Showing posts with label Belajar Menulis. Show all posts
Showing posts with label Belajar Menulis. Show all posts

Saturday, November 4, 2023

Apa Itu Bahasa?



Hai, Peers ...!

Terima kasih sudah berkenan berkunjung ke rumah mungilku yang satu ini.

Kali ini, aku mau sharing materi dasar kesusastraan. Yakni, tentang pengertian bahasa dan hubungannya dengan keterampilan berbahasa. 


Pengertian Bahasa :
Bahasa adalah kumpulan dan untaian bunyi-bunyi yang tersusun secara teratur sehingga menimbulkan makna. Bisa juga diartikan sebagai kumpulan bunyi yang diujarkan secara lisan dan digunakan untuk mengungkapkan pikiran. Bahasa juga merupakan salah satu alat yang digunakan untuk berkomunikasi dan menyampaikan pendapat sehingga bahasa juga memiliki sifat yang indah, manusiawi, produktif, dinamis, variatif, konvensional dan arbitrer. Baha
sa menjadi alat komunikasi yang paling penting bagi manusia untuk saling memiliki hubungan sosial atau berkomunikasi.

Dalam berkomunikasi, manusia membutuhkan sebuah keterampilan berbahasa agar tidak terjadi miskomunikai ataupun misinterpretasi. Keterampilan bahasa dibagi menjadi dua, yakni keterampilan reseptif dan produktif. Keterampilan reseptif terbagi menjadi dua, yakni menyimak dan membaca. Keterampilan resptif membuat kita menjadi orang yang berpikir kritis sehingga dapat menjadi produktif. Mampu mengungkapkan pendapat dengan baik dalam bentuk tulisan dan berbicara. Untuk menjadi produktif dalam berbahasa, kita harus bisa menguasai keterampilan reseptif dengan baik. Menguasai dan memahami materi dengan baik, membuat kita menjadi lebih berani untuk berdiskusi dan menyampaikan pendapat di muka umum. Hubungan antarketerampilan bahasa ini sangat penting dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, baik itu komunikasi interaktif atau nonikteraktif.

Sementara itu, bahasa memiliki banyak pengertian menurut para ahli, di antaranya:

  1. Kamus Besar Bahasa Indonesia secara terminology mengartikan bahasa sebagai  sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengindentifikasikan diri.
  2. Carrol: Bahasa adalah sebuah sistem berstruktural mengenai bunyi dan urutan bunyi bahasa yang sifatnya manasuka, yang digunakan, atau yang dapat digunakan dalam komunikasi antar individu oleh sekelompok manusia dan yang secara agak tuntas memberi nama kepada benda-benda, peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam lingkungan hidup manusia.
  3. Sudaryono: Bahasa adalah sarana komunikasi yang efektif walaupun tidak sempurna sehingga ketidaksempurnaan bahasa sebagai sarana komunikasi menjadi salah satu sumber terjadinya kesalahpahaman.
  4. William A. Haviland: Bahasa adalah suatu sistem bunyi yang jika digabungkan menurut aturan tertentu menimbulkan arti yang dapat ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam bahasa itu.
  5. Keraf dalam Smarapradhipa (2005): memberikan dua pengertian bahasa. Pengertian pertama menyatakan bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Kedua, bahasa adalah sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer.



>> Keterampilan yang harus dimiliki adalah keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif (Menyimak dan Membaca) karena kita tidak akan bisa melanjutkan ke tahap produktif (Berbicara dan menulis) jika kita tidak menguasai keterampilan reseptif dengan baik. Keterampilan reseptif adalah kemampuan dasar yang harus kita miliki karena dengan menyimak dan membacalah kita akan memiliki banyak kosa kata untuk berbicara dan menulis. Jika keterampilan reseptif kita tidak baik, tentulah kosa kata yang kita miliki tidak banyak dan akan kesulitan saat berkomunikasi dengan orang lain, terlebih dengan banyak orang yang akan kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

 

  


Sumber referensi:

- (Sumber: https://www.e-jurnal.com/2013/11/pengertian-bahasa-menurut-para-ahli.html)

- Buku Bahasa Indonesia, Anang Santoso, dkk. Penerbit: Universitas Terbuka



Sunday, October 29, 2023

APA ITU MADING?

 


Hai, Peers ...!
Kali ini aku mau bahasa salah satu materi yang aku bawakan setiap minggunya di Rumah Literasi Kreatif.  Ya, aku memberikan materi dan bimbingan kepada anak-anak yang memiliki minat dalam dunia kepenulisan. Hal pertama yang aku ajarkan kepada mereka ialah membuat mading. 
Kenapa mading?
Karena mading adalah media komunikasi yang cukup menarik di kalangan anak-anak remaja. Hal ini, bertujuan untuk memantik minat mereka terhadap dunia kepenulisan.
Ada beberapa anak remaja yang sedang giat untuk belajar tentang kepenulisan di Rumah Literasi Kreatif dan aku mengajarinya dengan cara membuat mading terlebih dahulu.


Mading itu apa, sih?

Mading ialah singkatan/akronim dari Majalah Dinding. Mading merupakan salah satu media komunikasi yang ditempel di dinding, biasanya memuat informasi seputar dan dapat ditempel di dinding. Mading bisa dibuat oleh siapa saja yang memiliki keinginan atau keahlian untuk membuatnya.
Informasi yang disertakan di dalam mading dapat berupa naskah, artikel atau rubrik tertentu (dapat berupa ketikan atau tulisan tangan), gambar berseri, dan bentuk kreativitas lainnya. Meskipun isi informasinya terlihat begitu beragam, namun informasi-informasi ini sudah disajikan menjadi satu kesatuan edisi.
Selain memuat informasi penting seputar sekolah, mading juga seringkali dijadikan ajang berlomba antarkelas dengan menilai sisi kreativitasnya. Biasanya, pihak guru akan menentukan topik yang akan dilombakan, kemudian para siswa akan diberikan kebebasan untuk mengisi informasi serta menghias mading tersebut.

Fungsi Mading:

  1. Sebagai sarana informasi.
  2. Sebagai media hiburan.
  3. Sarana untuk menjaga kekeluargaan dari anggota kelompok tertentu.
  4. Meningkatkan kreativitas penulis dan pembaca.
  5. Menciptakan sikap kritis terhadap masalah yang ditemukan, terutama masalah seputar proses belajar mengajar di sekolah dan sebagainya.
  6. Meningkatkan wawasan akan keadaan sekolah yang dapat berguna bagi murid baru.
  7. Menumbuhkan kebiasaan membaca.

Secara garis besar, pembuatan mading  memiliki fungsi untuk mengembangkan kemampuan kognitif (berpikir), afektif (watak&perilaku), dan psikomotorik.

Sebelum menentukan apa yang akan dimasukkan ke  dalam isi mading, sebaiknya tentukan dulu temanya. Penentuan tema bisa dilakukan dengan berdiskusi bareng teman-teman, risetatau surfing the internet. 

Contoh, kamu bisa menentukan tema berdasarkan hari-hari penting yang sedang diperingati pada saat itu. Misalnya Hari Pahlawan, Hari Ibu, Kemerdekaan Indonesia, pelestarian lingkungan, hidup sehat, giat belajar demi masa depan, dan lain-lain.

Setelah berhasil menentukan tema, kamu bisa merancang tampilannya agar nyaman untuk dibaca dan menarik, nih. Kamu bisa membuat sketsa tata letak dari rubrik-rubrik yang akan ditampilkan. Biasanya, sebuah mading akan memuat elemen-elemen di bawah ini:

Kamu bisa meletakkan logo organisasi sekolah seperti logo sekolahmu ataupun logo OSIS.

2. Judul 

Nama dari mading yang kamu buat. Kamu bisa menentukan dengan nama unik atau menggunakan nama sekolah seperti “Mading SMPN 5”.

3. Edisi 

Tuliskan tema mading kamu di bagian edisi ini. Atau bisa juga diisi dengan bulan dibuatnya, misalnya Edisi Maret, Edisi April, dst.

4. Salam Redaksi 

Rubrik ini merupakan sapaan dari penyusun kepada para pembaca. Selain sapaan, Salam Redaksi juga bisa memuat ajakan untuk membaca (menjelaskan secara singkat informasi unik atau penting di dalamnya).

5. Susunan Redaksi 

Setelah rubrik Salam Redaksi, kamu bisa menyisipkan Susunan Redaksi.

6. Berita Utama

Pada rubrik berita utama, kamu akan memuat topik yang sedang hangat diperbincangkan di lingkungan sekolah. Misalnya, ada temanmu yang akan pergi mewakili sekolah di Olimpiade Matematika Tingkat Nasional.

7. Artikel 

Isi rubrik ini dengan  artikel atau esai pendek, tentunya dengan topik yang sudah ditentukan sebelumnya.

8. Opini 

Rubrik ini akan menjadi kesempatan bagi kamu untuk melatih keahlian melakukan wawancara. Kamu akan mewawancarai beberapa siswa di sekolah/masyarakat mengenai pendapat mereka tentang tema yang diangkat. Misalnya, tema yang kamu angkat adalah Hari Ibu, maka kamu bisa mewawancarai makna Hari Ibu bagi mereka.

9. Pojok Mading

Anggota penyusun dapat memberikan komentar atau pendapat mereka tentang isi dari mading yang sudah dibuat.

10. Tambahan

Jika mading kamu masih memiliki ruang tersisa, kamu bisa menambahkan rubrik baru untuk menarik lebih banyak pembaca. Misalnya seperti komik, puisi, pantun, ilustrasi, humor, atau tips dan trik.

11. Hiasan

Menghias mading kamu agar menarik juga salah satu unsur penting. Desain yang attractive dapat membuat pembaca penasaran, bahkan dari kejauhan. Beberapa contoh hiasan unik yang bisa kamu gunakan ialah biji-bijian, manik-manik, kain perca, kertas koran, kain flanel, dan lain-lain.


Agar mading yang kamu buat menarik bagi para pembaca, maka kamu memerlukan ide kreatif yang bisa dibuat dengan angle yang berbeda-beda. Berikut rekomendasi ide tema mading yang dapat kamu gunakan:

1. Kemerdekaan

2. Tokoh inspiratif

3. Film

4. Lingkungan

5. Sejarah

6. Seni Budaya
7. Hari Ibu
8. Hari Pahlawan

Contoh Mading: 

Source image: belajarsoalletter.blogspot.com

Source image: mamikos.com




Source: postinganbagus.my.id

Sumber referensi:

Mading by Quipper

Wednesday, October 25, 2023

Apa Yang Dimaksud Dengan Paragraf?

 


Apa Yang Dimaksud Dengan Paragraf?


Paragraf adalah perpaduan kalimat-kalimat yang memperlihatkan kesatuan pikiran atau kalimat-kalimat yang berkaitan dalam membentuk sebuah gagasan atau topik sebuah teks bacaan.

Paragraf yang baik sebaiknya memenuhi 3 syarat, yaitu:

1. Kesatuan

2. Kepaduan

3. Isi yang menandai 

(Soedjito 1991)


Dalam sebuah paragraf, hanya terdapat satu pokok pikiran. Apabila ada kalimat yang menyimpang dari pokok pikiran atau ide pokok paragraf , maka paragraf itu menjadi tidak padu atau tidak utuh dan harus dikeluarkan dari paragraf.

Kepaduan paragraf dapat dilihat dari penyusunan kalimat yang logis dan ungkapan-ungkapan pengaait antarkalimat.

Wednesday, July 26, 2023

HOW CULTURE IS RELATED TO LANGUAGE?

 




Culture have many definitions. Gurito stated that culture indicates all aspects that members of a group share together. Children learn ways of doing things, ways of talking, smiling, laughing, liking and disliking things. Culture determines people’s action, their social relationship and their morality (Gurito, 2003: p 1).

Meaning of the culture is very diverse. People ussualy relate culture with traditional dancing, traditional ceremonies, and arts. Now let us see that there are other kinds of representations of culture on our daily life. The way we speak to our friends, to our parents, teacher or even strangers represents of our culture. Take for example the way the western people ear which uses knife and fork is different from the way we eat, which uses ouu hands and also different from the way Chinese people eat, which uses chopstick. Relate to the concept of culture, we have also the concepts of cultural values and cultural norms.

Let us move to discuss the relation between culture and language. If we apply Whorf’s ideas about language and culture, we can see that the way people see things is indeed reflected in their language. For example, in Indonesia we have many to represent rice. In our culture rice is very important, that is why we have many words to represent each from of it. We have the word ‘padi’ for the form of rice in the field, ‘gabah’ for its form after being harvested, ‘beras’ for the form before being cooked, and finally ‘nasi’ for the form after being cooked. In America, where rice is not considered as important as in Indonesia, there is only one word for it that is rice.

Languange is easiest communication tool to convey cultural differences. Each region has a different speech culture, different habbit, different celebration and different religion. All can be conveyed through good language communication. Language is expression from the culture. Many researchers found that there are many words or expressions that have strong relation with the culture of the people who use those words and expressions.

 

Source : Module 1 PBIS4102 Cross Cultural Understanding, Universitas Terbuka Publisher


I have been task from my Online Tutor.

 I share it to be reminder for my self and sharing with you.

If you read my text, give me some advice, please!


Thank you 💓


 043671972 - English Literature for English Translator


Thursday, May 18, 2023

Penulis Nggak Dapet Bayaran Di Fizzo? Perhatikan Hal Ini Supaya Kamu Tetep Dapet Penghasilan!

 




Jadi penulis di era sekarang ini, susah-susah gampang.
Saat ini, lebih banyak platform baca-tulis yang berkeliaran karena dianggap lebih mudah dijangkau daripada buku fisik. Oleh karenanya, banyak platform yang bisa memberikan penghasilan untuk penulisnya ketika penulis memublikasikan cerita ke platform mereka. Jelas, harus tanda tangan kontrak terlebih dahulu. Artinya, ketika kita ingin mendapatkan sesuatu, maka harus memberikan sesuatu. Teori "take and give" itu selalu ada dalam setiap hubungan apa pun. Artinya, nggak semua penulis bisa dapet penghasilan setiap bulannya kalau tidak memenuhi syarat dari pihak platform Fizzo.

Nggak semua penulis bisa beruntung. Dan penulis yang sedang beruntung, juga nggak selamanya bakal untung terus. Setiap cerita, punya rezekinya masing-masing. Supaya penghasilan nulis kamu tetap sustainable, maka kamu harus menghadirkan cerita yang berkualitas untuk pembacanya. Sebab, ketika kamu menulis dari hati untuk memberikan banyak pesan kebaikan, maka nilai dari cerita  itu akan datang dengan sendirinya. But, ketika yang kamu kejar adalah uangnya dulu. Artinya, kamu juga harus siap kehilangan uang dan kredibilitas atas karya kamu sendiri.

Terus, gimana supaya penghasilan nulis kita banyak dan tetap stabil, ya?
Kalau cari stabil, itu susah banget. Apalagi buat penulis pemula yang baru masuk ke industri kepenulisan. Masih banyak hal yang harus dipelajari. Terutama mempelajari  tentang kontrak naskah dan sistem managemen di platform yang akan kita  percaya untuk memegang hak cipta atas karya kita.

Berapa sih penghasilan nulis di Fizzo dan apakah bisa dapet setiap bulannya?

Pertanyaan ini, sering banget diajukan sama penulis pemula. Mereka pikir, asal udah nulis, bakal dibayar.
Ternyata, nggak semudah itu. Tetap aja kita harus paham apa itu teori "take and give". Artinya, kita harus memenuhi beberapa syarat yang diajukan oleh platform kalau mau dapet penghasilan.
Terus, berapa sih penghasilan penulis setiap bulannya?
Ya, jawabannya pasti beda-beda. Karena penghasilan penulis itu bukan didapat per bulan, tapi per buku yang diterbitkan. Aku spill salah satu penghasilan aku di Fizzo biar jadi penyemangat nulis buat kalian, ya! Ini bukan pamer! Cuma contoh aja. Karena aku nggak bisa ngasih contoh dari pengalaman orang lain. Di bawah ini adalah penghasilan yang aku dapat untuk kontrak 1 novel yang judulnya "Suami untuk Istri".
Novel "Suami untuk Istri" mungkin pembacanya nggak  sebanyak buku-buku lain yang jauh lebih tenar karena banyak bumbu 21 plus-plus. Tapi, bisa dihargai segini sama pihak platform. Kalian tebak  sendiri, apa yang bikin karya ini lebih berharga dari karya-karya lain yang lebih viral. Cuma pihak platform yang tahu bagaimana cara mereka menilai sebuah karya tulis.

Apakah kalau udah kontrak, langsung dapet penghasilan?

Pertanyaan ini juga sering banget diajukan ke aku. Nggak semudah itu buat dapet penghasilan setelah kontrak, bestie. Ada syarat yang harus kamu penuhi. Kalau kamu nggak malas baca, kamu bisa baca di link Keuntungan Menulis di Fizzo yang satu ini.
Buat kamu yang males baca ke FAQ Fizzo, aku bakal jelasin secara singkat di sini.
But, ini nggak bisa dibilang singkat juga, sih. Karena syarat dan ketentuannya juga pasti panjang. So, kalian siapin secangkir kopi dan lima toples cemilan dulu  sebelum lanjut baca tulisan ini!
Syarat buat dapet penghasilan di Fizzo:
1. Setelah menulis 30.000 kata, Fizzo bakal ngasih kamu bonus pembuka sebesar $30 (Kalau dirupiahkan, sekitar Rp 435.000. Tergantung kurs mata uang dollar ke rupiah). Tapi, nggak serta merta kamu langsung bisa dapet gitu aja. Kalau kamu nggak bisa nulis 30.000 kata sampai di bulan kedua setelah tanda tangan kontrak, artinya kamu juga nggak bisa dapet penghasilan ini. Bonus ini cuma dikasih 1x dan untuk 1 buku aja. Oh, ya ... peraturan yang sekarang juga udah berubah. Penulis udah nggak diperbolehkan on going lebih dari 2 buku. Buatku, syarat ini lumayan berat banget kalau pada akhirnya, naskah kita nggak bisa mencapai retensi yang diinginkan.
2. Setelah menulis 70.000 kata, kamu baru berhak buat dapet bonus retensi. Untuk ketentuan bonus retensinya, silakan baca di link yang udah aku cantumin di atas. Aku capek kalo harus ngetik lagi, hehehe. Buat dapetin retensi ini, kamu juga harus memenuhi beberapa syarat. Syarat pertama, retensi baca novel kamu harus di atas 20%. Kalau dibawah itu, kamu nggak bisa dapet apa-apa. Kalau jumlah tayangan novel kamu bagus, mungkin masih ada harapan dapet bonus royalty. But, aku rasa bonus royalty juga nggak akan banyak setiap bulannya. Syarat kedua, kamu nggak boleh bolong update selama 4 hari dalam sebulan. Artinya, kalau kamu nggak nulis sebanyak 5 hari dalam sebulan, semua bonus retensi kamu bakal hangus dan nggak akan ada kesempatan buat dapetin bonus ini sepeser pun. Jadi, emang ribet banget. Karena sistem retensi ini kayak main judi. Kita nggak pernah bisa nebak penghasilan kita berapa setiap harinya.  Beda banget sama platform berbayar yang udah pasti bisa lihat estimasi daily royalty-nya berapa.
3. Tidak melakukan pelanggaran ketentuan seperti plagiasi (menjiplak karya orang lain), memanipulasi jumlah kata, menggunakan jasa baca untuk kecurangan data retensi, mengunggah naskah lama yang sudah ada di platform lain, mengulang bab yang sama di naskah yang sudah kontrak, memposting karya yang sudah kontrak ke platform lain, tidak menjaga kerahasiaan kontrak dan melakukan hal tidak baik yang merugikan platform.


Nah, sebenarnya cuma tiga itu aja syarat yang harus kamu lakuin supaya kamu bisa dapet penghasilan di Fizzo. Syaratnya gampang banget, kan? Meski, terkadang sukar buat menjaninya. Apalagi buat orang yang punya full kesibukan kayak aku. Lebih sering gagal dapet penghasilan karena gagal daily, padahal retensinya selalu dapet. 
But, tetep  semangat karena setiap buku sudah punya rezekinya masing-masing. Nggak semua buku yang kita lempar ke pasaran itu bisa laris-manis.  Karena setiap pembaca punya selera dan pilihan mereka masing-masing.
So, tetap semangat nulis dengan tujuan kebaikan. Supaya tulisan kamu tetap bisa bermanfaat meski kamu nggak dapet penghasilan. Ada sebuah kepuasan tersendiri ketika kamu menulis dari hati.  Meski gagal mendapatkan penghasilan, kamu akan tidak akan menangis dan berhenti menulis.  Sebab, menulis adalah cara untuk hidup abadi di masa depan. Banyakin aja karyamu! Nanti  akan bertemu dengan pembacanya sendiri.

Sampai di sini aja tulisan dari aku. Semoga bisa bermanfaat!
Kalau ada yang mau ditanya, silakan tulis di kolom komentar.
Pertanyaan yang itu-itu  aja, akan aku jawab dengan tulisan karena aku punya banyak kesibukan.
Kesibukan nulis, menjahit, ngurus rumah baca, ngurusin bisnis, ngurus rumah, ngurus anak-anak dan lagi ambil kuliah sastra Inggris lagi buat upgrading ilmu kepenulisan aku.
So, jangan sungkan buat tanya-tanya, ya!

Jangan lupa, support channel Youtube aku "Vella Nine Daily Vlog"!
Aku bakal kasih tips dan materi nulis by video kalau emang dibutuhkan.
Tapi kalo enggak, aku lebih suka posting keseharian aku karena udah capek mikirin kerjaan. Hahaha...


Bye... bye ...!


Much Love,
Vella Nine a.k.a Rin Muna





Friday, May 12, 2023

Perbedaan Tanda Hubung (En-Dash) dan Tanda Pisah (Em-Dash) | Belajar Nulis

 


Perbedaan penggunaan tanda pisah dan tanda hubung sertakan contoh penggunakan kedua tanda   tersebut pada sebuah kalimat:

Tanda hubung atau en dash (-) digunakan untuk memperoleh penekanan dalam mengembangkan karya ilmiah, tanda ini berperan dalam memperjelas hubungan bagian-bagian kata.

Contoh :

-         Sore itu aku berjalan-jalan keliling kota bersama teman-teman.

-         Nike Ardilla adalah penyanyi Top Era 90-an

          Tanda pisah atau em dash ( —) digunakan untuk membatasi penyusupan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.

Contoh : Dengan percepatan vaksinasi – saya yakin akan tercapai – penyebaran covid-19 bisa dihentikan.


Monday, May 8, 2023

6 Hal Yang Harus Kamu Miliki Untuk Menjadi Penulis di Era Generasi Z

 





Hai, Readers ...!

Udah lama banget aku nggak muncul buat ngasih materi. Biasanya, cuma sempat review buku atau review drama yang aku tonton aja, hehehe.

Nah, kali ini aku mau sharing sama kalian tentang gimana caranya jadi penulis generasi  Z yang udah jauh beda sama penulis-penulis sastra lama. 

Di dunia yang serba cepat ini, kita  juga dituntut untuk menjadi penulis yang juga cepat dalam menerbitkan sebuah karya. Oleh karenanya, banyak hal yang harus kita tahu untuk menjadi bekal menulis. 

Apa aja sih yang harus kita  lakukan kalau kita mau jadi penulis?

1. Perbanyak Baca Buku

    Tidak bisa dipungkiri bahwa bekal utama untuk menjadi seorang penulis adalah banyak membaca buku. Karena, jika kita menulis tanpa membaca, tulisan kita pasti akan terasa sangat kosong. Pembaca juga sangat selektif dalam memilih bahan bacaan. Sehingga, mereka yang punya hobby membaca, akan benar-benar memilih tulisan yang berkualitas sebagai bahan bacaan yang berguna menambah wawasannya. So, sebelum memutuskan untuk terjun ke penulisan profesional, kamu harus memahami dirimu sendiri  apakah kamu suka membaca buku atau tidak.

2. Peka dengan Perubahan di Sekitarmu.

    Seorang penulis yang baik bukanlah mereka yang introvert. Penulis yang baik akan selalu membuka diri kepada siapa pun. Karena membaca buku saja, tidak cukup. Kamu harus punya pengalaman secara pribadi, supaya kamu bisa lebih dalam saat mengolah rasa sesuai dengan pengalamanmu. Terlebih ketika kamu memilih untuk menjadi penulis fiksi. Kepekaan kita sebagai penulis, sangat dibutuhkan ketika membuat tulisan fiksi daripada tulisan non-fiksi. Karena dalam tulisan fiksi, kamu bukan hanya mengandalkan kemampuan akademis atau wawasan, tapi kamu juga harus bisa explore perasaan tokoh-tokoh yang kamu ciptakan.


3. Menguasai Gadget dan Internet.

    Zaman ini adalah zaman canggih. Kamu dipaksa untuk ikut setiap perubahan zaman yang terjadi. Kita hidup di era ini, era di mana kita dituntut untuk terus belajar sampai tua. Karena ilmu pengetahuan terus berkembang dan melakukan pembaharuan. Jika kita enggan belajar, maka kita akan kehilangan kesempatan dan akan tertinggal. Oleh karenanya, penulis masa kini harus bisa menguasai gadget dan internet. Ini sangat diperlukan untuk mempromosikan karya kamu. Hampir semua konten, baik video maupun tulisan, akan diakses oleh pengguna melalui internet.  Jadi, kamu juga harus kreatif dan memilih platform yang cocok untuk menaruh karya-karyamu. 


4. Menguasai Beberapa Aplikasi.

    Penulis sekarang dituntut untuk menguasai banyak aplikasi. Nggak boleh malas belajar atau meremehkan apa pun karena dunia kepenulisan adalah dunia dengan persaingan global. Kita tidak pernah tahu, karya kita akan sampai mana dan berhenti di mana. Beberapa aplikasi menulis, sudah wajib kamu kuasai. Selain aplikasi untuk menulis, kamu juga harus bisa belajar aplikasi pembuatan cover buku atau design media sosial. Ini sangat berguna untuk mempromosikan karya kamu. Karena tanpa promosi, karyamu tidak akan dikenal banyak orang. Hanya akan seperti buku diary yang tersimpan di laci kamarmu. Tertulis, tapi hanya terbaca untuk dirimu sendiri.

5. Tidak men-diskreditkan Karya Penulis Lain.

    Banyak banget penulis pemula yang nggak paham ini. Bahkan, mereka melakukan plagiasi dengan motif ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Motif ATM ini sangat efektif buat kamu yang masih dalam proses belajar. But, proses belajarmu ini jangan menjadikan kamu sebagai penulis yang merugikan penulis lain. Sebab, rekam jejak dunia internet itu tidak akan hilang. Semuanya akan diingat. Sehebat apa pun dirimu kelak, kamu akan tetap diingat sebagai plagiator oleh pembaca dari penulis lain. 

    Aku juga pernah ada di posisi  ATM. Tapi itu semua aku gunakan untuk belajar atau latihan. Tidak aku posting di media mana pun karena proses pembelajaran seperti ini bukanlah hal yang layak untuk dipamerkan sebagai karyaku sendiri. So, buat kalian yang masih belajar ... hati-hati banget! Jangan sampai teknik ATM kalian itu menjadi sebuah plagiasi.


6. Konsisten

    Konsisten berkarya tentunya menjadi bekal penting kalau kamu pengen jadi penulis. So, kamu harus tahu dulu apa tujuanmu ingin menjadi penulis. Apakah untuk mengerjakan tugas kuliah? Apakah untuk menjadi orang yang terkenal? Apakah untuk mendapatkan uang banyak?

    Beberapa alasan di atas, mungkin bisa menjadi salah satu faktor untuk membuatmu teratur dan konsisten menulis setiap harinya. Jika kamu sungguh-sungguh ingin menjadi seorang penulis, maka kamu akan tetap menulis, apa pun keadaan yang sedang kamu hadapi.


Itulah 6 hal yang bisa aku sharing buat kalian kalau kalian ingin jadi seorang penulis.

Menurut kalian, masih ada lagi nggak?

Kalau masih ada, bisa tambahi di kolom komentar, ya!

Thank you sudah membaca artikel ini!


See you on the next article ...!



Much Love,

Rin Muna a.k.a Vella Nine



Sunday, April 24, 2022

Tips Biar Naskah Kamu Bisa Lolos di Fizzo

 



Hai, hai ...!

Ketemu lagi sama aku, author yang sering galau karena nggak tahu mau mencurahkan tulisan dan isi kepalaku di mana lagi.

Mmh, karena saat ini aku lagi nulis di platform FIZZO, jadi aku mau berbagi tips tentang cara mengajukan naskah di Fizzo dan bisa lolos seleksi editor.

Ada beberapa poin penting yang harus kamu perhatikan ketika mengajukan naskah di awal.

1. Kamu bisa masuk ke situs www.fizzo.org terlebih dahulu. 

Lakukan pendaftaran dan verifikasi data kamu sampai selesai. Setelahnya, kamu bisa mulai Menulis Cerita.

2. Unggah cover semenarik mungkin. 

Sama seperti saat kamu mencari sebuah buku di perpustakaan yang jumlahnya ribuan bahkan jutaan buku. Bagaimana caranya, cover kamu itu akan menarik perhatian orang untuk mengambilnya.

3. Buat Deskripsi / Blurb yang menarik. 

Ini penting karena akan menentukan pembaca yang melihat cover kamu itu akan melanjutkan dengan memulai bacaan pertamanya atau tidak.

4. Sinopsis dan Outline lengkap untuk editor. 

Hal ini penting karena editor akan melihat gambaran keseluruhan cerita kamu terlebih dahulu sebelum menentukan naskah kamu akan diterima oleh editor atau tidak.

5. Buat Tema Sesuai Pasar Pembaca.

Nah, ini juga merupakan poin penting, loh. Kamu harus tahu dulu pasar pembacamu seperti apa untuk menentukan apakah naskah kamu cocok atau tidak dimasukkan ke platform ini.

6. Sabar

Platform dengan penulis ribuan bahkan ratusan ribu, kamu harus sabar menunggu konfirmasi dari editor. Biasanya, editor paling lama akan memproses naskah kita sekitar 2 minggu. Kalau sudah lebih dari itu, kemungkinan besar editor tidak menerima naskah kita. So, harus sabar dan tingkatkan terus kualitas tulisanmu!


Selain tips di atas, aku juga mau bagiin beberapa pertanyaan penulis baru yang udah mereka ajukan saat aku mengisi materi. Mudahan, pertanyaan ini akan mewakili kamu untuk menentukan apakah kamu ingin menulis di Fizzo atau tidak.


Tanya Jawab Penulis Pemula :


 

 

1.                   Untuk outline apakah harus banyak atau yang penting sudah mencakup cerita dari awal sampai akhir?

Jawaban : Outline disesuaikan dengan target jumlah bab yang akan ditulis. Di Sinopsis sudah ada gambaran dari awal sampai akhir cerita. Penting, outline kita nggak lari dari sinopsis itu. Biasanya, editor minta 60 bab pertama untuk pengajuan. Setelahnya, kita bisa buat outline per season kalau kalian mau bikin cerita yang episode-nya puanjang kayak novel aku.

2.                Untuk 3 bab awal kan disarankan langsung konflik, kadang saya memiliki problem konflik besar sudah disuguhkan diawal sehingga untuk selanjutnya jadi kadang mati ide. Bagaimana cara membuat konflik agar tetap seru ka?

Jawaban : Konflik di awal adalah konflik yang menjadi penyebab cerita itu terjadi. Balik lagi baca sinopsis yang kamu buat. Jangan lari dari itu biar nggak bingung. Kalau misal mati ide, kamu harus pahami dirimu sendiri. Apa yang bikin kamu mati ide? Kurang perbendaharaan kata atau alur cerita yang nggak tahu mau dibawa ke mana. Cek lagi outline yang udah kamu buat. Kamu bisa baca buku, nonton film atau ngumpul2 sama temen/keluarga atau jalan-jalan supaya kamu bisa dapet ide baru dan nggak mentok. Penulis nggak boleh malas baca (baca buku, baca karakter, baca situasi).

3.                   Deskripsi menarik maksudnya yang bagaimana ya kak?

Jawaban : Deskripsi yang menarik adalah kalimat yang bisa menarik pembaca untuk baca bukumu. Jika masih belum paham, kamu bisa pergi ke toko buku atau perpustakaan. Dari jutaan buku yang ada di sana, blurb / deskripsi buku yang seperti apa yang menarik untuk dibaca. Jadi, buatlah seperti itu ... sesuaikan dengan selera pasar.

4.                   Kalau aku sudah terlanjur membuat awal chapter konflik belum terlalu dimunculkan menurut kakak aku harus menulis ulang atau di lanjutkan saja dan direvisi nanti ya kak? Jawaban : Aku saranin tulis ulang kalau belum diajukan ke editor. Pengen naskahnya diterima ‘kan? Hehehe...

5.                    Untuk outline itu kita masukkan setiap adegan yang memiliki kesinambungan di konflik atau hanya konfliknya saja kak?

Jawaban : Berhubungan dengan konflik-konflik sebelumnya ya... dan jangan lari dari sinopsis atau konsep cerita kamu.

6.               Terimakasih untuk ilmunya, aku ada pertanyaan. Kalau sekarang kan, orang-orang suka sekali dengan ceo, bagaimana kalau tokoh utamanya adalah pegawai baru  masih akan ada kemungkinan untuk dilirik, karena kalau CEO rasanya terlalu tinggi untuk digapai. Terimakasih ...!

Jawaban : Masih ada. Asalkan konflik cerita dan alurnya menarik. Karakter tokohnya juga dibuat menarik dan bisa berkembang. Emang CEO terlalu tinggi ya? Karena itu kan khayalan yang diinginkan pembaca karena dia nggak bisa dapatkan di dunia nyata. Jadi, mereka baca itu sebagai hiburan. Balik lagi ke tujuan menulismu untuk apa. Kalau CEO terlalu tinggi, coba untuk ke karakter yang lebih sederhana. CEO agak berat kalau nggak punya pengalaman di dunia bisnis, ya? Sesuaikan kemampuan saja, asalkan cerita dan alurnya menarik. Profesi bukan masalah besar. Yang penting karakternya.

7.                   Aku mau nanya terkait premis dan blurb. Perbedaan/kesamaan yang menonjol dari itu apa kak? Karena aku cari di google masih belum nemu pemahaman yang  bener-bener pas. Terimakasih ka

Jawaban : Premis adalah inti cerita secara keseluruhan atau kesimpulan cerita. Biasanya premis disimpan sendiri oleh penulisnya, tidak diberikan ke pembaca. Biar penasaran.

Sedangkan blurb itu lebih ke kalimat iklan supaya pembaca tertarik untuk membaca buku kita dan gambaran sederhana dari cerita yang kita tulis.

8.                   Izin tanya, Kak. Untuk kerangka outline sendiri, apakah yang kaka ajukan di Fizzo seperti outline yang ini? (Iya.) Jika dalam menulis sinopsis lengkap, mulai dari awal, tengah, akhir, dan konflik utama tidak dibuat perpoin seperti kakak tadi bisa gak, Kak?

Jawaban : Nggak bisa. Editor butuh gambaran keseluruhan. Pengen diterima naskahnya sama editor ‘kan? Semuanya harus dikasih lengkap ke editor. Kalau dalam dunia bisnis, namanya pitching. Jadi, kita harus bisa meyakinkan editor kalau buku kita ini menarik dan layak untuk diterbitkan. Kalau kita jualan dan nawarin barang, nggak mungkin barangnya kita sembunyikan setengah-setengah ‘kan? Buat detail, lengkap, menarik dan rapi. Editor suka itu. Karena naskah yang dikerjain sama editor itu banyak. Jadi, yang ngeribetin mereka, mereka berhak nolak.

9.                   Untuk, outline tersendiri apakah setiap konflik harus di jelaskan dengan rinci? Dari awal sampai akhir. Tapi, takutnya nanti di sangka jalan cerita lambat. Jadi, sebaiknya untuk outline yang menarik perhatian editor itu seperti apa ya kak?

Jawaban : Alurnya jangan dibikin lambat dan bertele-tele. Outline dijelaskan intinya saja. Rincinya akan ada di naskah yang kita tulis per bab.

10.               Punyaku di awal bab adalah prolog yang menyangkut pertemuan pertama. Jadi nanti pada bab selanjutnya adalah kehidupan mereka selanjutnya dan sedikit² dimunculkan flashback. Kira² itu menarik nggak kak?

Jawaban : Menarik. Tinggal dikemas pertemuan pertamanya seperti apa. Munculkan flashback jangan terlalu banyak, ya. Pembaca platform nggak begitu suka dengan flashback, mereka lebih suka alur maju.

11.               Satu lagi Kak Vella. Kasih tips ala kakak cara membangun kepercayaan diri dalam menulis. Apa lagi saat kita ingin membuat outline cerita.

Jawaban : Kepercayaan diri itu penting. Setiap orang punya cara sendiri untuk membangun kepercayaan dirinya masing-masing. Kalau aku... balik ke tujuan menulisku. Aku ingin menyampaikan pesan kepada banyak orang. Supaya pesanku tersampaikan, aku harus percaya diri dengan karyaku sendiri. Percaya kalau karya kita berbeda dan punya karakter sendiri. Kalau kita nggak percaya sama karya kita sendiri, gimana kita bisa meyakinkan orang lain kalau karya kita itu layak dibaca? Kepercayaan diri itu berasal dari diri kita sendiri. So, bangun kepercayaan dirimu dengan cara yang nyaman untukmu.

 

 

Kalian kalau punya pertanyaan atau mau curhat, bisa banget komen di bawah, ya!

Atau DM ke instagram @vellanine.tjahjadi atau WA ke 0821-4949-9566 kalau kalian malu untuk bertanya di forum terbuka.

Mohon untuk kirim pesan sopan dengan memperkenalkan diri terlebih dahulu, ya! Usahakan tidak mengirim chat di jam tidur atau jam sholat.


Much Love,



Rin Muna


Tuesday, February 15, 2022

5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Oleh Penulis Pemula

 

 

 


 

Hai ... Hai ...!

Kamu lagi suka nulis dan lagi belajar nulis?

Sebelum kamu terjun ke dunia tulis-menulis yang lebih profesional, kamu harus tahu 5 hal penting di bawah ini sebagai penulis pemula. 

Sebagai seorang penulis, kamu ingin namamu dikenal dan abadi 'kan? 

[Kalau ghostwriter, nggak masuk daftar karena dia menulis untuk orang lain, bukan atas nama dirinya sendiri]

So, simak beberapa hal di bawah ini supaya kamu makin semangat menulisnya dan tetap menjadi author yang beretika.

 

1. Plagiat

 

 Plagiat adalah hal paling mengerikan dalam dunia karya. Entah itu tulisan, gambar atau syair lagu. Sebagai seorang penulis, kita dilarang menyadur karya penulis lain dalam bentuk apa pun. Kalau kamu masih belajar, mungkin kamu akan mengikuti penulis lain terlebih dahulu. Itu sah-sah saja. But, jangan dibagikan kepada orang lain, cukup untuk dirimu sendiri sebagai pembelajaran. Apalagi sampai dikomersilkan. It's crazy! Aku kurang respect sama penulis-penulis yang tidak beretika seperti ini. Selain merugikan penulis aslinya, mereka juga merugikan pembaca, loh. Nggak sayang sama pembaca sampai ngasih bacaan berbayar hasil plagiat dari buku lain. 

Di Novelme adalah salah satu tempat berkompetisi dan menjadi sarangnya para plagiator. Bahkan, plagiatornya bisa lebih terkenal dari penulis aslinya. Di Novelme juga, para plagiator ini masih diberi panggung untuk tetap berkompetisi. Padahal, kasusnya sudah diselidiki dan Novelme langsung take-down karya mereka. Kalau karya sudah di-takwdown, aku sudah tidak akan percaya dengan dalih atau pernyataan pembelaan dalam bentuk apa pun. Secara hukum, dia sudah salah dan tidak berani mempertahankan argumen dan karyanya. Kalau tidak plagiat, seorang penulis akan berani mempertahankan karyanya tetap muncul di publik.

So, kalian yang sedang belajar nulis. Hindari banget yang satu ini!


2. Meminta Penulis Lain Membaca Tulisanmu

 Tidak ada salahnya kalau kamu meminta orang lain membaca tulisanmu. But, meminta penulis lain yang jam terbangnya sudah tinggi untuk membaca tulisanmu. Itu adalah sebuah ketidakmungkinan. Karena si penulis ini sudah pasti sibuk nulis, mana mungkin dia mau baca tulisanmu. Sama seperti aku ini. Aku suka baca-baca karya Boy Chandra, Tere Liye, Asma Nadia, Andrea Hirata, dsb. Meski aku ada dalam satu komunitas bersama mereka ... ya nggak mungkin juga penulis sekelas mereka mau baca tulisanku. Penulis yang masih satu level sama aku atau penulis pemula saja belum tentu mau baca tulisanku karena mereka sudah sibuk nulis dan selera baca mereka pasti tinggi. So, pikir-pikir dulu kalau kamu mau minta penulis lain baca ceritamu! Lebih baik, kamu minta temen, saudara, tetangga atau temen sekolah buat baca tulisanmu dan minta pendapat mereka. Okay? Itu lebih nyaman dan membuatmu tidak merasa insecure. Kamu juga nggak akan berpikir negatif karena author yang kamu minta buat baca tulisanmu, lagi nggak ada waktu untuk itu.


 

3. Malas

 Kalau kamu masih malas, kubur dalam-dalam keinginanmu untuk menjadi penulis. Penulis itu nggak boleh malas. Terutama malas untuk membaca dan belajar. Kamu bisa baca karya author-author yang terkenal untuk bisa dapet inspirasi menulis. Karena kamu akan kesulitan menyusun kalimat ketika kamu tidak menguasai banyak kosakata. So, kalau bener-bener mau jadi penulis ... harus rajin baca dulu! Jangan malas, ya! Setelahnya, harus rajin menulis setiap hari. Oke?


 

4. Mengeluh

 Hmm ... kalau yang satu ini ... kamu juga pasti mengalaminya saat menjadi penulis pemula. Iya 'kan? Karyanya pengen dikenal, tapi nggak ada yang mau baca. Udah coba minta orang lain untuk baca, mereka cuek aja. Jangankan mau kasih bab berbayar, dikasih gratis aja mereka nggak mau baca. Sedih 'kan? Rasanya pengen ngeluh terus.

But, kamu jangan sedih, jangan ngeluh! Harus bangkit dan terus belajar menggapai keinginanmu. Waktu yang kamu gunakan untuk mengeluh, bisa kamu gunakan untuk berkarya dan mengasah kemampuanmu secara perlahan. Banyakin aja karyamu, suatu saat ... kamu akan menemukan pembacamu sendiri!

So, berhentilah berkeluh kesah karena penulis famous yang lain itu sudah melewati banyak proses dan rasa sakit. Tetap semangat dan positif thinking!


 

5. Promosi di Lapak Author Lain Tanpa Izin 

Hmm, kalau mau bahas yang ini tuh agak membingungkan, ya? Kalau nggak dikasih izin promo, ntar dikira sombong. Dikasih izin, tapi makin banyak yang promo. Hahaha. Maybe, kalau promo di postingan media sosial dan sebagainya, nggak masalah. Promosilah pada tempatnya supaya kalian terlihat sebagai penulis yang beretika. Bayangin aja ketika penulis lain promo di kolom review novel di aplikasi. Apa yang dilakukan pembaca? Mereka protes abis-abisan ke penulis karena review buku itu isinya promosi semua. Sementara, yang mereka mau, isi review itu ya tentang review buku itu. So, kalau mau promosi, gunakan cara yang elegan. Kalian itu nggak baca bukunya, tapi komen promo di kolom review buaaanyaak banget! Kalau kalian jadi authornya, kalian risih atau nggak? Apalagi dapet protes dari pembaca. Rasanya, gimana gitu. Iya 'kan? 

So, kalian hindari promosi di aplikasi atau tempat review novel yang sudah disediakan oleh aplikasi. Kalian kalau mau numpang promo, bisa cari media sosial authornya, disapa baik-baik, diajak berteman dan kalian bisa izin tag promosi ke akunnya author itu. Ini bagian dari etika menulis. 

 

Jadilah penulis yang baik, penulis yang beretika dan terus menginspirasi!


Much Love,

@rin.muna



Sunday, September 5, 2021

Dialek dalam Dialog Bikin Ceritamu Lebih Mengalir dan Menarik



Hai ... Sobat!
Apa kabar nih?
Lama banget kagak ngisi ini blog. Hihihi ...
Kangen nggak sih sama tips nulis dari aku?
Kalo kangen, baca sampe kelar ya!
Kalo enggak, mending tutup aja deh hp atau komputer kamu. Bikin aku sedih aja...

Buat kamu yang bersedia baca, aku punya something special, nih.
Aku mau sharing tentang trik menulis supaya tulisanmu bisa mengalir deras kayak air terjun Niagara.
Ah, elah... lebay amat, yak!
Nggak papa, deh. Yang penting, materi yang bakal aku share kali ini bisa mudah dipahami dan asyik buat kalian.
Kali ini, aku mau sharing gimana caranya bikin dialog cerita lebih menarik dan tidak membosankan.

Kalau menurut kalian, apa sih yang bikin cerita itu bisa jadi menarik? Boleh sharing di kolom komentar, ya!

Nah, kalo menurut aku, hal paling penting supaya cerita kita bisa lebih mengalir dan menarik ialah pengaturan dialog-nya.
Cerita bisa terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari ketika kita menggunakan dialek dalam dialog. Artinya, kita bisa menggunakan kalimat tidak baku yang sesuai dialek daerah supaya bacaan kita nggak monoton. Terlebih, ketika dialog yang kita baca itu kayak naskah terjemahan. Pastinya, bakal ngebosenin banget, kan? Makanya, kita butuh banget penggunaan dialek dalam dialog. 

Sebelum kita menulis cerita, sebaiknya kita melakukan riset tempat terlebih dahulu. Nah, riset tempat ini sangat penting supaya latar cerita kamu tepat, juga bahasa yang digunakan.
Misalnya, orang Indonesia menggunakan dialek dalam kehidupan sehari-hari alias tidak menggunakan bahasa formal. Kalau dalam ilmu Sastra Inggris, juga ada penggunaan bahasa formal dan informal. Nah, dalam Bahasa Indonesia, kita juga mengenal bahasa formal dan bahasa sehari-hari.
Orang Indonesia, jarang banget ngomong formal dalam keseharian mereka. Oleh karenanya, bahasa sehari-hari yang digunakan di dalam cerita juga harus tepat dengan kehidupan kita sehari-hari di dunia nyata sesuai dengan zamannya.

Contoh penggunaan dialek dalam dialog:

Rina mengendarai mobilnya pelan-pelan sambil celingukan. "Enaknya makan apa, ya? Perutku laper banget, tapi mulutku nggak nafsu makan."

Nah, kalimat yang aku tandai warna merah adalah contoh penggunaan dialek sehari-hari. Kamu juga bisa menggunakan bahasa daerah sesuai dengan latar tempat ceritamu supaya dialog ceritamu nggak seperti naskah terjemahan. 
Dialog yang aku buat di atas, juga bisa dibuat ke versi yang formal, contohnya:
Rina mengendarai mobilnya pelan-pelan sambil memperhatikan sekelilingnya. "Makanan apa yang enak untuk dimakan siang ini? Perutku sangat lapar, tapi mulutku tidak nafsu makan."


Nah, dari dua contoh di atas, kamu sudah bisa bedain mana yang lebih asyik buat dibaca sesuai dengan latar daerahmu, kan?
Kamu jangan terfokus menggunakan kalimat baku kalau lagi nulis cerita fiksi. Tapi, kamu juga wajib menguasai bahasa baku karena semua narasi cerita, wajib menggunakan bahasa baku. Sementara, dialog-nya bisa menggunakan dialek daerah agar lebih menarik dan mengalir ketika dibaca.

Gimana? Kamu sudah bisa bikin ceritamu lebih mengalir dan berkualitas?

Silakan tinggalkan komentar, ya!
Kamu juga boleh kirim karyamu untuk aku review. Langsung aja kirim ke email : walrina.ajpksp@gmail.com dengan Subjek : Belajar Menulis_Judul Tulisan_Nama Penulis

Aku bakal review tulisan kamu dan share tentang kekurangan dan kelebihan cerita kamu, loh. Asal jangan kasih link novel karena itu kepanjangan dan aku butuh waktu lama buat bacanya. Sementara, kesibukan aku padet banget. So, semangat terus belajar nulisya! Jangan lupa kirimkan tulisan kamu untuk aku review, ya!


Much Love,

Rin Muna












Wednesday, April 7, 2021

Penulis Itu Berproses, Bukan Berprotes!

 





Hai ... hai ...!

Apa kabra!

Eh!? 

Apa kabar?


Kali ini, aku mau cerita sedikit tentang beberapa hal yang aku temui beberapa hari ini. Eh, aku nulisnya udah pakai kalimat efektif atau belum, ya? Ah, sudahlah. Yang penting, kalian ngerti bahasaku walau tata bahasanya sedikit berantakan.


Akhir-akhir ini ... karena aku sebagai salah satu ambassador dan penulis best seller di Novelme, banyak penulis yang sering mengeluh. Mmh ... ngeluhnya nggak sama aku, sih. Tapi sama yang lain. Maybe, lebih sering mengeluh sama Tuhan dalam sujudnya.

Kalau denger keluhan itu, rasanya ikut pusing. Karena kita juga ngerasain gimana lelahnya berjuang, gimana sakitnya tidak dihargai, tapi kita sendiri nggak tahu mau ngeluh ke mana. Karena malu kalau mau ngeluh terus, tapi tidak meningkatkan diri.


Daripada sibuk mengeluh, kita akan merasa beban kita semakin berat. Lebih baik, perbanyak karya saja. Makin banyak karya, akan semakin bagus. Karena,suatu hari nanti ... satu dari puluhan tulisanmu itu akan menemukan pembacanya sendiri. Kalau ditanya, sudah berapa karyaku? Sudah ratusan sebenarnya. Tapi ... aku tidak serta merta mempublikasikan karyaku begitu saja. Aku terus belajar menulis tanpa menunggu orang lain menghargai karyaku lebih dulu. Aku lebih fokus berlatih menulis untuk meningkatkan kualitas tulisanku lebih dahulu agar bisa dikatakan layak untuk pembaca.

Positif thinking aja, sih. Kalau mau dihargai lebih, kita harus berpikir apakah tulisan kita itu sudah pantas dihargai oleh orang lain atau belum. Kalau kira-kira belum , ya tingkatkan lagi kualitas tulisannya. Nggak usah mengeluh! Mengeluh hanya akan menghambat dirimu untuk terus menghasilkan karya.


Ada lagi, nih ... beberapa waktu lalu, sempat ribut di Novelme karena ada penulis senior yang baru berkecimpung di platform baca karena dia sudah lebih dahulu menulis buku cetak dan memang peminat buku cetaknya lumayan banyak. Saat masuk di platform, ia merasa kalau karyanya tidak dihargai pembaca dan menyalahkan platform. Platform dianggap salah karena lebih banyak tulisan yang dibilang "HOT" daripada tulisan yang menginspirasi.

Eits, bukan hanya menyalahkan platform. Tapi juga menyalahkan selera pembaca yang bisa dibilang lebih suka cerita "esek-esek" ketimbang cerita yang menginspirasi. Padahal, tidak semua penulis menulis cerita dewasa. Akhirnya, paltform dianggap sebagai ajang untuk merusak moral pembaca dan penulis-penulis yang bermoral itu jadi anti platform. 

Menurutku, penulis-penulis itu harusnya justru semangat masuk ke platform agar koleksi literature di platform bisa semakin baik. Alangkah baiknya jika mereka justru berbondong-bondong mengisi platform dengan cerita yang inspiratif agar menenggelamkan cerita yang katanya "esek-esek" itu. Sayangnya, mereka tidak pernah mau melakukannya karena dianggap tulisan mereka tidak diminati oleh pembaca.

Sebenarnya, diminati atau tidak, itu semua tergantung bagaimana penulisnya dalam berkarya dan menemukan pembaca-pembaca mereka.

Banyak penulis yang bilang kalau "Karya aku mah apa, sepi banget pembacanya."

Eits, jangan salah!

Penulis profesional dan terkenal juga berawal dari pemula, loh. So, kamu jangan pesimis kalau pembacamu baru 1 orang. Harus bisa kamu evaluasi dengan jumlah karya yang sudah kamu hasilkan. Tetap semangat karena kamu hanya butuh waktu untuk bertemu dengan pembacamu.

Aku yang saat ini sudah menjadi penulis best seller webnovel di Novelme, juga pernah ada di area "The Dip", area yang menukik tajam di bawah dan tenggelam dengan karya-karya yang sudah lebih dahulu terbit. Aku berada di area "DIP" itu sejak tahun 2012 hingga tahun 2018. Artinya, selama 6 tahun aku menulis, karyaku tidak terlihat oleh siapa-siapa. Tapi tidak membuatku berhenti untuk berkarya.

Aku justru semakin tertantang untuk memperbaiki diri. Menjadi idealis yang bisa mengikuti pasar. Aku belajar banyak hal. Mulai dari menulis puisi, cerpen, esai, novela hingga ke webnovel. Kalau ditanya, sudah berapa banyak tulisanku. Aku nggak pernah menghitungnya. Sengaja, sih. Supaya aku bisa fokus terus menghasilkan karya tanpa tahu berapa banyak karya yang aku hasilkan. Kadang kalau dihitung, sudah banyak juga, hihihi.


Aku sudah menerbitkan 23 Antologi buku bersama dengan penulis-penulis yang lainnya. Tapi, aku masih merasa belum menjadi apa-apa. Masih banyak penulis lain yang membanggakan karyanya karena memiliki banyak penggemar dan pembaca. Sedangkan aku ... bahkan sampai tulisanku menjadi best seller, aku masih sering merasa belum pantas untuk mendapatkan begitu banyak penghargaan.


Semuanya butuh proses, sampai saat ini juga aku masih berproses. Apa pun yang terjadi di depan, aku jadikan tantangan tanpa banyak berprotes. Banyak yang sering mengeluh karena aturan platform yang berubah-ubah dan memberatkan penulis. Tapi menurutku, selama feedback-nya sesuai, nggak masalah. Apalagi, aku juga sudah menjalani kehidupan penulis yang bukan amatiran lagi. 

Tulisan yang sudah ada nilainya, adalah tulisan profesional (agak berat nulisnya karena sesungguhnya aku belum siap). Berapa pun nilainya, asal itu karya kita sendiri, belajarlah untuk menghargainya. Bukan protes ke sana ke mari karena kita merasa karya kita belum dihargai.

Ada banyak literature di dunia ini selama ratusan tahun. Ada banyak penulis dan ide yang bertebaran. Supaya tulisanmu dikenal orang, bagaimana caranya? Kalau kamu cuma simpan tulisanmu di dalam laci. Jangan pernah berharap akan ada banyak orang yang membacanya. Tapi kalau kamu bisa menunjukkan karyamu ke orang lain, dari 100 orang, akan ada 1 orang yang menghargai tulisanmu. So, tetap semangat menulis tanpa mengeluh atau protes sana-sini. 

Temukan tempat yang tepat untuk berproses! Karena setiap orang memiliki kenyamanan yang berbeda-beda. Aku suka pantai, kamu belum tentu menyukainya. Kamu suka gunung, aku belum tentu menyukainya. 

Jika jalan yang kamu tempuh itu terjal dan berliku, jalani saja! Karena itu akan membuat kakimu terlatih untuk lebih kuat mendaki tempat yang lebih tinggi lagi. Jangan pernah bermimpi berdiri di tempat yang tinggi, jika kamu tidak punya kaki yang kuat untuk melangkah! Jika kamu hanya bisa mengeluh dan berhenti saat mendapati kesulitan dalam perjalananmu!


Tak ada manusia hebat yang tidak berproses. Mereka menjadi hebat karena tidak banyak protes! Sukses atau tidaknya kamu di masa yang akan datang, itu ditentukan oleh langkah yang sedang kamu tempuh hari ini. Mungkin terjal, berliku, berduri dan melelahkan. Tapi itu akan membuatmu kuat mendaki tempat yang lebih tinggi dari orang lain yang memilih untuk berhenti berjuang atau memilih untuk tidak mencoba berjuang sama sekali.



Terima kasih sudah membaca tulisan ini!

Semoga membuat kalian semakin semangat berkarya tanpa mengeluhkan apa pun.



Much Love,

Vella Nine



Copyright © Rin Muna
Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Edited by Gigip Andreas