikutin terus buku-buku lainnya meski berbayar.
Kalau pembaca yang suka gratisan, nggak bakal mau baca cerita yang berbayar. Murah aja mereka protes dan pilih baca cerita lain yang gratisan.
Yah, nggak papa sih...
Mereka yang suka baca gratisan, ya hak mereka juga.
Kadang, ada yang bilang ... cerita yang gratis juga kualitasnya nggak kalah bagus, kok.
Iya, sih. Aku juga sering ngasih cerita gratisan ke pembaca. Tapi, pastinya beda mood nulis naskah gratisan sama yang berbayar.
Ini bukan soal kualitas ceritanya. Tapi soal selera dan bagaimana cara menghargai kerja keras authornya.
Nulis itu nggak gampang. Nggak segampang nulis status facebook.
Dari premis, masih harus menciptakan tokoh/karakter, mengatur jalan cerita, menciptakan konflik dan penyelesaiannya, mengolah perasaan lewat kata-kata, nyari ide setengah mampus, baca banyak buku referensi bertumpuk-tumpuk dan sebagainya. Belum lagi kalau mood ilang gara-gara ada yang ganggu, ada kemalangan, dll. Karena author juga manusia biasa, kok.

Ada beberapa karya yang emang aku tulis exclusive dan berbayar. Tentunya, aku juga harus mencurahkan semuanya untuk ini dan memberikan bacaan terbaik untuk pembacaku. Meski cuma 10 orang yang beli, aku tetep ngerasa harus ngasih bacaan yang paling baik. Karena mereka udah bayar untuk baca ceritaku dan aku punya utang tanggung jawab.
Apalagi pembacaku itu ternyata ada di kalangan elite yang nggak mau disuguhi cerita-cerita ringan dengan konflik yang biasa aja. Terlalu klise untuk mereka.
So, kalau nggak mau baca ceritaku yang berbayar, nggak usah julid, yak! Pasar pembacaku jelas bukan kamu. Karena, masih banyak orang di luar sana yang mau menghargai karyaku, tanpa tahu siapa aku sebenarnya.

Thursday, March 23, 2023

Kenapa Jahitanku Mahal?

 

Kenapa Jahitanku Mahal?



Kemarin ke toko kain, nyari kain satin roberto cavali, malah dikasih satin velvet sama orang tokonya.

🙈🙈🙈 dia bilang sama aja. Buatku beda. Karena aku kalo dikasih kain grade C aja aku nggak mau, meski itu masih sama jenisnya dan kalo dilihat sekilas emang mirip. Tapi tekstur, serat dan ketebalannya kelihatan beda banget. Takut customer nggak suka dan nggak nyaman dipakenya.


Akhirnya, aku coba cari kain satin maxmara yang lebih tebal, jatuh dan mengkilap.  

Minusnya, satin maxmara emang gampang brudul dan butuh perlakuan khusus.

Tetap aja nggak nemu warna yang pas karena customer mintanya warna mocca.


Akhirnya muter-muter lagi seharian nyari kain yang sesuai permintaan. Karena mintanya yang elegan, mewah, nggak rame dan terkesan jatuh.


Akhirnya, aku dapet kain ini..  Satin Wero yang mirip banget sama maxmara. Kain bagian dalamnya juga adem, nggak perlu difuring lagi bisa tetep nyaman dipakenya. Harganya emang jauh lebih mahal, 2x lipat dari maxmara. Tapi worth it aja karena permintaan customer emang minta yang bagus. Belum lagi milih kain batiknya yang cocok untuk dipadukan dan cocok dengan keinginan dia.


Fix, aku beli bahannya doang udah lebih dari 500rb. Karena harga bahan di Jawa dan Kalimantan emang jauh banget perbedaannya. Di Kalimantan, harganya bisa 2x lipat dari harga di Pulau Jawa. Ini belum sama ongkos jahit, konsultasi design, hunting bahan, dll.

Alhamdulillah ... pelanggan nggak pernah masalah soal harga, karena mereka minta yang terbaik untuk moment terbaik mereka.

Aku bahkan harus jadwalin fitting beberapa kali buat ngepasin di badan customernya.


Jadi, kalo ada yang bilang gaun-gaun buatanku mahal banget. Nggak papa, mungkin mereka bukan pasarnya aku.

Aku emang jarang banget dapet orderan jahitan, karena kalo jahit... jatuhnya pasti lebih mahal dari barang pabrikan.

But, beberapa orang selalu pengen punya gaun custome yang nggak pasaran dan nggak ada yang punya. 

Kalau order dress sama aku dan mintanya model yang pasaran, mending beli di pasar aja, jauh lebih murah..  🤭🤭🤭


Bismillah aja, lah ... rezeki nggak bakal ketuker, kok. 

Tetap semangat berkarya meski banyak yang meremehkan.




Wednesday, March 15, 2023

PENGEN BERHENTI NULIS

 



“Pengen Berhenti Nulis”

 

Huft …!

Tulisan ini aku tulis untuk menggambarkan kegelisahanku selama ini. Dari dulu, aku pengen banget berhenti nulis. Rasanya … otak dan tubuh sudah lelah untuk terus mencari ide. Belum lagi terdistraksi dengan kegiatan anak-anak. Pengen bisa berhenti nulis, apalagi kalau tulisan yang kita buat nggak ada yang baca. Bikin mental down karena aku ngerasa sudah mencurahkan tenaga dan pikiranku untuk membuat cerita yang menarik, tapi ternyata nggak bisa menarik. Karena yang bisa menarik itu cuma tangan.

Di sela-sela pergantian malam, aku sering termenung sendirian di deket kulkas. Kenapa harus deket kulkas? Yah, karena aku nggak punya AC buat ngadem. Terpaksa dah jadiin kulkas sebagai alat untuk mendinginkan hati dan pikiran ini.

Aku sering banget merenung dan bingung mau bikin ide apa lagi untuk ceritaku. Kadang, aku sampai mengabaikan dan melupakan kegiatan penting karena waktuku habis kupake buat ngelamun.

Sambil duduk menatap diri sendiri yang nggak kelihatan, aku terus berpikir untuk berhenti menulis. Pengen aja netralin otak dan pikiran. Pengen bisa hidup seperti wanita-wanita yang lain yang bisa bersantai tiap hari tanpa beban. Tapi, balik lagi sih sial sawang sinawang yang kerap aku dengar dalam nasihat orang jawa.

Terlalu banyak hal yang terjadi sama aku sejak tujuh tahun belakangan ini. Aku harus menanggung banyak penderitaan dan rasa sakit yang orang lain nggak pernah mengetahuinya. Karena semua itu masih aku simpan sendiri dengan begitu rapat. Aku cuma nggak mau ditertawakan sama orang yang nggak suka sama aku, saat aku lagi ada dalam penderitaan.

Ketika aku memutuskan untuk menjadi seorang single mom sejak satu tahun lalu, aku harus siap dengan segala konsekuensinya. Harus siap menanggung masa depan anak-anak dan keluargaku. Menjadi single fighter tidaklah mudah. Butuh effort yang lebih karena harus bisa menjadi ibu yang bertanggung jawab pada rumah dan anak-anak, sekaligus menjadi ayah yang harus mencari nafkah dan memastikan kalau besok keluargaku masih punya makanan.

Semua rasa sakit itu … nggak bisa aku gambarkan dengan kata-kata. Mungkin, akan butuh naskah berjilid-jilid hanya untuk menggambarkan apa yang telah terjadi dalam hidupku.

Setiap malam … aku nggak bisa tidur nyenyak. Saat diri ini mulai berselimut sepi dalam kelapnya malam, aku selalu dihantui banyak ketakutan. Ketakutan tentang masa depan anak-anakku, ketakutan tentang kegiatan-kegiatan sosial yang selama ini lakukan, ketakutan tentang bagaimana menjalani hubungan kembali dengan seseorang.

Sungguh, aku ingin lepas dari ini semua. Tapi aku nggak sanggup. Bagiku, tengah malam adalah pintu yang selalu membawaku pada ingatan masa laluku. Setiap kali aku lihat pintu itu … aku melihat diriku sendiri yang terluka di masa laluku. Rasanya sakit, pilu dan sulit untuk aku gambarkan dengan kata-kata.

Aku sedih bukan karena membenci orang yang melukaiku selama ini. Aku sedih karena aku bisa melihat diriku sendiri yang masih berusaha keras berdiri kuat meski seluruh tubuhnya tersayat dan berdarah-darah.

Aku takut aku dilukai lagi.

Aku takut aku dikecewakan lagi.

Aku takut aku tidak bisa bahagia lagi.

Dan masih banyak rasa takut yang menghantui pikiranku setiap malamnya.

Setiap aku terjaga di tengah malam, aku selalu bersedih. Kesunyian dan kegelapan malam itu sungguh-sungguh hal yang sempurna untuk menggambarkan sebuah penderitaan. Air mata ini selalu menetes untuk menangisi nasib diriku sendiri.

Di tengah kekalutan hatiku, rasanya aku pengen nulis. Karena aku tahu, aku nggak akan sanggup memenuhi keinginan pembacaku yang harus update setiap hari, sementara aku sibuk bertahan hidup dan mempertahankan kewarasanku.

Aku pengen berhenti nulis. Tapi aku sadar kalau aku nggak akan bisa melakukannya. Bagiku, menulis seperti healing atas semua rasa sakit yang aku alami selama ini. Kalau aku tidak menulis, mungkin semua yang aku rasakan akan lebih sakit. Karena saat malam hari dan aku nggak bisa tidur, aku selalu nulis untuk mengalihkan semua kesedihan dan penderitaanku. Meski aku pengen berhenti menulis, menulis menjadi bagian dari healing (penyembuhan) atas semua rasa sakit yang sedang aku pikul.

Aku selalu pengen berhenti nulis, tapi aku selalu gagal. Karena menulis adalah bagian dari kebutuhan dan bagian dari rutinitasku yang nggak bisa aku tinggalin. Setiap kali aku nggak nulis, kepalaku rasanya mau pecah. Tapi … mau nulis juga selalu nggak ada waktu untuk melakukannya. Jadi, aku pilih berhenti menulis sejenak saja. Mengatur suasana hatiku dan aku akan menulis apa yang ingin aku tulis saja. Karena terkadang … aku nggak bisa bahagia ketika aku sedang membahagiakan orang lain.

 

 

 

 

 



Tuesday, February 14, 2023

Pengalaman Mengikuti Pelatihan Wikipedia Bahasa Indonesia di Samarinda

 




12 Februari 2023 menjadi sebuah cerita yang tidak akan terlupakan dan harus diabadikan. Sebab, aku belum tentu mendapatkan pengalaman seperti ini lagi seumur hidupku.

Hari ini aku mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sebuah pelatihan yang diselenggarakan oleh Wikimedia di TBM Iqra' Samarinda. Wikilatih ini berguna banget buat aku yang selalu ingin belajar menulis dan upgrading ilmu menulisku. Karena aku tidak sekedar menulis novel, aku juga aktif menulis beberapa artikel, opini, cerpen, puisi dan cerita anak.

Oleh karenanya, belajar di sini menjadi salah satu kesempatan yang tidak terlupakan. Aku juga bisa banyak bertemu dan berkenalan dengan orang-orang baru. Ada banyak anak-anak muda yang hebat dan memiliki potensi besar dalam memajukan negeri ini.

Di sini, kami dibimbing oleh Mas Nadiantara (Wikimedia) yang menjadi kontributor di Wikimedia. Beliau pernah menjuarai kompetisi menulis di Wikimedia dan mendapatkan hadiah beasiswa ke Jerman. Pemuda yang berasal dari kota Palu ini sungguh menginspirasi dan memberikan semangat pada generasi muda yang memiliki hobi menulis.

Aku berharap, ilmu yang aku dapatkan kali ini bisa bermanfaat untuk masa depan dan membuatku bisa mengabadikan setiap tempat-tempat bersejarah yang ada di sekitarku. Sebab, wikipedia adalah salah satu situs/platform yang selalu berada di pencarian teratas mesin pencarian /search engine. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk orang-orang seperti aku agar tulisannya bisa muncul ke permukaan.


Terima kasih untuk ilmu dan pengalamannya hari ini ...!

Semoga bisa bermanfaat untuk masa depan ...!



Much Love,


Rin Muna



Saturday, February 11, 2023

Jadilah Diri Sendiri!

 



Apalah aku ...?
Aku cuma emak-emak anak 2 yang sedikit liar. Suka berterbangan ke mana-mana.
Nggak suka duduk-diam setiap hari.
Makin tua, makin pengen belajar banyak hal.
Karena semakin banyak belajar, aku merasa semakin bodoh.
Ternyata, ada begitu banyak ilmu pengetahuan di dunia ini ... dan aku baru punya sebutir debu ilmu pengetahuan itu.

Mencari ilmu, bukan sekedar ilmu pengetahuan akademik. Tapi juga ilmu untuk mengendalikan emosi dan keegoisan diri.
Belajar untuk lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.
Belajar untuk lebih menyadari posisi diri sendiri.
Belajar untuk menyapa dan mengungkapkan sesuatu sesuai dengan konteks-nya.

Ada banyak proses kehidupan dan masalah yang harus dilewati.
Tetap berusaha berdiri kokoh ketika diserang badai yang begitu besar.
Aku tidak punya sandaran. Tidak punya siapa pun yang bisa kuharapkan dan kuandalkan.
Aku hanya bisa mengandalkan diri sendiri.

Dan semua hal yang sudah terlewati ... mengajarkan aku untuk kuat dan berani menghadapi setiap masalah yang menerpa.

Aku udah nggak bisa baper ketika dapet hate comment dari banyak orang. Semua itu sudah terlewati dan melatih mentalku untuk tidak menuruti keinginan semua orang.
Sebab, manusia terlahir dengan takdirnya masing-masing.
Aku tidak akan bisa menjadi seperti dirimu. Begitu juga sebaliknya.

Jadi, jangan menilai aku buruk hanya karena aku tidak mampu menjadi sama seperti kamu.
Karena aku juga tidak pernah menilai orang lain buruk hanya karena mereka tidak bisa menjadi seperti aku.

Jadilah diri sendiri!
Mengandalkan diri sendiri agar tidak kecewa pada keadaan.
Dan carilah bahagiamu sendiri tanpa harus melukai orang lain.

Saturday, January 14, 2023

Menarik Perhatian dengan Motif Buceros Gasing Kutai Kartanegara

 








Hai ... hai ...! 

Kali ini aku mau cerita tentang pembuatan dress menggunakan motif "Buceros Gasing" khas Kutai Kartanegara. 
Buceros Gasing adalah kain motif unik khas Kutai Kartanegara karya tangan Ibu Listi Poniroen yang saat ini aktif bekerja di Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara, juga aktif membina komunitas Kaliya yang ada di Tenggarong.
Motif ini terinspirasi dari permainan Gasing Kutai yang berkembang di masyarakat dan pucuk pakis khas Kalimantan. 
Sebagai orang pendatang, Ibu Listi ingin membuktikan bahwa ia sangat menghargai dan mencintai daerah yang ia tinggali. Oleh karenanya, beliau mempersembahkan sebuah karya yang menjadi ciri khas Kutai Kartanegara. 
Buceros Gasing, kini sudah menjadi salah satu brand terkenal di Kutai Kartanegara dan digunakan oleh para pejabat untuk acara-acara resmi sebagai apresiasi dari kerja keras Ibu Listi dalam menghasilkan produk asli Kutai Kartanegara.



Semoga produk Buceros Gasing semakin berkembang dan mendunia!

Aku suka banget sama motifnya yang terlihat cerah dan ceria. Sangat cocok ketika dipadukan dengan kain polos warna senada. 
Dua meter kain Buceros Gasing ini aku beli dengan harga Rp 365.000/ 2 meter. Cukup jadi tiga baju jika di mix dengan kain polos warna senada. Jadi, aku juga bisa buatkan untuk dua anakku juga.
Buat kalian yang suka fashion, coba deh bikin baju dari motif Buceros Gasing ini. Kalian akan terlihat seperti bintang yang bersinar di tengah kegelapan karena motif Buceros Gasing ini sangat unik dan bisa menarik perhatian banyak mata. Pandangan orang akan mudah tertuju padamu ketika kamu berada di tengah kerumunan banyak orang.
Kamu suka yang mana? Menjadi pusat perhatian orang atau menjadi orang yang biasa aja, nih?


Boleh share pengalaman fashion kalian di bawah ini, ya!


Much Love,


Rin Muna





Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas